cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
KERAJINAN LOGAM DI TROWULAN MOJOKERTO PADA TAHUN 1980-2000 NURUL HUDA, LIS; , ARTONO
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan logam termasuk ke dalam karya seni tiga dimensi yang dapat di gunakan dan dinikmati keindahannya. Kerajinan logam yang mampu bertahan melewati hempasan waktu membuat banyak orang menjadikan sebagai lahan bisnis yang menguntungkan termasuk di salah satu desa di Trowulan yaitu Bejijong. Latar belakang munculnya kerajinan logam berawal dari salah satu seseorang yang ingin memperbaiki ekonomi agar lebih baik lagi serta dalam bisnis kerajinan logam ini bisa dijadikan warisan budaya secara turun temurun kepada keluarganya.Penelitian ini mengambil rumusan masalah tentang 1) Latar belakang munculnya kerajinan logam, 2) Perkembangan kerajinan logam pada tahun 1980-2000, 3) Kontribusi yang di berikan oleh pengrajin logam terhadap masyarakat sekitar pada tahun 1980-2000. Sehingga dari rumusan masalah tersebut mempunyai tujuan untuk menganalisis dari semua rumusan masalah yang di bahas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang memiliki 4 unsur yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif karena menggunakan sumber dari data hasil survei, wawancara dan observasi.Kata kunci : Kerajinan logam, Perkembangan, Kontribusi
PERAN KOMANDO PASUKAN SANDHI YUDHA (KOPASSANDHA) DALAM OPERASI SEROJA DI TIMOR-TIMUR PADA TAHUN 1976-1979 SURYA ARIFIAN, DWI; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopassandha (Komando Pasukan Sandhi Yudha) merupakan satuan elit Indonesia dibawah naungan TNI-AD. Secara umum Kopassandha merupakan cikal bakal Kopassus di masa sekarang ini. Sesuai dengan namanya Kopassandha memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. Pada saat operasi seroja selesai dengan masuknya Timor-Timur ke Indonesia Operasi Seroja masih terus berlangsung. Alasan kelanjutkan operasi tersebut karena kekuatan dari Fretilin masih belum menurun malah semakin gencar melakukan propaganda. Hal ini lah yang membuat Indonesia khawatir akan adanya penyebaran paham komunis yang semakin meluas. Maka dari itu penulis mengambil penelitian terkait Peran Kopassandha dalam Operasi di Timor-Timur pada tahun 1976-1979. Penelitian ini mengambil rumusan masalah yaitu tentang keterlibatan kembali Kopassandha dalam operasi seroja pasca integrasi, peran dari Kopassandha dalam operasi seroja, dan hasil dari keterlibatan Kopassandha dalam operasi seroja. Penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penulisan disini menggunakan sumber tertulis yang berupa catatan , koran dan dokumen yang sezaman pada waktu itu. Hasil penulisan menunjukan bahwa dengan keterlibatan Kopassandha dalam bertugas mendapatkan dampak baik yang dalam Operasi Seroja ini. Kopassandha berhasil menewaskan dan menangkap tokoh-tokoh Fretilin seperti Presiden Nicolau Lobato. Setelah berhasilnya dalam menewaskan presiden Nicolau Lob ato hal ini membuat moral yang dimiliki oleh Fretilin melemah karena tidak ada garis komando lagi dalam perjuangan Fretilin. Serta berhasilnya Indonesia dalam menghambat pertumbuhan paham Komunis di Timor-Timur.Kata Kunci: Kopassandha, Seroja, Timor-Timur
MAKNA PISOWANAN AGUNG DI YOGYAKARTA TAHUN 1998-2008 MUSTIFARIS NUGROHO, AGUNG; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogyakarta merupakan daerah yang memiliki banyak budaya dan tradisi, salah satunya yaitu Pisowanan Agung. Pisowanan Agung merupakan tradisi yang menujukan hubungan antara raja/sultan dengan rakyatnya. Secara tradisional Pisowanan Agung memiliki makna sangat kental akan nuansa tradisi budayanya. Akan tetapi di era modern, Tradisi Pisowanan Agung yang diselenggarakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, yaitu pada Mei 1998, September 1998, April 2007, dan Oktober 2008 memiliki makna yang berbeda. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut : (1) Bagaimana latar belakang terselenggaranya Pisowanan Agung pertama hingga keempat tahun 1998? (2) Apakah ada perubahan makna dari Pisowanan Agung masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X? (3) Bagaimana dampak Pisowanan Agung di Yogyakarta tahun 1998-2008?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Sejarah dengan menggunakan sumber utama berupa arsip dan pemberitaan-pemberitaan media cetak dari surat-surat kabar seperti Kedaulatan Rakyat, Bernas Jogja, Jawa Pos, Kompas, serta menggunakan sumber pendukung berupa buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat perbedaan makna yang terkandung dari tradisi Pisowanan Agung tradisional dengan Pisowanan Agung di era modern. Perbedaan makna tersebut dapat dilihat melalui Pisowanan Agung yang terselenggara oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, karena dari Pisowanan Agung pertama (1998) hingga keempat (2008) terdapat kepentingan-kepentingan politik dibaliknya. Pisowanan Agung masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X memiliki makna yang kental akan nuansa poltik.Kata Kunci: Makna, Pisowanan Agung, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Yogyakarta
KIPRAH KH. FAKIH USMAN DALAM ORGANISASI MUHAMMADIYAH TAHUN (1925-1968) AHMAD AZHAR, EMIR; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi Muhammadiyah merupakan organisasi yang berdiri pada tahun 1912 dan di bentuk oleh KH. Ahmad Dahlan. Organisasi Muhammadiyah semakin menyebar luas ke seluruh negeri. sampai pada akhirnya ke Gresik, KH. Faqih Usman adalah sosok pertama yang menyambut kedatangan Muhammadiyah di Gresik. Sejak 1922, ia aktif dalam kegiatan persyarikatan ini. la seolah mendapat penyaluran atas obsesinya selama ini. Pada 1925, Fakih Usman muda dipercayakan menjadi Ketua Group Muhammadiyah Gresik. la pun semakin terlibat dalam wacana keagamaan Muhammadiyah yang lebih berorientasi pembaruan berdasarkan al-Quran dan al-Hadits dan berorientasi sosial. Berkat kepemimpinannya, group Muhammadiyah Gresik ditingkatkan menjadi cabang. Perubahan status ini semakin mendorong Fakih Usman untuk aktif dalam pengembangan Muhammadiyah, khususnya di Surabaya. KH. Faqih Usman lalu giat dalam Muhammadiyah Surabaya, MIAI, Masyumi, Muhammadiyah pusat, sampai pada akhirnya menjabat sebagai mentri Agama.Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penelitian ini memfokuskan pada jejak karier KH. Faqih Usman serta mengapa beliau bisa menjadi seorang mentri Agama dan apa kontribusi seorang KH. Faqih Usman terhadap organisasi Muhammadiyahnya maupun kepada Negara setelah beliau menjabat sebagai mentri Agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab rumusan masalah dari penelitian ini serta menganalisis jenjang karier di kalangan organisatoris dan mentri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah mengingat penelitian ini merupakan penelitian seorang tokoh mulai dari beliau belum menjadi seorang yang belum berpengaruh sampai menjadi sosok yang patut dikenang.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa KH. Faqih Usman masuk dalam organisasi Muhammadiyah dikarenakan ideologi dan pemikiran beliau sejalan dengan ideologi Muhammadiyah. KH. Faqih Usman merupakan sosok yang telah berkontribusi untuk organisasi Muhammadiyah salah satunya yakni beliau membuat sebuah penekanan pada pidato beliau dan mampu membuat banyak petinggi Muhammadiyah sadar akan identitas dan Kepribadian Muhammadiyah, dan hasil penekanan tersebut melahirhan sebuah identitas baru bagi Muhammadiyah yang dinamakan Kepribadian Muhammadiyah, dalam kementrian Republik Indonesia beliau juga berpengaruh dalam mengembangkan pendidikan yang menekankan pada nilai-nilai keagamaan. Sehingga, organisator maupun mentri yang lain berkesempatan luas untuk mengikuti dan meniru kepribadian sosok KH. Faqih Usman.Kata kunci : KH. Faqih Usman, Muhammadiyah, Organisasi, Mentri.
PAGELARAN TARUNG BEBAS PENCAK DOR KEDIRI SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BELA DIRI PENCAK SILAT TAHUN 1960-2017 FADLILATUL LAILIYAH, SITI; LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran bela diri yang berkembang di Indonesia sangat beragam. Bela diri asing yang kian banyak diminati oleh masyarakat ini seakan menjadi ancaman bela diri asli Indonesia yaitu pencak silat. Bela diri peninggalan nenek moyang ini harus dijaga dan dilestarikan agar tidak tertimbun oleh bela diri asing. Pagelaran Tarung Bebas Pencak Dor adalah salah satu cara pelestarian pencak silat yang lahir dari perguruan GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia). Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas tahap heuristik yaitu pengumpulan sumber baik primer maupun sekunder, kritik yaitu tahap penyaringan sumber yang diperoleh, interpretasi yaitu tahap penafsiran terhadap fakta dari sumber yang diperoleh, historiografi yaitu tahap penulisan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini adalah mengetahui latar belakang, perkembangan, dan upaya pelestarian Pagelaran Tarung Bebas Pencak Dor dari tahun 1960 sampai 2017.Kata Kunci : Pencak Dor, Pencak Silat, Perkembangan, Pelestarian.
PENGGUNAAN MEDIA KARTU DOMINO UNTUK PENGUATAN KEMAMPUAN FAKTUAL SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH NURHAMIDIN, FAUZAN; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil kemampuan faktual siswa pada mata pelajaran Sejarah dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional dan yang menggunakan media interaktif permainan Kartu Domino. Penelitian ini dilakukan di MA Negeri 1 Kota Madiun pada siswa kelas XI IPS tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa desain penelitian Quasi Experimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Penilaian tingkat pengetahuan faktual siswa didapatkan melalui uji soal pre-test dan pos-test yang dilakukan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa penggunaan media permainan kartu Domino dalam pembelajaran. Hasil yang didapatkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penguatan pengetahuan faktual siswa kelas yang menggunakan kartu Domino sebagai media dalam pembelajaranKata Kunci: Pengetahuan Faktual, Kartu Domino
PERKEMBANGAN KOMUNITAS MUSIK GRUNGE DI KOTA SURABAYA TAHUN 1995-2009 IRWANSYAH, AVIV; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik grunge adalah genre musik yang pernah menggemparkan kanca musik kelas dunia, genre ini adalah masuk dalam jenis genre alternative rock. Grunge booming pada era 90?an dimana pelaku utama adalah band asal kota seattle yaitu band Nirvana dari lagu ?smile like teen spirit. Indonesia juga merasakan dampak dari terkenalnya genre ini dan dapat dikatakan bahwa masyarakat Indonesia juga antusias terhadap band, musik ataupun gaya musik yang di sajikan oleh Nirvana. Disinilah dampak pemerataan terjadi di kota Surabaya dan muncul komunitas yang sangat antusias menerima serta mengembangkan aliran grunge ini yaitu Surabaya Grunge Community. Penelitian ini membahas (1)Bagaimana sejarah lahirnya musik grunge di Surabaya tahun 1995? (2)Bagaimana perkembangan komunitas grunge di kota Surabaya 1995-2009? (3)Bagaimana respon masyarakat Surabaya dengan adanya komunitas musik grunge Surabaya tahun 1995-2009)?. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputin beberapa bagian yaitu heuristik, kritik, intepretasi, dan historiografi. Agar mendapatkan sumber yang akurat/otentik, peneliti mencari sumber primer dan skunder tentang komunitas grunge Surabaya, band grunge Surabaya dan pelaku grunge. Sumber primer dapat di cari melalui wawancara pelaku sejarah yaitu pelaku band, komunitas atau individu grunge sedangkan sumber skunder berupa artikel, majalah, buku, jurnal, koran dan novel. Kritik adalah hal untuk menyeleksi sumber data menjadi fakta dan intepretasi menjadi perpaduan yang apik sesuai dengan tema penelitian. Tahap terakhir adalah historiografi yang menuliskan perkembangan tentang grunge di Surabaya berdasarkan fakta dan rumusan masalah.Grunge dapat mencapai hingga ke seluruh penjuru dunia maupun Indonesia khususnya di kota Surabaya, di Surabaya mendirikan komunitas grunge serta band-band yang lahir. Perkembangan pesat pada awal berdirinya komunitas ini sangat terlihat karena banyak event yang didirinkan oleh komunitas yang bernamaSurabaya Grunge Community dan terlihat pula dari sisi positif yang menjadikan banyak band lahir dari komunitas ini, sampai-sampai event terdengar di luar kota seperti Jakarta grunge dan bandung grunge dll. Rasa antusias event grunge luar kota bergabung dalam event SGC sangat banyak dan ada masa transisi di dalam komunitas ini, yang terjadi juga ada pergesekan pendapat yang menimbulkan beberapa konflik dan berpindah nama ke Surabaya Grunge Army(SGA) masih ada anggota dari SGC atau bisa di sebut pula sekali grunge tetap grunge. Alasan penulisan dari judul ini adalah grunge sangat menarik untuk di telisik karena macam genre underground banyak yang menjadikan musik sebagai kiblat kehidupannya.Kata Kunci: Aliran Musik, Band, Grunge, Komunitas, Surabaya
PERKEMBANGAN PARIWISATA ZIARAH DI MAKAM ASTA TINGGI SUMENEP DARI TAHUN 2006-2016 SARI, YANUARITA; HANAN PAMUNGKAS, YOHANES
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan suatu keseluruhan elemen-elemen terkait yang memiliki banyak sekali keragaman, baik dari segi adat, budaya, agama, suku dan bahasa, kebudayaan dan peninggalan sejarah. Penelitian ini menarik karena akan di bahas mengenai perkembangan parawisata di Makam Asta Tinggi Sumenep yang dilihat perkembangannya dari tahun 2006-2016. Perkembangan ini meliputi perkembangan tempat bangunannya, perkembangan wisatawan dan perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Menganalisis perkembangan wisata keagamaan yang tersohor di Sumenep merupakan suatu kesinambungan dengan pengaruhnya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang hidup dan tinggal di sekitar wisata Makam Asta Tinggi Sumenep. Dalam penelitian ini juga kita akan mengetahui bahwa tradisi berziarah itu masih dilakukan oleh para masyarakat yang memang mereka melakukan ziarah itu karena memang dari turunan mereka.Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini mengambil rumusan masalah yaitu tentang perkembangan parawisata di makam Asta Tinggi Sumenep dari tahun 2006-2016 dan pengaruh wisata Makam Asta Tinggi Sumenep terhadap sektor sosial ekonomi masyarakat sekitar makam dari rumusan masalah ini kita dapat mengetahui lebih dalam tentang Makam Asta Tinggi Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang diantaranya terdiri dari 4 tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Pengumpulan sumber atau heuristik dilakukan dengan mengumpulkan sumber primer yaitu data pariwisata dan wawancara narasumber di lokasi penelitian. Kritik sumber dilakukan untuk menguji kebenaran dan keabsahan sumber-sumber yang telah diperoleh. Kemudian interpretasi dilakukan untuk menganalisis data-data yang diperoleh guna menjawab rumusan masalah. Serta tahap terakhir yaitu historiografi yang merupakan tahapan penulisan sejarah berdasarkan hasil interpretasi.Selanjutnya, dapat disimpulkan bahwasanya pariwisata di Sumenep terutama Makam Asta Tinggi Sumenep ini dapat berkembang dan makin dikenal masyarakat luas ini juga karna berbagai faktor yang pertama adalah faktor transportasi yang semakin gampang untuk dilewati seperti adanya suramadu , faktor lain juga karna adanya sosial media yang semakin maju sehingga masyarakat luar tahu tentang asta tinggi dan mengunjunginya. Perkembangan Makam Asta Tingi tidak hanya berpengaruh pada pariwisata sumenep saja, tetapi juga membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat, utamanya sektor ekonomi. Selain sektor ekonomi, keberadaan wisata Asta Tinggi juga mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Terjadinya interaksi antar pedagang dan wisatawan menyebabkan pertukaran budaya dan menimbulkan perubahan tingkah laku sosial masyarakatnya, salah satunya keterbukaan masyarakatnya dalam berkomunikasi denga masyarakat luar daerah.Kata Kunci : Wisata Ziarah, Asta Tinggi, Sumenep
DINAMIKA KEHIDUPAN PRIYAYI JAWA ABAD 19-20 DALAM NOVEL TETROLOGI PULAU BURU KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER : SEBUAH STUDI KOMPARASI REALITAS HISTORIS WAHYUDI, SINUNG; , ARTONO
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan priyayi merupakan suatu bentuk dinamika kehidupan yang merupakan bagian dari potret kehidupan masyakat Jawa disekitar abad 19-20. Penelitian ini membahas mengenai komparasi kehidupan priyayi jawadalam novel Tetralogi Pulau Buru karya pengarang ternama Pramoedya Ananta Toer dengan realitas sejarah yang berlaku menurut zamannya. Latar waktu pada penelitian ini adalah pada abad 19-20. Latar masalah yang mejadi fokus penelitian aadalah bagaimana kondisi masyarakat Jawa menjelang akhir abad 19, bagaimankah bentuk dari unsur-unsur kehidupan priyayi yang terdapat dalam novel Tetralogi Pulau Buru, bagaimanakah relevansi antara unsur-unsur tersebut dalam kaitannya dengan realitas sejarah yang berlaku. Untuk dapat mengetahui bagaimana kondisi masyarakat Jawa menjelang akhir abad 19 Untuk dapat mengetahui bagaimana bentuk dari unsur-unsur kepriyayian Jawa yang terdapat dalam novel Trilogi Bumi Manusia. Untuk dapat mengetahui bagaimana unsur-unsur budaya kepriyayian Jawa yang terdapat dalam novel Tetralogi Pulau Buru dalam korelasinya dengan realitas sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah Louis Gotschalk yang terdiri atas heuristic, krik, interpretasi dan historiografi. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori wacana Norman Fairclough . Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan kecocokan yang akurat antara unsur-unsur kepriyayian dalam novel Tetralogi Pulau Buru dengan fakta sejarah yang berlaku. Kecocokan tersebut dapat ditelusuri dari Koran Medan Prijaji.Kata Kunci : Priyayi Jawa, Tetralogi Pulau Buru, Medan Prijaji
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN PEMKOT SURABAYA MASA SOENARTO SOEMOPRAWIRO TAHUN 1994 – 2000 ZULFA SANIYYAH, NAILA; , NASUTION
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan sistem perekonomian suatu negara pasti tidak terlepas dari kontribusi kemajuan pembangunan infrastruktur, salah satunya yaitu jalan. Surabaya sebagai kota megaurban yang sarat akan kepadatan penduduk serta aktivitas - aktivitasnya, menimbulkan permasalahan khas perkotaan yang kompleks yaitu masalah kemacetan lalu lintas. Banyaknya lahan perumahan baru di berbagai wilayah Surabaya menyebabkan pemekaran wilayah di Surabaya, ditambah lagi dengan bertambah pesatnya jumlah kendaraan pribadi yang digunakan oleh masyarakat Surabaya menambah kerumitan sistem lalu lintas. Sebagai Walikota Surabaya Soenarto Soemoprawiro dalam masa baktinya telah melakukan banyak kebijakan populis bagi masyarakat Surabaya, Khususnya dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas tahap heuristik yaitu pengumpulan sumber baik primer maupun sekunder, kritik yaitu tahap penyaringan sumber yang diperoleh, interpretasi yaitu tahap penafsiran terhadap fakta dari sumber yang diperoleh, historiografi yaitu tahap penulisan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini adalah mengetahui tentang kebijakan pembangunan jalan di Surabaya, implementasi, dan kontribusi pembangunan jalan dari tahun 1994 ? 2000.Kata Kunci : Infrastrktur, Soenarto Soemoprawiro, Surabaya