cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
KELOMPOK PETERNAK UNGGAS PEREMPUAN DI KECAMATAN MOJOSARI 1986-2002 NDARU ADI PUTRA, WISMA; , NASUTION
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternakan itik merupakan komoditas yang paling banyak di Indonesia dengan mengembangkan sebagai bahan pangan hewani yang berprotein tinggi. Perkembangan peternakan itik sendiri mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari beternak itik secara liar sapai di kandangkan. Pada umumnya peternakan itik dapat berkembang pesat di kabupaten Mojokerto terutama daerah Mojosari yang kusus pemeliharan dan pembibitan itik Mojosari. Hal ini ditandai dengan peningkatan kebutuhan masyarakat akan permintaan DOD ( day old duck) bibit itik untuk memenuhi konsumen untuk konsemen yang mempunyai ternak kusus itik potong dengan memenfaatkan daging. Disini penulis mengambil tahun penelitian tahun 1986-2002 karena pada tahun ini para peternak itik mulai berkembang pesat dari awal peternak berhasil mengembangkan penetasan telur sendiri, dengan menggunakan keahlian merancang mesin penetas telur sendiri dapat menghasilkan DOD sangat banyak sampai di kirim ke luar kota. Dengan berkembangnya ternak itik, Ibu-ibu ingin membentuk kelompok peternak itik untuk mandiri dalam mengelola peternakan itik. Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diperoleh rumusan masalah yaitu bagaimana latar belakang tumbuhnya peternak unggas perempuan di Kecamatan Mojosari dan Bagaimana perkembangan peternak unggas perempuan di Kecamatan Mojosari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode sejarah, metode sejarah yang mempunyai beberapa tahap dalam penelitian sejarah yang meliputi tahap mengumpulkan sumber, tahap menguji sumber, tahap menganalisis, kemudian tahap menulis hasil.Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu dengan adanya peran masyarakat yang ikut dalam pembentukan peternak perempuan itik untuk mandiri. Melalui berbagai pertimbangan bersama peternakan perempuan itik terbentuk. Hal ini dikarenakan pembantu pekerja ternak itik sebagian besar adalah perempuan yang tidak bekerja atau ibu rumah tangga, para perempuan ingin membentuk kegiatan peternakan sendiri seperti melakukan simpan pinjam sebagai pengerat hubungan antar ternak perempuan itik yang lain Untuk kondisi sosial dan ekonomi peternak perempuan itik penghasilannya mengalami peningkatan sehingga hal ini membuat status sosial peternak itik dimasyarakat tamabah maju. Penyerapan tenaga kerja dibidang peternakan itik sangant membantu kehiduapan masyarakat Desa Modopuro.Kata Kunci: : Perempuan Peternk Itik, Itik, Perempuan Peternak Itik
PERSEPSI SISWA IPA KELAS XI TERHADAP MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 SRENGAT YATIM NURHAQI, BETANATA; MASTUTI PURWANINGSIH, SRI
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi merupakan suatu proses dimana manusia melakukan penafsiran terhadap apa yang mereka alami saat itu. Seperti halnya pembelajaran sejarah yang membutuhkan suatu persepsi untuk keberlangsungan pembelajaran sejarah. Keterkaitan persepsi dengan pembelajaran sejarah sangat perlu tanpa adanya suatu persepsi dalam proses pembelajaran, setiap penafsiran yang dilakukan timbul karena adanya suatu persepsi.Penelitian ini membahas mengenai bagaimana persepsi siswa IPA kelas XI di SMA Negeri 1 Srengat dalam mata pelajaran sejarah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan sumber data menggunakan sumber data primer dan sumber data skunder dalam teknik pengumpulan data ini menggunakan observasi secara langsung, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik triagulasi digunakan untuk menguji keabsahan data yang di peroleh. Dilakukan analisis dengan cara penggunaan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ialah persepsi siswa yang negatif dan positif jika dilihat dari persepsi yang negatif bisa dikatakan dipengaruhi oleh guru yang kurang tegas dalam pemberian materi sejarah. Guru merupakan hal terpenting dalam pembelajaran sejarah karena apa yang dilihat oleh siswa secara langsung yang akan menimbulkan suatu persepsi. Pemilihan media yang kurang tepat juga merupakan suatu hal yang memicu persepsi negatif Media pembelajaran merupakan strategi pembelajaran yang harus lebih ditingkatkan kreatifitasnya, sudah saatnya sejarah diajarkan menggunakan cara yang lebih menarik lagi. Sedangkan dari persepsi siswa yang positif dipengaruhui oleh adanya faktor sarana prasarana dan faktor lingkungan sekolah. Dari hasil tersebut bisa dikatakan bahwa persepsi memiliki sifat yang dinamis, berubah-ubah, serta memiliki sifat relatif atau tidak absolut.Kata Kunci : Persepsi, Sejarah, SMA
POLITISASI KORPRI PADA PEMILU ORDE BARU TAHUN 1970 – 1998 DI JAWA TIMUR MAHDIANA, NABILLAH; , WISNU
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politisasi KORPRI adalah suatu keadaan dilibatkannya KORPRI dalam proses pemenangan peserta pemilu dalamsuasana struktur dan kultur politik yang belum demokratis,otoritarian dan diskriminatif, yang dilakukan oleh pemerintahrezim orde baru untuk mempertahankan dan memperluas kekuasaanya.Politisasi KORPRI pada pemilu orde baru tahun1970 ? 1998 didukung dengan kebijakan PP No. 6 Tahun 1970 tentang monoloyalitas pegawai negeri. Kebijakanmonoloyalitas mewajibkan pegawai negeri untuk menyalurkan aspirasi politiknya kepada Golkar. Politisasi KORPRI padapemilu orde baru dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan cara kooptasi dan mobilisasi pegawai negeri. Kooptasi danmobilisasi dilakukan untuk mendapatkan massa yang mendukung Golkar sehingga Golkar memenangkan pemilu orde barudan mampu melanggengkan kekuasaanya.Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah merupakanseperangkat prosedur,alat atau piranti yang digunakan sejarawan dalam tugas meneliti dan menyusun sejarah. Ada empattahapan yang harus dilakukan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1)menganalisis praktik politisasi KORPRI pada pemilu orde baru tahun 1970 - 1998 di Jawa Timur.Kata Kunci: Politisasi, KORPRI, Pemilu Orde baru, Jawa Timur
PELESTARIAN SEJARAH DAN CAGAR BUDAYA KLASIK DI NGANJUK MASA BUPATI SOETRISNO 1993-2003 BAYU ERANDA, PANJI; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cagar budaya klasik merupakan aset terpenting yang dimiliki oleh suatu bangsa. Cagar budaya kuno juga dapat melambangkan identitas suatu daerah. Di Kabupaten Nganjuk, cagar budaya klasik merupakan suatu benda atau bangunan yang memiliki fungsi tersendiri terhadap pemerintah, akademisi, dan masyarakat.. Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggunakan benda dan bangunan cagar budaya sebagai objek untuk mengenalkan sejarah kota. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mengenalkan sejarah dan cagar budaya kuno dijadikan sebagai obyek penelitian agar eksistensi cagar budaya klasik di Kabupaten Nganjuk lebih bertambah. Dalam hal ini penelitian dilakukan di Kabupaten Nganjuk dengan rentang waktu 1993-2003.Penelitian ini membahas mengenai (1) Bagaimana upaya pemerintah dalam melestarikan sejarah dan cagar budaya klasik Kabupaten Nganjuk tahun 1993-2003; (2) Bagaimana kebijakan pemerintah dalam mengenalkan cagar budaya klasik di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap. Tahap pertama yaitu pengumpulan sumber primer dan sekunder. Sumber penelitian ini didapatkan dari Badan Perpustakaan dan Arsip Nganjuk, serta wawancara. Tahap kedua yaitu kritik sumber (melakukan pengujian dan verivikasi sumber yang didapat). Tahap ketiga adalah interpretasi yaitu menafsirkan sekaligus verifikasi data yang diperoleh terhadap kebijakan dan upaya pemerintah. Tahap keempat adalah historiografi yaitu penulisan hasil penelitian sejarah secara kronologis mengenai upaya yang ilakukan pemerintah dalam mengenalkan sejarah dan cagar budaya klasik Nganjuk.Hasil penelitian bahwa pada 1993 terdapat beberapa kebijakan saah satunya untuk penentuan hari jadi Nganjuk yang didasarkan atas suatu cagar budaya klasik untuk dikenalkan ke masyarakat. Disusul oleh upaya-upaya pemerintah dalam melestarikan sejarah dan cagar budaya kuno seperti kegiatan-kegiatan yang secara tidak langsung mengenalkan akan sejarah dan cagar budaya kota. Adanya pemahaman masyarakat entang sejarah dan cagar budaya klasik akan membuat kedua hal tersebut lestari dan dapat dimanfaatkan secara signifikan baik oleh pemerintah, akademisi, dan masyarakat sendiri.Kata Kunci : Pelestarian, Cagar Budaya Klasik, Nganjuk.
BATIK TULIS SARI KENONGO TAHUN 1997-2017 MEILANI, ELSA; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Sari Kenongo lahir di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo hasil kreasi dari Painah. Berdasarkan informasi masyarakat batik ini ada sejak tahun 1997. Motif batik Sari Kenongo terutama motif Bunga Sirih Sunduk Kentang menjadi ciri khas batik tersebut. Batik tulis Sari Kenongo Sidoarjo dijadikan sebagai obyek penelitian agar semakin dikenal luas oleh masyarakat dan patut dilestarikan perkembangannya. Penelitian ini membahas mengenai (1) bagaimana latar belakang lahirnya batik sari kenongo; (2) bagaimana perkembangan batik sari kenongo tahun 1997-2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas membatik di desa Kenongo sudah ada sejak adanya batik tulis Kenongo yang didirikan oleh Oesman Jasir tahun 1970an. Tahun 1995 pemilik batik tulis Kenongo meninggal dunia, sehingga usaha tersebut tidak ada yang meneruskan. Painah yang telah menjadi kepercayaan Oesman Jasir berinisiatif mendirikan kembali batik tulis dengan nama Sari Kenongo untuk memberdayakan masyarakat sekitar desa Kenongo pada tahun 1997. Tahun 1997 menjadi awal lahirnya batik Sari Kenongo dan mulai diakui keberadaan sebagai jenis batik khas Sidoarjo lainnya oleh pemerintah Sidoarjo.Batik tulis Sari Kenongo mengalami kemajuan pesat sejak tahun 2009. Produksinya semakin meningkat sejak Painah mengikuti workshop dan pameran dari satu tempat ke tempat lainnya. Awalnya batik tulis Sari Kenongo hanya menerima orderan/pesanan perorangan. Lambat laun batik ini mulai menerima orderan dari kantor-kantor pemerintah, swasta, dan pesanan orderan seragam sekolah. Batik ini juga mulai meraba ke pembuatan batik printing batik cap.Kata Kunci : Batik, Sari Kenongo, Sidoarjo
PERSEBAYA SURABAYA PADA MASA KOLONIAL HINGGA KEMERDEKAAN TAHUN 1927-2004 NIZAR ROMADHAN, MOCHAMAD; , WISNU
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya Surabaya) adalah salah satu klub sepak bola di Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Tim yang berdiri sejak tanggal 18 Juni 1927 ini juga salah satu klub sepak bola pertama di Indonesia. Karir Persebaya Surabaya saat mengikuti Kompetisi Liga Indonesia bisa dibilang naik-turun. Hal ini tentu tak lepas dari berbagai faktor yang melatar belakanginya, mulai dari kepengurusan manajemen kepelatihan, hingga kekompakan para pemainnya. Kompetisi sepak bola di Indonesia sendiri mempunyai sejarah yang cukup panjang. Muali dari Kompetisi Perserikatan yang muncul pada tahun 1930, hingga lahirnya Kompetisi Galatama pada tahun 1980. Persaingan Liga Indonesia semakin memanas ketika PSSI mengijinkan klub-klub yang berlaga untuk mendatangkan pemain asing untuk berlaga di Indonesia. Pada masa Liga Indonesia, Persebaya Surabaya juga salah satu klub yang rutin menggunakan jasa pemain asing.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa alasan Persebaya Surabaya mendatangkan pemain asing pada tahun 1994-2004? (2) Bagaimana peran pemain asing di Persebaya Surabaya pada tahun 1994-2004 (3) Apa saja prestasi Persebaya Surabaya di Liga Indonesia pada tahun 1994-2004?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa, mendeskripsikan dan memaparkan alasan Persebaya Surabaya dalam membeli pemain asing serta bagaimana kontribusinya untuk Persebaya Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan sejarah (historical approach), yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi dan kritik sumber.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, dalam perjalanannya sejak tahun 1927, Persebaya Surabaya banyak mengalami perubahan nama, lika liku dalam kompetisi Liga Indonesia dan ketergantungan dengan jasa pemain asingnya. Hal ini bisa dilihat ketika Persebaya Surabaya mengikuti Kompetisi Liga Indonesia pada tahun 1994-2004 dmana Persebaya Surabaya mengalami dua kali juara dan satu kali terdegradasi ke Divisi I.Kata Kunci : Persebaya Surabaya, Liga Indonesia, Pemain Asing.
KONFLIK IDEOLOGI SOEKARNO DAN KARTOSOEWIRJO, 1923-1962 DZATIYAH HUDA, MAHBUB; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soekarno dan Kartosoewirjo adalah dua tokoh pergerakan yang sangat hebat. Kedua tokoh ini bahkan sama-sama pernah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun dengan ideologi yang berbeda. Yaitu, negara Indonesia Soekarno dengan asas nasionalisimenya dan negara Indonesia Kartosoewirjo dengan asas pan islamismenya. Namun jika dilihat dari sejarahnya, Soekarno dan Kartosoewirjo merupakan teman satu kos saat mereka tinggal di Rumah H.O.S. Tjokroaminoto. Soekarno dan kartosoewirjo tidak hanya tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tetapi juga berguru pada H.O.S. Tjokroaminoto. Oleh karena itu muncul pertanyaan bagaimana Soekarno dan Kartosoewirjo bisa berbeda ideologi, dan bagaimana konflik diantara keduanya. Berdasarkan dengan latar belakang tersebut, maka diperoleh beberapa rumusan masalah yaitu 1). Bagaimana proses eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi Soekarno dan Kartosoewirjo dalam perkembangan ideologi di Indonesia. 2). Bagaimana dampak dari hasil proses eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi Soekarno dan Kartosoewirjo dalam perkembangan ideologi di Indonesia. Berdasarkan dengan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses dan dampak dari hasil eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi Soekarno dan Kartosoewirjo dalam perkembangan ideologi pada masa itu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa meskipun pemikiran Soekarno dan Kartosoewirjo sama-sama dipengaruhi oleh H.O.S. Tjokroaminoto, namun ideologi yang dipegang berbeda. Perbedaan tersebut dikarenakan proses internalisasi yang mereka alami berbeda. Soekarno kemudian memilih memegang ideologi nasionalisme dan Kartosoewirjo memilih memegang ideologi Islam. Dalam konflik diantara mereka juga terdapat dramaturgi dibelakangnya. faktor pertemanan masalalu masih mereka bawa dalam konflik mereka.Kata Kunci: Konflik Ideologi antara Soekarno dan Kartosoewirjo, 1923-1964
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X PROGRAM IPA DI SMA NEGERI 1 CERME GRESIK PUTRI SARI, EKA; MASTUTI PURWANINGSIH, SRI
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dipandang sebagai cara yang tepat dalam membentuk sumber daya manusiayang berkualitas untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional. Yang mana tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia seutuhnya. Siswa sebagai agen penentu keberhasilan dalam sebuah lembaga pendidikan tentu diharapkan berprestasi dengan baik, baik didalam belajarnya maupun dalam kegiatan lainnya.Dalam proses pembelajaran, rasa percaya diri merupakan salah satu factor intern pendukung keberhasilan siswa akan potensi yang dimilikinya, rasa percaya diri sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap siswa. Seseorang yang selalu beranggapan bahwa dirinya tidak mempunyai kemampuan, merasa dirinya tidak berharga. Hal ini merupakan bahwa seseorang tersebut mempunyai rasa percaya diri rendah. Setiap insividu siswa memiliki lingkungan yang berbeda-beda, sehingga hal itu mempengaruhi kepribadian dan pembentukan rasa percaya dirinya dan tentu berpengaruh terhadap prestasi belajar disekolahnya. Dari latar belakang tersebut penulis ingin mengetahui bagaimana rasa percaya diri dan prestasi belajar serta pengaruhnya rasa percaya diri terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Cerme Gresik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tingkat rasa percaya diri dan prestasi belajar siswa serta pengaruh rasa percaya diri terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang berusaha untuk mengetahui bagaimana pengaruh rasa percaya diri terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah dengan pengambilan sampel sebanyak 44 responden. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan metode angket dan melakukan test. Untuk pengujian instrument menggunakan uji Validitas dan Reliabilitas. Sedangkan untuk teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan teknik analisis dari rumus korelasi product moment dengan uji t.Hasil penelitian menunjukkan bahwaada pengaruh yang signifikan antara rasa percaya diri terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah yang ditunjukkan dengan t hitung= 9,48 dan t tabel= 0,30 maka t hitung > t tabel. Sedangkan dari hasil perhitungan menggunakan rumus koefisien korelasi (r) memperoleh prosentase 67,2 % dan sisanya 32,8 % yang dipengaruhi oleh factor lain.Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Prestasi Belajar.
ARSITEKTUR KOLONIAL GAYA EMPIRE STYLE DI KOTA SURABAYA TAHUN 1900-1942 ALIM SAIFULLOH, YOBPY; HANAN PAMUNGKAS, YOHANES
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang gaya arsitektur kolonial abad 19 sampai tahun 1900 sering disebut sebagai gaya arsitektur Empire Style. Di Hindia-Belanda gaya tersebut diterjemahkan secara bebas sesuai dengan keadaan. Dari hasil penyesuaian ini terbentuklah gaya yang bercitra kolonial yang disesuaikan dengan lingkungan serta iklim dan tersedianya material pada waktu itu. Gaya Empire Style tersebut tidak saja diterapkan pada rumah tempat tinggal tetapi juga pada bangunan umum lain seperti gedung-gedung pemerintahan, rumah sakit, pertokoan dan lainnya. Bahkan gaya Indis tersebut kemudian meluas sampai pada semua lapisan masyarakat dikurun waktu tahun 1900-1940-an.Permasalahan yang terjadi di arsitektur kolonial gaya Empire Style ini maka dapat ditarik beberapa rumusan masalah, antara lain : 1. Bagaimana perkembangan arsitektur kolonial gaya Empire Style di kota Surabaya pada tahun 1900-1942 ?, 2. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi arsitektur kolonial gaya Empire Style di kota Surabaya pada tahun 1900-1942 ?. Penelitian ini dilakukan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan yang dapat bermanfaat bagi kalangan pendidikan maupun masyarakat luas dalam pemahaman tentang arsitektur kolonial gaya Empire Style di kota Surabaya , untuk mengetahui perkembangan arsitektur gaya Empire Style di kota Surabaya, dan juga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan arsitektur kolonial gaya Empire Style di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah merupakan seperangkat prosedur, alat atau piranti yang digunakan (sejarawan) dalam tugas meneliti dan menyusun sejarah. Ada empat tahapan yang harus dilakukan yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.Bangunan bergaya Empire Style di kota Surabaya dipegaruhi oleh faktor waktu (Temporal), faktor fungsi dan faktor ruang (Spasial). Faktor waktu adalah faktor perkembangan zaman menurut spase waktu, sedangkan faktor fungsi adalah fungsi dari setiap bangunan tersebut yang berbeda beda menyebabkan tipe gaya Empire Style di setiap bangunan berbeda beda. Faktor ruang adalah faktor dimana tempat bangunan tersebut dibangun seperti di tepi sungai, tepi pantai atau tengah kota.Kata Kunci : Arsitektur, Empire Style, Kolonial, Surabaya
PERKEMBANGAN IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA (IPSI) TAHUN 1948-1973 YULIO PRATAMA, RENDRA; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikatan Pencak Silat Indonesia merupakan induk organisasi resmi pencak silat di Indonesia. Sebelum IPSI berdiri perguruan merupakan organisasi pencak silat dalam scope daerah. Berdirinya IPSI sempat menuai protes dari beberapa perguruan yang telah berkembang sebelumnya. Beberapa tokoh merasa bahwa IPSI didominasi oleh beberapa perguruan pencak silat saja. Egosentrisme perguruan saat itu sangalah kuat, mereka ingin perguruannya dijadikan wadah organisasi nasional pencak silat. IPSI berdiri sebagai wadah baru organisasi nasional pencak silat nasional. Salah satu tujuan berdirinya IPSI adalah untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat serta mempersatukan semua aliran dan perguruan pencak silat yang ada di Indonesia. Saat Kongres I IPSI yang dihadiri berbagai tokoh pencak silat sempat terjadi perbedaan pendapat mengenai IPSI. Usaha penyatuan aliran dan perguruan pencak silat merupakan langkah awal untuk mengembangkan dan melestarikan pencak silat di Indonesia. Tahun 1957, berdiri organisasi pencak silat baru di Jawa Barat yakni Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI). Berdirinya PPSI menimbulkan dualisme pembinaan pencak silat di Indonesia. Hal tersebut memberi dampak tersendiri bagi perkembangan IPSI, namun pada Tahun 1973 PPSI bersedia bergabung dengan IPSI. Kehadiran IPSI juga memberikan peran tersendiri bagi perkembangan pencak silat di Indoneisia. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait perkembengan Ikatan Pencak Silat Indonesia dengan judul penelitian ?Perkembangan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tahun 1948-1973?. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan Ikatan Pencak Silat Indonesia pada kurun waktu 1948- 1973. Dalam penelitian ini juga akan berisi analisis tentang dualisme pembinaan pencak silat dan peran IPSI dalam mengembangkan pencak silat di Indonesia. Penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi untuk mendukung penelitian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sumber tertulis berupa arsip, dan buku sejaman serta sumber lisan yang diperoleh melalui wawancara dengan tokoh atau pengurus IPSI dan PPSI mulai bulan April hingga Juli 2018.