cover
Contact Name
Muji Sri Prastiwi
Contact Email
mujiprastiwi@unesa.ac.id
Phone
+6281803190335
Journal Mail Official
bioedu@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Unesa. Gedung C3, Lt. 2. Kampus Unesa, Ketintang, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu)
ISSN : -     EISSN : 26859289     DOI : -
BioEdu merupakan Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Biologi yang diterbitkan oleh Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. BioEdu terbit tiga kali dalam setahun. BioEdu memuat artikel-artikel hasil penelitian di bidang kependidikan Biologi yang ditulis oleh para penulis dan peneliti dari Program Studi S1 Pendidikan Biologi
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2018)" : 88 Documents clear
EFEKTIVITAS LEMBAR KEGIATAN SISWA BERBASIS GROUP INVESTIGASTION UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA Fajar Septyana; Tarzan Purnomo
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Group investigation adalah model pembelajaran koopertif yang merupakan metode pembelajaran dengan siswa belajar secara berkelompok, berdasarkan dengan topik yang dipilih oleh siswa. Ada pun Langkah-langkah Group Investigation adalah sebagai berikut : Langkah pertama pengelompokan dan pemilihan topic, Langkah ke dua perencanaan, Langkah ketiga investigation, Langkah keempat pengorganisasian, Langkah kelima presentasi, Langkah keenam evaluasi. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan LKS Group Investigation untuk melatihkan berpikir kritis siswa kelas XSMA berdasarkan penilaian 3 pakar. Terdapat empat LKS yang dikembangkan yaitu LKS perubahan lingkungan, LKS pencemaran air, LKS pencemaran uadar, dan LKS pencemaran tanah  . Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D yaitu define, design, develop dan disseminate, namun tahap disseminate tidak dilaksanakan. Analisis data menggunakan metode tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berbasis Group Investigation dapat melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa. Keefektifan ditinjau dari keterlaksanaan LKS sebesar 99,46 % dan hasil belajar peserta didik sebesar 100 % dengan kategori sangat baik Kata Kunci: =Efektivitas, LKS, Model Group Investigation, Perubahan Lingkungan
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AKHIR SEMESTER (PAS) MATA PELAJARAN BIOLOGI PADA KELAS X DI MAN SIDOARJO Zahro’ Suwitaningsih; Sifak Indana
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asesmen diberikan oleh guru dalam bentuk soal dan berfungsi sebagai alat ukur untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan instrumen pengembangan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Gasal. Instrumen diujicobakan pada 30 peserta didik kelas X MAN Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2018. Teknik analisis data secara deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, validasi, dan tes. Analisis kualitas soal dianalisis berdasarkan validitas teoritis dan empiris. Validitas teoritis ditinjau dari aspek materi, konstruksi, dan bahasa menunjukkan 99,5% dinyatakan sangat layak. Validitas empiris menunjukkan bahwa (1) reliabilitas memiliki nilai sebesar 0,81 kategori sangat tinggi; (2) tingkat kesukaran soal sebesar 33% mudah, 53% sedang, dan 15% sukar; (3) indeks daya beda yaitu 20% cukup, 57% baik, dan 23% baik sekali; dan (4) distraktor (pengecoh) 7% berfungsi cukup, 17% berfungsi baik, dan 76 % berfungsi sangat baik. Secara umum, sebanyak 23 butir soal diterima dan 7 butir direvisi. Simpulan dari penelitian ini ialah instrumen soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Gasal valid dan reliabel mengukur kemampuan yang dimiliki peserta didik. Kata Kunci: Asesmen, Penilaian Akhir Semester gasal Biologi, validitas.
THE EFFECTIVENESS OF HANDS ON AND MINDS ON STUDENT WORKSHEET ON CELL MATERIAL TO TRAIN THE SCIENTIFIC PROCESS SKILLS OF XI GRADE Shinta Dwi Martika; Widowati Budijastuti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scientific process skills need to be mastered by students to strengthen the knowledge and understandingthe scientific theories and concepts. Hands on and minds on is an appropriate approach to trained thescientific process skills. This research aimed to describe the effectiveness of Hands On and Minds Onstudent worksheet on Cell material to train the scientific process skills of XI grade. This research was adevelopmental research which used the 4D development model (Define, Design, Develop andDiseminate). But, in this study carried out only until the stage of development (develop) and not doingdisseminate (disseminate). The trial of this research was implemented to 20 students of SMA Negeri 1Prambon in April-May 2018. The effectiveness of this worksheet which reviewed from test result andstudents‟ responses showed very good with the students' average score percentage mastery in scientificprocess skills is 100% and 90.45% of students responded positively. Based on the data, it can beconcluded that Hands On and Minds On student worksheet on Cell material to train the scientific processskills of XI grade is effective so it can be used in the teaching and learning process.Keywords: Effectiveness, Hands On, Minds On, Scientific Process Skills, Cell Material.
PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS ANDROID RUMAH SIPUT PADA MATERI MOLLUSCA UNTUK SMA KELAS X Fajar Eric Firmansyah Eric Firmansyah; Reni Ambarwati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mollusca merupakan salah satu filum yang dipelajari di kelas X SMA. Media berbasis android merupakan salah satu media pembelajaran alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran materi Mollusca. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media berbasis android Rumah Siput sebagai media belajar yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ASSURE. Tahap uji coba secara terbatas dilakukan kepada 20 siswa SMAN 1 Arosbaya. Validitas diukur berdasarkan penilaian pakar, kepraktisan berdasarkan keterlaksanaan dan respons siswa dan keefektifan berdasarkan hasil belajar pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan bahwa media berbasis android Rumah Siput sangat layak dengan skor validasi 3,97. Media berbasis android Rumah Siput sangat praktis digunakan dalam pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan penggunaan media dan respons siswa. Media berbasis android Rumah Siput sangat efektif digunakan dalam pembelajaran ditinjau dari ketuntasan indikator hasil belajar siswa. Media berbasis android Rumah Siput terbukti valid, praktis, dan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kata kunci: media berbasis android Rumah Siput, Filum Mollusca
PENGEMBANGAN BUKU SAKU IDENTIFIKASI ANGIOSPERMAE BERBASIS JELAJAH LINGKUNGAN DI PESISIR GRESIK UNTUK PESERTA DIDIK SMA KELAS X Widia Lestari; Sunu Kuntjoro
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran biologi tidak terlepas dari kegiatan identifikasi. Sarana identifikasi yang tepat digunakan dalam menunjang pembeljaran berbasis jelajah alam adalah buku saku. Buku saku dikembangkan karena memiliki ukuran yang mudah dibawa dan ringkas memuat informasi yang dikemas secara menarik. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Buku Saku Identifikasi Angiospermae Berbasis Jelajah Lingkungan di Pesisir Gresik untuk Peserta Didik SMA Kelas X yang valid, efektif, dan praktis. Penelitian menggunakan model pengembangan 3D yang diadaptasi dari model pengembangan (Four-D) 4D meliputi tahapan penelitian yaitu Define, Design, dan Development tanpa melalui tahapan Disseminate. Penelitian dilakukan uji coba terbatas pada 20 peserta didik di SMA Muhammadiyah 1 Gresik pada bulan April 2018. Parameter buku saku meliputi validitas teoritis, keefektifan buku saku, serta kepraktisan buku saku. Tahap analisis data dilakukan secara deskriptiff kuantitatifmenggunakan metode telaah, lembar observasi kegiatan dan angket respon. Hasil penelitian menunjukan bahwa validitas buku berdasarkan kelayakan isi, penyajian dan bahasa memperoleh nilai masing-masing 100% dengan interpretasi sangat layak. Keefektifan buku saku ditinjau dari hasil kerja peserta didik dalam mengidentifikasi tumbuhan, memperoleh nilai 90% dengan interpretasi sangat baik, sedangkan kepraktisan buku saku diperoleh dari hasil respon peserta didik terhadap buku saku selama penggunaan, memperoleh nilai 96%. Kata kunci : Pengembangan, Buku Saku, Identifikasi.
PENGEMBANGAN ATLAS STRUKTUR MORFOLOGI DAN ANATOMI DAUN TUMBUHAN PESISIR SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Desy Muwaffaqoh; Rinie Pratiwi Puspitawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atlas struktur morfologi dan anatomi daun merupakan kumpulan gambar-gambar yang disertai deskripsi singkat mengenai tumbuhan pesisir yang dikaji didalamnya serta terdapat gambar penjelas berupa gambar sketsa yang digunakan sebagai sumber belajar biologi untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Atlas struktur morfologi dan anatomi daun tumbuhan pesisir sebagai sumber belajar biologi baik secara teoretis maupun empiris. Kelayakan teoretis berdasarkan hasil validasi dan kelayakan empiris berdasarkan analisis keterbacaan dan respons pengguna atlas yang dikembangkan. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan instruksional Fenrich, dengan tahapannya yaitu analisis, perencanaan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi dan revisi. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan di Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya pada bulan September 2017 sampai Maret 2018. Eksplorasi dan dokumentasi tumbuhan dilakukan di Pesisir Pantai Pasir Putih, Dalegan Gresik pada bulan Oktober 2017 hingga November 2017 . Sasaran penelitian ini adalah Atlas struktur morfologi dan anatomi daun yang diujicobakan kepada 16 peserta didik SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar validasi atlas, lembar keterbacaan menggunakan grafik fry, dan lembar angket respons peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Atlas morfologi dan anatomi daun tumbuhan pesisir layak secara teoretis berdasarkan hasil validasi dengan rata-rata 3,92 dengan interpertasi sangat valid dan layak secara empiris berdasarkan 2 kriteria yaitu hasil analisis keterbacaan yang sesuai dengan tingkat kalangan peserta didik menengah dan hasil angket respons peserta didik memperoleh persentase 98,75% dengan interpretasi sangat layak. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Atlas struktur morfologi dan anatomi daun tumbuhan pesisir layak sebagai sumber belajar biologi baik secara teoretis maupun empiris.
PENGEMBANGAN SPECIES IDENTIFICATION GUIDE POHON DAN PERDU SEBAGAI SARANA IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DI SEKOLAH Siti Nurul Hidayah; Wisanti Wisanti; Eva Kristinawati Putri
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana identifikasi merupakan salah satu alat yang digunakan dalam membantu proses identifikasi. Sarana identifikasi tumbuhan yang diperuntukkan bagi siswa di sekolah masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan SIG pohon dan perdu Keanekaragaman Tumbuhan di Sekolah yang layak secara teoretis dan empiris, mendeskripsikan kelayakan SIG pohon dan perdu secara teoretis berdasarkan hasil validasi, dan secara empiris berdasarkan pengamatan aktivitas siswa, respons guru, respons siswa dan komentar siswa terhadap SIG. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model instruksional Fenrich yang terdiri dari tahap analisis, perencanaan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan tahap evaluasi serta revisi yang dilakukan pada setiap akhir tahapan.Tahap analisis, perencanaan, dan perancangan dilakukan di Jurusan Biologi Unesa. Uji coba terbatas dilakukan pada 10 siswa dari SMAN 1 Kalitidu dan 10 siswa dari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Parameter penelitian ini mencakup hasil validitas, aktivitas siswa, respons siswa, respons guru yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan komentar siswa terhadap SIG dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIG pohon dan perdu layak digunakan sebagai sarana identifikasi. Kelayakan SIG secara teoretis berdasarkan hasil validasi dinyatakan sangat layak. Kelayakan empiris berdasarkan pengamatan aktivitas siswa dinyatakan sangat aktif, berdasarkan respons guru dan respons siswa dinyatakan sangat layak, dan mendapatkan komentar positif dari siswa. SIG Pohon dan Perdu dinyatakan layak digunakan sebagai saran identifikasi tumbuhan.                                                                                                                                         Kata Kunci: Keanekaragaman Tumbuhan, Pohon dan Perdu, Sarana Identifikasi, Species Identification Guide
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Mirsa Risky Virdaussya; Herlina Fitrihidajati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi Perubahan Lingkungan menuntut siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan proses dalam mengatasi masalah terkait pencemaran lingkungan dan daur ulang limbah. Keterampilan proses dapat dilatihkan pada siswa melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), yang menekankan pada keterlibatan siswa untuk memperoleh makna di dalam pelajaran kemudian menghubungkan dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan media ajar yang dapat membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS berbasis CTL untuk melatihkan keterampilan proses sains pada materi Perubahan Lingkungan yang layak berdasarkan validitas serta kepraktisan. Pengembangan LKS mengacu pada model 4-D (define, design,develop dan disseminate), namun hanya dilaksanakan sampai tahap uji coba. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah validitas yang ditinjau dari hasil validasi, serta kepraktisan LKS berdasarkan pengamatan keterlaksanaan aktivitas sisa selama menggunakan LKS. Uji coba LKS dilakukan pada 16 siswa SMA Negeri 3 Bangkalan pada bulan Mei 2018. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan memperoleh skor rata-rata validitas sebesar 3,61 dengan kriteria sangat valid, dan dari segi kepraktisan memperoleh penilaian sebesar 95,93% dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: LKS, CTL, Keterampilan Proses Sains, Perubahan Lingkungan.
Miskonsepsi Siswa pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan dengan Menggunakan Three Tier Test Siti Sundari; Yuliani Yuliani; Ahmad Bashri
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi merupakan perbedaan definisi konsep yang dipahami oleh siswa dengan definisi konsep yang telah disepakati ahli.Miskonsepsi terjadi pada materi yang memuat banyak konsep, salah satunya yaitu materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Miskonsepsi harus segera ditangani karena dapat mempengaruhi pembentukan konsep lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan miskonsepsi yang dialami siswa pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan faktor penyebabnya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tahapan membuat instrumen three tier test, melakukan uji coba soal pada siswa dan guru, dan melakukan kegiatan wawancara. Analisis hasil penelitian menggunakan tabel kriteriathree tier test dan dilanjutkan penarikan kesimpulan. Sasaranpenelitian ini siswa SMAN 1 Porong kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2 sebanyak 70 siswa dan guru biologi. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami miskonsepsi dengan persentase sebesar 60.72%, siswa paham konsep sebesar 32.00% dan siswa tidak memahami konsep sebesar 7.28%. Miskonsepsi tertinggi terjadi pada konsep ciri jaringan parenkim pada berkas pembuluh dan ciri jaringan kolenkimsebesar 90%.Miskonsepsi terendah terjadi pada konsep ciri parenkim palisade sebesar 7.14%. Faktor penyebab miskonsepsi terdiri dari siswa, guru, cara mengajar, buku teks, dan konteks. Kata Kunci: miskonsepsi, three tier test, struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
PENGEMBANGAN MEDIA PUZZLE STRUKTUR BATANG ( PSB ) UNTUK MELATIH PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI STRUKTUR DAN JARINGAN BATANG KELAS XI SMA Nurul Amalia Fadhila; Rinie Pratiwi Puspitawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep sangat diperlukan dalam mempelajari ilmu sains. Dalam mempelajari biologi, konsep merupakan hal dasar  yang wajib ditanamkan kepada peserta didik agar mampu mengaitkan antara konsep-konsep yang telah dipelajarinya.  Konsep pada materi pembelajaran dapat terlatih dengan adanya latihan atau keterampilan yang diasah menggunakan media pembelajaran. Materi struktur jaringan batang  memiliki tingkat kesulitan terkait dengan  pemahaman konsep struktur dan fungsi. Puzzle dapat diartikan sebagai media pembelajaran yang dapat melatihkan keaktifan peserta didik dan meningkatkan kemampuan dasar kogntifnya. Puzzle Struktur Batang (PSB) adalah solusi media yang dapat menjadi sarana keaktifan peserta didik dalam mengasah konsep materi struktur batang di dalam proses pembelajaran  Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media dan lembar penggunaan media PSB serta untuk mengetahui kepraktisan media dalam melatihkan pemahaman konsep struktur batang. Kelayakan teoretis ditinjau berdasarkan hasil validasi. Kepraktisan berdasarkan aktivitas belajar, respons guru dan peserta didik serta motivasi belajar. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya pada 20 Desember 2017 - 9 Mei  2018. Validasi media PSB dilakukan pada 2-7 Mei 2018. Media dan lembar penggunaan media PSB diujicobakan terbatas kepada 30 orang peserta didik SMA Negeri 1 Taman  pada 9 Mei 2018. Objek penelitian adalah media pembelajaran yang dikembangkan berupa media dan lembar penggunaan media  PSB. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar aktivitas peserta didik, angket respons guru dan peserta didik, serta angket motivasi belajar. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan media dan lembar penggunaan media PSB yang valid secara teoretis dan kepraktisan. Validitas media pembelajaran PSB ditinjau secara teoretis memperoleh persentase sebesar 95,8% - 100% dengan interpretasi sangat layak ditinjau dari aspek  penyajian, format dan isi. Validitas lembar  penggunaan media PSB ditinjau dari aspek isi dan format mendapatkan persentase sebesar   95,8% - 97,9%. Pemahaman konsep peserta didik setelah menggunakan media sebesar 75-90%. Kepraktisan ditinjau dari tiga aspek yakni aktivitas belajar, respon guru dan siswa, serta motivasi belajar.   Kata kunci : Media PSB, Validitas, Pemahaman Konsep