cover
Contact Name
Dr. dr. Elman Boy, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC
Contact Email
implementahusada@umsu.ac.id
Phone
+628112570085
Journal Mail Official
implementahusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Jln.Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Implementa Husada (JIH)
ISSN : -     EISSN : 27220877     DOI : https://doi.org/10.30596/jih.v7i3
Core Subject :
Jurnal Implementa Husada (JIH) is a peer reviewed open access scientific journal in the fields of medicine, health sciences, and healthcare. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, clinicians, healthcare professionals, and other health related scholars to disseminate scientific knowledge, research findings, and evidence based practices that contribute to the advancement of medicine and health. Jurnal Implementa Husada publishes four issues per year, in February, May, August, and November. The journal accepts original research articles, review articles, and case reports, as well as other scholarly manuscripts that are relevant to the journal scope and comply with its editorial policies. The scope of the journal encompasses various areas of medicine and health sciences, including biomedical sciences, clinical medicine, family medicine and primary care, community medicine and public health, and medical and health professions education. Since 2026, Jurnal Implementa Husada has adopted English as the primary language of publication as part of its commitment to increasing the international visibility, accessibility, and dissemination of its published research.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol 5, no 2 (2024)" : 10 Documents clear
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Tingkat Keparahan Infeksi Bakteri Penghasil Pus pada Pasien Poli Kulit RS Haji Medan Annisa Annisa; Nanda Sari Nuralita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.20010

Abstract

Infeksi bakteri staphylococcus aures menyebabkan munculnya folikulitis, furunkel bahkan karbunkel bahkan ditingkat keparahan yang lebih tinggi dapat menimbulkan abses/pus. Acne pustolosis bukanlah suatu penyakit yang berbahaya, tetapi penyakit ini dapat menimbulkan kecemasan yang berlebihan terhadap seseorang karena berdampak pada tampilan fisik seseorang. Penyakit ini dapat dipengaruhi atau dicetuskan oleh multifaktor, salah satunya adalah stres atau kecemasan. Tujuan: untuk melihat hubungan antara tingkat kecemasan dengan keparahan infeksi bakteri penghasil pus. Metode: penelitian ini adalah penelitian analitik kategorik, secara cross sectional, menggunakan sampel acak sederhana. Hasil: dari 50 responden, dijumpai tingkat keparahan akne paling banyak sedang 19 orang (38.0%), akne berat 17 orang (34.0%), dan akne ringan 14 orang (28.0%). Pada tingkat kecemasan yang paling banyak dijupai tingkat sedang sebanyak 19 orang (38.0%), tingkat ringan sebanyak 18 orang (36.0%), dan tingkat berat sebanyak 13 orang (26.0%), nilai P-value 0.032 antara tingkat kecemasan dengan keparahan infeksi bakeri penghasil pus. Kesimpulan: Dijumpai hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan tingkat keparahan infeksi bakteri penghasil pus.
Komorbiditas Psikiatri pada Pasien dengan Penyakit Parkinson Nurhasanah Nurhasanah
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.19749

Abstract

Penyakit Parkinson (PD) adalah penyakit neurodegeneratif, meningkat lebih cepat dibanding gangguan neurologis lain serta. PD memiliki trias klasik gejala motorik dan gejala non motorik, dimana gangguan psikiatri merupakan salah satu diantara gejala non motorik. Beberapa gangguan psikiatri yang dapat menyertai PD yaitu gangguan depresi, kecemasan, apatis, obsesif kompulsif, gangguan tidur, demensia serta gangguan psikosis. Gangguan ini berkontribusi signifikan terhadap kecacatan dan kualitas hidup yang buruk sehingga diperlukan pemahaman terhadap faktor resiko dan patofisiologi dari gangguan-gangguan psikiatri tersebut.
Potensi Daun Tithonia Diversifolia sebagai Antihiperglikemia pada Diabetes Mellitus: Systematic Review Yulia Fauziyah; Rahmi Rahmi; Sharlini Desfika Nasution; Robitah Asfur; Cecep Triwibowo
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.20291

Abstract

Tanaman Tithonia diversifolia sebagai herbal untuk diabetes mellitus telah banyak digunakan secara tradisional. Berbagai studi melaporkan bukti ilmiah dari ekstrak daun Tithonisa diversifolia sebagai antihiperglikemia. Tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan gambaran secara komprehensif potensi daun Tithonia diversifolia sebagai antihiperglikemia pada diabetes melitus. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi systematic review dengan menggunakan database seperti Pubmed, Garuda, google Scholar, dan Science direct. Tujuh artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi terpilih untuk direview. Hasil penelitian, mayoritas artikel menyatakan bahwa tanaman Tithonia diversifolia dengan berbagai metode ekstraksi terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus model diabetes. Semakin tinggi dosis pemberian ekstrak Tithonia diversifolia, semakin cepat penurunan kadar glukosa darah. Namun, perlu diperhatikan terkait dosis toksisitas daun Tithonia diversifolia. Kesimpulannya yaitu daun Tithonia diversifolia berpotensi sebagai antihiperglikemia pada diabetes.
Implementasi Workplace-based Learning dalam Pendidikan Residensi Dewi Sitoresmi Ayuningtyas
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.19727

Abstract

Pembelajaran berbasis tempat kerja (workplace-based learning), khususnya pendidikan residensi, menitikberatkan hubungan antara pembimbing, residen, dan pasien. Kebutuhan dan kondisi pasien yang tidak dapat diprediksi sangat mempengaruhi sesi pembelajaran yang sudah direncanakan sebelumnya. Dalam pendidikan residensi, hal tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi sehari-hari. Namun, banyak kesempatan yang berharga dalam pembelajaran jika tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan implementasi pembelajaran berbasis tempat kerja dalam pendidikan residensi, tantangan dan solusinya. Tinjauan Pustaka ini disusun mulai Maret hingga April 2024. Penelusuran artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci workplace-based learning, pendidikan residensi, supervisi, dan umpan balik. Implementasi pembelajaran berbasis tempat kerja dapat dilihat dari tiga aspek utama, yaitu pembelajaran, pembimbing, dan umpan balik. Dari sisi pembelajaran, residensi diharapkan memiliki kurikulum yang terstruktur dan memfasilitasi reflective learning. Kultur, yang masih kuat pengaruhnya di negara ini, juga seharusnya dapat mendampingi dan mendukung proses pendidikan dengan baik; tanpa adanya learner humiliation yang menimbulkan rasa takut dan cemas pada residen. Pembimbing tidak hanya harus memiliki ilmu dan keterampilan sesuai bidangnya, tetapi juga diharapkan mampu berkomunikasi dengan baik dan menjadi role model bagi para residen. Umpan balik seharusnya diberikan secara spesifik dan efektif. Salah satu model yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pemberian umpan balik di dunia residensi ialah metode R2C2 (relationship, reaction, content, coaching). Terdapat berbagai faktor yang dapat dioptimalkan dalam implementasi pembelajaran berbasis tempat kerja pada pendidikan residensi. Pendidikan haruslah berjalan berdampingan dengan pelayanan di rumah sakit. Residen yang menjalani proses pembelajaran dengan baik dan nyaman diharapkan dapat menjadi dokter spesialis yang kompeten di masa mendatang.
Hubungan Emotional Eating dengan Status Gizi pada Remaja SMAS Muhammadiyah 02 Medan Indah Syaidatul Mursidah; Fitri Nur Malini Siregar; Amelia Eka Damayanti; nanda sari nuralita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.19594

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan masa penting dalam melakukan pemantauan status gizi. Faktor yang dapat memengaruhi status gizi seseorang yaitu emotional eating. Cara sederhana yang dapat diterapkan untuk menentukan status gizi pada remaja adalah dengan mengukur Indeks Masa Tubuh (IMT). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan emotional eating dengan status gizi pada remaja SMAS Muhammadiyah 02 Medan. Metode: Sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang akan diperoleh dari sumber utamanya dengan menggunakan kuesioner Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ) dan melakukan pengukuran BB serta TB. Hasil : status gizi overweight-obesitas cenderung mempunyai tingkat emotional eating yang tinggi, diikuti oleh remaja yang memiliki tingkat emotional eating yang sedang. Sedangkan remaja yang tingkat emotional eatingnya termasuk kedalam kriteria rendah adalah remaja yang memiliki status gizi normal. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara emotional eating dengan status gizi. Kata Kunci: Emotional eating, remaja, status gizi 
Hubungan Perilaku Oral Hygiene dengan Kejadian Stomatitis Aftosa Rekuren (Sar) pada Mahasiswa Angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Cindy Ichsan Kwok; Hasbina Wildani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.19383

Abstract

Abstrak: Stomatitis Aftosa Rekuren merupakan suatu penyakit dengan adanya ulseratif dan terjadi pada mukosa mulut dan mempunyai gambaran lesi. Perilaku oral hygiene akan berkaitan pada SAR dikarenakan timbulnya suatu bakteri pada mulut ketika tidak menjaga frekuensi kebersihan mulut sepenuhnya. Salah satu Faktor yang menjadi suatu predisposisi  terjadinya SAR adalah kepatuhan dalam menjaga kebersihan rongga mulut. Tujuan: untuk mengetahui hubungan perilaku oral hygiene dengan kejadian stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2019. Metode :  pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer, diperoleh dari responden dengan cara mengisi kuesioner. Kuesioner yang berisikan pertanyaan pertanyaan yang terkait judul penelitian. Hasil : perilaku oral hygiene kurang sebanyak 11 (2.9%), 9 responden mempunyai SAR mayor (12.9%), Responden dengan perilaku oral hygiene cukup sebanyak 52 dengan rincian 32 responden mengalami SAR minor ( 45.7%), 18 responden mengalami SAR mayor( 25.7%), dan 2 responden mengalami SAR herpetiform ( 2.9%). Responden yang mempunyai perilaku oral hygiene baik sebanyak 7 responden dengan rincian 6 responden mengalami SAR minor(8.6%), 1 responden mengalami SAR mayor (1,4%). Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan perilaku oral hygiene dengan kejadian stomatitis aftosa rekuren. Kata Kunci: Perilaku, Oral Hygiene, Stomatitis Aftosa Rekuren
Karakteristik Penyakit Kulit di Poliklinik Kulit dan Kelamin pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD Drs. H. Amri Tambunan (Januari 2020 – Desember 2023) Imanda Jasmine Siregar; Sri Naita Purba; Rayani Sipayung; Aznan Reinaldi Harahap
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.19733

Abstract

Abstrak: Sistem integumen merupakan sistem organ yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Kulit dan berbagai pelengkapnya (termasuk rambut, kuku, kelenjar, dan struktur lainnya) menutupi dan melindungi jaringan dan organ tubuh yang lebih dalam. Penyakit kulit bisa menyerang siapa saja dan bisa menyerang bagian tubuh manapun. Penyakit kulit banyak dan sering ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berdasarkan rekam medis pasien di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Drs. H. Amri Tambunan Deli Serdang selama periode 01 Januari 2020 – 31 Desember 2023. Hasil: Pada tahun 2020-2023 terdapat 5989 orang dengan masalah kulit dan penyakit serta sebanyak 2528 orang mengalami dermatitis kontak alergi (42,21%), tinea 817 orang (13,64%), skabies 544 orang (9,08%), pioderma 359 orang (5,99%), dan liken simpleks kronis 325 orang (5,42%). Kesimpulan: Penyakit kulit yang disebabkan oleh dermatitis kontak alergi mendominasi lebih dari setengah dari semua diagnosis pasien rawat jalan di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi di RSUD Drs. H. Amri Tambunan Deli Serdang
Hubungan Antara Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus dengan Gambaran Radiologis Tuberkulosis Paru di RSUP Haji Adam Malik Medan Bahdi Mandala Putra Harahap; Ikhfana Syafina
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.18966

Abstract

Abstrak : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan kerja insulin, sekresi insulin atau keduanya. Diabetes melitus tipe 2 memiliki insidensi dan prevalensi yang mengalami peningkatan setiap tahunnya sehingga dapat menjadi faktor risiko dari perkembangan TB (tuberkulosis) paru. Tuberkulosis paru merupakan suatu permasalahan yang masih meningkat di dalam dunia kesehatan dan menyebabkan kematian secara global. Hubungan antara diabetes melitus dengan tuberkulosis paru merupakan masalah kesehatan yang meningkat dikarenakan DM memiliki prevalensi yang tinggi sedangkan TB paru merupakan penyakit endemik di negara berkembang. Prevalensi DM dengan TB paru dilaporkan sebesar 10%-15% dan memiliki risiko 4 kali lebih tinggi daripada pasien tanpa DM. Metode : Rekam Medis Hasil : Distribusi frekuensi subjek penelitian pasien DM dengan TB paru didapati usia terbanyak yaitu lansia awal sebanyak 21 orang (39,6%) dengan jenis kelamin laki-laki lebih sering dijumpai daripada perempuan yaitu 38 orang (71,7%). Kadar HbA1c pada saat terdiagnosis TB paru dengan nilai rata-rata HbA1c sebesar 8,5887% dan frekuensi pasien DM dengan TB paru berdasarkan derajat lesi didapatkan  lebih banyak subjek penelitian dengan gambaran radiologis TB paru derajat lesi luas sebanyak 33 subjek (62,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus dengan gambaran radiologis tuberkulosis paru (P = 0,000) Kesimpulan : Adanya hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus dengan gambaran radiologis tuberkulosis paru di RSUP Haji Adam Malik Medan.Kata kunci : Diabetes melitus, Gambaran radiologis tuberkulosis paru, Kadar HbA1c 
Pengaruh Ekstrak Etanol Momordica Charantia terhadap Sensitivitas Insulin pada Tikus Model Diabetes Mellitus Tipe 2 Amir Thalib Thalib; Muhammad Fadhol Romdhoni; Dewi Karita Karita; Ira Citra Ningrom
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.20589

Abstract

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh kekurangan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Hiperglikemia kronis diabetes terkait dengan kerusakan jangka panjang, kerusakan, dan kegagalan organ, terutama pada ginjal, mata, jantung, saraf, dan pembuluh darah. Momordica charantia umumnya digunakan sebagai obat herbal untuk diabetes tipe 2 di Asia, Amerika Selatan, dan Afrika Timur. Momordica charantia mengandung charantin, lektin, dan insulin polipeptida-P, yang dapat membantu menyembuhkan diabetes dengan menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dosis ekstrak etanol Momordica charantia terhadap sensitivitas insulin tikus model diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental, dengan menggunakan metode postest control group design artinya data yang diambil hanya satu kali. Sebanyak 36 ekor tikus digunakan sebagai subjek yang dibagi menjadi 6 kelompok uji. Setiap kelompok mendapatkan perlakuan yang berbeda termasuk pemberian dosis ekstrak etanol Momordica charantia yang berbeda. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji anova. Data yang dihasilkan dari ekstrak etanol Momordica charantia dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan sensitivitas insulin meskipun tidak signifikan secara statistik.
Tidak terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Ibu terhadap Flu Singapura (Hand, Foot, And Mouth Disease) di Desa Sigara-Gara Kecamatan Patumbak Rizma Husnul Khotimah Lubis; Annisa Annisa; Rinna Azrida; Abdul Gafar Parinduri
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.18873

Abstract

Abstrak: Hand foot and mouth disease atau istilah lain yaitu flu Singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh Coxsackievirus A tipe 16 (CV A16) dan Enterovirus 71 (E71), tetapi infeksi juga dapat disebabkan oleh banyak jenis Coxsackievirus lainnya. HFMD telah menyebar di beberapa negara salah satunya Indonesia. Anak-anak dengan usia kurang dari 10 tahun lebih berisiko  terkena flu Singapura dari pada orang dewasa, dan hal ini dikaitkan dengan tingkat pengetahuan ibu terhadap kecepatan diagnosis dan tingkat kesembuhan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu terhadap flu singapura di Desa Sigara-Gara Kecamatan Patumbak. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Dari hasil penelitian, responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (49%), sikap responden didapati baik (50%) dan cukup (50%) tidak terdapat yang kurang dan uji Chi-Square untuk hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap menunjukkan nilai P lebih besar dari taraf signifikan (α) = 5% (0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu terhadap flu Singapura.

Page 1 of 1 | Total Record : 10