cover
Contact Name
Dr. dr. Elman Boy, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC
Contact Email
implementahusada@umsu.ac.id
Phone
+628112570085
Journal Mail Official
implementahusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Jln.Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Implementa Husada (JIH)
ISSN : -     EISSN : 27220877     DOI : https://doi.org/10.30596/jih.v7i3
Core Subject :
Jurnal Implementa Husada (JIH) is a peer reviewed open access scientific journal in the fields of medicine, health sciences, and healthcare. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, clinicians, healthcare professionals, and other health related scholars to disseminate scientific knowledge, research findings, and evidence based practices that contribute to the advancement of medicine and health. Jurnal Implementa Husada publishes four issues per year, in February, May, August, and November. The journal accepts original research articles, review articles, and case reports, as well as other scholarly manuscripts that are relevant to the journal scope and comply with its editorial policies. The scope of the journal encompasses various areas of medicine and health sciences, including biomedical sciences, clinical medicine, family medicine and primary care, community medicine and public health, and medical and health professions education. Since 2026, Jurnal Implementa Husada has adopted English as the primary language of publication as part of its commitment to increasing the international visibility, accessibility, and dissemination of its published research.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
Vakuola Kepala Sperma (Sperm Head Vacuoles) Sebagai Prediktor Infertilitas Pria : Systematic Review Aidil Akbar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v1i3.5798

Abstract

Vakuola kepala sperma diyakini sebagai betuk kelainan morfologi dari kepala sperma yang dapat mempengaruhi fungsi sperma dalam melakukan fertilisasi. Systematic review ini bertujuan untuk mengetahui hubungan vakuola kepala sperma dengan fertilitas pria sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai prediktor dalam menentukan kwalitas sperma. Studi ini merupkan systematic review dengan melakukan penelusururan sistematik menggunakan aplikasi google scholar menggunakan kata kunci sperm head vacuoles. Dari hasil penelusuran didapatkan 12 artikel yang masuk kriteria inklusi. Dari hasil telaah literarur didapatkan bahwa terdapat hubungan antara vakuola kepala sperma dengan perubahan morfologi kepala sperma yang dapat mempengaruhi fertilitas pria
Hubungan Neutrofil Limfosit Ratio (NLR) dengan Mortalitas Pasien Coronavirus (COVID 19) Derajat Berat di RSUD DR Pirngadi Medan Tahun 2020-2021 Rasyidah Nur Zain; Hapsah Hapsah; Yuli Syafitri
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i1.17981

Abstract

Abstrak: Pendahuluan: Rasio limfosit neutrofil adalah pemeriksaan sederhana yang diperoleh dari darah lengkap, dengan membagi neutrofil absolut dan limfosit absolut. NLR menjadi faktor risiko Kematian independen pasien COVID19 derajat berat hal ini terjadi karena ketidakseimbangan sistem imun disebabkaln proses inflamasi yang berlebihan dan badai sitokin yang mengakibatkan kerusakan jaringan yang luas. Angka kematian COVID19 derajat berat meningkat akibat peningkatan NLR, sehingga NLR dapat menjadi acuan utama pada COVID19 derajat berat dan dapat menurunkan angka kematian COVID19 derajat berat. Tujuan Umum : Untuk mengetahui hubungan nilai rasio limfosit neutrofil dengan angka kematian pasien COVID19 derajat berat di RSUD Dr Pirngadi Medan April 2020 – Desember 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian retrospektif. Pengambilan data dilakukan metode purposive sampling berupal rekam medis yalng memenuhi kriteria, di RSUD DR PIRNGADI MEDAN 2020-2021. Hasil: Terdapat hubungan Nilai NLR dengan mortalitas COVID19 derajat berat. Kesimpulan : NLR dapat di rekomendasikan sebagai biomarker inflamasi.Kata Kunci: NLR, COVID19, Derajat berat, Mortalitas 
Clinical Observation of the Effectiveness of Fragrant Pandan Leaves (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) To Lower Blood Pressure in Hypertensive Patients at Pratama Clinic Medan Tenggara Muhammad Farhan Arifin; Yenita Yenita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i2.27193

Abstract

Introduction: Nowadays, hypertension is a big problem. The disease is becoming more common. Alternative hypertension treatment includes many plant species. Fragrant pandan leaves are one example. Not many people know the antihypertensive properties of this herb. This study tested the effect of fragrant pandan leaf simplicia in lowering blood pressure in hypertensive patients. Methods: This study is an experimental study with pre-test and post-test without control group design. Twenty men and women were given 14 bags of pandan leaf simplicia in this study after which the study subjects drank 1 tea bag with 150-200ml of warm water twice a day for 7 days. Because systolic blood pressure data is normally distributed, a paired t-test is used, while diastolic blood pressure data is used a Wilcoxon test because the data is not normal. Results: Fragrant pandan leaves lowered blood pressure by 20/10 mmHg (p0.05). Discussion: Fragrant pandan leaves are effective in lowering blood pressure.
Laporan Kasus Hipertensi dengan Dislipidemia: Kunjungan Rumah Mahasiswa Kedokteran Stase Kesehatan Komunikasi Suci Mardiana Tambunan; Pinta Pudiyanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i2.11665

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal, diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90mmHg. Hipertensi yang beresiko tinggi menderita seperti penyakit jantung, penyakit saraf, ginjal, dan pembuluh darah dan makin tinggi tekanan darah, semakin besar resiko terjadinya. Hipertensi telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia dan beberapa negara di dunia. Diperkirakan jumlah 80%kenaikan kasus hipertensi dari 639 juta pada tahun 2000 akan terjadi di negara berkembang pada tahun 2025. Pada tahun 2025 jumlah penderita hipertensi akan mencapai 1,15 milyar. Dislipidemia yaitu kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainanfraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigli serida, serta penurunan kolesterol HDL. Seorang pasien berusia 56 tahun Keluhan utama pusing dan nyeri kepala. Hal ini dirasakan oleh pasien dirasakan kurang lebih 26 tahun dan keluhan dislipidemia dirasakan pasien kurang lebih 16 tahun ini. Pusing dan nyeri kepala dirasakan pasien saat beraktivitas belebihan saat beristirahat berkurang, untuk dislipidemia pasien tidak mempunyai keluhan. Keluhan dirasakan hilang timbul dan semakin memberat ketika pasien kelelahan atau melalakukan aktivitas yang berlebihan. Keluhan lain yang dirasakan pasien adalah penglihatan kunang-kunang dan penurunan berat badan. Pemeriksaan tanda vital tekanan darah di dapatkan 161/86mmHg dan Pemeriksaan kadar kolestrol total didapatkan 285 mg/dL. Setelah kunjungan pertama terdapat perubahan perilaku pada pasien yaitu obat anti hipertensi dan simvastatin di minum secara rutin setiap hari, menerapkan pola hidup sehat seperti mengurangi mengkonsumsi makanan berlemak, mengurangi konsumsi garam pada makanan, melaukan aktivitas fisik, pasien mulai ingin pergi ke pelayanan kesehatan untuk kontrol tekanan darah dan kadar kolestrol secara berkala.
Ambigous Genitalia Hasroni Fathurrahman
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i3.23508

Abstract

Ambiguous Genitalia atau Gangguan Perkembangan Seks (Disorders of Sex Development/DSD) adalah suatu kelainan kongenital yang ditandai dengan perkembangan yang tidak biasa pada tingkat kromosom, gonad, atau anatomi organ seksual. Insiden genitalia yang tidak jelas diperkirakan sekitar 1 dari 4500 – 5500 kelahiran.Cytogenetic Central Registry menyatakan bahwa prevalensi wanita dengan kromosom XY adalah 6,4 dari 100.000 kelahiran hidup. Pemeriksaan penunjang pada DSD mencakup analisis kromosom, pemeriksaan kadar hormon, seperti LH, FSH, testosteron, dihidrotestosteron, serta pencitraan yang meliputi USG, genitogram, serta pemeriksaan MRI untuk melihat struktur Mullerian. Tata laksana meliputi terapi medis, pembedahan, terapi pengganti steroid seks, penentuan jenis kelamin, dan dukungan psikososial.
Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2: Literatur Review Mila Trisna Sari
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i2.9775

Abstract

Peningkatan penderita DM tipe 2 terus meningkat terutama di negara berkembang terjadi karena faktor genetik, faktor demografi dan faktor perubahan gaya hidup. Pengabaian terhadap faktor risiko terjadinya DM tipe 2 menimbulkan peningkatan DM tipe 2. Tujuan pengkajian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian penyakit DM tipe 2. Mengetahui faktor risiko apa saja yang meningkatkan kasus DM amat penting karena dengan mengetahui faktor risikonya akan lebih mudah dalam melakukan pencegahannya. Desain penelitian ini adalah Literatur Review. Penulis memilih artikel penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan case control yang terbit dari tahun 2017 sampai 2021. Penulis menggunakan database yang dijadikan sebagai sumber sumber pencarian yang terkait dalampenelitian yaitu Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko terjadinya DM tipe 2 terbagi atas 2. Pertama faktor risiko yang tidak dapat bisa diubah yakni umur, jenis kelamin dan riwayat keluarga. Kedua yaitu faktor yang bisa diubah yakni obesitas, aktivitas fisik, pola konsumsi, stres, dan kebiasaan merokok.
Perbedaan Jumlah Eosinofil Sebelum dan Sesudah Pemberian Pyrantel Pamoate pada Anak Sekolah Dasar yang Terinfeksi Cacing Soil Transmitted Helminths (STH) Dede Ulfiani; Iqrina Widya Zahara
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i3.20682

Abstract

Kecacingan merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan terutama pada cacing Soil Transmitted Helminth (STH). Cacing STH merupakan cacing golongan. Infeksi cacing STH merupakan infeksi yang berhubungan dengan adanya respon tubuh yang menghasilkan beberapa substansi mediator penyebab hipersensitivitas tipe 1 seperti eosinofil. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah eosinofil sebelum dan sesudah pemberian Pyrantel pamoate pada anak sekolah dasar yang terinfeki cacing STH. Metode : Pre eksperimental design dengan pretest-posttest without control grup design dengan melihat perbedaan jumlah eosinofil sebelum dan sesudah pemberian pyrantel pamoate pada anak anak yang terinfeksi cacing STH. Hasil : Hasil pemeriksaan tinja didapati murid yang positif terinfeksi cacing STH sebanyak (14,5%) dan negatif sebanyak (85,5%). Pada pemeriksaan jumlah eosinofil sebelum pemberian pyrantel pamoate dijumpai eosinofilia ringan (88,9%) dan eosinofilia sedang (11,1%). Pemeriksaan jumlah eosinofil sesudah pemberian pyrantel pamoate dijumpai eosinofil normal (94,4%) dan eosinofilia ringan (5,6%). Kesimpulan : Terdapat perbedaan jumlah eosinofil sebelum dan sesudah pemberian pyrantel pamate pada anak sekolah dasar yang terinfeksi STH.
Edukasi Olah Raga di Rumah Saja Sebagai Upaya Memelihara Kebugaran Fisik dan Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid 19 bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gusbakti Rusip; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v1i2.5035

Abstract

Latar Belakang : Pembelajaran online (PJJ) bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan proses penghentian penyebaran virus melalui interaksi langsung di antara orang banyak. Dampak pembelajaran di rumah saja dapat mengakibatan gangguan kebugaran fisik dan Kesehatan mental berupa stress, pada awalnya cemas, susah belajar, tidak percaya diri, nafsu makan menurun dan kebosanan. Regulasi aktivitas fisik adalah nonfarmakologi efektif. Salah satu jenis adalah olahraga aerobik dengan intensitas moderat dan memberi efek fisiologis memperbaiki kebugaran fisik dan Kesehatan mental dengan meningkatkan neuro-kimia di otak. Tujuan kegaitan ini memberi ceramah pada mahasiswa berolahraga dapat meningkatkan kebugaran fisik maupun Kesehatan mentalnya. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu mahasiswa di laksanakan dengan memberi ceramah cara on line menggunakan aplikasi Zoom in peserta yang hadir mahasiswa Fakultas Kedokteran dalam wadah ISMKI wilayah I Sumatera dan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU. Hasil: Kegiatan pengabdian ini menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik. selama masa pandemi, dilaksanakan 2 kali pertemuan dalam waktu berbeda dihadiri 260 mahasiswa. Kegiatan diharapkan memberi dampak positif bagi mahasiswa selama menjalani pembelajaran e-daring di rumah saja, dengan melakukan aktivitas fisik intensitas moderat berefek psikologis (cemas dan bosan) yang lebih baik, pada saat olahraga berpotensi pengeluaran neuron-kimia otak (endorfin, serotonin dan melantoin) .zat-zat neuron-kimia memberi perasaan senang dan psikologikal well-being baik dan akhir kecemasan mahasiswa hilang serta percaya diri timbul, sehingga mudah menerima pembelajaran (PJJ) selama pandemic covid-19. Kesimpulan: regulasi aktivitas fisik terprogam, terstruktur memberikan efek peningkatan produksi neuron- kimia yang keluar dari otak, memberikan perasaan senang sesudah aktivitas fisik, mengurangai rasa sakit dan stress, dapat dikatakan psikologikal well-being yang baik
Hubungan Jumlah Trombosit dan Hematokrit dengan Derajat Keparahan Demam Berdarah Dengue di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2019-2021 Kelly Maulin; Fany Ade Irma
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i4.16606

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Flavivirus yang ditularkan melalui nyamuk Aedea aegypti dan Aedes albopictus. WHO membagi tingkat keparahannya menjadi empat derajat; derajat 1,2,3, dan 4. Pemeriksaan hematologi bisa menjadi indikator keparahan penyakit, pemeriksaan yang paling sering dilakukan adalah pemeriksaan trombosit dan hematokrit.Trombositopenia paling sering terjadi karena DENV NS1 dan NS2 menginduksi kerusakan sel dan fagositosis oleh magrofag. Perpindahan cairan plasma akan meningkatkan terjadinya hemokonsentrasi dan meningkatkan terjadinya syok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan rancangan cross sectional dengan pengumpulan data sekunder dari rekam medis. Sampel penelitian adalah pasien DBD di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan tahun 2019-2021 yang masuk kriteria inklusi dan ekslusi diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan total sampel 85 pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan batas kemaknaan apabila p0,05. Hasil penelitian ini didapatkan antara jumlah trombosit dengan derajat keparahan DBD (p=0,001 dan r=-418) dan hasil dari jumlah hematokrit dengan derajat keparahan DBD (p=0,24 dan r=0,129). Terdapat hubungan signifikan antara jumlah trombosit dengan derajat keparahan DBD.Terdapat hubungan tidak signifikan antara jumlah hematokrit dengan derajat keparahan DBD.
Hubungan Tingkat Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi dan Dismenore pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara selama Masa Pandemi COVID-19 Khairunnisa Ariqah Sihombing; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil; Aidil Akbar; Des Suryani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i1.12711

Abstract

Abstrak: Pendahuluan: Stres fisik, mental, emosional, menyebabkan stres pada mahasiswi kedokteran. Stres akademik dan non-akademik merupakan faktor yang menjadi kontribusi meningkatnya tingkat stres pada mahasiswi. Mahasiswi dalam kelompok wanita usia reproduktif yang sudah menstruasi,memiliki  risiko untuk mengalami stress disebabkan Fakultas  Kedokteran memiliki lingkungan pembelajaran tuntutan yang tinggi dan penuh tekanan. Studi yang dilakukan di Arab Saudi tahun 2016 diperoleh sebuah korelasi positif terhadap tingkat stres dengan masalah menstruasi. Mahasiswi dengan tingkat stres yang tinggi mengalami peningkatan 2-8 kali mengalami dismenore. Masalah menstruasi seperti amenore (9,2%), dismenore (89,7), polimenore (13,2%), oligomenore (5,5%). Tingginya tingkat stress menjadi faktor risiko terjadinya gangguan siklus menstruasi dan dismenore. Metode: Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive sampling sebanyak 95 responden. Data primer didapatkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi dan dismenore. Hubungan tingkat stres gangguan siklus menstruasi menggunakan uji Fisher's Exact Test didapatkan hasil p=0.041 (p0.05) yang berarti ada hubungan antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi. Hubungan tingkat stres dan Dismenore menggunakan uji Fisher's Exac Test didapatkan hasil p=0.005 (p0.05) yang berarti ada hubungan antara tingkat stres dengan dismenore. Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi dengan dismenore di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara