cover
Contact Name
Ahmad Sodikin
Contact Email
ahmadsodikin@uinponorogo.ac.id
Phone
+6285952866755
Journal Mail Official
jusan@uinponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Puspita Jaya, Krajan, Pintu, Kec. Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, 63492.
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
ISSN : 30479797     EISSN : 3047986X     DOI : https://10.21154/jusan
Core Subject :
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia is an academic journal published by the Faculty of Ushuluddin, Adab, and Dakwah at Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. This journal is issued regularly in June and December. JUSAN publishes articles focusing on conceptual thought as well as research in the fields of history, Islamic civilization/culture, and the humanities, employing a multidisciplinary approach.
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
MISI DAKWAH ISLAM MASA BANI UMAYYAH 661-750 M Agus Mahfudin Seiawan; Ahmad Sodikin
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 1 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i1.5816

Abstract

Dinasti Umayyah menjadi kekuatan utama dalam perkembangan dakwah yang tersebar di seluruh dunia serta menjadi salah satu pusat studi politik, budaya dan ilmiah pertama di dunia sejak Abad Pertengahan. Pada puncak kejayaannya, keberhasilannya dalam memperluas kekuasaan Islam jauh lebih besar daripada keberhasilan kekaisaran Romawi. Sejarah dakwah Islam ini lebih difokuskan kepada Dinasti Umayyah periode  Damaskus. Penyebaran Dakwah Islam saat ini dilakukan dalam dua tahap, pertama perluasan wilayah dakwah, dan kedua pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan kekuatan militernya yang besar dan kuat Dinasti Ummayah dapat menaklukan wilayah-wilayah untuk tunduk kepada kekuasaanya. Maka dari itu dakwah Islam dapat berjalan dengan mudah ke masyarakat dari satu ke tempat ke tempat lainnya. Pada masa ini juga kajian dibidang ilmu pengetahuan, politik, hukum, ilmu-ilmu agama, sains yang sangat digalakkan. Bahkan muncul banyak terjemahan-terjemahan karya-karya dari peradaban India, Persia, Mesir dan lain-lain yang dibawa untuk kemudian dikaji oleh para pakar ilmu (para ahli) pada saat itu. Inilah satu faktor yang mendorong Dinasti Umayah mencapai kejayaannya, sehingga banyak bangunan-bangunan indah dan megah dimasanya.
CAUSALITY IN HISTORICAL EXPLANATION Ahmad Choirul Rofiq
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 1 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i1.6883

Abstract

Based on the relevant works of historical methodology and Islamic history, this library research concludes that historical explanation is a scientific effort to seek historical reconstruction and explain causality linkages in various historical occurrences. The causality analysis is similar to the rule of regularity in historical explanation. The monocausal analysis seeks to find the ultimate cause of all causes by hierarchically arranging some causes and determining the most dominant cause. On the other hand, the multicausal analysis seeks to find the diversity of causes by placing all causes in an equally important position. The conflict between the Umayyad Dynasty and the Abbasid Dynasty (supported by the Mawali or non-Arab society) was monocausal because of rampant injustice due to oppression and discrimination by the Umayyads. The conflict between Abu Bakr's caliphate and the perpetrators of riddah after the Prophet PBUH died was multicausal due to various factors behind their dispute.
NAHDATUL ULAMA (NU), DARI ORGANISASI KE POLITIK: 1952-1973 Khoirun Nikmah
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 1 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i1.6885

Abstract

Nahdatul Ulama (NU) cannot be separated from Indonesian National History. The rapid development of NU cannot be separated from the role of kiai and Islamic boarding school students. NU in politics cannot be underestimated. In 1955 the NU Party was one of the winners of the election. The victory of the NU Party was repeated in 1971, winning the election after Golkar. However, the New Order government implemented a fusion policy that limited the existence of the Nu Party. From this incident, two problems emerged, namely 1) How did NU go from a religious organization to a political party? 2) How did the NU Party merge into the United Development Party (PPP)? The research method to be used is library research (literature review) with a qualitative-explorative approach. The conclusion of the results of this study is that the journey of the NU party brought extraordinary results with its winning achievements in the 1955 election. However, the NU party had to give up its existence because of a government regulation in 1973 implementing the fusion of political parties. The NU party must be willing to join the United Development Party (PPP). At that time NU's position in PPP was rarely heard by the government. NU figures in PPP were evicted from running for members of the DPR-RI. The fusion of political parties does not side with NU. Within Nu, conflicts often occur between NU clerics and politicians.
SEJARAH PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI INDIA DAN HUBUNGAN ISLAM DI NUSANTARA Wisnu Fachrudin Sumarno; Dony Rano Virdaus
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 1 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i1.6888

Abstract

This study describes the history of the spread of Islam in India and its relationship with the Archipelago. This study uses historical methods and a sociological approach. This research is a library research with a research focus, namely how is the history of the arrival of Islam in the Indian region? and How is the relationship between Indian Islam and Nusantara Islam? The results of this research are that the early history of the entry of Indian Islam is divided into two, namely formal and non-formal. The formal spread of Islam, namely the spread during the time of the Prophet, at that time many Jat (Indian) tribes lived in Arabia and some became physicians who healed the illness of Aisha, the wife of the Prophet, who was eventually appointed as his khadimah. The spread in the Rashidun khulafaur era at the time of Umar bin Khatab who carried out the expansion which was then continued by the next government until the Umayyads and the dynasties after it such as the Ghazni dynasty, Ghuri, the Delhi sultanate, the Khalji dynasty, Tughlaq, Sayyid, and finally the Mughal dynasty. non-formal, namely by trade, figures of Alim Ulama and marriage.Meanwhile, the relationship between India and the Archipelago occurred because of trade routes which later led to the entry of Islam. The strongest theory of Islamization in the archipelago was carried out by traders from Gujarat. This theory is believed from the many historical evidences, one of which is the legacy of Malik al Saleh who came from Bangala.
STRATEGI DAKWAH KYAI HASAN MUNAWI DI DUSUN JATISARI PRAJEGAN SUKOREJO PONOROGO Tutut Sulesdiyani; Muhammad Iran Riyadi
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 1 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i1.6889

Abstract

Penyebaran agama Islam merupakan suatu proses yang sangat penting dalam sejarah di Indonesia. Kedatangan Islam diberbagai daerah di wilayah Indonesia tidaklah bersama. Pendekatan sejarah kebudayaan Islam di Ponorogo memiliki keunikan tersendiri, karena selain menjadi bagian dari pemersatu bangsa, juga memberikan nuansa baru bagi keislaman masyarakat Indonesia. Salah satu tokoh penyebar agama Islam iyalah Kyai Hasan Munawi di dusun Jatisari Prajegan Sukorejo. Banyak masyarakat yang belum mengetahui perjuangan Kyai Hasan Munawi dalam penyebaran agama Islam sampai dusun Prajegan menjadi pusat agama Islam di desa Prajegan. Berdasarkan latar belakang peneliti bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara dakwah Kyai Hasan Munawi dalam penyebaran agama Islam tersebut, untuk mengetahui media yang digunakan dalam penyebaran agama Islam, dan juga hasil yang dicapai Kyai Hasan Munawi dalam penyebaran agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, historiografi dengan menjelaskan sejarah melelui proses pengumpulan data. Sumber data yang digunakan penulis yaitu yang pertama melalui juru kunci, tokoh masyarakat, serta beberapa keturunan dari Kyai Hasan Munawi, yang kedua yaitu melalui buku dan peninggalan. Untuk pengumpulan data yang digunakan iyalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data. Berdasarakan hasil penelitian dapat disimpulkan, Pertama, strategi dakwah Kyai Hasan Munawi dalam Penyebaran agama Islam di dusun Jatisari Prajegan Sukoreji Ponorogo adalah : Bersilaturahmi, Praktik ibadah shalat, Mau’izhah hasanah dengan kutbah dan ceramah, dan Diskusi. Kedua, media yang digunakan untuk berdakwah iyalah : Membangun Masjid, Menggunakan Beduk dan kentongan, Menggunakan terbangan. Ketiga, hasil yang dicapai adalah : Membangun pemukiman penduduk, Masyarakat banyak memeluk agama Islam, Dusun Jatisari menjadi pusat agama Islam, Masyarakat memahami ibadah yang dilakukan, Bertambahnya masjid dan musholla di sekitar dusun Jatisari, dan Munculnya tokoh agama dan masyarakat dari keturunan Kyai Hasan Munawi maupun santrinya.
RESEPSI TERHADAP BACAAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN PADA TRADISI MANAQIB DI PONDOK PESANTREN AL-BAROKAH MANGUNSUMAN SIMAN PONOROGO Na'imul Ibad
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 1 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i1.6892

Abstract

Penelitian ini berjudul Resepsi Terhadap Bacaan Ayat-Ayat Al-Qur’an Pada Tradisi Manaqib Di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk 1) Menjelaskan praktik pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an pada tradisi manaqib di Pondok Pesantren Al-Barokah, 2) Menganalisis resepsi terhadap pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang digunakan pada tradisi manaqib di Pondok Pesantren Al-Barokah. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu bersifat deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data, menganalisis dan menginterpretasi. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum terhadap kenyataan sosial dari perspektif partisipan. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan untuk mendeskripsikan hasil penelitian dengan menggunakan kata-kata tertulis dan mendeskripsikan hasil wawancara dari objek penelitian. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan secara triangulasi (gabungan data observasi, wawancara, dokumentasi), data yang tersebut dianalisis dengan cara mereduksi data, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Dilihat berdasarkan analisis data yang ditemukan, resepsi terhadap bacaan ayat-ayat Al-Qur’an pada tradisi manaqib di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo memiliki latar belakang tradisi manaqib yang berbeda dengan yang lain, dengan cara langsung melalui proses tatap muka tanpa media pendukung. Selanjutnya faktor pendukung dan penghambat resepsi terhadap bacaan ayat-ayat Al-Qur’an pada tradisi manaqib di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo. Faktor pendukung yang meliputi adanya resepsi terhadap bacaan ayat-ayat Al-Qur’an pada tradisi tersebut. Sedangkan faktor penghambat dalam resepsi terhadap bacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Barokah memiliki resepsi yang berbeda-beda serta praktik pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang berbeda dengan tradisi yang lain.
Jenang Sura: Akulturasi antara Tradisi Lokal Jawa dan Nilai-Nilai Islam SOFI GHONIYAH; MOHAMMAD ZAELANI MUSONIF
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 2 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i2.7332

Abstract

Islam merupakan agama raḥmatan lil ”˜ÄlamÄ«n yang tidak hanya merangkul golongan Arab sebagai penduduk di tempat pertama kali ia lahir namun juga merangkul semua golongan di dunia. Bermacam-macamnya umat Islam menjadikan perbedaan budaya. Setiap masyarakat Muslim yang tinggal di daerah yang berbeda memiliki budayanya masing-masing yang tetap dilestarikan sebagai identitas lokal sekaligus religius. Penelitian ini berfokus kepada budaya dan tradisi masyarakat lokal Jawa yakni tradisi Jenang Sura, yang dilakukan setiap satu tahun sekali di bulan Muharram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asal usul dan makna Jenang Sura dan nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan dokumentasi, observasi, dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah Jenang Sura merupakan tradisi yang dilakukan oleh orang Jawa untuk menyambut bulan Sura yang diyakini sebagai bulan wingit sekaligus sebagai ibadah sedekah dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan. Nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam tradisi Jenang Sura adalah sebagai pembelajaran atas kisah-kisah terdahulu, pengungkapan rasa syukur seorang hamba, taubat seorang muslim dari dosa-dosanya, dan kemanusiaan dan kepedulian sesama.
APITAN AND THE SOCIO-ECONOMIC DYNAMICS OF GROBOGAN SOCIETY (20TH CENTURY) ABDUL AZIZ; DEVI INDRIYANI
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 2 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i2.7957

Abstract

Apitan, a longstanding tradition in Grobogan, Central Java, holds its roots in the Hindu-Buddhist era. This cultural practice has significantly shaped and transformed the socio-economic and religious landscape of the community, making it imperative to investigate how Apitan has influenced the social, economic, and religious dynamics of Grobogan in the 20th century. This research employs a historical approach with a social perspective. The findings of this study reveal that Apitan bestows numerous benefits upon the Grobogan community. Notably, it fosters camaraderie not only among fellow Muslims but also between individuals of different faiths. Furthermore, this tradition serves as a means of disseminating historical insights, perpetuated through community rituals. From a socio-economic standpoint, it has evolved over time, primarily functioning as a platform for the promotion and introduction of halal food and a halal lifestyle. In the pre-independence era, marked by challenging circumstances and limited education, the accessibility of non-halal food forced the populace to consume it. Although Apitan continues to be celebrated annually, local traditions face significant challenges in the modern global era. The younger generation is progressively less engaged and interested in the Apitan tradition. This predicament necessitates a multi-faceted approach, addressing both the challenges of the times and finding solutions to preserve the local Muslim community's traditions.
ISLAMIC STUDIES: THE APPEARANCE AND HISTORY OF THE DEVELOPMENT OF ORIENTALISM AHMAD SODIKIN; WAHYU LENGGONO
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 2 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i2.7958

Abstract

This article discusses the study of orientalism and its history of development. This research is a qualitative research by using the method of library or library research that the author describes the study of orientalism and history of defelopment through a word (descriptive) based on information or data obtained from books and journals. In addition, this paper is intended to know correctly and deeply about the study of orientalism and its development, so that readers have good knowledge of orientalism. Based on the study conducted by the authors can be argued that orientalisme is an understanding whose activities are conducting an assessment of eastern, especially in the field of religion, science, culture and others. Orientalism emerged in the part of the European world spearheaded by church orientalists who came to Andalusia to study the eastern. Orientalism shows a remarkable development marked by numerous works, school institutions, universities, magazines, and congresses it does for the sake of orientalism.
SYAIKH IHSAN MUHAMMAD DAHLAN Al-JAMPESI DAN PERJUANGANNYA MELAWAN KOLONIALISME DONY RANO VIRDAUS; ANNISA ALFIYATURROHMAN SYAHID
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 2 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i2.7959

Abstract

Artikel ini membahas tentang Kyai Ihsan Muhammad Dahlan Al-Jampesi, Kediri dan kontribusinya terhadap perkembangan intelektual pesantren serta perannya dalam mengkader para santrinya untuk melaksanakan resolusi jihad. Sebagai orang yang alim alamah ia sangat produktif dalam mengarang dan menulis kitab, salah satu karya monumentalnya adalah sirajut al-thalibin yang sangat masyhur hingga negara tetangga. Tulisan ini berusaha untuk mengungkapkan bagaimana peran Syaikh Ihsan Jampes dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan kontribusinya terhadap resolusi jihad. Objek penelitian ini adalah sejarah, maka peneliti menggunakan metode penelitian sejarah. Metode sejarah dalam penerapannya terdapat emapat tahapan yaitu : heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik), interpreasi (penafsiran) dan yang terakhir adalah historiografi (penulisan sejarah). Kemudian untuk melihat objek penelitan tersebut, maka peneliti menggunakan pendekatan biografi. Hal ini karena objek kajiannya adalah seorang tokoh. Sementara untuk membedah kontribusi Syaikh Ihsan Muhammad Ihsan Jampes, peneliti menggunakan teori peran. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Syaikh Kiai Ihsan sangat produktif dalam mengarangkan kitab. Syaikh Ihsan juga memiliki sikap moderat dalam beragama misalnya dapat dilihat pada ajarannya dalam tradisi tasawuf sunni dengan mengikuti jejak Imam al-Ghazali. Terakhir, Syaikh Ihsan berhasil mengkader para santrinya untuk membela tanah air (hubbul wathan minal iman) yaitu dengan ikut andil dalam resolusi jihad melawan colonial Belanda.