cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
PEMBELAJARAN SENI SEBAGAI PENDIDIKAN LIFE SKILL DI SANGGARALANG-ALANG SURABAYA MULIA SINAR YUDA, BUDI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Surabaya terdapat Sanggar Alang-alang yang merupakan salah satu pendidikan nonformal yang didirikan untuk memberdayakan anak-anak jalanan dengan salah satu strategi pembelajarannya menggunakan pendekatan seni oleh Om Didit Hape. Pembelajaran seni pada Sanggar ini tidak hanya sebagai media untuk anak jalanan berkegiatan seni tetapi dengan pembelajaran seni tersebut diarahkan untuk memberikan pendidikan life skill pada anak jalanan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan bentuk deskriptif. Berdasar data penelitian yang didapat melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang diolah secara diskriptif dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Latar belakang Sanggar Alang-alang menggunakan pembelajaran seni sebagai pendekatan pembelajaran pada anak jalanan untuk memasukan pemahaman akan pendidikan etika, estetika, serta norma dan agama, yang dikemas dalam frame kesenian, yang bertujuan untuk mengubah pola pikir dan prilaku anak jalanan yang lebih normatif dan berbudaya. 2) Konsep pembelajaran seni yang menekankan life skill, melalui pembelajaran seni kerajinan digunakan untuk memberi bekal hidup life skill anak jalanan berupa keterampilan membuat berbagai macam kerajinan yang setelah keluar dari sanggar yang diharapkan dapat menggunakan ilmu yang telah didapatkan tersebut untuk mencari pekerjaan dan tidak kembali ke jalanan. 3) Pelaksanaan pembelajaran meliputi perencanaan pembelajaran melalui diskusi pengajar atau relawan dengan pengurus sanggar. Pelaksanaan pembelajaran melalui demonstrasi, praktek langsung, dan bimbingan. Evaluasi pembelajaran tidak menggunakan penilaian tertulis, pengajar hanya mengamati proses pembuatan kerajinan yang dilakukan anak binaan. 4) Kendala yang dihadapi oleh pengurus sanggar Alang-alang dalam melaksanakan pembelajaran adalah jumlah anak jalanan yang mengikuti pembelajaran tidak menentu, adanya anak dibawah kelas PAUR yang mengikuti pembelajaran, kendala dari anak jalanan adalah sebagian susah dalam berkonsentrasi dalam proses pembelajaran dan waktu kedatangan mereka biasanya terlambat dari jadwal. Kata Kunci: Pembelajaran, Life Skill, Pendidikan Seni. here is a studio in Surabaya named Alang-alang studio involved as non-formal education built for street kids? emancipation with one of the learning strategy using art approach by Om Didit Hape. The learning art in this studio was not only as media to do the cultural activities but also as learning activities about life skill education for the street kids. The design of this study is qualitative method under the structure of descriptive design. The data of the study were obtained from the result of observation, interview, and documentation study which described descriptively as follows : 1) The background of the study why Alang-alang studio used learning art for the street kids was learning art used as learning approach to the street kids for giving understanding about ethic, esthetic, norm, and religion which package in frame of art. The aim is for change the mind and attitude of street kids more normatively and cultural. 2) The concept of learning art which emphasized life skill of the street kids through learning about making handicraft art which used for giving life skill performance. It will be very important to use the knowledge for the street kids after getting out from Alang-alang studio to be continued through look for another job in order to avoid returning to the street. 3) The implementation of learning : The lesson plan through teacher or volunteer discussion with the officer of the studio. The implementation of learning through demonstration, direct practice, and guidance. The evaluation in learning handicraft art did not use numerical assessment, the teacher only observed the process of making the handicrafts 4) The problem faced by the officer of Alang-alang studio in the implementation of learning : The problem of learning handicraft art process was the amount of the street kids could be decreased or increased and there were pre-school students PAUR followed the learning process. The problems faced by the street kids were to have difficult concentration while learning process and usually they were late to arrive in the studio.Keywords: Learning, Life Skill, Art Education.
GAMBAR ILUSTRASI SAMPUL NOVELHARRY POTTER KARYA J.K. ROWLING: STUDI BENTUK DAN MAKNA PERTIWI AFUWWA, ANA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harry Potter merupakan salah satu novel fantasi bersambung terlaris di seluruh dunia yang dikarang oleh J.K Rowling. Dalam proses memaknai dan memahami ilustrasi novel Harry Potter ini, tidak hanya tanda yang berupa kata-kata, tetapi perpaduan antara gambar dan isi cerita yang mempunyai makna intrinsik. Dengan demikian peneliti berupaya untuk membedah satu persatu struktur dan makna setiap gambar ilustrasi sampul novel Harry Potter. Struktur sampul yang diteliti menggunakan elemen desain, yaitu titik, garis, bidang, tekstur, warna dan tipografi serta prinsip desain yaitu keseimbangan, irama, penekanan dan kesatuan. Makna gambar ilustrasi yang diteliti menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce yaitu tipologi tanda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi literatur dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini, telah ditemukan beberapa objek yaitu seperti Harry Potter, Hedwig, Hogwarts serta Lord Voldemort. Berdasarkan analisis semiotika, ikon Harry Potter bermakna keberanian, semangat dan percaya diri. Ikon Hedwig burung hantu milik Harry Potter bermakna keberanian dan kecermatan. Lalu ikon sekolah sihir Hogwarts adalah makna dari kekuasaan dan kekuatan. Dan ikon Lord Voldemort adalah simbol dari kegelapan, kekuatan jahat dan akhir dunia. Sampul Harry Potter karya J.K. Rowling menekankan pada prinsip keseimbangan asimetris, ritme variatif, penekanan yang memperlihatkan ilustrasi Harry Potter dan kesatuan dengan mengulang bidang, tekstur, garis dan unsur visual yang sama. Kata Kunci: gambar ilustrasi, Harry Potter, semiotika. Harry Potter is one of the best-selling fantasy serial novels around the world written by JK Rowling. In the process of interpreting and understand the illustrations of Harry Potter novel, it was not just a sign in the form of words, but the combination of the images and the story has intrinsic meaning. The researcher attempted to dissect one by one the structure and the meaning of each picture in the illustration cover of Harry Potter novels. The structures of the cover were studied by using elements design, namely dot, line, form, color and typography and the principles design in terms of balance, rhythm, emphasis and unity. The mean of illustrations were studied by using double semiotic typology. This research used qualitative research design with literature and documentation as the data collection techniques. From these results, it is found that some objects such as Harry Potter, Hedwig, Hogwarts and Lord Voldemort. Based on the analysis of semiotic, the icon of Harry Potter meant the courage, passion and confidence. The icon of Hedwig, Harry Potter's owl meant courage and precision. Hogwarts school icon meant the power and the strength. And the icon of Lord Voldemort was the symbol of darkness, evil forces and the end of the world. The cover of Harry Potter works J.K. Rowling insisted on the principle of asymmetrical balance, rhythm varied, emphasis that showed the illustration of Harry Potter and the unity by repeating the field, texture and lines and the same visual elements. Keywords: illustration pictures, Harry Potter, semiotic
KAJIAN SEMIOTIKA IKLAN PRODUK KOSMETIK MUSTIKA RATU TREN WARNA OSIANITA, YUNDA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan manusia sehari-hari tidak pernah lepas dengan yang namanya iklan. Iklan adalah segalabentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media dan ditujukan kepada sebagaian atauseluruh masyarakat Iklan bisa tampil dalam bentuk apapun salah satunya adalah media cetak seperti majalah,tabloid dan lain-lain. Di dalam iklan, terdapat pesan-pesan yang disampaikan melalui tanda-tanda. Sedangkantidak semua orang bisa memahami makna yang terkandung dalam tanda-tanda tersebut, sehingga pesan tidaktersampaikan secara efektif. Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda. Di majalah, termasukiklan yang banyak memuat tanda-tanda adalah iklan kosmetik. Mustika Ratu merupakan merek kosmetikyang sudah lama berdiri di Indoneisa namun tetap eksis mengeluarkan produk-produk kecantikan salahsatunya adalah Tren Warna dengan berbagai tema tradisional yang disesuaikan dengan kebutuhan wanitaIndonesia. Tema-tema tersebut dapat dilihat di iklan-iklan Mustika Ratu. Penelitian iklan Mustika Ratu TrenWarna yang diangkat penulis adalah tren warna 2011-2012. Secara visualisasi, iklan produk kosmetikMustika Ratu selalu mengangkat tema kebudayaan dan kekayaan alam Indonesia. Makna iklan-iklanMustika Ratu secara keseluruhan adalah memberikan pesan kepada pembaca bahwa prduk-produk tren warnatersebut apabila diaplikasikan pada wajah wanita akan menjadikan wanita itu indah dan cantik mempesona. Kata Kunci : Iklan,Semiotika, Mustika Ratu in daily life people never released from advertisement. Advertisement is a description about a product thatpublished trough the media and shows to the all of people in many shape, like magazine, newspaper etc. Inan advertisement there are many message that shows in some signs. But, not all of people can understood themessage og an advertisement effectively. Semiotics is a science that learned about sign. In magazine, theadvertisement that includes any signs is cosmetic advertisement. Mustika Ratu is an old cosmetic brand fromIndonesia but it is still exist to launched new beauty products. One of it is a product with colour as the themethat appropriate with Indonesia women. Those theme can explore from the advertisement of Mustika Ratuproduct. The research of mustika ratu tren colour advertisement that takes of the writer is trend colour 2011-2012.Based on the visualization, the advertisement always takes traditional and natural as the theme. Themeaning of the hole advertisements of mustika ratu is to give a message to all of the reader if the colour isapplied in indonesia women skin it will makes indonesia women look more beautiful. Keywords: Advertisment, Semiotic, Mustika Ratu
TINJAUAN KERAJINAN TENUN IKAT DI UD. AL-ARIF DESA WEDANI GRESIK TRIKUSUMA WARDHANI, FATMAWATI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gresik terkenal dengan produk-produk kerajinan, diantaranya yang terkenal adalah kerajinan sarung tenun. Salah satu pusat kerajinan tenun adalah UD. Al-Arif milik Tasripin. UD. Al-Arif merupakan usaha kerajinan tenun terbesar di desa Wedani. Produk yang dihasilkan berupa sarung dan proses penenunannya masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Motif yang diterapkan meliputi 3 motif utama, 10 motif tambahan, tumpal, motif timbul, dan motif pinggiran. Warna sarung yang diproduksi bervariasi yaitu hijau tua, hijau muda, hijau pandan, cokelat, kuning, orange, merah muda, dan ungu. Pembuatan sarung dilakukan dengan teknik tenun ikat pakan, ditunjukkan dengan dilakukannya proses pengolahan benang pakan yang dimotif terlebih dahulu sebelum ditenun sedangkan benang lungsi tidak dimotif. Kata Kunci: Tenun, UD Al-Arif, Sarung. Gresik has their welknow craft products, including sarong. One of the central craft or weaving is UD. Al-Arif belong Tasripin. UD. Al-Arif is the largest weaving craft buisnes in the Wedani Village. The products produced in the form of sarong and still using loom machines (handloom). Motif is applied covering 3 main motif, 10 additional motif tumpal, emboss motif, and motif periphery. Color sarong are manufactured varies the dark green, light green, pandan leat sreen, chocolate, yellow, orange, pink, and purple. Manufacture of sarong made with ikat weaving technique feed, shown by doing the processing weft dimotif prior warp threads are woven while not dimotif. Keywords: Weaving, UD. Al-Arif, Gloves.
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT MEDIA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMPN 1 TEGALSARI BANYUWANGI PERMADI, AFFAN
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran merupakan suatu alat atau perantara yang berguna untuk memudahkan proses belajar mengajar, dalam rangka mengefektifkan komunikasi antara guru dengan siswa. Dalam pembelajaran seni budaya di SMPN 1 Tegalsari, penggunaan media pembelajaran guru seni budaya di SMPN 1 Tegalsari tidak memanfaatkan media elektronik seperti komputer dan LCD. Dalam proses pembelajaran guru hanya menggunakan media visual berupa contoh gambar pada lembaran kertas yang diperbesar. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa jenis media yang digunakan guru dalam proses pembelajaran ekspresi di kelas masih kurang sesuai. Faktor pendukung di SMPN 1 Tegalsari adalah adanya media visual sebagai alat bantu proses pembelajaran di kelas. Media diselingi dengan metode pembelajaran ceramah dan sumber belajar guru seni budaya berupa buku penunjang. Faktor penghambatnya yakni didasari oleh terjadinya keterbatasan fasilitas sekolah media elektronik seperti LCD proyektor dan komputer yang kurang memadai. Media visual yang digunakan guru seni budaya masih terbilang monoton atau kurang variatif. Upaya guru seni budaya dalam mengatasi hambatan adanya keterbatasan fasilitas di sekolah dengan cara membuat media visual sebagai alat peraga berupa contoh-contoh gambar, yang ditampilkan pada lembaran kertas besar. Saran yang diberikan peneliti; guru perlu adanya upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan media pembelajaran, hendaknya guru belajar mengoperasionalkan media elektronik, guru harus dapat memilih media mana yang sesuai dengan materi yang diajarkan, guru diharapkan untuk lebih kreatif dalam memilih media pembelajaran, pihak sekolah sebaiknya dapat menambah media pembelajaran yang diperlukan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.Kata kunci : media pembelajaran, seni budaya, seni rupa.AbstractLearning media is a useful tool or intermediary to facilitate the teaching and learning process, in order to streamline the communication between teachers and students. In the study of art and culture in SMPN 1 Tegalsari, use of instructional media arts and culture teacher at SMPN 1 Tegalsari not utilize electronic media such as computers and LCD. Teacher in the learning process just use visual media in the form of sample images on sheets of paper are enlarged. From the results of this research is that the type of media used by teachers in the learning process in the classroom is still lacking expression accordingly. Factors supporting at SMPN 1 Tegalsari is the visual media as a tool in the classroom learning process. Media interspersed with lecture teaching methods and learning resource teachers supporting arts and culture in the form of a book. Inhibiting factor that is based on the limitations of electronic media school facilities such as LCD projectors and computers are inadequate. Teachers use visual media art and culture still somewhat monotonous or less varied. Efforts of teachers of art and culture in overcoming obstacles to the limitations of school facilities by creating visual media as teaching aids in the form of examples of the image, which is displayed on large sheets of paper. Advice given researchers; teachers should the effort to optimize the utilization of instructional media, teachers should learn to operate the electronic media, the teacher should be able to choose which media in accordance with the material being taught, teachers are expected to be more creative in selecting instructional media, the school should be able to add the required instructional media teachers and students in the learning process.Keywords: learning media, arts and culture, art.
PEMANFAATAN BUAH CENGKEH UNTUK PEWARNA KAIN DEFRI K., BUDI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan buah cengkeh untuk pewarna kain dilakukan dengan cara direbus untuk diambil ekstraknya. Pengolahan bahan pewarna alam dari buah cengkeh menggunakan dua komposisi yaitu: 1) Dua ons buah cengkeh per 2 liter air, direbus hingga tinggal 1 liter; dan 2) Enam ons buah cengkeh/6 liter air, direbus hingga tinggal 2 liter. Pencelupan kain katun prima dilakukan sebanyak 16x dan kain sutra sebanyak 9x. Hasil pencelupan sesuai komposisi 1) Pada kain prima fiksasi tawas adalah warna krem hingga cokelat, dengan fiksasi kapur hasilnya warna abu-abu muda hingga tua, dan fiksasi tunjung hasilnya warna abu-abu hingga hitam. Pada kain sutra, fiksasi tawas menghasilkan hijau muda hingga hijau tua, fiksasi kapur menghasikan warna abu-abu, dan fiksasi tunjung menghasilkan warna abu-abu hingga hitam. Hasil pengolahan sesuai komposisi 2) Pada kain prima fiksasi tawas hasilnya warna cokelat muda hingga coklat tua, fiksasi kapur menghasilkan warna coklat hingga coklat tua, dan fiksasi tunjung menghasilkan warna abu-abu hingga hitam. Pada kain sutra, fiksasi tawas menghasikan warna cokelat muda hingga coklat tua, fiksasi kapur menghasilkan warna cokelat, dan fiksasi tunjung menghasikan warna abu-abu hingga hitam.Kata Kunci: pencelupan, fiksasi, buah cengkeh.AbstractUtilization of cloves to dye fabric processed by boiling the extract is taken. Test natural dyes from fruit extracts of cloves using two compositions, namely: 1) Two ounces of fruit cloves per 2 liters of water, boiled down to 1 liter; and 2) Six ounces of fruit clove / 6 liters of water, boiled down to 2 liters. Superfine cotton fabric dyeing is done as much as 16x and 9x as much silk fabrics. Results dyeing with composition 1: In prima fabric fixation alum is beige to brown, with the result chalk fixation gray color young to old, and fixation lotus result is gray to black. On silk, fixation alum produces light green to dark green, lime fixation generate gray, and fixation lotus produces gray to black. The trial results with composition 2: In prima fabric fixation alum result beige to dark brown, lime fixation produce color brown to dark brown, and fixation lotus produces gray to black. On silk, fixation alum generate a light brown color to dark brown, lime fixation produces brown, and fixation lotus generate gray to black.Keyword: result, fixation, fruit cloves
PENGEMBANGAN PERMAINAN MONOPOLI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BATIK KELAS V SD SITI AMINAH SURABAYA HIDAYAT, ATMA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan media permainan monopoli batik ini dikembangkan dengan jenis penelitian pengembangan Research and Development (R&D). Sedangkan pada tahap pengembangannya mengacu pada model 4-D (four-D Models) dengan melalui tahapan pendefinisian (define), tahap perencanaan (Design), tahap pengembangan (Develop), dan tahap penyebaran (Disseminate). Setelah media permainan monopoli batik divalidasi oleh ahli media dan materi, hasil pengembangan produk ini, diujicobakan pada siswa kelas V SD Siti Aminah dengan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana pembelajaran seni budaya siswa kelas V di SD Siti Aminah ? 2. Bagaimana uji validasi media pembelajaran permainan monopoli untuk siswa kelas V di SD Siti Aminah ? 3. Bagaimana hasil uji coba pengembangan media permainan monopoli dalam pembelajaran seni budaya untuk siswa kelas V di SD Siti Aminah ? Dari hasil validasi ahli, hasil uji coba, hasil aktivitas siswa, nilai rata-rata pretest dan posttest dapat dikatakan bahwa media pengembangan permainan monopoli termasuk kategori baik dan efektif sebagai media pembelajaran. Berdasarkan rata-rata nilai tes siswa yang mencapai angka sebesar 87,9 dan melebihi nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) di SD Siti Aminah yang mencapai angka sebesar 70, maka tujuan pembelajaran dengan media permainan monopoli batik di SD Siti Aminah telah tercapai. Kata Kunci: Media pembelajaran, apresiasi batik, permainan monopoli  The making of monopoly batik as the media is being given for and practiced by the students of fifth grade from SD Siti Aminah. To conduct a research, This study used Research and Development(R&D) while in the development stages, this study refers to Four-D Models with the research questions as below: 1. How is the learning process of art and culture subject in the fifth grade-students from SD Siti Aminah? 2. How is the validity of Monopoly board game as the learning media for the fifth grade-students from SD Siti Aminah? 3. How does Monopoly board game as the learning media work for art and culture subject in the fifth gradestudents from SD Siti Aminah? Based on the result of expert validation, average score and the result of students’ activities can be concluded that monopoly board game is categorized good and effective as learning media in order to increase the study result and students interest toward art and culture subject. Monopoly game board as the learning media has been increasing the study result of art and culture subject in SD Siti Aminah with average score of 87,9. So, in the other hand, the learning process using batik monopoly as the media has exceeded the Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) which is much better than the learning before which got average score of 70. Key Words: Instructional media, batik appreciation , monopoly game
HEWAN SEBAGAI OBJEK UTAMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS P S, RONALD
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hewan atau disebut juga dengan Binatang adalah kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan Animalia atau metazoan, adalah salah satu dari berbagai mahluk hidup dibumi. Sebutan lainnya adalah fauna dan margasatwa (atau satwa saja). Banyak hal yang bisa kita pelajari dari hewan, contohnya kita bisa belajar dari kura-kura, jangan lambat seperti kura-kura. Maksudnya bahwa kita manusia harus mengadakan percepatan dalam kehidupan ini. Seni Rupa sangat berhubungan erat dengan kreatifitas, seniman harus mampu menciptakan karya yang berbeda, dalam arti karya seni yang baru dan belum ada sebelumnya. Banyak hal yang bisa dikembangkan menjadi sebuah karya bila menggunakan objek hewan. Berangkat dari bagaimana kita manusia belajar dari kehidupan hewan sampai kepada memutuskan untuk menjadikan objek hewan sebagai objek utama dalam karya seni lukis. Disinilah dituntut kreatifitas para seniman untuk mengolah konsep itu semua menjadi sebuah karya. Berawal dari rasa tertarik pada karya-karya yang menggunakan objek hewan, dan mencoba mengeksplorasi karya dengan objek hewan. Realita kehidupan masyarakat  sehari- hari menjadi inspirasi yang kuat bagi penulis dalam menghasilkan karya-karya. Dengan mengangkat  objek hewan sebagai objek utama dalam berkarya, menjadikan pesan yang akan penulis sampaikan lewat lukisan atau gambar-gambar bisa tersampaikan dengan baik. Karya-karya penulis ini menceritakan bagaimana realita yang sedang terjadi atau harapan-harapan penulis terhadap lingkungan sosial masyarakat serta motivasi kepada setiap individu yang mengapresiasi karya penulis. Karya penulis ini semuanya dituang dengan menggunakan cat acrylic diatas kanvas agar tujuan penulis bisa disampaikan secara tegas lewat lukisan-lukisan. Animals also called Beast is a group of organisms that are classified in the kingdom Animalia or metazoan, is one of the various living creatures on earth. Other designations are fauna and wildlife (or any animal).  There are many things we can learn from animals, for example, we can learn from the turtles, do not slow like a turtle. It means that we humans should hold acceleration in this life. Art is very closely linked to creativity, the artist must be able to create different works, in the sense of new works of art and have not been there before. Many things can be developed into a work object when using animals. Departing from how we humans learn from the life of the animal until the animal decides to make the object as the main attraction in the paintings. This is where the creativity of the artists are required to process the concept that all into a masterpiece. Starting from an interest in the works that uses the object animals, and try to explore the work with animal objects. The daily reality of people's lives into a powerful inspiration for the author in producing works. By lifting the object animals as the main object in the work, which would make the authors convey messages through paintings or drawings can be conveyed properly. The works of these authors tells how reality is happening or expectations of the authors of the social environment and motivation for individuals who appreciate the work of the author. The author's works are all poured by using acrylic paint on canvas so that the author's purpose can be conveyed clearly through the paintings
KARAKTERISTIK MASJID MUHAMMAD CHENG HOO SURABAYA ANNAS R. H., AZWARD
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia pada abad ke 7 Masehi melakukan perdagangan dengan negeri Islam. Interaksi tersebut berpengaruh pada bentuk arsitektur bangunan masjid yang dibangun. Masjid di Indonesia pada umumnya mengadopsi masjid dari Timur Tengah dan ditambah dengan budaya lokal setempat. Tetapi masyarakat keturunan Cina yang beragama islam membangun masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya dengan arsitektur khas Cina. Rumusan masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini adalah bentuk dan karakteristik bangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi data dan informan review. Hasil penelitian menunjukkan bentuk bangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya memiliki arsitektur Cina dengan warna merah dan hijau yang mendominasi. Warna-warna yang menghiasi masjid memiliki makna harapan dan doa, dan kaligrafi yang menghiasi masjid memiliki warna yang beragam sehingga memperkuat arsitektur Cina pada bangunan masjid. Pat kwa, bubungan, genting, tiang, dan dinding Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya menjadi ciri khas bangunan masjid. Pat kwa adalah bagian bangunan yang menonjol karena berbentuk pagoda 8 sisi yang juga memiliki makna pada jumlah sisinya. Setiap bagian dari masjid tidak lepas dari arsitektur Cina yang melekat pada bangunan masjid. Kata Kunci: bentuk, karakteristik, Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya  Indonesian society in the 7th century AD to trade with Islamic countries. The interaction effect on the architecture of the mosque is built. Mosque in Indonesia generally adopt mosques of the Middle East and coupled with the local culture. But the Chinese people are Moslem build Muhammad Cheng Hoo Mosque Surabaya with typical Chinese architecture. The formulation of the problem to be solved in this study is the shape and characteristics of the buildings Muhammad Cheng Hoo Mosque Surabaya. This type of research is qualitative, with data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Validity of the data is done by triangulation of data and informants review. The results showed the shape of buildings Muhammad Cheng Hoo Mosque Surabaya Chinese architecture with red and green colors dominate. Colors that adorn the mosque has a meaning of hope and prayer, and calligraphy adorning the mosque have a variety of colors so as to strengthen the architecture of China on mosque building. Pat kwa, ridge, tiles, beams, and walls Muhammad Cheng Hoo Mosque Surabaya is characteristic of the mosque building. Pat kwa is part of the building that stands out for its pagoda-shaped 8 side also has significance on the number of sides. Every part of the mosque can not be separated from Chinese architecture attached to the building of the mosque. Keywords: Forms, Characteristics, Muhammad Cheng Hoo Mosque Surabaya
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DALAM MENGGAMBAR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SLIDE SHOW BERBASIS POWERPOINT DI TK PERMATA SURABAYA KRESNA WIJAYA, YOHANES
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam hal kreativitas menggambar siswa, khususnya pada kegiatan menggambar yang masih kurang. Para siswa cenderung tidak bersemangat atau kurang tertarik pada pelajaran menggambar yang diberikan oleh guru. Hal ini terlihat ketika guru memberi tugas menggambar. Banyak siswa yang mengerjakan tugasnya dengan asal-asalan dan cenderung tidak memperhatikan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kreativitas menggambar siswa diperlukan penggunaan media yang dapat menarik dan meninggkatkan minat siswa dalam menggambar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas menggambar melalui media slide show berbasis powerpoint kepada siswa. Penelitian ini ditujukan di taman kanak – kanak supaya pembelajaran menggambar menjadi suatu kegiatan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa mampu berkreativitas melalui media slide show berbasis powerpoint. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas B di TK. PERMATA Surabaya yang berjumlah 18 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kreativitas menggambar anak mengalami peningkatan setiap siklusnya. Pada siklus pertama siswa mendapat presentasi 66.3% dan pada siklus kedua mendapat presentasi ketuntasan dengan 76.4 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media slide show berbasis powerpoint dapat meningkatkan kreativitas menggambar anak kelompok B2 di TK. Permata Kecamatan Wiyung, Surabaya tahun ajaran 2014/2015. Adapun kendala-kendala yang muncul pada proses pembelajaran menggambar dengan menggunakan media slide show adalah guru masih sulit menggontrol siswa, dan siswa banyak yang tidak percaya diri pada saat menggambar. Untuk mengatasi kendala diatas, guru menggunakan media slide show dengan gambar yang lebih menarik dalam pembelajaran menggambar sehingga siswa dapat lebih tertarik dalam menggambar. Kata Kunci : kreativitas, menggambar, media slide show. Background of this research is an observation which is done by the researcher on the students’ creativity of drawing, specially on drawing activity which is rarely practiced. The students tend to be inactive or less interested in the drawing subject which is given by the teacher. This case can be seen when the teacher gives a drawing task, then there are many students doing the task perfunctorily. Therefore, to increase the students’ creativity of drawing, it needs a media that can attract, develop, and train the students’ interest. This research intents on increasing the drawing creativity through the media of slide show. This research is performed for kindergarten students in order to make the drawing subject become an interesting activity for the studets, so it will make them more creative through the slide show of power point as the media. This research used the plan of Penelitian Tindakan Kelas (PTK) which was done in two cycles. In each cycle has been performed through four stages. Those are planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this research are the teacher and 19 students of TK Permata Surabaya. The technique of collecting the data of this research is by using questionnaire, interview, observation, and note takig.The result of this research show that the score of students’ drawing creativity is increasing in each cycle. At the first cycle, the students got the score in the percentage of 66,3% and at the second cycle, the students got 76,4%. Thus, it can be concluded that the use of slide show as the media can increase the drawing creativity of group B2 students of TK Permata, Wiyung, Surabaya, 2014/2015. Yet, there are constraints that appear on the learning process by using slide show as the media. Those constraints are the teachers still get difficulty to control the students and the students who still do not feel confident in drawing. To face those problems, the teacher should use slide show with more interesting pictures in the drawing subject, so the students can easily learn and more interested in drawing. Key Word: creativity, drawing, media slide show as the media

Page 10 of 43 | Total Record : 425