cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
PERANCANGAN WEBSITE UNTUK CV. TERAPIXEL TRIMEDIA PROMOTION SEBAGAI MEDIA PROMOSI ASMARA, INDRA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Terapixel Trimedia Promotion adalah perusahaan jasa yang berfokus pada jasa konsep desain, animasi desain dan 3D desain. CV. Terapixel yang berdiri pada tahun 2011 kini mengalami perkembangan dan perbaikan pada segi peralatan dan pada promosinya, bermacam media promosi telah digunakan demi mengembangkan skala usaha yang lebih baik. CV. Terapixel Trimedia Promotion merupakan perusahaan jasa kreatif desain dan konsep dengan jangkauan konsumen individu, sekolah dan perusahaan. Bentuk promosi yang cocok adalah perancangan website. Perancangan website dapat menjangkau lebih banyak konsumen individu, sekolah dan perusahaan serta meningkatkan pendapatan CV. Terapixel Trimedia Promotion. Kata Kunci: desain, website. CV . Terapixel Trimedia Promotion is a service company that focuses on providing concept design , 3D design and animation design. CV . Terapixel were established in 2011 now has been developed and improved in terms of equipment and in the promotion , various promotion media have been used in order to develop a better business scale. CV . Terapixel Trimedia Promotion is a designs creative and concept company which has reached individual clients even schools and big companies. By designing a website it will be able to reach more individual clients , schools even companies and also increase the revenue of CV. Terapixel Trimedia Promotion . Keywords: design, website
PROMOSI PASARINDUK MODERN PUSPA AGRO KHISBULLOH, ANANG
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Induk Modern Puspa Agro dibangun di kawasan strategis di Jl. Sawunggaling 177 – 183, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dikembangkan di atas lahan seluas 50 hektar, diproyeksikan sebagai pasar induk terbesar dan terlengkap di Indonesia. Puspa Agro dikelola dengan konsep mengintegrasikan berbagai produk agro dalam satu kawasan yang tertata rapi. Bahkan, untuk mengoptimalkan pengelolaan Puspa Agro, PT Jatim Grha Utama (JGU) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jawa Timur. Pasar Induk Modern Puspa Agro memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pasar-pasar lain, masyarakat dapat berbelanja dengan suasana yang nyaman dengan lingkungan yang bersih, teratur serta dapat memanfaatkan berbagai macam fasilitas dan sarana rekreasi yang ada di lingkumgan Pasar Induk Modern Puspa Agro, namun banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang keunggulan tersebut. Untuk itu, perlu adanya media yang dapat membantu mempromosikan keunggulan Pasar Induk Modern Puspa Agro dengan membuat perancangan karya desain grafis untuk periklanan  yang digunakan sebagai  media promosi kepada masyarakat. Teknik yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui beberapa metode yaitu mengisi angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber primer, sumber data sekunder, dan sumber data tambahan. Juga melalui berbagai analisa, diantaranya analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Treath) dan USP (Unique Selling Propotition). Prosedur pelaksanaan penelitian dan perancangan yang dilakukan adalah; tahap persiapan, tahap pengumpulan atau analisis data, tahap perancangan karya desain grafis, dan tahap penyusunan laporan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Bentuk promosi yang cocok adalah perancangan desain grafis periklanan yaitu poster, iklan suratkabar, dan billboard. Perancangan desain grafis dibuat dengan tema “Kenyamanan berbelanja” dengan maksud untuk mengajak dan meyakinkan masyarakat  bahwa Pasar Induk Modern Puspa Agro merupakan satu tempat berbelanja yang nyaman dan dapat memenuhi segala macam kebutuhan sehari-hari. Pesan verbal pada desain ini menggunakan judul “Pilihan berbelanja teratas, lengkap dan berkualitas” dengan maksud menginformasikan kepada para masyarakat bahwa Pasar Induk Modern Puspa Agro merupakan satu pilihan tempat berbelanja teratas yang wajib dikunjungi untuk memenuhi segala macam kebutuhan hidup sehari-hari.   market Puspa Agro built in strategic areas in Jl. Sawunggaling 177-183, Jemundo Village, District Park, Sidoarjo, East Java. Developed on an area of 50 hectares, is projected as the largest and most comprehensive wholesale market in Indonesia. Puspa Agro managed with the concept of integrating various agro products in the area neat. In fact, in order to optimize the management of Puspa Agro, PT Java Graha Utama (JGU) Regional Enterprise (ROE) of East Java province. Modern Parent market Puspa Agro has the advantage that no other  markets, people can shop with a cozy atmosphere with a clean, orderly, and can utilize a wide range of facilities and recreational facilities that exist in the Main Market Modern Puspa Agro the environment, but many communities who do not know about these advantages. To that end, the need for media that can help promote excellence Main Market Modern Puspa Agro to make the design work of graphic design for use as a media advertising campaign to the public. The technique used is descriptive qualitative through several methods of completed questionnaires, interviews, observation, and documentation. Source of data used consist of primary sources, secondary data sources, and sources of additional data. Also through various analyzes, including SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity, Treath) and USP (Unique Selling Propotition). Implementation procedures and design research conducted is; preparation, collection or data analysis phase, design phase of graphic design work, and the stage of preparation of the report. From these results it can be concluded that a suitable form of promotion is to design advertising graphic design, namely posters,  newspaper, and billboards. Design graphic design created with the theme "Leisure shop" with the intent to encourage and convince the public that the Main Market of  Modern Puspa Agro is a comfortable place to shop, and can meet all kinds of daily necessities. Verbal messages in this design uses the title "top shopping options, comprehensive and quality" for the purpose of  informing the public that the Main Market of Modern Puspa Agro is one of the top shopping options that must be visited to meet all kinds of needs of everyday life.
MAKNA SIMBOLIK SENI KOLASE DARI LIMBAH KULIT TELUR KARYA SUPADJI SAHAR DI DESA GEDANGAN KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO YOHANA C., DWI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari – hari limbah kulit telur banyak didapati tergeletak begitu saja di dalam tempat sampah, karena banyak orang lebih memanfaatkan telurnya dari pada kulitnya. Padahal limbah kulit telur, dapat dimanfaatkan untuk membuat sebuah barang seni yang indah dan berharga. Di era go green seperti sekarang ini semakin banyak orang yang berusaha memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak berguna atau yang disebut limbah untuk didaur ulang.Hal tersebut juga yang dilakukan seniman asal Desa Gedangan Kabupaten Mojokerto yang bernama Supadji Sahar yang memanfaatkan limbah kulit telur sebagai bahan untuk membuat karya seni rupa dengan menggunakan teknik kolase. Sehubungan dengan hal itu, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Makna Simbolik Seni Kolase Dari Limbah Kulit Telur Karya Supadji Sahar di Desa Gedangan Kabupaten Mojokerto”.Dengan rumusan masalah, 1. Bagaimanakah proses kreatif pembuatan seni kolase dari limbah kulit telur karya Supadji di Mojokerto? 2. Bagaimanakah proses pembuatan seni kolase dari limbah kulit telur karya Supadji di Mojokerto ? 3. Bagaimanakah makna simbolik yang terkandung dalam seni kolase dari limbah kulit telur karya Supadji di Mojokerto ?Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, sumber data utama berasal dari tujuh karya seni kolase dari limbah kulit telur milik Supadji. Data sekunder diperoleh dari bukti tertulis mengenai Supadji baik katalog pameran, dan berita di media cetak, serta foto.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis makna denotasi dan konotasi untuk menganalisis setiap karya seni kolase Supadji Sahar. Dari hasil penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam berkarya Supadji Sahar melalui suatu tahap atau proses yang disebut proses kreatif ( ide dan gagasan hingga tercipta sebuah karya seni kolase ). Sedangkan sebelum proses pembuatan karya Supadji Sahar, hal yang dilakukan adalah proses pengolahan bahan, lalu proses pembuatan yang meliputi persiapan alat dan bahan, hingga pembuatan dari awal membuat sketsa pada bidang gambar, kulit telur dipotong dengan ukuran ± 0,5 – 1 cm, dan ditempelkan diatas permukaan bidang yang disebut dengan teknik kolase. Proses penutupan kulit telur menggunakan kalsium, lalu pengampelasan, pemberian warna, proses pengampelasan kedua, dan finishing ( memberi outline dan melapisi karya menggunakan pilox ), disamping itu, karya – karya Supadji Sahar selain bernilai seni juga selalu memiliki nilai simbolik atau makna dibalik gambar yang ditampilkan.   In real life there are many egg shells waste that can be found just lying in the trash, because many people take their eggs than their shell. Whereas egg shel lwaste, can be used to create beautiful and valuable art. In the go green era, nowadays there are many people try to take the advantage of the goods that are not useful or are called waste for recycling, It is also done by Supadji Sahar the artist from Gedangan Village MojokertoRegency. Who uses egg shell as the material to create art work using colase techniques. Through this, researcheris interested in conducting research with the title"The Symbolic Meaning of Colase Art From Egg Shell Which is Created By Supadji Sahar in Gedangan Village Kutorejo District Mojokerto Regency".With the problem formulation, are :1.How is the creative processs of making colase art from eggshell which is created by Supadji Sahar in Mojokerto? 2. How is the making process of colase art from eggshell which is created by Supadji Sahar in Mojokerto? 3.What is the symbolic meaning which is contained in colase art from eggshell which is created by Supadji Sahar in Mojokerto? This research uses descriptive qualitative research methods, primary source data comes from seven colase art from egg shell. The secondary data is obtained from the written evidence of good Supadji exhibition catalogs, and news in the print media, as well as photos. This research uses the analysis ofthe meaning of denotation and connotationto analyze everypiece of colase art from egg shell which is created by SupadjiSahar. From the research, the researcher can conclude that in the Supadji Sahar work through has stage or a process called creative process ( ideas until tocreating awork of colase art ). Whereas before the process of making the Supadji Sahar work, the thing which is done is material processing, namely, the process of cleaning (special treatment) then the process of making that includes the preparation of tools and materials, until the techniques of manufacture of the initial sketchedabove field image, was cut the egg with size ± 0.5 to 1cm, and paste iton the surface of the field called colase technique, the closing process using calcium, sanding, giving color, thesecondsanding, and finishing (give an outline and lining works using pilox). Besides that, Supadji Sahar art does not only have art value but also has symbolic meaning, or meaning behind the images were shown
KARAKTERISTIK KERAJINAN PATUNG LORO BLONYO WAKIMAN DI DUSUN KOPEN DESA KENTENG KECAMATAN PURWANTORO KABUPATEN WONOGIRI SUSANI,
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wonogiri adalah daerah potensial yang menghasilkan berbagai barang kerajinan patung berbahan dasar kayu. Salah satu diantaranya kerajinan patung UD. Cantik milik Wakiman di Dusun Kopen Desa Kenteng Kecamatan Purwantoro. UD. Cantik memiliki karya khas yaitu patung Loro Blonyo. Produk tersebut telah mencapai pasar luar kota Wonogiri dan mampu bertahan di pasaran hingga saat ini. Hal ini dikarenakan UD. Cantik memiliki cara tersendiri dalam mengolah produknya agar tetap diminati. Proses finishing yang rumit telah menciptakan patung-patung yang unik serta karakteristik patung Loro Blonyo yang beragam. Berdasar latar belakang di atas, masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Proses pembuatan dan karakteristik patung Loro Blonyo karya Wakiman di Dusun Kopen Desa Kenteng Wonogiri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menelaah hasil wawancara, observasi, dan pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen resmi, dan gambar foto. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa awal mula dikenalnya patung Loro Blonyo di Desa Kopen Kenteng yaitu dari seorang kolektor barang antik yang juga seorang perajin bernama Sono Karto. Pembeda patung Loro Blonyo milik Wakiman terdapat pada warna dan bentuk. Selain menggunakan warna merah, kuning, hijau, biru, putih, dan hitam, Wakiman juga menggunakan warna yang terkesan antik yang diperoleh dari proses finishing. Karakteristik bentuk patung Loro Blonyo berbeda dengan yang lain karena terdapat tekstur retak pada permukaan patung dan terbuat dari kayu utuh dan tidak terdapat unsur tempel pada bagian bagian tubuh sehingga lebih awet dari pada patung yang lain. Kata Kunci: Patung, Loro Blonyo, proses, karakteristik Wonogiri is a potential area to produce a variety of handicraft wood-based sculptures. One of them the craft of a statue UD. Cantik belonging to Wakiman in our Hamlet Kopen Kenteng Village Sub-district Purwantoro. Having superior UD. Cantik work is a statue Loro Blonyo. The products have reached the market outside the city wonogiri and able to survive in the market until now. It was because UD. Cantik have a way in themselves cultivate their products to keep favorite ones. The process of finishing intricate has creates sculptures unique and characteristic statue Loro Blonyo being diverse. Based on the background above , problems that were examined in this research is : The process of making and the characteristics of the statue of work in hamlet Wakiman Blonyo Loro Kopen Kenteng Wonogiri Village. The approach of the research used is qualitative descriptive , data collection method observation, interview, and documentation. Data analysis technique used is to analyse the results of interviews, observation, and the observation already written in a record field, official documents, and the photograph. The results can be inferred from the beginning of the familiar Loro Blonyo Kopen Kenteng in villages namely from a collector of antiques who was also named Sono Karto makers. Distinguishing a statue belonging to Loro Blonyo Wakiman there is in color and shape . In addition to using a red color, yellow, green, blue, white, and black, also use colors impressed Wakiman antique obtained from the process of finishing. Characteristic of the form of sculpture Loro Blonyo different from that of the reasons being that there are texture crack on the surface sculpture and made of wood intact and there is no element of the outboard on the part of the body in order to be more durable of in sculpture another. Password: statue, Loro Blonyo, the process, characteristic
PENCIPTAAN SENI LUKIS MULTI TAMPAK CONDRO, DYAN
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan seni rupa kontemporer dengan berbagai keunikan bentuk, media dan teknik, berpengaruh dalam berkreasi, dengan beberapa riset hingga menampilkan seni lukis multi tampak. Peneliti mengangkat tema pop art yang menampilkan beberapa tokoh popular, dengan dikemas kedalam seni lukis multi tampak yang merupakan perkembangan seni rupa kontemporer.Karya multi tampak ini menceritakan bagaimana biografi singkat tokoh popular dunia dengan beberapa problem dalam kehidupannya. Dengan ditampilkan pada kanvas berputar 120 ? berbentuk prisma segitiga.Penciptaan seni lukis multi tampak ditampilkan pada kanvas berputar yang terdiri dari tiga gambar dengan lukisan yang berbeda-beda sehingga membentuk suatu cerita. Dan ditampilkan layaknya seperti karya dua dimensi, sebagai interior pada dinding, serta penonton dapat ber interaksi.   The development of contemporary art along with the uniqueness in form, media and technique, has an effect in creating something, by doing some researches to the display of multi surface painting in result.The author bring on the pop art theme that presents some popular figures. By packing it into the multi surface painting which is of contemporary art development.This multi surface work tells us how the brief biography of the popular figures in the world along with the problems in their life. By displaying it on the 120 ?-rotating canvas in the form of triangular prism.The creation of this multi-visual painting that displayed on the rotating canvas that consists of three pictures with different painting so that created a whole story, and similarly displayed as 2D work, as an interior on the wall, in which the onlooker can interact on it. PENDAHULUAN Proses berkesenian peneliti dimulai sejak dibangku taman kanak-kanak hingga saat ini menempuh jalur pendidikan setara satu pendidikan seni rupa di Universitas Negeri Surabaya, ketertarikan peneliti akan mengolah beberapa teknik dan media lukis sudah berlangsung sejak awal tahun 2009. Ketertarikan terhadap seni lukis diwujudkan dengan beberapa karya lukis dengan media yang ber macam-macam. Peneliti menempuh pendidikan di Unesa dan memilih jalur kekaryaan sebagai penciptaan skripsi, memang dasar dari awal peneliti sangat tertarik dalam dunia seni rupa terutama seni lukis. Mulai dari beberapa prestasi dalam dunia seni, baik dalam lomba seni lukis, mural, desain. Dan bebrapa kali mengerjakan projek mural museum trick art di beberapa kota, hal ini yang membuat penulis memilih mengambil penciptaan dalam pengerjaan skripsi. Latar belakang peneliti
PENCIPTAAN SENI LUKIS ILUSI TIGA DIMENSI EDI ISWOYO, BAYU
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni lukis Ilusi tiga dimensi adalah seni lukis berupa dua dimensi tetapi bentuk visualnya mempunyai pencitraan seolah-olah tiga dimensi.  Penciptaan seni lukis ilusi tiga dimensi didasari oleh hasil eksplorasi penulis tentang pencapaian teknik yang dipelajari penulis selama berkesenian. Dan didukung oleh pengalaman pembuatan karya mural di berbagai tempat yang diyakini penulis sebagai proses perjalanan berkarya. Pembuatan seni lukis ilusi tiga dimensi diterapkan pada media kerei bambu yang dirasa penulis sebagai media unik yang mempunyai tingkat kesulitannya sendiri dalam proses pembuatan karya. selain itu tembok jurusan seni rupa dipilih sebagai pengganti kanvas. Tembok kampus dipilih karena penulis ingin berbagi dengan penghuni kampus untuk ikut merasakan proses pembuatan karya ilusi tiga dimensi. Karya yang dihasilkan penulis ada 3 seri, 1 karya di media bambu dan dua karya di media tembok. Seri 1 di kerei bambu mengusung tema tentang perlindungan hiu yang didapatkan dari isu sosial media saat itu. Karya kedua dengan media tembok di jurusan menggusung tema tentang proses perjalanan belajar menggambar di jurusan seni rupa Unesa. Karya ketiga berada di tembok ruang meeting jurusan seni rupa yang mengambil tema gaya seni rupa modern kemudian digambar ulang dengan gaya Ilusi tiga dimensi.      3D-illusion art painting is exactly 2D painting with eye trick imaging looking like 3D. Creation of 3D-painting art based on the author exploration result of his achivements on the techniques learn by him so far in arts. Supported by his experience in making mural paintings in many places, the artist believes it as the process of his art journey.Making of 3D-illusion art is applied by the author on media if bamboo blinds that are considered as a unique media with certain difficulties in the process of making them. Besides, the wall of art faculty in his campus are chosen to be the canvas. The wall-canvas is the means for the author  to share his feeling of the process in making his art work of 3D-illusion paintings.Art work has produced by the author there are three series. The first art work in on bamboo,and another two are on the wall. The first art work on bamboo layer is carrying intent about the problem of save sharks that being headline on social media. The second art work is on art majors wall carrying intent about the process of learn to draw in the university of surabaya (Unesa). The third art work is on the art majors meeting room wall and carrying intent about modernism art then repainted being 3D illusion style.
KARAKTERISTIK TOPENG DONGKREK SANGGAR KRIDO SAKTI DI KECAMATAN MEJAYAN KABUPATEN MADIUN DWI CAHYANI, ITA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Dongkrek merupakan kesenian pertunjukan asli dari kecamatan Mejayan kabupaten Madiun yang memiliki keunikan pada topengnya. Kesenian yang terlahir pada tahun 1867 ini memiliki sanggar yang tersebar dikabupaten Madiun, salah satunya adalah sanggar Krido Sakti yang berada di desa Mejayan dengan ketua Walgito sebagai penerus dari ketua sebelumnya yaitu alm. Doerakim keturunan dari Raden Lo Prawirodipuro, juga Marianto sebagai pembuat topeng dongkrek. Saat ini keberadaan seniman dari kesenian dongkrek yang semakin sedikit, menjadikannya sulit berkembang di daerah luar Madiun, sehingga penulis ingin memperkenalkan kesenian dongkrek kecamatan Mejayan kabupaten Madiun melalui topengnya yang memiliki 8 tokoh utama yaitu Raden Lo Prawirodipuro, Roro Tumpi, Roro Perot, dan kelima genderuwo. Penulisan ini memliki susunan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana Karakteristik Topeng Dongkrek Sanggar Krido Sakti Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun, (2) Bagaimana Makna Topeng Dongkrek Sanggar Krido Sakti Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Sehingga pada akhirnya pembaca diharapkan mencapai tujuan antara lain: (1) mengetahui dan mendeskripsikan Karakteristik Topeng Dongkrek Sanggar Krido Sakti Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun, (2) Mengetahui dan mendeskripsikan Makna Topeng Dongkrek Sanggar Krido Sakti Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi., wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk topeng Dongkrek sanggar Krido Sakti kecamatan Mejayan kabupaten Madiun memiliki keunikan dari topeng dari daerah lain mulai dari mata, alis, hidung ,mulut, kumis, dan jenggot yang tergolong lebih sederhana namun memiliki sifat dan makna khusus yang dapat menjadi panutan bagi pembaca dan masyarakat Mejayan pada khususnya. Kata kunci : Bentuk, Topeng Dongkrek, Mejayan Abstract The Dongkrek art is an original exibition, it's shown from kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun which has uniqueness thing at mask. The art that was born at 1867 and has own studio there are spread around in Madiun residence, one of them is Sanggar Krido Sakti in Mejayan Village with Walgito has a chiefman that continues from a chiefman before, that is (Alm) Doerakim, the generation from Raden Lo Prawirodipuro also Marianto as Dongkrek Mask maker Nowdays, the existence artist from the dongkrek art becomes little, and it can make so difficult to develop in outside Madiun area. So that, the writer wants to introduce the Dongkrek art at Kecamatan Jurnal Pendidikan Seni Rupa, Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015, 50-56 51 Mejayan Kabupaten Madiun through its mask which has 8 main characters, that is Raden Lo Prawirodipuro, Roro Tumpi, Roro Perot, and fifth Ghosts Character. This process of writing discusses about type and characteristic from 8 main characters Dongkrek mask Sanggar Krido Sakti,it's included face structure, color, and the characteristic mask of Dongkrek. The kind of this writing is qualitative model using data collection technique that is observation, interview and documentation. This writing result shows that form of Dongkrek mask Sanggar Krido sakti has uniqueness mask design than another area, it's from eyes, eyebrow, nose, mouth, beard and it is more simple, but it has characteristic that can to be leader for the readers and especially for people of Mejayan. Key word : form, mask of dongkrek, Mejayan
RAGAM HIAS PADA KERAMIK ZAENAL MAHMUD DI LAMONGAN JAWA TIMUR YUSNIA MARTYASARI, ELVINDA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keramik merupakan salah satu kerajinan Indonesia yang terkenal sebagai benda fungsional dan benda hias yang cukup diminati masyarakat.Di kabupaten lamongan terdapat industry keramik bakaran rendah yang dikenal dengan nama keramik Zaenal’s Pottery yang dibuat oleh seseorang bernama Zaenal Mahmud. Berlatar belakang sebagai seorang pelukis lulusan SSRI Yogyakarta pada tahun 19970, Zaenal Mahmud telah mengubah keramik menjadi suatu barang yang menarik serta menawarkan keindahan bentuk dan ragam hiasnya. Pembuatan ragam hias geometris yang dominan serta pembuatan ragam hias tumbuhan dan makhluk hidup yang dilakukan dengan cara deformasi dan stilasi, membuat keramik Zaenal Mahmud berbeda dengan keramik lainnya. Dari latar belakang tersebut di atas, peneliti tertarik untu mendalami tentang keramik Zaenal Mahmud. Penelitian ini membahas tentang ragam hias pada keramik Zaenal Mahmud yang meliputi ragam hias, proses pembuatan ragam hias, dan makna ragam hias pada keramik Zaenal Mahmud di lamongan Jawa Timur. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif.Tempat penelitian terletak di Jalan Pembangunan No. 07 Lamongan.Sumber penelitian meliputi objek penelitian dan informan. Objek penelitian yaitu keramik Zaenal Mahmud di Lamongan dan beberapa narasumber yang dijadikan informan yaitu Zaenal Mahmud selaku desainer dan perajin keramik Zaenal Mahmud, Sri Nurdiyah selaku pemilik industri keramik Zaenal Mahmud, dan Ahmad selaku karyawan di industri keramik Zaenal Mahmud. Teknik pengumpulan data pada penelitian adalah dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Pada tahap selanjutnya, peneliti menggunakan teknik validasi data yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan informan review.Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data atau memilah-milah data yang penting yang berkaitan dengan keramik Zaenal Mahmud, penyajian data, dan penarikan kesimpulan tentang ragam hias pada keramik Zaenal Mahmud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ragam hias pada keramik Zaenal Mahmud adalah ragam hias geometris, ragam hias tumbuhan, ragam hias binatang, dan ragam hias manusia yang diterapkan dengan cara deformasi dan stilasi. Proses pembuatan ragam hias yang dilakukan pada keramik Zaenal Mahmud menggunakan teknik tempel, teknik cetak, teknik ukir, dan teknik toreh.Makna yang terdapat pada ragam hias keramik Zaenal Mahmud mengandung nilai estetik (keindahan), pesan moral yaitu kesederhanaan, kebersihan; dan pesan sosial yaitu kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Kata Kunci: Ragam Hias, Keramik, Zaenal Mahmud Abstract Ceramics is one of Indonesian handicrafts which famous as functional and ornamental objects that are quite interested in community. In Lamongan district, there is low burnt ceramic industry which wellknown as Zaenal’s Pottery ceramics made by someone named Zaenal Mahmud. His background as a painter who graduated from SSRI Yogyakarta in 1970, Zaenal Mahmud has transformed pottery into attractive item and offers a beautiful shape and various types of ornaments. The dominant geometric, plants, living creatures’ ornaments are made by deformation and stylized, making Zaenal mahmud’s ceramic different to other ceramics. From the background above, the researcher is interested to learn more about Zaenal Mahmud’s ceramics. This research discusses about the various types of ornaments in Zaenal Mahmud’s ceramics which focus on its ornaments, ornaments-making process, and the meaning of that ornaments in Zaenal Mahmud’s ceramics in Lamongan, East Java. This type of research is qualitative descriptive. The setting of this research was in Pembangunan street number 07 Lamongan. The source of this research was from research object and informant. Research object was Zaenal Mahmud’s ceramics in Lamongan and several informants were Zaenal Mahmud as designer and potters in Zaenal Mahmud’s ceramics, Sri Nurdilah as the owner of Zaenal Mahmud’s ceramics, and Ahmad as employee in Zaenal Mahmud’s ceramics industry. The data collection techniques in this research were observation, interviews, and documentation. In the next phase, the researcher used validation data technique, they were source triangulation, technique triangulation, and informants review. Data analyses technique was used reduction or sorting out the important data relating to Zaenal Mahmud’s ceramics, data presentation, and conclusion of the various types of ornaments in Zaenal Mahmud’s ceramics. The result showed that the ornaments in Zaenal Mahmud’s ceramics was geometric, plants, animal, and human which applied using deformation and stylized. The making process of the ornaments in Zaenal Mahmud’s ceramics used patching, molding, carving, notching techniques. The meaning of the ornaments in Zaenal Mahmud’s ceramics contained aesthetic value (beauty), the moral message of simplicity, cleanliness, and social message that togetherness and concern toward the environment. Key terms: Various Types Of Ornaments, Ceramics, Zaenal Mahmud
MATAHARI SEBAGAI SUMBER IDE PEMBUATAN PERHIASAN KALUNG HESTI NAWA RUCI, WENING
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian yaitu untuk menciptakan kalung dengan menggunakan matahari sebagai sumber ide. Penulis mengambil bentuk visual matahari sebagai benda angkasa. Bentuk visual matahari kemudian di deformasi ke dalam bentuk ornamen geometris. Ornamen tersebut diletakkan pada liontin kalung. pembuatan kalung ditujukan untuk wanita usia 17-22 tahun. Kalung yang dibuat termasuk kategori costumed jewelry karena menggunakan bahan nonprescious metal. Penulis menciptakan 20 buah karya kalung dan berharap dapat menciptakan karya kalung yang dapat memperkaya ragam karya kalung Indonesia yang lebih inovatif dan modern. Pembentukan karya terdiri dari beberapa tahap, yaitu (1). Tahap pendesainan, (2) tahap pemilihan bahan, (3) tahap pembentukan. Pada tahap pendesainan, pertama penulis mengubah bentuk visual matahari dengan mendeformasi. Setelah itu, penulis menerapkan bentuk yang sudah dideformasi dengan cara mendeformasi ke dalam desain kalung. Secara umum, kalung terbuat dari logam tembaga, kulit, kayu, rantai, manik-manik dan bulu. Pada tahap pembentukan, penulis membuat ukiran logam menggunakan teknik rancapan, endak-endakan dan ondel. Proses perwujudan karya dimulai dari, (1) ide, (2) Menentukan konsep, (3) membuat desain kalung, (4) persiapan alat dan bahan. (5) membuat ukiran logam, (6) membuat bentuk logam memjadi cembung, (7) Finishing logam, (8) menempelkan logam pada kulit atau kayu, (9) merakit kalung sesuai desain. Setelah proses perwujudan karya selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah melakukan tinjauan karya yang disajikan dalam bentuk deskripsi. Tinjauan karya dilakukan dengan memperhatikan aspek fungsi, bentuk, keserasian dan keindahan karya secara keseluruhan. Karya yang dibuat berjumlah 20 buah. Beberapa diantaranya mengalami perubahan kecil namun tidak merubah konsep dan makna di dalamnya. Berdasarkan hasil penelitian, dalam pembuatan kalung harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain (1) sasaran pemakai seperti jenis kelamin dan usia, (2) bahan yang digunakan, (3) kenyamanan. Eksplorasi bentuk, bahan dan konsep sangat diperlukan untuk memperkaya ragam karya kalung Indonesia yang lebih inovatif dan modern.. Kata kunci : perhiasan, kalung, ornamen, matahari Abstract This research was conducted to create necklaces with of the sun as source idea. The author takes visual sun as sky object. The author changing sun visual to geometric ornament. The ornament used for pendant. It created for woman 17-22 years old. It?s costumed jewelry because used non-precious material. The author created 20 necklace. The author hope can create necklace that can add the type of Indonesian necklace that inovative and modern There are several step of makinh this work, (1) design step, (2) Material step, (3) making step. In design step, the first step is changing sun visual to ornament. After that, the author applying the ornament to necklace design. In general, the necklace made of copper, leather, wood, chain, bead and feathers. In making step, the author make metal carving with rancapan technique, endak-endakan and ondel. Making step process start with (1) Idea, (2) Concept, (3) design, (4) preparing tools and materials, (5) carving metal, (6) ondel technique (7) metal finishing (8) sticking metal with leather, (9) sticking metal with wood. (10) make necklace as design. After making process done, next step is doing overview of work and describe it. Overview pof the work done by observing the function. There are 20 art work. Some of them had minor changes but does not change the concept and meaning inside. Based on research result, the making of necklace must considering some ascpect, (1) consumen, gender, age, (2) material, (3) comfort. Shape exploration, material, and concept is really needed to adding indonesian necklace more innovative dan modern. Key word : jewelry, necklace, ornament, sun
LOGO PERSATUAN SEPAK BOLA SIDOARJO (KAJIAN STRUKTUR DAN MAKNA) FARIZKI AFDILLAH, M.
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembuatan logo Persatuan Sepak Bola Sidoarjo tidak hanya tanda yang berupa kata-kata, tetapi perpaduan antara simbol dan ikon yang mempunyai arti dan makna tersendiri. Dari hasil penelitian ini, ditemukan beberapa subyek yaitu simbol bintang, ikon ikan bandeng dan udang, ikon bola bersinar, ikon pita Persida dan background berbentuk elips. Simbol bintang bermakna Ketuhanan Yang Maha Esa menggambarkan kehidupan berketuhanan atau beragama masyarakat di Sidoarjo. Ikon ikan bandeng dan udang bermakna, bahwa di Sidoarjo adalah daerah industri tambak yang terkenal banyak menghasilkan ikan bandeng dan udang. Ikon bola bersinar bermakna, bangkitnya sepak bola Sidoarjo yang telah bangun dari tidur panjangnya. Seperti matahari terbit dipagi hari. Ikon pita Persida bermakna, suatu yang digunakan untuk mengikat, maka dimaksudkan keinginan untuk mempererat hubungan dengan PSSI dan supporter setia bernama Sada Mania. Background berbentuk elips beroutline hitam berwarna biru bermakna, ketebalan semangat dan kebersamaan tiada henti, warna biru seperti air dipakai karena kota Sidoarjo diapit oleh dua sungai, dan dikenal dengan nama Delta Brantas. Kata Kunci: Logo, Persida Sidoarjo, teori semiotika. Abstract In making the Football Association Sidoarjo logo is not only about a sign in the form of words, but also a combination of symbols and icons that have meaning and significance. From these results, it was found that some subjects star symbols, icons fish and shrimp, glowing ball icon, icon and background Persida ribbonshaped ellipse. Meaningful star symbol on God describes life berketuhanan or religious communities in Sidoarjo. Icon fish and shrimp meaningful, that in Sidoarjo is an area that many well-known farming industry produces fish and shrimp. Icons shine ball significantly, the rise of football Sidoarjo awakened from a long hibernation. As the sun rises in the morning. Persida ribbon icon meaningful, something that used to bind, it meant a desire to strengthen the relationship with the PSSI and loyal supporter named Sada Mania. Ellipse-shaped black background blue outline meaningful, thickness relentless spirit and togetherness, blue as the water used for the town of Sidoarjo flanked by two rivers, and known as Delta Brantas. Keywords: Logo, Persida Sidoarjo, the theory of semiotics

Page 8 of 43 | Total Record : 425