cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
PERANCANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT TENTANG DEMAM BERDARAH DI SURABAYA AKBAR RODHI P, FUAD
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit demam dengue atau yang lebih sering disebut demam berdarah (disingkat DBD) merupakan penyakit yang sudah umum menyerang masyarakat namun berdampak serius bahkan tidak sedikit yang berakhir dengan kematian. Demam dengue atau demam berdarah adalah penyakit virus yang tersebar luas di seluruh dunia terutama di daerah tropis. Di Indonesia penyakit ini pertama kali ditemukan di Surabaya tahun 1986.Surabaya sendiri merupakan kota dengan catatan penderita DBD yang tidak sedikit. Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam pendataan terakhir tahun 2012, terdapat 1.091 kasus DBD dan 6 orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Beberapa program pun dibuat oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan dipublikasikan kepada masyarakat seperti di media cetak ataupun media elektronik. Program-program tersebut dipublikasikan kepada masyarakat Surabaya dalam bentuk ILM (Iklan Layanan Masyarakat) berupa poster, brosur, iklan media massa, billboard dan media cetak lainnya. Sayangnya ILM tidak dibuat dan dirancang khusus oleh seorang desainer grafis dengan desain seadanya tanpa melalui kajian data serta perancangan iklan layanan masyarakat yang benar. Hal tersebut membuat ILM kurang efektif dalam segi pendekatannya kepada masyarakat Surabaya. Tujuan dari Perancangan Iklan Layanan Masyarakat tentang Demam  Berdarah di Surabaya ini adalah agar masyarakat Surabaya sadar terhadap budaya hidup sehat dan terhindar dari penyakit demam berdarah mengingat  penyakit demam berdarah ini adalah penyakit yang berdampak serius dan menyerang masyarakat dari kalangan apapun. Metode yang digunakan dalam perancangan ILM ini adalah dengan mengingatkan kepada masyarakat Surabaya terhadap budaya PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yaitu dengan langkah “3M Plus” yang disajikan secara khusus sesuai dengan karakter masyarakat Surabaya. Hasil dari perancangan ILM tentang demam berdarah ini adalah berupa poster, brosur, iklan media massa, billboard dan stiker. Desain visual dari berbagai macam media tersebut didesain dengan visualisasi yang semenarik mungkin sesuai dengan analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti dan berdasarkan prinsip desain dengan refrensi dari buku-buku serta validasi dari para ahli. Kata kunci : Iklan Layanan Masyarakat, Demam Berdarah Dengue Dengue fever, more often called as DBD, is commonly strike out society and has a serious impact even some ends with death. Dengue fever is a viral disease that is widespread around the world, especially in tropics. In Indonesia, this disease was first discovered in Surabaya of 1986. Surabaya is a town with a huge number of dengue fever patients. Based on medical record of Healthy Department of Surabaya in the least of 2012, those are 1.091 case of dengue fever which is caused 6 people died. There are a lot of program made and published by Healthy Department of Surabaya to the society in printed or electronic media. The programs are published in public service announcements such as poster, brochure, mass media advertising, billboard and other printed media. Unfortunately, public service announcements are not made and designed by a graphic designer. It design was sober, without going through neither the data study or the right design of public service announcements. Those made public service announcement does not effective to reach people attention in Surabaya. The purpose of public service announcements on dengue fever in Surabaya is try to make the people of Surabaya aware to the way of healthy living and prevent from dengue fever considering that it was a serious disease that affects and attack people on various background. The methods that was used in public service announcements design are reminds Surabaya people on mosquito eradication habits on "3MPlus" step. It was presented exclusively in accordance with the character of people in Surabaya. The results of the public service announcements design of dengue fever are form into poster, brochure, mass media advertising, billboard, and sticker. The visual design of those variety media was designed with visualization as attractive as possible based on analysis data which has been carried out by researchers and based on the design principles of book reference and validation of experts. Keywords: Public Service, Dengue Fever
PERANCANGAN SIGN SYSTEM KAWASAN WISATA BESUKI KEDIRI NASIKHUL HALIMI, AKH.
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tempat pariwisata andalan Kabupaten Kediri adalah Kawasan Wisata Besuki. Kawasan wisata ini terletak di Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Pada proses perancangan sign system ini , konsep yang digunakan yakni natural. Hal itu sesuai karena kawasan wisata ini terletak di dalam hutan lindung yang kondisinya masih alami dan terjaga. Visualisasi karya dilakukan dengan tiga tahap perancangan, tahap yang pertama yaitu pembuatan thumbnail, tahap berikutnya yaitu tightissue, setelah dua tahap tersebut dihasilkan Desain final yang akan divalidasi oleh pakar Desain. Data validasi yang dihasilkan akan dijadikan acuan untuk dilakukan revisi Desain untuk menghasilkan final produk. One of main tourism in Kediri is Besuki Tourism Area. It located on Jogo Village Mojo District Kediri Regency. In this sign system design process, the concept was using natural concept. It is suitable because this area is placed in protected forest with natural and preserve condition. Creation visualization have been done by three step design, the first step is thumbnail making, then tightissue. After those two steps resulting a final design, then design expert will validate it. Validation data will be used as reference for design revision to develop final product.
INTENSITAS RUPA: PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL DALAM KELAS LINGUISTIK SASTRA INGGRIS UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA PUTRA IQOMADDIN, FAJAR
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni rupa menentukan seberapa baik komunikasi yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar melalui media pembelajaran visual, termasuk pembelajaran linguistik yakni ilmu mengenai bahasa verbal. Media visual dan ilmu verbal adalah dua fokus yang berbeda (trans-modus), dan membutuhkan intensitas unsur visual yang tepat, mengingat peserta didik sudah terbiasa belajar secara verbal. Demikian pula pada kelas linguistik sastra Inggris angkatan 2010 Universitas Negeri Surabaya, ditemukan media pembelajaran visual yang menyertakan gambar sebagai objek visual pada mata kuliah Psycholinguistics dan Discourse Analysis. Diyakini media visual mampu memberikan dampak positif kepada mahasiswa, meski mahasiswa masih perlu ketangkasan untuk menerjemahkan gambar/unsur visual ke dalam pemahaman yang tepat. Untuk menjelaskan bagaimana penggunaan media visual di pembelajaran lingusitik, perlu mendeskripsikan bagaimana intensitas penggunaan media visual oleh dosen, aspek desain dari gambar yang ditayangkan, respon keaktifan mahasiswa ketika digunakannya media pembelajaran visual.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi dan memahami bagaimana peran serta media visual pada pembelajaran yang menggunakan basis verbal, hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menjadi tolak ukur bagaimana menggunakan unsur rupa dalam media visual dengan intensitas yang tepat pada pembelajaran berbasis bahasa. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melakukan observasi, membagikan angket, dan data dilengkapi dengan melakukan wawancara langsung pada dosen dan mahasiswa yang bersangkutan. Ditemukan, intensitas media visual pada satu semester adalah 2,78% berbanding tatap muka per satu semester. Unsur visual pada mata kuliah psycholinguistics lebih berfungsi untuk memperjelas materi, sedangkan pada mata kuliah Discourse Analysis lebih berfungsi menggambarkan materi yang telah ada. Dari kedua mata kuliah tersebut, seluruh mahasiswa setuju diperlukan adanya media slideshow powerpoint untuk membantu fokus pada materi dan 81,25% menyatakan media visual baik digunakan ketika ada materi yang sulit dipahami secara verbal. Hampir seluruh mahasiswa (93,75%) di kelas linguistik tersebut menyatakan bahwa media pembelajaran visual mampu mempermudah mahasiswa mengingat materi dan memberikan motivasi saat kegiatan belajar-mengajar.Kata Kunci: Intensitas, Unsur Visual, Media Pembelajaran Visual, Kelas Linguistik. Art determine how well the communication used in teaching and learning through visual learning media, including linguistics that is a science about verbal language. Visual and verbal media science are two different focus (trans-mode), and require proper intensity of visual elements, considering the learners are accustomed to learn verbally. Similarly in linguistics classes in English literature class 2010 Surabaya State University, found that visual learning media include an image as a visual object on the course Psycholinguistics and Discourse Analysis. Visual media are believed capable of providing a positive impact to the students, although students will still need dexterity to translate the image / visual elements into the proper understanding. To explain how the use of visual media in teaching linguistics, it is necessary to describe how the intensity of the use of visual media by the lecturer, the design aspects of the image that is shown, the liveliness of the response when the student uses visual learning media.The purpose of this study was to obtain a description and understand how the role of the visual media on learning using verbal basis, the results from this study are expected to be the benchmark of how to use the visual elements in the visual media with the right intensity on language-based learning. This research used qualitative research methods with descriptive approach, by directly making observations, distributing questionnaires, and the data furnished by conducting direct interviews with professors and students. At the half, found the intensity of visual media was 2.78% versus face-to-face by one half. The visual elements on the psycholinguistics course is to clarify the matter, while in the Discourse Analysis is functioned more to describe existing matter. From the both courses, all students agree that media slideshow is neccesary to help them keeping focus on the material and 81.25% said that visual media is good used when there is a material that is difficult to understand verbally. Almost all students (93,75%) in the class linguistic states that thelearning media is able to facilitate the recall of visual learning material and provide motivation when teaching and learning activities is being done.Keywords: Intensity, Visual Elements, Visual Learning Media, Class Linguistics
KARAKTERISTIK KERIS SUMENEP KOLEKSI MOCH. MANSHUR HIDAYAT ERWIN SISWANTO, AHMAD
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keris Sumenep dilestarikan oleh semua kalangan, dari keturunan bangsawan, rakyat biasa, seniman, pedagang keris hingga para kolektor keris di luar pulau Madura seperti Moch. Manshur Hidayat yang sengaja mengoleksi karena keindahan dan keunikan karakteristiknya. Keris Sumenep mempunyai karakteristik terlihat pada kelengkapan perabot yaitu hulu keris Sumenep yang memiliki bentuk dasar silindris ujungnya menyatu pada satu titik membentuk ikal, dan pada warangka keris mempunyai bentuk yang menyerupai bentuk udang, daun dan perahu. Sedangkan bilah keris Sumenep mempunyai gandhik tipis, pejetan yang terlihat dangkal dan datar, serta karakter pamor yang terdapat pada bilah mempunyai tekstur nyata yaitu jika disentuh terasa timbul dan tajam. Kata Kunci: Keris, karakteristik. Keris Sumenep is preserved by all people, from the descendants of nobles, commoners, artists, from the merchant to the collector of keris outside of Madura Island such as Moch. Manshur Hidayat are intentionally collected it because of their beauty and unique characteristics. Keris Sumenep has the characteristics that shown in the completeness furniture is upstream of keris Sumenep which has a cylindrical basic form ends fused at one point to form curls, and the keris's sheath has a shape like shape of the shrimp, the leaves and also a boat. While the blade of keris Sumenep have thin gandhik, pejetan that looks shallow and flat, and pamor characteristic that there on the blade has a real texture, if touched was raised and sharp. Keywords : Keris, characteristic.
PEMBINAAN WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN LAMONGAN MELALUI KETERAMPILAN KERAJINAN SYAIFUDDIN, AHMAD
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan adalah lembaga yang berwenang untuk melakukan pembinanan terhadap warga binaan. Bentuk pembinaan yang dilakukan mencakup pembinaan kepribadian dan kemandirian. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan dalam pembinaan kemandirian adalah pembinaan keterampilan kerajinan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana (1) proses pembinaan keterampilan kerajinan di Lembaga Pemasyarakatan Lamongan?; (2) hasil kegiatan pembinaan keterampilan kerajinan di lembaga pemasyarakatan Lamongan? Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Validasi data menggunakan triangulasi dan informan review. Pembinaan keterampilan kerajinan diikuti oleh warga binaan setelah menempuh 1/3 masa tahanan dan dinyatakan mempunyai sikap baik melalui sidang TPP. Selanjutnya, warga binaan dilatih oleh pembina keterampilan selama 1 minggu dan setelah mahir mereka diperbolehkan membuat dan memodifikasi produk sesuai daya kreativitas warga binaan. Hasil dari pembinaan keterampilan kerajinan meliputi: ukir akar, ukir relief, miniatur kapal berbahan dasar kayu, miniatur kapal berbahan dasar koran, sangkar burung, kaca hias, miniatur delman, miniatur sepeda berbahan dasar koran, miniatur mobil, vas bunga, dan replika bonsai berbahan dasar koran. Kata Kunci: lembaga pemasyarakatan, pembinaan, keterampilan kerajinan, warga binaan. Penitentiary is an institution which has authority to conduct cultivation for convicts. The cultivation forms which were done include personality and independence cultivation. One of the independence cultivation activities is the cultivation of craft skill. This study aimed (1) to identify and describe the cultivation process of craft skill in Lamongan Penitentiary, (2) to identify and describe the result of craft skill cultivation activity in Lamongan penitentiary. This type of research methodology which was used in this research was descriptive qualitative. Data collection technique used observation, interview and document. Data analysis was done by using three flow analysis activities which enable the data become meaningful in which called data reduction, data display and conclusion. Validation data used triangulation and informant review. The cultivation of craft skill is followed by convicts after they passed one-third of detention and they were perceived having a good attitude through TPP assembly. Henceforth, the convicts would be trained by skill supervisors for 1 week. After they are skilled, they were permitted to make and modify products which are appropriate with the convicts’ creativity. The results of craft skill cultivation included: root carving, boats miniature made of wood, boats miniature made of paper, bird cage, ornamental glass, gig miniature, bicycle miniature made of wood, bicycle miniature made of newspaper, flower vas and bonsai replica made of newspaper. Key words: penitentiary, cultivation, craft skill, convicts.
PENGARUH TUNJANGAN PROFESI GURU TERHADAP KINERJA GURU SENI BUDAYA SMP DI KABUPATEN TRENGGALEK FIRLY ANORAGA, PRADANA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tunjangan Profesi Guru merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka perbaikan kualitas pendidikan nasional. Melalui pemberian Tunjangan Profesi Guru, diharapkan para Guru memiliki kesempatan yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas, kompetensi, dan kinerjanya termasuk diantaranya adalah Guru seni budaya SMP di Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan Latar belakang penelitian, Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Adakah pengaruh Tunjangan Profesi Guru terhadap kinerja Guru seni budaya SMP di kabupaten Trenggalek? (2) Adakah perbedaan nilai kinerja Guru seni budaya SMP di Kabupaten Trenggalek Sebelum menerima Tunjangan dengan Sesudah menerima Tunjangan Profesi Guru? Dalam penelitian ini dipilih metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental dan bentuk penelitian one-shot case study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh yang kuat antara pemberian Tunjangan Profesi Guru dengan kinerja Guru seni budaya SMP di Kabupaten Trenggalek sebesar 49% (2) Terdapat Perbedaan nilai kinerja Guru seni budaya SMP di Kabupaten Trenggalek antara sebelum dan sesudah menerima Tunjangan Profesi Guru dengan nilai t hitung sebesar -7,88. Adapun rata-rata nilai peningkatan kinerja Guru seni budaya SMP di Kabupaten Trenggalek sebesar 110 poin sebelum menerima Tunjangan Profesi Guru, menjadi 117 poin sesudah menerima Tunjangan Profesi Guru. Jika dipersentasekan, nilai kinerja Guru naik 6,36% setelah menerima Tunjangan Profesi Guru. Kata Kunci: Pengaruh, Tunjangan Profesi Guru, Kinerja Guru. Teacher profession subsidy is one of the government programs which used to improve the quality of national education. By giving teacher profession subsidy the government expect that teachers have a greater opportunity to improve their quality, competence, and performance, including junior high school arts education teacher in Trenggalek District.Based on the research background, so the questions are; (1) Are there any effect by giving teacher profession subsidy for arts and cultures junior high school teacher performance in Trenggalek District? (2) Are there any difference on the performance value of arts and cultures junior high school teacher in Trenggalek District before and after receiving the teacher profession subsidy?Quantitative research is choosen as the research methodology, with pre-experimental research design and one-shot case study as the research form. The result of this research showed that (1) There is a big effect by giving teacher profession subsidy with the performance of junior high school arts education teacher in Trenggalek district is amount of 49%. (2) There is a difference on the performance value of junior high school arts education teacher before and after receiving teacher profession subsidy with t value in amount of -7.88. Before receiving subsidy, the average value of junior high school arts education teacher performance is 110 point and then increases 117 point after receiving teacher profession subsidy. Those, teacher performance increases 6.36% after receiving teacher profession subsidy. Keywords: Effect, Teacher Profession Subsidy, Teacher Performance.
GAMBAR ILUSTRASI BUKU KUMPULAN CERPEN RECTOVERO (KAJIAN STRUKTUR DAN MAKNA) MARLITASARI, TRIA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari sekian banyak buku cerita seperti novel atau kumpulan cerpen, buku yang berjudul Rectoverso karya Dewi „dee? Lestari ini adalah salah satu karya dalam bentuk seni tulisan, kata, visual serta suara. Buku ini menghadirkan sebelas kumpulan cerita pendek dengan dilengkapi gambar ilustrasi di setiap ceritanya serta lagu yang mendukung masing-masing cerita tersebut. Bila dikaji dari teori semiotika, gambar ilustrasi dalam buku berjudul Rectoverso ini pasti memiliki tanda sebagai arti dari cerita atau teks tersebut. Membedah pemaknaan dari setiap gambar ilustrasi ini dikaji dari segi struktur dan semiotika menggunakan teori petanda dan penanda dari Ferdinand de Saussure. Bagi Saussure, tanda terbagi menjadi dua yaitu penanda dan petanda. Penanda adalah sebuah citra tanda, seperti yang dipersepsikan, tulisan di atas kertas atau suara di udara. Sedangkan penanda adalah konsep mental yang diucapkan petanda. Fokus penelitian ini terdapat pada tanda dalam setiap gambar ilustrasi sebagai objeknya dan mengartikan makna dibalik tanda-tanda tersebut, sehingga menghasilkan data yang deskriptif. Hasil dari pembahasan adalah, buku kumpulan cerpen Rectoverso ini memiliki tiga puluh tiga gambar ilustrasi dengan dua teknik yang berbeda yaitu teknik arsir dan teknik fotografi. Keseluruhan gambar ilustrasi dalam buku kumpulan cerpen Rectoverso ini memiliki sebuah kesamaan yaitu menampilkan gambar ilustrasi yang sederhana yang terlihat dari goresan teknik arsirnya dan juga pengambilan foto pada teknik fotografinya seperti tekning panning, bulb, zooming dan freezing. Kata Kunci : Ilustrasi, Rectoverso, Semiotika From all kind a novels or short stories, Rectoverso written by Dewi „dee? Lestari is one kind of story, not only words but also illustrated and completed music. This book has eleven short stories it is illustrated in song also each of the story. Analizing from the semiotics theory, the illustration drawing must have sign that has meaning related into the text. To Saussure, sign is dived into signified and signifier. Signified is image of the sign, like it was percepted. Signifier is the mental concept that is said in signified. The research focused on the sign each of the drawing and described the meaning behind the sign. The result of this research is deskriptive data. The Rectoverso book has thirty three illustration using two kinds of technique which were hatching and photography. All illustration have the same in drawing the sketches were simple. The photography was used panning, bulb, zooming, and freezing technique. Keyword : Illustration, Rectoverso, Semiotics
PENGEMBANGAN DESAIN RAGAM HIAS PADA JARAN KEPANG DI SANGGAR KESENIAN JARANAN “WAHYU AGUNG BUDOYO” DESA GAMPENG KABUPATEN KEDIRI WICAKSONO, SONI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian yaitu Jaran kepang milik sanggar kesenian jaranan “Wahyu Agung Budoyo” perlu adanya pengembangan motif ragam hiasnya, dikarenakan pada jaran kepang di sanggar tersebut jika dilihat dari segi visual, ragam hias yang digunakan sangat sederhana dan kurang menarik, serta dengan semakin majunya zaman dan semakin banyaknya sanggar kesenian jaranan baru yang bermunculan, maka dari itu perlu adanya inovasi dan kreativitas melalui desain-desain ragam hias baru yang lebih menarik pada pengembangan ragam hias yang terdapat pada jaran kepang dengan tidak meninggalkan ciri khas Kediri. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan ragam hias jaran kepang pada sanggar kesenian jaranan “Wahyu Agung Budoyo sebelum mengalami pengembangan, proses pengembangan ragam hias pada jaran kepang dan jaran kepang setelah mengalami pengembangan ragam hias dengan sumber ide ragam hias yang terdapat pada relief candi Surowono dan candi Tegowangi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan studi literatur, teknik pengamatan atau observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah Data reduction (reduksi data), Data display (Penyajian data) dan Mengambil kesimpulan serta validasi data. Pada proses pengembangan ragam hias sumber ide yang digunakan yaitu ragam hias yang terdapat pada relief candi Surowono dan Candi Tegowangi. Kedua candi ini dipilih sebagai sumber ide karena merupakan candi yang ada di kabupaten Kediri yang sarat akan sejarah dan filosofi berdirinya kerajaan Kediri. Visualisasi karya dilakukan dengan empat tahap, tahap yang pertama yaitu pembuatan anyaman jaran kepang, tahap berikutnya yaitu desain awal, setelah dua tahap tersebut desain awal akan divalidasi oleh validator yang bergelut di bidang kesenian jaranan dan pembuatan jaran kepang. Data validasi yang dihasilkan akan dijadikan acuan untuk dilakukan revisi desain untuk menghasilkan desain final yang selanjutnya yaitu pengaplikasian desain final ke anyaman jaran kepang dan yang terakhir validasi produk.Pengembangan ragam hias ini menghasilkan 4 jaran kepang, 2 jaran kepang berwarna hitam dan 2 jaran kepang berwarna putih. Kata Kunci: pengembangan, ragam hias, jaran kepang The background of this study is that the Jaran Kepang belongs to “Wahyu Agung Budoyo” jaranan art studio located in Kediri is simple in motif and visually not attractive. Whereas, nowadays, there are many jaranan art studios in Indonesia offer more modern motif. It is necessary to develop innovative both creative design in motif so that they can compete with others, without leaving the cultural heritage of Kediri.The aim of this study is to describe jaran kepang motif in “Wahyu Agung Budoyo” jaranan art studio before, at moment, and after having developmental design in motif. The motif that has been used influenced by relief of Surowono and Tegowangi Temple?s wall. Data collection technique used in this study is study of literature, observation, interview, and documentation. Data reduction, data display, determining conclusion, and validation had been used as data analysis.Relief exsisted in the wall of Surowono and Tegowangi Temple affected in the making Pengembangan Ragam Hias pada Jaran Kepang 151 progress of this motif. The reason of choosing these two temples were because they had historical and philosophical side related to the establishment of Kediri Kingdom. Four step art visualizations used in this study. They were doing the jaran kepang plaiting, making the core that has been validated by someone who is expert in jaran kepang art design to determine the final design, and the last, applying final design to the plait and then product validated.This motif development produced 4 jaran kepang. They were two jaran kepang in black and the rest were in white. Key Words: development, motif, jaran kepang
PERANCANGAN COMPANY PROFILE SMK YASMU MANYAR GRESIK RIZKY HAKIKI, ILMI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK Yasmu Manyar Gresik mempunyai luas lahan 1 Ha dan luas bangunan 1800 m² yang bertempat di Jln. Kyai Sahlan I No. 24, Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik perlu adanya media yang dapat membantu mempromosikan salah satunya Company profile sebagai salah satu media promosi perusahaan. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui beberapa cara yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber primer, sumber data sekunder, dan sumber data tambahan. Teknik analisis data yang digunakan adalah: analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, treath) dan USP (unique selling propotition). Bentuk perancangan desain grafis Company profile SMK Yasmu Manyar Gresik dibuat dengan tema, ”the green school of yasmu”. Visualisasi karya desain grafis ini diolah menggunakan media computer grafis, menampilkan konsep dan visualisasi yang efektif. Kata Kunci : Company Profile, SMK, Kualitatif SMK Yasmu Manyar Gresik, founded by the community and the citizens Manyar pioneered by MualliminMuallimat Education Foundation in Manyar Gresik, 1999. On March 16, SMK Yasmu Manyar Gresik has a land area of 1 ha and building 1800 m² located in Jln. Kyai Sahlan I No. 24 Manyarejo Village, District Manyar, Gresik. The need for media that can help promote one company profile as one of the promotional media companies. The technique used is qualitative descriptive through several methods such as interviews, observation, and documentation. Source of data used consists of primary sources, secondary data sources, and sources of additional data. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used are: SWOT (strength, weakness, opportunity, treath) and USP (unique selling propotition). Shape design graphic design company profile SMK Yasmu Manyar Gresik made with the theme, "the green school of yasmu". Visualization graphic design work is processed using computer graphics media, display and visualization concept effective. Keyword : Company Profile, SMK, Qualitative
ORIENTASI JALUR SELEKSI MASUK PERGURUAN TINGGI TERHADAP PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA ANGKATAN 2012 - 2014 JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA DINARTI, FITRI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Perbedaan jenis jalur seleksi merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, mahasiswa jalur bidik misi mempunyai prestasi belajar yang paling baik dibandingkan mahasiswa jalur SNMPTN, SBMPTN dan SPMB. Mahasiswa jalur bidik misi memperoleh rata-rata nilai dan IPK paling tinggi mencapai (3,58). Rata-rata nilai IPK tertinggi kedua dicapai oleh mahasiswa dari jalur SBMPTN dengan pencapaian nilai IPK rata-rata (3,51), yang ketiga dicapai oleh mahasiswa dari jalur SNMPTN dengan pencapaian rata-rata nilai IPK (3,48). Mahasiswa dari jalur SPMB meraih prestasi belajar yang paling rendah dengan pencapaian IPK rata-rata (3,41). Semakin baik mekanisme seleksi semakin baik pula kualitas inputnya.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kata Kunci: Prestasi Belajar, Jalur Seleksi, OrientasiAn academic achievement is influenced by two factors, i.e. internal and external factors. The different type of the selection program is one of the external factors which influence the academic achievement. Based on the research, the students who are from Bidik Misi program had the best academic achievement than the other students from SNMPTN, SBMPTN and SPMB program. The students who are from Bidik Misi program had obtained the average score and the highest GPA with score 3.58. The average score of the second highest GPA was obtained by the students from SBMPTN program with score 3.51. The third one was obtained by the students from SNMPTN program with average GPA of 3.48. The students from SPMB had obtained the lowest score of academic achievement with GPA of 3.41. The better mechanism of selection program would make the better quality of the input. Furthermore, in this study, the researcher used a descriptive method with qualitative approach.Keywords: Achievement, Lane Selection, Orientation

Page 9 of 43 | Total Record : 425