cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
PAKAIAN SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI KERAMIK HALIMATUS SADIYYAH, LAILA
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni telah berkembang dengan kreativitas yang sangat luar biasa.Sesuatu yang sederhana sekalipun, jika berkesan bagi seseorang bisa menjadi sumber ide yang bisa diungkap menjadi gagasan yang besar untuk menghasilkan karya yang besar pula.Sumber ide karya seni bisa didapat dari sesuatu yang sederhana danberada di sekitar kita atau sebaliknya yaitu, dari peristiwa yang fenomenal di masyarakat, asalkan berkesan bagi seniman, tema tersebut siap diangkat untuk menjadi karya seni. Penulis menerapkan pakaian menjadi karya seni keramik, dengan mengesplorasi karakteristik, bentuk pakaian, macam-macam kain, dan drapery kain, sebagai lambang kasih sayang orang tua yang tidak lekang sepanjang zaman. Pengertian karya seni keramik adalah karya yang terbuat dari tanah liat, yang diproses melalui tahapan, pengolahan bahan, pembentukan, dan proses pembakaran. Penulis menciptakan karya seni keramik yang bertujuan untuk mengekspresikan perasaan isi hati penulis yang penulis rasakan sebagai seorang anak dalam memaknai hubungan dengan orang tua berkaitan dengan pakaian. Dalam proses perwujudan karya seni keramik ini, penulis menggunakan metode penciptaan dari teori kreativitas. Berdasarkan teori Graham Walls yang menyatakan ada empat tahap dalam proses kreatif, yaitu; tahap persiapan(preparation), tahap pengeraman (incubation), tahap munculnya ilham (illumination), dan tahap pengujian (verivication).Pakaian memiliki karakteristik bentuk yang menarik, yang terdiri dari; garis leher,kerah, lengan, manset, saku, dan belahan. Dalam proses penciptaan ini, teknik yang digunakan yaitu teknik lempengan (slab), teknik pijit (pinch), dan teknik pilin (coil) dengan menggunakan tanah stoneware (tanah Bantur, Malang Selatan), serta mengunakan glasir berwarna biru dan hitam, dengan pembakaran suhu 1000oC. Penciptaan karya seni keramik ini, menghasilkan 11 judul karya seni keramik, dan disajikan berupa deskripsi dan display.Kata kunci: Seni, Keramik, Pakaian.
AKAR TUMBUHAN SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI KERAMIK JAO SUKNA, JEAN; ARIEF, MUCHLIS
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari skripsi penciptaan karya seni keramik ini berawal dari pengalaman penulis ketika melihat objek akar tumbuhan, yang pada saat itu penulis melihat bahwa akar tumbuhan memliki bentuk yang sangat artistik untuk dijadikan suatu karya seni. Selain itu jika dicermati lebih dalam akar tumbuhan memiliki sifat dan tugas yang berhubungan dengan problematika kehidupan di lingkungan penulis. Makna tersebut seperti, akar adalah bagian tumbuhan yang memiliki tugas untuk mencari makanan untuk tumbuhan akan tetapi akar tidak pernah menampakkan dirinya ke atas permukaan, hal ini mirip dengan sifat kerendahan hati yang dimiliki oleh manusia. Dari sinilah penulis merasa perlu untuk mewujudkan karya bertemakan akar tumbuhan yang terkait dengan lingkungan masyarakat penulis. Adapun tujuannya adalah untuk menciptakan karya keramik yang memiliki konsep akar tumbuhan dan membuat karya keramik melalui proses mulai dari pemilihan sketsa, bahan, teknik pembuatan, pengeringan, pembakaran sampai penyajian yang memiliki makna terhadap kehidupan manusia. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penciptaan skripsi karya. Adapun langkah-langkahnya adalah pemanfaatan sumber data (emik dan etik), proses kreasi artistik (eksperimen, perenungan, pembentukan karya), dan verifikasi (penyajian karya). Dari langkah-langkah penciptaan seni keramik ini terciptalah 7 karya yang berbentuk 2 dimensi dan 3 dimensi. Karya keramik dibakar sampai dengan suhu 1000°c dan menggunakan glasir berwarna hijau, coklat dan merah. Adapun bahan yang digunakan dalam pembuatan karya adalah tanah liat yang berasal dari Bantur, Malang selatan yang akan dicampur dengan kaolin, kwarsa, dan feldspar. Sedangkan teknik dalam pembuatan karya menggunakan teknik coil, slab, dan pinch.Kata Kunci: Seni, Keramik, Akar Tumbuhan
PERANCANGAN FLAP BOOK TENTANG TATA KRAMA MASYARAKAT JAWA UNTUK ANAK USIA PRASEKOLAH MAGHFIROTUS H, NANDA; CAHYO KUSUMANDYOKO, TRI
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Flap Book dan boneka tangan ini diawali dengan mencari informasi mengenai perkembangan anak dan tata krama masyarakat Jawa melalui berbagai sumber yakin wawancara, buku, dan artikel. Selain itu mencari informasi mengenai buku cerita anak dari berbagai sumber pula. Informasi yang terkumpul kemudian dipilah melalui proses analisis existing dan 5 W 1 H. Hasil analisis kemudian digunakan sebagai strategi perancangan desain yang meliputi tema, desain karakter yang lucu, layout yang sederhana, pewarnaan yang cerah, penggunaan batik sebagai icon Indonesia, latar tempat yang sederhana sesuai dengan tempat tinggal Indonesia khususnya di Jawa. Proses tersebut dibuat dengan menggunakan software Adobe Photoshop dan menggunakan pen tablet. Setelah selesai, maka tahap selanjutnya adalah proses penyajian berupa penjilidan buku. Proses yang kedua adalah membuat boneka tangan sebagai dari bagian Flap Book yang dapat berfungsi untuk memvisualisasikan isi cerita lebih menyenangkan dengan bermain peran bersama anak, adapun tahap dalam proses pembuatannya adalah dengan membuat pola boneka yang sudah ditentukan dengan menggunakan software Adobe Illustrator, kemudian di cetak dan digunting, pola yang sudah d gunting kemudian di mal pada kain flannel, dan tahap yang terakhir di jahit. Buku dan boneka tangan di validasi terlebih dahulu untuk menilai kelayakkan buku dan boneka terkait dengan materi dan desain sebelum dipublikasikan. Hasil skor penilaian produk berupa Flap Book dan Boneka tangan tersebut mendapatkan nilai 92 untuk materi dari Flap book dan boneka tangan, dan skor nilai untuk desain dari Flap book adalah 85. Selain produk berupa Flap book dan boneka tangan, terdapat media pendukung untuk promosi, adapun media tersebut berupa poster yang dicetak dengan ukuran A2 dan untuk di upload di media sosial yaitu instagram, gantungan kunci, stiker, dan botol minuman.Kata Kunci : Flap Book, Tata krama, Tata krama masyarakat Jawa, Anak Prasekolah, Boneka tangan.
BATIK MOTIF LOH BANDENG DI SANGGAR RUMPAKA MULYA WRINGINANOM HASBI ASH SIDDIQI, MUHAMMAD; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang budaya membatik di kabupaten Gresik. batik motif Loh Bandeng diciptakan untuk dijadikan ikon kerajinan di Gresik karena kabupaten Gresik tidak mempunyai batik motif khas sendiri dan pada awal mulanya di kenalkan oleh Anang Syamsul Arifin yang juga seorang perajin batik yang berinisiatif membuat batik khusus kabupaten Gresik untuk tetap menjaga dan melestarikan kerajinan batik di Gresik untuk mengenalkan potensi alam dan menganalkan budaya membatik yang ada di Gresik sampai sekarang.Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dan di uraikan secara Deskriptif.Proses pengumpulan data penelitian dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan validasi data melalui informan review. Sedangkan teknik analisis data dalam bentuk reduksi dan penyajian data.Penciptaan motif Loh Bandeng di Sanggar Rumpaka Mulya memiliki latar belakang sejarah bahwa kabupaten Gresik pernah menjiplak batik buatan dari perajin Madura yaitu batik motif Sisik Bandeng yang di klaim oleh pemerintah kabupaten Gresik sebagai batik Khas kota Gresik dan karena kurangnya pengetahuan masyarakat Gresik tentang Budaya dan kerajinan batik maka Anang Syamsul Arifin berinisiatif membuatkan batik untuk kota Gresik sebagai media pengenalan budaya membatik kepada masyarkat kabupaten Gresik.Keunggulan batik Loh Bandeng yang dibuat ini adalah menggunakan bahan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan tujuannya untuk memanfaatkan potensi alam sekitar yang ada di kabupaten Gresik seperti buah kesumba yang menghasilkan warna merah.Karakteristik yang terlihat dari Desain motifnya dalam bentuk figur ikan Bandeng yang digambarkan dengan sisiknya yang menonjol berjajar setengah badan dengan tatanan asimetris tanpa dideformasi dengan Proses pewarnaan menggunakan tektnik colet atau kuas untuk menghasilkan warna gradasi dari bahan pewarna alami yang menjadi ciri khas pewarnaan batik Loh Bandeng di Sanggar Rumpaka Mulya kecamatan Wringinanom kabupaten Gresik.Kata Kunci: Batik Loh Bandeng,Sanggar batik Rumpaka Mulya,Latar Belakang,perwujudan motif dan karakteristik
PERANCANGAN POP UP “HUTAN YANG HILANG” SEBAGAI PENGENALAN HUTAN TROPIS UNTUK ANAK USIA 7-9 TAHUN SHIDQIA ALQONITAH, AULIA; SURYA PATRIA, ASIDIGISIANTI
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan tropis merupakan hutan yang berada di wilayah katulistiwa seperti di Indonesia ini. Saat ini hutan mengalami kerusakan dan semakin berkurang di bumi diakibatkan ulah manusia yang kurang peduli akan lingkungan disekitarnya dan beberapa bencana alam yang telah ditimbulkan. Langkah alternatif dalam mengenalkan anak-anak pada hutan tropis perlu adanya media yang edukatif dan menarik bagi anak untuk mengenal hutan tropis. Media yang dipilih adalah pop up peepshow, pop up peepshow adalah buku yang tersusun dari Lapisan-lapisan gambar dan mempunyai informasi berupa cerita di sampingnya. Perancangan Pop Up ini diawali dengan mencari informasi mengenai Hutan Tropis dari berbagai sumber, seperti buku, artikel dan gambar. Informasi yang telah terkumpul dipilah melalui proses analisis existing dan 5 W 1 H. Hasil analisis selanjutnya digunakan sebagai strategi perancangan desain meliputi tema, yaitu membuat bacaan interaktif yang dapat membuat anak aktif membaca, sehingga konsep yang meliputi penataan layout, tipografi, dan pewarnaan dibuat menarik serta gaya yang diwujudkan dalam buku seperti latar, dan karakter dibuat lebih sederhana. Proses visualisasi desain menggunakan cara manual di kertas gambar dan diwarna menggunakan pensil warna, untuk proses finishing menggunakan Adope Photoshop CS6 dan corel draw X7. Terakhir adalah penyajian, yaitu proses perakitan dan penjilidan buku. Sebagai pendukung dalam meningkatkan promosi buku, media yang dipilih yaitu, poster, X-benner, merchandise yang berupa stiker, gantungan kunci, dan botol. Pop up penenalan hutan tropis ini dapat dijadikan media pembelajaran yang efektif bagi anak.Kata Kunci : Hutan tropis, kerusakan hutan, media edukatif.
KAJIAN MOTIF DAN MAKNA BATIK PAMILUTO CEPLOKAN LATIFAH, YUNI; , MUHAJIR
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik motif Pamiluto Ceplokan adalah salah satu ikon terbaru dari Kota Gresik yang kurang diketahui oleh masyarakat dan memiliki hak paten. Batik ini memiliki ke?khas?an yang terletak pada motifnya karena hasil penggabungan dari berbagai aspek serta makna yang terbentuk dari potensi wilayah dan kebudayaan lokal. Didasarkan pada rasa ingin tahu lebih dalam mengenai batik motif Pamiluto Ceplokan maka penelitian ini dilakukan dengan rumusan masalah: 1) Bagaimana awal mula keberadaan batik motif Pamiluto Ceplokan? 2) Bagaimana perwujudan batik motif Pamiluto Ceplokan? 3) Bagaimana makna batik motif Pamiluto Ceplokan?. Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui dan mendiskripsikan awal mula keberadaan batik motif Pamiluto Ceplokan. 2) Untuk mengetahui dan mendiskripsikan perwujudan batik motif Pamiluto Ceplokan. 3) Untuk mengetahui dan mendiskripsikan makna batik motif Pamiluto Ceplokan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi yang diperoleh saat penelitian, serta ditambah dengan teori dari buku. Untuk memperoleh data yang valid dilakukan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa batik motif Pamiluto Ceplokan berawal dari kegiatan lomba desain batik khas gresik yang menghasilkan beberapa motif diantaranya ikan Bandeng, Pudak, Damar Kurung, dan Rusa Bawean. Hasil dari lomba desain batik khas Gresik diambil alih oleh pihak Dekranasda yang dijadikan batik khas Gresik melalui pertimbangan, penyempurnaan, serta beberapa kali revisi. Perwujudan batik motif Pamiluto Ceplokan terdiri dari 12 unsur motif utama yaitu Gapura Sunan Giri, Burung Walet, Damar Kurung, Gapura Pemda, Gedung Industri, Rusa Bawean, Kapal Rakyat, Udang, Pudak, Ikan Bandeng, Kepiting, dan motif Tambal. Motif tambahan berupa Lung-lungan, Blarak sak imit, dan Bunga. Sedangkan Isen-isen seperti batik pada umumnya: Cecek, Sisik Melik, Mata Gareng, Bintang, dan Galaran. Makna batik motif Pamiluto Ceplokan dapat dilihat dari kata ?pulut? yang berarti perekat atau menimbulkan daya tarik dan mengandung rasa kebanggaan terhadap budaya lokal serta harapan-harapan disetiap motifnya.Kata Kunci: Batik, Pamiluto Ceplokan, perwujudan, makna
MOTIF DI “BATIK BAYU MUKTI” KABUPATEN NGANJUK ARININGTYAS, RETNO; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Bayu Mukti berdiri pada tahun 2012 didirikan oleh bapak Bayu beserta istrinya ibu Ristiani yang bermula dari ketertarikan mempelajari membuat batik tulis. Kemudian mengikuti UKM di Kabupaten Nganjuk, Merupakan home industry yang sudah banyak memproduksi motif khas daerah sampai saat ini. Rumusan masalah penelitian meliputi : 1) Bagaimana Konsep Motif di ?Batik Bayu Mukti? Kabupaten Nganjuk?. 2) Bagaimana Perwujudan Motif di ?Batik Bayu Mukti? Kabupaten Nganjuk?. Adapun Tujuannya 1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan konsep Motif di ?Batik Bayu Mukti? Kabupaten Nganjuk. 2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan perwujudan Motif di ?Batik Bayu Mukti?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dengan pemilik dilengkapi dengan studi kepustakaan serta dokumentasi yang diperoleh saat penelitian untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data. Sumber data yang diperoleh dari hasil wawancara dicocokkan dengan cara peneliti menanyakan kembali dengan pertanyaan yang sama kepada sumber yang berbeda. Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan melalui analisis data. Maka peneliti menyimpulkan bahwa pembuatan motif pada dasarnya terinspirasi dari bentuk flora, fauna, figur manusia, dan lingkungan alam seperti daun pisang, daun jati, pohon bambu, bawang merah, daun bawang merah, bunga teratai, bebek, pohon mangga, padi, daun trubus. Berdasarkan hasil observasi terdapat 12 motif yang dibuat dengan mengambil konsep dari potensi wilayah yang ada di Nganjuk seperti obyek wisata, prasasti Anjuk Ladang, hasil bumi dan kebudayaan, diantaranya Motif Stupa Bambu, Stupa Buah Naga, Pohon Wijaya Kusuma, Trubus (ron semi, Bawang Merah, Trimuka, Roro Kuning, Tari Salepuk, Panorama Alam Bumi Anjuk Ladang, Air Terjun Sedudo, Candi Lor dan Sekar Teratai. Perwujudan yang di buat mempunyai makna tersendiri.Kata Kunci: Motif di Batik Bayu Mukti, Konsep, Perwujudan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA POKOK BAHASAN KRITIK KARYA SENI RUPA SISWA KELAS X SMA NEGERI NGORO TAHUN PELAJARAN 2018/2019 RODLIYAH, ANITA; , MUHAJIR
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi kritik karya seni berbeda dengan materi seni rupa lainnya yang didominasi praktik, materi ini mengharuskan siswa menggunakan kemampuan berpikirnya. Hal tersebut sesuai dengan konsep discovery yang bertujuan untuk menemukan pengertian, ciri-ciri, perbedaan dan persamaan. Penelitian deskriptif kualitatif terkait penerapan model pembelajaran discovery pada pokok bahasan kritik karya seni rupa ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran discovery pada materi kritik karya seni rupa (2) Mendeskripsikan efektivitas penerapan model pembelajaran discovery di SMA Negeri Ngoro (3) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penerapan model pembelajaran discovery di SMA Negeri Ngoro. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data yakni observasi partisipan tipe pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti (catatan lapangan) dan lembar wawancara. Dalam penelitian ini data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi atau kesimpulan. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery tidak efektif diterapkan pada materi kritik seni rupa di kelas X-IPS 3, hal tersebut dikarenakan adanya penghambat seperti kompleksitas materi, kemampuan berpikir yang tidak merata, cara belajar siswa yang cenderung konvensional, serta rasa ingin tahu dan minat baca yang rendah. Dari 31 siswa, hanya12 siswa yang mampu memperoleh nilai di atas KKM, sedangkan 19 siswa lainnya meperoleh nilai di bawah KKM. Saran bagi tenaga pendidik dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan model pembelajaran yang akan diterapkan sehingga faktor penghambat dapat diminimalisir.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Discovery Learning, Kritik Karya Seni Rupa.
PERANCANGAN CORPORATE IDENTITY BATIK TULIS TENGGERAN KOTA PROBOLINGGO PARAMITA, YUNDA; CAHYO KUSUMANDYOKO, TRI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini dilatarbelakangi oleh Batik Tulis Tenggeran Kota Probolinggo yang merupakansalah satu tempat produksi batik tulis dengan motif khas kota Probolinggo. Dikelola oleh Ibu Sawali,Batik Tulis Tenggeran ini memiliki kualitas yang bagus dengan motif batik yang indah. Tempat inimerupakan salah satu tujuan para wisatawan mancanegara apabila berkunjung ke Probolinggo setiapbulannya. Batik Tulis Tenggeran mempunyai identitas visual berupa logo dan beberapa media promosi,namun media promosi yang ada kurang efektif untuk menarik minat masyarakat terhadap Batik TulisTenggeran. Selain itu, identitas adalah bagian terpenting dalam suatu perusahaan, sedangkan identitas dariperusahaan ini belum menunjukkan karakter dari Batik Tulis Tenggeran itu sendiri. Strategi khusus yangharus dimiliki oleh perusahaan ini adalah meningkatkan citra atau image yang meliputi keunggulanproduk batik yang ditawarkan kepada konsumen. Maka dengan demikian penulis membuat rancangancorporate identity untuk memperkenalkan identitas visual secara lebih baik kepada konsumen sertamembuat identitas tersebut menjadi lebih mudah diingat. Perancangan ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif desain yang terdiri dari beberapa proses diantaranya pengumpulan data, analisisexisting, SWOT, penentuan USP, dan Positioning. Perancangan ini juga meliputi pembuatan logo yangdibuat sesuai dengan karakter dan ikon dari Batik Tulis Tenggeran, dimulai dengan penentuan simbolatau ikon yang disederhanakan lalu pemilihan tipografi dan warna. Setelah logo selesai dibuat makakemudian diaplikasian terhadap beberapa media yang dibutuhkan seperti stationary, promotion tools,sosial media, dan signage. Kemudian membuat pedoman identitas visual guna mempermudah informasipenggunaan dan penerapan logo pada berbagai media dengan benar, dilanjutkan dengan validasi, prosesrevisi, dan final.Kata Kunci: Corporate Identity, Logo, stationary, promotion tools, sosial media, signage, Batik,Identitas Visual.
BATIK MOTIF “PECEL” DI GALERI MURNI KOTA MADIUN FATIKA SARI, CINDI; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Madiun terdapat 3 perajin batik yang terkenal salah satunya adalah Sri Murniati. Dialahpendiri Galeri Batik Murni yang merupakan home industry pertama kali membuat batik Pecel. Rumusanmasalah penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana awal mula terbentuknya Batik Motif ?Pecel? di GaleriMurni? Kota Madiun?, (2) Bagaimana karakteristik Batik Motif ?Pecel? di Galeri Murni? Kota Madiun?.Adapun tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) Mengetahui dan mendeskripsikan awal mula terbentuknyaBatik Motif ?Pecel? di Galeri Murni Kota Madiun, (2) Mengetahui dan mendeskripsikan karakteristikBatik Motif ?Pecel? di Galeri Murni Kota Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan datadilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untukmendapatkan data secara valid dilakukan triangulasi data. Berdasarkan observasi bermula dari pelatihanmembatik di Panti PKK Tahun 2010 Sri Murniati mulai belajar membatik dan mendalaminya sehinggamemutuskan untuk menimba ilmu di Solo dan Yogyakarta selama satu tahun. Setelah itu mendirikanrumah produksi Batik ?Galeri Batik Murni? pada 25 Oktober 2011 dan memproduksi batik yang memilikinilai jual serta karakteristik yang tidak dimiliki oleh batik lain. Sehingga, mengangkat Pecel sebagaimotifnya. Jenis Batik motif Pecel diantaranya : Pecel kombinasi Kawung, Pecel Pincuk kombinasi Parang, PecelKomplit kombinasi Parang, Pecel Daun Ketela kombinasi Kawung, Pecel Sayuran kombinasi Parang danKotak-Kotak, Pecel Komplit, Pecel Gunungan, Pecel kombinasi Daun Pisang, Pecel Godhong Kates danPecel Kembang Turi. Memilih lingkungan alam yang menjadi ikon kota Madiun dalam pembuatan desainbatik Pecel Madiun. Isen-isen yang sering digunakan berupa cecek, sewut dan rambutan sedangkanpewarnaan batik menggunakan remasol dan indigosol. Berdasarkan data yang diperoleh maka peneliti dapat menyimpulkan Batik Motif Pecel mengangkattema makanan khas Madiun dan memiliki karakteristik yang terbentuk dari unsur-unsur Pecel dibuatsecara sederhana namun sebagian desain motifnya di kombinasi dengan batik klasik.Kata Kunci : Batik Pecel Madiun, Awal Mula Terbentuknya, Karakteristik