cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
KARAKTERISTIK TATO KREASI STUDIO BOMBTRACK SURABAYA (TATO, KARAKTERISTIK VISUAL DAN STUDIO BOMBTRACK) WISNU HERNANDA, RAMBANG
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 06 (2018): Yudisium III Wisuda 93 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tato sudah dikenal sejak awal masehi di berbagai sudut dunia dalam berbagai  zaman. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik tato, proses dan desain, serta latar belakang/alasan pengguna tato di studio Bombtrack Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis, disajikan kemudian tahap terakhir penarikan kesimpulan berdasarkan data yang terkumpul. Untuk mendapatkan data yang valid peneliti menggunakan trianggulasi sumber yaitu dengan wawancara beberapa narasumber. Sumber data yaitu karya tato studio bombtrack dan informasi narasumber pengguna tato. Hasil penelitian menunjukkan studio bombtrack memiliki karakteristik tato berdasarkan klasifikasi jenis tato realis, tribal, religi, biomekanik, darkside, old school dan fantasi yang dianalisis secara visual dari aspek objek/bentuk, pewarnaan, teknik pembuatan. Studio  Bombtrack memiliki ciri khas pewarnaan dengan gaya watercolor serta teknik yang khas yaitu handtapping (teknik tradisional) yang masih digunakan sebagai bentuk melestarikan budaya dan teknik modern guna megikuti perkembangan zaman. Kemudian, proses dan desain pembuatan tato sendiri menggunakan 2 teknik, tradisional (handtapping) dan modern (mesin & temporary) dan desain tato dilakukan secara manual dan digital. Berbagai macam desain tato yang dipakai informan mempunyai arti yang berbeda, demikian juga dengan objek yang dipilih memiliki pertimbangan subjektif. Latar belakang/alasan tato dari masing-masing informan antara lain sebagai ungkapan perasaan, tato sebagai keisengan atau coba-coba, mengabadikan momen, mencari perhatian, ekspresi seni dan keindahan, pelampiasan permasalahan, spirtualitas, dan identitas.   Kata Kunci: Tato, Karakteristik Visual, Proses dan Desain, Studio Bombtrack   Abstract Tattoos have been known since early AD in various corners of the world in various times. The problem studied in this research is how the characteristics of tattoo, process and design, as well as background / reason of tattoo user in studio Bombtrack Surabaya. The type of this research is descriptive qualitative with data collection through observation, interview, and documentation. The collected data is analyzed, presented then the last stage of drawing conclusions based on the collected data. To obtain valid data, the researcher uses triangulation of sources by interviewing several resource persons. Data sources are tattoo studio work bombtrack and informed user resource tattoo. The results showed that bombtrack studios had tattoo characteristics based on the classification of realist tribal, tribal, religious, biomechanical, darkside, old school and fantasy types visually analyzed from aspects of the object / shape, coloring, manufacturing technique. Bombtrack Studio has the characteristic of coloring with watercolor style as well as the unique technique of handtapping (traditional technique) which is still used as a form of preserving culture and modern technique in order to keep up with the times. Then, the process and design of tattooing itself using 2 techniques, traditional (handtapping) and modern (machine & temporary) and tattoo design done manually and digitally. Various tattoo designs used by informants have different meanings, as well as selected objects have subjective considerations. Background / reason for tattoo from each of the informant among others as expression of feeling, tattoo as fad or try, capture moment, seek attention, expression of art and beauty, impingement problem, spirituality, and identity.   Keywords: Tattoos, Visual Characteristics, Process and Designs, Studio Bombtrack
GEAR DAN SULUR TANAMAN RAMBAT SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA UKIR KAYU BERTEMAKAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI HAMDI, ALI; , SULBI
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari pemikiran penulis mengenai perkembangan teknologi yang sangat pesat namun kelestarian alam semakin menghawatirkan membuat penulis ingin menyuarakan aspirasi lewat karya seni. Untuk itu penulis membuat suatu karya dengan menggabungkan antara teknologi dan alam yang diwujudkan ke dalam karya ukiran kayu, dengan harapan dapat memberi pemahaman kepada masyarakat tentang keadaan alam yang kelestariannya semakin menghawatirkan.Karya ukir kayu dibuat oleh penulis merupakan karya ukir yang menggunakan efek gerakan. Visual karya ukir tersebut berbentuk gear dan sulur-sulur tanaman rambat. Penggunaan visual gear dan sulur tanaman rambat tersebut adalah sebagai simbolisasi teknologi dan alam. Penambahan efek gerak dimaksudkan untuk memperkuat konsep-konsep yang coba dihadirkan oleh penulis. Efek gerak pada karya menggunakan mesin sebagai komponen penggerak, sehingga melibatkan listrik sebagai energi utamanya. Penciptaan karya ukir kayu bertemakan perkembangan teknologi tersebut memiliki proses bertahap mulai dari pemilihan bahan, pemilihan bentuk visual, proses pembentukan karya, finishing, hingga proses perakitan. Penciptaan karya tersebut memerlukan keuletan serta ketelitian yang tinggi karena karya yang diciptakan memiliki kerumitan dan keakuratan ukuran serta posisi jarak yang benar-benar harus diperhitungkan.Karya yang dibuat berjumlah tiga buah. Dua karya berbentuk dua dimensi dan satu karya berbentuk tiga dimensi yang masing-masing ditambahi dengan efek gerak yang berbeda sesuai dengan bentuk obyek karya. Penambahan efek gerak pada karya dimaksudkan menjadi satu pembaharuan terhadap seni kriya kayu kedepannya. Metode penciptaan oleh penulis ialah metode eksplorasi, metode tersebut memiliki tahap berfikir kreatif dan memerlukan penguasaan teknik yang matang. Teknik yang dipakai dalam menciptakan karya merupakan gabungan dari teknik Rancapan, Buledan, Krawingan, Krawangan, Menyusun, dan Takokan. Finishing pada karya berupa pewarnaan menggunakan cat duco dan coating melamin. Melalui proses yang bertahap, terciptalah karya ukir kayu dengan sentuhan efek gerak yang mengusung tema perkembangan teknologi.
"KASIHE IBUK" SEBAGAI TEMA PENCIPTAAN SENI LUKIS DEKORATIF IMA MAISA, NAVIDA; DOERJANTO, DODY
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan ini dilatar belakangi oleh kedekatan penulis dengan ibu penulis, yang tidak lepas dari pengalaman masa kecil, diasuh dan dididik oleh ibu. Dalam proses tumbuh kembang anak menuju kedewasaan, tidak dapat terlepas dari peran seorang ibu sebagai pembimbing dan panutan bagi anak ? anaknya. Fokus penciptaan pada karya ini adalah tema ?Kasihe Ibuk? sebagai penciptaan seni lukis dekoratif. Sedangkan tujuan dari penciptaan ini adalah Menginterpretasikan bentuk kasih sayang dan peran seorang ibu kepada anaknya dalam hal mengasuh dan mendidik anaknya dalam bentuk karya seni lukis dekoratif. Penciptaan ini menggunakan metode penciptaan, dalam metode penciptaan terdapat tahapan penciptaan. Tahapan penciptaan merupakan proses dalam menciptakan sebuah karya. Dalam hal ini ada beberapa tahapan penciptaan dalam menciptakan sebuah karya antara lain, pengamatan visual, mengingat, seniman, ide, konsep, proses,eksplorasi, eksperimen, hasil karya, evaluasi, validasi, revisi, dan penyajian. Proses penciptaan karya ?Kasihe Ibuk? sebagai tema penciptaan seni lukis dekoratif ini antara lain, langkah pertama menyiapkan alat dan bahan dalam membuat karya, kedua pembuatan sketsa, ketiga penteksturan pada kanvas, keempat pemindahan sketsa pada kanvas, kelima pewarnaan background, keenam pewarnaan objek bentuk pada kanvas, ketujuh pemberian motif isian, dan kedelapan proses finishing. Hasil penciptaan ?Kasihe Ibuk? sebagai tema penciptaan seni lukis dekoratif ini menghasilkan 5 karya seni lukis, karya yang pertama berjudul ?Metani?, dengan media kanvas ukuran karya 100 x 150 cm. Karya kedua berjudul ?Ndulang Mangan?, dengan media kanvas ukuran karya 100 x 150 cm. Karya ketiga berjudul ?Lelo Ledung?, dengan media kanvas ukuran karya 100 x 150 cm. Karya keempat berjudul ?Dolanan?, dengan media kanvas ukuran karya 100 x 150 cm. Karya kelima berjudul ?Ibukku?, dengan media kanvas ukuran karya ini 100 x 150 cm. Kata Kunci : Kasihe Ibuk, Tema, Penciptaan, Seni Lukis Dekoratif.
KRITIK SOSIAL SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS SETYOWATI, PUTRI; DOERJANTO, DODY
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan karya ini dilatar belakangi oleh rasa keprihatinan penulis terhadap permasalah sosial yang berdampak pada masyarakat miskin. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan Kritik Sosial berupa suatu tanggapan terhadap keadaan masyarakat miskin dalam penciptaan karya. Permasalahan sosial yang diangkat penulis menceritakan tentang kehidupan masyarakat miskin yang menjadi korban efek samping pembangunan. Kondisi masyarakat miskin inilah, terutama kehidupan petani yang diangkat penulis dalam karya seni lukis. karya yang dihasilkan penulis berjumlah 5 karya, semua karya menggunakan media kanvas. Pada karya pertama merupakan sebuah sindiran kepada masyarakat yang sering kali kurang bersyukur dalam kesehariannya terutama soal makanan, karya kedua menggambarkan tentang penyebab terjadinya bencana alam karena ulah manusia, karya ketiga merupakan sebuah beban tersendiri bagi seorang petani ketika mereka memperoleh hasil panen yang sedikit, karya keempat dan kelima menggambarkan kondisi petani yang kehilangan lahan pertaniannya.Kata Kunci: Naivisme, kritiksosial,Penciptaan, SeniLukis
PENGEMBANGAN PAPERCRAFT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENGENALAN ALAM SEMESTA PADA ANAK KELOMPOK B TK KARTIKA IV-89 BANGKALAN VITASARI JASMINE, CHRYSTA; , MARSUDI
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya penggunaan media dalam proses belajar mengajar pada kelompok B TK Kartika IV-89 Bangkalan. Proses belajar mengajar di dalam kelas tidak sepenuhnya didukung dengan media yang menarik, sehingga siswa mudah merasa bosan terhadap pembelajaran. Salah satunya pada tema alam semesta (benda langit) yang tidak didukung dengan alternatif media pembelajaran yang semestinya, untuk itu peneliti mengembangkan media pembelajaran tema alam semesta (benda langit) dalam bentuk papercraft. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Proses pengumpulan data penelitian dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket atau kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam bentuk reduksi dan penyajian data. Proses pengembangan media pembelajaran papercraft alam semesta (benda langit), yaitu diawali dengan analisis siswa dan kurikulum yang digunakan, kemudian menentukan konsep pengembangan, baik konsep kreatif maupun konsep visual. Kemudian membuat desain media papercraft dengan mempersiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan, membuat sketsa/thumbnail. Sketsa/thumbnail yang sudah jadi kemudian diwujudkan dalam bentuk vektor dan diberi warna sesuai dengan konsep, menggunakan aplikasi coreldraw X7. Desain yang sudah dicetak kemudian dirangkai menjadi media guru dan media siswa sesuai konsep. Media ini diterapkan pada kelompok B TK Kartika IV-89 Bangkalan. Pada uji coba pertama dilakukan dengan 7 orang siswa dan diperoleh hasil persentase sebanyak 82,1% dan pada uji coba pemakaian dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang siswa diperoleh hasil persentase sebanyak 93,8%. Dengan demikian penerapan media ini sangat efektif, dan siswa sangat antusias dalam melakukan setiap kegiatan dengan media papercraft.Kata kunci: Papercraft, Media, Pengembangan, Alam Semesta, Benda Langit
VIRAL MEDIA SOSIAL SEBAGAI TEMA PENCIPTAAN KARYA SENI KRIYA KAYU MUSAWERUL HAKAM, ACHMAD; , SULBI
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena viral merupakan objek atau pola yang dapat menggandakandiri atau mengubah objek lain menjadi salinan dirinya sendiri saat objek tersebut terpapar denganobjek lain. Fenomena ini mendapatkan nama dari bagaimana virus dapat menyebarkan dirinyasendiri. Konsep ini kemudian diwujudkan ke dalam karya seni dua dimensi. Visual tersebut meliputisubyek berita viral yaitu manusia yang secara konsisten sebagai pelaku atau korban penyebar beritaviral yang dibuat menyerupai bentuk aslinya atau realis, kemudian obyek berita viral sebagaipenanda yaitu berbagai jenis ikon media sosial misalnya facebook, instagram, youtube, twitter dan lainlain,yang dibuat seperti halnya bentuk manusia yakni dibuat mirip dengan ikon aslinya denganukiran yang rapi dan halus, tetapi untuk pewarnaan tetap menggunakan warna kayu asli dengansedikit dilapisi pewarna kayu warna cokelat. Objek virus sebagai simbol penyakit menular penandabahwa berita viral sangat cepat penyebarannya, yang dibuat dengan ekspresi lucu dengan melebihlebihkanbentuk virus itu sendiri, dengan mimik wajah yang menjengkelkan.Proses penciptaan karya meliputi pembuatan desain, pemilihan bahan dan perwujudankarya. Media yang digunakan dalam pembuatan karya adalah kayu mahoni dengan kombinasimedia lain seperti akrilik lembaran, cat akrilik, kanvas dan melamin. Proses perwujudan karya 2-dimensi atau relief terdapat beberapa tahapan yang berbeda dengan tahapan pada prosesperwujudan karya 3-dimensi. Ada 6 tahapan dalam proses perwujudan karya 2-dimensi yang penulislakukan yaitu tahap penerapan desain, tahap perancapan, tahap pengglobalan, tahap pendetailan,tahap penghalusan dan tahap finishing. Karya yang diciptakan secara keseluruhan berjumlah 3 buah dengan rincian yaitu karyapertama berjudul ?Penebar?, karya kedua berjudul ?Antisipasi?, dan karya ketiga berjudul ?Efek?.Kata Kunci : Seni, Kriya, Viral, Media Sosial.
WAYANG POTEHI DENGAN MOTIF BATIK “JOMBANGAN” SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS MAULDY AUDINNA, ASTRIDA; DOERJANTO, DODY
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya skripsi penciptaan seni lukis ini sebagai karya ilmiah mengangkat Wayang Potehi ditambahkan corak batik Jombangan pada kostum yang dipakai tokohnya. Penciptaan karya dipengaruhi bentuk kostum yang digunakan pada Wayang Potehi dengan mempertimbangkan prinsip seni serta filosofinya. Proses penciptaan karya ini meliputi pembabaran ide, konsep, media, teknik, dan eksekusi karya seni lukis dengan inspirasi Wayang Potehi dan corak batik Jombangan. Perpaduan antara Wayang Potehi dan motif batik Jombangan tersebut menghasilkan lima karya yang diwujudkan dengan menggunakan teknik aquarel pada media kertas. Karya pertama berjudul ?Permaisuri? dengan rumbai di bagian bawah kostum Wayang, karya kedua dengan judul ?Dewi Kwan Im? disimbolkan sebagai dewi kemakmuran dan kesuburan, karya ketiga yang berjudul ?Jendral Perang? dengan baju besi sebagai pelindung dari senjata musuh, karya keempat yang berjudul ?Siluman Ular Hijau? dengan perwujudan manusia setengah ular, dan karya kelima dengan judul ?Power? adalah perang yang terjadi antara dua kesatria. Dalam lima karya tersebut, Wayang Potehi dikembangkan dengan mengubah beberapa bagian namun tidak menyimpang pada pakem yang sudah ada sehingga menghasilkan perwujudan visual Wayang Potehi dengan corak batik Jombangan.Kata Kunci: Wayang Potehi, Motif Batik Jombangan, Penciptaan, Seni Lukis.
PERAN IBU SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS PUTRO, KIORO; AGUS BASUKI OEMAR, EKO
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran ibu dalam kehidupan sehari-hari untuk diangkat menjadi tema karya seni lukis yang akan diciptakan. Dalam prosesnya, penulis merasakan bahwasanya ibu adalah sosok yang paling dekat dengan penulis, selain itu ada beberapa faktor pendukung lainnya yang membuat penulis benar-benar yakin ingin mengangkat peran ibu sebagai tema penciptaann karya seni lukis, yakni rutinitas yang dilakukan oleh ibu penulis dalam kehidupan sehari-hari. Rutinitas yang sewajarnya dilakukan oleh seorang ibu setelah melahirkan adalah menyusui, mengasuh, mendidik, dan menjadi ibu rumah tangga seperti kebanyakan ibu pada umumnya. Akan tetapi pada kenyataanya, penulis melihat bahwasanya sosok ibu yang dimilikinya menjalankan lebih dari satu peran dalam hidupnya. Ibu penulis juga berperan sebagai ayah yang dimana setiap harinya berdagang di warung kecil menjual kopi dan minuman ringan guna mencukupi kebutuhan hidup keluarga setiap hari. Selain merangkap peran sebagai ayah, penulis beranggapan bahwasanya ibu juga berperan sebagai teman yang setia mendengar dan memberi masukan ketika penulis sedang berduka maupun bersuka-cita dalam menjalani proses kedewasaannya. Dengan latar belakang hal tersebut pada akhirnya penulis berhasil menciptakan 3 karya seni lukis dengan media kanvas berukuran sama yakni 180cm x 140cm menggunakan bahan cat akrilik.Kata Kunci: peran ibu, seni lukis
MOTIF ANYAMAN BESEK TAPE BONDOWOSO SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI KERAMIK SEPTYAN NUR FADHOLI, DAFID; ARIEF, MUCHLIS
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari kekaguman terhadap anyaman besek tape Bondowoso yang saling mengikat, merefleksikan sebuah keharmonisan hidup. Serta proses pelapukan anyaman besek yang menimbulkan berbagai warna berdasarkan kelembaban dimana besek itu diletakkan, mulai dari bintik hijau, coklat, abu- abu hingga garis kehitaman pertanda besek telah membusuk dan usang. Peristiwa tersebut menimbulkan kesan tersendiri.Dalam penciptaan ini dilakukan proses pembentukan dengan teknik anyam, slab dan cetak tekan.Tujuan dari penciptaan karya keramik ini adalah (a) sebagai penempuhan mata kuliah skripsi karya dan mempertanggung jawabkan hasil karya cipta secara tertulis dan sistematis, (b) sebagai media berekspresi dan bereksistensi yaitu sebagai mahasiswa jurusan seni rupa Unesa dengan menciptakan karya seni keramik dengan teknik anyam, slab dan cetak tekan, (c) sebagai perwujudan membangun karakter bangsa dan nilai luhur bangsa Indonesia dengan melestarikan budaya lokal yakni menganyam besek dari tanah liat.Metode yang dipakai untuk mewujudkan karya keramik adalah menggunakan teori dari Dharsono Sony Kartika yang menyatakan ada dua tahap utama yakni, Pemanfaatan data dan Proses Kreatif Artistik. Dari dua tahapan tersebut didalamnya masih dijabarkan kembali. Pemanfaatan Data meliputi;, pemanfaatan data etik dan data emik. Sedangkan dalam Proses Kreasi Artistik meliputi; eksperimen, perenungan pembentukan dan verifikasi. Dari metode diatas, dihasilkan delapan karya seni keramik yang disajikan dalam bentuk tiga dimensi dan instalasi.Kata Kunci : anyaman besek, keramik, kreasi artistik
MOTIF ANYAMAN BESEK TAPE BONDOWOSO SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI KERAMIK SEPTYAN NUR FADHOLI, DAFID; ARIEF, MUCHLIS
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari kekaguman terhadap anyaman besek tape Bondowoso yang saling mengikat, merefleksikan sebuah keharmonisan hidup. Serta proses pelapukan anyaman besek yang menimbulkan berbagai warna berdasarkan kelembaban dimana besek itu diletakkan, mulai dari bintik hijau, coklat, abu- abu hingga garis kehitaman pertanda besek telah membusuk dan usang. Peristiwa tersebut menimbulkan kesan tersendiri.Dalam penciptaan ini dilakukan proses pembentukan dengan teknik anyam, slab dan cetak tekan.Tujuan dari penciptaan karya keramik ini adalah (a) sebagai penempuhan mata kuliah skripsi karya dan mempertanggung jawabkan hasil karya cipta secara tertulis dan sistematis, (b) sebagai media berekspresi dan bereksistensi yaitu sebagai mahasiswa jurusan seni rupa Unesa dengan menciptakan karya seni keramik dengan teknik anyam, slab dan cetak tekan, (c) sebagai perwujudan membangun karakter bangsa dan nilai luhur bangsa Indonesia dengan melestarikan budaya lokal yakni menganyam besek dari tanah liat.Metode yang dipakai untuk mewujudkan karya keramik adalah menggunakan teori dari Dharsono Sony Kartika yang menyatakan ada dua tahap utama yakni, Pemanfaatan data dan Proses Kreatif Artistik. Dari dua tahapan tersebut didalamnya masih dijabarkan kembali. Pemanfaatan Data meliputi;, pemanfaatan data etik dan data emik. Sedangkan dalam Proses Kreasi Artistik meliputi; eksperimen, perenungan pembentukan dan verifikasi. Dari metode diatas, dihasilkan delapan karya seni keramik yang disajikan dalam bentuk tiga dimensi dan instalasi.Kata Kunci : anyaman besek, keramik, kreasi artistik