cover
Contact Name
Wesli
Contact Email
wesli@unimal.ac.id
Phone
+62811671918
Journal Mail Official
teras.jurnal@unimal.ac.id
Editorial Address
Civil Engineering Department, Universitas Malikussaleh,Main Campus of Universitas Malikussaleh Jl. Medan-Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Reuleut, North Aceh District, Aceh, Indonesia Email: teras.jurnal@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20880561     EISSN : 25021680     DOI : https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1360
Core Subject :
Focus and Scope Teras Jurnal - Jurnal Teknik Sipil is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach: Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Economy and Management Earthquake Engineering Environmental Engineering Renovation of Buildings Geotechnical Engineering Highway Engineering Hydraulic and Hydraulic Structures Road and Bridge Engineering Structural Engineering Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering Tunnel Engineering Urban Engineering and Economy Water Resources Engineering Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
PENINGKATAN PEMANFATAAN DANAU RAWA PENING Dyah Ari Wulandari; sriyana sriyana; Salamun Salamun; Dwi Kurniani; Albert Nico Tristanto; Zelly Rinaldi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.477

Abstract

Abstrak Danau Rawa Pening mempunyai peranan sebagai reservoir alami yang dimanfaatkan untuk PLTA, sumber air baku, irigasi, perikanan, dan pariwisata serta pemeliharaan Sungai Tuntang. Salah satu permasalahan di Danau Rawa Pening adalah sedimentasi yang berdampak pada menurunnya kapasitas tampungan, oleh karena kondisi Danau Rawa Pening saat ini maka diperlukan upaya penanganan untuk meningkatkan pemanfaatan Danau Rawa Pening guna mendukung kegiatan irigasi pertanian, perikanan, pariwisata, supply air baku dan pembangkit listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan pemanfaatan Danau Rawa Pening yang merupakan waduk alami, tidak mempunyai intake dan pelimpah seperti waduk - waduk pada umumnya. Pengaturan outflow dari danau ada di Bendung Gerak Jelok yang berjarak ± 5 km dari outlet danau. Oleh karena itu peningkatan pemanfaatan danau akan dilakukan dengan membuat intake dan pelimpah sehingga pengeluaran dapat diatur sesuai kebutuhan yang diperlukan Tahapan analisis yang dilakukan adalah analisis kebutuhan air, analisis ketersediaan air, analisis laju sedimentasi, analisis kebutuhan tampungan dan analisis kinerja. Berdasarkan hasil analisis peningkatan pemanfaatan Danau Rawa Pening dapat dilakukan dengan membuat intake pada elevasi + 460,5 m dan pelimpah pada elevasi puncak + 462,72 m. Pada kondisi ini dapat disediakan tampungan efektif sebesar 31,9 juta m3, tampungan mati sebesar 1,264 juta m3 dan tampungan utk perikanan dan pariwisata sebesar 10,311 juta m3, dengan kinerja pelayanan 89%.Kata kunci: Sedimentasi, peningkatan pemanfataan danau, Danau Rawa Pening Abstract Lake Rawa Pening has a function as a natural reservoir that is used for hydropower plants, raw water, irrigation, fisheries, tourism and maintenance of the Tuntang River. The problems in Lake Rawa Pening is sedimentation which has an impact on decreasing storage capacity. Because of the current condition of Lake Rawa Pening, efforts are needed to improve the use of Lake Rawa Pening to support irrigation, fisheries, tourism, raw water supply and power generation. The purpose of this study was to analyze the increase in the utilization of Lake Rawa Pening. Lake Rawa Pening is a natural reservoir, does not have intake and spillway like ather reservoirs in general. The outflow arrangement from the lake is at Jelok Weir which is ± 5 km from the lake outlet. Therefore, increasing the use of lakes will be carried out by building intake and spillway so that release can be adjusted according to the demand. The stages of the analysis carried out are water demand analysis, water availability analysis, sedimentation rate analysis, storage needs analysis and performance analysis. Based on the results of the analysis of increasing utilization of Lake Rawa Pening, it can be done by building intake at an elevation +460.5 masl and spillway at elevation of +462.72 masl. In this condition, an effective storage capacity of 31.9 million m3, a dead storage capacity of 1,264 million m3 and a storage for fisheries and tourism of 10.311 million m3 can be provided, with performance of 89%.Keywords: Sedimentation, Increased use of the lake, Lake Rawa Pening
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA WASTE MATERIALS DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH Munauwar Nawawi; Muttaqin Muttaqin; Muhammad Afifuddin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.479

Abstract

Abstrak Banyak faktor yang dapat menimbulkan sisa material antara lain faktor desain, pengadaan material, penanganan material, pelaksanaan, residual, dan faktor lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor dan faktor dominan yang menyebabkan timbulnya waste materials dalam pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner. Responden ditujukan pada project manager atau site manager dari perusahaan kontraktor bidang gedung di Provinsi Aceh mulai dari kualifikasi Menengah (M1 dan M2) dan kualifikasi Besar (B1 dan B2). Jumlah populasi kontraktor sebanyak 1.610, sedangkan jumlah sampel yang digunakan dalam analisis faktor Principle Component Analysis (PCA) adalah 5 kali dari 35 indikator yang diamati yaitu sebanyak 175 perusahaan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan yang didasarkan pada perusahaan kontraktor yang telah melaksanakan proyek konstruksi bangunan gedung di Provinsi Aceh mulai dari tahun 2010-2019 dengan sumber dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Analisis data digunakan analisis faktor PCA melalui software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya waste materials dalam pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh terdapat 6 faktor yaitu faktor desain, pengadaan material, pelaksanaan, spesifikasi dan penanganan material, residual, dan pengontrolan material. Faktor yang dominan menyebabkan timbulnya waste materials dalam pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh adalah faktor desain dengan varians sebesar 36,922%. Kata kunci: Material, waste materials, proyek, konstruksi, gedung, Banda Aceh Abstract Many factors can cause residual material, including design factors, material procurement, material handling, implementation, residuals, and other factors. This study aims to analyze the dominant factors and factors that cause waste materials in the implementation of building construction projects in Banda Aceh City. This study uses a quantitative method approach through distributing questionnaires. Respondents were addressed to the project manager or site manager of a building contractor company in Aceh Province ranging from Medium qualifications (M1 and M2) and Large qualifications (B1 and B2). The total contractor population is 1,610, while the number of samples used in the Principle Component Analysis (PCA) factor analysis is 5 times out of 35 observed indicators, namely 175 companies. The sampling technique used is purposive sampling, which is sampling with consideration based on contracting companies that have implemented building construction projects in Aceh Province starting from 2010-2019 with the source of funds coming from the Regional Budget (APBD. Data analysis used analysis of PCA factors through Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 26 software. The results showed that the factors that caused waste materials in the implementation of building construction projects in Banda Aceh City were 6 factors, namely design factors, material procurement, implementation, specification and material handling, residuals, and material control The dominant factor causing the emergence of waste materials in the implementation of building construction projects in Banda Aceh City is the design factor with a variance of 36.922%. Keywords: Materials, waste materials, projects, construction, buildings, Banda Aceh
ANALISIS KEKERINGAN METEOROLOGI MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPTATION INDEX (SPI) DI DAS BEDADUNG KABUPATEN JEMBER Citra Malini; Gusfan Halik; Retno Utami Agung Wiyono
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.483

Abstract

Abstrak Bencana kekeringan di DAS Bedadung terindikasi dengan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pasokan air. Kekurangan air akibat defisit curah hujan menjadi indikator kekeringan meteorologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai indeks kekeringan di DAS Bedadung kabupaten Jember. Metode Standardized Precipitation Index (SPI) digunakan untuk mendapatkan tingkat kekeringan. Tingkat kekeringan meteorologi yang dihitung tergantung jumlah curah hujan yang terukur pada alat penakar di stasiun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks kekeringan ekstrim terjadi pada tahun 2018 dan 2019. Nilai indeks kekeringan (SPI-6) memiliki nilai tertinggi sebesar -2,69 di stasiun Ajung dan nilai     -1,13 di stasiun Kottok. Hasil pemetaan sebaran indeks kekeringan memiliki kesesuaian dengan kondisi kekeringan observasi. Hal ini ditunjukkan dari nilai validasi sebaran kekeringan antara SPI-6 dan data kekeringan observasi dengan tingkat keandalan sebesar 82%. Kata kunci: DAS Bedadung, bencana kekeringan, indeks kekeringan meteorologi, SPI   Abstract Drought disaster in the Bedadung watershed is indicated by the unfulfilled sociaty needs for water supply. Lack of water due to deficit in rainfall is an indicator of meteorological drought. This study aims to obtain the drought index value in the Bedadung watershed, Jember district. The Standardized Precipitation Index (SPI) method is used to obtain the drought saverity index. The meteorological drought index depends on the amount of rainfall observed on the rainfall gauge stations. The results of this study indicated that extreme drought index occurred in 2019. The drought index value (SPI-6) had the highest value of -2.69 at the Ajung station and a value of   -1.13 at the Kottok station. The results of the mapping of the distribution of the drought index are suitable with drought existing conditions. This is indicated by the validation value of the drought distribution between SPI-6 and the observed drought data with a reliability level of 82%. Keywords: Bedadung watershed, drought disaster, meteorological drought index, SPI
EVALUASI SISTEM PROTEKSI BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG BADAN PENANGGULANGAN BENCANA ACEH Winardi Aramiko; Mochammad Afifuddin; Abdul Munir
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.484

Abstract

Abstrak Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) merupakan Kantor Pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, dan menyeluruh dalam tahapan prabencana, saat tanggap darurat, dan pasca bencana. Salah satu hal yang penting dalam penanggulangan kebakaran adalah Emergency Response. Emergency Response dapat diartikan sebagai kecepatan penanganan kebakarannya, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangannya agar manusia, bangunan gedung dan lingkungannya terhindar dari bahaya kebakaran yang lebih luas. Metode yang digunakan mix method menggabungkan antara kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data yaitu menggunakan data sekunder berupa peta kota Banda Aceh, Layout Gedung Kantor BPBA, Literatur-literatur, Permen PU, Jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini dan data primer yang terdiri dari pengamatan terhadap kondisi Kantor BPBA, wawancara, kuesioner.  Responden yang digunakan adalah semua pegawai yang bekerja di Kantor BPBA berjumlah 115 orang dikurangi pilot study 30 orang. Dari analisis data penelitian terhadap 26 (dua puluh enam) variable dapat dijelaskan bahwa ada 7 (tujuh) variable yang mendapat skor kecil atau kurang baik dan dapat diartikan bahwa pada bagian variabel tersebut butuh perhatian untuk dilakukan perubahan. Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan analisi SWOT adalah membentuk tim siaga tanggap darurat kebakaran yang dibekali dengan pendidikan dan pelatihan secara terencana terpadu dan menyeluruh; menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana kebakaran berdasarkan peraturan perundang-undangan; melakukan simulasi kebakaran gedung secara rutin dan kontinyu; serta memperkuat sistem proteksi aktif lainnya diantaranya adalah membuat hidran air, alarm kebakaran dan smoke detector. Kata Kunci: Bencana, Emergency Response, Sistem Proteksi, Penanggulangan Kebakaran  Abstract The Aceh Disaster Management Agency office is a government office that provides services to the community in implementing disaster management activities in a planned, integrated and comprehensive manner in the pre-disaster, emergency response and post-disaster stages. One of the important things in fire prevention is "Emergency Response". Emergency Response can be interpreted as the speed of handling a fire, as an effort to prevent and overcome it so that people, buildings and their environment are protected from a wider fire hazard. The methodology used is the mix method combining qualitative and quantitative data with data collection, namely using secondary data in the form of a Banda Aceh City Map, BPBA Office Building Layout, literature, Permen PU, journals related to this research and primary data consisting of observations of conditions BPBA office, interview, questionnaire. The respondents used are all employees who work in the BPBA office, amounting to 115 people minus the pilot study of 30 people. From the analysis of research data on 26 (twentysix) variables, it can be explained that there are 7 (seven) variables that score small or poorly and it can be interpreted that those variables need attention to make changes. A strategy that can be carried out based on a SWOT analysis is to form a fire emergency response team that is equipped with education and training in an integrated and comprehensive plan; prepare Standard Operating Procedures (SOP) for fire disaster management based on statutory regulations; conduct building fire simulations routinely and continuously; as well as strengthening other active protection systems, including making water hydrants, fire alarms and smoke detectors. Keywords: Disaster, Emergency Response, Protection System, Fire Prevention
PENGARUH SUBSTITUSI CANGKANG TIRAM SEBAGAI PENGGANTI SEBAHAGIAN SEMEN DAN PASIR HALUS TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON Bunyamin Bunyamin; Nesri Hendrifa; Muhammad Ridha
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.486

Abstract

Abstrak Pembangunan di bidang struktur saat ini mengalami kemajuan yang demikian pesat. Oleh karena itu perlunya alternatif untuk mengatasi keterbatasan material penyusun yang diambil dari alam yaitu salah satunya menggunakan limbah cangkang tiram sebagai bahan pengganti sebagian semen dan agregat halus. Hal ini cukup beralasan karena bahan penyusun semen portland adalah 60% sampai 70% terdiri atas kapur atau CaO, dan 17% sampai 25% terdiri dari SiO2 (SNI-15-2049-2004), penggunaan cangkang tiram yang mengandung unsur CaO sebesar 53,03% dan SiO2 sebesar 0,82% sebagai bahan perekat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui œPengaruh perbandingan komposisi campuran abu dan serbuk cangkang tiram terhadap kuat tarik belah beton dengan substitusi semen dan pasir halus sebesar 0%, 5%, 10% dan 15% untuk umur beton 28 hari dengan faktor air semen 0,40, 0,50 dan 0,60, dengan jumlah benda uji 60 buah. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan berdasarkan pada ACI (American Concrete Institute), ASTM (American Society for Testing & Materials) dan SNI (Standar Nasional Indonesia). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kuat tarik belah beton tertinggi pada FAS 0,50 dengan pencampuran cangkang tiram 5% yaitu sebesar 4,02 MPa. Sedangkan beton normal, kuat tarik beton tertinggi diperoleh pada FAS 0,40 yaitu sebesar 3,72 MPa. Kata kunci: cangkang tiram, abu, FAS, kuat tarik belah beton.  Abstract The construction has increased very rapidly. So that it requires an alternative to find a substitute for other materials that can be used in forming a concrete, one of which is using oyster shell waste as a partial substitute for cement and fine aggregate. In general, the compotition of Portland Cement are 60% to 70% consisting of lime or CaO, and 17% to 25% consisting of SiO2 (SNI-15-2049-2004), the use of oyster shells containing CaO elements is 53.03% and SiO2 of 0.82% as an adhesive. The research objective was to determine the effect of oyster shell as a substitute of cement and fine sand due to the tensile strength of concrete. The substitution of cement and fine sand was 0%, 5%, 10% and 15% for 28 days of concrete with a water cement ratio of 0,40, 0,50 and 0,60 The sylindrical concrete used in this research was 60 specimens. The research was carried out in the laboratory based on ACI (American Concrete Institute), ASTM (American Society for Testing & Materials) and SNI (Indonesian National Standard). Based on the results, it was found that the highest tensile strength of concrete was obtained at water cemen ratio of 0,50 by mixing 5% oyster shells, namely 4.02 MPa. While for normal concrete, the highest tensile strength of concrete is obtained at water cement ratio of 0,40 which is 3.72 MPa. Keywords: oyster shell, ash, water cement ratio, tensile strength of concrete.
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN DI KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR DENGAN MENGUNAKAN ANALISIS MULTI KRITERIA Fakhrur riza; Renni Anggraini; Muhammad Isya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.487

Abstract

Abstrak Kecamatan Seulimeum merupakan kecamatan yang mempunyai tingkat kerusakan jalan yang paling berat diantara kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Aceh Besar. Jalan kabupaten di Kecamatan Seulimeum terdapat sebanyak 23 ruas dengan kondisi rusak berat sepanjang 69,50 km (50,44%) dari 137,80 km. Mengingat Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mempunyai keterbatasan anggaran pada sektor jalan, maka penanganan jalan di Kecamatan Seulimeum perlu dicarikan prioritas penanganan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria yang dominan perlu dipertimbangkan dalam penanganan jalan dan menganalisis urutan prioritas penanganan jalan di Kecamatan Seulimeum. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif melalui kuesioner. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan yang didasarkan pada pihak pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan (stakeholders) bidang jalan. Responden ditetapkan sebanyak 5 stakeholders yaitu Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Besar, Kepala Bidang Program Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Besar, Anggota Komisi IV Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Camat Seulimeum, dan akademisi. Kriteria penanganan jalan yang ditinjau adalah kondisi jalan, tata guna lahan, aksesibilitas, kependudukan, fasilitas sosial, fasilitas pemerintahan, dan sarana perekonomian. Teknik analisis data digunakan Analisis Multi Kriteria (AMK). Hasil penelitian meunjukkan bahwa kriteria yang dominan perlu dipertimbangkan dalam penanganan jalan adalah kriteria kondisi jalan dengan nilai bobot kriteria rata-rata sebesar 0,323. Prioritas penanganan jalan adalah alternatif Jalan Seulimeum-Lamteuba sebagai prioritas 1 dengan kinerja alternatif sebesar 4,095, alternatif Jalan Entee Gajah-Lhieb sebagai prioritas 2 dengan kinerja alternatif sebesar 3,715, dan alternatif Jalan Lamteuba-Lamteuba Droe sebagai prioritas 3 dengan kinerja alternatif sebesar 3,619. Kata kunci: Prioritas, penanganan, jalan, kriteria, alternatif, Kecamatan Seulimeum  Abstract Seulimeum sub-district is a sub-district that has the heaviest level of road damage among other sub-districts in Aceh Besar District. There are 23 regency roads in Seulimeum District with severely damaged conditions along 69.50 km (50.44%) of 137.80 km. Considering that the Aceh Besar District Government has a limited budget in the road sector, the handling of roads in Seulimeum District needs to be looked for priority handling. This study aims to analyze the dominant criteria that need to be considered in road handling and to analyze the priority order of road handling in Seulimeum District. This study uses a quantitative method approach through a questionnaire. The sampling technique used was purposive sampling, namely sampling with considerations based on the stakeholders and road sector stakeholders. The number of respondents was assigned as many as 5 stakeholders, namely the Head of Bina Marga Division of the Public Works and Spatial Planning (PUPR) of Aceh Besar District, Head of the Regional Development Program Division of the Regional Development Planning Agency (Bappeda) Aceh Besar District, Members of Commission IV for the Development Sector of the District People's Representative Council (DPRK) Aceh Besar, Head of Seulimeum sub-district, and academics. The road handling criteria reviewed are road conditions, land use, accessibility, population, social facilities, government facilities and economic facilities. The data analysis technique used Multi Criteria Analysis (MCA). The results showed that the dominant criterion that needs to be considered in road handling is the criteria for road conditions with an average criterion weight value of 0.323. The road handling priority is the Seulimeum - Lamteuba road alternative as priority 1 with an alternative performance of 4.095, the Entee Gajah - Lhieb road alternative as priority 2 with an alternative performance of 3.715, and the alternative Jalan Lamteuba - Lamteuba Droe as priority 3 with an alternative performance of 3.619. Keywords: Priority, handling, roads, criteria, alternatives, Seulimeum District
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (Studi Kasus Di Simpang 3 Kudang, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya) Muhammad Iqbal Sidiq; Dicky Nurmayadi; Farhan Sholahudin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.501

Abstract

Persimpangan merupakan bagian jalan terpenting yang menghubungkan jaringan jalan. Persimpangan sering terjadi kemacetan di beberapa daerah seperti adanya tundaan dan antrian yang sangat tinggi hingga sering terjadi kemacetan. Salah satu simpang yang sering terjadi macet yaitu di Simpang 3 Kudang yang berada dikecamatan singaparna. Simpang ini sering terjadi tundaan dan antrian yang panjang akibat adanya hambatan samping yang tinggi serta kurangnya lebar jalan pada jalan utama. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kinerja pada persimpangan 3 Kudang untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kinerja simpang. Metode yang digunakan yaitu Metode MKJI 1997. Berdasarkan hasil penelitian selama 1 minggu pada tanggal 05-11 Oktober 2020 didapatkan volume arus lalu lintas jam puncak tertinggi di hari selasa dengan volume 3108 smp/jam, dengan kecepatan kendaraan < 35 km/jam dan kepadatan lalu lintas tinggi. Kinerja simpang yang telah dihitung berdasarkan hasil analisis nilai tundaan yaitu Tundaan di Jln. Raya Timur Singaparna (Jln.Mayor) di arah barat sebesar 12,77 det/smp dengan Tingkat Pelayanan C dan Tundaan di arah timur sebesar 10.59 det/smp dengan Tingkat Pelayanan B. Lalu untuk Tundaan di Jln.K.H.Z. Mustofa (Jln.Minor) di arah selatan sebesar 9.90 det/smp dengan Tingkat Pelayanan B. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa karakteristik lalu lintas di simpang 3 kudang sangat tinggi, tingkat pelayanan di simpang sampai pada tingkat C. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu rekomendasi yang tepat pada kinerja simpang 3 kudang perlu dilakukan pelebaran jalan sebagai prioritas utama serta penambahan rambu lalu lintas dan marka jalan.
PENGARUH DENSITAS ARUS TERHADAP PERILAKU RETAK BETON BERTULANG YANG MENGALAMI KOROSI TULANGAN Zahra Amalia; Taufiq Saidi; Teuku Budi Aulia; Mahlil Mahlil
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.507

Abstract

Abstrak Korosi pada struktur beton betulang dapat mengurangi kinerja struktur dan umur layannya karena volume tulangan yang berkurang. Besarnya jumlah korosi yang dipengaruhi oleh laju korosi dapat digambarkan melalui besarnya densitas arus yang terjadi. Jumlah korosi yang terjadi mempengaruhi perilaku retak pada beton bertulang, oleh karen itu, pada studi ini dilakukan uji eksperimental untuk mengevaluasi pengaruh densitas arus terhadap perilaku retak permukaan beton dari struktur beton bertulang yang mengalami korosi tulangan. Pengujian dilakukan dengan mengaplikasikan variasi densitas arus yaitu 900 µA/cm2, 500 µA/cm2, 200 µA/cm2 and 100 µA/cm2 pada pengujian korosi secara elektrik menggunakan larutan NaCl sebagai elektrolit untuk menghasilkan ion Cl-. Benda uji yang digunakan adalah balok dengan luas penampang 150x150 mm2 dan panjang benda uji 300 mm. Tulangan baja diameter 19 mm digunakan pada tengah penampang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perilaku retak dari beton bertulang yang mengalami korosi pada tulangannya memiliki kurva yang bilinear. Selain itu, hasil pengujian menunjukkan bahwa densitas arus yang rendah memiliki kecepatan retak permukaan beton yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan benda uji dengan menggunakan densitas arus yang tinggi. Kata kunci: korosi, beton bertulang, produk korosi, retak, densitas arus Abstract Corrosion in reinforced concrete structure can reduce structure performance and its service life due to rebar mass loss. Corrosion amount influenced by corrosion rate can be figured out by using current density. Corrosion amount influences the crack behavior of reinforced concrete, therefore, in this study, experimental study was performed to evaluate the effect of current density to surface concrete cracking behavior of corroded reinforced concrete structure. Accelerated corrosion test tests were conducted with various current density. It was 900 µA/cm2, 500 µA/cm2, 200 µA/cm2 and 100 µA/cm2. NaCl solution was used as electrolyte to produce ion Cl-. The specimens were beam with cross section area 150x150 mm2 and 300 mm in length. Rebar with diameter 19 mm was applied in the center of specimen. The results showed that cracking behavior of corroded rebar has bilinear curve that shows the effect of corrosion products movement through cracks. Furthermore, lower corrosion rate has higher cracking speed than higher corrosion rate. Keywords: corrosion, reinforced concrete, corrosion products, cracking, current density
OPTIMASI BIAYA OPERASIONAL MRT JAKARTA FASE I MENGGUNAKAN METODE VOGEL APPROXIMATION DENGAN SOFTWARE POM-QM FOR WINDOWS Kartika Setiawati; Andi Tenrisuki Tenriajeng
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.512

Abstract

Abstrak Operasional MRT Jakarta pada saat pertama kali diopersikan berjalan dengan lancar dan diharapkan kondisi ini akan terus optimal sampai jangka panjang dan memiliki biaya operasional yang efisien. PT MRT Jakarta sebagai perusahaan penyedia jasa transportasi, merupakan perusahaan distribusi penumpang. Biaya operasional yang efiesien dipengaruhi biaya tetap, biaya variable dan biaya perjalanan. Agar operasional MRT Jakarta dapat berjalan secara optimal diperlukannya minimalisasi biaya operasional untuk menunjang biaya lainnya seperti biaya pemeliharaan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui biaya operasional MRT Jakarta Fase I, biaya perjalanan, dan jumlah penumpang untuk proses hitung matriks biaya operasional dan mengoptimalisasikan hasil hitungan matriks biaya dengan menggunakan software POM QM for windows sehingga didapatkan hasil yang minimum. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan diperoleh hasil    optimum biaya operasional sebesar Rp.1.267.110.000.000, biaya tersebut diperoleh dari perhitungan matriks perjalanan. Variabel yang digunakan adalah jumlah penumpang MRT Jakarta Fase I pada tahun 2019-2020, biaya perjalanan dan kapasitas angkut MRT eksisting. Tyonardo mengasumsikan variabel jumlah penumpang yang diperoleh berdasarkan peran area stasiun MRT dan biaya yang memepengaruhi operasional dengan pemodelan finansial. ptimasi biaya POM QM diharapkan dapat menjadi faktor utama dalam menentukan seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari PT MRT Jakarta dengan pemberlakuan tariff perjalanan yang sudah berlangsung serta penggunaan software mempermudah dalam mengambil suatu keputusan mengenai biaya operasional dan dapat digunakan untuk monitoring biaya perbulan dan pertahunnya. Kata Kunci: Biaya Operasional, MRT Jakarta Fase I, Optimasi, POM QM  Abstract The operation of MRT Jakarta when it was first operated was running smoothly and it is hoped that this condition will continue to be optimal in the long term and have efficient operating costs. PT MRT Jakarta as a transportation service provider company, is a passenger distribution company. Efficient operational costs fixed costs, variable costs and travel expenses. In order for MRT Jakarta operations to run optimally, it requires minimizing operational costs to support other costs such as maintenance costs. The research objective is to monitor the operational costs of MRT Jakarta Phase I, travel costs, and the number of passengers for the calculation of the operational cost matrix and to optimize the calculation of the cost matrix using POM QM software for windows so as to get minimum results. Based on the results of the analysis and discussion, the optimum operational result is Rp. 1,267,110,000,000, the cost is obtained from the travel matrix calculation. The variables used are the number of MRT Jakarta Phase I passengers in 2019-2020, travel costs and the existing MRT transport capacity. Tyonardo assumes a variable number of passengers based on the area of the MRT station and costs that affect operations with financial modeling. The POM QM cost is expected to be a major factor in ensuring that no profit is obtained from PT MRT Jakarta by enacting existing travel rates and using software in making decisions about operational costs and can be used to monitor monthly and yearly costs. Keyword:  Operational Costs, MRT Jakarta Phase I, Optimization, POM QM 
PERBANDINGAN PERILAKU PERBAIKAN TANAH METODE PRELOADING VAKUM DAN PRELOADING TIMBUNAN DENGAN ELEMEN HINGGA 2D Zakwan Gusnadi; Paulus Pramono Rahardjo; Aswin Lim
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.513

Abstract

Abstrak Perbaikan tanah lunak dengan pra-beban (preloading) dimaksudkan untuk mereduksi penurunan pada masa operasional dan meningkatkan kekuatan tanah. Preloading dalam perbaikan tanah lunak biasanya dikombinasikan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) guna mempercepat proses disipasi air pori. Metode preloading dapat dilakukan dengan cara konvensional menggunakan timbunan ataupun dengan tekanan vakum. Untuk mengetahui perilaku preloading dengan tekanan vakum ini digunakan metode elemen hingga 2D menggunakan program bantu ABAQUS (berasal dari nama alat hitung Abacus). Hasil analisis menunjukan pada hari ke 217 perbaikan preloading vakum menghasilkan penurunan sebesar 1,23 m dan preloading timbunan menghasilkan penurunan sebesar 1,18 m, namun pola penurunan yang terjadi dengan preloading vakum terlihat lebih besar pada 35 hari pertama perbaikan. Pada perubahan tekanan air pori preloading vakum menunjukan reduksi tekanan air pori, sedangkan dengan preloading timbunan tekanan air pori meningkat pada masa konstruksi dan tereduksi pada masa perbaikan. Lebih lanjut pada perilaku deformasi lateral di kaki timbunan, metode preloading vakum menunjukan pergerakan lateral ke arah dalam area perbaikan sedangkan dengan preloading konvensional pergerakan lateral tanah terjadi ke arah luar area perbaikan. Kata kunci: ABAQUS, Elemen Hingga 2D, Perbaikan Tanah, Vakum Preloading Abstract Improvement of soft soil by preloading is intended to lower the settlement of operation time and increasing soil strength. Preloading in the improvement of soft soil usually combined with Prefabricated Vertical Drain (PVD) to accelerate the pore water dissipation process. The preloading method can be done in a conventional way using the embankment or vacuum pressure. To find out the behaviour of preloading with this vacuum pressure, we used the finite element method 2D by using the ABAQUS support program. The result of the analysis shows on the 217th day, vacuum preloading improvement produces a settlement by 1.23 m and the embankment preloading produce 1.18 m, but the settlement pattern that occurs with preloading vacuum was seen to be greater in the first 35 days of improvement. In terms of changes in pore water pressure on vacuum preloading shows that the pattern of pore water pressure is reduced, while with pore eater pressure on preloading heap increased during construction and reduced during improvement. Further on the lateral movement behaviour in the toe of the embankment, the vacuum preloading method shows the lateral movement towards the improvement area while embankment preloading shows the lateral movement occurs towards the outside of the improvement area. Keywords: ABAQUS, Finite Element 2D, Soil Improvement, Vacuum Preloading

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026) Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol. 3 No. 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol. 2 No. 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue