cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA QUIZSPIEL MELALUI APPY PIE SEBAGAI LATIHAN BELAJAR BAHASA JERMAN KELAS XII SEMESTER 1 FIRDAUS, NURULLIFIA
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemakaian perangkat mobile yang saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok para pelajar. Peserta didik yang saat ini merupakan para kaum millenial atau generasi Z sangat senang menggunakan internet dalam berkomunikasi. Fakta ini terlihat bahwa pengguna smartphone semakin meningkat dan peserta didik generasi saat ini tidak terlepas dari smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Menurut data indonesiabaik.id (2018) menyebutkan bahwa aktifitas penggunaan smartphone untuk hiburan lebih besar daripada belajar. Sedangkan saat ini pemerintah telah menetapkan adanya Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional dalam bentuk CBT. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini juga memunculkan penyedia layanan untuk berlatih mengerjakan soal seperti Ruangguru, Kahoot, Qizzez dan lain sebagainya. Tetapi latihan soal bahasa Jerman masih sedikit, melalui pengamatan dalam penelitian Gamung banyak peserta didik masih mengalami kesulitan dalam pembelajaran bahasa Jerman dikarenakan kurangnya latihan. Beberapa media dapat digunakan untuk membantu belajar bahasa Jerman yang dapat digunakan oleh peserta didik dimana pun dan kapan pun, salah satunya media Quizspiel. Media Quizspiel merup akan sebuah media kuis yang berisi latihan soal bahasa Jerman dengan menggunakan smartphone. Latihan soal di dalam media ini adalah materi Freizeitbesch?ftigungen untuk kelas XII. Rumusan masalah penelitian ini adalah: bagaimana pengembangan media Quizspiel melalui Appy Pie sebagai latihan belajar bahasa Jerman kelas XII semester 1. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media Quizspiel melalui Appy Pie sebagai latihan belajar bahasa Jerman kelas XII semester 1. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan media menurut Sugiyono, yang terdiri dari (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) dan revisi desain. Instrumen yang digunakan adalah angket. Angket diberikan kepada guru bahasa Jerman untuk validasi. Setelah melakukan validasi didapatkan hasil 98,46% untuk soal dan 98,43% untuk media. Berdasarkan hal tersebut, media ini layak digunakan dalam belajar bahasa Jerman. Kata kunci: Pengembangan Media, Quizspiel, Appy Pie, Latihan. Abstract Use of mobile devices that are now a staple of students. Students who are currently millennials or generation Z are very happy to use the internet to communicate. This fact shows that smartphone users are increasing and current generation of students is inseparable from smartphones in everyday life. According to data from Indonesiaabaik.id (2018), the activity of using smartphones for entertainment is greater than learning. Whereas at this time the government has determined the existence of School End Exams and National Exams in the form of CBT. This very rapid technological development also raises service providers to practice working on questions such as Ruangguru, Kahoot, Qizzez and so on. But the practice of the German language is still small, through observations in Gamung research m any students still experience difficulties in learning German due to lack of training. Some media can be used to help learn German which can be used by students wherever and whenever, one of which is the Quizspiel media. Media Quizspiel is a media quiz that contains exercises about German using a smartphone. The problem training in this media is Freizeitbesch?ftigungen material for class XII. The formulation of this research problem is: how the development of Quizspiels media through Appy Pie as a learning exercise in German class XII semester 1. The purpose of this study is to produce Quizspiel media through Appy Pie as German learning exercises in class XII semester 1. The development model used is the development model media according to Sugiyono, which consists of (1) potential and problems; (2) data collection; (3) product design; (4) design validation; (5) and design revisions. The instrument used was a questionnaire. Questionnaires were given to German teachers for validation. After validating, the results were 98.46% for the questions and 98.43% for the media. Based on this, the media is suitable for use in learning German. Keywords: Media Development, Quizspiel, Appy Pie, Exercise.Auszug Nutzung von mobilen Geräten, die heute ein Grundnahrungsmittel von Schülern sind. Die Schülern der Z-Generation oder Millenials nutzen gerne das Internet zur Kommunikation. Diese Tatsache zeigt, dass die Anzahl der Smartphone-Benutzer steigt und die derzeitige Generation der Schülern im Alltag mit Smartphones untrennbar verbunden ist. Nach Angaben des Ministeriums für Kommunikation und Information (2018) ist die Nutzung von Smartphones für Spielen größer als das Lernen. Zu diesem Zeitpunkt hat die Regierung die Existenz von Schulabschlussprüfungen und nationalen Prüfungen in Form von CBT festgestellt. Diese rasante technologische Entwicklung führt auch dazu, dass Dienstleister sich mit Fragen wie Ruangguru, Kahoot, Qizzez usw. beschäftigen. Die deutsche Übungen ist jedoch immer noch wenig. Durch Beobachtungen in der Gamung-Untersuchung haben viele Schüler immer noch Schwierigkeiten, Deutsch zu lernen, weil sie wenige Übungen gemacht. Einige Medien können für Deutschlernen benutzt werden, die von den Schülern überall und zu jeder Zeit benutzt werden kann. Der Medien Quizspiel ist ein Medienquiz, das Übungen zum Lesen mit einem Smartphone enthält. Übungsfragen in diesem Medium sind Hobby-Material für die Klasse XII. Die Formulierung des Problems dieser Untersuchung: wie ist Entwicklung der Quizspiel Medien durch Appy Pie als Übungen für deutsch lernen Klasse XII 1. Semester. Und das Ziel dieser Untersuchung ist die Entwicklung der Quizspiel Medien durch Appy Pie als Übungen für Deutsch Lernen Klasse XII 1. Semester zu herstellen. Diese Untersuchung benutzt das Modell der Entwicklung von Sugiyono. Das besteht aus (1) Potenzialen und Problemen besteht; (2) Datensammlung; (3) Produktdesign; (4) Designvalidierung; (5) und Überarbeitung des Designs. Das Instrument der Untersuchung ist Fragebogen. Der Fragebogen wird Deutschlehrer für Validierung übergegeben. Nach der Validierung gemacht wird, zeigen die Ergebnisse 98,46% für Übungsfragen und 98,43% für Medien. Basierend auf der Ergebnisse der Validierung, die Zusammenfassung ist, dass Medien würdig für deutsch lernen ist. Schlüsselwörter: Entwicklung der Medien, Quizspiel, Appy Pie, Übungen.
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI DENGAN METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE KURNIAWATI, NURIL
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI DENGAN METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE Nama Mahasiswa : Nuril KurniawatiNIM : 1500094001Program Studi : Pendidikan Bahasa JermanJurusan : Bahasa dan Sastra JermanFakultas : Bahasa dan SeniNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd.Tahun : 2019 Membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang terdapat dalam bahasa Jerman. Keterampilan membaca bukanlah sesuatu yang mudah, karena membaca membutuhkan banyak kosakata yang harus dikuasai. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, bahwa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami teks bacaan bahasa Jerman yang disebabkan karena kurangnya kosakata yang dikuasai oleh peserta didik. Salah satu metode pembelajaran yang bisa dipakai dalam keterampilan membaca bahasa Jerman yaitu metode Total Physial Response. Metode Total Physial Response adalah metode pengajaran bahasa asing dengan mengembangkan pemahaman menyimak melalui serangkaian perintah dimana peserta didik merespon dengan aktivitas fisik (VeraSavic, 2014: 447). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hasil belajar keterampilan membaca bahasa Jerman peserta didik kelas XI dengan menggunakan metode Total Physical Response. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan membaca bahasa Jerman peserta didik kelas XI dengan menggunakan metode Total Physical Response. Data dalam penelitian ini adalah nilai hasil tes keterampilan membaca peserta didik berupa skor nilai. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar untuk keterampilan membaca bahasa jerman peserta didik kelas XI dengan metode Total Physical Response mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan data nilai hasil tes peserta didik dari pertemuan pertama sampai pertemuan kedua. Ada 9 peserta didik yang mengalami peningkatan dengan nilai lebih dari KKM dan ada 4 peserta didik memperoleh nilai stabil dengan nilai lebih dari KKM, sedangkan 2 peserta didik mengalami penurunan nilai lalu 3 peserta didik lainnya hanya mendapatkan nilai dari salah satu pertemuan dalam penelitian skripsi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Total Physical Response dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI dalam keterampilan membaca bahasa Jerman. Kata kunci : Metode Total Physical Response, keterampilan membaca, hasil belajar.
PENGEMBANGAN MEDIA REISEN-DISC UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN SMA KELAS XII SEMESTER 2 ILMI, AMILATUL
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGEMBANGAN MEDIA REISEN-DISC UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN SMA KELAS XII SEMESTER 2 Nama Mahasiswa : Amilatul Ilmi NIM : 15020094009 Program Studi : Pendidikan Bahasa Jerman Jurusan : Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas : Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd. Tahun : 2019 Berdasarkan pengamatan peneliti, didapatkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis karangan bahasa Jerman. Oleh karena itu, dikembangkan media Reisen-Disc untuk pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman SMA. Media Reisen-Disc seperti gambar berseri berbentuk CD yang dapat diputar. Media ini berisi soal latihan untuk pembelajaran keterampilan menulis dengan tema Reisen dan subtema Ferien und Urlaub. Rumusan masalah penelitian ini adalah: bagaimana proses pengembangan media Reisen-Disc. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan media menurut Asyhar, yang terdiri dari (1) analisis kebutuhan; (2) merumuskan tujuan pembelajaran; (3) merumuskan butir-butir materi; (4) menyusun instrumen evaluasi; (5) menyusun naskah/draft media; (6) melakukan validasi ahli. Instrumen yang digunakan adalah angket. Angket diberikan kepada ahli materi dan media untuk validasi. Setelah melakukan validasi didapatkan hasil 93,75% untuk materi dan 93,75% untuk media. Berdasarkan hal tersebut, media ini layak digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman. Kata kunci: Media Reisen-Disc, pengembangan, bahasa Jerman
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BOARD GAME DI KELAS XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 12 SURABAYA HIDAYATI, NURUL
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BOARD GAME DI KELAS XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 12 SURABAYA Nama : Nurul Hidayati NIM : 15020094022 Program Studi : S-1 Pendidikan Bahasa Jerman Jurusan : Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. Ari Pujosusanto, M. Pd. Tahun : 2019 Keterampilan berbicara merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dikuasai dalam pembelajaran bahasa jerman. Keterampilan berbicara sangat penting dalam proses pembelajaran untuk dapat menyampaikan pengetahuan yang dimiliki, namun berbicara tidak mudah karena membutuhkan banyak latihan, pembiasaan, penguasaan kosakata, penguasaan ekspresi, pemahaman materi, pemahaman tata bahasa, serta pemahaman pengucapan dan intonasi. Dengan banyaknya sumber belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa jerman, salah satunya adalah media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam keterampilan berbicara bahsa jerman yaitu Media Board Game. Media Board Game merupakan media pembelajaran dalam bentuk permainan yang dimainkan dengan digerakkan dan dipindahkan pada permukaan yang telah ditandai berdasarkan seperangkat aturan (Mike Scorviano (2010). Dalam media tersebut memuat informasi yang berkaitan dengan tema yang dipelajari, sehingga dapat membantu siswa dalam melatih kemampuan berbicara bahasa jerman. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana hasil belajar keterampilan berbicara bahasa jerman menggunakan media Board Game kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan berbicara bahasa jerman menggunakan media Board Game kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Sumber data penelitian yaitu berupa nilai hasil belajar keterampilan berbicara siswa kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Penelitian dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Setelah itu data nilai hasil belajar tersebut dapat dideskripsiskan. Berdasarkan rerata hasil belajar pada pertemuan pertama siswa kelas XI A-3 Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya yaitu sebesar 70,19. Dan mengalami perbedaan hasil belajar yang meningkat pada pertemuan kedua, siswa kelas XI A-3 Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya mendapatkan rerata hasil belajar yaitu sebesar 87,78. Maka dapat disimpulkan bahwa media Board Game dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam keterampilan berbicara bahasa jerman dan dapat dimanfaat dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa jerman. Kata kunci : Media Board Game, Keterampilan Berbicara, Hasil Belajar
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BOARD GAME DI KELAS XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 12 SURABAYA HIDAYATI, NURUL
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BOARD GAME DI KELAS XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 12 SURABAYA Nama : Nurul Hidayati NIM : 15020094022 Program Studi : S-1 Pendidikan Bahasa Jerman Jurusan : Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. Ari Pujosusanto, M. Pd. Tahun : 2019 Keterampilan berbicara merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dikuasai dalam pembelajaran bahasa jerman. Keterampilan berbicara sangat penting dalam proses pembelajaran untuk dapat menyampaikan pengetahuan yang dimiliki, namun berbicara tidak mudah karena membutuhkan banyak latihan, pembiasaan, penguasaan kosakata, penguasaan ekspresi, pemahaman materi, pemahaman tata bahasa, serta pemahaman pengucapan dan intonasi. Dengan banyaknya sumber belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa jerman, salah satunya adalah media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam keterampilan berbicara bahsa jerman yaitu Media Board Game. Media Board Game merupakan media pembelajaran dalam bentuk permainan yang dimainkan dengan digerakkan dan dipindahkan pada permukaan yang telah ditandai berdasarkan seperangkat aturan (Mike Scorviano (2010). Dalam media tersebut memuat informasi yang berkaitan dengan tema yang dipelajari, sehingga dapat membantu siswa dalam melatih kemampuan berbicara bahasa jerman. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana hasil belajar keterampilan berbicara bahasa jerman menggunakan media Board Game kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan berbicara bahasa jerman menggunakan media Board Game kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Sumber data penelitian yaitu berupa nilai hasil belajar keterampilan berbicara siswa kelas XI Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya. Penelitian dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Setelah itu data nilai hasil belajar tersebut dapat dideskripsiskan. Berdasarkan rerata hasil belajar pada pertemuan pertama siswa kelas XI A-3 Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya yaitu sebesar 70,19. Dan mengalami perbedaan hasil belajar yang meningkat pada pertemuan kedua, siswa kelas XI A-3 Semester 2 SMA Negeri 12 Surabaya mendapatkan rerata hasil belajar yaitu sebesar 87,78. Maka dapat disimpulkan bahwa media Board Game dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam keterampilan berbicara bahasa jerman dan dapat dimanfaat dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa jerman. Kata kunci : Media Board Game, Keterampilan Berbicara, Hasil Belajar
MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SISWA SMAN 12 SURABAYA KELAS IX SEMESTER 1 ARIZA, FIKROTUL
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mengetahui apakah model pembelajaran cooperative script ini cocok bila diterapkan untuk pembelajaran keterampilan menyimak siswa. Peneliti menggunakan subyek penelitian siswa SMAN 12 Surabaya karena bahasa Jerman diajarkan disemua kelas. Bahasa Jerman di SMAN 12 Surabaya merupakan mata pelajaran peminatan yang diajarkan mulai kelas X sampai kelas XII untuk semua jurusan IPA maupun IPS. Namun waktu yang singkat menjadikan kendala dalam pembelajaran bahasa jerman di tingkat SMA maka konsentrasi penuh dalam pembelajaran berkurang. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk mengujicobakan model pembelajaran yang diharapkan mampu menjawab permasalahan menyimak dikelas tersebut. Dalam pembelajaran inovatif, metode yang sedang dikembangkan saat ini adalah metode kooperatif. Dalam penelitian ini yang menjadi pokok pembahasan adalah: bagaimanakah hasil belajar siswa SMAN 12 Surabaya dalam keterampilan menyimak bahasa jerman dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script. Adapun data penelitian ini yaitu berupa tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes peserta didik terhadap keterampilan menyimak bahasa Jerman dengan model pembelajaran cooperative script berjalan dengan baik untuk diterapkan pada keterampilan menyimak bahasa Jerman karena perolehan rata-rata nilai peserta didik diatas KKM. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata nilai peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran Cooperative Script. Dengan melihat hasil tes peserta didik dapat disimpulkan bahwa hasil tes menyimak peserta didik dalam keterampilan menyimak bahasa Jerman dengan model pembelajaran Cooperative Script adalah baik. Hal itu dibuktikan dengan didapatkannya hasil tes ke-1 dengan rata-rata 49, pertemuan ke-2 dengan rata-rata 70 dan pertemuan ke-3 dengan nilai rata-rata 91. Kata kunci : Model pembelajaran Cooperative Script, hasil belajar, keterampilan menyimak.
PENGGUNAAN MEDIA INSTAGRAM UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN SMA IMANUEL RINTJAP, MENSA; PUJOSUSANTO, ARI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan survey awal yang dilaksanakan di SMAN 1 Kediri, diperoleh informasi bahwa peserta didik memiliki hambatan dalam proses pembelajaran dalam keterampilan menulis bahasa Jerman. Oleh karena itu diperlukan media yang dapat memberikan motivasi pada peserta didik dalam proses pembelajaran serta dapat digunakan saat diluar jam pelajaran. Salah satu media yang tepat untuk digunakan adalah Instagram. Instagram adalah media sosial yang berbasis multimedia yang memiliki jumlah pengguna yang tinggi oleh kalangan remaja seperti peserta didik. Media tersebut memiliki beragam fitur yang mendukung untuk pembelajaran bahasa Jerman secara mandiri. Melalui materi yang diunggah dalam bentuk multimedia, peserta didik dapat fokus dan tertarik pada materi tersebut. Selain itu, Instagram mempermudah kegiatan belajar karena dapat digunakan sebagai sarana berdiskusi. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana respons peserta didik terhadap penggunaan media Instagram untuk pembelajaran menulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respons peserta didik terhadap media Instagram untuk pembelajaran menulis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini berupa hasil angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Instagram untuk pembelajaran menulis bahasa Jerman mendapatkan respons positif dari peserta didik kelas XI, sehingga dapat disimpulkan bahwa media Instagram dapat dijadikan salah satu alternatif media pembelajaran menulis bahasa Jerman. Kata kunci : Instagram, Media Pembelajaran, Respons.
MEDIA POSTER UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN PADA ANAK USIA DINI RA MAWAHIRUL ATHFAL BANGKALAN , WILDANIYAH; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MEDIA POSTER UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN PADA ANAK USIA DINI RA MAWAHIRUL ATHFAL BANGKALAN Wildaniyah Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya wildaniyahwildaniyah@mhs.unesa.ac.id Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya ABSTRAK Bahasa Jerman diajarkan di RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Berdasarkan hasil wawancara dan lembar analisis media yang diisi oleh guru bahasa Jerman, pembelajaran tersebut terkendala oleh kurangnya media pembelajaran bahasa Jerman untuk anak usia dini yang tersedia disekolah. Untuk itu, diperlukan media pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar bahasa Jerman untuk anak usia dini. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana langkah-langkah pembuatan media Poster untuk pembelajaran bahasa Jerman pada anak usia dini RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan Poster sebagai media pembelajaran bahasa Jerman pada Anak Usia Dini RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Media poster yang digunakan dalam penelitian ini berisi materi abjad (das Alphabet), angka-angka(die Zahlen)dan warna-warna (die Farben) dalam bahasa Jerman. Tema tersebut disesuaikan dengan acuan Permendiknas nomor 58 tahun 2009 tentang tema pembelajaran di PAUD. Sementara itu, model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan yang dikemukakan oleh Sadiman. Model tersebut terdiri atas (1) mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan pembelajaran, (3) mengembangkan materi, (4) menetapkan alat pengukur keberhasilan, (5) menuliskan naskah media, dan (6) validasi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket tersebut diberikan pada ahli media dan ahli materi untuk validasi. Setelah dilakukan validasi, diperoleh hasil 83,3% untuk media, dan 100% untuk materi. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh rata-rata sebesar 91,65% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan skala Likert media poster ini layak digunakan dalam pembelajaran bahasa Jerman di RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Kata kunci: pendidikan anak usia dini, media poster, dan pembelajaran bahasa Jerman Abstract Learning German in Indonesia has begun to be introduced at the level of PAUD / TK / RA, one of them in RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Based on the results of interviews and media analysis sheets filled by German teachers, the learning was constrained by the lack of the availability German learning media for early childhood at school. For this reason, learning media are needed to support German learning activities for early childhood. The purpose of this study is to describe the steps of making poster media and knowing the validity of the poster media. The poster media used in this study contained alphabetical material (das Alphabet), numbers (die Zahlen) and colors (die Farben) in German. The theme was adjusted to the reference of Permendiknas number 58 of 2009 concerning the theme of learning in PAUD. Meanwhile, the development model used in this study is a model of development proposed by Sadiman. The model consists of (1) identifying the needs and characteristics of students, (2) formulating learning objectives, (3) developing the material, (4) determining the measure of success, (5) writing the media script, and (6) validation. The research subjects were students of RA Mawahirul Athfal Bangkalan class B. The instruments used in this study were validation questionnaires. The questionnaire was given to media experts and material experts to measure the validity of learning media. After validation, the results obtained 83.3% for the media, and 100% for the material. Based on these results, obtained an average of 91.65% with very good criteria. Based on the Likert scale the media poster is suitable for use in learning German in RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Keywords: Kinder Garden, poster media, and learning German. POSTER MEDIEN FÜR DEUTSCHUNTERRICHT, DIE KINDERGARTEN RA MAWAHIRUL ATHFAL BANGKALAN Wildaniyah Studienprogramm S1 Pädagodik der Deutsche Sprache, Fakultät für Sprache und Kunst , Staatliche Universität von Surabaya wildaniyahwildaniyah@mhs.unesa.ac.id Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd. Pädagogische Deutschabteilung, Fakultät für Sprache und Kunst, Staatliche Universität von Surabaya AUSZUG Im Kindergarten wird Deutsch unterrichtet, zum Beispiel bei RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Im Lernprozes hat die Lehrern Probleme. Es gibt wenige Medien für Deutsch Kindergarten. Die Formulierung des Problems dieser Untersuchung: Wie macht man Poster Medien für Deutschunterricht in RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Das Ziel dieser Untersuchung ist es, Poster als Medium für die Deutschunterricht in RA Mawahirul Athfal Bangkalan zu produzieren. Die Poster median hat drei Themen. Das besteht aus: 1) das Alphabet, 2) die Zahlen, und 3) die Farben. Die Unterrichtsmaterien wird von Permendiknas nummerr 58 in Jahr über das Thema Lernen in Paud angepasst. Diese Untersuchung benutzt das Modell der Entwicklung von Sadiman. Das besteht aus (1) Ermittlung der Bedürfnisse und Merkmale der Schüler, (2) Formulieren von Lernzielen, (3) Entwickeln des Materials, (4) Bestimmen des Erfolgsmaßes, (5) Schreiben des Medienskripts und (6) Validierung. Das Instrument der Untersuchung ist Fragebögen. Der Fragebogen wird zu Medienexperten und Materialexperten für Validierung übergegeben.Nach der Validierung gemacht wird, zeigen die Ergebnisse 83,3% für das Medien und 100% für das Materie. Basierend auf diesen Ergebnissen wurden durchschnittlich 91,65% mit sehr guten Kriterien bekommen. Basierend auf der Likert-Skala können das Medienposter in RA Mawahirul Athfal Bangkalan zum lernen verwendet werden Schlüsselwörter: Kindergarten, Postermedien und Deutschlernen.
ANALISIS LATIHAN KETERAMPILAN MENULIS PADA BUKU AJAR "WELTMEISTER 1" SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN UNTUK SISWA KELAS X SMA SEMESTER 1 RATNI PRIJONO, SYLVIA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Membaca merupakan keterampilan menulis yang membutuhkan banyak latihan. Buku latihan Weltmeister 1 dibuat dengan tujuan membantu siswa melatih keterampilan Bahasa Jermannya. Namun sebelum menjadikan buku ini sebagai bahan latihan tambahan, perlu dilakukan analisis agar dapat diketahui apakah buku ini sesuai dengan materi pembelajaran Bahasa Jerman untuk kelas X I berdasarkan teori pengelompokkan jenis ? jenis keterampilan menulis yang dirumuskan Bernd Kast sehingga dapat diketahui jenis latihan manasaja yang sesuai terhadap materi keterampilan menulis pada Kurikulum 2013. Analisis data pada penelitian ini dihasilkan : 1) 4 latihan jenis Vorbereitende Übungen, 2) 14 jenis latihan Aufbauende Übungen, dan 3) 1 latihan jenis Strukturiende Übungen. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebanyak 19 latihan menulis pada buku Weltmeister 1 sesuai dengan materi pemebelajaran Kennenlernen ada di Kurikulum 2013 berdasarkan teori pengelompokkan jenis ? jenis latihan menulis yang dirumuskan Bernd Kast. Kata kunci : latihan menulis, Weltmeister 1, Kurikulum 2013 Abstract Writing is a skill that requires a lot of practice. The Weltmeister 1 exercise book was created with the aim of helping students practice their German language skills. But before making this book in accordance with the German language learning material in the first semester class X , which studied the theme of Self Identity (Kennenlernen). In this study Qualitative Descriptive type was used and analyzed the data with Document Analysis techniques based on Bernd Kast?s grouping of types of writing skills so that any type of writing skills so that any type exercise was suitable for the writing skills in the 2013 curriculum were know. Data analysis in the research was produced : 1) 4 exercise of the type of aufbauende Übungen, 2) 14 exercise of the type of vorbereitende Übungen, and 3) 1 exercise of the type of structure Übungen. The results of the study can be concluded that as many as 19 wrote in the teacher book in accordance with the Kennenlernen learning material in the 2013 curriculum based on the theory of grouping the types of writing exercise formulated by Bernd Kast. Keywords: Writing practice, Weltmeister 1, 2013 curriculum AUSZUG Schreibenisteine von 4 Fertigkeiten für Deutsch unterricht, das viele Übungen braucht. Das Übungsbuch Weltmeister 1 hat das Ziel gemacht., das Schreibenfertigkeits übungen für Anfanger schüler anbietet. Deshalb ist es wichtig zu analysieren, die Eignungzwischen die Übungs materiallen des Buches und die Kompetenzs beschreibung des gültigen Kurikulums (Kurikulum 2013). Das Themafür Klasse X in ersten Semesternist Kennenlernen. Die Forschungs Methodist qualitätfür das Übungsbuch Weltmeister 1. Die Teknikist auf die Schreibenfertigkeit Übungsart von Bernd Kastberührt. Die Analyse in dieser Forschunger gibt Schreibenfertigkeits übungen wiefolgendes : 1) 4 Übungen an vorbereitende Übungen, 2) 14 Übungen an aufbauende Übungen, and 3) 1 Übungen an strukturierende. Also das Ergebnisist 19 Schreibenfertigkeit Übungen in Übungsbuch Weltmeister 1vergleich mit der Materiefür Klasse X in ersten Semestern (Kennenlernen), welche die Übungenschon auf die Schreibenfertigkeit Übungsart Theorie von Bernd Kastberührten.
MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO BERBASIS APLIKASI POWTOON UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SMA KELAS XI SEMESTER 2 RATNA APRILIA, DIAN
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO BERBASIS APLIKASI POWTOON UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SMA KELAS XI SEMESTER 2 Berdasarkan wawancara dengan pendidik bahasa Jerman SMAN 1 Driyorejo, didapatkan bahwa peserta didik membutuhkan peningkatan dalam keterampilan berbicara. Maka dibutuhkan media untuk mengatasi masalah ini. Beberapa media dapat digunakan untuk membantu meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jerman, salah satunya adalah media pembelajaran video berbasis aplikasi PowToon. Media pembelajaran video berbasis aplikasi PowToon merupakan sebuah media yang berisi video-video animasi yang dibuat menggunakan aplikasi PowToon. Materi dan Latihan soal dalam media ini adalah lebensmittel einkaufen karena digunakan untuk kelas XI. Rumusan masalah penelitian ini adalah: bagaimana proses pengembangan media pembelajaran video berbasis aplikasi PowToon untuk pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman. Tujuan penelitian ini mengembangkan media pembelajaran video berbasis aplikasi PowToon untuk pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan media menurut Asyhar, yang terdiri dari (1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan, (3) merumuskan butir-butir materi, (4) menyusun instrumen evaluasi, (5) menyusun naskah/draft media, (6) melakukan validasi ahli, (7) melakukan uji coba atau revisi. Instrumen yang digunakan adalah angket. Angket diberikan kepada ahli materi dan media untuk validasi. Setelah melakukan validasi didapatkan hasil 100% untuk materi dan 96% untuk media. berdasarkan hal tersebut, media ini layak digunakan dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman. Kata kunci: Media Pembelajaran Video Berbasis PowToon, pengembangan, bahasa Jerman AUSZUG VIDEO LERNMEDIEN BASIEREND AUF POWTOON-ANWENDUNG FÜR SPRECHFERTIGKEIT DER SMA SCHÜLER KLASSE XI IN 2. SEMESTER Basierend auf interviews mit Deutschlehrerin von SMAN 1 Driyorejo: die Schüler brauchen Verbesserung der Sprachkenntnisse. So brauchen die Lehrer Medien, um diese Probleme zu lösen. Einige Medien können für die Sprechfertigkeit Deutschunterricht benutzt werden. Das ist die Medien ? Video Lernmedien basierend auf PowTooon-Anwendung?. Video Lernmedien basierend auf PowTooon-Anwendung ist eine Medien, die das Video enthält-animiertes video erstellt mit der app PowToon. Das Material und die Übungen in den Medien sind Lebensmittel einkaufen, weil es zur Klasse XI verwendet wird. Die Formulierungprobleme dieser Untersuchung: wie ist Entwicklugsprozess Video Lernmedien basierend auf PowTooon-Anwendung für die Sprechfertigkeit Deutschunterricht. Das Ziel dieser Untersuchung ist die Entwicklung der Video Lernmedien basierend auf PowTooon-Anwendung für die Sprechfertigkeit Deutschunterricht. Diese Untersuchung benutzt das Modell der Entwicklung von Asyhar.Das besteht aus (1) Bedarfsanalyse; (2) Formulierung des Lernziels; (3) Formulierung des Materie; (4) Aufstellung des Instruments; (5) Aufstellung der Design-Medien (6) Validierung; und (7) Prüfen oder Revision. Das Instrument der Untersuchung ist Fragebogen. Der Fragebogen wird zu Materienexperte und Medienexperte für Validierung übergegeben. Nach der Validierung gemacht wird, zeigen die Ergebnisse 100% für Materie und 96% für Medien. Basierend auf der Ergebnisse der Validierung, die Zusammenfassung ist, dass Medien würdig für die Sprechfertigkeit Deutschunterricht ist. Schlüsselwort: Video Lernmedien Basierend auf PowToon, Entwicklung, Deutsche Sprache