cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PENGEMBANGAN LATIHAN MEMBACA KELAS XII SEMESTER 1 SMAN 12 SURABAYA MELALUI “GOCONQR” YULIASTUTIK, FENI; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan membaca adalah awal untuk memulai keterampilan lainnya seperti mendengar, menulis, dan berbicara. Oleh karena itu peserta didik banyak diberikan latihan membaca oleh guru. Namun, ketersediaan latihan untuk mata pelajaran bahasa Jerman sangat sedikit, apalagi yang berbentuk Computer Based Test. Padahal saat ini pemerintah telah menetapkan ujian sekolah berbentuk CBT. Bahkan beberapa sekolah juga menggunakan CBT untuk penilaian akhir semester (PAS). Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikembangkan latihan membaca ke dalam game edukasi ?Deutsch XII?. Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat menggunakan kemajuan teknologi tidak hanya untuk bermain, namun juga belajar. Selain itu, game edukasi ?Deutsch XII? dipilih karena karakteristik peserta didik SMA saat ini merupakan peserta didik yang senang bermain dengan ponsel dan laptop mereka (Generasi Z). Latihan ini berbentuk pilihan ganda untuk peserta didik kelas XII semester 1. Pengembangan latihan membaca ke dalam game edukasi ?Deutsch XII? menggunakan model pengembangan research and development Borg and Gall. Langkah pengembangan dalam penelitian ini yaitu (1) Pengumpulan data, (2) Perencanaan, (3) Mengembangkan draft produk, (4) Uji coba lapangan awal, (5) Revisi hasil uji coba. Data diperoleh melalui tes. Kemudian, kualitas soal yang dikembangkan dianalisis melalui uji validitas butir soal, reliabilitas soal, daya pembeda soal, dan tingkat kesukaran soal. Uji validitas soal dihitung menggunakan rumus korelasi biserial serta product momment correlation. Sedangkan reliabilitas soal dihitung menggunakan rumus KR 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa soal yang memenuhi kriteria berjumlah 10 soal. Jadi soal yang dimasukkan ke dalam game edukasi ?Deutsch XII? melalui ?GoConqr? berjumlah 10 soal. Kata Kunci: Pengembangan, Latihan Membaca, GoConqr Abstract Reading skills are important to start other skills such as listening, writing, and speaking. Therefore the teacher give the students many reading exercises. However, the amount of exercises for German subject is very little, especially in the form of a Computer Based Test. Even though at this time the government has set a CBT exam. Even some schools also use CBT for the final semester assessment. Therefore in this study will be developed reading exercises in the educational game "Deutsch XII". So, the students can use technology not only to play, but also to learn. In addition, the educational game "Deutsch XII" was chosen because the characteristics of high school students nowadays are students who like to play with their cellphones and laptops (Generation Z). This exercise is in the form of multiple choices for students in the XII Grade in first semester. The development of the exercises in the educational game "Deutsch XII" uses the research and development model of Borg and Gall. The development steps in this research are (1) Data collection, (2) Planning, (3) Developing product drafts, (4) Initial field trials, (5) Revision of trial results. Data is obtained through tests. Then, the quality of the questions developed was analyzed through the validity test of the items, the reliability of the questions, the differentiation of the questions, and the level of difficulty of the questions. The validity is calculated using the biserial correlation formula and product moment correlation. While the reliability is calculated using the KR 20 formula. The results of the analysis show that there is 10 questions that meets the specified criteria. So there are 14 questions that inputted in the educational game "Deutsch XII" through "GoConqr". Keywords: Development, Reading exercise, GoConqrAuszug Lesefertigkeit sind wichtig, um andere Fähigkeiten wie Hören, Schreiben und Sprechen zu beginnen. Deshalb gibt die Lehrerin den Schülern viele Übungen zum Lesen. Die Anzahl der Übungen für deutsch ist jedoch wenig, insbesondere in Form eines Computer-basierten Tests. Außerdem haben die Regierung nun eine Abschlussprüfung in Form eines Computer-basierten Tests durchgeführt. Sogar einige Schulen durchführen eine Abschlussprüfung in Form eines Computer-basierten Tests. Deswegen wurde in dieser Untersuchung eine Leseübungen im Lernspiel "Deutsch XII" entwickelt. So können die Schüler die Technologie nicht nur zum Spielen benutzen, sondern auch zum Lernen. Außerdem wurde das Lernspiel "Deutsch XII" gewählt, weil die Schüler von SMA heute gerne mit ihren Handys und Laptops spielen (Generation Z). Diese Übung ist in Form eines Multiple-choice für Schüler der XII-Klasse im 1. Semester. Die Fragenentwicklung orientierte sich am R&D modell von Borg und Gall. Die Entwicklungsschritte dieser Untersuchung sind (1) Datenerfassung, (2) Planung, (3) Entwicklung von Produktentwürfen, (4) erste Feldversuche, (5) Überprüfung der Versuchsergebnisse. Daten werden durch Tests erhalten. Dann wurde die Gütekriterien für entwickelten Fragen durch Tests der Validität, Reliabilität, Differenzierung und des Schwierigkeitsgrades analysiert. Die Validität wird der Biseriale Korrelation Formel und der Produkt Moment Korrelation berechnet. Und die Reliabilität wird mit der Formel KR 20 berechnet. Die Ergebnisse der Analyse zeigen, dass 10 Fragen die Kriterien erfüllen. Also Die Fragen, die im Lernspiel "Deutsch XII" über "GoConqr" eingegeben wurden, sind 10 Fragen. Schlüsselwörter: Entwicklung, Leseübungen, GoConqr
EFEKTIVITAS PERMAINAN BINGO DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 GEDANGAN ENDRIYATI, OKTAVIANI; HERAWANTO SOESETYO, BENNY
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas permainan Bingo dalam pembelajaran keterampilan berbicara peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Gedangan. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan; Bagaimanakah Efektivitas Permainan Bingo dalam pembelajaran keterampilan berbicara peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Gedangan. Pada penelitian akan dijelaskan faktor- faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas belajar peserta didik. Serta bagaimana belajar dikatakan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilihat dari hasil angket. Subjek pada penelitian ini merupakan peserta didik kelas X ? MIPA 7 SMA Negeri 1 Gedangan, dengan jumlah responden 36 orang. Penelitian dilakukan 3 kali pertemuan. Pada pertemuan pembelajaran bahasa jerman dilakukan tanpa menggunakan permainan bingo. Pada pertemuan kedua pembelajaran bahasa jerman digabungkan dengan permainan bingo. Pada pertemuan terakhir peserta didik diberikan angket. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa permainan Bingo efektif digunakan untuk pembelajaran keterampilan berbicara. Lebih dari 50% dari jumlah responden yang mendukung bahwa permainan dapat digunakan untuk pembelajaran keterampilan berbicara. Hal tersebut dikarenakan permainan bingo yang meyenangkan dan menantang. Sehingga meningkatkan minat, motivasi, dan kecepatan pemahaman peserta didik. Namun permainan bingo juga memiliki kekurangan, yakni jika pendidik mengharapkan peserta didik mencatat hal- hal penting selama pembelajaran, maka permainan bingo tidak dapat digunakan. Hal ini dikarenakan peserta didik yang terlalu fokus pada permainan dibanding dengan pembelajaran.
KAJIAN KESESUAIAN MATERI AJAR DALAM LAMAN HTTP://WWW.EDUCATION.VIC.GOV.AU/LANGUAGESONLINE DENGAN KURIKULUM 2013 UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SISWA SMA KELAS X KAMARUDIN, SAMSUL; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat komunikasi yang utama bagi manusia adalah bahasa, dengan bahasa manusia dapat menyampaikan ide, pikiran, dan pesan kepada orang lain, sehingga terjadi komunikasi. Agar komunikasi berjalan dengan baik, diperlukan penguasaan empat keterampilan berbahasa diantaranya keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dari keempat keterampilan itu, keterampilan menyimak merupakan keterampilan berbahasa awal yang harus dikuasai. Schumann (dalam Lange, 1998:192) juga berpendapat ?Hörverstehen wird eine zentralle Rolle im Kommunikationsproze? zugeschreiben? artinya keterampilan menyimak menjadi peran sentral dalam proses komunikasi. Peran penting penguasaan keterampilan menyimak juga sangat tampak di lingkungan sekolah, contohnya siswa mempergunakan sebagian waktunya untuk menyimak pelajaran yang disampaikan guru. Keberhasilan siswa dalam memahami serta menguasai pelajaran diawali dengan menyimak. Oleh karena itu, keterampilan menyimak perlu dikuasai dengan baik. Perkembangan teknologi pada era moderen yang semakin canggih, seperti halnya internet yang dapat diakses siapa saja dan kapan saja. Ada banyak manfaat yang diperoleh dari internet untuk memperoleh informasi-informasi yang diperlukan dengan cepat dan mudah, Internet juga merupakan salah satu sumber materi ajar yang dapat diakses untuk menunjang keterampilan menyimak bahasa Jerman. salah satunya adalah laman http://www.education.vic.gov.au/LanguagesOnline. Laman ini merupakan sebuah laman pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Jerman yang memiliki tampilan yang sederhana dan cara penyampaian materinya menarik akan memotivasi sisawa untuk belajar bahasa Jerman. Selain itu, laman ini juga memiliki tampilan gambar, suara, animasi gerak dan lagu-lagu agar siswa bersemangat dalam belajar dan mengerjakan soal yang tersedia. Namun, materi ajar yang ada di dalam laman tersebut belum bisa disebut materi ajar, karena harus disesuaikan dengan materi ajar tingkat SMA dengan kurikulum 2013. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?bagaimana kesesuaian materi ajar dalam materi ajar pada laman http://www.education.vic.gov/languagesonline dengan kurikulum 2013 untuk keterampilan menyimak bahasa Jerman siswa SMA kelas X Semester 1?. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah ?mengetahui kesesuaian materi ajar dalam laman http://www.education.vic.gov.au/languagesonline dengan kurikulum 2013 untuk keterampilan menyimak siswa SMA kelas X Semester 1?. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif sedangakan metode yang digunakan adalah metode penelitian kulitatif. Setelah melakukaan anlisis kajian, maka hasil kajian materi ajar dari penelitian ini adalah materi ajar dari laman http://www.education.vic.gov.au/LanguagesOnline dapat digunakan sebagai materi ajar pembelajaran menyimak bahasa jerman kelas X semester 1. Hal itu dibuktikan dengan kesesuaian kosakata meliputi kata benda (Nomen), kata kerja (Verben), kata sifat (Adjektiv), dengan kesesuaian 47% termasuk kritertia cukup sesuai, ujaran (Redemittel) dengan kesesuaian 70.8% termasuk kriteria sesuai dan tatabahasa dengan kesesuaian 94% termasuk kriteria sangat sesuai. Analisis dilakukan dengan menyesesuikan isi materi dalam laman dengan materi ajar keterampilan menyimak bahasa Jerman kurikulum 2013 kelas X semseter 1.Kata Kunci : Materi ajar, Laman webiste, keterampilan menyimak
PENGEMBANGAN MEDIA DEUTSCH IST INTERESSANT UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SMA NOVI KRISTANTI, LUSI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Smartphone digunakan oleh berbagai negara termasuk Indonesia. Penggunaan smartphone untuk belajar hanyalah 13,97% (Kominfo, 2018). Pemanfaatan smartphone sebagai media belajar sangat sedikit, dan itu adalah sebuah masalah. Sedikitnya pemanfaatan smartphone sebagai media untuk belajar merupakan suatu masalah. Agar smartphone lebih bermanfaat dan dapat digunakan untuk belajar, maka smartphone dapat diisi oleh media pembelajaran bahasa Jerman. Media tersebut dilengkapi materi bersuara karena untuk keterampilan menyimak membutuhkan audio (Nurgiyantoro, 2004:108). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana membuat media Deutsch ist interessant untuk pembelajaran keterampilan menyimak bahasa jerman SMA. Ditinjau dari rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini membuat media Deutsch ist interessant untuk pembelajaran keterampilan menyimak bahasa jerman SMA. Metode penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dan menggunakan model pengembangan ADDIE. Oleh karena langkah pengembangan media yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Pada tahap analisis langkahnya yaitu menganalisis materi dari 4 buku yaitu Deutsch ist Einfach 2, Kontakte Deutsch Extra, Studio D A1, Lowe 2 dengan beberapa aspek kriteria dan didapatkan 7 data atau materi. Setelah langkah analisis yaitu desain dengan mendesain media pada power point. Selanjutnya setelah desain yaitu pengembangan, dengan mengubah desain berbentuk power point menjadi aplikasi yang bisa digunakan pada smartphone dengan menggunakan iSpring8. Setelah bentuk aplikasi media sudah selesai langkah selanjutnya yaitu implementasi, dengan menjelaskan bagaimana langkah penggunaan media dibantu oleh use case diagram. Lalu yang terakhir yaitu evaluasi, dengan menganalisis hasil angket validasi media dan materi. Pada hasil angket tersebut diketahui bahwa materi dalam media ini 80 % layak digunakan dan media tersebut sangat layak dengan hasil 87%. Proses pengembangan media Deutsch ist interessant ini tidak sampai uji coba. Sehingga hanya sampai pada validasi media dan validasi materi saja. Media tersebut kemudian dinamakan Deutsch ist interessant dan dapat digunakan sebagai alternatif media dalam pembelajaran bahasa Jerman keterampilan menyimak SMA. Kata Kunci: Pengembangan, Media Deutsch ist interessant, Keterampilan Menyimak Abstract Smartphones are used by various countries including Indonesia. The use of smartphones to study is only 13.97% (Kominfo, 2018). The use of smartphones as a medium of learning is very little, and that is a problem. The little use of smartphones as a medium for learning is a problem. In order for smartphones to be more useful and can be used for learning, smartphones can be filled with German learning media. The media is equipped with sound material because listening skills require audio (Nurgiyantoro, 2004: 108). The formulation of the problem in this research is how to make Deutsch ist interessant media for learning German high school listening skills. Judging from the formulation of the problem, the purpose of this study is to make the Deutsch ist interessant media for learning high school German listening skills. This research method is a qualitative approach and uses the ADDIE development model. Because of the steps in developing the media, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. In the analysis step the steps are analyzing material from 4 books namely Deutsch ist Einfach 2, Kontakte Deutsch Extra, Studio D A1, Lowe 2 with several aspects of criteria and 7 data or material obtained. After the analysis step is design by designing media at power point. Next after design is development, by changing the design in the form of power point into an application that can be used on smartphones using iSpring8. After the form of media application has finished, the next step is implementation, by explaining how the steps of media use are assisted by use case diagrams. Then the last one is evaluation, by analyzing the results of media and material validation questionnaires. In the results of the questionnaire it is known that the material in this media is 80% feasible and the media is very feasible with a result of 87%. The process of developing the Deutsch ist interessant media was not tested. So that only comes to media validation and material validation only. The media is then called Deutsch ist interessant and can be used as an alternative medium for learning German language skills in listening to high school. Keywords: Development, Deutsch ist interessant medium, Listening skill. Auszug Smartphones werden in verschiedenen Ländern einschließlich Indonesien verwendet. Die Verwendung von Smartphones zum Lernen beträgt nur 13,97% (Kominfo, 2018). Die Verwendung von Smartphones als Lernmedium ist sehr gering und das ist ein Problem. Der geringe Einsatz von Smartphones als Lernmedium ist ein Problem. Damit Smartphones nützlicher sind und zum Lernen verwendet werden können, können Smartphones mit deutschen Lernmedien gefüllt werden. Die Medien sind mit Tonmaterial ausgestattet, weil das Hörvermögen Audio erfordert (Nurgiyantoro, 2004: 108). Die Problemstellung in dieser Forschung lautet, wie man Deutsch ist interessant media für das Erlernen deutscher Hörfähigkeiten in der deutschen High School macht. Ausgehend von der Formulierung des Problems ist es das Ziel dieser Studie, das Deutsch ist interessant media für das Erlernen der deutschen Highschool-Hörfähigkeiten zu schaffen. Diese Forschungsmethode ist ein qualitativer Ansatz und verwendet das ADDIE-Entwicklungsmodell. Wegen der Schritte bei der Entwicklung der Medien, nämlich Analyse, Design, Entwicklung, Implementierung und Bewertung. In dem Analyseschritt werden die Schritte aus 4 Büchern analysiert, nämlich Deutsch ist Einfach 2, Kontakte Deutsch Extra, Studio D A1, Lowe 2 mit mehreren Aspekten der Kriterien und 7 Daten oder Material. Nach dem Analyseschritt erfolgt das Design durch das Design von Medien am Power Point. Nach dem Design ist die Entwicklung, indem das Design in Form von Power Point in eine Anwendung umgewandelt wird, die auf Smartphones mit iSpring8 verwendet werden kann. Nachdem das Formular der Medienanwendung abgeschlossen ist, wird als nächster Schritt die Implementierung erläutert, indem erläutert wird, wie die Schritte der Mediennutzung durch Anwendungsfalldiagramme unterstützt werden. Die letzte ist die Auswertung, indem die Ergebnisse der Fragebögen zur Medien- und Materialvalidierung analysiert werden. Aus den Ergebnissen des Fragebogens ist bekannt, dass das Material in diesen Medien zu 80% realisierbar ist und die Medien mit 87% sehr gut machbar sind. Der Entwicklungsprozess der Deutsch ist interessant media wurde nicht getestet. Also nur zur Medien- und Materialvalidierung. Die Medien heißen dann Deutsch ist interessant und können als alternatives Medium für das Erlernen der deutschen Sprachkenntnisse beim Abitur verwendet werden. Schlusselw?rte: Entwicklung, Deutsch ist interessant medien, Hörfertigkeiten.
VALIDASI SOAL TES SUMATIF KELAS XI SEMESTER 1 SMAN 4 DEPOK NOOR AMRU HAFIZHAH, GUSTI; HERAWANTO SOESETYO, BENNY
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tes sumatif bahasa Jerman mengacu pada materi dan tujuan pembelajaran bahasa Jerman selama satu semester. Pengukuran perlu diadakan untuk mengetahui ketepatan informasi materi dan tujuan pembelajaran selama satu semester, sehingga perlu adanya validasi. Selain validasi, uji reliabilitas untuk soal tes sumatif juga diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas dan reliabilitas soal tes sumatif. Soal tes sumatif yang diteliti yaitu soal tes sumatif bahasa Jerman kelas XI semester 1 SMAN 4 Depok. Uji validitas dan reliabilitas penelitian ini menggunakan Microsoft Excel 2013. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu LJK (lembar jawaban komputer) tes sumatif bahasa Jerman kelas XI semester 1 yang berjumlah 388. Data penelitian yang digunakan yaitu kisi-kisi dan soal tes sumatif bahsa Jerman kelas XI semester 1 yang berjumlah 50 soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 44 soal tersebut dinyatakan valid dan 6 soal lainnya dinyatakan tidak valid. Sehingga, lebih dari 75% soal tes sumatif bahasa Jerman kelas XI semester 1 SMAN 4 Depok dinyatakan valid. Sedangkan soal tes sumatif ini dikatan reliabel karena memiliki nilai 0,811. Angka tersebut melebihi angka minimum, yaitu 0,70. Maka tes sumatif ini dinyatakan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
METODE TWO STAY TWO STRAY UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SISWA SMAN 12 SURABAYA KELAS XI SEMESTER 1 ARI PERMADI, LUTHFI; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik terhadap keterampilan berbicara bahasa Jerman. Pada mata pelajaran bahasa Jerman, peserta didik tentu diharapkan memiliki keterampilan berbicara bahasa Jerman yang baik dengan penguasaan kosa kata dan penyusunan struktur kalimat yang tepat sehingga dapat mengungkapkan ide, gagasan serta perasaan secara lisan sebagai proses komunikasi terhadap orang lain (Setyawan Pudjiono, 2003:58). Metode Two Stay Two Stray diterapkan dalam penelitian ini sebagai metode pembelajaran alternatif untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman. Metode ini sangat baik diterapkan pada pembelajaran karena dapat mengurangi rasa bosan peserta didik serta tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif tetapi juga melatih peserta didik untuk bertanggungjawab. Penelitian ini diterapkan pada peserta didik kelas XI IPA 1 semester 1 di SMAN 12 Surabaya dengan tema Familie. Dalam penelitian ini yang menjadi pokok pembahasan adalah: bagaimana respon peserta didik terhadap metode Two Stay Two Stray pada pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman kelas XI semester 1 SMAN 12 Surabaya. adapun data penelitian ini yaitu berupa tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes dan respon peserta didik terhadap stimulus yang diberikan dalam keterampilan berbicara bahasa Jerman dengan metode Two Stay Two Stray berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata nilai peserta didik setelah diterapkan metode TSTS. Dengan melihat hasil tes dan angket peserta didik dapat disimpulkan bahwa respon peserta didik dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman dengan metode TSTS adalah baik. Hal itu dibuktikan dengan didapatkannya hasil tes ke-1 dengan rata-rata 61, pertemuan ke-2 dengan rata-rata 88,5 dan pertemuan ke-3 dengan nilai rata-rata 97 serta hasil angket dengan rata-rata 66,9%. Kata kunci : Metode Two Stay Two Stray, respon, Bahasa Jerman.
PENERAPAN MEDIA JEOPARDY GAME UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI SMAN 1 MOJOSARI MARIANA PUTRI, ANANDA; WAHYUNINGSIH, FAHMI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan yang harus dikuasai dalam pembelajaran bahasa Jerman. Demi mencapai suatu tujuan pembelajaran guru harus dapat mengatur lingkungan belajar yang ada. Salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud ialah media Jeopardy Game. Media Jeopardy Game dipilih karena bersifat interaktif sehingga mampu mengembangkan kreativitas siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah media Jeopardy Game dapat diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI IPS SMAN 1 Mojosari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI IPS SMAN 1 Mojosari dengan menggunakan media Jeopardy Game. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang diuraikan secara deskriptif. Data penelitian ini berupa data hasil dari langkah-langkah penerapan media Jeopardy Game yang diperoleh dari lembar observasi dan hasil angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Jeopardy Game dapat diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI IPS SMAN 1 Mojosari. Media Jeopardy Game membuat siswa antusias mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Jerman dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kuis sehingga menimbulkan keberanian siswa untuk berbicara bahasa Jerman. Hal ini dapat di buktikan dari hasil lembar observasi bahwa pertemuan ketiga lebih baik dari pertemuan kedua. Dari angket respon siswa, pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman dengan menggunakan media Jeopardy Game mendapatkan hasil dengan kategori baik. Kata kunci: Keterampilan berbicara, media pembelajaran, Jeopardy Game
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER 1 SMA N 1 GEDANGAN DENGAN TEKNIK TAKE AND GIVE MARIA NUR ULUM, SITI; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis merupakan salah satu keterampilan dasar yang terdapat dalam bahasa Jerman. Keterampilan menulis bukanlah sesuatu yang mudah, karena menulis membutuhkan penguasaan kosakata, tata bahasa, dan aturan dalam penulisan. Terdapat banyak teknik yang dipakai dalam pembelajaran bahasa Jerman. Salah satu teknik pembelajaran yang bisa dipakai dalam keterampilan menulis bahasa Jerman yaitu teknik take and give. Teknik Take and Give merupakan strategi pembelajaran yang didukung oleh penyajian data yang diawali dengan pemberian kartu kepada peserta didik (Huda, 2013: 242). Kartu tersebut terdapat informasi terkait tema, sehingga peserta didik dimudahkan dalam hal menulis. Rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu bagaimana hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran menulis menggunakan teknik take and give. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Gedangan dengan menggunakan teknik take and give dalam keterampilan menulis dialog. Sumber data penelitian yaitu nilai hasil belajar keterampilan menulis dialog bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Gedangan. Peneliti melakukan penelitian sebanyak 3 kali pertemuan. Kemudian nilai peserta didik dideskripsikan. Pada pertemuan pertama terdapat 3 pasang (6 orang) peserta didik yang memperoleh nilai diatas KKM. Sedangkan 12 pasang (24 orang) lainnya mendapat nilai dibawah KKM. Pertemuan kedua terdapat 6 pasang (12 orang) memperoleh nilai diatas KKM (Kriteria Ketentuan Maksimal), sedangkan 8 pasang (16 orang) masih memperoleh nilai dibawah KKM. Pertemuan ketiga terdapat 12 pasang (24 peserta didik) mendapat nilai diatas KKM. Sedangkan 3 pasang lainnya (6 peserta didik) dinyatakan belum tuntas karena belum melampaui nilai KKM. Berdasarkan rata-rata hasil belajar peserta didik dari pertemuan pertama 74, pertemuan kedua 79 dan pertemuan ketiga 82 yang selalu mengalami peningkatan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa teknik take and give dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam keterampilan menulis dan juga dapat mengatasi kesulitan pembelajaran keterampilan menulis. Kata kunci: Teknik take and give, Keterampilan Menulis, Hasil Belajar
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF GALLERY WALK TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 GEDANGAN MAHANISSA MEIFI LITA, HILDA; WAHYUNINGSIH, FAHMI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Gedangan, diperoleh beberapa informasi yang berkaitan dengan keterampilan menulis yang didapatkan peserta didik. Ada beberapa faktor, yang menyebabkan kesulitan peserta didik dalam keterampilan menulis yaitu penulisan kosakata, struktur kalimat dan penulisan yang menggunakan huruf besar atau kecil. Hal ini menyebabkan hasil belajar menulis tidak bagus. Penelitian ini dicoba untuk menyelesaikan masalah. Berdasarkan kesulitan tersebut, maka penelitian ini dicoba untuk mengungkapkan pengaruh penggunaan teknik pembelajaran Gallery Walk. Batasan masalah penelitian ini adalah pengaruh teknik pembelajaran kooperatif Gallery Walk terhadap hasil belajar menulis di kelas XI Bahasa SMAN 1 Gedangan. Penelitian ini menggunakan teori dari Silberman. Penelitian ini meupakan penelitian eksperimen. Data penelitin ini adalah hasil menulis dari soal pre-test dan post-test. Populasinya sejumlah 32 peserta didik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada pengaruh untuk hasil belajar menulis karangan deskripsi bahasa Jerman melalui teknik pembelajaran Gallery Walk pada kelas eksperimen. Hal ini bisa dilihat dari nilai t-test = 0,06 < t-tabel (0,05;30)= 2,04 < t-tabel (0,01;30)= 2,75, kemudian dilihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 41,125 dan kelas kontrol sebesar 40,969, maka teknik pembelajaran Gallery Walk lebih efektif diterapkan di kelas eksperimen, karena nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar. Kata kunci: Teknik Pembelajaran Kooperatif Gallery Walk, Hasil belajar menulis bahasa Jerman.
MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 12 SURABAYA OKTAVIAN, CAPESTRANO; PUJOSUSANTO, ARI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berbicara penting untuk mempermudah berkomunikasi dengan orang lain. Apabila seseorang memiliki keterampilan berbicara yang baik, dia akan memperoleh keuntungan sosial maupun profesional. Melalui observasi di kelas XI IPA-2 SMAN 12 Surabaya, peserta didik mampu memahami materi yang baru dipelajari, namun kebanyakan dari mereka memilih untuk diam ketika ditanya oleh pendidik maupun menyebutkan kata dan kalimat sesuai dengan materi yang dipelajari selama proses belajar mengajar berlangsung. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan model pembelajaran yang dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berbikir untuk menyampaikan fakta, pengetahuan, menjelaskan dan mendeskripsikan maksud (pikiran, perasaan dan ide) secara lisan. Model pembelajaran example non example memberikan kebebasan berbebicara kepada peserta didik untuk menyampaikan apa yang dipikirkannya. Model pembelajaran ini juga dapat membantu peserta didik dalam memahami materi yang dipelajari secara lebih mendalam melalui analisis terhadap gambar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran example non example untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI SMAN 12 Surabaya. Penerapan model pembelajaran example non example dilakukan sebanyak dua kali dengan tema Familie. Materi yang digunakan yaitu Possesivpronomen dan Präposition. Fokus penelitian ini hanya pada penerapan model pembelajaran untuk keterampilan berbicara. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kualitatif dengan data berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.Hasil analisis menunjukkan bahwa proses penerapan model pembelajaran example non example untuk keterampilan berbicara berjalan dengan baik sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran example non example yang termuat di dalam RPP. Peserta didik kelas XI IPA-2 memahami materi yang dipelajari dan berani berbicara untuk menyampaikan maksud (ide, pikiran, isi hati) dari apa yang diketahui dan dipelajarinya ketika melakukan analisis terhadap gambar di dalam kelompok. Mereka menyebutkan kosa kata yang baru diketahui kepada teman-temannya dan bertanya kepada pendidik ketika tidak menemukan artinya. Selain itu, peserta didik mampu mengambil keputusan dalam memilih pendapat yang paling tepat dari berbagai pendapat yang dikemukakan untuk dijadikan sebagai hasil analisis.Kelompok yang menyampaikan hasil analisis di depan kelas mendapat tanggapan dari kelompok yang mendengarkan ketika ada kesalahan pengucapan. Kelompok yang mendengarkan akan langsung membenarkan dan sesekali bertanya untuk menguji kemampuan berpikir temannya. Berdasarkan hasil analisis yang telah disampaikan tiap kelompok, kemudian pendidik menyampaiakn materi yang dipelajari serta memberikan masukan kepada peserta didik mengenai hasil analisis mereka. Kata kunci: Model pembelajaran example non example, Keterampilan berbicara