cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 GEDANGAN AZIZA NUR ISLAMIYAH, ERLY
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 GEDANGAN Nama : Erly Aziza Nur Islamiyah Prodi / Jurusan : Pendidikan Bahasa Jerman NIM : 15020094033 Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. Suwarno Imam S., M.Pd Tahun : 2019 Kemampuan berbicara merupakan suatu unsur penting terhadap keberhasilan dalam semua bidang kehidupan. Sebagai suatu bentuk penggunaan bahasa, berbicara merupakan kegiatan berbahasa yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbicara seseorang berusaha untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada orang lain secara lisan. Oleh karena itu, keterampilan berbicara menjadi salah satu komponen penting dalam mempelajari bahasa asing, tetapi masih banyak peserta didik merasa kesulitan terhadap keterampilan berbicara bahasa Jerman. Model pembelajaran Word Square adalah salah satu yang dapat mempermudah peserta didik untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jerman. Peserta didik dapat menemukan kata-kata tersembunyi di dalam kotak yang telah disediakan. Dari kata-kata tersebut dapat menjadi ide awal untuk berbicara. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas peserta didik dalam penerapan model pembelajaran Word Square untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Gedangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas peserta didik dalam penerapan model pembelajaran Word Square untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Gedangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif berbentuk deskriptif. Data diperoleh dari hasil lembar observasi dan angket. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kemampuan berbicara peserta didik semakin meningkat dengan menggunakan model pembelajaran Word Square. Dan model pembelajaran Word Square untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman mendapatkan respon hasil sebesar 94% dari peserta didik, yang masuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci : Model Pembelajaran Word Square, Keterampilan Berbicara.
AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WRITE AROUND UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN KELAS XI SMAN 1 GEDANGAN PURWASISTI, ILMALA
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WRITE AROUND UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN KELAS XI SMAN 1 GEDANGAN Nama : Ilmala Purwasisti NIM : 15020094027 Program Studi : S1 Pendidikan Bahasa Jerman Jurusan : Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas : Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra. Fahmi Wahyuningsih, M.Pd. Tahun : 2019 Keterampilan menulis dalam Bahasa Asing merupakan keterampilan yang sulit dikuasai dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa peserta didik di SMAN 1 Gedangan kesulitan menemukan ide untuk menulis. Hal ini disebabkan karena minimnya penguasaan kosakata. Oleh karena itu, pengajar membutuhkan model pembelajaran inovatif yang bisa membuat pembelajaran lebih menarik. Untuk membantu peserta didik, maka salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu model pembelajaran Write Around. Model pembelajaran ini diterapkan karena menunut semua peserta didik dalam kelompok menuliskan idenya secara bergiliran untuk membuat sebuah rangkaian kalimat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas peserta didik dalam proses penerapan model pembelajaran Write Around untuk keterampilan menulis Bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMAN 1 Gedangan. Data penelitian ini diperoleh melalui hasil analisis lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Write Around telah diterapkan dengan baik sesuai dengan prosedur. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Write Around dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis Bahasa Jerman. Kata kunci : model pembelajaran Write Around, keterampilan menulis
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 DRIYOREJO DECENCY LIAN, HONESTY; PUJOSUSANTO, ARI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 DRIYOREJO Honesty D.Lian Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya hd.lian96@gmail.com Drs. Ari Pujosusanto, M. Pd Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya ABSTRAK Keterampilan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan yang harus dikuasai dalam pembelajaran Bahasa Jerman. Demi mencapai suatu tujuan pembelajaran guru harus dapat mengatur lingkungan belajar yang ada. Salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud ialah media Flash Card. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Jerman banyak metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Dari sekian banyak metode pembelajaran tersebut ditemukanlah metode menggunakan media Flash Card yang mempermudah dan mempercepat pembelajaran. Media Flash Card dipilih karena penggunaan media ini sangat mudah dan praktis sehingga biasa dipelajari setiap saat. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu adakah pengaruh penggunaan media Flash Card terhadap kemampuan berbicara pada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Driyorejo. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh penggunaan media Flash Card terhadap kemampuan berbicara pada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Driyorejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang diuraikan secara kuantitatif. Data penelitian ini berupa data dari media Flash Card yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Flash Card dapat diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara Bahasa Jerman siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Driyorejo. Teknik pembelajaran dengan menggunakan media Flash Card memberikan pengaruh pada keterampilan berbicara pada siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Driyorejo, hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan. Berdasarkan Uji normalitas diketahui bahwa uji normalitas terpenuhi baik secara normal maupun visual sehingga dapat dilakukan paired sample t test. Berdasarkan output diperoleh nilai t hitung sebesar -34,014 dengan sig 0,000. Karena nilai sig < a maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, artinya rata-rata nilai pretest dan posttest berbeda. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media flash card mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Driyorejo. Hal ini dapat di buktikan dari hasil belajar pretest dan posttest bahwa pertemuan kedua lebih baik dari pertemuan pertama. Kata kunci: Keterampilan berbicara, media pembelajaran, Flash Card
MEDIA KALENDER BERBASIS POWERPOINT UNTUK LATIHAN MENULIS KALIMAT BAHASA JERMAN SISWA KELAS XII SEMESTER 1 CITRA AGUSTINA, ANINDA; WAHYUNINGSIH, FAHMI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Jerman dan analisis kebutuhan media di SMAN 12 Surabaya, didapatkan bahwa peserta didik kelas XII masih kesulitan dalam menulis kalimat bahasa Jerman. Selain itu, tidak adanya media pembelajaran yang mendukung menjadi salah satu faktor. Media kalender berbasis Powerpoint dibuat dengan harapan dapat digunakan untuk membantu meningkatkan minat belajar serta pemahaman peserta didik. Media kalender berbasis Powerpoint ini dibuat dan digunakan menggunakan aplikasi Powerpoint. Media ini berisi kumpulan soal latihan menulis yang disajikan secara interaktif, sehingga peserta didik dapat langsung menuliskan jawabannya di kolom jawaban yang tersedia. Materi yang dipilih dalam media ini yaitu pada subtema Tagesablauf. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan media menurut Sadiman, yang terdiri (1) analisis kebutuhan, (2) merumuskan tujuan pembelajaran, (3) merumuskan butir-butir materi, (4) mengembangkan alat ukur keberhasilan media, (5) menyusun draft media, (6) melakukan revisi media. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan skala tertutup yang diberikan kepada validator media. Validasi media dilakukan sebanyak 2 kali dengan hasil validasi media sebesar 95%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa media kalender berbasis Powerpoint layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis kalimat bahasa Jerman. Kata kunci : Media kalender berbasis Powerpoint, Keterampilan Menulis, Bahasa Jerman
ANALISIS KESALAHAN PELAFALAN FONEM BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER 2 SMAN 4 BOJONEGORO KUSUMA PRATIWI, ARINDA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti jenis-jenis kesalahan pelafalan peserta didik kelas XI IPA 2 tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA 2 sebanyak 33 orang. Pengambilan sampel dilakukan melalui random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen teks dan rekam suara. Intrumen teks terdiri atas dua bagian yaitu bagian A membaca kosakata dan bagian B membaca kalimat pendek. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan fonetis artikulatoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik belum menguasai cara melafalkan fonem-fonem dalam bahasa Jerman. Pada bagian A, kesalahan pelafalan pada fonem vokal antara lain: fonem /e:/ sebanyak 29 responden (87,88%), kesalahan pada fonem /ü/ sebanyak 29 responden (87,88%), dan kesalahan pada fonem /ü:/ sebanyak 26 responden (78,79%). Kesalahan pelafalan pada fonem konsonan antara lain: fonem /v/ sebanyak 33 responden (100%), kesalahan pada fonem /z/ sebanyak 33 responden (100%), dan kesalahan pada fonem /ç/sebanyak 21 responden (63,64%).Pada bagian B kalimat dengan kesalahan terbanyak yaitu ?Ich möchte Salat?, ?Ich esse Brot mit Butter und Honig?, dan ?Ich habe nur Saft und Wasser?. Sedangkan untuk kalilmat yang dilafalkan bervariasi adalah ?Mein lieblingsessen ist Müsli?, ?ich bin hungrig?, dan ?Am liebsten trinke ich Wein?. Dari temuan itu maka dapat diketahui jenis kesalahan pelafalan bahasa Jerman yang dilakukan oleh responden yaitu: Taksonomi Kategori Linguistik, Taksonomi Siasat Permukaan, Taksonomi Komparatif, dan Taksonomi Efek Komunikatif.Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya: interfensi bahasa ibu, interfensi dari bahasa Inggris, perbedaan fonem antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Jerman, dan ketidakhati-hatian responden. Kata kunci: analisis kesalahan pelafalan, fonem, jenis-jenis kesalahan
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER I DENGAN MODEL INDUKTIF KATA BERGAMBAR (PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL) ANGRAINI, DIAN; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerdasar pengamatan peneliti dan wawancara dengan guru Bahasa Jerman, peserta didik cenderung mengalami kesulitan dalam menulis karangan Bahasa jerman. Peserta didik selalu minta diberi contoh cara pengerjaan terlebih dahulu. Kurangnya penguasaan kosakata juga membuat peserta didik cenderung menggunakan kata-kata yang sama berulang kali. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam pengajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dapat membantu proses pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis. Model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) ini berupa gambar, sehingga dapat memacu peserta didik lebih semaangat dalam proses pembelajaran dan meningkatan imajinasi peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?Bagaimana hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Jerman peserta didik dengan penerapan model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dengan tema Familie kelas XI Semester 1 SMAN 3 Sidoarjo.? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Jerman peserta didik dengan penerapan model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dengan tema Familie kelas XI Semester 1 SMAN 3 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan hasil belajar berupa uraian kata. Instrument penelitian ini adalah tes menulis karangan. Dan data penelitian didapat dari hasil tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai yang cukup baik dalam keterampilan menulis yang di peroleh peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan adanya penerapan model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dalam keterampilan menulis Bahasa Jerman kelas XI dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMAN 3 Sidoarjo.Kata kunci : Hasil belajar, keterampilan menulis, Model induktif kata bergambar (picture-word inductive model)
PENGEMBANGAN MEDIA SCRAPBOOK UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI DI SMA HARDIANTI RAHAYU, YENY; WAHYUNINGSIH, FAHMI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 12 Surabaya, diperoleh beberapa informasi mengenai proses belajar mengajar yang berkaitan dengan keterampilan menulis dan ketersediaan materi pembelajaran. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab dari lemahnya peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran, yaitu salah satunya kesalahan penulisan huruf besar dan kecil, cara penyusunan strukur kalimat bahasa Jerman, minimnya antusias, kurang ketersediaan media pembelajaran, peserta didik merasa bosan dan jenuh. Sehingga menyebabkan lemahnya keterampilan menulis bahasa Jerman peserta didik. Beberapa media dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan keterampilan menulis salah satunya yaitu media Scrapbook. Dalam pengembangan media Scrapbook ini menggunakan model teori Sugiyono (2013:9) yaitu 1) Potensi dan Masalah; 2) Pengumpulan Data; 3) Desain Produk; 4) Validasi Desain; 5) Revisi Desain; 6) Uji Coba Produk; 7) Revisi Produk; 8) Uji Coba Pemakaian; 9) Revisi Produk; dan 10) Produksi masal. Instrumen validasi yang digunakan oleh peneliti adalah angket validasi media dan materi yang diberikan oleh ahli validator, yang kemudian akan menunjukkan hasil akhir alid atau tidaknya dari sebuah rancangan media pembelajaran. Hasil perolehan hasil validasi materi menunjukkan angka persentase sebesar 85%, dan perolehan hasil dari validasi media menunjukkan angka persentase sebanyak 94,66%. berdasarkan hal tersebut, media scrapbook dianggap layak karena telah melampaui batas perolehan minimal sebesar 61%, sehingga media Scrapbook dapat digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman. Kata Kunci : media pembelajaran Scrapbook, pengembangan, bahasa Jerman
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK KELAS X BAHASA SMAN 1 DRIYOREJO MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK EKA LARASSATY, ANNISA; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan salah satu peserta didik informasi bahwa peserta didik masih memiliki kesulitan yaitu dalam keterampilan berbicara karena kurangnya praktik. Ada beberapa aspek yang harus dikuasai saat berbahasa Jerman, seperti bagaimana pemilihan suatu kata untuk menyusun kalimat, isi dan kemampuan berdialog, kefasihan dan keterkaitan antar kalimat, ketepatan dalam pelafalan, intonasi. Oleh karena itu dibutuhkan model pembelajaran untuk mengetahui hasil belajar keterampilan berbicara. Model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajairan Pair Check.. Model pembelajaran ini dapat meningkatkan kerja sama antar siswa, meningkatkan pemahaman atas konsep dan proses pembelajaran, melatih siswa berkomunikasi dengan baik dengan teman sebangkunya (Huda, 2013 : 212). Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, bagaimana hasil belajar dalam keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Pair Check. Tujuan dari penellitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Pair Check untuk kelas X semester 2. Data penelitian ini adalah hasil tes keterampilan berbicara secara berdialog peserta didik yang berupa skor nilai. Penelitian dilaksanan sebanyak 3 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan berdasarkan KKM dengan nilai rata-rata pertemuan pertama 70,8, pertemuan kedua 89,3 dan 83,4 pada pertemuan ketigaKata Kunci : Model Pembelajaran Pair Check, Keterampilan Berbicara, Hasil Belajar
PENGEMBANGAN MEDIA ROULETTE WHEEL SPIN UNTUK BERLATIH KETERAMPILAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA BAHASA JERMAN KELAS XI SISWA SMA NEGERI 12 SURABAYA SETIAWAN EKA SAPUTRA, DIO; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil analisi kebutuhan, kedudukan meia roulette wheel spin di SMA Negeri 12 Surabaya sangat dibutuhkan oleh siswa kelas XI dalam pembelajaran menulis kalimat sederhana bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan media roulette wheel spin dan untuk mengetahui kualitas nilai produk penelitian. Berdasarkan teori pengembangan Thiagarajan dkk, yang hanya dibatasi pada uji pengembangan, hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keseluruhan yang dicapai dari angket validasi ahli media adalah 79,16%, angket validasi ahli materi mendapat persentase keseluruhan 96,4%, dan penilaian angket respon siswa yang mendapat kriteria rata-rata 81,7%.
PENERAPAN MEDIA GAMBAR BERSERI UNTUK KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 1 DRIYOREJO TRIFOSA DOMPOR, MARSELINA
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis merupakan melukiskan lambang-lambang grafik yang manggambarkan suatu bahasa. Berdasarkan wawancara dengan seorang guru bahasa Jerman di SMAN 1 Driyorejo didapatkan hasil bahwa pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman masih konvensional dan kurang menarik bagi peserta didik. Oleh karena itu diterapkan media gambar seri untuk keterampilan menulis karangan sederhana bahasa Jerma peserta didik kelas XI SMAN 1 Driyorejo. Media gambar seri adalah gambar cerita yang berturut-turut berdasarkan topik yang terdapat pada gambar. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan media gambar berseri untuk keterampilan menulis karangan sederhana bahasa Jerman siswa kelas XI SMAN 1 Driyorejo. Tujuan dari penelitian ini merupakan mendeskripsikan proses penerapan media gambar berseri untuk keterampilan menulis karangan sederhana bahasa Jerman siswa kelas XI SMAN 1 Driyorejo. Data dari penelitian ini berupa lembar observasi aktivitas siswa. Penelitian ini dilakukan selama 3 kali pertemuan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media gambar seri bias diterapkan dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman. Pada pertemuan pertama presentase frekuensi aktivitas siswa diperoleh 99%, pada pertemuan kedua diperoleh 100% dan pada pertemuan ketiga diperoleh 100%. Oleh karena itu, media gambar seri dapat dijadikan alternative pada pembelajaran pada pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman. Kata kunci : keterampilan menulis, media gambar seri, karangan sederhana