cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PENERAPAN METODE SCHNELL FINDEN UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI SMAN 11 SURABAYA NOVITASARI, AYU; WAHYUNINGSIH, FAHMI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN METODE SCHNELL FINDEN UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI SMAN 11 SURABAYA AYU NOVITASARI Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya ayunovita448@gmail.com Dra. Fahmi Wahyuningsih, M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya ABSTRAK Penelitian dengan judul ?Penerapan Metode Schnell Finden Untuk Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Siswa Kelas XI SMA N 11 Surabaya? ini berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan yaitu kurangnya minat untuk menulis Bahasa Jerman dengan baik dan benar siswa kelas XI SMAN 11 Surabaya. Metode pembelajaran saat ini sudah sangat banyak untuk membantu memudahkan pemahaman dalam pembelajaran bahasa asing. Dalam rumusan masalah penelitian ini adalah ?bagaimana penerapan pembelajaran keterampilan menulis menggunakan metode Schnell Finden?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode Schnell Finden dalam pembelajaran keterampilan menulis Bahasa Jerman siswa kelas XI Sman 11 Surabaya. Terkait dengan tujuan penelitian tersebut penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Hasil yang di peroleh dalam penelitian ini adalah dalam proses penerapan metode Schnell Finden pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Sumber data dalam penelitian ini yaitu dengan subtema Familie diambil dari buku Lembar Kerja Siswa. Dalam penelitian ini jenis penelitian adalah observasi setelah mengumpulkan data melalui observasi pada saat observasi di dokumentasikan untuk mengetahui langkah-langkah metode tersebut. Dalam penelitian ini metode tersebut di harap mampu membantu keterampilan menulis dalam pembelajaran Bahasa Jerman siswa kelas XI SMA. Kata Kunci : Metode, Schnell Finden, Keterampilan Menulis
ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) BAHASA JERMAN KELAS X SMAN 13 SURABAYA SEMESTER GENAP TRISTIANA, DESY; PUJOSUSANTO, ARI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) BAHASA JERMAN KELAS X SMAN 13 SURABAYA SEMESTER GENAP Nama : Desy Tristiana NIM : 15020094021 Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Drs. Ari Pujosusanto, M.Pd. Tahun : 2019 Pada umumnya untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan pemahaman peserta didik, pendidik akan memberikan sebuah tes yang kemudian dari hasil tersebut akan memberikan sebuah gambaran yang memberikan informasi tentang sejauh mana keberhasilan pencapaian tujuan sebuah pembelajaran. Tes yang baik adalah tes yang dapat dipertanggung jawabkan kesahihan, kelayakan, ketafsiran, keterpercayaan, kebergunaan maupun efektivitas butir soal yang meliputi tingkat kesulitan dan daya pembeda yang baik, karena tidak semua butir soal dapat dianggap layak untuk diberikan kepada peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat kesulitan, daya beda dan distraktor alternatif jawaban dari soal UAS bahasa Jerman kelas X semester genap SMAN 13 Surabaya TP 2017/2018. Pada penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan cara menganalisis tingkat kesulitan, daya pembeda maupun distraktor pada setiap butir soal dengan menggunakan rumus IF (indeks facility) dan ID (indeks discrimination). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa dari 40 butir soal multiple choice yang telah dianalisis hanya terdapat 19 butir soal tidak memenuhi indeks tingkat kesulitan, sedangkan dalam indeks daya beda sebanyak 32 butir tidak memenuhinya. Hasil akhir dari perhitungan indeks tingkat kesulitan dan indeks daya beda hanya terdapat 8 butir soal yang dapat dinyatakan layak, dan sisa 32 butir soal lainnya dinyatakan tidak layak. Hasil analisis indeks tingkat kesulitannya terdapat 27 butir soal yang tergolong mudah, 12 butir soal tergolong sedang, dan 1 butir soal tergolong sulit. Namun dari 27 butir soal yang tergolong mudah ini, sebanyak 18 butir soal dinyatakan tidak layak karena masuk dalam kategori butir soal yang terlalu mudah sehingga menyebabkan butir soal ini tidak dapat berfungsi sebagai pembeda kelompok tinggi maupun rendah. Dan pada 1 butir soal yang tergolong sulit tersebut juga dinyatakan tidak layak dikarenakan masuk dalam kategori dalam butir soal yang terlalu sulit. Sedangkan masih terdapat 3 butir soal lagi yang dinyatakan tidak layak dikarenakan hasil indeks daya bedanya minus atau kelompok rendah menjawab lebih banyak benar daripada kelompok tinggi. Butir-butir soal tersebut dapat dipertimbangkan kembali untuk diganti sedangkan sisanya masih bisa di revisi. Kemudian pada sebaran frekuensi alternatif jawaban pengecoh atau distraktor yang disediakan dalam 40 butir soal ini, dari total 160 alternatif jawaban pengecoh hanya 65 alternatif jawaban pengecoh yang berfungsi dengan baik sedangkan 95 lainnya tidak. Kata kunci : Analisis butir soal, tingkat kesulitan, daya beda dan distraktor.
EFEKTIVITAS VIDEO NEU IN BERLIN - DIE ERSTE BEGEGNUNG UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN VANIA RENATA, AMELIA; HERAWANTO SOESETYO, BENNY
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah video Neu in Berlin- Die Erste Begegnung efektif dalam pembelajaran berbicara siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Sooko karena berdasarkan hasil observasi awal, siswa di SMA tersebut seringkali antusias dengan pembelajaran menggunakan video sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih hidup. Hal tersebut juga menarik peneliti untuk menerapkan video Neu in Berlin- Die Erste Begegnung ini kepada siswa kelas X IPS di SMA Negeri 1 Sooko. Pokok pembahasan dalam penelitian adalah: apakah video Neu in Berlin- Die Erste Begegnung efektif digunakan dalam pembelajaran berbicara bahasa Jerman dengan tema Kennenlernen pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sooko yang dilihat dari hasil tes berbicara siswa yang digunakan sebagai data penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah video Neu in Berlin ? Die Erste Begegnung tidak efektif digunakan untuk pembelajaran berbicara bahasa Jerman dengan tema Kennenlernen kelas X IPS semester 1 di SMA Negeri 1 Sooko. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara hasil tes dari kedua kelas. Hasil tersebut juga terjadi karena kurangnya perlakuan di dalam kelas saat melakukan penelitian.
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 12 DENGAN MEDIA KIPAS KATA ANDRIANTO, DIAN
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 12 Surabaya, diperoleh beberapa informasi yang berkaitan dengan keterampilan berbicara yang didapatkan peserta didik. Ada beberapa faktor, yang menyebabkan kesulitan peserta didik dalam keterampilan berbicara yaitu keterbatasan penguasaan kosakata yang dimiliki peserta didik serta rasa kurang percaya diri untuk melafalkan kata-kata yang tepat. Tidak hanya itu, mayoritas peserta didik ketika menuangkan ide melalui lisan tidak terfokus pada tema sehingga isi ide yang dituangkan melebar dan tidak jelas. Hal ini menyebabkan hasil belajar berbicara tidak maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Berdasarkan kesulitan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar dengan penggunaan media pembelajaran kipas kata. Batasan masalah penelitian ini adalah pada hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMAN 12 Surabaya dengan media kipas kata dengan tema Familie yakni menceritakan keluarga secara lisan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen penelitian berupa tes berbicara. Penelitian dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama tidak menggunakan media sedangkan pada pertemuan kedua menggunakan media.. Data penelitin ini adalah hasil tes berbicara dari pertemuan pertama dan kedua. Populasinya sejumlah 30 peserta didik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada peningkatan untuk hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman melalui media pembelajaran kipas kata. Hal ini bisa dilihat dari nilai pertemuan pertama dan kedua, pada pertemuan pertama peserta didik terlihat masih kebingungan dalam mengungkapkan kata yang ingin diucapkan sedangkan pada pertemuan kedua peserta didik terlihat percaya diri dan mereka juga terlihat lebih tenang dalam menuturkan tiap kata yang diucapkan. Kata kunci yang terdapat pada media kipas sangat membantu mereka dalam membuat dialog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami kenaikan pada pertemuan kedua. Oleh karena itu, media kipas kata ini cocok dijadikan media pembelajaran yang tepat dan dapat dijadikan referensi oleh guru dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan berbicara peserta didik.
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 12 DENGAN MEDIA KIPAS KATA ANDRIANTO, DIAN
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 12 Surabaya, diperoleh beberapa informasi yang berkaitan dengan keterampilan berbicara yang didapatkan peserta didik. Ada beberapa faktor, yang menyebabkan kesulitan peserta didik dalam keterampilan berbicara yaitu keterbatasan penguasaan kosakata yang dimiliki peserta didik serta rasa kurang percaya diri untuk melafalkan kata-kata yang tepat. Tidak hanya itu, mayoritas peserta didik ketika menuangkan ide melalui lisan tidak terfokus pada tema sehingga isi ide yang dituangkan melebar dan tidak jelas. Hal ini menyebabkan hasil belajar berbicara tidak maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Berdasarkan kesulitan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar dengan penggunaan media pembelajaran kipas kata. Batasan masalah penelitian ini adalah pada hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMAN 12 Surabaya dengan media kipas kata dengan tema Familie yakni menceritakan keluarga secara lisan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen penelitian berupa tes berbicara. Penelitian dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama tidak menggunakan media sedangkan pada pertemuan kedua menggunakan media.. Data penelitin ini adalah hasil tes berbicara dari pertemuan pertama dan kedua. Populasinya sejumlah 30 peserta didik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada peningkatan untuk hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman melalui media pembelajaran kipas kata. Hal ini bisa dilihat dari nilai pertemuan pertama dan kedua, pada pertemuan pertama peserta didik terlihat masih kebingungan dalam mengungkapkan kata yang ingin diucapkan sedangkan pada pertemuan kedua peserta didik terlihat percaya diri dan mereka juga terlihat lebih tenang dalam menuturkan tiap kata yang diucapkan. Kata kunci yang terdapat pada media kipas sangat membantu mereka dalam membuat dialog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami kenaikan pada pertemuan kedua. Oleh karena itu, media kipas kata ini cocok dijadikan media pembelajaran yang tepat dan dapat dijadikan referensi oleh guru dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan berbicara peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA BRUDERKARTE UNTUK PEMBELAJARAN BERBICARA BAHASA JERMAN SMA KELAS XII SEMESTER 1 RADA NATALIA KARTIKA SARI, DEVI
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai sehingga perlu adanya latihan secara rutin. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Jerman di SMAN 8 Surabaya dan MAN Bangkalan, diketahui bahwa keterampilan berbicara bahasa Jerman sangat kurang. Penggunaan media pembelajaran juga belum pernah digunakan sehingga perlu adanya pengembangan media pembelajaran yang baru dan berbeda dengan media-media sebelumnya. Media pembelajaran yang dikembangkan adalah media pembelajaran Bruderkarte. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pengembangan media Bruderkarte untuk pembelajaran berbicara bahasa Jerman kelas XII semester 1. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan media Bruderkarte untuk pembelajaran berbicara bahasa Jerman kelas XII semester 1. Penelitian ini dikaji dengan beberapa teori. Teori pengembangan yang digunakan adalah milik Sadiman. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data dari penetilian ini adalah buku ajar Kontakte Deutsch dan gambar-gambar tentang hobi diambil dari internet. Penelitian ini menggunakan 8 prosedur penelitian dalam pengembangan yaitu; analisis kebutuhan, merumuskan tujuan, merumuskan materi, menyiapkan alat evaluasi, pembuatan produk, validasi media dan materi, revisi media, dan media siap digunakan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket validasi media dan juga validasi materi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Bruderkarte layak digunakan sebagai media pembelajaran. Persentase hasil validasi media yang diperoleh adalah 78,125% sedangkan validasi materi sebesar 85%. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Bruderkarte baik digunakan untuk pembelajaran berbicara bahasa Jerman kelas XII semester 1. Kata Kunci: Pengembangan, Bruderkarte, Keterampilan Berbicara
MEDIA BUKU BERGAMBAR TEMATIK SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BAGI ANAK USIA DINI YULIANINGSIH, DIA
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peneliti melakukan riset dengan mengunjungi salah satu TK yang ada di malang, uniknya Taman Kanak-Kanak ini mengajarkan bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asingnya berdampingan dengan bahasa inggris. Peneliti tentu ingin tau tentang apa saja yang diajarkan disini mulai dari metode hingga materi pembelajarannya. Setelah dilakukan penelitian,diketahui bahwa kendala dalam pembelajaran bahasa Jerman adalah media pembelajaran yang terbatas. Karena tidak ada buku yang khusus memuat materi untuk pembelajaran bahasa jerman bagi anak usia dini. Berdasarkan permasalahan itu , peneliti lalu membuat suatu media pembelajaran berupa kamus bergambar. Media ini mencakup materi-materi yang ringan untuk diajarkan kepada anak-anak. Berisi 7 materi yaitu huruf,angka,warna,diri sendiri,keluarga,transportasi serta hewan. Diharapkan dengan menggunakan buku ini bermanfaat bagi guru untuk mempermudah proses pengajaran. Serta bermanfaat bagi murid agar mereka semakin tertarik dan menjadi mudah dalam belajar bahasa Jerman. Dalam proses pembuatan kamus ini,peneliti menggunakan dasar teori penelitian pengembangan. Sedangkan untuk penilaian media, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan hasil dari validasi atau penilaian dari ahli media dan ahli materi Setelah melalui proses validasi media, diketahui bahwa media kamus bergambar layak untuk digunakan sebagai media penunjang pembelajaran bahasa jerman bagi anak usia dini. Dilihat dari hasil validasi yang diberikan oleh para validator dengan presentase 85% sehingga menunjukkan kriteria ?Sangat Kuat?. Kata kunci : Buku bergambar,pembelajaran bahasa jerman,anak usia dini
MEDIA BUKU BERGAMBAR TEMATIK SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BAGI ANAK USIA DINI YULIANINGSIH, DIA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peneliti melakukan riset dengan mengunjungi salah satu TK yang ada di malang, uniknya Taman Kanak-Kanak ini mengajarkan bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asingnya berdampingan dengan bahasa inggris. Peneliti tentu ingin tau tentang apa saja yang diajarkan disini mulai dari metode hingga materi pembelajarannya. Setelah dilakukan penelitian,diketahui bahwa kendala dalam pembelajaran bahasa Jerman adalah media pembelajaran yang terbatas. Karena tidak ada buku yang khusus memuat materi untuk pembelajaran bahasa jerman bagi anak usia dini. Berdasarkan permasalahan itu , peneliti lalu membuat suatu media pembelajaran berupa kamus bergambar. Media ini mencakup materi-materi yang ringan untuk diajarkan kepada anak-anak. Berisi 7 materi yaitu huruf,angka,warna,diri sendiri,keluarga,transportasi serta hewan. Diharapkan dengan menggunakan buku ini bermanfaat bagi guru untuk mempermudah proses pengajaran. Serta bermanfaat bagi murid agar mereka semakin tertarik dan menjadi mudah dalam belajar bahasa Jerman. Dalam proses pembuatan kamus ini,peneliti menggunakan dasar teori penelitian pengembangan. Sedangkan untuk penilaian media, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan hasil dari validasi atau penilaian dari ahli media dan ahli materi Setelah melalui proses validasi media, diketahui bahwa media kamus bergambar layak untuk digunakan sebagai media penunjang pembelajaran bahasa jerman bagi anak usia dini. Dilihat dari hasil validasi yang diberikan oleh para validator dengan presentase 85% sehingga menunjukkan kriteria ?Sangat Kuat?. Kata kunci : Buku bergambar,pembelajaran bahasa jerman,anak usia dini
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TTW (THINK TALK WRITE) KELAS XI BAHASA JERMAN DI SMAN 1 KRIAN ANISATUL HAMIDAH, MAULIDIYAH
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis adalah kemampuan menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil. Tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan menulis dengan baik. Salah satu faktornya adalah adanya rasa takut untuk memulai sebuah tulisan, malu dan takut membuat kesalahan dalam memulai tulisan dengan topik tertentu. Oleh karena itu diperlukan adanya model untuk mengatasi masalah tersebut. Think Talk Write (TTW) adalah salah satu model yang cukup sesuai untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang mana peserta didik diharapkan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasinya terutama melalui tulisan. Rumusan penelitian ini adalah Bagaimana hasil belajar keterampilan menulis karangan sederhana bahasa jerman dengan menggunakan modelThink Talk Write (TTW)kelas XI Bahasa jerman di SMAN 1 Krian. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hasil belajar keterampilan menulis karangan sederhana dengan menggunakan model Think Talk Write (TTW) kelas XI Bahasa jerman di SMAN 1 Krian dengan subtema Essen und Trinken. Sumber data pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-Bahasa SMAN 1 Krian. Sedangkan data dari penelitian ini berupa data pelaksanaan hasil tes menulis karangan sederhana dengan model TTW (Think Talk Write. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Aspek yang dinilai adalah isi karangan, struktur kalimat, kosa kata dan penulisan kata. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang hasil pengukurannya banyak dituntut menggunakan angka. Dalam penelitian ini menggunakan niali rata-rata hasil belajar pre test dan pos test yaitu 65,77 dan 74,31. Maka dapat disimpulkan bahwa model TTW dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam keterampilan menulis dan juga dapat mengatasi kesulitan pembelajaran keterampilan menulisKata Kunci: Hasil belajar, Think Talk Write (TTW), keterampilan menulis
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TTW (THINK TALK WRITE) KELAS XI BAHASA JERMAN DI SMAN 1 KRIAN ANISATUL HAMIDAH, MAULIDIYAH
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis adalah kemampuan menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil. Tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan menulis dengan baik. Salah satu faktornya adalah adanya rasa takut untuk memulai sebuah tulisan, malu dan takut membuat kesalahan dalam memulai tulisan dengan topik tertentu. Oleh karena itu diperlukan adanya model untuk mengatasi masalah tersebut. Think Talk Write (TTW) adalah salah satu model yang cukup sesuai untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang mana peserta didik diharapkan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasinya terutama melalui tulisan. Rumusan penelitian ini adalah Bagaimana hasil belajar keterampilan menulis karangan sederhana bahasa jerman dengan menggunakan modelThink Talk Write (TTW)kelas XI Bahasa jerman di SMAN 1 Krian. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hasil belajar keterampilan menulis karangan sederhana dengan menggunakan model Think Talk Write (TTW) kelas XI Bahasa jerman di SMAN 1 Krian dengan subtema Essen und Trinken. Sumber data pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-Bahasa SMAN 1 Krian. Sedangkan data dari penelitian ini berupa data pelaksanaan hasil tes menulis karangan sederhana dengan model TTW (Think Talk Write. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Aspek yang dinilai adalah isi karangan, struktur kalimat, kosa kata dan penulisan kata. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang hasil pengukurannya banyak dituntut menggunakan angka. Dalam penelitian ini menggunakan niali rata-rata hasil belajar pre test dan pos test yaitu 65,77 dan 74,31. Maka dapat disimpulkan bahwa model TTW dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam keterampilan menulis dan juga dapat mengatasi kesulitan pembelajaran keterampilan menulisKata Kunci: Hasil belajar, Think Talk Write (TTW), keterampilan menulis