cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Manfaat kajian bibliometrik sebagai penunjang analisis kebutuhan kurikulum program studi ilmu perpustakaan dan informasi Eka Siti Aulia; Ridha Pratama Rusli
Inovasi Kurikulum Vol. 17 No. 2 (2020): Inovasi Kurikulum, August 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v17i2.36827

Abstract

The development of science plays a role as an improvement and refinement of knowledge that can be useful for all aspects of society. Science itself arises from experience, observation, and the human mind as an effort to solve the problems faced. Thus, the development of science was born because of thinking that is more logical and in accordance with the current situation. Library and information science has also developed in accordance with the conditions of the era and the advancement of information technology which greatly influences changes in activity. Changes that occur will also have an impact on the implementation of education which must adapt to the phenomena and progress of the field. The study program must design a curriculum that is appropriate to the situation and leads to the flow of library and information science developments. Not all developments present themselves, so every factor that influences change should be observed and explored. Researches related to library and information science are currently overflowing in line with the human mindset, needs, and developments of the times. So, it is necessary to know the topics that are widely studied in a study so that the selection of topics is more structured, evenly distributed, and new innovations emerge. This article uses the literature review method to find out the topics that are widely researched and to see the contribution of biblical studies in analyzing the literature as a support for the analysis of curriculum development in the field of library and information. The results of the literature review are the research topics that are widely studied in the field of library and information science, namely libraries with sub-topics of services, libraries, users, library technology, and digital libraries.   Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan berperan sebagai perbaikan dan penyempurnaan pengetahuan yang bisa bermanfaat bagi semua aspek lapisan masyarakat. Ilmu pengetahuan sendiri muncul dari pengalaman, pengamatan, serta akal pikiran manusia sebagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, perkembangan ilmu pengetahuan lahir karena adanya pemikiran yang lebih logis dan sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi. Ilmu perpustakaan dan informasi pun mengalami perkembangan sesuai dengan kondisi era dan kemajuan teknologi informasi yang sangat berpengaruh terhadap perubahan aktivitas. Perubahan yang terjadi akan berdampak pula pada pelaksanaan pendidikan yang harus menyesuaikan dengan fenomena dan kemajuan bidangnya. Program studi harus merancang kurikulum yang sesuai dengan keadaan serta mengarah pada arus perkembangan ilmu perpustakaan dan informasi. Tidak semua perkembangan hadir dengan sendirinya, sehingga setiap faktor yang memengaruhi adanya perubahan sebaiknya diamati dan ditelusuri. Penelitian-penelitian terkait keilmuan perpustakaan dan informasi saat ini meluap sejalan dengan pola pikir manusia, kebutuhan, dan perkembangan zaman. Maka perlu diketahui topik-topik yang banyak dikaji pada suatu penelitian agar pemilihan topik lebih terstruktur, merata, dan muncul inovasi-inovasi baru. Artikel ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk mengetahui topik yang banyak diteliti serta untuk melihat kontribusi kajian bibliometrik dalam menganalisis literatur sebagai penunjang analisis pengembangan kurikulum bidang perpustakaan dan informasi. Hasil dari tinjauan literatur tersebut adalah topik penelitian yang banyak dikaji pada bidang keilmuan perpustakaan dan informasi adalah mengenai perpustakaan dengan subtopik layanan, perpustakaan, pemustaka, teknologi perpustakaan, dan perpustakaan digital. Kata kunci: Bibliometrik; Analisis kurikulum; Perpustakaan dan informasi
Penerapan pendekatan konstruktivisme terhadap sistem mobile learning untuk meningkatkan kreativitas siswa Klara Elinda Fakhira; Muhamad Parhan; Rusdan Kamil
Inovasi Kurikulum Vol. 17 No. 2 (2020): Inovasi Kurikulum, August 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v17i2.37040

Abstract

The purpose of making this literature review article is to utilize mobile learning by linking constructivism approaches so that students can develop well and can increase their potential, with which students can be creative freely without any pressure and always use mobile learning wisely. In the learning process there is a need for learning strategies and also the media needed. The learning strategy that will be discussed in this paper is the constructivism approach which is one of the Contextual Teaching Learning (CTL) learning models. The constructivism approach is a learning approach that invites students to think and construct in solving a problem together so that an accurate solution is obtained. As the development of technology in the world of education the learning media used are even more varied. The learning media used in research are mobile learning systems. Mobile learning systems are the most effective and efficient media in the industrial era 4.0. From the constructivism approach based on the mobile learning system, students are expected to be able to increase their creativity and increase understanding of the material presented through analyzing and finding conclusions from a problem.   Abstrak Tujuan pembuatan artikel kajian pustaka ini yaitu memanfaatkan mobile learning dengan menghubungkan pendekatan konstruktivisme agar siswa dapat berkembang dengan baik dan bisa meningkatkan potensi dalam dirinya, dengan itu siswa dapat berkreativitas dengan bebas tanpa ada tekanan dan selalu menggunakan mobile learning dengan bijak. Dalam proses pembelajaran perlu adanya strategi belajar dan juga media yang diperlukan. Strategi belajar yang akan dibahas pada artikel ini yaitu pendekatan konstruktivisme yang merupakan salah satu dari model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL). Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan yang menekan siswa lebih aktif dengan demikian siswa lebih bebas dan dapat membangun kreativitas siswa secara mandiri maupun bersama-sama (Saefudin, 2008). Seiring berkembangnya teknologi dalam dunia pendidikan media pembelajaran yang digunakan pun semakin bervariasi. Sistem pembelajaran online adalah media pembelajaran yang akan diteliti. Pendekatan pembelajaran mobile merupakan media yang paling efektif dan efisien pada era industri 4.0. Dari pendekatan konstruktivisme berbasis pembelajaran mobile diharapkan siswa dapat meningkatkan kreativitasnya dan menambah pemahaman dari materi yang disampaikan melalui menganalisis dan mencari kesimpulan dari sebuah masalah. Kata kunci: Konstuktivisme; Inovasi; Mobile Learning; kreativitas
Video-based learning: memenuhi kebutuhan peserta didik dalam mendapatkan pengalaman belajar yang konkret Annisa Indri Ayuningtias; Fatma Hijrie Ismailia; Zydan Naufal Musyaffa; Mahda Aulia Prasetia
Inovasi Kurikulum Vol. 17 No. 2 (2020): Inovasi Kurikulum, August 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v17i2.37115

Abstract

The whole world is currently facing an era of disruption where everything is constantly changing and being replaced. The world of education is no exception. The teaching and learning process continues to develop over time. The inclusion of elements of technology in almost all aspects of human life changes the face of education itself. The needs of students are no longer the same as in the past. The methods used in the past are no longer considered effective today. Therefore, research is carried out to obtain an innovation that will meet the needs of today's education. Then one of the innovations was found, namely video-based learning which maybe many people have used, but not a few who don't even know the popularity of this one method. The fact that videos are very easy to access and popular makes this method have an important role in helping the teaching and learning process.   Abstrak Seluruh dunia saat ini menghadapi era disrupsi di mana semua hal terus berganti dan tergantikan. Tidak terkecuali dunia pendidikan. Proses belajar mengajar terus berkembang seiring berjalannya waktu. Masuknya unsur teknologi dalam hampir seluruh aspek kehidupan manusia mengubah wajah pendidikan itu sendiri. Kebutuhan peserta didik tidak lagi sama dengan masa lampau. Metode yang digunakan di masa lampau tidak lagi dinilai efektif untuk dilaksanakan hari ini. Maka dilakukanlah penelitian-penelitian untuk mendapatkan suatu inovasi yang akan memenuhi kebutuhan pendidikan saat ini. Lalu ditemukanlah salah satu inovasi yaitu video-based learning yang mungkin banyak orang sudah menggunakannya, tetapi tidak sedikit juga yang bahkan belum mengetahui kepopuleran dari metode satu ini. Fakta bahwa video adalah hal yang sangat mudah untuk diakses dan banyak digemari menjadikan metode ini memiliki andil penting dalam membantu proses belajar-mengajar. Kata kunci: Media Video, Pembelajaran Berbasis Video, Teknologi Pembelajaran
Penerapan teknologi imersif pada Axioo class program di jenjang SMK Ryan Yovanda; Gege Mulyani; Nuriska Garnitasari
Inovasi Kurikulum Vol. 17 No. 2 (2020): Inovasi Kurikulum, August 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v17i2.37143

Abstract

Revolution 4.0 made progress in all aspects, both social, economic, cultural, even education, that is so obvious is that the development of technology in almost every aspect has always been technology, like education where teachers now utilize technology to help the learning process, giving technology the opportunity to help the purpose of learning even education. One of them is axioo companies that work with schools, particularly Vocational School to design classes that inside use technology during the learning process, even giving students the opportunity to try to assemble electronic devices like computers, laptops, etc.   Abstrak Revolusi 4.0 membuat kemajuan di segala aspek, baik sosial, ekonomi, budaya, bahkan pendidikan, yang sangat terlihat adalah berkembangnya teknologi di semua aspek. Banyak aspek selalu menggunakan teknologi, seperti pendidikan di mana para pengajar sekarang memanfaatkan teknologi untuk berlangsungnya proses pembelajaran, ini memberi kesempatan kepada perusahaan teknologi untuk membantu proses terjadinya tujuan pembelajaran bahkan pendidikan, salah satunya adalah perusahaan Axioo yang bekerja sama dengan sekolah-sekolah, khususnya SMK untuk mendesain kelas yang di dalamnya menggunakan teknologi saat proses pembelajaran, bahkan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mencoba merakit perangkat elektronik seperti komputer, laptop, dan sebagainya. Kata kunci: Axioo; Axioo Class Program; Smartclass
Pengembangan model implementasi m-pembelajaran untuk mahasiswa pendidikan guru di Indonesia Muhamad Asra; Taufik Yogaswara; Nanda Khaerunnisa Syafitri
Inovasi Kurikulum Vol. 17 No. 2 (2020): Inovasi Kurikulum, August 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v17i2.36824

Abstract

The purpose of this study is to develop a model for applying M-Learning based on learning activities in teacher education programs. This model is used to see how M-Learning can be used to support formal learning in helping students achieve their needs, namely in the learning process and the costs needed for the lecture process. This study uses the Design and Development (D n D) approach introduced by Richey and Klein (2007) to develop a model. Based on the nature of the approach, this study uses three phases. The first phase is needs analysis which is carried out using a questionnaire survey for 220 students to identify what is needed in implementing M-Learning. Then the data that was obtained at this stage was analyzed using descriptive statistics. The second phase is the process of developing models using the Interpretive Structural Model (ISM) method which focuses on several expert groups. The third phase is a combination of an expert group of 48 experts to assess M-Learning which is being developed using the Fuzzy Delphi Technique which is given a little modification. The evaluation is based on the opinions and answers of the experts used in the seven questionnaires given using a Likert scale.   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model implementasi M-Learning berdasarkan kegiatan pembelajaran dalam program pendidikan guru. Model ini ditujukan untuk melihat bagaimana M-Learning dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran formal dalam membantu mahasiswa mencapai kebutuhannya, yaitu keberhasilan dalam proses pembelajaran dan nilai akhir yang didapatkan setelah melaksanakan proses perkuliahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design and Development (D&D) yang diperkenalkan oleh Richey & Klein (2007) untuk mengembangkan sebuah model. Berdasarkan pendekatan yang digunakan, penelitian ini menggunakan tiga fase. Fase pertama adalah analisis kebutuhan yang dilaksanakan menggunakan survei berupa kuesioner kepada 220 orang mahasiswa untuk mengidentifikasi kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam menerapkan M-Learning. Kemudian data yang berhasil diperoleh pada fase ini dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Fase kedua adalah proses mengembangkan model dengan menggunakan metode Interpretive Structural Model (ISM) yang melibatkan beberapa kelompok pakar ahli. Fase ketiga yaitu bekerja sama dengan kelompok ahli sebanyak 48 orang ahli untuk menilai M-Learning yang sedang dikembangkan menggunakan Teknik Fuzzy Delphi yang diberikan sedikit modifikasi. Penilaian tersebut didasarkan pada pendapat dan jawaban para ahli yang tercantum dalam tujuh kuesioner yang diberikan dengan menggunakan skala Likert. Kata kunci: M-Learning, Fuzzy Delphi, ISM
Pemanfaatan big data dalam lingkup pendidikan Ghany Al-Fikri Hergiansa; Shelma Santa Widuri; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol. 17 No. 2 (2020): Inovasi Kurikulum, August 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v17i2.42928

Abstract

The development of technology in the world of education is increasing. One of the technological developments that are often used in the world of education, one of which is Big Data. A librarian named Fremont Rider who came from the United States at Westleyan University in 1944 had estimated that the volume of university collections in the United States would not reach 200 million copies in 2040. In the end, he raised several issues regarding the use of large amounts of data, capacity in storage, and also the need to analyze data. In further developments, namely in 1949 a mathematician from the United States named Claude Shannon. Shannon is known as an information theorist, Shannon has also succeeded in conducting research on items with examples of photographic data and punch cards. The research that has been successfully carried out by Shanon can be seen that the largest item is The Library of Congress which has a size of 100 larger than data bits. Big Data was first mentioned in 1997 by Michael Cox who is a researcher and colleagues in an article entitled Application-controlled demand paging for out-of-core visualization.   Abstrak Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan semakin meningkat. Salah satu perkembangan teknologi yang mulai sering digunakan dalam dunia pendidikan salah satunya adalah Big Data. Seorang pustakawan bernama Fremont Rider yang berasal dari Amerika Serikat tepatnya di Wesleyan University pada tahun 1944 telah memperkirakan bahwa volume koleksi universitas di Amerika Serikat tidak akan mencapai 200 juta kopi pada tahun 2040 mendatang. Pada akhirnya, ia memaparkan beberapa isu tentang penggunaan data yang cukup besar, kapasitas dalam penyimpanan, dan juga kebutuhan untuk menganalisis data. Pada perkembangan selanjutnya, yaitu pada tahun 1949 seorang ahli matematika dari Amerika Serikat bernama Claude Shannon. Shannon diketahui sebagai ahli teori informasi, Shannon juga berhasil melakukan riset terhadap item-item dengan contoh data fotografi dan punch cards. Penelitian yang telah berhasil dilakukan oleh Shannon bisa dilihat adalah sebuah item paling besar yaitu The Library of Congress yang mempunyai ukuran 100 triliun lebih besar dari bit data. Big Data disebutkan kali pertama mulai tahun 1997 oleh Michael Cox yang merupakan peneliti dan rekannya di dalam sebuah artikel berjudul Application-controlled demand paging for out-of-core visualization. Kata kunci: Big Data; Pendidikan; Teknologi
Pendidikan profesi guru untuk meningkatkan mutu pendidikan Syamsidah Lubis
Inovasi Kurikulum Vol. 17 No. 2 (2020): Inovasi Kurikulum, August 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v17i2.51713

Abstract

The purpose of writing this article is to know the process of Professional Teacher Education (PPG) in Indonesia. Teacher Professional Education Program (PPG) is educational program organized to prepare S1 graduate of education and S1 / D IV non-educated who have talent and interest to be master the competence of teachers as a whole in accordance with national standard of education. The method in writing this article is Library Studies. Library Studies is an activity to collect information relevant to the topic or problem that becomes the object of research. Such information can be obtained from books, scientific papers, theses, dissertations, encyclopedias, internet, and other sources. In improving the quality of education, one of the programs that has been made is Teacher Professional Education Program (PPG), with the Professional Teacher Education (PPG) will improve the quality of teachers and improve the quality of education.   Abstrak Tujuan dari penyusunan artikel ini adalah untuk memahami proses perjalanan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Indonesia. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) ialah tata olah pendidikan yang dilaksanakan untuk mempersiapkan lulusan S1 kependidikan dan S1/Diploma IV nonkependidikan yang mempunyai minat dan bakat untuk menjadi guru agar menguasai kapabilitas guru secara menyeluruh setakar dengan standar nasional pendidikan. Adapun metode pada penulisan artikel ini adalah studi pustaka. Aktivitas untuk mengumpulkan informasi yang signifikan dengan masalah atau topik yang menjadi objek penelitian merupakan pengertian dari studi pustaka. Informasi yang tercantum dapat ditemukan mulai dari buku-buku, ensiklopedia, disertasi, tesis, karya ilmiah, internet, dan sumber-sumber lainnya. Dalam meningkatkan mutu pendidikan, salah satu program yang telah dibuat adalah program Pendidikan Profesi Guru (PPG), melalui adanya Pendidikan Profesi Guru (PPG) akan meningkatkan kualitas guru dan meningkatkan mutu pendidikan. Kata kunci: Pendidikan Profesi Guru (PPG); Mutu Pendidikan
Adaptasi kurikulum pendidikan anak usia dini di masa pandemi Covid-19 Megandarisari Megandarisari
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i1.35868

Abstract

Covid-19 has an impact on various fields and aspects of human life, including education. Early Childhood Education that implements the learning from home’s system, need to adapt to the curriculum. This study aims to describe the process of adapting the early childhood education curriculum in various aspects, such as: the challenges faced by the parties involved in the process, as well as alternative solutions to overcome various existing obstacles. The research approach used is qualitative research, with literature study method. The conclusion of this research is in the curriculum in special conditions for Early Childhood Education that has been designed by the Ministry of Education and Culture, several things are explained related to curriculum implementation, learning principles, and also learning assessments during the pandemic. Curriculum implementation in special conditions could be implemented optimally when the peoples involved in implementation were able to collaborating well, including school managers, teachers, students, and parents who accompany children to study at home.   Abstrak Covid-19 memberikan dampak pada berbagai bidang dan aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Pendidikan Anak Usia Dini yang menerapkan sistem belajar dari rumah, tentu harus melakukan adaptasi pada kurikulum pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana proses adaptasi kurikulum pendidikan anak usia dini pada berbagai aspek, berikut dengan tantangan yang dihadapi oleh pihak-pihak yang terlibat dalam prosesnya, serta solusi alternatif untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada. Pendekatan penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif, dengan metode studi literatur. Dari hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa dalam kurikulum pada kondisi khusus untuk Pendidikan Anak Usia Dini yang telah dirancang oleh Kemendikbud, dijelaskan beberapa hal terkait pelaksanaan kurikulum, prinsip pembelajaran, sampai kepada asesmen pembelajaran di masa pandemi. Implementasi kurikulum pada kondisi khusus dapat berjalan secara optimal dengan adanya kerja sama yang baik antara para pihak yang terlibat dalam implementasi, antara lain pengelola sekolah, guru, peserta didik, serta orang tua yang mendampingi anak belajar di rumah. Kata kunci: Kurikulum, Pendidikan Anak Usia Dini, Pandemi Covid-19
Penguatan peran kepemimpinan kurikulum (curriculum leadership) wakil kepala sekolah dalam mengimplementasikan kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) Rahmat Rahmat; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36013

Abstract

We are currently in the era of the industrial revolution 4.0, where this revolution will have a very significant impact on various sectors, especially three clusters: physical, digital, and biological. With these conditions, the demands for changes in educational institutions become so great. Education as an effort to prepare the nation's future must be able to answer this challenge. With the increasingly complex problems in the 21st century as described above and the importance of principals implementing instructional leadership, a leadership model is needed that can integrate the two to be more productive. This research uses library research by utilizing various reference sources and documents that can support the research process. In this study, it was found that the principal must have leadership abilities which can influence others, one of which is the vice principal in the curriculum field so that it is necessary to divide the tasks and authority in the implementation of learning leadership between the principal and the vice principal in the curriculum field and it can be seen that the vice principal in the field of curriculum The curriculum has a very strategic role in the governance of curriculum implementation.   Abstrak Saat ini kita berada di era revolusi industri 4.0, di mana revolusi tersebut akan memberikan dampak perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor khususnya tiga klaster: fisik, digital, dan biologi. Dengan kondisi demikian, maka tuntutan perubahan terhadap lembaga pendidikan menjadi begitu besar. Pendidikan sebagai sebuah upaya mempersiapkan masa depan bangsa harus mampu menjawab tantangan ini. Dengan semakin kompleksnya permasalahan di abad ke-21 seperti dijelaskan di atas dan perlunya kepala sekolah menerapkan kepemimpinan instruksional maka diperlukan sebuah model kepemimpinan yang dapat mengintegrasikan keduanya untuk menjadi lebih produktif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) di mana peneliti menggunakan berbagai sumber rujukan dan dokumen yang dapat mendukung proses penelitian. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa kepala sekolah harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang dapat mempengaruhi orang lain salah satu yakni wakil kepala sekolah bidang kurikulum sehingga diperlukan pembagian tugas dan kewenangan dalam implementasi kepemimpinan pembelajaran antara kepala sekolah dengan wakil bidang kurikulum dan dapat terlihat bahwa wakil kepala sekolah bidang kurikulum memiliki peranan sangat strategis dalam tata kelola implementasi kurikulum. Kata kunci: Kepemimpinan, Kepemimpinan Kurikulum, Kepemimpinan Pembelajaran
Manajemen kurikulum pesantren sains Muftia Fitri Fajriani
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36042

Abstract

Learning in schools today has not reached the stage where there are conclusions about the majesty and greatness of Allah. There are rarely schools that associate the phenomena studied with Rububiyyah Tawhid. This is the background of the birth of Science Islamic Boarding School in Sragen, which has become an integral holistic Islamic boarding school education innovation. As a Science Islamic Boarding School which is one form of application of the integration project between Islam and Science, researchers in their research aims to be able to identify further related to the curriculum management of Science Islamic Boarding School Darul Ihsan Sragen. This study uses qualitative methods with literature study (document) on previous research results and telephone interviews. The results of this study found that the curriculum management of Science Islamic Boarding School Ihsan Sragen including planning, organizing, implementation, and evaluation of the curriculum, has been carried out well. The assessment is based on the existence of a work program, the implementation of the program, supervision is carried out, and the optimal implementation of the learning process. In addition, this Science Islamic boarding school has its own characteristics and characteristics that distinguish this Science Islamic boarding school from others.   Abstrak Pembelajaran di sekolah saat ini belum sampai ke tahap di mana terdapat kesimpulan mengenai keagungan dan kehebatan Allah. Jarang terdapat sekolah yang mengaitkan fenomena-fenomena yang dipelajari dengan Tauhid Rububiyyah. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya Pesantren Sains di Sragen, yang menjadi sebuah inovasi pendidikan pesantren yang integral holistik. Sebagai Pesantren Sains yang merupakan salah satu bentuk aplikasi dari proyek integrasi antara Islam dan Sains, peneliti dalam penelitiannya bertujuan untuk dapat mengidentifikasi lebih lanjut terkait dengan manajemen kurikulum pesantren Sains Darul Ihsan Sragen. Penelitian ini menggunakan metode-metode kualitatif dengan studi literatur (dokumen) atas hasil-hasil penelitian sebelumnya dan wawancara via telepon. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa manajemen kurikulum pesantren Sains Darul Ihsan Sragen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum, telah terlaksana dengan baik. Penilaian tersebut didasari dengan adanya program kerja, terlaksananya program, dilakukan pengawasan, serta terlaksananya proses pembelajaran dengan optimal. Selain itu Pesantren Sains ini memiliki kekhasan dan ciri tersendiri yang membedakan pesantren ini dengan lainnya. Kata kunci: Manajemen Kurikulum; Kurikulum Pendidikan; Pesantren Sains