cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Pengembangan perangkat pembelajaran mata kuliah tasawuf berbasis KKNI Nurhamzah CS
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.35804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran pada mata kuliah Tasawuf di Fakultas Tarbiyah IAI Latifah Mubarokiyah. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D dengan tiga tahap yang digunakan, yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan, dan tahap pengembangan. Data bersifat kualitatif dikumpulkan dari catatan validator dalam melakukan validasi dan data kuantitatif dikumpulkan melalui pedoman validasi dengan skala Likert. Data kualitatif digunakan untuk melakukan perbaikan atas perangkat pembelajaran, sementara data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan statistik sederhana mencari nilai rerata kemudian ditafsirkan dengan menggunakan kriteria validasi. Hasil penelitian pada tahap pendefinisian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran RPS yang dibuat dosen belum lengkap yakni tidak ditemukan rancangan pengalaman belajar mahasiswa dan metode yang dituangkan tidak variatif, sementara RTM yang dibuat dosen belum memenuhi kriteria panduan RTM, sebab hanya menyajikan jenis penilaian, proses, hasil belajar, UTS, UAS, dan penugasan. Pada tahap perancangan, dosen diminta untuk memperbaiki dengan merancang RPS dan RTM kembali sesuai dengan panduan. Pada tahap pengembangan RPS dan RTM dilakukan validasi dan diperbaiki sesuai dengan saran dan kritik validator. Tingkat validasi RPS diperoleh pada tingkat 3,38 terletak pada kategori sangat layak, dan tingkat validasi RTM diperoleh 3,58 terletak pada kategori sangat layak.  
Efektivitas penggunaan kuis interaktif berbasis video conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa Muhammad Raffy Maulana Gumelar; Ghea Putri Dwiyanti; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36211

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 masih terus berlangsung sehingga pembelajaran jarak jauh masih tetap diberlakukan. Salah satu metode yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi yaitu Video Conference. Selama menggunakan Video Conference, terdapat berbagai persoalan yang dinilai tidak efektif dalam segi kualitas pemahaman materi, di mana banyak mahasiswa yang merasa bosan selama pembelajaran berlangsung, serta proses pembelajaran yang tidak interaktif karena kurangnya interaksi antara pendidik dengan peserta didik, sehingga mengakibatkan rendahnya tingkat pemahaman pada mahasiswa. Dalam upaya menciptakan proses pembelajaran yang optimal dibutuhkan metode yang tidak membosankan, terdapat interaktivitas yang baik, serta dapat meningkatkan pemahaman. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian mengenai efektivitas penggunaan kuis interaktif berbasis Video Conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Subjek penelitiannya yaitu mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan angkatan 2020 sebanyak 31 sampel, dan peneliti menggunakan teknik uji analisis korelasi Rank Spearman. Hasil koefisien korelasi yang diperoleh yakni sebesar 0,482 yang terkategori cukup kuat. Angka tersebut menunjukkan terdapat pengaruh antara penggunaan kuis interaktif berbasis Video Conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa. Kuis interaktif dinilai sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan, menarik, dan mempermudah dalam menyampaikan materi, sehingga metode ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman pada mahasiswa.  
Model pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam Rizal Kailani
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.35798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana model pengembangan kurikulum yang dilaksanakan pada program studi Pendidikan Agama Islam pada mata kuliah Pengantar Studi Islam. Selain itu, proses pengembangan tujuan pada pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam, dilakukan dengan memfokuskan pada profil guru PAI yang profesional kompetitif. Perumusan konten pembelajaran pada prodi PAI dengan membagi tiga kompetensi keahlian yaitu dasar, utama, dan pendukung. Pengembangan metode lebih fleksibel di mana program studi memberikan wewenang kepada dosen dan tenaga pengajar dalam mengembangkan metode pembelajaran. Pengembangan komponen evaluasi pada tingkat program studi dilaksanakan dengan melihat umpan balik alumni dan daya serap masyarakat. Model pengembangan kurikulum yang dilaksanakan mengadopsi model D. K. Wheeler dan perpaduan antara top down dan grass root atau biasa kita sebut eklektik. Sementara dalam proses pengembangan kurikulum pada mata kuliah Pengantar Studi Islam menggunakan konsep eklektik dalam pelaksanaannya di mana konsepsi eklektik ini memadukan antara konsep proses kognitif, konsep rekonstruksi sosial, serta konsepsi teknologi. Prosedur pengembangan kurikulum mata kuliah Pengantar Studi Islam menggunakan model pertengahan di antara kontinum kurikulum. Tujuan pembelajaran dilakukan sebagai turunan capaian pembelajaran, materi yang disusun berdasarkan simple to complex, metode yang digunakan berada pada kontinum ekspositori dan discovery, evaluasi yang digunakan dalam mata kuliah Pengantar Studi Islam adalah dengan tes maupun nontes.  
Perbandingan kurikulum pendidikan bidan di Indonesia, New Zealand, dan Australia Ari Indra Susanti
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36410

Abstract

Midwives are one of the health workers as a profession that continues to develop so that they must follow the developments and changes of globalization. The era of globalization demands the availability of professional human resources in providing services to the community. Therefore, it is necessary to develop a midwife education curriculum based on the needs of the times by comparing the midwife education curriculum in Indonesia, New Zealand, and Australia. The method used in writing this article uses a literature review in the form of a library synthesis compilation process. The stage was carried out by browsing the literature, finding the main idea of each article, and writing in a paraphrase style. This has done by collecting various references in the form of scientific articles and text books based on studies on the midwifery education curriculum in Indonesia, New Zealand, and Australia. Thus, the results of the comparative study of midwifery education curriculum aim to develop a midwife education curriculum that can produce professional midwife graduates in providing women-centred care.   Abstrak Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan sebagai profesi yang terus berkembang sehingga harus mengikuti perkembangan dan perubahan globalisasi. Era globalisasi menuntut tersedianya sumber daya manusia profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum pendidikan bidan berdasarkan kebutuhan perkembangan zaman dengan membandingkan kurikulum pendidikan bidan di Indonesia, New Zaeland, dan Australia. Metode yang digunakan pada penulisan artikel ini dengan menggunakan penelaahan literatue (literature riview) berupa proses penyusunana sintesis kepustakaan. Tahap yang dilakukan dengan menelusuri kepustakaan, menemukan ide utama setiap artikel, dan menuliskan dengan gaya paraphrase. Hal tersebut, dilakukan dengan mengumpulkan berbagai referensi berupa artikel-artikel ilmiah dan text book berdasarkan kajian tentang kurikulum pendidikan bidan di Negara Indonesia, New Zaeland, dan Australia. Dengan demikan, hasil kajian perbandingan kurikulum pendidikan bidan bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan bidan yang dapat menghasilkan lulusan bidan profesional dalam memberikan asuhan yang berpusat pada wanita. Kata Kunci: Bidan, Kurikulum, Pendidikan
Fungsi manajemen kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD) Sri Mariam; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36457

Abstract

Pendidikan PAUD ialah pembelajaran berupa bimbingan serta pengetahuan dasar sesuai dengan tingkatanพัฒ perkembangannya. Dalam proses pembelajarannya dibutuhkan fungsi manajemen kurikulum yang dilaksanakan secara khusus. PAUD yang mengelola anak didik dengan penuh perkembangan dan pertumbuhan yang mereka laluinya, dibutuhkan lembaga pendidikan yang memiliki manajemen kurikulum yang disusun dengan penuh pertimbangan serta memperhatikan masa tumbuh dan berkembang anak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fungsi manajemen kurikulum yang dilaksanakan di TK. Penelitian ini berangkat dari suatu kasus dalam manajemen kurikulum yakni kurangnya kualifikasi pendidik yang profesional, ketersediaan sarana prasarana, kepala sekolah yang tidak kompeten dalam merumuskan kurikulum, dan lain sebagainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Pengumpulan data berbentuk wawancara serta observasi dan literatur semacam buku, jurnal dari sumber terpercaya. Dalam perencanaan kurikulum, Kepala Sekolah dan tenaga kependidikan menyusun tujuan serta kegiatan yang akan dilaksanakan. Muatan pembelajaran meliputi nilai agama dan moral, kalimat pujian, sifat Tuhan dan ciptaan-ciptaan-Nya, membiasakan pengenalan benda-benda baru, lingkungan baru dan pembiasaan bertanya, pengenalan anggota tubuh, kebersihan dan makanan bergizi, menyapa guru, berani mengemukakan pendapat. Kegiatan pembelajaran berupa pembelajaran di kelas dan lingkungan. Pengawasan dan evaluasi dilakukan pada proses melaksanakan kurikulum baik ranah sekolah maupun tingkat kelas, sarana prasarana, dan evaluasi hasil belajar peserta didik. Dari hasil yang didapatkan, peneliti berharap manajemen kurikulum Taman Kanak-Kanak di Indonesia yang berperan sebagai lembaga pendidikan formal bagi anak-anak usia dini yang masih dalam masa perkembangan, penting untuk mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah dan tenaga kependidikan.  
Evaluasi pembelajaran berbasis e-learning pada jenjang pendidikan tinggi Fitria Fii Silmi Kaaffah Kamilia; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.37310

Abstract

Technological developments have led to changes in the pattern of teaching carried out in several educational institutions. E-learning is a learning tool that is considered an effective system to improve the quality of learning and improve educators' and students' digital skills. However, currently, the benefits of adopting an e-learning system in learning in higher education are still not fully realized. This study aims to analyze the literature in journal articles and proceedings published in the 2011-2021 range regarding the evaluation model of e-learning-based learning in universities. The research method used is descriptive qualitative to find facts about the framework of the evaluation instrument used to evaluate the effectiveness of e-learning in higher education institutions. The results of the study indicate that the essential components in developing the framework of the e-learning evaluation instrument include: (1) the involvement of various parties in the development of the tool, (2) the pedagogic nature of electronic learning, (3) the availability of a support system or technical experts who have special abilities in managing the e-learning platform, (2) specific skills in the use of e-learning, (5) the effect of e-learning user efficacy on the successful implementation of learning.   Abstrak Perkembangan teknologi menyebabkan perubahan pada pola pengajaran yang dilakukan di sejumlah lembaga pendidikan. E-learning sebagai moda pembelajaran yang dianggap efektif dalam meningkatkan kualitas belajar dan meningkatkan keterampilan digital pendidik dan juga peserta didik. Namun, saat ini manfaat dari mengadopsi sistem e-learning dalam pembelajaran di pendidikan tinggi masih belum terealisasi sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur berupa artikel jurnal dan prosiding yang diterbitkan pada rentang tahun 2011-2021 mengenai model evaluasi pembelajaran berbasis e-learning pada perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif untuk mencari fakta mengenai kerangka instrumen evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas e-learning pada lembaga pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen penting dalam menyusun kerangka instrumen evaluasi e-learning mencakup: (1) keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan alat, (2) hakikat pedagogik pada pembelajaran elektronik, (3) ketersediaan sistem dukungan atau tenaga ahli teknis yang memiliki kemampuan khusus dalam mengelola platform e-learning, (2) keterampilan khusus dalam penggunaan e-learning, (5) pengaruh efikasi pengguna e-learning terhadap keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.   Kata Kunci: model evaluasi; pembelajaran jarak jauh; pendidikan tinggi
Pengaruh media interaktif dalam perkembangan kegiatan pembelajaran pada instansi pendidikan Alfa Dadi Putra; Hasna Salsabila
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36282

Abstract

Media pembelajaran konvensional sudah tertinggal dibandingkan dengan penggunaan media pembelajaran modern pada proses pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada performa dan hasil belajar peserta didik. Media pembelajaran tersebut cenderung membosankan karena tidak menarik sehingga menyebabkan peserta didik tidak tertarik dan berakibat pada menurunnya kualitas hasil belajar. Proses belajar yang menyenangkan saat ini dibutuhkan oleh para peserta didik, tentunya dengan menggunakan media pembelajaran seperti media interaktif sebagai produk dari perkembangan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif yang diberikan dari penggunaan media interaktif pada proses pembelajaran yang tentunya akan membawa perkembangan kegiatan pembelajaran ke arah yang positif melihat kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang semakin pesat mengharuskan penggunaan teknologi pada proses pembelajaran. Berdasarkan artikel-artikel penelitian yang telah dianalisis menggunakan metode studi literatur, media interaktif seperti Kahoot! dan Quizizz terbukti efektif untuk meningkatkan ketertarikan peserta didik dan memberikan hasil pembelajaran yang baik sehingga dapat membantu memenuhi kompetensi abad 21 sehingga dapat bersaing secara global.  
Korelasi perhatian orang tua dengan minat belajar siswa kelas 2 pada mata pelajaran matematika Siti Aminatus Sholikhah; Ariga Bahrodin
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.39560

Abstract

Keluarga merupakan salah satu pusat pendidikan bagi seorang anak, apalagi dalam pendidikan orang tua merupakan sumber pendidik yang utama dan pertama bagi anak-anaknya. Berbagai faktor keluarga yang menimbulkan perbedaan kepribadian seorang anak mulai dari tingkat pendidikan orang tua, sikap perhatian dalam keluarga, realitas kehidupan sehari-hari dalam keluarga, dan lain-lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perhatian yang diberikan oleh orang tua siswa di kelas 2 MI Madinatul Ulum Mojokrapak, terhadap minat belajar mereka pada mata pelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat pengaruh antara perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas 2 di MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang. 1) Berdasarkan hasil rekapitulasi perhatian orang tua masih 50% tergolong rendah. 2) Dari hasil minat belajar siswa kelas 2 pada mata pelajaran matematika di MI Madinatul Ulum menunjukkan bahwa hasil rekapitulasi 60% masih tergolong rendah. 3) Dari hasil analisis data menunjukkan hubungan yang kuat antara pengaruh perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas 2 pada mata pelajaran matematika di MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang Jombang. Terdapat hasil korelasi dengan sig. 2-tailed 0,008 dan correlation coefficient (koefisien korelasi) sebesar 0,575 terdapat hubungan positif yang kuat antara perhatian orang tua dengan minat belajar siswa kelas 2 maka Ha diterima dan H0 ditolak.  
Pengembangan instrumen analisis kebutuhan kurikulum diklat guru SLB tunagrahita pada materi pembelajaran housekeeping Ayu Nimas Salmitri; Zainal Arifin; Gemala Herlistiana
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.37198

Abstract

Pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan untuk melakukan sebuah transfer kepada siswa menjadikan sebuah pendidikan dan pelatihan (diklat) cukup dibutuhkan dalam pengembangan mutu seorang guru. Guru SLB memiliki peran untuk memberikan bekal untuk siswanya bekerja setelah lepas dari sekolah. Keterampilan tata graha/housekeeping merupakan kompetensi wajib dimiliki oleh anak tunagrahita di SLB, dengan kompetensi tersebut lulusan SLB dapat bersaing di dunia kerja. Analisis kebutuhan diklat (AKD) dilakukan sebelum diklat dilaksanakan, tujuannya ialah menjadikan diklat tepat sasaran, efektif, dan efisien. Instrumen AKD merupakan bagian esensial dari pengumpulan informasi untuk AKD. Tidak tersedianya pedoman AKD untuk pelaksanaan diklat housekeeping untuk guru SLB tunagrahita, serta kebutuhan kompetensi housekeeping untuk mengajar dan membimbing siswa tunagrahita cukup tinggi, maka pengembangan instrumen AKD menjadi solusi yang cukup baik. Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan instrumen analisis kebutuhan diklat guru SLB tunagrahita pada bidang housekeeping, sebagai upaya pengembangan diklat yang tepat sasaran, efektif, dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Design & Development (D&D) dengan langkah pengembangan yang melakukan uji validitas, uji reliabilitas, uji keterbacaan, serta uji coba terbatas. Hasil dari pengembangan instrumen menghasilkan tanggapan baik dari responden terhadap hasil uji keterbacaan serta uji coba terbatasnya, secara umum pengembangan ini dikatakan layak digunakan untuk pengembangan kurikulum AKD.  
Pemanfaatan model computer supported collaborative learning Anissa Indri Ayuningtias A.S.; Dinn Wahyudin; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 1 (2022): Inovasi Kurikulum, February 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i1.42668

Abstract

Model pembelajaran computer support collaborative learning (CSCL) merupakan sebuah metode pembelajaran yang dinilai dapat lebih memaksimalkan motivasi pembelajaran di perguruan tinggi. Akan tetapi, pada model pembelajaran CSCL masih diperlukan adanya inovasi agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pemanfaatan dan efektivitas dari penggunaan model pembelajaran CSCL di perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data sekunder yakni metode kepustakaan. Penelitian ini akan menjelaskan secara singkat mengenai penerapan model pembelajaran CSCL di perguruan tinggi termasuk di dalamnya dibahas tentang model pembelajaran, model pembelajaran kolaboratif, definisi dan manfaat model pembelajaran CSCL dan pengaruhnya terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran computer supported collaborative learning dianggap lebih memiliki efek bagi mahasiswa jika dibandingkan dengan model konvensional karena dapat menciptakan suasana kelas yang lebih aktif. Mahasiswa juga dapat melakukan lebih banyak kolaborasi dengan mahasiswa lainnya sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif.