cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Pengembangan pembelajaran terpadu model connected untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam Nuruddin Hidayat
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 1 (2009): Inovasi Kurikulum, February 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i1.35680

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya tuntutan pelaksanaan pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPA di tingkat SMP/MTs. Perubahan pendekatan pembelajaran IPA ini menuntut guru untuk memahami dan melaksanakannya. Kenyataan di lapangan, menunjukkan bahwa baru sebagian kecil guru yang telah melaksanakan pembelajaran terpadu, itu pun lebih dikarenakan sekadar memenuhi tuntutan kurikulum. Permasalahan yang ada di lapangan adalah kekurangpahaman guru terhadap pembelajaran terpadu dan tidak adanya contoh konkret yang dapat mereka aplikasikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pengembangan pembelajaran terpadu model connected yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA pada madrasah tsanawiyah di Kabupaten Gunungkidul. Sesuai dengan tujuan di atas, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Pembelajaran terpadu model connected ini menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain, tugas dilakukan pada satu hari dengan tugas yang dilakukan pada hari berikutnya, bahkan ide-ide yang dipelajari pada satu semester dengan ide-ide yang dipelajari pada semester berikutnya dalam satu bidang studi. Model ini dikembangkan berdasarkan teori dari Fogarty dan panduan pengembangan pembelajaran IPA terpadu. Model yang dihasilkan berupa desain pembelajaran IPA terpadu connected dan beberapa pedoman dalam implementasi pembelajaran IPA terpadu connected. Hasil implementasi pengembangan desain ini terbukti telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama Departemen Agama untuk memberikan dukungan kebijakan, kepala madrasah dan guru untuk dapat mengembangkan sesuai dengan kondisi madrasah dan peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian pada aspek penilaian yang lebih luas.  
Analisis relevansi desain kurikulum pelatihan guru PAI MTs dengan kebutuhan kompetensi guru di lapangan Adimin Diens
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 1 (2009): Inovasi Kurikulum, February 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i1.35685

Abstract

Lemahnya efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi permasalahan yang cukup serius. Selama ini telah terjadi anggapan negatif terhadap pelaksanaan pendidikan agama di sekolah. Persoalan kompetensi guru madrasah merupakan permasalahan yang dihadapi hampir seluruh madrasah di tanah air tidak terkecuali Madrasah Tsanawiyah dan secara spesifik guru Pendidikan Agama Islam. Upaya peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam pada madrasah dapat dilakukan melalui jalur pendidikan prajabatan (pre-service training) maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). Secara umum pendidikan dan pelatihan ini di samping untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan, baik tuntutan masyarakat maupun keniscayaan global. Program-program pelatihan yang ditawarkan paling tidak dapat mengakomodasi standar-standar kompetensi minimal sehingga terdapat relevansi antara kebutuhan-kebutuhan di lapangan dan program pendidikan dan pelatihan. Untuk itu Balai Diklat Keagamaan dalam mengelola dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan unit pelaksana teknis di lingkungan Departemen Agama. Untuk kepentingan tersebut, kurikulum pelatihan Balai Diklat Keagamaan semestinya memiliki relevansi dengan kebutuhan lapangan. Kesesuaian antara kurikulum pelatihan dengan kebutuhan unit-unit pelaksana teknis di lapangan akan memberikan beberapa keuntungan di antaranya pertama, hasil pelatihan akan lebih bermakna bagi peserta pelatihannya karena kurikulum diklat didesain mengacu pada kebutuhan riil yang berhubungan dengan tugas dan fungsi unit pelaksana teknis. Kedua, penyelenggaraan kegiatan pelatihan lebih efektif karena akan lebih memotivasi peserta pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sesuai dengan bidang tugasnya. Ketiga, penyelenggaraan pelatihan lebih efisien, karena kurikulum pelatihan dirancang memang untuk memenuhi kebutuhan tertentu.  
Penyempurnaan kurikulum madrasah dalam konteks KTSP Aceng Abdul Azis
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 1 (2009): Inovasi Kurikulum, February 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i1.35686

Abstract

Pengembangan kurikulum harus segera dilakukan, selain merespons perubahan paradigmatik pendidikan, juga mengantisipasi terjadinya perubahan strategis bidang sosial, budaya, ekonomi dan politik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), secara konseptual mempunyai semangat global, nasional dan lokal sekaligus. Bahkan, KTSP menjadi petanda bagi revitalisasi sekolah/madrasah dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan perubahan sosial. Jika setiap madrasah/sekolah mampu mendesain sebuah KTSP, maka akan didapati variasi KTSP sejumlah madrasah/sekolah tersebut. Penelitian yang dilakukan di MTs Darul Muttaqin menunjukkan adanya ekuivalensi antara "kurikulum yang asli" dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang sedang dirumuskannya. Dalam konsepsi kurikulum Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat al-Islamiyyah (TMI), madrasah ini mempunyai identitas lokalnya, karakter internalnya dan cita-cita khususnya. Perilaku KBM di madrasah ini, hingga saat ini masih mengimplementasikan kurikulum TMI yang dirumuskannya sendiri. Namun demikian, relasi MTs Darul Muttaqin dengan madrasah lain, dengan birokrasi pendidikan, dan dengan stakeholders memberikan perspektif baru tentang perlunya KTSP. Kepala MTs Darul Muttaqin menganggap adopsi dokumen KTSP perlu dilakukan agar perilaku mengajar berubah seiring dengan perubahan dokumen kurikulum, sehingga mutu madrasah meningkat seirama dengan dinamika pendidikan pada umumnya.  
Pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan mata pelajaran pendidikan agama Islam K Kokabudin
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 1 (2009): Inovasi Kurikulum, February 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i1.35687

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan kurikulum mata pelajaran PAI yang dilakukan oleh MAN 2 Serang. Secara rinci pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana madrasah dan guru bidang studi melakukan pengembangan silabus dan RPP, bagaimana implementasi pembelajaran PAI, dan faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung dalam pengembangan kurikulum mata pelajaran PAI yang ada di satuan pendidikan. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Dengan tahapan-tahapan mulai dari perencanaan awal, orientasi, eksplorasi, member check, sampai pada tahap triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pengembangan kurikulum mata pelajaran PAI di madrasah belum dilakukan secara sempurna. Belum terlihat adanya kesiapan dari pihak madrasah atau satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum secara mandiri. Dalam proses pengembangan kurikulum, baik pihak madrasah ataupun guru, masih sangat bergantung pada draf-draf yang dibuat oleh instansi terkait. Dalam pengembangan silabus dan RPP penjabaran SK dan KD ke dalam indikator-indikator materi pelajaran PAI masih dalam tahap mengadopsi belum sampai pada tahap development.  
Penerapan pembelajaran berbasis komputer (computer based instruction) model tutorial Muhammad Nurhalim
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 1 (2009): Inovasi Kurikulum, February 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i1.35688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas CBI model tutorial untuk meningkatkan hasil belajar siswa dibanding dengan model konvensional yang digunakan guru pada mata pelajaran Biologi di Madrasah Aliyah Negeri se-Kota Bandung, sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui perencanaan pembelajaran, perbedaan hasil belajar antara kedua model (PBK model tutorial dengan pembelajaran konvensional yang dilakukan oleh guru), mengidentifikasi faktor pendukung keberhasilan, mengetahui kelebihan dan kekurangan CBI model tutorial pada mata pelajaran Biologi di Madrasah Aliyah Negeri se-Kota Bandung. Hasil dalam penelitian ini secara umum dapat disimpulkan bahwa PBK model tutorial lebih efektif di dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang dilakukan oleh guru. Adapun hasil secara khusus meliputi: (1) perencanaan pembelajaran meliputi dua kategori yaitu membuat administrasi umum (pembuatan silabus dan RPP) dan penjabaran RPP ke dalam software PBK model tutorial; (2) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara PBK model tutorial dengan pembelajaran konvensional yang dilakukan guru; (3) faktor yang menentukan keberhasilan meliputi: faktor pendukung (sarana dan prasarana, sumber daya pelaksana, dukungan pihak terkait) dan faktor penghambat (sarana prasarana, sumber daya pelaksana, waktu, dukungan pihak terkait dan biaya); (4) kelebihan PBK model tutorial meliputi: keefisienan software program, kemudahan pengorganisasian materi, kelebihan yang berkaitan dengan fungsi dan kegunaan dari program tutorial, kelebihan yang berkenaan dengan fungsi dan kelebihan media, sedangkan kekurangan PBK model tutorial meliputi: ketergantungan pembelajaran terhadap sarana, ketergantungan dengan kualitas software program, dan ketergantungan terhadap kemampuan subjek pengguna.
Evaluasi pengembangan KTSP: suatu kajian konseptual Said Hamid Hasan
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35697

Abstract

Evaluasi kurikulum KTSP diarahkan pada beberapa sasaran, di antaranya tingkat pemahaman ide dan prinsip pengembangan KTSP; keberhasilan pengembangan dokumen KTSP dan keberhasilan KTSP. Fokus evaluasi diarahkan pada ide, pengembangan dokumen, pelaksanaan KTSP dan hasil belajar. Untuk menentukan tingkat keberhasilan pengembangan KTSP secara komprehensif digunakan dua dimensi, yaitu dimensi nilai dan dimensi arti. Evaluasi dimensi nilai berkaitan dengan keunggulan intrinsik KTSP tanpa mempersoalkan lingkungan di mana KTSP dilaksanakan, sedangkan dimensi arti berkaitan dengan nilai pengaruh KTSP terhadap lingkungan.  
Evaluasi kurikulum tingkat satuan pendidikan Hermana Somantrie
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35698

Abstract

Prinsip utama dari evaluasi kurikulum yaitu bahwa untuk evaluasi kurikulum yang komprehensif harus secara sistematik mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan kurikulum, demikian pula dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sudah banyak sekolah yang telah mengimplementasikan KTSP, baik yang dikembangkan secara mandiri maupun dengan cara mengadopsi atau mengadaptasi KTSP yang telah dibuat oleh pihak lainnya. Setelah melewati suatu periode waktu tertentu, KTSP perlu dievaluasi agar kekuatan dan kelemahannya dapat teridentifikasi. Hasil dari evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi penyempurnaan KTSP di masa yang datang atau sebagai informasi yang dapat digunakan bagi perumusan kebijakan pendidikan khususnya berkenaan dengan kurikulum.  
Evaluasi implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sekolah menengah atas Azis Azis
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35699

Abstract

Pengembangan kurikulum yang sejalan dengan sistem pendidikan nasional, kebutuhan dan kondisi riil perlu diupayakan secara terus menerus bagi terwujudnya sumber daya manusia yang handal. Dengan digunakannya kurikulum 2006 (KTSP), perubahan kurikulum 2004 ke 2006, merupakan upaya pembaharuan atau penyesuaian kurikulum yang didasarkan pada standar isi dan standar kompetensi lulusan yang diharapkan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk KTSP tingkat pendidikan menengah (SMA), tujuan pendidikannya adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri, dan dapat mengikuti pendidikan lebih lanjut. Untuk mencapai tujuan tersebut, dijabarkan ke dalam sejumlah mata pelajaran yang terdapat pada jenjang pendidikan menengah. Pada tataran implementasi kurikulum secara umum, implementasi KTSP meliputi pengembangan silabus dan RPP, pelaksanaan proses pembelajaran dan cara penilaiannya. Dalam konteks pelaksanaan kurikulum, hasil penilaian dapat diamati melalui indikator-indikator yang tercermin dalam rangkaian kegiatan pembelajaran, sebagai bentuk implementasi kurikulum. Untuk melihat sejauhmana keberhasilan dari implementasi kurikulum, sudah barang tentu membutuhkan waktu dan proses, karena hasil dari suatu proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang terus menerus dan panjang.  
Evaluasi kurikulum pendidikan dasar: Satu usulan Erliany Syaodih
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35700

Abstract

Pendidikan dasar merupakan wilayah fundamental bagi pengembangan sumber daya manusia. KTSP pada Pendidikan Dasar sewajarnya dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, diarahkan pada berbagai tuntutan dan kebutuhannya di masyarakat dan untuk masa depan. Implementasi KTSP untuk Pendidikan Dasar membutuhkan kesiapan berbagai perangkat dan sumber daya manusia, termasuk alat ukur tingkat keberhasilannya. Evaluasi KTSP untuk pendidikan dasar sewajarnya diarahkan pada setiap wilayah kurikulum secara terintegrasi, baik dari sisi ide, dokumen, desain, implementasi dan perangkat-perangkat kurikulum. Kendati saat ini implementasi KTSP pada tingkat Pendidikan Dasar belum sempurna namun selayaknya perangkat evaluasi sudah disiapkan.  
Evaluasi dokumen perencanaan pembelajaran dalam konteks kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sekolah menengah kejuruan Amay Suherman
Inovasi Kurikulum Vol. 6 No. 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35702

Abstract

Evaluasi dokumen perencanaan pembelajaran adalah bagian dari jaringan evaluasi dokumen kurikulum secara keseluruhan. Perencanaan pembelajaran tersebut di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diwujudkan dalam sebuah dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), maka untuk mengevaluasi dokumen RPP tersebut harus mencermati variabel yang ada dalam RPP. Berdasarkan dokumen Kurikulum Berbasis Kompetensi, dokumen RPP merupakan perwujudan dari rencana implementasi dari salah satu standar kompetensi atau kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Dalam dokumen KBK berkenaan dengan Kegiatan Belajar Mengajar, hanya tertuang rambu-rambu yang harus diterjemahkan secara operasional oleh masing-masing guru dalam mencapai tuntutan setiap kompetensi yang ada. Di dalam dokumen tersebut diberikan contoh bagaimana pencapaian kompetensi, dan contoh kegiatan. Akan tetapi, bagaimana proses pembelajaran yang harus terjadi secara efektif dan efisien harus dirancang oleh guru yang bersangkutan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang sistematis agar diperoleh kejelasan dan keajegan dalam implementasinya.