cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
IDENTITAET
ISSN : 23022841     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Online "Identitaet" diterbitkan oleh Program Studi S-1 Sastra Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya sebagai media untuk menampung karya ilmiah dalam bidang bahasa dan sastra Jerman yang dihasilkan oleh sivitas akademika. Jurnal Online "Identitaet" juga dimaksudkan sebagai sarana pertukaran informasi dan sumber rujukan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan oleh seluruh bagian sivitas akademika dan juga masyarakat umum. Jurnal Online "Identitaet" terbit tiga kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
BENTUK TINDAK KRIMINAL DAN KEKERASAN DALAM FILM WHO AM I KARYA BARAN BO ODAR KHANAFANY ANWAR., MAHATHIR; DYAH WOROHARSI PARNANINGRUM, RR
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JOURNAL SKRIPSI BENTUK TINDAK KRIMINAL DAN KEKERASAN DALAM FILM WHO AM I KARYA BARAN BO ODAR Nama : Mahathir Khanafany Anwar. NIM : 14020504004. Institusi: Universitas Negri Surabaya. Fakultas : Bahasa dan Seni. Jurusan : Bahasa Asing. Program Studi : Sastra Jerman. Pembimbing : Dra. Rr.Dyah woroharsi P. M.pd Tahun : 2019. Kata kunci : Film, Tindak Kriminal, kriminalitas, kekerasan. ABSTRAK Karya sastra adalah suatu wadah untuk mengungkapkan gagasan, ide dan pikiran dengan gambaran-gambaran pengalaman. Gagasan, ide dan pemikiran diungkapkan dalam bentuk tulisan yang mengusung sebuah ide pemikiran. Ide pemikiran dan tema yang dituangkan dalam karya sastra sangat beragam seperti bidang sosial, budaya, pendidikan, percintaan, kriminal dan sebagainya. Oleh sebab itu, terdapat sebuah film Jerman yang berjudul who am I karya Baran Bo Odar. Film ini merupakan Film dalam nominasi terbaik tahun 2014 di Germany Intro Film. Film ini bercerita tentang kehidupan pemudapemudi Jerman yang sangat bebas dan sering melakukan tindak kriminal sebagai peretas. Hal tersebutlah yang mendasari penulis meneliti Film ?who am I ? karya Baran Bo Odar dengan menggunakan teori tindak kriminal kadist Sanfordt. Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan sebuah permasalahan yaitu :(1) Bentuk tindak kriminal apa sajakah yang yang dilakukan oleh Benjamin Engel. (2) Dampak tindak kriminal yang terjadi terhadap tokoh lain di dalam film who am I karya Baran Bo Odar. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: Mendeskripsikan bentuk- bentuk tindak kriminal dan dampak tindak kriminal terhadap tokoh lain yang dilakukan oleh Benjamin Engel dalam film ?who am I? karya Baran Bo Odar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah film who am I ? karya Baran Bo Odar. Sumber data sekunder berupa buku-buku dan artikel-artikel yang memiliki relevansi dengan tindak kriminal. Data yang diambil berupa kata, frasa kalimat, dan percakapan dari film ?who am I. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat (1) Bentuk tindak kriminal berupa : (a) penipuan, (b) pencurian, (c) pembunuhan, (d) rekayasa sosial. (2) Dampak tindak kriminal terhadap tokoh lain berupa : (a) kematian, (b) cidera ringan, (c) dampak psikologis berupa ketakutan,
KOMPONENN MAKNA VERBA BERENDONIM MUND DALAM BUKU STUDIO D A1 DIRINATA, ANANDA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mulut memiliki peranan penting terhadap siklus kehidupan manusia, yang mana sebagai alat berkomunikasi. Dalam berkomunikasi, bahasa yang disampaikan manusia merupakan media untuk menyampaikan makna. Akan tetapi, terkadang dalam penyampaiannya dengan bentuk gaya bahasa yang bermacam-macam sehingga makna yang dimaksudkan masih samar-samar dan sukar dimengerti (Huford, Heasley, dan Smith, 2007:1 dalam Abdul Chaer 2007). Agar Bahasa yang digunakan mudah dipahami, maka perlu adanya pemahaman akan komponen yang membentuk makna tersebut. Pemahaman akan komponen makna sangatlah penting guna mengetahui lebih dalam terkait kemiripan, kesamaan, dan ketidaksamaan pada bahasa yang kita gunakan. Sehingga pemahaman akan mudah didapatkan dan tidak akan merusak jalinan komunikasi. Oleh karena itu, perlu adanya analisis mengenai komponen makna. Berdasarkan proses analisis menggunakan 6 langkah dari teknik analisis Mansoer Pateda terhadap verba endonim Mund ?mulut? pada buku studio D A1, ditemukan 20 verba endonim Mund ?mulut? dengan 10 diantaranya memiliki medan makna yang sama. Meskipun verba-verba tersebut memiliki kemiripan makna, tetapi tetap saja terdapat komponen pembeda diantara verba-verba tersebut.
STILISTIKA SINTAKSIS PADA SLOGAN KLUB BUNDESLIGA 2018/2019 ARIMURTI, BAGASKARA; RAHMAN, YUNANFATHUR
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk menjelaskan gaya bahasa yang terdapat dalam slogan klub di Bundesliga 2018/2019 dengan teori stilistika sintaksis. Penelitian ini perlu dilakukan karena penggunaan slogan yang sangat sering dijumpai dalam keseharian. Sudah bukan hal yang baru dan langka jika menemui banyak sekali slogan dimana-mana. Slogan menggunakan bahasa yang jelas, singkat, padat, dan penuh makna. Slogan juga digunakan dalam promosi suatu produk atau dari slogan yang dimiliki produsen itu sendiri, yang akan menggambarkan secara singkat namun penuh arti, tentang produk ataupun produsen tersebut, dalam hal ini klub sepak bola. Subjek yang diteliti oleh adalah slogan formal yang terdapat dalam 18 klub di liga sepak bola di Bundesliga tahun 2018/2019. Objek yang diteliti adalah gaya bahasa yang terdapat pada slogan klub sepak bola di Bundesliga tahun 2018/2019 berdasarkan stilistika sintaksisnya. Data diperoleh dari slogan-slogan klub baik berupa frasa maupun kalimat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode kualitatif adalah metode yang menghasilkan data deskriptif, yaitu dari yang berupa kata-kata tertulis atau lisan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengamatan dan teknik catat. Data yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasilnya, slogan-slogan yang diteliti akan diklasifikasikan sesuai dengan teori stilistika sintaksis dengan berdasarkan panjang-pendek kalimat, jenis kalimat, pola urutan kata, konstruksi kalimat dan diatesis. Kata kunci: Stilistika Sintaksis, Slogan, Liga Jerman 2018/2019
KOMPONEN MAKNA VERBA BERENDONIM HAND DALAM BUKU STUDIO D A1 SAFITRI, FEBRINIA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam buku Studio d banyak sekali verba-verba dasar yang memiliki kedekatan, kemiripan, kesamaan makna. Untuk mengetahui seberapa jauh kedekatan, kemiripan, kesamaan, dan ketidaksamaan makna, orang perlu mengetahui komponen makna begitu juga pada verba, sedangkan komponen makna sendiri sangat penting untuk dipahami, dimana komponen makna selalu berkaitan dengan setiap kata yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen makna verba yang berendonim Hand dalam buku Studio d A1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah buku Studio d A1. Data penelitian ini diambil dari verba berendonim Hand dalam buku Studio d A1. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini melalui pendekatan analitik milik Mansoer Pateda dan menggunakan langkah analisis komponen makna milik Mansoer Pateda. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 16 verba berendonim Hand atau tangan yang ditemukan pada sumber data yaitu Studio d A1. Dari 16 verba yang ditmukan, terdapat 8 verba yang masuk dalam lingkup medan kana yang sama. Verba tersebut yaitu verba anschreiben, notieren, schreiben, dan verschreiben dengan medan makna yaitu menulis sesuatu, kedua yaitu verba einpacken dan packen dengan medan makna yaitu mengepack, medan makna terakhir yaitu meletakkan dimiliki oleh verba legen dan stellen. Setiap verba yang memiliki makna bersinonim belum tentu dapat digunakan untuk menggantikan satu sama lain. Selain verba yang bermedan makna sama, juga terdapat verba berendonim Hand yang tidak memiliki medan makna sama. Verba tersebut berjumlah 8 verba, meliputi verba bringen, hängen, markieren, mitschreiben, nehmen, schneiden, nummerieren, dan zeigen. Kata Kunci : Verba, Komponen Makna, Hand
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM NASE PADA BUKU STUDIO D B1 AISYAH, SITI; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang analisis komponen makna verba berendonim Nase yang terdapat dalam buku Studio d B1. Komponen makna ini berhubungan dengan medan makna, dimana dalam medan makna ada beberapa kata yang maknanya saling berdekatan. Adanya beberapa kata yang mempunyai makna yang saling berdekatan tersebut memunculkan kebingungan dalam penggunaannya. Untuk mengatasi kebingungan tersebut, diperlukan analisa komponen makna agar kita lebih mengetahui bagaimana kemiripan, kesamaan, dan ketidaksamaan makna yang ada pada suatu kata. Kemiripan, kesamaan dan ketidaksamaan dapat disebut dengan pembeda makna. Setelah mengetahui pembeda maknanya, kita dapat lebih memahami perbedaan kata-kata yang tergolong berdekatan maknanya dan kapan kata tersebut dapat digunakan.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kandungan atau komposisi makna kata yang terdapat dalam verba berendonim Nase. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan berupa teks kalimat verba berendonim Nase. Data dikumpulkan menggunakan metode catat. Sumber data penelitian yang digunakan yaitu dari buku Studio d, yang umumnya digunakan oleh pelajar bahasa Jerman. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 5 verba berendonim Nase yang ditemukan, terdapat 3 verba yang tergolong dalam medan makna yang berdekatan. Selanjutnya 3 verba tersebut dianalisa dengan teori komponen makna untuk diketahui ciri-ciri spesifik dan pembeda yang terkandung dalam 3 verba tersebut.Kata kunci : komponen makna, verba Nase, verba berendonim.
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM AUGEN PADA BUKU STUDIO D A1 GUSTYANI PUTRI, VENA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis komponen Makna verba yang berendonim Augen yang terdapat di buku Studio d A1. Komponen makna ini berhubungan dengan medan makna, yang mana pada medan makna ada beberapa kata yang maknanya sama atau saling berdekatan. Dengan adanya beberapa kata yang sama atau saling berdekatan ini, menimbulkan pertanyaan yang lahir dari penggunanya. Karena itulah analisa komponen makna dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memiliki kemiripan atau pun persamaan yang belum terjawab. Kemiripan atau persamaan itulah yang disebut dengan pembeda makna. Setelah itu, dapat lebih memahami perbedaan kata-kata yang maknanya berdekatan atau sama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen makna dalam verba berendonim Augen pada buku berendonim Studio d A1. Jenis penelitian ini, menggunakan penelitian kualitatif. Dan data yang digunakan adalah teks kalimat verba berendonim Augen, dan data ini menggunakan metode catat. Sumber data yang digunakan adalah buku Studio d A1, yang mana buku tersebut buku tersebut digunakan oleh pelajar bahasa Jerman dan oleh pengajar maupun murid di Goethe Institut dan Wisma Jerman. Pada penelitian ini ditemukan sembilan verba berendonim Augen ?Mata? pada buku Studio d A1, dari sembilan verba berendonim Augen ?Mata?, ditemukan lima verba yang mempunyai medan makna yang sama. Dimana lima verba tersebut di bagi menjadi dua, yaitu medan makna ?melihat? dan ?mencari sesuatu?. Kemudian kelima verba ini dianalisa menggunakan teori komponen makna, agar ciri-ciri dan pembeda makna yang terkandung diketahui. Kata kunci: Verba Berendonim, Makna, Komponen Makna.
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM FUβ PADA BUKU STUDIO D ILHAM RIZKI RAMADHAN, MOCHAMAD; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semantik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari segala sesuatu tentang makna. Cakupan semantik sangat luas mencakup semua tataran bahasa. Mempelajari semantik seperti dengan mempelajari tentang makna. Maka dari itu untuk mengetahui lebih jauh tentang semantik yang berkaitan dengan makna, penelitian ini mencoba meneliti komponen makna. Komponen makna adalah makna yang dimiliki oleh setiap kata itu dan terdiri dari sejumlah komponen. Komponen makna ini dapat dianalisis satu per satu, berdasarkan pengertian-pengertian yang dimiliki oleh suatu kata. Penelitian ini menggunakan penamaan verba yang berhubungan dengan salah satu tubuh manusia yaitu Fu? ?kaki. Fu? ?kaki? adalah salah satu bagian tubuh dari manusia yang sangat penting. Maka dari itu kaki memiliki berbagai varian verba berendonim dalam kehidupan sehari-hari. Pada penelitian ini yang akan dikaji dan dideskripsikan adalah hal-hal yang berkaitan varian verba endonim kaki. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah komponen makna dalam verba berendonim Fu? ?kaki. Sumber data penelitian ini adalah buku Studio d A1 yaitu sumber ajar bahasa Jerman. Metode pengumpulan data menggunakan teknik catat dan pada analisis datanya menggunakan analisis komponen diagnostik milik Mansoer Pateda. Dari hasil penelitian ini terdapat 8 verba yang terdapat pada buku Studio d A1 dan ditemukannya 6 verba dengan medan makna yang sama kemudian dikelompokkan menjadi 3 medan makna. Verba-verba tersebut memiliki perbedaan-perbedaan walaupun memiliki medan makna yang sama. Kata kunci : Komponen makna, verba, kaki
VERLETZUNGEN DES KOOPERATIONSPRINZIP IN DER WHO AM I -KEIN SYSTEM IST SICHER RAMZI, AMMAR; RAHMAN, YUNANFATHUR
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Auszug Eine Kommunikation kann erfolgreich sein, wenn die Kommunikationsteilnehmer (Sprecher und Zuhörer) gut zusammenarbeiten oder kooperativ sind. Die Sprecher und die Zuhörer muss zum Kommunikationsprozess beitragen. Beitragen bedeutet, Informationen bereitzustellen, die mit dem übereinstimmen, was diskutiert wird. Im Zusammenhang mit dieser Notwendigkeit brachte Paul Grice ein Prinzip das bekannt als Kooperationsprinzip vor. Aber unter realen Bedingungen wird es oft verletzt. Also diese Studie wird versucht, die Verletzungen des Kooperationsprinzip in der Film Who am I -Kein System ist Sicher zu untersuchen. Verwendet diese Studie einen qualitativen Forschungsansatz. Nach Durchlaufen des Forschungsprozesses wurde festgestellt, dass in den vier Maximen des Kooperationsprinzip von Grice (Maximen der Qualität, Quantität, Relation, und Weise) alle Verletzungsdaten gefunden wurden. Bei verschiedenen Formen von Verletzungen variieren natürlich auch die Beweggründe, die dem Charakter zugrunde liegen, sich an Kooperationsprinzip zu halten. Schlußelwörter: Grices Kooperationsprinzip, Verletzung des Kooperationprinzip, Film Who am I -Kein System ist Sicher Abstract A communication can be successful if there is good cooperation between communication participants (speakers and listeners). Cooperation means that every speaker and listener must contribute to the communication process. Contributing means providing information that is in accordance with what is being discussed. Related to this need Paul Grice put forward the principle known as the Cooperative Principle. But in real conditions it is often being violated. So this study tries to examine violations of cooperative principle through the film Who am I ?Kein System Sicher ist. With a lot of data in the form of speeches in the film dialogue, this study uses a qualitative research approach. After going through the research process it was found that in the four maxims of the Grices cooperative principle (maxime of quality, quantity, relevance, and manner) all found violation data. With different forms of violations, of course the motivations underlying the character to not comply with cooperative principles also vary. Keywords: Grice?s Cooperative Principle, Violation of Cooperative Principles, Who am I -Kein System ist Sicher.
MAKNA KONOTATIF SLOGAN BUNDESTAGSWAHL TAHUN 2017 PUSPITA, FEBRIANTI; RAHMAN, YUNANFATHUR
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bundestagswahl atau pemilihan umum federal Jerman tahun 2017 diikuti oleh enam partai politik, yaitu CDU (Christlich Demokratische Union Deutschlands), SPD (Sozialdemokratische Partei Deutschlands), AfD (Alternative für Deutschland), FDP (Freie Demokratische Partei), Die Linke, serta Bündnis 90/ Die Grünen. Salah satu alat peraga kampanye yang memiliki peranan penting dalam meyakinkan konstituen adalah poster. Selain berisi gambar dan identitas partai, dalam poster juga terdapat slogan yang berisi visi serta pesan yang ingin disampaikan partai politik kepada khalayak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna slogan Bundestagswahl tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam slogan Bundestagswahl tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data berupa kalimat slogan dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes, yakni dianalisis berdasarkan makna denotatif dan konotatifnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing slogan memiliki makna tersirat yang berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk meyakinkan pembaca agar memilih partai yang dikampanyekan. Kata kunci: slogan, makna konotatif, Bundestagswahl
INTERAKSI SIMBOLIK TOKOH DALAM NOVEL DEMIAN: DIE GESCHICHTE VON EMIL SINCLAIR JUGEND KARYA HERMANN HESSE AYUSTIANI, HASNA; SAKSONO, LUTFI
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam berinteraksi manusia sering menggunakan simbol untuk menyampaikan maksud atau perasaannya. Interaksi tersebut disebut Interaksi simbolik. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme Simbolik George Herbert Mead yaitu Mind Self dan Society. Rumusan penelitian (1) bagaimana tokoh menunjukan Mind dalam novel ?Demian:die Geschichte von Emil Sinclair Jugend? (2) bagaimana tokoh menemukan Self dalam novel ?Demian:die Geschichte von Emil Sinclair Jugend? (3) bagaimana Society dalam novel ?Demian:die Geschichte von Emil Sinclair Jugend?. Dalam penelitian, peneliti menemukan proses Mind tokoh Emil Sinclair dengan tokoh lain melalui Gestur,simbol,makna dan tindakan. Mind yang di dapatkan berupa simbol selama interaksi yaitu 14 simbol. Sedangkan Self ada 2 tahap yaitu tahap menemukan jati diri dan tahap diri. Tahap persiapan dalam interaksi Emil Sinclair dengan Franz Kromer dan Max Demian. Tahap bermain dimulai saat Emil Sinclair menjadi seperti Demian dan terus mencari jati dirinya. Tahap permainan, ketika simbol Ciuman Demian dan Emil Sinclair. Tahap diri terdiri atas I dan Me, I dalam simbol Arloji, siulan, tepukan bahu, ibu jari dan pandangan. Sedangkan tahap Me muncul pada simbol abraxas, uluran tangan, mencium, usapan, phoenix, meremas dan ciuman. Society yang ditemukan yaitu kondisi masyarakat,cara berfikir masyarakat, Konflik Sosial, Simpati,I dan Me dalam society.Kata kunci : Interaksi Simbolik, Demian, Simbol