cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
IDENTITAET
ISSN : 23022841     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Online "Identitaet" diterbitkan oleh Program Studi S-1 Sastra Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya sebagai media untuk menampung karya ilmiah dalam bidang bahasa dan sastra Jerman yang dihasilkan oleh sivitas akademika. Jurnal Online "Identitaet" juga dimaksudkan sebagai sarana pertukaran informasi dan sumber rujukan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan oleh seluruh bagian sivitas akademika dan juga masyarakat umum. Jurnal Online "Identitaet" terbit tiga kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
KONFLIK SOSIAL DALAM DRAMA EMILIA GALOTTI KARYA GOTTHOLD EPHRAIM LESSING SUKMADIPTA, RUANISSA; WAHYUNINGSIH, FAHMI
IDENTITAET Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Die Anziehungskraft in dem Drama Emilia Galotti offenbart im Detail die grundlegenden Fragen der Menschheit in der Beziehung von sozialen Problemen und miteinander. Diese Forschung kann passen auf Georg Simmels Theorie der Sozialtheorie basiert werden sein. Die Soziologie der Literatur ist nichts anderes als ein literarischer Ansatz, der gesellschaftliche Aspekte berücksichtigt. Das menschliche Leben wird oft in den künstlerischen Aktivitäten gut illustriert, von denen einer in den literarischen Werken illustriert wird. In Übereinstimmung mit dieser Meinung zeigt (endraswara, 2011: 6), dass zwischen Soziologie und Literatur tatsächlich komplementär sind, wenn beide Menschen gleichermaßen verstehen wollen. Diese Forschung geht diese Untersuchung um: (1) Wie die soziale Konflikte im Drama Emilia Galotti von Gotthold Ephraim Lessing (2) Was sind die Faktoren des Konflikt im Drama Emilia Galotti von Gotthold Ephraim Lessing, und (3) Was sind die Problemlösungsformen im Drama Emilia Galotti von Gotthold Ephraim Lessing. Aus der Formulierung der obigen Probleme folgt dann der Zweck dieser Studie: (1) den Konflikt von Zeichen in dem Drama Emilia Galotti von Lessing beschreiben, (2), um die Ursachen des Konflikts der Zeichen in der Drama Emilia Galotti von Lessing zu beschreiben, und (3) zu beschreiben die Konfliktlösung der Charaktere im Drama Emilia Galotti von Gotthold Ephraim Lessing. Ergebnisse der Untersuchung sind (1) Es gibt 10 Figuren in diesem Drama aber nur 9 Figuren wo Konflikt haben. Die Figuren sind der Prinz, Marinelli, Appiani, Orsina, Odoardo Galotti, Claudia Galotti, Emilia Galotti, Angelo und Pirro. (2) Die Faktoren des Konflikt von Georg Simmel sind (a) Unterschiede von Interessen, (b) die antagonische Rivalität, (c) der juristische Faktor, und (d) die nahe Verwandtschaft. Von 4 Konfliktarten von Georg Simmel gibt es nur keinen juristische Faktor in diesem Drama. Unterschiede von Interessen ist die Meitens Faktor des Konflikt in diesem Drama. (3) Problemlösungsform von Georg Simmel haben in diesem Drama gefunden, nämlich Versöhnung oder Streichung von Konflikten, einer Sieg von einer Seite, und Kompromiss.
PERILAKU SADISME TOKOH DALAM KUMPULAN DONGENG BRÜDER GRIMM SCHNEEWITTCHEN DAN ASCHENPUTTEL SHOLIHAH, AMINATUS; DYAH WOROHARSI PARNANINGRUM, RR
IDENTITAET Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dongeng pada umumnya memberikan nilai-nilai moral baik dan buruk. Hal itu dicerminkan oleh perilaku tokoh. Dalam dongeng ada perilaku tokoh yang positif dan juga yang negatif. Salah satunya adalah perilaku kejam atau sadisme yang dilakukan antar tokoh. Dongeng Schneewittchen dan Aschenputtel karya Brüder Grimm adalah contohnya. Di sini terdapat tokoh yang memiliki perilaku positif juga perilaku negatif berupa perilaku sadisme. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Perilaku sadisme berjenis apakah yang dilakukan tokoh dalam dongeng Schneewittchen dan Aschenputtel? (2) Apakah penyebab adanya perilaku sadisme tokoh dalam dongeng Schneewittchen dan Aschenputtel karya Brüder Grimm?. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perilaku sadisme tokoh dalam dongeng Schneewittchen dan Aschenputtel. (2) mendeskripsikan penyebab terjadinya perilaku sadisme yang dilakukan tokoh dalam dongeng Schneewittchen dan Aschenputtel karya Brüder Grimm. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian adalah dongeng Schneewittchen dan Aschenputtel dalam kumpulan dongeng Kinder -und Hausmärchen karya Brüder Grimm. Data penelitian ini adalah kalimat yang menunjukkan perilaku sadisme dalam dongeng Schneewittchen dan Aschenputtel karya Brüder Grimm. Penelitian ini menggunakan teori sadisme Erich Fromm untuk menemukan rumusan masalah satu serta untuk menemukan rumusan masalah dua menggunakan teori agresi Sears. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perilaku sadisme dalam dongeng Schneewittchen merupakan jenis sadisme non-seksual (fisik) dengan bentuk perilaku membunuh. Dan perilaku sadisme dalam dongeng Aschenputtel merupakan jenis sadisme non-seksual (fisik) dan sadisme mental dengan bentuk perilaku menyiksa dan menghina. Serta dalam kedua dongeng tersebut tidak ditemukan jenis sadisme seksual. (2) penyebab tokoh dalam dongeng Schneewittchen melakukan perilaku sadisme adalah adanya rasa kompetisi dan adanya serangan dari orang lain sedangkan dalam dongeng Aschenputtel adalah karena rasa permusuhan dan ingin mencapai tujuan lain. Kata kunci: Perilaku, sadisme, dongeng
KAJIAN EKOKRITIK DALAM PUISI INDONESISCHES SEKUNDENBUCH (DETIK-DETIK INDONESIA) KARYA MARTIN JANKOWSKI CARERA ASTUTIK, MIRA; SAKSONO, LUTFI
IDENTITAET Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abad ke 21 terdapat berbagai perubahan lingkungan. Perubahan yang terjadi menyebabkan kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan dapat dikaji melalui ekokritik. Kerusakan lingkungan menginspirasi sastrawan untuk menghasilkan karya sastra. Ekokritik bertujuan menunjukkan bagaimana karya sastra mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan berperan memecahkan masalah ekologi (Endraswara, 2016:33). Salah satu penyair yang menggambarkan lingkungan melalui karya sastra genre puisi adalah Martin Jankowski yang berasal dari Jerman dengan judul Indonesisches Sekundenbuch (Detik-Detik Indonesia). Dalam puisinya, Martin menggambarkan kondisi Indonesia. Dari kekayaan alam hingga kerusakan alam yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Apa konsep-konsep ekokritik yang terdapat dalam puisi? 2) Apa simbol ruang metaforis ruang persepsi manusia yang berkaitan dengan ekokritik dalam puisi? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep-konsep ekokritik serta simbol simbol ruang metaforis ruang persepsi manusia yang berkaitan dengan ekokritik dalam puisi Indonesisches Sekundenbuch karya Martin Jankowski dengan menggunakan teori ekokritik Greg Garrard. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik baca, catat, dan riset kepustakaan. Sumber data penelitian adalah puisi Indonesisches Sekundenbuch karya Martin Jankowski. Data penelitian adalah kata, frasa, dan kalimat dalam puisi Indonesisches Sekundenbuch yang menggambarkan konsep ekokritik dan simbol universal yang terikat budaya. Hasil penelitian ini adalah 1) Konsep ekokritik terdiri dari konsep pencemaran, konsep tempat tinggal, dan konsep hewan. 2) Simbol ruang metaforis persepsi manusia yang berkaitan dengan ekokritik adalah being, kosmos, energi, substansi, terrestrial, objek, hewan, dan manusia.Kata Kunci: Ekokritik, Lingkungan, dan Puisi.
ELIPSIS DALAM BUKU AJAR STUDIO D B1 : DEUTSCH ALS FREMDSPRACHE HASANAH, FARIDATUL; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan bahasa dalam suatu wacana ataupun tuturan merujuk kepada keefektifan pemakaiannya. Berdasarkan hal tersebut wajar jika terdapat unsur-unsur bahasa yang tidak dipentingkan akan dilesapkan. Proses pelesapan unsur pada suatu kalimat tidak bisa dilakukan sembarangan. Hal ini dikarenakan kehadiran unsur yang dilesapkan harus dapat diperkirakan. Tujuan penelian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan elipsis pada kalimat yang terdapat dalam sumber data yaitu buku ajar bahasa Jerman Studio d B1 : Deutsch als Fremdsprache. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan teknik pustaka dan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data yang telah terkumpul, dimana data yang telah dianalisis dengan teori yang dikemukakan oleh Gallmann (2009) yang dipresentasikan dengan metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada einheit 1 atau bab pertama dalam buku ajar Studio d B1 : Deutsch als Fremdsprache terdapat 16 kalimat atau klausa yang menggunakan unsur elipsis, namun lima diantaranya merupakan penyimpangan elipsis yaitu pada kata kerja infinitif dan penyimpangan elipsis pada subjek dibagian pertama dari urutan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada sumber data ditemukan semua jenis elipsis yaitu dari elipsis subjek, objek, kata kerja, artikel, adjektif, adverb atau kata keterangan dan juga preposisi. Ditemukan pula adanya elipsis koordinasi dan juga elipsis pada kalimat majemuk. Jenis elipsis yang paling sering digunakan pada einheit 1 atau bab pertama dalam buku ajar Studio d B1 : Deutsch als Fremdsprache adalah elipsis pada subjek. Kata kunci : Elipsis, Unsur kalimat dalam bahasa Jerman
GAYA BAHASA WAHLPLAKAT 2013 DI JERMAN HAPSARI WAHYU PANGASTUTI, TESALONIKA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya bahasa memiliki peran yang penting dalam komunikasi, baik secara tulis maupun lisan. Dalam menyampaikan pesan, penutur memiliki gaya bahasanya masing-masing sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Salah satu contoh gaya bahasa yang seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari berupa tulisan adalah plakat. Teks-teks pada plakat yang dijumpai seringkali memiliki susunan kalimat yang tidak lengkap, sehingga menimbulkan berbagai persepsi oleh pembaca. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji gaya bahasa dalam plakat. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Bagaimana gaya bahasa yang terdapat pada Wahlplakat 2013 di Jerman berdasar pada stilistika sintaksis. Tujuan penelitian ini adalah : Mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat pada Wahlplakat 2013 di Jerman berdasar pada stilistika sintaksis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat. Sumber data penelitian ini diperoleh dari plakat pemilu di Jerman yang diunduh dari situs www.bpb.detahun 2013. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumenter. Berdasarkan penggunaan teori gaya bahasa dengan stilistika sintaksis dapat disimpulkan bahwa terdapat kalimat yang memuat gaya bahasa dengan jenis kalimat elipsis, deklaratif, seruan dan pertanyaan, terdapat pola urutan kata Verbzweitsätze dan Verbletzsätze, terdapat diatesis aktif dan pasif, serta memiliki konstruksi kalimat reduksi.
KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA DANTONS TOD KARYA GEORG BÜCHNER APRIAS NOOR FADILLA, DANANG
IDENTITAET Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kritik sosial adalah salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan atau berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya sebuah sistem sosial atau proses bermasyarakat. Tujuan adanya kritik sosial adalah untuk perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Salah satu drama yang memuat aspek kritik sosial adalah drama Dantons Tod karya Georg Büchner. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Masalah sosial yang terdapat dalam naskah drama Dantons Tod karya Georg Büchner (2) Bentuk penyampaian kritik sosial dalam naskah drama Dantons Tod karya Georg Büchner. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis. Sumber data penelitian ini adalah naskah drama Dantons Tod karya Georg Büchner, tahun 1835. Data berupa kalimat atau kutipan dialog yang diperoleh melalui teknik baca dan catat. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa: (1) Masalah sosial yang dikritik pada naskah drama Dantons Tod karya Georg Büchner mengenai masalah politik yang terdiri atas: kritik terhadap bentuk pemerintahan, kritik terhadap lambatnya kinerja Guillotine, ketidakadilan hukum kepada rakyat, pengaruh kaum Aristokrat terhadap keberlangsungan politik Republik, pengaruh teror sebagai bentuk dari tirani, kritik mengenai lawan politik, ketidakadilan hukum untuk rakyat, teror sebagai pengendali kekuasaan, kritik terhadap keadilan politik, kritik terhadap pengaruh revolusi, kritik terhadap rakyat untuk kepentingan politik, kritik terhadap penguasa yang otoriter, kritik mengenai paham revolusi, adanya perbedaan ideologi Revolusi, pengaruh guillotine sebagai penegak keadilan, dan pergerakan revolusi untuk rakyat. (2) Penyampaian kritik sosial pada naskah drama Dantons Tod karya Georg Büchner terdiri atas: (a) Penyampaian kritik secara langsung (b) Penyampaian kritik secara tidak langsung yang meliputi: (a) Bentuk sinis (b) Bentuk simbolik dan (c) bentuk interpretatif. Kata kunci : Jenis Kritik Sosial, Penyampaian Kritik, Dantons Tod AUSZUG Sozialkritik ist eine Form der Kommunikation in der Gesellschaft, die als Kontrolle über den Verlauf eines sozialen Systems oder Gemeinschaftsprozesses dient oder fungiert. Der Zweck der Sozialkritik ist der soziale Wandel in eine bessere Richtung. Das Drama mit sozialkritischen Aspekten ist das Drama Dantons Tod von Georg Büchner.In dieser Studie wird folgende diskutiert (1) Die sozialen Probleme im Drama Dantons Tod von Georg Büchner (2) die Übermittlungsformen der Kritik im Drama Dantons Tod von Georg Büchner. Der Ansatz dieser Untersuchung ist soziologischer Ansatz. Die Datenquelle ist das Drama Dantons Tod von Georg Büchner aus dem Jahr 1835. Die Daten sind die Sätze oder die Dialoge im Dramentext Dantons Tod von Georg Büchner, die durch Lese- und Notiztechniken erhalten werden. Um die Daten zu analysieren, wurde eine deskriptiv-qualitative Analyse benutzt. Das Ergebniss der Untersuchung zeigte, dass: (1) Die Sozialkritiken im Drama Dantons Tod sind folgende: Kritik am Politischenproblem umfasst: Kritik an der Regierungsform, Kritik an der langsamen Leistung der Guillotine, legale Ungerechtigkeit gegenüber den Menschen, Einfluss der Aristokraten auf die politische Kontinuität der Republik, der Einfluss des Terrors als eine Form der Tyrannei, Kritik an politischen Gegnern, rechtliche Ungerechtigkeit für die Menschen, Terror als Machtkontrolle, Kritik an politischer Gerechtigkeit, Kritik am Einfluss der Revolution, Volkskritik für politische Interessen, Kritik an autoritären Machthabern, Kritik am Begriff der Revolution, Unterschiede in der ideologischen Revolution, Einfluss der Guillotine als Vollstrecker und Bewegung der Revolution für die Menschen; (2) Die Übermittlungsformen der Kritik im Drama Dantons Tod sind (a) direkte Formen und (b) indirekte Formen umfasst: zynische Form, symbolische Form, interpretative Form. Slu?wörter : Der Typ der Sozialkritik, Übermittlungsformen der Kritik, Dantons Tod
KOLOKASI DALAM BUKU AJAR STUDIO D A1: DEUTSCH ALS FREMDSPRACHE PALUPI, SEKAR; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bentuk-bentuk kolokasi Bahasa Jerman dalam buku ajar Studio D A1. Buku ajar Studio D A1 berisi tema-tema menarik yang berhubungan dengan situasi sehari-hari masyarakat di negara-negara berbahasa Jerman. Konstruksi ? konstruksi kata yang disusun dalam buku Studio D A1 tentu saja menimbulkan permasalahan tersendiri bagi pembelajar dalam pemahamannya tentang Bahasa Jerman sebagai bahasa asing, salah satunya yaitu kolokasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kolokasi pada kalimat atau frasa yang terdapat pada sumber data yaitu buku ajar Bahasa Jerman Studio D A1: Deutsch als Fremdsprache. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yakni teknik catat, selanjutnya teknik substitusi digunakan dalam analisis data. Berbasis pada teori Quasthoff (2011) dapat disimpulkan bahwa terdapat bentuk-bentuk kolokasi pada data yang diteliti, yaitu 2 konstruksi nomina dan adjektiva, 11 konstruksi nomina subjek dan verba, 59 konstruksi nomina objek dan verba, 27 konstruksi nomina berpreposisi dan verba, 8 konstruksi verba dan adverbial, serta 5 konstruksi adjektiva dan adverbial.
HOMOIOTELEUTON DALAM ANTOLOGI PUISI NUR EIN DUFT UND WINDESWEHEN KARYA HERMANN HESSE ALBILASE, ALDO; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji keindahan yang dihasilkan ragam bunyi dalam antologi puisi nur ein Duft und Windeswehen. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam bunyi apa saja yang terdapat pada antologi puisi tersebut. Untuk meneliti ragam bunyi pada antologi puisi tersebut digunakan teori gaya bahasa homoioteleuton. Teori tersebut digunakan karena berkaitan dengan bunyi suku kata terakhir yang berulang pada suatu baris atau kalimat dan memberikan unsur keindahan pada puisi. Analisis pada penelitian ini dipertajam dengan fitur distingtif Bahasa Jerman, sehingga dapat diketahui keragaman bunyi pada penelitian ini adalah manifestasi dari cara artikulasi yang berbeda-beda setiap fonemnya. Berbasis pada teori Ridwan (2017) dapat disimpulkan bahwa terdapat 27 ragam bunyi repetisi homoioteleuton antara lain: [t?], [??n], [l?n], [l?ç], [g?n], [d?], [t?t], [z?n], [m?n], [d?n] , [r?m] , [za:m ], [d?n], [b?n], [b?], [?n], [r?n], [k?n], [n?n], [l?], [f?n], [t?n], [k?], [z?], [ba:r], [t?st], [n?]. Bentuk [?n] menjadi satu-satunya bentuk suku kata nackten Silbe. Sedangkan beberapa bentuk suku kata seperti: [t?], [d?], [l?], [k?], [z?], [n?] merupakan suku kata berjenis suku kata terbuka. Dari sisi keindahan puisi, ragam bunyi tersebut membentuk rima akhir dan rima awal. Kata kunci : Homoioteleuton, Fitur Distingtif
AGRESI TOKOH DALAM DRAMA DER BESUCH DER ALTEN DAME KARYA FRIEDRICH DÜRRENMATT INDAH IFANTY, ADELIA; RAHMAN, YUNANFATHUR
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drama pada umumnya menggambarkan tentang kehidupan manusia dan memberikan nilai-nilai moral baik dan buruk. Hal itu dicerminkan oleh perilaku tokoh. Dalam drama terdapat perilaku tokoh yang positif dan juga yang negatif. Salah satunya adalah perilaku sadisme yang dilakukan oleh tokoh dalam drama. Drama Der Besuch der alten Dame karya Friedrich Dürrenmatt dimungkinkan mengandung agresi yang dilakukan tokoh dalam cerita. Karena drama ini dibuat pasca perang dunia II oleh sastrawan Swiss yang mengangkat tema konflik masyarakat yaitu tentang pengkhianatan, rasa bersalah, penebusan, iman, kebebasan, dan keadilan. Penelitian ini menganalisis perilaku dan penyebab agresi tokoh dalam drama Der Besuch der alten Dame karya Friedrich Dürrenmatt. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis perilaku dan penyebab agresi yang dilakukan oleh tokoh dalam drama Der Besuch der alten Dame karya Friedrich Dürrenmatt. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data berupa kalimat yang menunjukkan perilaku dan penyebab agresi tokoh dalam drama tersebut dianalisis menggunakan teori Errich Fromm untuk menemukan jenis perilaku agresi dan teori Sears dan Myers untuk menemukan penyebab agresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis perilaku agresi yang muncul dalam drama Der Besuch der alten dame merupakan sadisme non-seksual (fisik) dan sadisme mental. Selain itu juga ditemukan penyebab agresi tokoh dalam drama berupa adanya serangan dari orang lain, terjadinya frustasi dalam diri seseorang, ekspektasi pembalasan atau motivasi balas dendam dan adanya kompetisi. Kata kunci: sadisme, drama, sastra, Die neueste Zeit
MODALITAS EPISTEMIK DALAM BUKU AJAR NETZWERK A1 CHANDRA IRAWATI, TIKA; SAKSONO, LUTFI
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam berkomunikasi kita memerlukan modalitas. Modalitas digunakan sebagai alat untuk menunjukkan sikap penutur terhadap suatu keadaan atau peristiwa, apakah berupa kemungkinan, kemampuan, keinginan, izin dan sebagainya. Pada hal ini keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap penutur terhadap hal yang dibicarakan yaitu mengenai keadaan, peristiwa, perbuatan atau sikap terhadap mitra tuturnya disebut dengan modalitas (Chaer, 2014:262). Diantara banyaknya jenis modalitas dalam hal ini penulis akan membahas modalitas epistemik yang ada dalam buku ajar Netzwerk A1. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk modalitas epistemik dalam buku Netzwerk A1 serta bagimana makna semantis modalitas epistemik yang ada dalam buku Netzwerk A1. Adapun tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan bentuk modalitas epistemik dalam buku Netzwerk A1 dan mendeskripsikan makna semantis modalitas epistemik dalam buku Netzwerk A1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modalitas epistemik dari Zifonun dkk. Cara analisis data yang berupa kalimat dilakukan mulai dari segi sintaksis, semantik dan pragmatik dimana merupakan kesatuan utuh dalam menganalisis modalitas. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya 9 penanda modalitas epistemik dalam buku Netzwerk A1 berupa adverbial yaitu vielleicht dan wahrscheinlich. Dari kesembilan penanda modalitas epistemik tersebut terdiri atas 8 adverbial vielleicht dan 1 adverbial wahrscheinlich. Makna semantis yang ditemukan diantaranya 8 data adverbial vielleicht berupa 6 data makna kemungkinan, 2 data makna kepastian serta 1 data adverbial wahrscheinlich yang merupakan makna kemungkinan. Kata kunci: modalitas, epistemik, Netzwerk A1.