cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
IDENTITAET
ISSN : 23022841     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Online "Identitaet" diterbitkan oleh Program Studi S-1 Sastra Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya sebagai media untuk menampung karya ilmiah dalam bidang bahasa dan sastra Jerman yang dihasilkan oleh sivitas akademika. Jurnal Online "Identitaet" juga dimaksudkan sebagai sarana pertukaran informasi dan sumber rujukan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan oleh seluruh bagian sivitas akademika dan juga masyarakat umum. Jurnal Online "Identitaet" terbit tiga kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM OHR PADA BUKU STUDIO D A1, A2, DAN B1 SELA DESITASARI, FARISKA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen makna adalah keseluruhan makna yang dimiliki sebuah kata, yang mempunyai fungsi agar dapat mengetahui makna-makna yang terkandung pada setiap kata. Salah satu kata yang memiliki komponen makna adalah kata kerja atau verba. Verba panca indera pendengaran atau verba berendonim Ohr memiliki makna terkandung yang kompleks. Hal ini menimbulkan berbagai penafsiran pembaca maupun penerjemah. Dengan adanya komponen makna pada setiap verba berendonim Ohr dapat mengetahui perbedaan makna yang muncul. Oleh karena itu, analisis komponen makna harus dilakukan. Penelitian ini memiliki satu tujuan, yaitu mendeskripsikan komponen makna dalam verba berendonim Ohr pada sumber data. Sumber data yang dimaksud adalah buku studio D A1, A2 dan B1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik guna mencapai tujuan tersebut. Teori yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan teori analisis dari Mansoer Pateda, yakni 6 langkah-langkah analisis komponen makna. Berdasarkan penggunaan analisis teori tersebut dihasilkan 4 verba berendonim Ohr yang memiliki medan makna saling berdekatan, sebagai berikut: abhören, anhören, hören dan zuhören. Semua verba tersebut memiliki pembeda makna, pembeda makna dapat dilihat dari (1) pelaku, (2) sumber suara, (3) cara mendengarkan, (4) pengantar suara, dan (5) grammatik. Dari kelima pembeda makna tersebut dapat jelas terlihat perbedaan makna yang muncul melalui analisis komponen makna. Kata kunci : Buku Studio D, Makna Leksikal, Verba Berendonim Ohr
STRUKTUR DAN PANDANGAN DUNIA DALAM ANGST ESSEN SEELE AUF KARYA RAINER WERNER FASSBINDER SATRIO, RAGIL; RAHMAN, YUNANFATHUR
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca perang dunia II, tepatnya tahun 1950-1970 an, Jerman mengalami kelumpuhan ekonomi, kota-kota di Jerman membuat sebuah kebijakan untuk mengimpor pekerja dari negara lain secara massal guna menghadapi kemerosotan ekonomi, pekerja-pekerja ini akhirnya disebut Gastarbeiter. Permasalahan Gastarbeiterdalam kehidupan bermasyarakat ini diangkat ke dalam kisah sebuah film berjudul Angst EssenSeele Auf yang ditulis dan disutradarai oleh Rainer Werner Fassbinder. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimana struktur dalam Angst Essen Seele Auf? 2) Bagaimana Pandangan dunia dalam Angst Essen Seele Auf? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan pandangan dunia dalam Angst Essen Seele Auf menggunakan teoristrukturalisme genetik Lucien Goldmann. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik keseluruhan-bagian dan pemahaman-penjelasan dalam metode dialektik. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Angst Essen Seele Auf karya penulis dan sutradara Rainer Werner Fassbinder. Data dalam penelitian ini adalah dialog dan tindakan para tokoh yang menggambarkan struktur dan pandangan dunia menurut Lucien Goldmann. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Struktur parsial yang berupa relasi dialektik antara tokoh problematik dengan tokoh lain, dan relasi dialektik antara tokoh problematic dengan objek sekitarnya, struktur parsial tersebut disatukan ke dalam keseluruhan yang membentuk suatu makna totalitasnya, strukturnya mengalami perubahan dari struktur lama yang berupa masyarakat represif menjadi struktur baru yang berupa masyarakat toleran 2) Pandangan dunia yang diwujudkan dari respon dialog dan tindakan tokoh hero terhadap tokoh dan objek sekitarnya, pandangan dunia tersebut terdiri dari beberapa gagasan utama, yakni perubahan pola piker masyarakat, pendidikan anti otoriter, kesetaraan manusia, dan persatuan. Serta homologi struktur yang menumbuhkan pandangan dunianya melalui persamaan peristiwa di dunia nyata yang diangkat ke dalam karya, yakni terdiri dari gastarbeiter yag sering jatuh sakit, alienasi di dalam kehidupan bermasyarakat dan lingkungan pekerjaan, pernikahan antar ras untuk mendapatkan hak tinggal, scapegoat society, imigran Maroko yang dianggap kurang higienis, imigran yang kesusahan berkomunikasi. Kata kunci: Film Angst Essen Seele Auf, Struktur, Pandangan Dunia, Strukturalisme geneti
KAJIAN EKRANISASI DONGENG HANSEL UND GRETEL KARYA BRUDER GRIMM DAN FILM HANSEL AND GRETEL KARYA UWE JANSON DIAN PRATIWI, HAFIDA
IDENTITAET Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang analisis ekranisasi dongeng Hänsel und Gretel karya Bruder Grimm dan film Hänsel und Gretel karya Uwe Janson. Ekranisasi merupakan pelayarputihan sebuah karya sastra ke dalam film, yang mana di dalam ekranisasi terdapat proses penciutan, penambahan, serta variasi lain. Untuk mengetahui penciutan, penambahan, dan variasi lain, diperlukan analisa ekranisasi agar dapat mengetahui penciutan, penambahan, serta variasi apa saja yang terdapat dalam dongeng dan film. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penciutan, penambahan, serta variasi lain yang terdapat dalam dongeng Hänsel und Gretel karya Bruder Grimm dan film Hänsel und Gretel karya Uwe Janson. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian yang digunakan yaitu dari dongeng Hänsel und Gretel dan naskah film Hänsel und Gretel. Data yang digunakan berupa kutipan dongeng Hänsel und Gretel dan dialog dalam naskah film Hänsel und Gretel. Data dikumpulkan menggunakan metode pustaka. Hasil dari penelitian ini yaitu proses ekranisasi yang dilakukan oleh sutradara memiliki penciutan, penambahan, dan variasi lain pada setiap unsur intrinsik dalam dongeng Hänsel und Gretel dan film Hänsel und Gretel. Dalam unsur intrinsik alur, penokohan, latar, dan tema, sutradara melakukan banyak proses ekranisasi pada unsur penokohan. Terdapat empat tokoh yang muncul di dalam film namun tidak terdapat di dalam dongeng. Kata kunci: Ekranisasi, Dongeng, FilmABSTRACTThis research discusses the analysis of ecranisation the fairy tale of Hänsel und Gretel by Brother Grimm and Hänsel und Gretel by Uwe Janson. Ecranisation is the presentation of a literary work into a film, there are processes of diminution, addition, and other variations. To find out the diminution, addition, and other variations, an analysis of ecranisation is needed to find out the diminution, addition, and variations of what is inside in fairy tales and films. This research aims to find diminution, additions, and other variations found in the fables of Brother Grimms Hänsel und Gretel and the film Hänsel und Gretel by Uwe Janson. This type of research is qualitative research. Sources of research data used are from the story of Hänsel und Gretel and the script of the film Hansel und Gretel. The data used are in the form of a fairytale quote from Hänsel und Gretel and dialogue in the script of the film Hänsel und Gretel. Data collected using the library method. The results of this study are the ecranisation process which is conducted by the director that cause diminution, additions, and other variations on each intrinsic element in the Hänsel und Gretel fairytale and the Hänsel und Gretel film. In the intrinsic element of plot, characterization, setting, and theme, the director carries out many processes of ecranization on the characterization element. There are four characters who appear in the film but not in the fairy tale. Keywords: Ecranisation, Fairy tale, Film
MISTISISME PUISI JOHANN WOLFGANG VON GOETHE DALAM WEST-Ó¦STLICHER DIVAN SAWITRI WILWANDARI NINGRUM, PRISKA
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West-?stlicher Divan (Diwan Timur-Barat) merupakan kumpulan puisi liris karya Johann Wolfgang von Goethe berisikan cinta dan kekagumannya pada Islam ditulis pada periode Klasik dalam rentang waktu 1814 sampai 1819. West-?stlicher Divan merupakan salah satu sastra yang beraliran sufi ditulis dalam gaya Persia. Istilah sufi lebih menunjuk pada suatu literatur yang memuat ekspresi, ajaran dan pemikiran mistis, khususnya dalam bentuk puisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memfokuskan perhatiannya pada pendekatan interpretatif dan naturalistik terhadap objek kajian yang mengkaji dengan mendeskripsikan tiga puisi karya Johann Wolfgang von Goethe, antara lain: (1) Vier Gnaden, (2) Bedenklich dan (3) Erschaffen und Beleben., untuk menganalisis puisi dilandasi argumentasi berdasarkan konsep Dimensi Mistisisme Islam Annemarie Schimmel (1975) dengan menjabarkan syariat, tarekat, hakikat, tawakal, sabar, mahabba-ma?rifa dan beberapa kutipan ayat al-Qur?an. Penelitian ini memberikan gambaran dilandasi multi-tafsir untuk membuka tabir tentang isi kandungan nilai-nilai puisi West-?stlicher Divan. Sehingga hasil kesimpulan penelitian memberikan sebuah gambaran tentang karya-karya puisi Johann Wolfgang von Goethe yang memiliki kandungan multi tafsir atau makna ganda. Salah satu tentang kandungan makna warna hijau.Kata Kunci: Puisi, Sufisme, Mistisisme.
ANALISIS FRASA PADA IKLAN KECANTIKAN WANITA ROHMAH, AFIFATUR
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Slogan merupakan frasa pendek atau suatu kalimat pendek yang mudah untuk diingat, digunakan untuk menjelaskan sesuatu dengan singkat dan menarik. Dalam slogan, terdapat frasa yang mampu menjadi karakteristik agar mudah diingat. Pembuatan sebuah slogan tentu saja membutuhkan kontruksi frasa yang terstruktur dengan baik agar penyampaiannya tak hanya menarik namun juga tepat. Fokus penelitian ini adalah kontruksi frasa pada slogan-slogan iklan kecantikan wanita berbahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kontruksi frasa yang terdapat dalam slogan iklan kecantikan wanita berbahasa Jerman. Teori yang digunakan untuk menganalisis frasa tersebut adalah Duden. Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode Baumgrafik yang merupakan salah satu teknik dalam penganalisisan kalimat bahasa Jerman yang diperlukan untuk pemahaman terhadap struktur kalimat, kelas kata, dan jenis frasa dalam bahasa Jerman. Sumber data dalam penelitian ini adalah iklan Nivea dari internet/web resmi Nivea. Data yang diambil sebanyak 11 data slogan iklan kecantikan khusus wajah yang mempunyai ciri spesifik seperti frasa dari slogan iklan dengan menyesuaikan tujuan penelitian. Dari data tersebut akan disusun pengumpulan data iklan secara sistematis dengan cara mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan menjelaskan data terkait dengan teori yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 iklan kecantikan wajah produk dari Nivea, terdapat 5 frasa nomina, 3 frasa preposisi, 2 frasa konjungsi dan 1 frasa adverb. Adanya kecenderungan frasa kata benda (Nominalphrase) dari beberapa slogan iklan Nivea dikarenakan, sebuah iklan akan lebih objektif dan informatif ketika menggunakan frasa nomina. Dalam Duden, Frasa nomina mampu menjadi subjek, objek, dan pelengkap. Menurut Hemmi (Janich,2010) frasa nomina (Nominalphrase) merupakan salah satu tipe frasa yang muncul dalam sebuah teks iklan. Kata Kunci : Frasa, Iklan, Slogan, Sintaksis.
ANALISIS FRASA PADA SLOGAN IKLAN ROKOK ELEKTRIK BERBAHASA JERMAN HIDAYATTULLAH, ADIBAH
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frasa adalah kata-kata dalam kalimat yang bersatu untuk membentuk unit dengan kompleksitas yang berbeda, unit tersebut disebut sebagai frasa atau kelompok kata. Frasa terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu frasa nomina, frasa adjektiv, frasa keterangan, frasa preposisi, frasa konjungsi. Adapun tujuan penelitian ini adalah Bagaimana Konstruksi frasa pada slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman?. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode IC (Immediate Constituent). Teori yang di gunakan untuk mendeskripsikan penggunaan frasa pada slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman menggunakan Teori Frasa oleh Duden (2009). Sumber data pada penelitian ini adalah iklan Rokok Elektrik berbahasa jerman. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teori frasa menurut Duden (2009), dapat di lihat bahwa terdapat 24 frasa dalam beberapa iklan rokok. Frasa preposisi merupakan jenis frasa yang paling sering menjadi Inti (kern) di dalam kalimat slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman. Sedangkan frasa selainnya, yaitu frasa Konjungsi, frasa Verba, frasa Keterangan, frasa Sifat, frasa Benda merupakan frasa yang membentuk inti pada kalimat slogan iklan rokok elektrik berbahasa jerman. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa konstruksi frasa pada kalimat slogan iklan rokok Elektrik berbahasa Jerman lebih sering menggunakan frasa Preposisi sebagai inti (kern) dalam kalimat. Sedangkan frasa lainnya di gunakan sebagai pembentuk inti pada kalimat slogan. Kata Kunci: frasa, slogan, iklan
ANALISIS FRASA PADA SLOGAN IKLAN ROKOK ELEKTRIK BERBAHASA JERMAN HIDAYATTULLAH, ADIBAH
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frasa adalah kata-kata dalam kalimat yang bersatu untuk membentuk unit dengan kompleksitas yang berbeda, unit tersebut disebut sebagai frasa atau kelompok kata. Frasa terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu frasa nomina, frasa adjektiv, frasa keterangan, frasa preposisi, frasa konjungsi. Adapun tujuan penelitian ini adalah Bagaimana Konstruksi frasa pada slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman?. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode IC (Immediate Constituent). Teori yang di gunakan untuk mendeskripsikan penggunaan frasa pada slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman menggunakan Teori Frasa oleh Duden (2009). Sumber data pada penelitian ini adalah iklan Rokok Elektrik berbahasa jerman. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teori frasa menurut Duden (2009), dapat di lihat bahwa terdapat 24 frasa dalam beberapa iklan rokok. Frasa preposisi merupakan jenis frasa yang paling sering menjadi Inti (kern) di dalam kalimat slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman. Sedangkan frasa selainnya, yaitu frasa Konjungsi, frasa Verba, frasa Keterangan, frasa Sifat, frasa Benda merupakan frasa yang membentuk inti pada kalimat slogan iklan rokok elektrik berbahasa jerman. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa konstruksi frasa pada kalimat slogan iklan rokok Elektrik berbahasa Jerman lebih sering menggunakan frasa Preposisi sebagai inti (kern) dalam kalimat. Sedangkan frasa lainnya di gunakan sebagai pembentuk inti pada kalimat slogan. Kata Kunci: frasa, slogan, iklan
IMPLIKATUR KONVENSIONAL DALAM DONGENG DER SINGENDE KNOCHEN KARYA BRÜDER GRIMM MUNTADIROH, FAIZUN
IDENTITAET Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pragmatik merupakan studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur dan disampaikan oleh pendengar. Sebagai studi ini lebih banyak terkait dengan analisis tentang apa yang dimaksud orang dengan tuturan-tuturannya dari pada dengan makna yang terpisah dari kata atau frasa. Implikatur konvensional adalah ujaran yang mengandung maksud tertentu dan bersifat umum. Penelitian ini bertujuan untuk: 1.) memaparkan maksud tuturan yang mengandung implikatur konvensional dalam dongeng der singende knochen karya Brüder Grimm. 2.) memaparkan fungsi tuturan yang mengandung implikatur konvensional dalam dongeng der singende knochen karya Brüder Grimm .3) mendeskripsikan jenis tuturan yang mengandung implikatur konvensional dalam dongeng der singende knochen karya Brüder Grimm. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode baca. Hasil penelitian ini terdapat 9 tuturan yaitu, (1) maksud implikatur konvensional sesuai definisi yang dilakukan mengenai maksud, 1 tuturan maksud peraturan, 1 tuturan maksud ras iri / dengki, 1 tuturan maksud melakukan tindakan kriminal, 1 maksud tuturan yang memberikan informasi. (2) fungsi implikatur konvensional dalam dongeng der singende knochenKarya Brüder Grimm dapat dikategorikan menjadi tiga fungsi yaitu, 1. implikatur yang berfungsi komisif, 1 tuturan menjanjikan. 2. implikatur yang bekerja direktif 1 tuturan memberi nasihat. 3. implikatur yang mengerjakan ekspresif, 1 tuturan ucapan terima kasih. (3) jenis tuturan yang mengandung implikatur konvensional dalam dongeng der singende knochen karya Brüder Grimm. Berdasarkan hasil klasifikasi yang telah dilakukan dalam dua klasifikasi, 1 jenis tuturan deklaratif (pernyataan), 1 jenis tuturan imperatif (perintah). Kata Kunci: Implikatur konvensional, Pragmatik, Der Singende Knochen Abstrak Pragmatik adalah studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur dan ditafsirkan oleh pendengar. Sebagai hasil dari studi-studi ini, banyak yang berhubungan dengan analisis tentang apa artinya bagi orang dengan tuturan-tuturannya daripada dengan makna kata atau frasa individual. Implikatur adalah bahasa konvensional yang mengandung maksud spesifik dan sifat umum. Penelitian ini bertujuan untuk: 1.), menjelaskan maksud pidato dengan implikasi konvensional dalam dongeng The Singing bone karya Brothers Grimm. 2.), menjelaskan fungsi ujaran implikasi Brother Grimm yang biasa dalam dongeng The Singing bone bekerja. 3) mendeskripsikan jenis pidato yang secara implisit terkandung dalam dongeng tulang bernyanyi karya Brothers Grimm. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode membaca. Hasil penelitian ini terdapat 9 bahasa, yaitu, (1) berarti implikatur konvensional berdasarkan klasifikasi yang dilakukan ada empat niat, 1 ucapan aturan saya, 1 ucapan niat, ras, iri / iri, 1 ucapan niat Tindak Pidana, 1 pidato saya, memberikan informasi. (2) fungsi yang biasa implikatur dalam dongeng Singing Bones dapat dibagi menjadi tiga fungsi, yaitu 1. implikatur yang melayani komisif, 1 janji janji. 2. Implikasi yang melayani nasihat linguistik Directive 1. 3. implikatur yang melayani pidato ekspresif, 1 penerimaan. (3) jenis pidato yang secara konvensional memasukkan implikatur dalam dongeng Singing Bones karya Brothers Grimm. Berdasarkan hasil klasifikasi yang dilakukan, Kata kunci: Implikatur Konvensional, Pragmatik, Der Singende Knochen
IMPLIKATUR KONVENSIONAL DALAM DONGENG DER SINGENDE KNOCHEN KARYA BRÜDER GRIMM MUNTADIROH, FAIZUN
IDENTITAET Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pragmatik merupakan studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur dan disampaikan oleh pendengar. Sebagai studi ini lebih banyak terkait dengan analisis tentang apa yang dimaksud orang dengan tuturan-tuturannya dari pada dengan makna yang terpisah dari kata atau frasa. Implikatur konvensional adalah ujaran yang mengandung maksud tertentu dan bersifat umum. Penelitian ini bertujuan untuk: 1.) memaparkan maksud tuturan yang mengandung implikatur konvensional dalam dongeng der singende knochen karya Brüder Grimm. 2.) memaparkan fungsi tuturan yang mengandung implikatur konvensional dalam dongeng der singende knochen karya Brüder Grimm .3) mendeskripsikan jenis tuturan yang mengandung implikatur konvensional dalam dongeng der singende knochen karya Brüder Grimm. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode baca. Hasil penelitian ini terdapat 9 tuturan yaitu, (1) maksud implikatur konvensional sesuai definisi yang dilakukan mengenai maksud, 1 tuturan maksud peraturan, 1 tuturan maksud ras iri / dengki, 1 tuturan maksud melakukan tindakan kriminal, 1 maksud tuturan yang memberikan informasi. (2) fungsi implikatur konvensional dalam dongeng der singende knochenKarya Brüder Grimm dapat dikategorikan menjadi tiga fungsi yaitu, 1. implikatur yang berfungsi komisif, 1 tuturan menjanjikan. 2. implikatur yang bekerja direktif 1 tuturan memberi nasihat. 3. implikatur yang mengerjakan ekspresif, 1 tuturan ucapan terima kasih. (3) jenis tuturan yang mengandung implikatur konvensional dalam dongeng der singende knochen karya Brüder Grimm. Berdasarkan hasil klasifikasi yang telah dilakukan dalam dua klasifikasi, 1 jenis tuturan deklaratif (pernyataan), 1 jenis tuturan imperatif (perintah). Kata Kunci: Implikatur konvensional, Pragmatik, Der Singende Knochen Abstrak Pragmatik adalah studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur dan ditafsirkan oleh pendengar. Sebagai hasil dari studi-studi ini, banyak yang berhubungan dengan analisis tentang apa artinya bagi orang dengan tuturan-tuturannya daripada dengan makna kata atau frasa individual. Implikatur adalah bahasa konvensional yang mengandung maksud spesifik dan sifat umum. Penelitian ini bertujuan untuk: 1.), menjelaskan maksud pidato dengan implikasi konvensional dalam dongeng The Singing bone karya Brothers Grimm. 2.), menjelaskan fungsi ujaran implikasi Brother Grimm yang biasa dalam dongeng The Singing bone bekerja. 3) mendeskripsikan jenis pidato yang secara implisit terkandung dalam dongeng tulang bernyanyi karya Brothers Grimm. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode membaca. Hasil penelitian ini terdapat 9 bahasa, yaitu, (1) berarti implikatur konvensional berdasarkan klasifikasi yang dilakukan ada empat niat, 1 ucapan aturan saya, 1 ucapan niat, ras, iri / iri, 1 ucapan niat Tindak Pidana, 1 pidato saya, memberikan informasi. (2) fungsi yang biasa implikatur dalam dongeng Singing Bones dapat dibagi menjadi tiga fungsi, yaitu 1. implikatur yang melayani komisif, 1 janji janji. 2. Implikasi yang melayani nasihat linguistik Directive 1. 3. implikatur yang melayani pidato ekspresif, 1 penerimaan. (3) jenis pidato yang secara konvensional memasukkan implikatur dalam dongeng Singing Bones karya Brothers Grimm. Berdasarkan hasil klasifikasi yang dilakukan, Kata kunci: Implikatur Konvensional, Pragmatik, Der Singende Knochen
FEMINISME LIBERAL DALAM FILM DIE GÖTTLICHE ORDNUNG KARYA PETRA B. VOLPE MAULIDA RAHMAWATI, YULIA
IDENTITAET Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film merupakan karya seni budaya yang merupakan pranata sosial dan sebagai media komunikasi massa yang dibuat berdasarkan kaidah sinematografi dengan atau tanpa suara dan dapat dipertunjukkan. Dalam sebuah film juga terdapat unsur intrinsik yang tidak dapat dipisahkan seperti jalan cerita, konflik hingga karakteristik setiap tokoh, sehingga terdapat berbagai macam jalan cerita dalam sebuah film yang setidaknya juga akan mengandung permasalahan dengan tujuan untuk menarik perhatian para penonton. Salah satunya adalah masalah feminisme yang terdapat di film Die göttliche Ordnung karya Petra B. Volpe. Film ini mengangkat isu feminisme yang digambarkan oleh Nora sebagai tokoh utama film tersebut. Penelitian yang menggunakan film Die göttliche Ordnung ini bertujuan agar para pembaca mengetahui gambaran feminisme liberal melalui tokoh utama Nora dalam film Die göettliche Ordnung. Teori yang digunakan adalah teori milik Rosemary Putnam Tong tentang berbagai macam hak perempuan yang diperjuangkan melalui feminisme liberal. Metode penelitiannya adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam film Die göttliche Ordnung terdapat 6 (enam) gambaran feminisme liberal berdasarkan dialog dan peristiwa yang berkaitan dengan Nora sebagai tokoh utama film tersebut. Kata Kunci: Film, Feminisme, Die göttliche Ordnung