cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
KONFLIK BATIN TOKOH SINUR DALAM NOVEL MEGAMENDUNG KEMBAR KARYA RETNI SB (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) DWI RAHMAWATI, YUNITA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel berjudul Megamendung Kembar karya Retni SB sangat menarik untuk diteliti, karena konflik batin tokoh sinur yang dimunculkan di dalam novel Megamendung Kembar. Konflik batin yang diangkat adalah kisah cinta terlarang antara buruh dan majikan, sehingga terdapat batik Megamendung kembar  yang menjadi saksi bisu kisah terlarang mereka. Pada penelitian ini akan dibuktikan konflik batin yang dialami tokoh Sinur dalam novel Megamendung Kembar Karya Retni SB. Rumusan masalah pada penelitian ini meliputi,, tipe konflik batin, penyebab terjadinya konflik batin, dan cara tokoh Sinur mengatasi konflik batin dalam novel Megamendung Kembar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe konflik batin, penyebab terjadinya konflik batin, dan cara tokoh Sinur mengatasi konflik batin dalam novel Megamendung Kembar Karya Retni SB. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi, dengan teori Kurt Lewin. Data dalam penelitian ini berupa kalimat, penggalan-penggalan paragraf atau paragraf utuh yang mendukung sesuai fokus penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka atau dokumen. Teknik analisis data meliputi, menyeleksi data, memilah dan mengelompokkan data, meneliti data yang menunjukkan indikasi sesuai fokus penellitian, dan membuat kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini meliputi, tipe konflik batin, penyebab terjadinya konflik batin, dan cara tokoh Sinur mengatasi konflik batin dalam novel Megamendung Kembar karya Retni SB. Tipe konflik batin yang dialami tokoh Sinur meliputi, konflik mendekat-mendekat, menjauh-menjauh, dan mendekat-menjauh. Tipe konflik batin yang paling menonjol pada tokoh Sinur adalah konflik menjauh-menjauh. Ada lima kekuatan yang menjadi penyebab terjadinya konflik yaitu, kekuatan pendorong, kekuatan penghambat, kekuatan kebutuhan pribadi, kekuatan pengaruh, dan kekuatan non manusia. Tokoh Sinur menggunakan empat gaya untuk menyelesaikan konflik batin, yaitu, gaya kura-kura, gaya ikan hiu, gaya kancil, dan gaya rubah. Kata Kunci : Megamendung Kembar, Konflik Batin, Sinur
ALIH WAHANA NOVEL AYAH MENYAYANGI TANPA AKHIR KARYA KIRANA KEJORA KE DALAM FILM AYAH MENYAYANGI TANPA AKHIR (KAJIAN STRUKTURAL) YUNIAR SARI, DINI
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh novel yang menceritakan seorang laki-laki bernama Arjuna Dewangga yang menjadi single parent  untuk anaknya. Pada tahun 2015 novel tersebut diangkat menjadi sebuah film layar lebar dengan judul yang sama. Pengubahan bentuk karya sastra tersebut menghasilkan sebuah rumusan masalah dalam penelitian ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini membahas tentang bagaimana perubahan yang terjadi pada alur, latar, tokoh, maupun penokohan dari novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir ke dalam film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir. Tujuan penelitian mendeskripsikan mengenai perubahan fakta-fakta cerita yang terjadi dari novel menjadi film. Manfaat yang dapat diambil dalam penelitian secara garis besar ialah memperdalam teori sastra khususnya mengenai proses alih wahana sekaligus memberikan pengetahuan menjadi orang tua tunggal untuk anak. Penelitian ini  menggunakan pendekatan objektif dengan memusatkan aspek instrinsik untuk mendapatkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan. Data yang didapat dari penelitian ini merupakan kutipan yang berupa kata-kata, frasa, kalimat, paragraf, dan dialog antar tokoh yang didapat dari sumber data yang berupa novel dan teks transkripsi film. Hasil penelitian dipaparkan dalam bentuk deskriptif komparatif yaitu dengan cara menguraikan dan membandingkan data yang telah didapat dalam sebuah teks. Berdasarkan hasil penelitian  menunjukkan bahwa terdapat perubahan tahapan alur yang berupa paparan, rangsangan, gawatan, tikaian, rumitan, klimaks, leraian, dan selesaian antara novel ke film. Perubahan latar yang terjadi dibagi menjadi tiga sub yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Perubahan tokoh maupun penokohan yang terjadi pada novel saat difilmkan terdapat pada tokoh sentral dan tokoh bawahan. Selain itu terjadi perubahan nama tokoh maupun ciri-ciri fisik dan kedirian tokoh. Terdapat tokoh dalam film yang tidak ditampilkan pada novel, sebaliknya tokoh dalam novel tidak semuanya ditampilkan pada film. Kata Kunci : Alih Wahana, Kajian Struktural, Novel dan Film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir
NOVEL KALAMATA KARYA NI MADE PURNAMA SARI KAJIAN STRUKTURALISME-GENETIK LUCIEN GOLDMANN IDA PURWANTI, ANGGRAENI
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Novel Kalamata Karya Ni Made Purnama Sari Kajian Strukturalisme-Genetik ini dilatarbelakangi oleh terdapatnya gambaran mengenai kehidupan suatu kelompok masyarakat, yaitu masyarakat Bali  dalam novel tersebut. Kehidupan sosial masyarakat berupa pelbagai permasalahan sosial-politik yang terdapat dalam novel Kalamata meliputi ketakberdayaan, kesenjangan ekonomi, dan pengaruh globalisasi. Dengan menggunakan teori strukturalisme-genetik Lucien Goldmann, adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini berdasarkan lima konsep yang terdapat dalam teori strukturalisme-genetik, yaitu 1) fakta kemanusiaan, 2) subjek kolektif, 3) pandangan dunia, 4) struktur karya sastra, dan 5) dialektika pemahaman-penjelasan dan keseluruhan-bagian.   Kata kunci: Novel Kalamata, Sosisologi sastra, Strukturalisme-genetik
KESANTUNAN BERBAHASA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMAN 1 KREMBUNG RIZAL, KAFFA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kesantunan berbahasa guru dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Krembung Sidoarjo. Kesantunan berbahasa guru menarik untuk diteliti karena guru sebagai seorang pendidik dan pengajar setiap tuturannya membawa pengaruh, baik positif maupun negatif dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mendeskripsikan realisasi prinsip kesantunan berbahasa guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMAN 1 Krembung Sidoarjo, (2) Mendeskripsikan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMAN 1 Krembung Sidoarjo, (3) Mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMAN 1 Krembung Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang merealisasikan dan melanggar maksim-maksim kesantunan yang dikemukakan oleh Leech serta merealisasikan strategi kesantunan Brown dan Levinson. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data ada tiga teknik, yaitu (1) teknik sadap, (2) teknik simak bebas libat cakap (SBLC), dan (3) teknik rekam. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif. Kegiatan analisis data dimulai dengan penyeleksian data yang diduga sebagai bentuk tuturan yang merealisasikan prinsip kesantunan, melanggar prinsip kesantunan, dan merealisasikan strategi kesantunan berbahasa. Kemudian data diklasifikasikan berdasarkan maksim-maksim kesantunan dan jenis-jenis strategi kesantunan yaitu lima belas jenis strategi kesantunan positif dan sepuluh jenis strategi kesantunan negatif.
PERTANYAAN DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 BULQIS ISBANDI, MALINDA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berfokus pada pertanyaan dalam Buku Teks Bahasa Indonesia kelas VII dan X SMA Kurikulum 2013 implemantasi 2016. Pertanyaan merupakan media instruksional dalam dunia pendidikan untuk mengarahkan peserta didik bereksplorasi terhadap materi yang tengah dipelajari. Pertanyaan tersebut dapat dijumpai dalam buku teks yang digunakan dalam pembelajaran. Buku teks mengacu pada Kurikulum 2013 yang berfokus pada peserta didik dan berbasis teks. Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik yang meliputi 5 tahap yaitu mengobservasi, mengajakukan pertanyaan, memperoleh informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Penelitian ini bertujuan 1)menghasilakan deskripsi tentang bentuk pertanyaan berdasarkan struktur buku teks Bahasa Indonesia Kurikulum 2013, 2)menghasilkan deskripsi tentang jenis pertanyaan berdasarkan isi buku teks Bahasa Indonesia Kurikulum 2013, 3) menghasilkan deskripsi tentang relevansi pertanyaan berdasarkan tahap saintifik dalam buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Penelitian ini adalah penelitian berjenis kualitatif, berpendekatan deskriptif, bersumber data buku teks Bahasa Indonesia kelas VII dan X SMA Kurikulum 2013 implementasi 2016 dengan data seluruh pertanyaan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi dan teknik analisis data deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 1) 7 bentuk pertanyaan yang terdiri atas 23 data pertanyaan terbuka 56 data pertanyaan hipotetik terbuka,  65 data pertanyaan langsung, 42 data pertanyaan tertutup, 5 data pertanyaan beban, 5 data pertanyaan terpimpin, dan 19 pertanyaan hipotetik terbuka, 2) 3 wujud jenis pertanyaan yaitu (a) jenis pertanyaan menurut tujuannya meliputi  24 data pertanyaan kognitif,  12 data pertanyaan performansi, 20 data pertanyaan konsekuensi, serta 14 data pertanyaan ekplorasi, (b) jenis pertanyaan menurut sifatnya yakni 22 data pertanyaan ingatan, 37 data pertanyaan pemahaman, 5 data pertanyaan penerapan, 27 data pertanyaan analisis, 8 data pertanyaan sintesis, serta 4 data pertanyaan evaluatif, dan (c) jenis pertanyaan menurut  caranya terdiri atas 13 data pertanyaan mengarahkan, 13 data pertanyaan menggali, serta 16 data pertanyaa memancing, dan 3) relevansi dengan pendekatan saintifik meliputi 81 data tahap mengobservasi, 108 tahap menalar, dan 26 data tahap mengomunikasikan. 
JALAN TAMBLONG: KUMPULAN DRAMA MUSIK KARYA REMY SYLADO (KAJIAN INTERAKSIONISME SIMBOLIK GEORGE HERBERT MEAD) KURNIA PUTRI, ALMAYDA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini dilatarbelakangi oleh teater sebagai literatur atau disebut dengan drama yang di dalamnya terdapat interaksi simbolik. Hal tersebut dibuktikan dengan dialog dalam drama yang  menunjukkan adanya komunikasi secara verbal maupun non verbal antartokoh ketika berinteraksi. Pada Jalan Tamblong: Kumpulan Drama Musik karya Remy Sylado, tokoh-tokoh di dalamnya melakukan interaksi dan memunculkan adanya dialog beserta tindakan yang bersifat simbolik baik secara verbal maupun non verbal. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pikiran (mind) dalam Jalan Tamblong: Kumpulan Drama Musik karya Remy Sylado. (2) Mendeskripsikan diri (self) dalam Jalan Tamblong: Kumpulan Drama Musik karya Remy Sylado. (3) Mendeskripsikan masyarakat (society) dalam Jalan Tamblong: Kumpulan Drama Musik karya Remy Sylado. Pada penelitian ini digunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian adalah Jalan Tamblong: Kumpulan Drama Musik karya Remy Sylado. Data penelitian berupa dialog antartokoh dan narasi yang terdapat pada drama. Teknik analisis isi digunakan dalam penelitian ini untuk memaknai proses interaksi simbolik dalam dialog antartokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksionisme simbolik terdapat dalam Jalan Tamblong: Kumpulan Drama Musik karya Remy Sylado. Interaksionisme simbolik berupa pikiran (mind) terdapat pada setiap tokoh ketika proses mental terjadi dan menggunakan simbol yang bermakna sosial baik secara verbal maupun nonverbal , diri (self) terdapat pada setiap tokoh ketika memunculkan diri dalam bentuk I dan Me, dan masyarakat (society) terdapat pada setiap tokoh ketika memunculkan pola-pola interaksi dalam bentuk Me.
SIKAP DASAR MORAL TOKOH GAJAH MADA PADA NOVEL PENTALOGI GAJAH MADA KARYA LANGIT KRESNA HARIADI (TEORI FRANZ MAGNIS-SUSENO) FIRDA NAINI, JANITA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap dasar moral tokoh utama Gajah Mada layak diteliti dengan menggunakan teori sikap dasar  moral yang dipaparkan Suseno karena dengan adanya sikap dasar yang perlu dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat akan diperoleh kekuatan moral. Kekuatan moral merupakan kekuatan kepribadian seseorang yang mantap dalam kesanggupan untuk bertindak sesuai dengan apa yang diyakini sebagai suatu yang benar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sikap dasar moral tokoh Gajah Mada dalam novel pentalogi Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi. Penelitian ini berjenis deskriptif karena menghasilkan data deskriptif mengenai moral tokoh Gajah Mada dalam novel pentalogi Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi. Berkaitan dengan penelitian analisis moral, dalam hal ini digunakan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik pencatatan data.Teknik analisis data dengan caramenyeleksi data atau mengidentifikasi data , memasukkan data, mengklasifikasikan data,              memasukkan ke dalam tabel klasifikasi, menganalisis data, menginterpretasi hasil penelitian dan membuat inferensi atau simpulan. Hasil penelitian ini, tokoh Gajah Mada memiliki sikap dasar moral dari segi kejujuran dengan diri sendiri dan orang lain, segi nilai-nilai otentikyang merupakan keaslian sosok Gajah Mada, segi kesediaan bertanggung jawab untuk melakukan hal yang harus dilakukan,mengatasi segala etika peraturan, bertanggung jawab secara prinsipial tidak terbatas dan memberikan pertanggungjawaban  atas tindakannya. Segi kemandirian moral Gajah Mada selalu mengambil sikap sendiri sesuai keinginannya, segi keberanian moral, Ia berani menunjukkan dan meyakini apa yang dianggap benar walaupun lingkungannya tidak mendukung.  Kerendahan hati yang ditunjukkan dengan tidak tamak dan serakah pada jabatan. Realistis dan kritis cara berpikir yang selalu ditunjukkan sosok Gajah Mada. 
PENGARUH MEDIA KOMIK TANPA KATA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERPEN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 CERME GRESIK TAHUN PELAJARAN 2016/2017 OVI SYAHPUTRI, ANDINI
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media komik tanpa kata hadir dengan keunikannya. Penampilan gambar pada komik adalah unsur yang terpenting karena sebuah gambar dalam komik sudah memberi pesan kepada pembaca. Media komik tanpa kata menyajikan gambar-gambar tanpa adanya deretan alur cerita. Pemilihan media komik tanpa kata diharapkan dapat memunculkan ide-ide kreatif siswa dalam pembelajaran menulis teks cerita pendek. Menulis teks cerpen merupakan salah satu kompetensi dasar yang terdapat pada kelas VII SMP dalam kurikulum 2013. Tujuan penulisan cerpen yakni menumbuhkan kreativitas siswa untuk menuangkan segala idenya dalam bentuk karya sastra. Penelitian ini disusun berdasarkan rumusan masalah yakni, 1. bagaimana kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas VII SMP Negeri 1 Cerme Gresik sebelum menggunakan media komik tanpa kata? , 2. bagaimana  kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas VII SMP Negeri 1 Cerme Gresik sesudah menggunakan media komik tanpa kata? , 3. Bagaimana respons siswa terhadap penggunaan media komik tanpa kata dalam pembelajaran menulis teks cerpen siswa kelas VII SMP Negeri 1 Cerme?. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini termasuk jenis  True Experimental Design yaitu jenis-jenis penelitian eksperimen yang dianggap sudah baik karena telah memenuhi persyaratan. Desain yang digunakan pada penelitian ini, yakni random, pretes, postes desain dengan menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dipilih secara acak. Hasil penelitian yang diperoleh yakni penerapan media komik tanpa kata dalam pembelajaran menulis cerpen berhasil dilakukan. Hal tersebut didukung dengan hasil belajar siswa kelas (VII J) sebagai kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata pretes 2,8 dan hasil postes memperoleh nilai rata-rata 3,3. Sementara itu, ada perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol (VII H) dan kelas eksperimen (VII J). Dilihat dari hasil perhitungan uji t, hasil yang diperoleh pada penelitian ini harga t hitung adalah 10,5. Harga t ini dikonsultasikan dengan taraf signifikansi 5 % dan derajat kebebasan (db) sebesar 67 diperoleh t tabel 2,02. Hal ini menunjukkan t hitung lebih besar dari t tabel (10, 5 >2,02). Berdasarkan perhitungan tersebut, diketahui bahwa penelitian eksperimen dengan menggunakan media komik tanpa kata yang dilakukan memberikan pengaruh pada pembelajaran menulis teks cerpen. Hal tersebut juga didukung dengan respons siswa yang menunjukkan bahwa penerapan media komik tanpa kata dalam pembelajaran menulis cerpen dapat diterima siswa. Berdasarkan tabel respons siswa diketahui bahwa 70,6 % siswa atau 24 siswa meyatakan setuju bahwa suasana pembelajaran menulis teks cerpen dengan menggunakan  media komik tanpa kata menyenangkan, terjadi perubahan kemampuan menulis teks cerpen, dan hasil belajar meningkat. Sementara itu, hanya 14,7 % siswa atau 5 siswa yang menyatakan kurang setuju bahwa guru menyampaikan materi pembelajaran menulis teks cerpen dengan menggunakan media komik tanpa kata dengan jelas dan menyenangkan.
REPRESENTASI PEMBERONTAKAN TANAH JAWA DALAM NOVEL SAMBERNYAWA KARYA SRI HADIDJOJO (KAJIAN POSTKOLONIAL) SEPFIA CORNELIA, MONA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini dilatarbelakangi oleh adanya dampak penjajahan terhadap masyarakat terjajah pada waktu itu, sehingga pada masa sekarang cara berpikir masyarakat terjajah terus dipengaruhi dan diwacanakan oleh masyarakat penjajahan. Hal tersebut dibuktikan dengan konteks masa lalu dalam karya sastra Indonesia yang berkaitan dengan persoalan penjajah dalam membangun formulasi arah bangsa pada masa mendatang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mental bangsa terjajah, (2) ideologi penjajah, (3) dampak penjajahan, (4) pandangan bangsa penjajah, (5) pandangan bangsa terjajah, (6) kesadaran nasionalisme bangsa terjajah. Pada penelitian ini digunakan teori postkolonial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. Sumber data penelitian adalah data tulis berupa novel Sambernyawa karya Sri Hadidjodjo. Novel yang diterbitkan pertama kali oleh: C.V. KENG jln. Mataram Semarang, percetakan Dahan Lima Sala (Surakarta) tahun 1966. Hasil penelitian menunjukkan adanya penjajahan yang terjadi di Indonesia. Mental bangsa terjajah yang merupakan keadaan psikologis kelompok sosial yang terkuasai dimana cara berpikir dan bertindak bangsa terjajah ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan masa lalunya. Ideologi penjajah merupakan ekspresi membatasi dan mengatur kelas terjajah kepada penjajah. Dampak penjajahan merupakan tindakan yang dilakukan bangsa penjajah terhadap bangsa terjajah bersifat fisik, psikis, dan kultural. Pandangan bangsa penjajah merupakan cara berpikir dan bertindak bangsa penjajah dalam hubungan dengan terjajah. Pandangan bangsa terjajah merupakan pandangan terhadap bangsa penjajah yang dinilai sebagai penindas. Kesadaran nasionalisme bangsa terjajah merupakan rasa membela, dan berkorban bangsa terjajah kepada bangsanya.
ANALISIS PERCAKAPAN NEGOSIASI GUBERNUR BASUKI T. PURNAMA DENGAN KOMUNITAS CILIWUNG MERDEKA AISYAHDINI, TYA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian pragmatik tentang studi bahasa mengenai bagaimana memahami sebuah tuturan dalam sebuah percakapan. Objek penelitian ini adalah transkrip percakapan negosiasi Gubernur Basuki T. Purnama dengan Komunitas Ciliwung Merdeka perwakilan warga Kampung Pulo Jakarta. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana memahami sebuah tuturan dalam percakapan negosiasi yaitu penditribusian giliran bicara yang mencakup tentang penjedaan, overlaps, dan backchannel. Penelitian ini berrtujuan untuk mendekripsikan bagaimana wujud pendistribusian giliran bicara dalam percakapan negosiasi, bagaimana wujud jeda, overlap, dan backchannel serta bagaimana tahapan-tahapan dalam percakapan negosiasi Gubernur Basuki T. Purnama dengan Komunitas Ciliwung Merdeka perwakilan warga Kampung Pulo Jakarta. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi yang diambil langsung pada akun resmi Pemprov DKI Jakarta. Data di analisis menggunakan pendekatan pragmatik yaitu tentang struktur percakapan. Dalam percakapan negosiasi, mempertahankan hak bicara begitu penting karena dengan hal tersebut petutur dapat mengungkapkan ide atau gagasan. Pertahanan hak bicara dalam percakapam ditandai dengan ‘eee’, ‘emm’ atau dengan ungkapan-uangkapan yang membuat tuturan tersebut tidak dapat diambil alih giliran bicara. Kemudian dalam pertahanan hak bicara lawan tutur memberikan umpan balik yang disebut dengan backchannel. Backchannel dilakukan oleh pendengar agar petutur merasa bahwa lawan tuturnya masih mendengarkan atau menyimak tuturannya. Dalam penelitian ini percakapan negosiasi memiliki struktur negoasiasi yaitu persiapan, pembinaan hubungan, pengumpulan informasi, penggunaan informasi, penawaran, menetapkan penawaran, menentukan kesepakatan. Struktur tersebut sama dengan yang dikemukakan oleh Greenlalgh. 

Page 8 of 37 | Total Record : 369