cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
PEREMPUAN PADA NOVEL JADILAH PURNAMAKU, NING KARYA KHILMA ANIS: KAJIAN PERSPEKTIF GENDER FITRIYAH, LAILATUL
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel Jadilah Purnamaku, Ning karya Khilma Anis merupakan salah satu novel yang menggabungkan latar belakang keluarga yang berbeda, yakni dari latar belakang keluarga pesantren dan latar belakang keluarga yang kental dengan adat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan struktur masyarakat pesantren yang melatarbelakangi terbentuknya karakter tokoh, (2) menjelaskan bias gender yang terjadi dalam masyarakat pesantren, (3) menjelaskan posisi perempuan dilihat dari kacamata gender, (4) menjelaskan peran perempuan dalam novel Jadilah Purnamaku, Ning Karya Khilma Anis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, karena data dalam penelitian ini berupa kata dan deskripsi kalimat-kalimat yang sesuai dengan objek penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Jadilah Purnamaku, Ning karya Khilma Anis. Teknik pengumpulan data meliputi teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik pustaka dilakukan dengan cara menggunakan sumber-sumber pustaka sebagai acuan dalam penelitian yang diterapkan. Teknik simak dilakukan untuk memeroleh data yang terdapat dalam novel dengan cara peneliti membaca novel, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat yaitu dengan cara mencatat data-data yang terkait dengan rumusan masalah. Penelitian ini menjelaskan tentang perempuan yang semangat dalam menggapai cita-citanya dan bentuk ketidakadilan gender yang terjadi dalam lingkungan pesantren. Hal tersebut berdasar pada simpulan berikut: (1) struktur masyarakat pesantren yang melatarbelakangi terbentuknya karakter tokoh. Hal ini dibuktikan melalui tokoh Damayanti mengalami trauma akibat pemimpin pesantren yang tidak adil dalam memperlakukan perempuan, (2) bias gender yang terjadi dalam masyarakat pesantren dibuktikan ketika perempuan mengalami posisi yang dirugikan dibandingkan dengan laki-laki,(3) posisi perempuan dilihat dari kacamata gender dibuktikan dengan adanya perempuan mangalami ketidakadilan gender. Bentuk ketidakadilan gender yang dialami perempuan dalam novel Jadilah Purnamaku, Ning karya Khilma Anis yakni stereotipe, subordinasi, dan marjinalisasi, (4) peran perempuan yang terdapat dalam novel Jadilah Purnamaku, Ning Karya Khilma Anis adalah pekerjaan perempuan yang terdiri atas dua bentuk, yakni bentuk pekerjaan melalui peran domestik dan bentuk pekerjaan melalui peran publik. 
RELASI CINTA DALAM NOVEL GELISAH CAMAR TERBANG KARYA GOL A GONG NISWAH, SHOFIYATUN
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cinta adalah salah satu unsur yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Perasaan cinta biasanya dikaitkan dengan sebuah hubungan. Hubungan tidak hanya tentang hubungan antarmanusia saja, tetapi juga tentang keadaan. Pada novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong terdapat  hubungan yang dilakukan antartokoh, maupun antarkeadaan. Hubungan ini dapat digambarkan melalui sebuah konsep milik A.J Greimas yang disebut konsep aktan. Menurut Greimas, aktan adalah sesuatu yang abstrak, seperti cinta, kebebasan, atau sekelompok tokoh. Novel tersebut bercerita tentang kehidupan cinta Chairul dan para TKI yang berada di Taiwan. Berkaitan dengan peristiwa yang menggambarkan cinta pada novel tersebut, Erich Fromm membagi objek cinta menjadi lima objek yakni cinta sesama, cinta ibu, cinta erotis, cinta diri, dan cinta kepada Allah. Berbagai hubungan dan objek cinta tersebut dapat ditemukan di novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong.  Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah penelitian ini ada dua yakni; (1) Bagaimana hubungan relasional keenam fungsi aktan A.J Greimas dalam  Novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong?,  (2) Bagaimana objek cinta sesama, cinta ibu, cinta erotis, cinta diri,  dan cinta kepada Allah dalam novel “Gelisah Camar Terbang” karya Gol A Gong? Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologis dalam menganalisis karakteristik tokoh dalam karya satra yang ditinjau dari objek cinta. Sumber data yang digunakan adalah novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.  Dari jenis penelitian tersebut, penelitian ini menghasilkan data berupa kata, kalimat, dan wacana yang menunjukkan hubungan relational keenam aktan A.J Greimas dan bentuk cinta berdasarkan objek cinta menurut Erich Fromm. Penelitian ini menggunakan teknik baca, catat, dan pustaka dalam pengumpulan data dan menggunakan teknik deskriptif analisis serta metode hermeneutik dalam menganalisis data yang ada. Penelitian ini menggunakan konsep aktan A.J Greimas dan objek cinta menurut Erich Fromm sebagai alat bedah analisis, yang di dalamnya mengandung konsep keenam fungsi aktan dan konsep cinta sesama, cinta ibu, cinta erotis, cinta diri, dan cinta kepada Allah. Hubungan relational keenam fungsi aktan berupa hubungan antara pengirim, objek, subjek, penolong, penerima, dan penentang pada beberapa peristiwa di dalam novel. Objek  cinta sesama dalam novel ini berupa kepedulian antara sesama manusia. Cinta sesama tersebut dapat ditunjukkan dari cinta antara Chairul kepada para TKI dan cinta yang ditunjukkan oleh sesama TKI. Objek cinta ibu pada novel ini berupa kasih sayang ibu kepada anaknya. Hal tersebut ditunjukkan dari kasih sayang ibu Chairul kepada Chairul. Objek cinta erotis berupa kasih sayang sepasang kekasih. Cinta erotis tersebut dapat diketahui dari  cinta antara Chairul dan Halimah, dan cinta antara Halimah dan Joko. Objek cinta diri pada novel ini berupa kesadaran seseorang terhadap diri sendiri dalam menghargai  kehidupan. Hal tersebut dapat diketahui dari perubahan Chairul yang lebih menghargai kehidupannya dan kehidupan orang lain di sekitarnya. Objek cinta kepada Allah pada novel ini berupa berupa rasa percaya bahwa Allah itu ada, adil, dan mengasihi umat-Nya. Hal tersebut dapat ditunjukkan dari sikap Halimah yang percaya kepada kehendak dari Allah. 
PERSUASI DALAM WACANA NEGOSIASI SEKS KAUM GAY: KAJIAN PRAGMATIK FUNGSIONAL RISKIARTISTA, RENDHA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persuasi merupakan pemberian informasi dengan maksud mengarahkan pemakai (orang yang menerima) untuk mengubah gambaran atau pesan yang nantinya akan mengubah tingkah lakunya. Penelitian ini berfokus pada (1) bentuk persuasi, (2) teknik persuasi, (3) fungsi persuasi, dan (4) reaksi verbal. Tujuan penelitian ini untuk menemukan (1) bentuk persuasi, (2) teknik persuasi, (3) fungsi persuasi, dan (4) reaksi verbal. Penelitian ini bersifat deksriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan metode simak bebas libat cakap dan dokumentatif sedangkan analisis data menggunakan metode rekonstruksi dari kajian pragmatik fungsional. Hasil penelitian pada (1) bentuk persuasi yang ditemukan berupa tiga jenis bentuk, yaitu (a) bentuk direktif, (b) bentuk deklarasi, dan (c) bentuk interogatif; (2) Teknik persuasi berupa, (a) teknik asosiasi, (b) teknik ganjaran, (c) teknik sugesti, (d) teknik rasionalisasi, (e) teknik taatan, dan (f) teknik konformitas; (3) fungsi persuasi, berupa (a) fungsi mengubah sikap, kepercayaan seseorang dan (b) menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu; (4) reaksi yang ditemukan ada dua, (a) reaksi verbal dan (b) reaksi zero. Berdasarkan diskusi hasil penelitian, kalimat direktif yang dituturkan secara langsung memiliki teknik persuasi dan fungsi persuasi.
MAKNA AFEKTIF DALAM MANTRA TRADISI BROKOHAN PADI DESA SURU SOOKO-PONOROGO: KAJIAN ETNOSEMANTIK HADI SUCIPTO, NANANG
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengaji makna afektif dalam mantra tradisi Brokohan Padi menggunakan kajian etnosemantik. Etnosemantik mengaji hubungan bahasa dengan kebudayaan yang direkonstruksi secara parsial tanpa meninggalkan sifat keetnisan subjek penelitian. Penelitian ini berfokus pada makna afektif yang dikonstruksi melalui (1) simbolisasi, (2) konseptualisasi, dan (3) referensialisasi dalam mantra tradisi Brokohan Padi Desa Suru, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Selain itu, sebab mantra pada tradisi tersebut dituturkan oleh tokoh adat yang disebut berjonggo, maka fokus penelitian ditambah (4) komparasi pengonstruksian makna afektif antarberjonggo Brokohan Padi. Berdasarkan fokus penelitian tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis (1) simbolisasi, (2) konseptualisasi, (3) referensialisasi dan (4) komparasi pengonstruksian makna afektif antarberjonggo dalam mantra tradisi Brokohan Padi Desa Suru, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah mantra tradisi Brokohan Padi Desa Suru, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo yang dituturkan oleh lima berjonggo. Korpus data berupa tuturan berjonggo yang berkonstruksi kalimat pada mantra Brokohan Padi yang diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan pentranskripan. Pengumpulan data menggunakan metode obervasi partisipan dan SLC. Penganalisisan data menggunakan metode analitis kategorial. Keabsahan data diuji dengan berfokus pada kemasukakalan, kredibilitas, dan bukti empiris. Berdasarkan penganalisisan data ditemukan (1) klasifikasi simbolisasi dalam tiga kategori yaitu simbol esensial, simbol kriptik, dan simbol irasional; (2) konseptualisasi terdiri atas tujuh belas konsep; (3) referensialisasi terdiri atas sepuluh kategori referent; dan (4) kekontrasan komparasi yang dominan pada simbolisasi. Berdasarkan diskusi hasil penelitian, simbolisasi makna afektif pada Brokohan Padi didominasi simbol kriptik, konseptualisasi didominasi pengharapan yang bersifat subjektif empiristik, referensialisasi didominasi acuan etnografis, dan komparasi antarberjonggo kontras pada simbolisasi. Sebab konseptualisasi dominan pengharapan maka makna afektif pada penelitian ini secara umun adalah pengharapan.  
KESENJANGAN CIRI LINGUAL PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA JENJANG SMP DAN SMA Ayu Puspita Rini, Dian
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan tata bahasa yang dapat diterapkan dalam pembelajaran berbasis teks pada kurikulum 2013 dapat dilihat dari ciri lingual pada jenis teks. Jenis teks yang beragam memiliki karakteristik ciri lingual yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi jenis teks. Umumnya, ciri lingual yang ditemukan dalam buku teks memiliki ciri lingual yang tidak sesuai dengan teori yang digunakan sehingga ciri lingual pada jenis teks tidak memiliki karakteristik yang tetap. Perbedaan ciri lingual pada buku teks tersebut memunculkan kesenjangan atau ketidaksesuain dalam mengasah pola pikir siswa dalam menganalisis jenis teks dengan berdasarkan ciri lingual yang tepat. Kesenjangan ciri lingual jenis teks banyak merujuk pada data yang berupa kata dan kalimat sehingga data penelitian difokuskan pada aspek morfologi dan sintaktis.  Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana kesenjangan ciri lingual pada buku teks bahasa Indonesia jenjang SMP dan SMA? Kesenjangan ciri lingual yang dilihat pada aspek morfologis dapat diketahui dari afiksasi, reduplikasi, dan komposisi, sedangkan kesenjangan ciri lingual pada aspek sintaktis dapat diketahui dari frasa dan kalimat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif berpendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku teks bahasa Indonesia jenjang SMP dan SMA. Instrumen pengumpulan adalah human instrument. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan hubung banding memberbedakan (HBB).Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kesenjangan ciri lingual yang ditinjau pada aspek morfologis dapat ditemukan pada jenis afiksasi, reduplikasi, dan komposisi, sedangkan kesenjangan ciri lingual yang ditinjaui pada aspek sintaktis dapat ditemukan pada jenis frasa dan kalimat. Pemunculan data aspek morfologis pada jenis afiksasi ada 152, reduplikasi 13, dan komposisi 127, sedangkan pemunculan data aspek sintaktis pada data frasa ada 125 dan kalimat ada 429.
DIKSI, CITRAAN, DAN MAJAS DALAM KUMPULAN LIRIK LAGU BANDA NEIRA (ANALISIS STILISTIKA) ERMA YANUASANTI, TRISIA
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan diksi, citraan, dan majas dalam kumpulan lirik lagu Banda Neira.. Banda Neira merupakan grup duo folk yang memberikan aroma baru bagi perindustrian musik tanah air, dengan lirik-lirik lagunya yang indah sirat makna dan menggunakan kesusastraan yang kuat. Lirik lagunya kaya akan tema tentang fenomena alam maupun permasalahan yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan diksi (2) Menjelaskan citraan (3) Memperoleh dekskripsi majas dalam kumpulan lirik lagu Banda Neira. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca catat dan teknik analisis data menggunakan teknik deskripsi analisis yang meliputi dekskripsi, klasifikasi, dan analisis. Hasil penelitian ini yaitu dalam kumpulan lirik lagu Banda Neira banyak menggunakan diksi denotatif, citraan penglihatan, dan majas personifikasi.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL KAMBING & HUJAN KARYA MAHFUD IKHWAN (KAJIAN KONFLIK SOSIAL LEWIS A. COSER) WAHYU SETYO L, ESA
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konflik sosial yang terjadi dalam novel Kambing & Hujan karya Mahfud Ikhwan. Konflik sosial tersebut meliputi konflik realistis, konflik nonrealistis, konflik in-group, konflik out-group, dan fungsi konflik sosial dalam novel Kambing & Hujan karya Mahfud Ikhwan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pada penelitihan ini data diperoleh dengan cara menganalisis Kambing & Hujan karya Mahfud Ikhwan. dengan menggunakan teknik baca dan catat.  Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu berupa buku-buku acuan. Sesuai dengan tujuan penelitian, hasil penelitian ini menunjukkan adanya konflik sosial pada novel Kambing & Hujan karya Mahfud Ikhwan. Konflik reaslistis disebabkan oleh perbedaan di antara kedua kelompok yang dianggap saling mengecewakan. Konflik nonrealistis yang terjadi dalam novel Kambing & Hujan berupa pengkabinghitaman kelompok guna meredakan ketegangan. Konflik in-group terjadi pada diri sendiri, karena masing-masing pihak tidak ingin memberontak dan masih memikirkan kesatuan di antara mereka. Sedangkan konflik out-group yang terjadi dalam novel Kambing & Hujan disebabkan oleh kekecewaan atas dasar tututan-tuntutan yang tidak dipatuhi oleh sekelompok orang. Fungsi konflik bagi Kelompok Muhammadiyah konflik sosial dapat berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan integrasi internal, solidaritas kelompok, serta kohesi internal. Sedangkan bagi kelompok Nahdatul Ulama konflik sosial dapat berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan integrasi internal dan solidaritas kelompok. Konflik sosial juga berupaya untuk menjalin persatuan di antara kedua kelompok. Kemudian juga berfungsi sebagai sarana untuk menekan perterntangan di dalam kelompok.   Kata Kunci: Sosial, Konflik, dan Novel.
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “12 MENIT” KARYA OKA AURORA (KAJIAN PSIKOLOGI ALFRED ADLER) SURYA MAHENDRA, YAFI
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena psikologis merupakan satu diantara hal paling sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena tersebut dapat berupa penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam kehidupan seperti psikopat, penyimpangan seksual, dan kepribadian-kepribadian terasing yang dikenal pula dengan istilah abnormal. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana kepribadian tokoh utama dari segi berjuang meraih keberhasilan? (2) Bagaimana kepribadian tokoh utama dari segi persepsi subjektif? (3) Bagaiamana kepribadian tokoh utama dari segi konsisten diri? (4) Bagaiamana kepribadian tokoh utama dari segi minat sosial? (5) Bagaiamana kepribadian tokoh utama dari segi gaya hidup? (6) Bagaiamana kepribadian tokoh utama dari segi daya kreatif?. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi berjuang meraih keberhasilan. (2) Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi persepsi subjektif. (3)Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi konsisten. (4) Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi minat sosial. (5) Mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi gaya hidup. (6) Mnedeskripsikan kepribadian tokoh utama dari segi daya kreatif. Pada penelitian ini digunakan teori psikologi kepribadian Alfred Adler. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian adalah Novel 12 Menit karya Oka Aurora. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel. Data dapat berwujud dialog antar tokoh atau paragraf  yang menceritakan suatu adegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologi kepribadian terdapat dalam novel 12 Menit karya Oka Aurora. Psikologi kepribadian tersebut tampak pada tokoh utama yaitu dari segi berjuang meraih kerberhasilan Rene memiliki sifat rajin, konsisten, kerja keras, hemat,   menyukai  tantangan, membuat ia memperoleh kehidupan yang lebih baik. Persepsi subjektif tokoh utama menyadari  bahwa sebuah cita-cita dan keinginan manusia untuk menjadi utuh tidak mungkin direalisasiakan seluruhnya. Konsisten diri tokoh utama menyadari bahwa seluruh manusia harus melakukan usaha yang  konsisten untuk mencapi satu tujuan. Kepribadian yang menyatu dalam diri manusia dapat mengarahkannya menuju keberasilan. Minat sosial Berdasarkan fokus minat sosial tokoh utama digambarkan memiliki anggapan bahwa keinginan manusia dapat tercapai apabila ia mampu berinteraksi dengan baik di lingkungan sosialnya. Gaya hidup tokoh utama digambarkan sebagai sosok yang disiplin dan tegas. Daya kreatif tokoh utama digambarkan sebagai sosok yang berdaya kreatif tinggi. Kata Kunci : tokoh utama, psikologi, kepribadian Alfred Adler
LEGENDA DI KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG: KAJIAN ARKETIPE CARL GUSTAV JUNG Dwi Nugroho, Akhadianto
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang arketipe yang berkaitan dengan ketidaksadaran kolektif pada cerita empat legenda yang ada di Jombang. Empat Legenda tersebut adalah Legenda Sendang Made, Legenda Goa Made, Legenda Gunung Pucangan, dan Legenda Sumber Gurit. Penggunaan kajian arketipe sangat cocok untuk membedah isi dari cerita keempat Legenda di Kabupaten Jombang. Untuk menompang kajian arketipe terdapat tiga pembahasan, yaitu : (1) Bagaimana situasi arketipe dalam empat legenda di Jombang? (2) Bagaimana situasi arketipe dalam empat legenda di Jombang? (3) Bagaimana imaji arketipe dalam empat legenda di Jombang? Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif yang secara keseluruhan memanfaatkan cara penafsiran dengan menyajikan dalam bentuk deskripsi. Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pada penelitian kualitatif yang berupa sastra lisan sumber datanya berupa masyarakat, karena sastra lisan yang dijadikan objek penelitan berkembang dalam masyarakat dan berlangsung secara turun-temurun Hasil dari penelitian ini adalah bentuk arketipe dari empat legenda yang ada di Kabupaten Jombang dapat diketahui dari figur arkhetipe, situasi arketipe, dan imaji arketipe sebagai pembahasan dalam membedah isi cerita pada keempat Legenda yang ada di Jombang. Kata Kunci: arketipe, legenda, figur arketipe, situasi arketipe, imaji arketipe, ketidaksadaran kolektif
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MAKASSAR DALAM NOVEL NATISHA KARYA KHRISNA PABICHARA Fitriana, Anita
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kearifan lokal masyarakat Makassar dalam novel Natisha karya Khrisna Pabichara” ini dilatar belakangi oleh faktor kebudyaan yang ada di Makassar. Masyarakat yang kental akan kebudayaan tidak  lepas dari tradisi turun temurun, pada novel Natisha tidak hanya sekadar bercerita tentang cinta dan pengorbanan, namun lebih tepatnya kearifan lokal masyarakatnya, dengan kearifan tersebut dapat dilihat sisi lain masyarakat Makassar seperti cara bertahan hidup, pengetahuan, kepemimpinan, solidaritas dan keterampilannya. Keenam dimensi yang terdapat dalam novel Natisha  memiliki beberapa sub fokus. Sub fokus tersebut antara lain, perubahan, siklus iklim kemarau dan penghujan, jenis flora dan fauna, hubungan antara manusia dengan Tuhannya, hubungan antara manusia dengan manusia, hubungan antara manusia dengan alam, meramu, bercocok tanam, membuat industri rumah tangga, sumber daya yang terbarui, pemerintah kesukuan, ritual keagamaan, upacara adat. Kata Kunci: kearifan lokal, budaya, ttadisi

Page 9 of 37 | Total Record : 369