cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA DALAM SURAT KELUAR DI KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN , MARIANA; DIAN SAVITRI, AGUSNIAR
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang digunakan oleh bangsa Indonesia. Sebagai bahasa yang digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia, pengguna bahasa diharuskan menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya dalam ragam tulis, seperti dalam penulisan surat dinas. Penggunaan ejaan dalam ragam tulis, terdapat dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Selain berpedoman kepada PUEBI, dalam penulisan surat dinas yang dikeluarkan oleh lembaga dinas, juga diharuskan mengikuti kaidah penulisan yang terdapat dalam buku tata dinas yang ada dalam lembaga tersebut. Penelitian ini membahas penggunaan ejaan bahasa Indonesia dalam surat keluar di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, yang meliputi penggunaan huruf kapital, huruf tebal, huruf miring, kata dasar, kata singkatan dan akronim, tanda titik, tanda koma dan tanda titik dua, serta aturan penulisan surat yang terdapat dalam buku tata naskah dinas yang ada dalam lembaga kedinasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penggunaan ejaan yang terdapat dalam surat keluar di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, dengan cara mengumpulkan data surat keluar di Kecamatan Glagah pada bulan Juni?Desember tahun 2019. Data tersebut, akan dibaca terlebih dahulu yang kemudian dianalisis berdasarkan rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan ejaan pada surat keluar di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan sebagai berikut. Penggunaan huruf kapital, huruf tebal, dan huruf miring cenderung salah. Penggunaan kata dasar, singkatan, dan akronim cenderung benar. Dalam buku tata naskah dinas, penggunaan aturan penulisan surat cenderung salah, khususnya penggunaan huruf kapital, kata dasar, dan singkatan. Kata Kunci: penggunaan bahasa, ejaan dan surat keluar Abstract Indonesian language is the official language. As a language used by all Indonesian people, language users are required to use good and correct Indonesian standard language, especially in written text, such as in writing official letters. The use of Indonesian standard language in written text is found in Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). In addition to referring to PUEBI, in writing official letters issued by official institutions, it is also required to follow the writing conventions contained in the official governance books in the institutions. This study discussed the use of Indonesian standard language in business letters in Glagah Subdistrict, Lamongan Regency, which includes the use of capital letters, bold letters, italics, basic words, abbreviations and acronyms, dots, commas and colons. The purpose of this study was to determine how the use of spelling contained in business letters in Glagah District, Lamongan Regency. The method used in this study was the documentation method, by collecting business mail data in Glagah District in June-December 2019. The data would be read first and then analyzed it based on the problem formulation in this study. The results of this study stated that the use of standard language on business letters in Glagah Subdistrict, Lamongan Regency as follows. The use of capital, bold, italic letter seems to be wrong. On the other hand, the use of basic word, abbreviation word, and acronym word seems to be right. According to Tata Naskah Dinas book, the use of writing in the letter seems to be wrong, especially in using capital, basic and abbreviation word. Keywords: the use of language, indonesian standard language, business letter.
DOMINASI PEMERINTAHAN ORDE BARU PADA NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI: PERSPEKTIF MAX WEBER FERONANDA PRASETYO, RENALDO
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Karya sastra merupakan hasil pemikiran manusia yang diciptakan sebagai cerminan realitas sosial serta meliputi seluruh aspek peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan manusia. Peristiwa tersebut memiliki dampak dalam realitas sosial sehingga mempengaruhi pola pikir manusia, seperti peristiwa pada tahun 1998 saat pemerintahan Orde Baru berkuasa di Indonesia yang penuh dengan korupsi, kolusi, dan nepoitisme. Peristiwa tersebut mengilhami Leila S. Chudori dalam membuat novel Laut Bercerita yang berisikan peristwa kelam yang dilakukan Orde Baru, peristiwa tersebut seperti penculikan para aktivis mahasiswa, pelarangan kebebasan berpendapat, penahanan dan pembunuhan oleh aparat militer bagi siapapun yang menentang kebijakan Orde Baru. Tujuan penelitian ini mengungkap bentuk tindak sosial dan dominasi pemerintahan Orde Baru pada novel Laut Bercerita. Metode yang digunakam dalam penelitian ini menggunakan pendekatan mimetik yang memandang karya sastra dari realitas sosial, sumber data dalam penelitian ini menggunakan novel Laut Bercerita dan sumber data yang kedua berasal dari non novel seperti artikel, jurnal, dan dokumen yang memiliki persamaan dengan peristiwa yang ada dalam novel. Dalam penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra perspektif Max Weber tentang tindak sosial dan dominasi sosial. Hasil dari penelitian ini ditemukannya tindak sosial dalam novel Laut Bercerita yaitu penindakan terhadap kelompok mahasiswa yang berupaya melengserkan rezim Orde Baru, penindakan tersebut berupa penangkapan oleh aparat militer yang merupakan alat pemerintahan Orde Baru. Dominasi sosial yang muncul dalam novel Laut Bercerita yaitu pembakaran dan penyitaan buku oleh aparat militer yang dianggap memiliki unsur komunisme yang merupakan ideologi terlarang di Indonesia. Pemerintahan Orde Baru juga menangkap dan membungkam pers yang memiliki unsur kritik terhadap pemerintahan Orde Baru, saat pemerintahan Orde Baru pers hanya boleh memuat keberhasilan Orde Baru dalam segi ekonomi, keamanan, dan kebudayaan. tindak sosial dan dominasi sosial memiliki persamaan dengan peristiwa yang ada di Indonesia yaitu pada saat bangsa Indonesia dipimpin Soeharto banyak melakukan penangkapan, pembunuhan, penculikan terhadap para mahasiswa yang melakukan aksi kritik terhadap pemerintahan Orde Baru serta melarang para sastrawan menulis karya-karyanya yang dianggap dapat mengusik pemerintahan Orde Baru. Kata Kunci: Tindak Sosial, Dominasi Sosial, Novel, Dokumentasi Sosial
BUDAYA LOKAL MASYARAKAT BATAK DALAM NOVEL MENOLAK AYAH KARYA ASHADI SIREGAR (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA CLYDE KLUCKHOHN) YUSLIYANTO, ANDIF
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Budaya lokal masyarakat Batak menarik untuk diteliti karena masih terjaganya adat-istiadat di daerah tersebut. Novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar dipilih sebagai sumber data karena merepresentasikan budaya lokal masyarakat Batak. Penelitian ini menggunakan kajian antropologi sastra konsep unsur kebudayaan Clyde Kluckhohn. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan unsur kebudayaan dan nilai budaya masyarakat Batak dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan mimetik, sumber data yaitu novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar, data berupa kalimat, paragraf, kutipan dan tuturan tokoh yang memuat unsur kebudayaan masyarakat batak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian meliputi unsur kebudayaan masyarakat Batak yang memuat tujuh unsur kebudayaan: (a) bahasa, terdiri atas penggunaan bahasa Batak dalam kehidupan sehari-hari, bentuk komunikasi khas masyarakat Batak, perbedaan logat masyarakat Batak, (b) sistem pengetahuan, terdiri atas pengetahuan mengenai jenis flora dan fauna, fenomena alam, dan pengobatan, (c) organisasi sosial, tersiri atas kekerabatan, marga, dan perkawinan, (d) sistem peralatan hidup dan teknologi, terdiri atas alat-alat produksi, wadah, senjata, makanan, dan rumah, (e) sistem mata pencaharian hidup, terdiri atas berburu, berladang, dan mencari ikan, (f) sitem religi, terdiri atas kepercayaan, upacara keagamaan, ilmu gaib, jiwa dan roh, (g) kesenian, terdiri atas seni rupa dan seni musik, (2) nilai budaya yang terdapat dalam unsur kebudayaan masyarakat Batak dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar yang memuat lima nilai budaya yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan, (b) hubungan manusia dengan alam, (c) hubungan manusia dengan masyarakat, (d) hubungan manusia dengan orang lain, (e) hubungan manusia dengan diri sendiri. Kata Kunci: budaya lokal, unsur kebudayaan, nilai budaya, masyarakat Batak. Abstract The local culture of the Batak people is interesting to study because there are still preserved customs in the area. The novel Rejecting Father by Ashadi Siregar was chosen as a source of data because it represented the local culture of the Batak people. This study uses the study of the literary anthropology of the cultural elements of Clyde Kluckhohn. The purpose of this research is to describe the cultural elements and cultural values ??of the Batak people in the novel Rejecting Father by Ashadi Siregar. This research is a qualitative research with a mimetic approach, the source of data is the novel Menolak Ayah by Ashadi Siregar, data in the form of sentences, paragraphs, quotations and utterances that contain elements of Batak society culture. Data collection techniques using library techniques. Data analysis techniques using content analysis techniques (content analysis). The results of the study include elements of the culture of the Batak community which contains seven elements of culture: (a) language, consisting of the use of Batak language in daily life, forms of communication typical of the Batak community, differences in the Batak dialect, (b) knowledge system, consisting of knowledge of types of flora and fauna, natural phenomena, and treatment, (c) social organization, consisting of kinship, clan, and marriage, (d) living equipment and technology systems, consisting of means of production, containers, weapons, food, and housing , (e) the livelihood system of life, consisting of hunting, farming and fishing, (f) religious systems, consisting of beliefs, religious ceremonies, occult sciences, souls and spirits, (g) arts, consisting of fine arts and arts music, (2) cultural values ??contained in the elements of Batak culture in the novel Rejecting Father by Ashadi Siregar which contains five cultural values, namely: (a) human relationship with God, (b) human relationship with nature, (c) human relations with society, (d) human relations with others, (e) human relations with oneself. Keywords: Local culture, cultural elements, cultural values, Batak society
NILAI MORAL DALAM NOVEL MERDEKA SEJAK HATI KARYA A. FUADI (KAJIAN MORALITAS JAMES RACHELS) DILIA MAHARINA, BELLA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gejolak sosial yang berkembang dalam dunia modern membuat peran moral semakin mempengaruhi masyarakat. Situasi-situati moral yang berkembang menyebabkan kesulitan moral sehingga studi tentang nilai moral seharusnya dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut novel sebagai cerminan kehidupan masyarakat digunakan sebagai sumber data penelitian tentang penerapan nilai moral. Novel Merdeka Sejak Hati menarik dikarenakan mengandung nilai moral yang mudah dipahami yaitu tentang perjuangan seorang pahlawan nasional. Nilai moral yang mendominasi dalam novel tersebut adalah nilai moral keberanian, nilai moral kemurahan hati, nilai moral kejujuran, dan nilai moral kesetiaan. Keempat nilai tersebut selaras dengan teori yang digunakan yaitu moralitas James Rachels. Penerapan nilai moral menjadi rumusan masalah yang utama dalam penelitian ini. Selanjutnya, nilai moral tersebut akan diketahui fungsinya berdasarkan data yaitu berupa dialog, kalimat, dan penggalan paragraf dalam novel dengan tujuan dapat menjadi refleksi bagi pembaca Oleh karena sumber data penelitian ini adalah karya sastra, maka pendekatan yang digunakan juga mengacu pada pendekatan penelitian sastra yaitu sosiologi sastra dengan pisau analisis moral. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu content analysis untuk mengolah data berupa teks karya sastra dan menganalisis sesuai rumusan masalah. Berdasarkan hasil analisis nilai moral dalam novel Merdeka Sejak Hati menggunakan teori moralitas James Rachels, dapat disimpulkan bahwa keempat keutamaan teori moral yaitu keberanian, kemurahan hati, kejujuran, dan kesetiaan menunjukkan kesesuaian dengan data yang ditemukan. Nilai moral keberanian menjadi nilai yang mendominasi dalam novel tersebut. Lafran sebagai tokoh utama menjadi tokoh yang menunjukkan nilai dengan jumlah paling banyak. Setiap nilai yang diperoleh dari hasil analisis data selanjutnya dianalisis menggunakan fungsi moral sehingga diketahui kegunaannya bagi tokoh dalam novel.
KEEFEKTIFAN KEBERADAAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA BIPA UNESA TAHUN AJARAN 2019/2020 NOER ARDIYANTI, WARSITA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, keterampilan berbahasa merupakan bagian terpenting bagi individu dalam mencapai tujuan. Hal itu disebabkan manusia tidak dapat lepas dari kebutuhan berkomunikasi. Sebab itulah, bahasa Indonesia mulai diminati oleh beberapa warga asing. Dalam berbahasa, perlu menguasai komponen keterampilan menulis yang di antaranya terdapat konjungsi, pola kalimat, dan lain-lain. Penelitian ini memiliki tujuan mengukur keefektifan keberadaan tutor sebaya dalam keterampilan menulis kegiatan sehari-hari mahasiswa BIPA Unesa tahun ajaran 2019/2020. Metode penelitian ini menggunakan metode campuran dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek dari penelitian ini yaitu mahasiswa BIPA Unesa dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, serta angket. Dari hasil analisis data, dapat diketahui bahwa aktivitas mahasiswa dan pengajar ketika proses pembelajaran menulis kegiatan sehari-hari bersama tutor sebaya sangat efektif serta membantu mahasiswa dalam memahami materi tersebut dengan baik. Selain itu, dapat diketahui perbedaan setelah didampingi tutor sebaya yang dapat dilihat pada hasil belajar mahasiswa ketika menulis kegiatan sehari-hari. Hasil yang diperoleh yaitu = 0,05 dan db=14, yang berarti diterima dan ditolak. Kemudian, pada hasil respons mahasiswa dapat diketahui bahwa mereka sangat menyukai pembelajaran dengan tutor sebaya ketika pembelajaran keterampilan menulis materi kegiatan sehari-hari dari rerata angket sebesar 87,5%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan tutor sebaya efektif digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis. Kata Kunci: Tutor sebaya, keterampilan menulis, kegiatan sehari-hari
PENGEMBANGAN BUKU BERJENJANG BERTAJUK CERITA KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA SMA AQUATIKA, FIBRINA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu aspek penting dalam keterampilan berbahasa. Melalui membaca seseorang dapat memperoleh berbagai informasi penting. Membaca juga digunakan sebagai sarana hiburan, dan masih banyak manfaat lainnya. Membaca sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Oleh karena itu kemampuan membaca siswa sangat dibutuhkan dalam berbagai jenis kegiatan pendidikan. Meningkatkan kemampuan membaca harus didasari oleh minat membaca yang tinggi. Menumbuhkan minat membaca dapat dimulai dengan menghadirkan bahan bacaan yang menarik dan berkualitas. Salah satu bentuk bahan bacaan yang dikaji dalam skripsi ini adalah buku berjenjang. Perjenjangan buku Non-Teks ini memiki beberapa tujuan, diantaranya, meningkatkan minat dan kemampuan membaca dengan mempertimbangkan aspek pedagogik dan psikologis. Kedua menumbuh kembangkan budaya literasi melalui buku yang bermutu serta tepat guna untuk memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan. Ketiga, menjadi acuan penyusunan daftar buku yang direkomendasikan untuk dibaca oleh pembaca sasaran. Buku berjenjang ini sangat sesuai untuk dibaca siswa karena dirancang sesuai dengan jenjang pembaca berdasarkan pedoman perjenjangan buku oleh Kemendikbud. Skripsi ini mengkaji tentang buku jenjang E, F, dan G yang dirancang agar sesuai untuk dibaca siswa SMA. Jenjang E membaca lanjut, jenjang F membaca mahir, jenjang G membaca kritis. Ketiga buku tersebut merupakan karya yang bersifat asli dari peneliti, tanpa adanya tiruan ataupun pengembangan dari karya lainnya. Adapun judul buku jenjang E adalah ?Es Kepal Minko?, jenjang F ?Cerita Tentang Kala?, jenjang G ?Jadilah Mata Air yang Jernih?. Ketiga buku tersebut dirancang bertajuk cerita kewirausahaan untuk memperkenalkan kewirausahaan melalui cerita yang menarik. Hal ini dilakukan agar siswa SMA lebih terdorong untuk mandiri dan berkreasi. Dari ketiga buku tersebut melahirkan empat rumusan masalah diantaranya, ?Bagaimana proses pengembangan buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan??, ?Bagaimana keterbacaan buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan berdasarkan grafik fry??, ?Bagaimana kualitas buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan??, dan ?Bagaimana peningkatan kemampuan baca siswa kelas X SMA Negeri 1 Waru melalui buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan??. Adapun tujuan penelitian, diantaranya, untuk mengetahui proses pengembangan buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan, untuk mengetahui keterbacaan buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan, untuk mengetahui kualitas buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaa, serta untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas X SMA Negeri 1 Waru melalui buku berjenjang bertajuk cerita kewirausahaan. Proses pengembangan disajikan melalui enam tahapan yang disediakan dalam metode penelitian R & D. Keterbacaan ketiga buku jenjang E, F, G dihitung menggunakan rumus grafik fry untuk mengetahui kesesuaian buku pada jenjang SMA. Kualitas ketiga buku jenjang diketahui melalui validasi isi, bahasa, dan grafika oleh para ahli. Peningkatan kemampuan membaca siswa dapat diketahui melalui perolehan skor tes awal dan tes akhir.
PENGEMBANGAN BUKU BERJENJANG BERTEMA INSPIRATIF UNTUK SISWA SMP SUSANTI KHOIRUN NISA, DWI
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan literasi di SMP Labschool Unesa Ketintang Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) proses pengembangan buku berjenjang bertema inspiratif, 2) keterbacaan buku berjenjang bertema inspiratif, 3) kualitas produk buku berjenjang bertema inspiratif, dan 4) kualitas penggunaan buku berjenjang bertema inspiratif yang sesuai untuk siswa SMP. Penelitian ini menggunakan teori pengembangan Borg dan Gall. Hasil penelitian ini meliputi: (1) proses pengembangan buku berjenjang menggunakan model Borg dan Gall, (2) keterbacaan buku berjenjang dengan formula keterbacaan Grafik Fry menunjukkan bahwa jenjang E sesuai digunakan untuk kelas 6, 7, dan 8. Jenjang F sesuai digunakan untuk kelas 7, 8, 9, dan 10. Jenjang G sesuai digunakan untuk kelas 8, 9, dan 10. (3) kualitas produk buku berjenjang dilihat dari penilaian dua validator ahli berdasarkan tiga aspek. Aspek isi pada buku jenjang E memiliki persentase 93%, jenjang F 97%, dan jenjang G 97%, sehingga ketiganya memiliki kualitas ?sangat layak?. Pada aspek bahasa buku jenjang E memiliki persentase 92,5%, jenjang F 91%, dan jenjang G 97,5%, sehingga ketiganya memiliki kualitas ?sangat layak?. Pada aspek grafika buku jenjang E, jenjang F, dan jenjang G memiliki persentase 87,5% sehingga tergolong memiliki kualitas ?sangat layak?. (4) kualitas penggunaan buku berjenjang berpengaruh positif. Hasil tes setelah membaca ketiga buku berjenjang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan sebelum membaca buku berjenjang bertema inspiratif. Pada jenjang E skor siswa sebesar 27, jenjang F sebesar 28,1, sedangkan untuk jenjang G sebesar 26,6. Selain itu, uji coba buku berjenjang juga menghasilkan temuan mengenai karakter siswa. Karakter siswa pada kelas 7 cenderung optimis, sedangkan karakter siswa kelas 8 cenderung pesimis. Kata Kunci: pengembangan, buku berjenjang, inspiratif. Abstract This research was conducted based on literacy problems at lab school UNESA ketintang Surabaya for junior high school students. This study is aimed to describe: 1) the process of developing inspirational tiered books books, 2) the readability of inspirational Tiered books books, 3) the quality of the inspirational Tiered books book product, and 4) the quality of the use of inspirational Tiered books books which are suitable for middle school students. This research used development model proposed by Borg and Gall. The results of this study include: (1) the process of developing a tiered book using the Borg and Gall models, (2) the readability of tiered books using the Fry Graph readability formula shows that the E level for classes 6, 7 and 8 is suitable. The F level is suitable for use in classes 7, 8, 9 and 10. Level G is suitable for classes 8, 9 and 10. (3) The quality of the tiered book product results from the evaluation of two experts based on three aspects. The content aspect in the E-level book has a percentage of 93%, the F-level is 97% and the G-level is 97%, so that all three have a "very decent" quality. In terms of language, the level E book has a percentage of 92.5%, an F level of 91% and a G level of 97.5%, so all three are of "very decent" quality. In the graphic aspect of E, F and G books, it has a percentage of 87.5%, so it is classified as "very decent". (4) The quality of the use of tiered books has a positive effect. The test results after reading the three-tier book showed a significant increase compared to before reading the inspirational tiered book. The student score was 27 on the E level, 28.1 on the F level and 26.6 on the G level. In addition, the graded book study also provided insights into the character of the student. The character of the 7th-grade tends to be optimistic, while the character of the 8th-grade tends to be pessimistic. Keywords: development, tiered books, inspiring.
PENGEMBANGAN BUKU BERJENJANG CERITA RAKYAT JAWA TIMUR UNTUK MENGENALKAN BUDAYA LOKAL SISWA SMP LARASATI SUMALI, ANNISA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemahaman budaya siswa perlu digiatkan melalui berbagai media, salah satunya penggunaan bahan bacaan yang tepat. Berdasarkan hal tersebut maka dikembangkannya buku berjenjang cerita rakyat Jawa Timur untuk mengenalkan budaya lokal siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Research and Development (R&D) Borg dan Gall yang merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Labschool Unesa Lidah Wetan, Surabaya. Hasil analisis keterbacaan pada buku berjenjang cerita rakyat Jawa Timur masuk dalam kelas 7, 8 dan 9, sehingga tepat digunakan untuk siswa SMP. Sementara itu, hasil validasi isi dan bahasa menunjukkan persentase dari jenjang E 84 % kriteria sangat layak, jenjang F 80 % kriteria layak dan jenjang G 77 % kriteria layak dan hasil validasi desain menunjukkan bahwa buku berjenjang cerita rakyat Jawa Timur masuk dalam kriteria sangat layak dengan persentase 84 % untuk jenjang E, 87 % untuk jenjang F dan 87 % untuk jenjang G. Data hasil uji coba dihitung berdasarkan rata-rata skor siswa setiap jenjangnya untuk mengetahui keefektifan produk. Keefektifan produk buku berjenjang cerita rakyat Jawa Timur masuk dalam kualifikasi sangat baik, pada Jenjang E untuk kelas 7 dengan persentase 91 %, jenjang F untuk kelas 8 dengan persentase 92 % dan jenjang G untuk kelas 9 dengan persentase 92 %. Melalui buku berjenjang cerita rakyat Jawa Timur, siswa dapat lebih dekat dengan multikultural lokal, terutama daerah Surabaya dan Kediri, sehingga dapat menunjang pemahaman siswa terhadap kearifan lokal budaya Indonesia yang memiliki ciri khas yang beragam. Kata Kunci: Pengembangan, Buku, Budaya dan Kearifan lokal. Abstract Students cultural understanding needs to be activated through various media, one of which is the use of appropriate reading material. Based on this, the development of a tiered book of folklore in East Java was introduced to introduce the local culture of middle school students. This research uses Borg and Gall Research and Development (R&D) approach which is a development research. This research was conducted at Labschool Middle School Unesa Lidah Wetan, Surabaya. The results of the readability analysis on the level books of East Java folklore are included in grades 7, 8 and 9, so that they are appropriate for junior high school students. Meanwhile, the results of content and language validation show the percentage of E level 84% the criteria are very feasible, the level of F 80% the criteria are feasible and the level of G 77% the criteria are feasible and the results of the design validation show that the level books of East Javanese folklore are included in the very feasible criteria with percentage of 84% for level E, 87% for level F and 87% for level G. The trial data is calculated based on the average score of students at each level to determine the effectiveness of the product. The effectiveness of the East Java folklore tiered book product qualifies very well, at the E Level for grade 7 with a percentage of 91%, the F level for grade 8 with a percentage of 92% and the G level for the grade 9 with a percentage of 92%. Through the tiered books of folklore in East Java, students can get closer to the local multiculturalism, especially the Surabaya and Kediri regions, so as to support students understanding of the local wisdom of Indonesian culture that has unique diverse characteristics. Keywords: Development, Books, Culture and Local Wisdom.
PENGEMBANGAN MEDIA APLIKASI ADISJATI BERBASIS ANDROID UNTUK PEMBELAJAR BIPA YANG TERINTEGRASI ANTARA BUDAYA DAN KETERAMPILAN BERBAHASA FILDA PUTRI RAHMAWATI, SITI
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program BIPA merupakan program bahasa Indonesia bagi penutur asing yang telah banyak diminati oleh mahasiswa asing. Pembelajaran BIPA tidak terlepas dengan budaya Indonesia dan keterampilan berbahasa. Dua hal ini saling terintegrasi sehingga menghasilkan suatu pembelajaran BIPA yang efektif. Jika materi yang berkaitan dengan budaya dan keterampilan berbahasa bisa tercapai dengan baik kepada mahasiswa BIPA, maka diperlukannya media, salah satunya ialah media aplikasi ADISJATI. Media ADISJATI merupakan aplikasi yang berbasis android yang dapat dioperasikan di HP atau Tablet tanpa paket data internet. Aplikasi ini dapat mengenalkan salah satu budaya Indonesia yaitu adat istiadat Jawa Timur dan dapat mengetahui tingkat kemampuan berbahasanya. Sehingga penelitian ini mendapatkan hasil bahwa media aplikasi ADISJATI berpengaruh baik terhadap pembelajaran pengenalan wawasan budaya Indonesia dan keterampilan berbahasa. Hal ini didukung dengan media yang dikembangkan dengan rancangan pengembangan model Sadiman yang terdiri dari 8 langkah dan kualitas media yang berdasarkan kepraktisan, kevalidan dan keefektifan. Kata Kunci: pengembangan, media, ADISJATI
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU TEROWONGAN (TUNNEL BOOK) UNTUK PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI TEKS NARASI PADA SISWA KELAS VII DI SMP PRATIWI, NIFIAH
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran yang ideal sepatutnya memuat proses interaksi guru dan siswa, memotivasi, menyenangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya belajar pada buku teks, lks, modul, dan sejenisnya. Media tunnel book dapat memudahkan siswa untuk mengidentifikasi jalan cerita dalam bentuk gambar yang konkret. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang (1) proses pengembangan media tunnel book untuk pembelajaran mengidentifikasi teks narasi pada siswa kelas VII di SMP dan, (2) kualitas media tunnel book yang terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan untuk pembelajaran mengidentifikasi teks narasi siswa kelas VII di SMP. Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan media oleh Sadiman dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Langkah-langkah dalam pengembangan media tunnel book terdiri atas 1) Mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa, 2) Merumuskan tujuan, 3) Merumuskan butir-butir materi, 4) Merumuskan alat pengukur keberhasilan, 5) Menulis naskah media, 6) Melakukan tes atau uji coba, 7) Melakukan Revisi, dan 8) Naskah siap diproduksi. Subjek dan data penelitian ini ialah siswa kelas VII-C di UPT SMPN 2 Gresik. Berdasarkan hasil penelitian, kevalidan media tunnel book memperoleh kriteria ?Sangat Layak? dengan persentase 90%. Kepraktisan media tunnel book diperoleh melalui angket respons siswa dengan persentase 88,17% dengan kategori ?Sangat Praktis?. Keefektifan media diperoleh melalui tes hasil belajar siswa, hasil pengamatan guru dan siswa yang dikategorikan ?Sangat Baik?. Hasil belajar siswa menunjukkan rata-rata 86,53, aktivitas guru menunjukkan persentase 90,52% dan aktivitas siswa menunjukkan persentase 90,90%. Berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media, kualitas media tunnel book dapat dikategorikan ?Sangat Berkualitas? dengan persentase 88,84%. Media buku terowongan (tunnel book) memenuhi kriteria untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: pengembangan, media tunnel book, teks narasi

Page 2 of 37 | Total Record : 369