cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA AKSI RODA BERPUTAR (SI ROTAR) UNTUK PEMBELAJARAN TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMA LUTFAH AMALIA, ZUYYINA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media pembelajaran merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran siswa akan lebih senang dan tidak merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses Pengembangan Media Aksi Roda Berputar (Si Rotar) Untuk Pembelajaran Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA. Selain itu, bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas proses Pengembangan Media Aksi Roda Berputar (Si Rotar) Untuk Pembelajaran Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA. Penelitian dan pengembangan dalam pendidikan berawal dari adanya kebutuhan permasalahan yang membutuhan jalan keluar. Dengan menggunakan produk maka masalah akan teratasi. Pengembangan produk dalam penelitian ini berbentuk media pembelajaran dengan menggunakan tahapan-tahapan menurut Sadiman. Sumber data dalam penelitian adalah peneliti, sumber data dalam kevalidan adalah validator, sumber data dalam kepraktisan dan keefektifan adalah guru dan siswa. Data penelitian diperoleh dari infromasi proses pengembangan media yang dianalisis sesuai dengan tahap perkembangan, informasi kualitas media dari validator, infromasi kepraktisan yang diperoleh dari angket respons siswa, informasi keefektifan yang diperoleh dari lembar observasi aktivitas siswa dan guru serta nilai tes hasil belajar. Teknik dalam pengumpulan data terdapat empat teknik yakni, angket, validasi, observasi, dan tes. Pada penelitian pengembangan media diperlukan instrumen penelitian yakni, lembar angket, lembar validasi, lembar observasi, dan soal tes. Berdasarkan teknik pengumpulan data dilakukan penganalisisan data yakni, angket untuk mengetahui kebutuhan siswa, validasi untuk mengtahui hasil kualitas media, observasi untuk mengtahui respons guru dan siswa saat menggunakan media pembelajaran, dan tes untuk mengukur kemampuan siswa. Penelitian Pengembangan Media Aksi Roda Berputar (Si Rotar) menunjukkan bahwa penelitian berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur tahapan pengembangan Sadiman. Sebelum melaksanakan penelitian, perlu bagi peneliti mengatahui kebutuhan siswa dengan menyebarkan angket. Menurut hasil angket kebutuhan siswa dan validasi media menyatakan bahwa pengembangan media Aksi Roda Berputar (Si Rotar) layak untuk digunakan pembelajaran materi teks negosiasi. Media ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat digunakan secara berkala karena hasil yang dapat diperoleh dari kualitas media yang terdiri dari kevalidan media, kepraktisan media, dan keefektifan media mencapai hasil yang baik. Kevalidan media dapat diketahui oleh dua validator yakni, validator ahli media, dan validator materi dan bahasa yang telah menilai bahwa media yang diproduksi oleh peneliti merupakan kategori ?sangat layak? untuk pembelajaran materi teks negosiasi karena aspek kelayakan media dan isi jika dirata-rata mencapai 88%. Kepraktisan media Aksi Roda Berputar (Si Rotar) dapat diketahui dari angket respons siswa yang dibagikan setelah proses pembelajaran menggunakan media Aksi Roda Berputar (Si Rotar). Dari perhitungan hasil akhir nilai angket respons siswa dapat dikategorikan ?Sangat Kuat? karena hasil akhir perhitungan mencapai 86% yang berarti siswa senang dengan cara belajar sambil bermain dengan menggunakan media Aksi Roda Berputar (Si Rotar). Keefektifan media dapat diketahui dari Hasil akhir belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran Aksi Roda Berputar (Si Rotar), dapat dikategorikan ?Sangat Baik? karena perhitungan mencapai 100% yang berarti seluruh nilai siswa tidak ada yang dibawah KKM. Kata Kunci: Pengembangan, Media Si Rotar, Teks Negosiasi
PENGEMBANGAN MEDIA SCRAPBOOK (ALBUM KOLASE) UNTUK PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI TEKS FABEL PESERTA DIDIK KELAS VII RIHBI RIZQIYANA, WILDA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurangnya pemanfaatan media pembelajaran membuat kemampuan peserta didik dalam pembelajaran teks fabel belum mencapai KKM. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan media scrapbook untuk pembelajaran mengidentifikasi teks fabel, (2) mendeskripsikan kualitas media scrapbook untuk pembelajaran mengidentifikasi teks fabel yang terdiri atas mendeskripsikan kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada penelitian pengembangan Sadiman, yakni (1) identifikasi kebutuhan, (2) perumusan tujuan, (3) perumusan butir-butir materi, (4) perumusan alat pengukur keberhasilan, (5) penulisan naskah media, (6) tes/ uji coba, (7) revisi, dan (8) naskah siap produksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni angket, validasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pengembangan media scrapbook sesuai dengan tahap pengembangan sadiman. Hasil angket kebutuhan, 78% peserta didik membutuhkan pembelajaran mengidentifikasi teks fabel menggunakan media scrapbook, (2) kualitas media scrapbook terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil validasi media scrapbook memiliki persentase 97% dengan kategori ?sangat layak?. Media yang sudah divalidasi diproduksi secara massal dan dapat digunakan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Kepraktisan media scrapbook berdasarkan angket respon peserta didik memiliki persentase 93% dengan kategori ?sangat praktis?. Keefektifan media scrapbook dapat diketahui melalui hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata 86.22. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik dan aktivitas pendidik menunjukkan persentase 94%. Hal ini dapat dikategorikan keefektifan media scrapbook ?sangat baik?. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media scrapbook memenuhi kriteria untuk digunakan dalam proses pembelajaran mengidentifikasi teks fabel. Kata Kunci: pengembangan media, scrapbook, teks fabel. Abstract The lack of learning media usage students? ability in learning fable have not yet reached the Minimum Criteria of Mastery Learning. The purposes of this research are (1) to describe the process of scrapbook media development for fable identification learning, (2) to describe the quality of scrapbook for fable identification learning i.e. validity, practicality, and effectiveness. This research type is development research with quantitative descriptive research methods. This development research is referring to Sadiman?s development research, i.e. (1) identification of needs, (2) formulation of purpose, (3) formulation of material items, (4) formulation of measuring success, (5) process of media scripts writing, (6) try out, (7) revision, and (8) manuscript ready for production. The data collection techniques of this research are questionnaire, validation, observation, and test. The results showed that (1) the process of developing scrapbook media according to 8 steps of Sadiman?s development. According to the questionnaire, 78% students need fable identification learning using scrapbook media, (2) quality of scrapbook i.e. validity, practicality, and effectiveness. The results of scrapbook media validation have a percentage of 97% with ?very feasible? category. The media that has been validated are mass produced and can be used by students in learning and teaching process. The practicality of scrapbook media based on the students? questionnaire has a percentage of 93% with ?very practical? category. Effectiveness of scrapbook media can be known through students? learning outcome with an average score of 86.22. The observation result of student?s activities has a percentage of 94% so is the teacher?s result. This can be categorized that the effectiveness of scrapbook media is ?very good?. Therefore, the conclusion is scrapbook media meet the criteria to be used in the fable identification learning process. Keywords: media development, scrapbook, fable.
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU PINTAR BERBASIS REALITAS TERTAMBAH UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X SMA/MA NIKMATUS SOFIYAH, ERFIN
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media pembelajaran merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran maka siswa akan lebih tertarik. Maka dalam meningkatkan kualitas belajar siswa, media kartu pintar berbasis realitas tertambah dapat digunakan sebagai alat bantu belajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan media kartu pintar berbasis realitas tertambah untuk pembelajaran menulis puisi siswa kelas X SMA/MA dan (2) mendeskripsikan kualitas media kartu pintar berbasis realitas tertambah untuk pembelajaran menulis puisi yang terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada penelitian pengembangan dengan menggunakan tahapan-tahapan menurut Sadiman. Sumber data dalam proses pengembangan media kartu pintar berbasis realitas tertambah yakni peneliti melalui analisis setiap tahapannya sedangkan sumber data pada kualitas media terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Sumber data pada (1) kevalidan media yakni validator yang terdiri atas validator ahli media dan validator ahli materi sedangkan sumber data untuk menilai (2) kepraktisan dan (3) keefektifan yakni guru dan siswa SMA Negeri 12 Surabaya. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan angket, validasi, observasi, dan tes. Pada penelitian pengembangan media diperlukan instrumen penelitian yakni lembar angket, lembar validasi, lembar observasi, dan soal tes. Berdasarkan teknik pengumpulan data dilakukan penganalisisan data yaitu angket untuk mengetahui kebutuhan siswa, validasi untuk mengetahui hasil kualitas media, observasi untuk mengetahui respons guru dan siswa saat menggunakan media pembelajaran, dan tes untuk mengukur kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil angket kebutuhan siswa mempunyai persentase sebesar 78%. Kevalidan media berdasarkan ahli media dan ahli materi mempunyai persentase sebesar 91% yakni memiliki kriteria sangat layak. Kepraktisan media mempunyai persentase sebesar 83% yaitu memiliki kriteria sangat baik. Keefektifan media mempunyai persentase sebesar 100% yakni siswa mendapatkan nilai diatas KKM, dan persentase sebesar 0% yakni siswa mendapatkan nilai dibawah KKM, maka memiliki kriteria sangat baik. Hasil pengamatan aktivitas siswa mempunyai persentase sebesar 97%. Sedangkan hasil pengamatan aktivitas guru mempunyai persentase sebesar 96% dengaan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Pengembangan, Media Kartu Pintar Berbasis Realitas Tertambah, Teks Puisi
PENGEMBANGAN MEDIA BOLA GAMBAR PUIYIS (BOMBASTIS) UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS PUISI KELAS X ANDRI FATMAWATI, EMALIA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan proses pengembangan media Bombastis dan (2) mendeskripsikan kualitas media Bombastis berupa kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Sadiman, dkk dengan 8 tahapan pengembangan media. Pengembangan media yang dikemukakan Sadiman dkk, sangat sesuai dan cocok untuk penelitian pengembangan media Bombastis. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang menghasilkan produk berupa media pembelajaran. Proses pengembangan media Bombastis dilakukan dengan mengikuti 8 tahapan yang dikemukakan oleh Sadiman. Sumber data penelitian ini yaitu siswa kelas X IPS 1 SMAN 12 Surabaya, validator media, materi, dan bahasa, serta pengamat, sedangkan teknik pengumpulan data berupa angket, validasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang proses pengembangan media Bombastis dan mendeskripsikan tentang kualitas media Bombastis. Hasil proses pengembangan media Bombastis berupa angket kebutuhan siswa dan validasi media. Hasil dari angket kebutuhan siswa memperoleh dua jawaban yaitu 74% untuk perolehan jawaban ?Ya? dan jawaban ?Tidak? memperoleh persentase 25%, sedangkan hasil penilaian dari validator media, materi, dan bahasa mencapai 93%. Berdasarkan kedua penilaian tersebut, proses pengembangan media layak untuk digunakan pada pembelajaran menulis puisi. Sementara itu, hasil dari kualitas media Bombastis diperoleh dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media. Ketiga penilaian tersebut memiliki capaian hasil yang baik berupa angket respon siswa yang mencapai 86% dari segi kepraktisan, sedangkan segi keefektifan mempunyai tiga kriteria penilaian yaitu hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru, dan lembar pengamatan aktivitas siswa. Hasil belajar siswa menperoleh persentase sebanyak 87,47%, lembar pengamatan aktivitas guru memperoleh persentase sebanyak 90%, dan lembar pengamatan aktivitas siswa memperoleh persentase sebanyak 84%. Dalam hal ini, media Bombastis merupakan media yang efektif untuk membantu meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya menulis puisi. Media Bombastis juga menjadi media yang layak digunakan secara berkala. Kata Kunci: penelitian pengembangan, media Bombastis, menulis puisi. AbstractThe purpose of this research is (1) to describe about the process of Bombastis development and (2) to describe the quality of Bombastis which is about validity, practicality, and effectivity. This research use development research method proposed by Sadiman and Co with 8 steps media development. This media development presented by Sadiman and Co, is very compatible and suitable for research development of Bombastis media. This research also use descriptive qualitative research method. Development research produce a product, which is media for learning. The process of media development carried out by following 8 step from Sadiman. The source of this research is student of X grade SMAN 12 Surabaya, media validator, material, and language, and also observer, whereas data are collected by questionnaire, validation, observation, and test.The result of this research is describing about process media development of Bombastis and describing about the quality of the media. The result of media development process of Bombastis is student needs questionnaire and media validation. The result of the student needs questionnaire gained two answer that is 74% for the ?Yes? answer and ?No? answer gained a percentage of 25%, whereas the result of assessment and media validators, material, and language reach 93%. Based on both assessment, media development process are proper to use in writing poetry lesson. Meanwhile, result of media quality of Bombastis were obtained from the validity, practicality and effectivity of media. Those three assessment have a good result in the form of student responses questionnaire which reached 86% in aspect of practically, while the effectiveness aspect has three assessment criteria that is student learning of outcomes, observation sheets of teacher activities, and observation sheets of student activities. Student learning outcomes get a percentage of 87,47%, observation sheets of teacher activities get a percentage of 90%, and observation sheets of student activities get a percentage of 84%. In the case, Bombastis media is a media that can help student to increase learning outcomes, especially writing poetry. Bombastis media also becomes a media that is suitable for periodic use.Keywords: development research, Bombastis media, writing poetry.
PENGEMBANGAN MEDIA GAMBAR BERSERI BUKU TIMBUL (POP-UP BOOK) UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS XI SULISTIOWATI, HERA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengembangan media gambar berseri pop-up book, serta mendeskripsikan hasil kulitas gambar berseri pop-up book seperti kevalidan gambar, kepraktisan dan keefektifan media untuk pembelajaran menulis naskah drama siswa kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Ponorogo. Selanjutnya, pengambilan data dilakukan menggunakan model pengembangan Sadiman yakni (1) Identifikasi kebutuhan, (2) Perumusan tujuan, (3) Perumusan butir-butir materi, (4) Perumusan alat-alat pengukur keberhasilan, (5) Pengambaran tema drama (praproduksi, dan pascaproduksi), (6) Validasi, (7) Revisi, (8) Naskah siap produksi. Adapun hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa media pop-up book dinilai sangat baik oleh ahli validator baik dari segi materi, media, dan bahasa dengan persentase 95%. Sedangkan keefektifan media, berdasarkan hasil belajar siswa, dan aktivitas guru dengan kategori sangat baik. Hasil belajar siswa menunjukkan rata-rata 84,4. Aktivitas siswa menunjukkan persentase 93% dan aktivitas guru sebanyak 96%. Hasil tersebut juga sebanding dengan hasil kepraktisan pengembangan media pop-up book berdasarkan angket respon siswa dikategorikan sangat memenuhi dengan persentase 84%. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pop-Up Book, Teks DramaAbstractThe aim of this study is to describe the development of pop-up book serial picture media and describe the result quality of pop-up book serial picture media such as validity, practicality, and effectiveness of media for teaching and learning process in writing drama script for the students of XI SMA. This study used quantitative research method with the students of XI IPS 2 SMA N 3 Ponorogo as the subject of the study. Furthermore, the data collection was collected using Sadiman?s development research in terms of (1) Need analysis, (2) Objective formulation, (3) Material points formulation, (4) Measuring instrument formulation, (5) Description of drama theme (pre-production, production, post-production), (6)Validation, (7) Revision, (8) Final Manuscript. Therefore, the result of the study stated that pop-up book media was rated very well by validator expert with the presentation 95%. The students learning outcomes showed average of 84, 4. Students? activity showed the percentage of 93% and teachers? activity was 96%. That result was quite comparable with the practicality of pop-up media development based on students? questionnaire which is categorized very conformable with the percentage of 84%.Kata Kunci: Development, Pop-up Book Media, Drama Script
SLANG PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @AWRECEH.ID , HAMIDA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media sosial Instagram merupakan aplikasi yang digunakan untuk membagikan foto dan video oleh pengguna juga dapat digunakan untuk mengambil foto atau video dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk jejaring sosial Instagram itu sendiri. Penelitian ini merujuk pada caption unggahan akun media sosial Instagram @awreceh.id. Bahasa yang digunakan dalam akun @awreceh.id pun menunjukkan bahwa bahasa tersebut hanya digunakan dalam kurun waktu tertentu. Dalam sosiolinguistik, fenomena kebahasaan pada media sosial Instagram dapat dikatakan sebagai variasi bahasa slang. Bahasa slang merupakan suatu bahasa yang diciptakan oleh suatu kelompok masyarakat tertentu yang digunakan dalam proses berkomunikasi sehari-hari yang maknanya hanya diketahui oleh kelompok tersebut. Penelitian ini difokuskan pada empat rumusan masalah, yaitu bentuk slang, makna slang, jenis slang, dan fungsi slang pada caption akun Instagram @awreceh.id. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu caption pada akun Instagram @awreceh.id yang mengandung slang berbentuk kata. Data ini diklasifikasi berdasarkan bentuk, makna, jenis, dan fungsinya sesuai dengan rumusan masalah. Penelitian ini menemukan slang berupa bentuk kata dasar, kata turunan, kata ulang, akronim, dan singkatan. Makna yang terdapat pada sumber data yaitu makna denotatif dan makna konotatif. Jenis kata slang yang terdapat pada caption akun Instagram @awreceh.id ditemukan jenis nomina, verba, adjektiva, advebia, pronomina, partikel, dan numeralia. Selain itu, slang tersebut memiliki fungsi representasional, fungsi regulasi, fungsi interaksional, fungsi personal, dan fungsi imajinatif.
SKIZOFRENIA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CHEMISTRY KARYA AKHMAD SEKHU: PERSPEKTIF PSIKOLOGI ABNORMAL BURHANUDDIN, AHMAD
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel merupakan jendela jiwa yang mengangkat banyak fenomena yang berkaitan dengan psikologi. Salah satu novel terbaru yang mengangkat tentang kejiwaan adalah novel Chemistry karya Akhmad Sekhu. Novel ini dipilih karena banyak mengandung unsur skizofrenia yang dialami tokoh utama. Penelitian ini mengkaji tokoh utama dalam novel yang mengalami psikologi abnormal yaitu skizofrenia. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini. Permasalahan tersebut antara lain latar belakang skizofrenia dan simtom skizofrenia yang dialami tokoh utama sebelum dan pasca perawatan. Penelitian berjenis kualitatif ini menggunakan pendekatan psikologi sastra yang berfokus pada karya sastra yaitu novel. Data berupa tingkah laku, pikiran, narasi, dan dialog yang berwujud paparan bahasa berupa kalimat-kalimat yang berkaitan dengan skizofrenia akan dikutip dari sumber data yaitu novel Chemistry. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan sedangkan teknik analisis data menggunakan analisi isi. Setelah dianalisis didapatkan hasil bahwa latar belakang tokoh utama mengalami skizofrenia adalah kerentanan terhadap stres dan skizofrenia semakin berkembang dikarenakan peristiwa traumatik insiden ladang tebu. Simtom yang dialami tokoh utama sebelum perawatan adalah simtom positif dan simtom disorganisasi. Namun setelah dilakukan perawatan di Rumah Sakit Jiwa Padamari, skizofrenia tokoh utama berkurang dengan tidak ditemukannya simtom disorganisasi.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BAHASA INDONESIA KELAS X SEMESTER GASAL BERBASIS PENDEKATAN PSYCHOWRITING SMAN 13 SURABAYA ILMA, ANNISA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah selama pembelajaran. LKS juga digunakan sebagai penunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, tujuan pembelajaran yang dicapai adalah menyusun (menulis maupun menulis ulang) sebuah teks. Pendekatan yang digunakan dalam mengembangkan LKS Bahasa Indonesia dalam penelitian ini adalah psychowriting (psikologi menulis). Psychowriting merupakan suatu pendekatan yang mengaitkan kemampuan menulis dengan psikologi siswa melalui perlakuan khusus yang berbeda pada tiap kepribadian. Tujuan penelitian ini adalah memeroleh deskripsi tentang (1) proses pengembangan LKS Bahasa Indonesia Kelas X Semester Gasal Berbasis Psychowriting dan (2) kualitas LKS Bahasa Indonesia Kelas X Semester Gasal Berbasis Psychowriting berdasarkan aspek kevalidan, aspek keefektifan dan aspek kepraktisan. Metode penelitian ini adalah model pengembangan 4D Thiagarajan. Tahapan yang  telah dilakukan dalam penelitian ini meliputi pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, teknik angket dan teknik tes. Teknik observasi dan teknik angket untuk memeroleh data kevalidan dan kepraktisan LKS, dan teknik tes untuk memeroleh keefektifan LKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS Bahasa Indonesia Kelas X Semester Gasal Berbasis Psychowriting memeroleh aspek kevalidan dari kelayakan isi 87,5%; kelayakan bahasa 90%; kelayakan penyajian 92,8%; dan kelayakan kegrafikaan 85,5%; aspek kepraktisan memeroleh hasil 92,5%; sedangkan untuk aspek keefekifan diperoleh rerata hasil belajar siswa 85. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LKS Bahasa Indonesia Kelas X Semester Gasal Berbasis Psychowriting sangat berkualitas. Kata Kunci: LKS, psychowriting, Kurikulum 2013, Pengembangan 4D
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO SLIDEBERBASIS AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 21 SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ISNAENI AL ALIYAH, ORINA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia terdapat empat macam keterampilan berbahasa, salah satunya adalah keterampilan menulis. Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek yang terdapat pada Kompetensi Inti 4 (keterampilan) dalam kurikulum 2013 yang pada penerapannya mengedepankan materi yang berbasis teks. Salah satu teks yang ada dalam kurikulum 2013 adalah teks prosedur. Teks prosedur merupakan salah satu materi yang hasil pembelajarannya kurang memenuhi standar ketuntasan hasil belajar. Selain itu, teks prosedur membutuhkan ketepatan dalam menentukan langkah-langkah, yang membuatnya tidak boleh salah penempatan. Siswa kelas VII SMP Negeri 21 Surabaya mengaku bahwa pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pembelajaran yang menyenangkan, tetapi media yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia hanya mengandalkan buku teks, sehingga siswa berharap adanya variasi dalam belajar. Kehadiran media pembelajaran dapat menciptakan variasi belajar sekaligus suasana belajar yang menyenangkan. Salah satu media pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran menyusun teks prosedur adalah video slide. Media video slide berbentuk sebuah video praktik yang dilengkapi dengan efek slide yang muncul disela-sela tayangan sehingga memberikan visualisasi lebih menarik. Jadi melalui ketertarikan siswa terhadap media video slide yang disajikan, tujuan pembelajaran untuk menyusun teks prosedur tercapai dengan hasil belajar yang baik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan dan kualitas media pembelajaran dari segi kevalidan, keefektifan, serta kepraktisan. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, maka disusun dua rumusan masalah yakni, bagaimana proses pengembangan media video slide dan bagaimana kualitas media video slide dari segi kevalidan, keefektifan, serta kepraktisan untuk pembelajaran menulis teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 21 Surabaya Tahun Pelajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model Sadiman dan model Sugiyono yang berorientasi untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pengembangan media video slide “sangat baik” dalam hal proses pengembangan maupun kualitas media dari segi kevalidan, keefektifan, maupun kepraktisan. Kevalidan media video slide didukung dengan hasil validasi oleh empat validator ahli yang menunjukkan persentase rata-rata 97% dengan kriteria “sangat baik”. Keefektifan media video slide menunjukkan hasil “sangat efektif” didukung dengan hasil pengamatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar. Pengamatan aktivitas guru menunjukkan hasil 85%, sedangkan pengamatan aktivitas siswa menunjukkan hasil 82%. Adapun hasil belajar setelah menggunakan media video slide menunjukkan rata-rata 84,6. Selanjutnya dalam hal kepraktisan media didukung oleh respon siswa terhadap media video slide yangmenunjukkan hasil 2,73 sehingga media video slide “memenuhi” kriteria penyajian media pembelajaran.   Kata kunci:Video Slide, Prosedur, Media Pembelajaran, Pengembangan
NOVEL MAYSURI KARYA NADJIB KARTAPATI Z. (KAJIAN MORALITAS FRANZ MAGNIS SUSENO) AINI, NURUL
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bidang sastra, kepedulian terhadap etika dan moral ditunjukkan oleh para sastrawan melalui karya-karyanya. Pengarang melihat kadaan moral bangsa yang semakin memudar dengan adanya peradaban zaman. Keadaan tersebut membuat pengarang sadar akan pentingnya pendidikan moral. Atas dasar hal tersebut pengarang berusaha membenahi etika dan moral masyarakat saat ini. Melalui karya sastra pengarang membuat pendidikan moral lebih mudah untuk dipelajari dan dipahami. Novel Maysuri merupakan satu di antara novel yang mengangkat pentingnya moral dalam kehidupan bermasyarakat. Pengarang mengaplikasikan pendidikan etika dan moral tersebut lewat tindakan-tindakan dan perkataan tokoh-tokoh dalam novel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) moralitas berdasarkan prinsip sikap baik, (2) moralitas berdasarkan prinsip keadilan, (3) moralitas berdasarkan prinsip hormat terhadap diri sendiri dalam novel Maysuri karya Nadjib Kartapati Z. dengan teori moralitas Franz Magnis Suseno. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan kalimat, kutipan paragraf, dan kutipan dialog yang terdapat pada sumber data yakni novel Maysuri karya Nadjib Kartapati Z. Teknik pengumpulan data meliputi pembacaan novel dari awal hingga akhir secara berulang-ulang, melakukan pemilihan dan pemilahan data dengan cara menandai data-data yang ditemukan dalam sumber data berdasarkan rumusan masalah penelitian menggunakan kertas stiker warna-warni, mencatat data-data yang sudah ditandai berdasarkan rumusan masalah, kemudian memasukkan ke dalam tabel klasifikasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis novel adalah teori moral. Moral  ialah sebuah tindakan yang mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia (Suseno, 2016:19). Penelitian ini menjelaskan tentang moralitas yang diwujudkan pengarang melalui tindakan dan perkataan tokoh dalam novel. Hal tersebut berdasar pada simpulan sebagai berikut: (1) moralitas berdasarkan prinsip sikap baik diaplikasikan oleh tokoh Maysuri, Buroqi, Fandi, Asruni, Suryani, Bi Amah, dan Suryani (2) moralitas berdasarkan prinsip keadilan diaplikasikan oleh tokoh Pak Syam dan Buroqi, (3) moralitas berdasrkan prinsip hormat terhadap diri sendiri diaplikasikan oleh tokoh, Maysuri, Pak Syam, Buroqi, dan Suryani. Kata kunci: Moral, Maysuri, Moralitas Franz Magnis Suseno

Page 3 of 37 | Total Record : 369