cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
STRUKTUR, FUNGSI, DAN NILAI NASKAH SULUK ABDUR ROHIM AL NGAWI (KAJIAN FILOLOGI) SHOFYAN HADI, AHMAD
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah kuno merupakan peninggalan masa lampau yang berbentuk tulisan. Naskah kuno sudah berusia yang sangat tua sehingga perlu pemeliharaan dan pelestarian. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menyelamatkan naskah-naskah tersebut dari kehancuran. Salah satu bentuk dari pelestarian dari naskah kuno adalah melakukan penelitian terhadap naskah kuna tersebut. Naskah yang menjadi objek penelitian, yakni naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi. Penelitian terhadap naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi dinilai penting agar ajaran yang ada di dalamnya dapat terungkap.Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini menelaah (a) bagaimanakah struktur naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi?, (b) bagaimanakah fungsi naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi?, dan (c) bagaimanakah nilai naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi?. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan struktur, fungsi dan nilai yang ada dalam naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi. Sedangkan Data penelitian ini adalah kata-kata yang merupakan struktur, fungsi dan nilai naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, pertama, struktur Suluk Abdur Rohim Al Ngawi digubah dalam bentuk tembang macapat, terdiri atas 5 pupuh, yakni pupuh Asmaradana terdiri dari 9 bait, pupuh Dhandhanggula terdiriri dari 28 bait, pupuh Pangkur terdiri dari 9 bait, pupuh Mijil terdiri dari 8 bait dan pupuh Sinom terdiri dari 33 bait. . Dalam Suluk Abdur Rohim Al Ngawi terdapat penyimpangan kaidah dari yang seharusnya yaitu pada Dhandhanggula (penyimpangan guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu,) Sinom (penyimpangan guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu), Pangkur (penyimpangan guru wilangan dan guru lagu), asmaradana (penyimpangan guru wilangan) , dan mijil (penyimpangan guru wilangan). Kedua, fungsi naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi ialah: (1) sebagai alat pengubah karakter manusia melalui pengamalan ibadah syariat, (2) sebagai media pengajaran norma, dan (3) sebagai media pendidikan akhlak. Ketiga, nilai nilai-nilai yang terdapat dalam teks Suluk Abdur Rohim Al Ngawi di antaranya ialah; (1) nilai manusia sebagai individu, (2) nilai manusia sebagai mkahluk sosial, dan (3) nilai manusia sebagai makhluk Tuhan.
MITOS-MITOS DI KECAMATAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK JAWA TIMUR: ANALISIS STRUKTUR, FUNGSI, NILAI BUDAYA, DAN PENGARUH INDRAWATI, CINDY
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjunganom merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Daerah ini memiliki kekayaan budaya salah satu di antaranya adalah sastra lisan. Usaha melestarikan daerah ini penting karena sastra lisan tersimpan dalam ingatan orang tua atau sesepuh-sesepuh yang jumlahnya makin berkurang. Selain agar budaya yang ada di masyarakat tetap terjaga dengan baik seiring perekembangan zaman, sastra lisan dapat berfungsi sebagai identitas kebangsaan suatu daerah. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan (1) struktur mitos-mitos yang ada di Kecamatan Tanjonganom, (2) fungsi mitos-mitos yang ada di Kecamatan Tanjunganom, (3) nilai budaya legenda mitos-mitos yang ada di Kecamatan Tanjunganom, (4) pengaruh mitos-mitos yang ada di Kecamatan Tanjunganom. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif yang menekankan pada proses. Sumber data dalam penelitian ini berupa penutur cerita lisan mitos-mitos di Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Data dalam penelitian ini adalah wawancara dengan informan mengenai cerita mitos-mitos berupa prosa rakyat, mitos, dan hiburan rakyat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, perekaman, wawancara, dokumentasi dan pencatatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisis data penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah mengetahui struktur, nilai budaya, fungsi, dan pengaruh mitos di Kecamatan Tanjunganom. Pertama Struktur dari 4 tataran struktur mitos yaitu tataran geografis meliputi bumi, fisik, iklim dan penduduk serta hasli yang diperoleh dari bumi mulai era kerajaan Mataram dan massa penjajahan Belanda dan terbentuknya Tanjunganom oleh tokoh-tokoh sakti yang berperan pada masa itu. Fungsi salah satu fungsi mitos yang muncul yaitu sebagai alat pendidikan; jangan mudah terprofokasi oleh hal-hal yang tidak menguntungkan, jika dipercaya jangan ingkar, saling tolong-menolong dengan sesama. Adapun nilai-nilai budaya salah satu di antaranya nilai kepahlawanan ditonjolkan pada tokoh Ki Ageng Kerto dan Keniten yang banyak mengajarkan ilmunya kepada muridnya, tokoh Seconegoro yang memiliki jiwa kesatria membantu menangkap pencuri. Adapun pengaruh yang ada pada Mitos-Mitos di Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk salah satu di antaranya, pengaruh yang timbul pada masyarakat kepercayaan berdo?a di makam orang sakti akan mendatangkan berkah, percaya kepada suatau tradisi yan dianggap mampu menghilangkan ilmu hitam, keyakinan terhadap benda peninggalan. Kata Kunci: Sastra lisan, struktur, fungsi, nilai budaya, dan pengaruh
MITOS TERBENTUKNYA DESA REJOAGUNG KECAMATAN NGORO KABUPATEN JOMBANG (KAJIAN STRUKTUR, FUNGSI, DAN PENGARUH) JANNAH, MIFTAHUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang merupakan daerah yang masih mempertahankan sastra lisan secara turun temurun yaitu mitos terbentuknya desa Rejoagung. Hal ini menjadi kebiasaan atau adat dalam melestarikan kebudayaan di desa Rejoagung, salah satunya yaitu mitos yang sampai sekarang dipercaya oleh penduduk Rejoagung yaitu mitos makam mbah Sanggrok, makam bata putih, peninggalan Trunojoyo, waduk Ngepeh, dusun Payak Mundil, dan dusun Ngrembang. Desa ini dipilih karena sampai saat ini belum pernah diteliti dan sebagai dokumentasi karena suatu saat mitos bisa hilang. Mitos dalam desa ini unik, karena ada delapan dusun yang masing-masing memiliki mitos terbentuknya dusun dengan satu tokoh yang sama yaitu Trunojoyo. Orang yang percaya adanya mitos, mitos itu bisa punah sehingga perlu dilestarikan agar mitos tidak hilang. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan tentang (1) struktur cerita mitos terbentuknya Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, (2) fungsi mitos terbentuknya Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, dan (3) pengaruh mitos terbentuknya Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga pendekatannya menghasilkan kata-kata tertentu dari penceritaan lisan yang ditranskrip. Penelitian ini diusahakan agar memberikan suatu uraian yang deskriptif mengenai kolektivitas dengan syarat bahwa data harus terjamin kebenarannya, dan dalam penelitian ini menggunakan teori Levi Strauss untuk menganalisis struktur mitos terbentuknya desa Rejoagung. Teori fungsi Willam R. Bascom untuk menganalisis fungsi mitos terbentuknya desa Rejoagung, dan pengaruh dari hasil mengutip buku Haris Supratno untuk menganalisis pengaruh mitos terbentuknya desa Rejoagung. Hasil penelitian ini diperoleh dari data-data dan analisis cerita Mitos Terbentuknya Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, dari segi teori struktur Levi Strauss terdapat empat tataran, yakni tataran geografis, tataran ekonomi, dan tataran kosmologis. Dari segi fungsi William R. Bascom terdapat empat fungsi yaitu (1) sebagai sebuah bentuk hiburan, (2) sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, (3) sebagai alat pendidikan anak-anak, (4) sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya, dan dari segi pengaruh yang pertama, watak yang timbul pada masyarakat; kedua, mengenai kepercayaan hal-hal ghaib; dan ketiga, pengaruh perbuatan. Kata Kunci : mitos, struktur, fungsi, pengaruh ABSTRACT Rejoagung Village, Ngoro District, Jombang Regency is an area that still maintains oral literature from generation to generation, namely the myth of the formation of the village of Rejoagung. This is a custom preserving culture in the village of Rejoagung, one of which is the myth that until now has been trusted by the residents of Rejoagung, namely the myth of the mbah Sanggrok?s tomb, the white brick tomb, the remains of Trunojoyo, the Ngepeh reservoir, Payak Mundil hamlet, and Ngrembang hamlet. This village was chosen because until now it had never been studied and documented because one day a myth could disappear. The myth in this village is unique, because there are eight hamlets, each of village has a myth of the formation of a hamlet with the same character, Trunojoyo. People who believe in a myth, the myth can become extinct so it needs to be preserved so that the myth does not disappear. This study aims to find and describe about (1) the structure of the mythical story of the formation of Rejoagung Village, Ngoro District, Jombang Regency, (2) the function of the myth formation of Rejoagung Village, Ngoro District, Jombang Regency, and (3) the influence of the myths of Rejoagung Village, Ngoro District, Jombang Regency. This study uses a qualitative descriptive method so that the approach produces certain words from oral narratives transcribed. This research is endeavored to provide a descriptive description of collectivity on the condition that the data must be verified, and in this study uses Levi Strausss theory to analyze the structure of myths formed by the village of Rejoagung. The function theory of Willam R. Bascom to analyze the function of the myth of the formation of the village of Rejoagung, and the effect of the results of quoting the book Haris Supratno to analyze the influence of the myth of the formation of the village of Rejoagung. The results of this study were obtained from the data and analysis of the story of Myth. The formation of the Rejoagung Village in Ngoro District, Jombang Regency, in terms of the Levi Strauss structure theory there are four levels, namely the geographical level, the economic level, and the cosmological level. In terms of the functions of William R. Bascom there are four functions, namely (1) as a form of entertainment, (2) as a means of ratifying institutions and cultural institutions, (3) as childrens educational tools, (4) as a means of coercion and supervisors so that the norms of society will always be obeyed by the collective members, and in terms of the first influence, the character that arises in the community; second, regarding trust in things unseen; and third, the effect of actions.Keywords : myth, structure, function, influence
MITOS PEMANDIAN BEKTIHARJO KECAMATAN SEMANDING KABUPATEN TUBAN (KAJIAN STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS) SHAFRINDHA FARNADAYANTI, YULITA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miteme, episode, oposisi, dan nilai yang ada pada mitos pemandian Bektiharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban menggunakan teori Strukturalisme Naratif Levi-Strauss. Sumber data penelitian ini diperoleh dari informan. Data penelitian ini adalah miteme, episode, oposisi, dan nilai dalam mitos pemandian Bektiharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi pengamatan atau pencatatan, wawancara, dan perekaman. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi dan content analisys.Hasil penelitian terhadap Mitos Pemandian Bektiharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban menggunakan teori Strukturalisme Naratif Levi-Strauss terdiri atas tiga mite, yaitu 1) dilarang berbicara tidak sopan, 2) (pendatang) jika melihat ikan lele yang hanya terlihat kepala dan durinya akan terkena musibah, dan 3) dilarang mengambil benda yang bukan miliknya. Kata Kunci: sastra Lisan, mitos, strukturalisme Levi-Strauss Abstract This study aims to describe the myth, episode, opposition, and values ? in the Myth of Bektiharjo Bathing in Semanding Sub-District, Tuban Regency using the theory of Levi-Strauss Narrative Structuralism. The data source of this research was obtained from informants. While the data of this study are myth, episode, opposition, and values ??in the myth of Bektiharjo bath. This study uses a qualitative approach. The data collection techniques used observation or field notes, interviewing, and recording. The data analysis technique uses descriptive analysis and content analysis. The results of the study of the Myth of Bektiharjo Bathing in Semanding Sub-District, Tuban Regency used Levi-Strauss Narrative Structuralism theory consisting of three mites: 1) prohibited to speak disrespectfully, 2) (immigrant) if they saw catfish that only has head and thorns will get calamity, and 3) prohibited to take others? own stuffs. Keywords: oral literature, myth, Levi-Strauss structuralism
KEPRIBADIAN BEHAVIORISME TOKOH ANYA DALAM NOVEL CRITICAL ELEVEN KARYA IKA NATASSA : KAJIAN PSIKOLOGI SKINNER , PARTININGSIH
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini akan membahas tentang Critical Eleven, atau sering disebut dengan sebelas menit paling kritis, selain itu dalam waktu sebelas menit paling kritis ini sering disebut dengan waktu yang paling krusial dalam dunia penerbangan. Seperti dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa, ia menuliskan tokoh yang bernama Anya, tokoh Anya ini sewaktu dalam penerbangan bertemu dengan laki-laki yang membuat ia melupakan kejadian sebelas menit paling kritis dalam pesawat, bermula dari pertemuan yang tidak disengaja dalam pesawat itu hubungan mereka berdua berlanjut, tidak hanya sekadar terpisah di bandara, tetapi pertemuan mereka berujung pernikahan, sejak pertemuan pertama mereka hingga pernikahan, terlihat banyak perubahan-perubahan yang dialami oleh tokoh Anya, perubahan itu bermula dari kebiasaan-kebiasaan yang Anya lakukan, ia mencoba mengikuti kebiasaan yang dilakukan oleh Ale, laki-laki yang ia temui di pesawat waktu itu, seperti kebiasaan makan ketoprak ditenda kecil pinngir jalan, tetapi perilaku Anya mulai berubah kembali saat keluarga kecil mereka mengalami musibah, yaitu kehilangan anak pertamanya, saat itu Ale yang menuduh Anya tidak menjaga kandungannya dengan baik dan menyebabkan anak yang ada dikandungannya meninggal, dari stimulus yang dikeluarkan Ale dari mulutnya itulah yang menyebabkan Anya tidak berperilaku seperti dulu lagi, ia tidak pernah menghiraukan Ale dan menganggap Ale ada. Perubahan tingkah laku yang dialami Anya itu disebut dengan psikologi behaviorisme Skinner, psikologi ini mengutamakan sebuah stimulus sebagai perangsang utama tingkah laku manusia bisa berubah, dengan adanya perangsang tersebut maka akan diikuti dengan adanya respon, respon dalam psikologi behaviorisme merupakan reaksi yang timbul dari adanya pengaruh rangsangan. Pemberian rangsangan atau stimulus dalam adanya sebuah respon akan menimbulkan sebuah akibat, meski akibat tidak selalu ada ketika stimulus diberikan tetapi akibat ini juga memiliki pengaruh sangat penting dalam perubahan tingkah laku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan adanya sebuah stimulus yang diberikan oleh tokoh Ale maupun dari lingkungan baru yang Anya temui, dari stimulus tersebut tokoh Anya akan merespon adanya rangsangan yang telah diberikan, respon-respon tersebut yang menentukan tokoh Anya memiliki tingkah laku yang berbeda dari sebelumnya. Dari adanya respon negatif maupun positif dari rangsangan yang diberikan dari lingkungan baru itu maka akan timbul sebuah akibat yang dialami oleh tokoh Anya dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra yang memiliki objek penelitian yaitu kepribadian behaviorisme, bersumber data novel dan data yang diperoleh berupa kutipan kalimat maupun paragraf yang termasuk psikologi behaviorisme. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik pustaka sendiri menggunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data, sedangkan untuk teknik analisis datanya menggunakan jenis penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif, pendekatan kualitatif ini didapatkan dengan menggunakan cara penganalisisan dengan menyajikannya dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh dari data-data yang ada dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa, dalam novel tersebut terdapat tokoh yang bernama Anya. Tokoh Anya mengalami sebuah pola belajar behaviorisme, ia belajar dari lingkungan baru yang ia temui, terjadi sebuah stimulus yang diberikan sehingga tooh Anya ini merespon dari adanya sebuah stimulus yang diberikan tokoh Ale, dari adanya stimulus tersebut tingkah laku Anya terlihat berubah dari sebelumnya. Dariawal pertemuan mereka hingga pernikahan mereka, respon yang didapatkan Anya bergantung stimulus yang diberikan tokoh Ale. Awalnya tokoh Anya ini sangat mempercayai tokoh Ale sampai Anya benar-benar tidak menghiraukan tokoh Ale, tetapi rangsangan tersebut selalu diberikan oleh tokoh Ale sehingga pada akhirnya tokoh Anya ini memiliki kepribadian tingkah laku yang kembali peduli kepadanya seperti awal pertemuan mereka di pesawat saat itu, pertemuan yang menjadikan Anya melupakan waktu sebelas menit paling kritis dalam penerbangan.Kata Kunci : Critical Eleven, Psikologi Behaviorisme, Stimulus, Respon, Kepribadian.
MUATAN EDUKASI (PENDIDIKAN) DALAM NOVEL KISAH SANG PENANDAI KARYA TERE LIYE: KAJIAN TEORI PAULO FRIERE GUS MIARNI, RANTI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan muatan pendidikan dalam novel Kisah Sang Penandai karya Tere Liye dengan menggunakan kajian pendidikan Paulo Friere, yaitu pemberantasan buta huruf, pendidikan ?gaya bank?, pendidikan hadap masalah, dan hubungan ketiga konsep (konsientisasi). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode kepustakaan dan simak catat. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan metode hermeneutika terhadap data dengan melakukan beberapa langkah, yaitu (1) mencermati, (2) membaca heuristik dan hermenuitik, (3) menafsirkan, dan (4) menyajikan laporan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan muatan pendidikan yang termuat dalam novel Kisah Sang Penandai karya Tere Liye melalui konsep pendidikan Paulo Friere yaitu (1) pemberantasan buta huruf, dengan kesadaran kritis, Jim mampu keluar dari derita buta huruf; (2) pendidikan ?gaya bank?, diajarkan oleh Sang Penandai, Pendeta Tua, dan Jim. Subjek yang dapat diatur dalam pendidikan ?gaya bank? adalah Jim, Laksamana Ramirez, Nayla, Rhenald, Tigris, dan Pate; (3) pendidikan hadap masalah, dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh para tokoh, dialami oleh Jim, Laksamana Ramirez, Pate, Si Mata Elang, dan Perompak Yang Zhuyi; dan (4) konsientisasi, hubungan tiga konsep muatan pendidikan Paulo Friere direpresentasikan oleh tokoh Jim. Tokoh Jim mengalami fase kesadaran magis, kesadaran naif, dan kesadaran kritis. Kata kunci: buta huruf, ?gaya bank?, hadap masalah, konsientisasi, Kisah Sang Penandai.
TANGGUNG JAWAB ANAK DALAM NOVEL KARYA ANAK GENG PENYELAMAT ALAM KARYA AIDA RIZKIATUL ZAHRA DAN THE EVERGREEN KARYA NISRINA HANIFAH IRMA INDRIYATUL HIDAYATI, LILIS
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggung jawab anak kepada diri sendiri, keluarga, sosial, Bangsa dan Negara dan Tuhan dalam novel karya anak Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengunakan teknik baca catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tanggung jawab anak kepada diri sendiri dalam novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah ditunjukkan dalam bentuk menuntut Ilmu, membersihkan diri, menjaga kesehatan diri, menjaga kehormatan diri, berfikiran positif, dan berinisiatif.; 2) Tanggung jawab anak kepada orang tua dalam novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah ditunjukkan dalam bentuk menaati perintah orang tua, memohon izin kepada orang tua, dan menjaga anggota keluarga.; 3) Tanggung jawab anak kepada sosial dalam novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah ditampilkan dalam bentuk tolong-menolong, menjaga kebersihkan lingkungan, bekerja sama, dan saling berbagi.; 4) Tanggung jawab anak kepada Bangsa dan Negara dalam novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah ditunjukkan dalam bentuk menjaga Hutan dan menjaga Hewan.; 5) Tanggung jawab anak kepada Tuhan dalam novel Geng Penyelamat Alam karya Aida Rizkiatul Zahra dan The Evergreen karya Nisrina Hanifah ditunjukkan dalam bentuk melaksanakan ibadah salat, memohon petunjuk dan menaati anjuran agama. Kata Kunci : Tanggung Jawab, Anak, Novel Karya Anak
FIKSI FORMULA DALAM KOMIK DETEKTIF: MISTERI GERBANG MASA DEPAN KARYA REZKY RAMDANI DAN MISTERI HANTU FESTIVAL KARYA RASYIQA ANNISA THOHIRA PUTRI LARASATI, LUVY
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan situasi, pola tindakan, tokoh, dan setting dalam Komik Detektif: Misteri Gerbang Masa Depan Karya Rezky Ramdani dan Misteri Hantu Festival Karya Rasyiqa Annisa Thohira yang sesuai dengan teori fiksi formula John G Cawelti. Data penelitian berupa informasi mengenai unit-unit teks komik yang berkaitan dengan rumusan masalah yang mencakup empat fiksi formula John G Cawelti, yakni situasi, pola tindakan, tokoh, dan setting yang terdapat dalam komik detektif Misteri Gerbang Masa Depan karya Rezky Ramdani dan Misteri Hantu Festival karya Rasyiqa Annisa Thohira. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik baca catat. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analitis yang meliputi pendeskripsian, pengklasifikasian, dan penyimpulan yang tertuju pada data-data yang terkumpul dari kumpulan komik detektif. Hasil penelitian adalah (1) situasi dalam komik Misteri Gerbang Masa Depan, yakni situasi membingungkan, situasi menegangkan, dan situasi menyedihkan, Sedangkan untuk komik Misteri Hantu Festival, yakni situasi membingungkan, situasi menegangkan, situasi menyedihkan, dan situasi menyenangkan. (2) pola tindakan dalam Komik Misteri Gerbang Masa Depan dan Misteri Hantu Festival yang sesuai dengan fiksi formula yakni, pengenalan detektif yang digambarkan melalui tokoh Fikri dan Arnaf, yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, petunjuk dan kejahatan yang mengarah kepada pelaku kejahatan, penyelidikan dalam menemukan pelaku kehajatan penculikan Syifa dan hilangnya barang festival, pengumuman solusi, atas kronologi suatu peristiwa, dan akhir cerita yang membuat pelaku jera akan kejahatan yang dilakukan, (3) tokoh dalam komik Komik Misteri Gerbang Masa Depan dan Misteri Hantu Festival, yang sesuai dengan fiksi formula John G Cawelti, yakni tokoh detektif yakni Fikri dan Arnaf, korban yang menjadi target kehatan ditunjukkan dengan tokoh Syifa, Ibu Siti, dan Riko, tokoh penjahat yakni Ibu Ica, Pak Mulyadi, dan Yodha, dan tokoh pihak yang terancam yakni Fikri. (4) setting dalam komik Komik Misteri Gerbang Masa Depan dan Misteri Hantu Festival, yang sesuai dengan fiksi formula John G Cawelti, yakni berada di rumah Fikri, rumah Ibu Ica, rumah Syifa, TK Pertiwi, rumah Arnaf, dan Gudang. Kata kunci: fiksi formula, komik detektif, situasi, pola tindakan, tokoh, dan setting.
KATA SERAPAN BAHASA INDONESIA DALAM KUMPULAN CERPEN CYBER ADVENTURE DAN MAGIC COOKIES TERBITAN MIZAN TAHUN 2017 SAFITRI, SHANTI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai kata serapan bahasa asing dilatar belakangi oleh banyaknya kata serapan yang masuk kedalam bahasa Indonesia dan masukkan dalam daftar KBBI. Melalui berbagai proses morfologis, sintaksis, fonologis dan lain sebagainya. Hal ini tentu digunakan untuk mempebanyak perbendaharaan kata bahasa Indonesia di berbagai sektor, bidang dan pada karya yang diciptakan pada buku cerita pendek berjudul Cyber Adventure dan Magic Cookies merupakan Buku karya anak hingga remaja yang diterbitkan oleh Mizan tahun 2017 daftarnya sudah ada puluhan lebih jumlah kata yang keasliannya dari bahasa Inggris Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang muda maka dari itu banyak menyerap dari bahasa asing. Dengan berbagai cara penyerapan menambahkan sufiks, prefiks dan ada yang dihilangkan imbuhannya lalu dimasukkan kata dasarnya. Cara penyerapan tersebut dengan adanya pengubahan bentuk dan penambahan bentuk kata antara lain kedalam bahasa Indonesia ada yang secara utuh dan penyelarasan (1). -isme, (2). ?itas, (3). ?sasi, (4). ?si. Namun ada juga yang diserap secara utuh (1). Virus (2). Reporter, (3). Auditor, (4). (internet, (5). Bel, (6). Dan lain sebagainya. kata-kata yang diserap memperhatikan ejaan yang sesuai. Gejala bahasa yang terdapat dalam buku cerita pendek Cyber Adventure dan Magic Cookies adalah mengalami pengubahan atau pengurangan fonem. Terdapat pada buku tersebut gejala bahasa Metatesis, Apokop, Sinkop, Monoftongisasi. Hal itu nenyesuaikan kata mana saja yang di sesuaikan tataran fonemnya. Karena memang dalam data tersebut kategori nomina dan adjektiva.Jumlah yang mengalami gejala bahasa ada 54 buku Cyber Adventure dan 75 Magic Cookies. Cara penyerapan dan Gejala Penyerapan hal tersebut dikarenakan ada faktor yang mempengaruhi terjadinya penyerapan bahasa Imggris kedalam bahasa Indonesia. Hal tersebut tidak serta merta langsung diserap namun ada proses dan pemakai bahasa dapat berterima, penyerapan menggunakan standardisasi yang tepat sehingga ejaan yang memang pada dasarnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tidak berbeda jauh tataran dan cara kepnulisannya maka orang Indonesia lebih banyak menyerap bahasa asing terutama bahasa Inggris. Terkadang penyerapan bahasa asing digunakan untuk memperhalus ungkapan (eufisme), orang Indonesia sering mendengar bahasa asing dari berbagai referensi, nilai sosial juga berpengaruh dalam hal ini. Kata Kunci : Bahasa, Kata Serapan, Cara Penyerapan, Gejala Bahasa, Faktor Penyerapan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN E-CLASS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK WATDOESEN (WATCHING, DOING, SENDING) DALAM PEMBELAJARAN TEKS CERAMAH PADA SISWA KELAS XI SMAN 12 SURABAYA SOLIKHA MARWAH ALFIKA, LAILATUS
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan, respons, dan hasil belajar dalam pembelajaran teks cermah dengang model pembelajaran e-class menggunakan teknik watdosen (watching, doing, sending). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas XI SMAN 12 Surabaya sehingga didapati sampel pada penelitian ini merupakan dua kelas dari 10 kelas dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik angket, dan teknik tes. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 23 berupa penghitungan jumlah, rata-rata, dan uji t untuk mengetahui perbedaan hasil. Hasil belajar siswa kelas kontrol diperoleh rata-rata pretes 60,21 dan postest 69,39. Sedangkan hasil belajar siswa kelas eksperimen diperoleh rata-rata pretes 68,44 dan postest 74,85. Perbandingan keduanya diperoleh t-score = 0,090. Hasil tersebut menunjukkan bahwa H1 ditolak karena 0,090 > 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran e-class dengan menggunakan teknik watdosen (watching, doing, sending) efektif dalam pembelajaran teks ceramah.