cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
NASIONALISME DALAM FILM 3 SRIKANDI KARYA IMAM BROTOSENO (KAJIAN NARATOLOGI GERARD GENETTE) ERNANDA, FEBI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasionalisme merupakan hal gerakan membela tanah air dengan cara yang berbeda-beda. Film 3 Srikandi karya Imam Brotoseno buming pada tahun 2016 memiliki isi cerita tentang tiga tokoh perempuan memberikan nama baik tanah air dengan cara mengikuti olimpiade memanah di korea. Sisi nasionalisme yang muncul tidak hanya mengharumkan nama baik negara dengan berlomba memanah saja namun ada sisi yang lain. Maka dapat dianalisis dengan lima pokok pemikiran Gerard Genette yang membedah semua isi nasionalisme dari tingkatan nasionalisme, juga mengidentifikasi tokoh penokohan tiga perempuan pemain utama dalam film tersebut. Sehingga penelitian ini berjudul Nasionalisme dalam Film 3 Srikandi Karya Imam Brotoseno (Kajian Naratologi Gerard Genette). Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan lima pokok pemikiran yang dijelaskan Genette. Hasil dari pemaparan ini dari segi penjelasan lima pokok pemikiran Genette bahwa ada dua nasionalisme yang muncul yakni kenegaraan dan kewarnegaraan.
PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI EKSPOSISI (MONOEKSIS) DALAM PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI PADA PESERTA DIDIK KELAS X OTKP 2 DI SMK NEGERI 1 SOOKO MOJOKERTO , SUMARNI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasar hasil pengamatan yang dilakukan pada kelas X OTKP 2, telah ditemukan kendala-kendala dalam pembelajaran teks eksposisi. Adapun salah satu cara yang mampu mengatasi kendala peserta didik kelas X OTKP 2 di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto dalam pembelajaran teks eksposisi ialah penggunaan media monopoli eksposisi (monoeksis). Media monopoli eksposisi (monoeksis) adalah media pembelajaran yang dicetak berbentuk papan. Media monopoli eksposisi (monoeksis) didesain dan dikemas secara menarik sehingga peserta didik lebih antusias dalam pembelajaran. Selain itu berisi materi pembelajaran teks eksposisi yang dikemas menarik pada kartu dana umum sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi teks eksposisi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan dan kualitas media pembelajaran dari sisi kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Adapun dua rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian ini ialah bagaimana proses pengembangan media monopoli eksposisi (monoeksis) dalam pembelajaran teks eksposisi pada peserta didik kelas X OTKP 2 dan bagaimana kualitas media monopoli eksposisi (monoeksis) dalam pembelajaran teks eksposisi dari sisi kevalidan media monopoli eksposisi (monoeksis), keefektifan media monopoli eksposisi (monoeksis) dalam pembelajaran teks eksposisi, kepraktisan media monopoli eksposisi (monoeksis) dalam pembelajaran teks eksposisi pada peserta didik kelas X OTKP 2 di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto. Pada penelitian ini peneliti menggunakan model pengembangan menurut Sadiman. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan kualitas pengembangan media monopoli eksposisi (monoeksis) dalam pembelajaran teks eksposisi pada peserta didik kelas X OTKP 2 di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto. Kualitas media monopoli eksposisi (monoeksis) disesuaikan dengan aspek kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Berdasar hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai 85% sehingga dapat dikategorikan sebagai media yang valid. Keefektifan media monopoli eksposisi berdasar pada aktivitas pendidik dan aktivitas peserta didik, dan ketuntasan tes hasil belajar peserta didik mencapai 98,75%. Kepraktisan media monopoli mencapai 93,6% sehingga dapat dikatakan bahwa media monopoli eksposisi (monoeksis) dalam pembelajaran teks eksposisi kelas X OTKP 2 dapat dikategorikan media yang ?memenuhi?. Kata Kunci: Pengembangan dan Media Monopoli Eksposisi
PENGEMBANGAN MEDIA TEKA-TEKI TERINTEGRASI PANTUN DALAM PEMBELAJARAN PUISI RAKYAT PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 3 SUGIO LAMONGAN RAHAYU NINGTYAS, TIYAN
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang pengembangan media pembelajaran teka-teki terintegrasi pantun dalam pembelajaran puisi rakyat pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Sugio Lamongan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran disekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan oleh Sadiman dkk. Data pengembangan media teka-teki terintegrasi pantun berupa deskripsi pengembangan media. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII E SMP Negeri 3 Sugio Lamongan, teknik pengumpulan data menggunakan lembar angket kebutuhan dan karakteristik peserta didik, lembar validator ahli, analisis pengataman aktivitas peserta didik dan pendidik, lembar tes hasil belajar peserta didik, dan lembar angket respon peserta didik. Teknik analisis data menggunakan analisis data hasil angket kebutuhan peserta didik, analisis hasil validator ahli, analisis hasil pengamatan aktivitas pendidik dan peserta didik, analisis hasil belajar peserta didik, dan analisis hasil angket respon peserta didik. Hasil penelitian pengembangan media teka-teki terintegrasi pantun meliputi kualitas media yang terdiri atas tiga aspek, yaitu kevalidan, keefektifan dan kepraktisan. Penelitian menunjukkan hasil kualitas media teka-teki terintegrasi pantun dalam pembelajaran puisi rakyat bagi peserta didik kelas VII-E SMPN 3 Sugio Lamongan layak digunakan dengan kriteria menujukkan ?Sangat Berkualitas?dengan presentase rata-rata 83%. Pada aspek kevalidan, media teka-teki terintegrasi pantun berdasarkan komponen kualitas penyajian isi dan materi pada media Teka-teki memiliki kualitas ?Baik? dengan presentase 78%. Sedangkan komponen kualitas penyajian media pada media Teka-teki memiliki kualitas ?Sangat Baik? dengan presentase 88%. Pada aspek keefektifan media ditinjau dari hasil belajar peserta didik dikategorikan ?Sangat Baik? dengan nilai rata-rata 87,2%. Hasil pengamatan pendidik menunjukkan kriteria ?Sangat Baik? dengan presentase 82,6%. Sedangkan aktivitas peserta didik menunjukkan kriteria ?Sangat Baik? dengan presentase 86%. Aspek ketia kepraktisan yang diperoleh dari hasil Respon peserta didik terhadap media teka-teki menunjukkan kriteria ?Baik? dengan presentase 79,16%. Kata Kunci: Pengembangan, Media Teka-teki Terintegrasi Pantun, dan Puisi Rakyat.
PENGEMBANGAN MATERI AJAR DALAM BENTUK BUKU INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN TEKS PUISI PADA SISWA KELAS VIII SMPN 1 BALONGBENDO TAHUN PELAJARAN 2018/2019 KUMALASARI, YETI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku interaktif teks puisi perlu dikembangkan sebagai sumber belajar yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kurangnya sumber belajar peserta didik yang hanya menggunakan buku teks bahasa Indonesia yang kurang lengkap khususnya pada materi teks puisi apabila tanpa menggunakan sumber belajar lain. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini menggunakan dua rumusan masalah, yakni 1) bagaimana proses pengembangan buku interaktif teks puisi dan 2) bagaimana kualitas buku interaktif teks puisi yang meliputi aspek kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan kualitas buku interaktif teks puisi yang meliputi aspek kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Penelitian ini berjenis penelitian pengembangan (Research and developement) dengan menggunakan model pengembangan 4D Thiagarajan yaitu, tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (dissaminate). Namun, dalam penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap ketiga yakni pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Tahap penyebaran tidak dilakukan sebab tidak berkatan langsung dengan bidang akademik. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 1 Balongbendo Sidoarjo yang terdiri atas dua kelas terpilih untuk uji coba terbatas dan uji coba luas. Pada saat uji coba terbatas, dilakukan di kelas VIII-D dengan jumlah pesrta didik sepuluh peserta didik. Sedangkan saat uji coba luas dilakukan di kelas VIII-G dengan jumlah peserta didik 31 peserta didik. Data berupa proses pengembangan diperoleh dari angket yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deksripsi proses pengembangan buku interaktif yang dianalisis menggunakan metode dekriptif kualitatif. Data berupa kualitas buku interaktif diperoleh dari angket, obervasi, dan tes yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Buku interaktif yang dikembangkan telah melalui proses analisis ujug depan, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep, dan analisis tujuan pembelajaran pada tahap pendefinisian. Kemudian proses pengembangan berlanjut pada tahap perancangan yang dilakukan dengan pemilihan format buku interaktif serta penyusunan desain awal buku interaktif. pada tahap pengembangan, dilakukan proses validasi, uji coba terbatas, uji coba luas, dan revisi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui kualitas buku interaktif yang diukur melalui tiga aspek yakni, kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Kevalidan dari segi kelayakan isi dinilai sangat layak dengan presentase 100%, dari segi kelayakan kebahasaan dinilai sangat layak, dengan presentase 98%, dari segi kelayakan penyajian dinilai sangat layak , dengan presentase 96% , dan dari segi kelayakan kegrafikan dinilai sangat layak, dengan presentase 95%. berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kevalidan buku interaktif mendapat predikat sangat layak. Adapun keefektifan buku interaktif diperoleh melalui rata-rata hasil belajar peserta didik menunjukkan kualifikasi efektif, dengan jumlah rata-rata nilai peserta didik 83,5 pada uji coba terbatas dan 84,5 pada uji coba luas. Berdasarkan hasil observasi, keefektifan buku interaktif menunjukkan kualifikasi sangat efektif, yang menunjukkan angka persentase skor 84% pada uji coba terbatas dan 86% pada uji coba luas. Kepraktisan buku interaktif yang diperoleh dari hasil angket respon peserta didik menunjukkan kualifikasi sangat baik, yang menunjukkan angka persentase skor 81,07% pada uji coba terbatas dan 83,65% pada uji coba luas. Kata Kunci: Buku interaktif, teks puisi, kode QR.
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA ELEKTRIK DALAM PEMBELAJARAN TEKS DESKRIPSI PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 2 SIDOARJO DWI NOVITASARI, MITA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang pengembangan media permainan ular tangga elektrik dalam pembelajaran teks deskripsi peserta didik kelas VII SMPN 2 Sidoarjo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan rata-rata peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi dan menulis teks deskripsi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan model Sadiman. Data pengembangan berupa deskripsi pengembangan media. Subjek uji coba dalam penelitian dan pengembangan ini adalah peserta didik kelas VII-G SMPN 2 Sidoarjo. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar angket kebutuhan peserta didik dan wawancara, validasi, pengamatan/observasi, dan angket respons peserta didik. Teknik analisis data menggunakan analisis hasil angket kebutuhan peserta didik dan wawancara pendidik, analisis hasil validator ahli, analisis hasil pengamatan /observasi, analisis hasil belajar, dan analisis hasil angket respons peserta didik. Hasil penelitian pengembangan media permainan ular tangga elektrik menunjukkan bahwa kualitas media permainan ular tangga elektrik dalam pembelajaran teks deskripsi bagi peserta didik kelas VII-G SMPN 2 Sidoarjo layak digunakan dengan predikat ?sangat berkualitas? dengan persentase 84,5%. Pada aspek kevalidan, media permainan ular tangga elektrik divalidasi berdasarkan kesesuaian isi/materi mendapatkan hasil persentase 89,2% dengan predikat ?sangat baik?, berdasarkan validasi ahli media mendapatkan persentase 76,2% dengan predikat ?baik?. Berdasarkan hasil kevalidan tersebut kevalidan media memiliki persentase keseluruhan 82% dengan predikat ?sangat baik? Pada aspek keefektifan media, media permainan ular tangga elektrik dinilai berdasarkan hasil pengamatan aktivitas pendidik mendapatkan persentase nilai 87,6% dengan predikat ?sangat baik?. Hasil dari pengamatan aktivitas peserta didik mendapatkan persentase 83,6% dengan predikat ?sangat baik?, dan hasil belajar peserta didik mendapatkan persentase 89,4% dengan predikat ?sangat baik?. Keefektifan media berdasarkan hasil pengamatan aktivitas pendidik, pengamatan aktivitas peserta didik, dan hasil belajar peserta didik memiliki nilai persentase keseluruhan 86,8% dengan predikat ?sangat baik?. Pada aspek kepraktisan, media permainan ular tangga elektrik dinilai berdasarkan penyebaran angket respons peserta didik yang menunjukkan persentase 84,7% dengan predikat ?sangat baik?. Kata Kunci: Pengembangan, Media Permainan Ular Tangga Elektrik, dan Teks Deskripsi. Abstract This study aims to describe about development of an electric ladder snake game media in the description text learning of VIIth class at SMPN 2 Sidoarjo students. This research is motivated by the condition of the average students who still has difficulty to understanding the material and writing description text. The research use Sadiman?s model research and development design. Development data formed a description of media development. The test subjects in this research and development were VIIth G class of SMPN 2 Sidoarjo students. Data collection techniques use questionnaire sheets for students need and interviews, validations, observations, and students response questionnaires. The data analysis technique uses the analysis of the questionnaire results of the needs of students and teacher interviews, analysis of the results of expert validators, analysis of observations, analysis of learning outcomes, and analysis of the results of the questionnaire responses of students. The results of the electric ladder snake game media development study show that the quality of the electric ladder snake game media in the description text learning for VIIth-G class of SMPN 2 Sidoarjo students is feasible to use with the title "very high quality" with a percentage of 84.5%. In the aspect of validity, the electric ladder snake game media was validated based on content /material suitability getting 89.2% percentage results with the title "very good", based on the validation of media experts getting a percentage of 76.2% with the title "good". Based on the results of validity, the validity of the media has an overall percentage of 82% with the title "very good". In the aspect of media effectiveness, the electric ladder snake game media was assessed based on the results of observations the activities of teachers getting a percentage value of 87.6% with the title "very good". The results of observing the activities of students get a percentage of 83.6% with the title "very good", and the learning outcomes of students get a percentage of 89.4% with the title "very good". The effectiveness of the media based on observations of the activities of educators, observing the activities of students, and learning outcomes of students has an overall value of 86.8% with the title "very good". In the aspect of practicality, the eletric ladder snake media game was assessed based on student questionnaire responses which showed a percentage of 84.7% with the title "very good". Keywords: development, an electric ladder snake game media, and description text.
PENGEMBANGAN MEDIA VENDING MACHINE DALAM PEMBELAJARAN TEKS NEGOSIASI PADA SISWA KELAS X SMA TA’MIRIYAH SURABAYA DESY WULANDARI, LINDA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan pembelajaran teks negosiasi di SMA Ta?miriyah Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) proses pengembangan media vending machine dalam pembelajaran teks negosiasi pada siswa kelas X SMA, 2) kualitas media vending machine dalam pembelajaran teks negosiasi pada siswa kelas X SMA berdasarkan tiga aspek kualitas, yaitu kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan media vending machine. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D Thiagarajan yang terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) pendefinisian (define), (2) perancangan (desaign), (3) pengembangan (develope). Penelitian ini menghasilkan media vending machine dalam pembelajaran teks negosiasi kelas X SMA, proses pengembangan media dan kualitas media. Media vending machine diujicobakan sebanyak dua kali, yaitu pada uji coba terbatas dan uji coba luas. Hasil penelitian ini meliputi 1) proses pengembangan media menggunakan model pengembangan 4D Thiagarajan, 2) kualitas pengembangan media vending machine dalam pembelajaran teks negosiasi pada siswa kelas X di SMA Ta?miriyah Surabaya, berdasarkan tiga aspek, yaitu kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Kevalidan media vending machine dilihat dari penilaian tiga validator ahli dengan persentase keseluruhan 93,4%, yang tergolong dalam media yang ?sangat valid?. Keefektifan media vending machine dilihat dari hasil belajar siswa, pengamatan aktivitas guru dan pengamatan aktivitas siswa dengan hasil persentase 87%, yang tergolong dalam kualifikasi ?sangat efektif?. Kepraktisan media vending machine dilihat berdasarkan angket respons siswa dengan persentase 81% yang tergolong dalam kualifikasi ?sangat praktis?. Berdasarkan hasil rekapitulasi, dapat diketahui bahwa jumlah persentase tiga aspek kualitas media mendapat persentase 87% dengan nilai 261,4, sehingga dapat diketahui bahwa media vending machine tergolong dalam media yang ?sangat berkualitas?. Kata Kunci: pengembangan, media vending machine¸ teks negosiasi
PENGEMBANGAN MEDIA "KOLIBERS" (KOTAK LIKU BERSUARA) PADA MATERI DEBAT MENGGUNAKAN METODE DEBAT AKTIF UNTUK SISWA KELAS XI IBB SMA NEGERI 3 SURABAYA EMITA RAHMAN, HANINA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMedia pembelajaran yakni sarana fisik atau sesuatu hal yang berupa benda yang dapat membantu untuk berjalannya proses belajar mengajar dalam kelas. Adanya media pembelajaran peserta didik menjadi lebih mudah dalam melakukan proses pembelajaran, misalnya saja media pembelajaran yang disajikan dapat membantu untuk menjelaskan materi yang akan dipelajari. Selain itu media pembelajaran juga membantu terciptanya peserta didik yang lebih aktif, kreatif, serta memiliki semangat yang lebih untuk belajar. Misalnya saja pada media kolibers atau kotak liku bersuara, media kolibers ini memiliki kelebihan tersendiri, kelebihan media kolibers terletak pada hadirnya audio yang dapat membantu peserta didik yang lupa saat berargumentasi. Jadi, peserta didik yang sedang melakukan debat dapat mencoba menggelindingkan bola kemudian akan muncul audio seperti kata bantu atau contoh yang telah disesuaikan dengan mosinya. Media pembelajaran kotak liku bersuara menggunakan metode debat aktif, metode debat aktif yakni metode yang membantu menyalurkan ide, gagasan serta pendapatnya secara langsung pada saat melakukan debat. Metode debat aktif memiliki kelebihan, yakni dapat membangkitkan keberanian mental dalam berbicara, bertanggung jawab atas ucapannya baik didalam maupun diluar kelas. Materi yang digunakan yakni debat, debat merupakan salah satu proses adu argumentasi antara dua pihak, yakni pihak pro dan pihak kontra yang berusaha mempertahankan pendapatnya masing-masing untuk mencapai kebenaran. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Metode debat aktif, Debat
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA SEYLA DALAM NOVEL LAFAZ CINTA KARYA SINTA YUDISIA : KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA SIGMUND FREUD NAJMI TISATIN, NURI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel Lafaz Cinta karya Sinta Yudisia ini menceritakan tentang kehidupan percintaan yang terdapat beberapa konflik batin yang dialami tokoh Seyla di berbagai persoalan dengan tokoh lainnya. Novel Lafaz Cinta karya Sinta Yudisia ini menarik diteliti karena adanya pertimbangan novel ini merupakan novel terbaru dan salah satu dari novel Sinta Yudisia (lainnya Rinai, Rose, Sebuah Jani) yang terdapat aspek psikologis yang dialami oleh tokoh dalam novel. Kedua, konflik batin tokoh Seyla yang ditonjolkan dalam novel ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik batin penyebab terjadinya konflikbatin yang dialami oleh tokoh utama Seyla dalam novel Lafaz Cinta karya Sinta Yudisia berdasarkan teori Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud, yaitu berdasarkan struktur kepribadian id, ego dan superego. Teknik penelitiannya denganp engumpulan data danpenganalisisan data. Pembahasan penelitianinifokuspadakonflikbatintokohutamaperempuan. Tokoh utama perempuan yang dibahas adalah tokoh Seyla. Konflik batin yang dialami oleh Seyla antara lain, ditinggal menikah oleh kekasihnya, bersedih, sakit hati. Hasil penelitian diuraikan sebagai berikut, (1) Wujud konflik batin yang dialami tokoh Seyla meliputi harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan, kebimbangan dalam menghadapi permasalahan. (2) Beberapa faktor yang melatarbelakangi konflik batin pada diri tokoh utama dalam novel yaitu faktor internal dan faktor eksternal. (3) Bentuk penyelesaiaan konflik batin pada tokoh utama dalam novel yaitu rasionalisasi dan proyeksi. Kata Kunci : Konflik Batin, Lafaz Cinta, Seyla.
KECEMASAN BERBICARA DALAM PRESENTASI BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI-BAHASA SMA NEGERI 1 GRATI PASURUAN PUSPITANINGTYAS, DEWI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan fenomena kebahasaan tentang kecemasan berbicara dalam presentasi siswa kelas XI-Bahasa SMA Negeri 1 Grati Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah, yakni (1) bentuk kecemasan berbicara dan (2) faktor yang memengaruhi kecemasan berbicara dalam presentasi siswa kelas XI-Bahasa SMA Negeri 1 Grati Pasuruan. Sumber data penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Grati Pasuruan yang melakukan kegiatan presentasi bahasa Indonesia. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan ekstralingual. Proses analisis data dilakukan melalui pentranskripsian, pengklasifikasian, pengodean, penganalisisan, dan penyimpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk kecemasan berbicara, yakni (1) bentuk data linguistik, yang terbagi atas; (a) bentuk yang secara semantik berfitur kecemasan berbicara dan (b) bentuk yang menandai situasi atau kondisi cemas, dan (2) bentuk data nonlinguistik. Kemudian ditemukan dua faktor penting yang memengaruhi kecemasan berbicara, yakni (1) faktor pikiran negatif dan (2) faktor perilaku menghindar. Dari diskusi hasil penelitian, bentuk linguistik dan nonliguistik saling memiliki keterkaitan. Bentuk linguistik cenderung muncul selaras dengan menculnya bentuk nonlinguistik ketika mengalami kecemasan berbicara. Munculnya bentuk-bentuk kecemasan berbicara tersebut, dipengaruhi atau disebabkan oleh faktor pikiran negatif dan perilaku menghindar, yang mangakibatkan munculnya suatu gangguan dalam kegiatan berbicara. Kata kunci: Kecemasan, Berbicara, Presentasi
KEPRIBADIAN TOKOH KEVIN DALAM NOVEL SEPERTI HUJAN YANG JATUH KE BUMI KARYA BOY CANDRA: KAJIAN PSIKOANALISIS CARL GUSTAV JUNG RAHMAWATI, ANISA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepribadian Tokoh Kevin dalam Novel Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi Karya Boy Candra: Kajian Psikoanalisis Carl Gustav Jung Anisa RahmawatiPendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri SurabayaE-mail: anzanisa780@gmail.comDosen Pembimbing: Drs. Parmin, M.Hum Abstrak Penelitian yang berjudul ?Sikap dan Fungsi Jiwa Tokoh Kevin dalam Novel Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi Karya Boy Candra: Kajian Psikoanalisis Carl Gustav Jung? ini dilatarbelakangi oleh kelebihan dari novel yakni terletak pada watak dan karakter tokoh Kevin yang ada di dalamnya. Tokoh Kevin tersebut tidak hanya memiliki ciri-ciri dari sikap jiwa (introver dan ekstrover) melainkan juga memiliki ciri fungsi jiwa (pikiran, perasaan, pengindraan, intuisi). Tokoh Kevin terlihat seperti seseorang yang tertutup, tetapi ternyata memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap lingkungan. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana sikap jiwa tokoh Kevin dalam novel Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi karya Boy Candra?, 2) Bagaimana fungsi jiwa tokoh Kevin dalam novel Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi karya Boy Candra?, dan 3) Bagaimana konsep arketipe tokoh Kevin dengan tokoh yang lain pada novel Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi karya Boy Candra?. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan sikap jiwa tokoh Kevin dalam novel Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi, 2) Mendeskripsikan fungsi jiwa tokoh Kevin dalam novel Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi, dan 3) Mendeskripsikan konsep arketipe tokoh Kevin dengan tokoh yang lain pada novel Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi karya Boy Candra. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif dengan teori psikologi sastra milik Carl Gustav Jung. Data dalam penelitian ini berupa seluruh informasi yang didapat dari perkataan, dialog, ataupun perbuatan tentang sikap jiwa (introver dan ekstrover), fungsi jiwa (pikiran, perasaan, pengindraan, intuisi), dan konsep arketipe (persona, anima-animus, shadow, self) yang terdapat pada tokoh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca-catat dan teknik analisis data menggunakan teknik deskripsi analisis yang meliputi deskripsi, klasifikasi, dan interpretasi. Penelitian ini menggunakan teori Carl Gustav Jung yakni sikap jiwa (introver dan ekstrover), fungsi jiwa (pikiran, perasaan, pengindraan, intuisi), dan konsep arketipe (persona, anima-animus, shadow, self). Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa sikap jiwa tokoh Kevin yang lebih dominan adalah sikap introver dan fungsi jiwa tokoh Kevin yang dominan yakni ekstraversi-pikiran, introversi-perasaan, introversi-pengindraan, dan ekstraversi-intuisi. Berdasarkan hasil analisis fungsi jiwa terlihat bahwa tidak selalu seseorang yang memiliki fungsi pikiran ekstraversi juga akan memiliki fungsi perasaan ekstraversi. Berdasarkan hasil analisis konsep arketipe tokoh Kevin yakni memiliki persona yang ia tunjukkan kepada orang lain dan memengaruhi sifat orang lain pula yang disebabkan karena interaksinya dengan Kevin, selain itu persona timbul karena keadaan lingkungan di sekitar Kevin. Kevin juga memiliki anima yakni sisi wanita berupa kemandirian melakukan kegiatan rumah tangga dan kesedihan yang seringkali ia sembunyikan. Selanjutnya ada shadow atau sifat yang disembunyikan oleh Kevin dari orang lain yakni sifat iri ketika ia melihat keluarga orang lain, dan self yang belum tampak pada Kevin karena belum terlihatnya tujuan hidup sebenarnya dari tokoh Kevin tersebut. Kata Kunci: Sikap Jiwa, Fungsi Jiwa, Konsep Arketipe, Ekstrover, Introver, Tokoh Abstract The research entitled "The Attitudes and Soul Functions of Kevin in a Novel Like Rain Falling to Earth by Boy Candra: The Psychoanalysis Study of Carl Gustav Jung" was motivated by the advantages of the novel which lies in Kevins character and character in it. The Kevin character not only has the characteristics of an attitude of the soul (introverted and extroverted) but also has the characteristics of a mental function (thoughts, feelings, sensations, intuition). Kevins figure looks like someone who is closed, but turns out to have a very big concern for the environment. Based on the background of the problem above, the formulation of the problem in this study is 1) How the attitude of the soul of Kevins figure in a novel such as Rain Falling to Earth by Boy Candra ?, 2) How does Kevins soul function in a novel like Rain Falling to Earth by Boy Candra ?, and 3) How does Kevins archetype concept with other characters in novels such as Rain Fall to Earth by Boy Candra ?. The purpose of this study is 1) Describe the mental attitude of Kevins character in a novel such as Rain Falling to Earth, 2) Describe the mental functions of Kevins character in novels such as Rain Falling to Earth, and 3) Describe the archetypal concept of Kevin with other characters in novels Like Rain that Fall to Earth by Boy Candra. This study uses an objective approach with literary psychology theory owned by Carl Gustav Jung. The data in this study are all information obtained from words, dialogues, or acts of mental attitude (introvert and extrovert), mental functions (thoughts, feelings, sensations, intuition), and archetypal concepts (persona, anima-animus, shadow, self ) contained in the character. The data collection technique used is a note-taking technique and data analysis techniques using analysis description techniques which include description, classification, and interpretation. This study uses the theory of Carl Gustav Jung, namely the attitude of the soul (introvert and extrovert), the function of the soul (mind, feeling, sensation, intuition), and the concept of archetypes (persona, anima-animus, shadow, self). Based on the results of the analysis, it can be seen that the more dominant attitude of the character of Kevin is the dominant introvert attitude and mental function of Kevins characters, namely mind-extraversion, introvert-feeling, introversion, and extraversion-intuition. Based on the results of the analysis of mental functions it can be seen that not always someone who has the function of mind extraversion will also have the function of feeling extraversion. Based on the results of the analysis of the archetypal concept of Kevins character, which has the persona that he shows to others and influences the nature of other people due to his interaction with Kevin, besides that the person arises because of the environment around Kevin. Kevin also has anima that is the womans side in the form of independence in doing household activities and sadness that he often hides. Furthermore, there are shadows or traits that are hidden by Kevin from other people, namely jealousy when he sees other peoples families, and self that has not been seen on Kevin because he has not seen the actual life goals of the character Kevin. Keywords: Soul Attitude, Soul Function, the Concept of Archetypes, Extrovert, Introvert, Figure