cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
CITRA PEREMPUAN DALAM FILM TO THE BONE KARYA MARTI NOXON: KAJIAN MITOS KECANTIKAN ZAHRIYA SHUFFA, ASLA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra perempuan dalam film To The Bone karya Marti Noxon dengan menggunakan kajian mitos kecantikan Naomi Wolf dan pandangan masyarakat (melalui tokoh laki-laki dan perempuan dalam film) terhadap citra tokoh perempuan film To The Bone. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan pragmatik karena penelitian ini lebih menitikberatkan pada daya reseptif pembaca terhadap suatu karya sastra. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode simak catat. Metode analisis data penelitian ini adalah metode deskriptif komparatif dan hermeneutik yang memiliki langkah, yaitu (1) mencermati, (2) membaca heuristik dan hermeneutik, (3) menafsirkan data, dan (4) menyajikan laporan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film To The Bone karya Marti Noxon memiliki stigma negatif yang dilekatkan pada tokoh perempuan mengenai tubuh mereka, yang selanjutnya dikaji menggunakan kajian mitos kecantikan Naomi Wolf. Mitos kecantikan Naomi Wolf meliputi mitos kecantikan dalam lingkungan kerja, kebudayaan, religi, seks, menahan rasa lapar, dan kekerasan yang dihadapi oleh tokoh perempuan dalam film ini. Mitos kecantikan dalam lingkungan kerja yang dihadapi oleh tokoh perempuan melalui PBQ (professional beauty qualification) diterapkan dalam lingkungan kerja, bahkan memengaruhi perempuan di luar lingkungan kerja. Mitos kecantikan dalam kebudayaan dipengaruhi oleh permasalahan keluarga sebagai cara mencari perhatian. Mitos kecantikan dalam religi merupakan keyakinan yang menimbulkan ketakutan dalam diri tokoh perempuan. Mitos kecantikan dalam seks memengaruhi tingkat kepercayaan diri tokoh perempuan dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Mitos kecantikan dalam rasa lapar merupakan cara tokoh perempuan untuk mendapatkan berat badan yang diinginkan. Mitos kecantikan dalam kekerasan dihadapi oleh tokoh perempuan sebagai bentuk pemenuhan terhadap mitos kecantikan yang ada di masyarakat serta menghindari ketakutan yang mereka ciptakan. Pandangan masyarakat melalui tokoh laki-laki dan perempuan dalam film terhadap citra tokoh perempuan dalam film To The Bone yang ditunjukkan dalam bentuk body shaming. Namun, tokoh lain memberikan pandangan lain berupa body postive campaign pula terhadap tokoh perempuan dalam film. Film To The Bone karya Marti Noxon mendorong kaum perempuan untuk mulai mencintai diri sendiri dan mengajak masyarakat untuk menghargai kaum perempuan tanpa menilai berdasarkan penampilan fisik saja. Kata kunci: citra perempuan, mitos kecantikan, pandangan tokoh, dan film To The Bone.
INTERAKSI SOSIAL DALAM NOVEL SURAYA KARYA NAFIAH AL MARAB (KAJIAN TEORI GEORG SIMMEL) NUR AINI, ELA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kunci : dunia sosial, karya sastra, sosiologi sastra, interaksi sosial Georg Simmel. Aktivitas manusia berkembang semakin kompleks seiring dengan kepentingan yang mereka miliki. Dunia sosial yang di dalamnya terdapat individu sebagai pelaku sosial membutuhkan individu lain untuk menyelesaikan kepentingan mereka, hal ini membuktikan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Sikap saling membutuhkan itulah yang menjadi dasar timbulnya interaksi sosial dalam dunia sosial manusia. Sebuah karya sastra tidak bisa lepas dari cerminan kehidupan manusia sehari-hari. Dunia sosial menjadi ladang ide bagi pengarang untuk menghasilkan karyanya. Tulisan berupa skripsi ini mengambil topik tentang interaksi sosial di dalam sebuah karya sastra yang berupa novel dengan judul Suraya. Tujannya ialah untuk mendeskripsikan bagaimana interaksi sosial yang tergambar dalam novel Suraya karya Nafi?ah Al Ma?rab dengan teori Georg Simmel tentang interaksi sosial. Selanjutnya tulisan ini diberi judul ?Interaksi Sosial dalam Novel Suraya Karya Nafi?ah Al Ma?rab (Kajian Teori Georg Simmel)?. Sumber data didekati dengan pendekatan sosiologis (sosiologi sastra) dengan mengambil metode deskriptif analisis untuk menguraikan dan memberi gambaran bagaimana bentuk interaksi sosial dalam novel Suraya karya Nafi?ah Al Ma?rab. Data yang berupa narasi, pernyataan, serta dialog, dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan data apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Data yang ditemukan disajikan dalam bentuk deskripsi melalui subbab berdasarkan klasifikasi tipe interaksi sosial. Penelitian ini mendapatakan hasil simpulan yaitu bahwa di dalam karya sastra tidak lepas dari kehidupan sosial manusia sehari-hari. Hal yang menjadi bukti ialah ditemukan data yang merupakan jawaban atas rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu adanya interaksi sosial yang tergambar melalui tokoh-tokoh dalam cerita. Interaksi sosial tersebut berbentuk subordinasi (subordinasi di bawah individu, subordiasi di bawah kelompok, subordinasi di bawah prinsip umum), konflik, pertukaran, dan hubungan seksual. Tipe interaksi yang tergambar ialah interaksi sosial antarindividu, interaksi sosial individu dengan kelompok, serta interaksi sosial kelompok dengan individu.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK BERMEDIA FILM ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARASI SISWA KELAS VII SMP PUSPA DWI ARINDA, FISKA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran sinektik bermedia film animasi merupakan model pembelajaran yang menarik. Model pembelajaran ini digunakan dalam proses pembelajaran menulis teks narasi. Tujuan pemilihan model pembelajaran dan media ini diharapkan dapat memunculkan ide-ide dan keterampilan menulis siswa. mengikuti pembelajaran menulis teks narasi dengan model sinektik bermedia film animasi. Data dalam penelitian ini berupa hasil observasi, hasil belajar dan respons. Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel yakni diperoleh t hitung 2,549 > 2.000. dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran sinektik bermedia film animasi dapat berpengaruh positif. Kata Kunci: keefektifan, model sinektik, ketrampilan menulis narasi.
NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DENGAN KAJIAN NEW HISTORICISM STEPHAN GREENBLATT WIRADHIKA AMELIA PURNAMASARI, BELLA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupa fakta-fakta yang disandingkan dengan teks non-sastra. Novel Arok Dedes menceritakan sejarah masa lalu yang dilakukan penelitian dengan menggunakan kajian New Historicism. Hal tersebut menguntungkan peneliti karena dapat mengungkap kebenaran sejarah. Tujuan penelitian ini yakni memperoleh deskripsi tentang sejarah, budaya, pasar atau ekonomi dalam novel Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer. Jenis penelitian yang digunakan yakni jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan yakni metode deskripsi. Sumber data yang dalam penelitian ini yakni novel Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata atau kalimat yang menunjukkan aspek sejarah, askpek budaya, dan aspek ekonomi dalam novel ?Arok Dedes? karya Pramoedya Ananta Toer. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni teknik pustaka dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni teknik deskripsi. Hasil penelitian ini yakni (1) sejarah, masa kecil Arok, yang ditemukan Ki Lembung saat masih bayi hingga akhirnya Arok berguru pada Lohgawe. Penculikan Dedes, yang dilakukan oleh Tunggul Ametung saat berkunjung ke desa Mpu Parwa. Hal tersebut mengundang kemarahan para brahmana yang diketuai oleh Mahaguru Lohgawe. Masuknya Arok di Tumapel, karena Tunggul Ametung yang meminta bantuan kepada Mahaguru Lohgawe untuk meredahkan perusuh dengan pengaruhnya. Akhirnya Lohgawe pun mau membantu dengan memasukkan anak didiknya ke dalam pekuwuan yaitu Arok. Perlawanan terhadap Tunggul Ametung, dilakukan Arok dengan cara mendapatkan kepercayaan Tunggul Ametung. Kemudian Arok menjebak Kebo Ijo kaki tangan dari Empu Gandring untuk membunuh Tunggul Ametung. Akhirnya Arok menjadi Raja. (2) Budaya terdapat kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Tumapel, yakni dengan cara mendewakan seorang raja dan upacara adat yang berupa pembakaran mayat oleh orang yang beragama hindu. (3) Pasar atau perekonomian di Tumapel, menjadi kota yang sangat besar, tetapi rakyatnya mengalami kemiskinan. Karena Akuwu Tunggul Ametung menjalankan aspek kerja paksa dan perampasan. Dimana rakyat Tumapel diperas hartanya diberikan ke kerajaan Kediri, yang dipimpin oleh raja Kertajaya. Hal tersebut dipergunakan oleh Tunggul Ametung untuk diadakan perbudakan.
ASAL-USUL NAMA-NAMA DESA DI KECAMATAN NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN KAJIAN STRUKTUR, FUNGSI, DAN NILAI BUDAYA ANTIKA SARI, LILIK
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Setiap desa mempunyai sejarah tersendiri mengenai bagaimana asal-usul pemberian nama desanya, termasuk nama desa yang ada di Kecamatan Ngimbang, pemberian nama-nama desa berasal dari sejarah yang pernah terjadi di daerah tersebut. Pada penelitian ini mengambil objek kajian dengan judul ?Asal-usul Nama-nama Desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.? Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu a. Bagaimana stuktur cerita asal-usul nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, b. Bagaimana fungsi cerita asal-usul nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, c. Bagaimana nilai budaya cerita asal-usul nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data utama yaitu seorang informan yang mengetahui benar tentang cerita asal-usul nama-nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Data penelitian ini mendeskripsikan stuktur, fungsi dan nilai budaya pada cerita asal-usul nama desa di Kecamatan Ngimbang kabupaten Lamongan. Objek penelitian meliputi cerita asal-usul nama-nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik pencatatan, teknik perekaman dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan yang pertama, berdasarkan stuktur naratif ala Maranda, stuktur cerita asal-usul nama desa di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan memiliki alur maju karena ceritanya berurutan. Semua cerita yang dipilih telah memenuhi stuktur tersebut. Kedua, dilihat dari segi fungsi, sama seperti yang ada pada analisis stuktur. Sastra lisan yang dipilih telah memenuhi semua fungsi Bascom, yaitu sebagai hiburan, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, sebagai media pendidikan, dan sebagai alat pemaksa dan pengawas norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi oleh anggota kolektifnya. Ketiga, nilai budaya yang ada pada sastra lisan di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan semuanya memenuhi nilai budaya Lantini yaitu nilai didaktik, nilai kepahlawanan, nilai etik, dan nilai religius. Kata kunci : struktur, fungsi dan nilai budaya ABSTRACT Each village has its own history of how the name of the village originates, including the name of the village in Ngimbang Subdistrict, the giving of village names from the history that has occurred in the area. In this study took the object of study with the title "The Origins of Village Names in Ngimbang District, Lamongan Regency." The formulation of the problem in this study is a. How is the structure of the story of the origin of the name of the village in Ngimbang District, Lamongan Regency, b. What is the function of the story of the origin of the name of the village in Ngimbang District, Lamongan Regency, c. What is the cultural value of the story of the origin of the name of the village in Ngimbang District, Lamongan Regency. This study uses a qualitative descriptive method, the source of data in this study is the main data source in this study is an informant who knows correctly about the story of the origin of the names of villages in Ngimbang District, Lamongan Regency. This research data is describing the structure, functions and cultural values ??in the story of the origin of the name of the village in Ngimbang Subdistrict, Lamongan Regency. The object of this study covers the story of the origin of the names of villages in Ngimbang District, Lamongan Regency. Data collection techniques in this study used observation techniques, interview techniques, recording techniques, recording techniques and documentation techniques. The results of this study can be concluded the one, that based on the narrative structure Ala Maranda, the structure of the story of the origin of the name of the village in Ngimbang Subdistrict, Lamongan Regency has a progressive flow because of its sequential story. All selected stories have fulfilled the structure. The selection is in terms of functions, the same as in the structure analysis. The chosen oral literature has fulfilled all the functions of Bascom, namely as entertainment, as a means of ratifying cultural institutions and institutions, as an educational medium, and as a means of enforcing and supervising the norms of society will always be obeyed by its collective members. Cultural values ??that exist in oral literature in Ngimbang Subdistrict, Lamongan Regency all meet the cultural values ??of Lantini, namely didactic values, heroic values, ethical values, and religious values. Keywords : structure, functions and cultural values.
RELIGIOSITAS DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) HALIMAH, NUR
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan aspek religiositas Mangunwijaya dengan pendekatan Sosiologi Sastra. Hal ini melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) aspek Iman dalam Novel Bidadari Bermata Bening Karya Habiburrahman El Shirazy, (2) aspek Islam dalam Novel Bidadari Bermata Bening,(3) aspek Akhlak dalam Novel Bidadari Bermata Bening, dan (4) aspek Muamalah dalam Novel Bidadari Bermata Bening. Jenis penelitian yang digunakan yakni jenis penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra. Sedangkan data berupa kalimat, paragraf, ataupun dialog yang menunjukkan aspek religiositas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka atau dokumen, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aspek Iman merupakan kepercayaan seseorang diucapkan dengan lisan, ditasdidkan dalam hati, dan diamalkan dalam perbuatan, (2) Aspek Islam mengandung makna yang luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek Islam dalam arti konsep merupakan agama yang bersifat ketuhanan, yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW, (3) Aspek Akhlak dipengaruhi dengan berbagai sikap karakter dalam tokoh novel, (4) Aspek Muamalah dipengaruhi dengan urusan duniawi baik yang terkait dengan kepentingan diri sendiri maupun tekait dengan kepentingan masyarakat.
KARAKTER ANAK MELALUI TINDAK TUTUR DALAM NOVEL KARYA ANAK: HARI-HARI DI RAINNESTHOOD KARYA SRI IZZATI DAN ELLINA SCHOOL KARYA ANETTA TIZIANKA WIBOWO SEPTIYANI JAYANTI, DEA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Karakter anak merupakan hal utama yang perlu diperhatikan oleh orang tua untuk mengembangkan karakter anak ke arah yang baik, karena karakter anak sangatlah penting dalam membentuk pribadi yang utuh dan dewasa. Karakter dapat dijadikan penyeimbang bagi perkembangan emosional dan spritual anak kedepannya dalam sikap yang ditampilkan pada kehidupan sehari-hari. Dalam memperoleh perwujudan karakter, makan terjadilah tindak tutur. Tindak tutur merupakan salah satu kajian teori dalam bidang ilmu pragmatik. Tindak tutur merupakan ucapan ujaran-ujaran terhadap lawan tutur atau mitra tutur. Tindak tutur bukan saja ujaran-ujaran yang diucapkan, akan tetapi berfungsi untuk melakukan sesuatu terhadap lawan tutur. Tindak tutur terbagi menjadi tiga jenis, yaitu tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak lokusi merupakan tindakan melalui tuturan berupa ungkapan linguistik. Kemudian adanya tindak ilokusi, tindak ilokusi berfungsi untuk melakukan tindakan melalui tuturan dengan tujuan tertentu terhadap mitra tutur. Tindak perlokusi adalah tuturan yang bergantung pada tindakan yang dilakukan oleh penutur yang menimbulkan akibat kepada lawan tutur melalui tuturannya. Penelitian ini menganalisis tindak tutur dalam novel karya anak Hari-hari di Rainnesthood dan Ellina School, berupa bentuk tindak tutur yang dapat menjadikan perwujudan karakter anak. Berbagai macam karakter yang akan diperoleh dari novel anak tersebut malalui tindak tutur. Sehingga penelitian ini menarik untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur dan perwujudan karakter anak dalam novel karya anak Hari-hari di Rainnesthood dan Ellina School. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena memperoleh data berupa teks tertulis. Sumber data pada penelitian ini adalah novel karya anak Hari-hari di Rainnesthood dan Ellina School. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak baca dan teknik catat. Metode analasis data yang digunakan adalah metode padan ortografis dengan teknik analisis hubung banding pemerbedaan (HBB). Sesuai dengan rumusan masalah, hasil analisis data dalam penelitian ini yaitu karakter anak dalam bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, jenis tindak ilokusi. Bentuk tindak tutur lokusi berfungsi menyampaikan makna tuturan linguistik penutur tanpa adanya keinginan respon dari mitra tutur. Kemudian ilokusi berfungsi sebagai tindak tutur yang selanjutnya mendapatkan respon dari mitra tutur berupa tindakan secara lisan maupun tindakan langsung. Selanjutnya, respon dari mitra tutur yang disampaikan penutur dalam bentuk ilokusi adalah tindak tutur perlokusi. Dalam tindak tutur tersebut terjadilah perwujudan karakter anak yang didukung dari tindak tutur antara penutur dan mitra tutur.
PERBEDAAN TIPE KEPRIBADIAN TOKOH YASMIN DAN MAYA DALAM NOVEL MAYA KARYA AYU UTAMI (KAJIAN PSIKOLOGI KEPRIBADIAN: CARL GUSTAV JUNG) AINI, RIDAUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbedaan tipe kepribadian pada tokoh Yasmin dan Maya dalam novel Maya karya Ayu Utami. Tokoh Yasmin merupakan bentuk ekstraversi dari novel Maya. Kemunculan Yasmin yang sering bersamaan dengan sikap Yasmin yang lebih banyak berhadapan dengan dunia di luar dirinya. Tokoh Yasmin memiliki peran memperlihatkan hal-hal yang berada di luar dirinya dan yang ada di luar dari lingkungan padepokan Suhubudi. Sedangkan Tokoh Maya merupakan bentuk dari sikap introversi pada novel Maya. Tokoh Maya berperan dalam memusatkan pada kondisi di dalam dirinya dan lingkungannya saja. Pusatnya diri tokoh Maya dan lingkungan pada novel Maya adalah di padepokan Suhubudi. Tokoh Maya yang lebih tertutup pada dunia luar, bertugas memperlihatkan hal-hal di dalam lingkungan yang tidak akan mampu dilakukan oleh tokoh Yasmin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan objektif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca catat dan riset kepustakaan, yaitu dengan membaca teks atau literatur yang menjadi sumber penelitian dan yang berkaitan dengan data penelitian. Teknik catat dilakukan dengan memberikan tanda berupa tulisan atau garis pada teks novel Maya karya Ayu Utami. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, (1) tipe kepribadian ekstraversi pada tokoh Yasmin adalah tipe ekstraversi?pikiran, tipe ekstraversi?perasaan, tipe ekstraversi?pengindraan, dan tipe ekstraversi?intuisi, (2) tipe kepribadian ekstraversi pada tokoh Maya adalah tipe ekstraversi?pikiran, ekstraversi?perasaan, dan tipe ekstraversi?pengindraan, (3) tipe kepribadian introversi pada tokoh Yasmin adalah tipe introversi?pikiran, tipe kepribadian introversi?perasaan, dan tipe introversi?pengindraan, (4) Tipe kepribadian introversi pada tokoh Maya adalah tipe introversi?pikiran, tipe kepribadian introversi?perasaan, tipe introversi?pengindraan, dan tipe introversi intuisi, (5) tokoh Yasmin dan Maya memiliki tujuh tipe kepribadian yang menunjukkan bahwa antara tipe ekstraversi dan introversi mereka tidak seimbang. Ketidakseimbangan tersebut menunjukkan bahwa tokoh Yasmin dan Maya belum dapat mencapai individuasi atau realisasi diri.
PERBANDINGAN EKRANISASI NOVEL "MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT KARYA MIRA W." KE DALAM FILM "ARINI, MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT" KARYA SOPHAN SOPHIAN DENGAN FILM "ARINI" KARYA ISMAIL BASBETH DWI IMKUSTI, DIANA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbandingan proses ekranisasi berupa penciutan, penambahan, dan perubahan variasi dari satu novel ke dalam versi film yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis kualitatif dengan pendekatan objektif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi kepustakaan dan simak catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif dan metode hermeutika. Sementara itu, teori yang digunakan untuk mengkaji adalah teori struktur naratif Seymour Chatman guna menganalisis kernels dan satellite yang membangun cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya Sophan Sophian (1987) memiliki 77 kernels, sementara film Arini (2018) karya Ismail Basbeth memiliki 64 kernels. Meski diadaptasi dari satu novel yang sama, dua film tersebut mengalami proses ekranisasi yang berbeda. Film Arini (2018) mengalami lebih banyak penciutan disebabkan durasi yang terbatas dan peristiwa-peristiwa yang tidak dapat ditayangkan untuk masa sekarang, sementara film Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat (1987) mengalami perubahan variasi pada peristiwa kebersamaan Nick dan Arini disebabkan adanya perbedaan latar cerita.Kata kunci : Ekranisasi, Novel, Film, Seymour Chatman
MORFOSEMANTIK RAGAM KASAR BAHASA INDONESIA DALAM KBBI DARING EDISI V ROCHMAH, FATAKHUR
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kosakata bahasa Indonesia terdiri atas berbagai ragam bahasa, salah satunya yaitu ragam kasar. Ragam kasar merupakan variasi berbahasa yang digunakan pada situasi tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal. Ragam kasar bahasa Indonesia terdiri atas bentuk dasar dan bentuk turunan. Kosakata ragam kasar bahasa Indonesia, tidak terlepas dari proses morfologi sehingga mengakibatkan adanya perubahan makna. Proses pembentukan kata sehingga mengakibatkan perubahan makna pada ragam kasar bahasa Indonesia inilah yang disebut dengan morfosemantik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan morfosemantik pada bentuk dasar ragam kasar bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan morfosemantik pada bentuk turunan ragam kasar bahasa Indonesia (3) mendeskripsikan afiks-afiks yang dapat melekat pada kata dasar ragam kasar bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data KBBI edisi ke-V yang diakses dalam jaringan. Data penelitian ini berupa kosakata ragam kasar dalam KBBI daring edisi ke-V. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan simak, dengan teknik sadap dan catat. Metode analisis data menggunakan padan intralingual, dengan teknik analisis data hukum banding menyamakan dan membedakan. Instrumen analisis data yang digunakan adalah tabulasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) morfosemantik pada ragam kasar bentuk dasar mengalami perubahan makna secara nonlinguistik, yaitu disebabkan faktor perkembangan sosial dan budaya, perbedaan bidang pemakaian, perbedaan tanggapan, dan asosiasi sehingga muncul polisemi; (2) morfosemantik bentuk turunan ragam kasar bahasa Indonesia dihasilkan berdasarkan tiga proses morfologi yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Afiksasi terjadi dengan penambahan prefiks, sufiks, konfiks. Reduplikasi terjadi dengan pengulangan dasar berafiks. Komposisi dalam ragam kasar yaitu komposisi yang menampung konsep-konsep yang digabung tidak sederajat, komposisi nominal bermakna idiomatik penuh, dan komposisi nominal bermakna idiomatik sebagian; (3) Afiks-afiks yang dapat melekat pada bentuk dasar ragam kasar bahasa Indonesia adalah ber-, ter-, ke-, meng-, pe-, se-, per-, di-, -i, -nya-, -an, -kan, me-i, me-kan, ke-an, memper-kan, ber-an, pe-an. Sedangkan afiks yang dominan adalah ber- dan ter-. Berdasarkan uji coba melekatkan afiks pada bentuk dasar, diperoleh beberapa kemungkinan yaitu beberapa kata yang mengalami afiksasi sudah muncul dalam masyarakat namun belum terdaftar di KBBI; beberapabentuk turunana sudah terdaftar di KBBI; beberapa bentuk turunan belum ada dalam masyarakat namun bisa jadi akan terdaftar di KBBI. Kata Kunci: morfosemantik, ragam kasar, bentuk dasar, bentuk turunan