cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
PENCAPAIAN KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI TOKOH PERETAS GUGUS ASKO DALAM NOVEL HEKSALOGI SUPERNOVA KARYA DEE LESTARI (KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIKABRAHAM MASLOW) NUR YULIANA, EKA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud pencapaian kebutuhan aktualisasi diri dan karakteristik aktualisasi diri Tokoh Peretas Gugus Asko dalam Novel Heksalogi Supernova karya Dee Lestari. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra tekstual . Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik analisis data menggunakan metode deskriptif analisis. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tokoh Gio menjadi pendiri kantor ekspedisi, dan menjadi Peretas Kunci yang mengandung Peretas Puncak. Tokoh Bodhi menjadi seniman tato dan menjadi Peretas Kisi yang melihat 3 jalur, Infiltan Sarvara, dan Peretas. Tokoh Elektra menjadi penyembuh dan menjadi Peretas Memori yang mampu mendeskripsi memori yang telah hilang. Tokoh Toni menjadi pemilik warnet, pendiri komunitas mengenai cyber, dan menjadi Peretas Memori yang menggantikan Alfa sebagai pemimpin Gugus Asko. Tokoh Zarah menjadi fotografer wildlife dan menjadi Peretas Portal yang menjaga agar Peretas Puncak dapat turun dalam dirinya sesuai Hari Terobosan. Tokoh Alfa menjadi pegawai di Wall Street, menjadi Peretas Mimpi dan pemimpin Gugus Asko yang mengorbankan dirinya agar misi gugus dapat tercapai. Karakteristik aktualisasi diri Tokoh Peretas juga berbeda-beda. Tokoh Gio memiliki 7 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang cukup dalam mengaktualisasikan diri. Tokoh Bodhi memiliki 12 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang sangat baik dalam mengaktualisasikan diri. Tokoh Elektra memiliki 10 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang baik dalam mengaktualisasikan diri. Tokoh Toni memiliki 9 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang baik dalam mengaktualisasikan diri. Tokoh Zarah memiliki 10 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang baik dalam mengaktualisasikan diri. Tokoh Alfa memiliki 6 karakter yang dapat dikategorikan berada pada rentang cukup dalam mengaktualisasikan diri. Kata kunci : wujud pencapaian kebutuhan aktualisasi diri, karakteristik aktualisasi diri, Tokoh Peretas Gugus Asko, Novel Heksalogi Supernova, psikologi humanistik Abraham Maslow.
TUTURAN NONLITERAL SEBAGAI PEMBENTUK HUMOR DALAM ACARA TELEVISI WAKTU INDONESIA BERCANDA DIO WARDANU, ALVIN
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Humor merupakan hiburan bagi banyak orang. Beberapa stasiun televisi selalu memiliki acara yang menyuguhkan humor bagi pemirsa layar kaca. Sebut saja Pesbukers di ANTV, Opera Van Java di Trans 7, dan Waktu Indonesia Bercanda di NET.TV. Namun, kebanyakan humor yang berkembang di Indonesia identik dengan unsur rasis, sarkas, dan mengolok orang lain maupun diri sendiri. Fenomena pembentukan humor pada acara televisi WIB menarik untuk dikaji. Waktu Indonesia Bercanda memiliki ciri khas tersendiri dalam pembentukan humor yang dilakukan oleh Cak Lontong. Acara televisi Waktu Indonesia Bercanda lebih menekankan pada tuturan nonliteral untuk menciptakan humor. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk meneliti (a) bagaimna tuturan nonliteral sebagai pembentuk humor yang ada dalam acara televisi Waktu Indonesia Bercanda?, (b) bagaimanakah pengubahan tuturan literal menjadi tuturan nonliteral sebagai pembentuk humor dalam acara televisi Waktu Indonesia Bercanda?. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan tuturan nonliteral sebagai pembentuk humor, dan pengubahan tuturan literal menjadi tuturan nonliteral sebagai pembentuk humor dalam acara televisi Waktu Indonesia Bercanda NET.TV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data naskah video tayangan Waktu Indonesia Bercanda yang diunggah pada akun youtube NET.TV. Data penelitian ini adalah tuturan literal dan tuturan nonliteral yang dituturkan Cak Lontong dalam acara televisi Waktu Indonesia Bercanda NET.TV. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, pertama merupakan bentuk pertanyaan. Kedua adalah bentuk perintah. Tuturan nonliteral berbentuk perintah. Ketiga adalah bentuk melengkapi kalimat. Tuturan nonliteral berbentuk melengkapi kalimat
PEMETAAN AFIKSASI BUKU JUARA JURNAL BAHASA INDONESIA MAHASISWA BIPA 2016/2017 ORI RATNASARI, ABRIANI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis afiksasi, pengelompokan kelas kata yang mengalami afiksasi dan kelas bentuk dasar sebelum mengalami afiksasi yang ada dalam buku kumpulan juara jurnal bahasa Indonesia Mahasiswa BIPA 2016-2017. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini adalah (1) pengumpulan karangan, pembacaan karangan, penandaan dengan menggarisbawahi, pengklasifikasian dengan tabel, pembuatan diagram. Data penelitian ini diambil dari Jurnal Bahasa Indonesia Mahasiswa Darmasiswa tahun 2016/2017. Data yang diambil berupa kata yang diidentifikasi sebagai hasil afiksasi atau yang memiliki afiks. Sumber data penelitian ini adalah buku kumpulan juara jurnal Bahasa Indonesia tahun 2016/2017. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Darmasiswa. Objek Penelitian adalah karangan mahasiswa Darmasiswa yang terkumpul dalam buku juara jurnal Bahasa Indonesia tahun 2016/2017.Dari 22 karangan mahasiswa asing (68.175 kata) ditemukan 1097 kata yang mengalami afiksasi. Dari 1097 kata terdapat 503 Prefiks, 74 sufiks dan 520 konfiks. Tidak ditemukan adanya infiks Afiks yang ditemukan meliputi (1)prefiks yaitu me-, ber, ter-, pe-, se- , (2)sufiks yaitu ?an , -kan dan (3) konfiks yaitu pe-an, me-kan, me-i, ke-an, ber-an, ber-kan. Afiks ditemukan pada kelas kata verba, nomina, adjektiva, adverbia,dan numeralia. Kata Kunci: afiksasi, afiks, kelas kata, mahasiswa darmasiswa (BIPA) Abstract This thesis aims to describe the type of affixation, classifying word classes that experience affixation and word classes of basic word before has affix in the book of champions ofIndonesian language journals for BIPA students 2016/2017 BIPA students. The approach used is qualitative approach. Data collection procedures in this study are (1) the collection of essays, reading essays, marking by underlining, classification with tables, and making diagrams. The data of this study were taken from the 2016/2017 Indonesian language journal of Darmasiswa students 2016/2017. Data can be taken in the form of words identified as the result of affixation or those that have affixes. The source of this research data is a book of champions of Indonesian language journals for BIPA students 2016/2017 BIPA students. The research subjectis Darmasiswa students. The object of this research is the essays of Darmasiswa students which is collected in the book of champions of Indonesian language journals for BIPA students 2016/2017 BIPA students. From 22 essays of foreign students (63,175 words) found 1097 words that has affix. From 1097 words there are 503 prefixes, 74 suffixes and 520 confixes. No infix was found. Affixes that found are (1) prefixes such as me-, ber, ter-,pe-, se-. (2)suffixes such as -an , -kan and (3) confixes yaitu pe-an? me-kan, me-i, ke-an, ber-an, ber-kan. Afiks can be found in word classes such as verbs , noun, adjectives, adverbia,dan numeralia. Keywords: affixation, affixes, word class, darmasiswa students (BIPA).
POSTKOLONIALISME DALAM NOVEL PANGGIL AKU KARTINI SAJA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER NIMASARI, RIKA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk pandangan bangsa penjajah Belanda terhadap bangsa terjajah Hindia, serta mendeskripsikan bentuk penindasan yang dilakukan oleh bangsa penjajah terhadap bangsa terjajah, dan bentuk perlawanan yang dilakukan oleh Kartini terhadap bangsa penjajah. Ketiga aspek ini dideskripsikan untuk menganalisis Novel Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer dengan menggunakan teori postkolonialisme. Penelitian ini menggunakan penelitian historis dalam menganalisis dengan sumber data novel Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer. Data penelitian ini berupa penggalan kalimat maupun paragraf yang menampilkan bentuk postkolonialisme. Penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan catat dalam mengumpulkan data. Penelitian ini menggunakan teori postkolonialisme dengan menggunakan konsep pandangan bangsa penjajah terhadap bangsa terjajajh, bentuk penindasan bangsa penjajah terhadap bangsa terjajah dan bentuk perlawanan Kartini terhadap bangsa penjajah. Bentuk pandangan bangsa penjajah Belanda terhadap kaum terjajah Hindia yang meliputi anggapan merendahkan kaum pribumi jika dilihat dari sudut pandang orientalisme bangsa Barat. Bentuk penindasan ini diklasifikasikan penindasan fisik dan mental. Bentuk perlawanan yang dilakukan oleh Kartini terhadap kaum penjajah dengan mengubah pola pikir dan kehidupan rakyatnya yang mencontoh bangsa penjajah dengan bentuk hibriditas, diaspora, mimikri dan ambivalensi. Kata kunci: Postkolonialisme, Bentuk Pandangan, Bentuk Penindasan, Bentuk Perlawanan
TINDAKAN SOSIAL DALAM NOVEL YASMIN KARYA DIYANA MILLAH ISLAMI (TEORI TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER) GHOFUR, ABDUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beragamnya keinginan individu akan menyebabkan sebuah hubungan terjadinya interaksi antar manusia untuk menciptakan pola perilaku yang beraneka ragam, masing-masing masyarakat memiliki cara sosial yang berbeda-beda akan tetapi memiliki tujuan hidup bersama dengan bentuk budaya yang mampu menyatukan identitas masyarakat. Tindakan sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok sebagai bentuk interaksi kebiasaan sehari-hari dalam lingkungan. Rasional menunjukkan bahwa tindakan masyarakat mengarah pada tujuan absolut, memotivasi dan bersifat khas yang berkaitan dengan unsur lokal yang terjadi pada masyarakat dengan memegang teguh kepercayaan suatu kelompok dan menjadi nilai tersendiri bagi individu yang menjalani sistem sosial masyarakat. Irasional menunjukkan sistem budaya, perilaku sosial akan semata-mata dikaitkan pada kepentingan ekonomi untuk menjaga arus pengembangan perilaku harus berdasar nilai. Masyarakat dikatakan irasional apabila di dalam suatu interaksi masyarakat sosial yang baik dan para warganya bertindak secara baik sesuai dengan norma yang berlaku. Pemahaman dalam pendekatan sosiologis sebagaimana cenderung di tekankan adalah salah satu tipe sosiologi sebagai interpretatif atau pemahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data karya sastra novel yang berjudul Yasmin Karya Diyana Millah Slami. Data penelitian ini adalah unit teks yang merupakan bukti tindakan sosial dalam novel Yasmin Karya Diyana Millah Islami. Teknik pengumpulan data ini menggunakan tiga teknik atau tahapan membaca, mencatat, dan mengelompokkan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis hermeneutika dengan cara menafsirkan atau menginterpretasikan data menjadi makna untuk memperoleh kejelasan, ketepatan dan isi dari objek penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, pertama tindakan instrumental nilai suatu tindakan dimaksudkan secara sadar untuk mencapai tujuan tertentu dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya tujuan, aspek yang mendukung data tindakan instrumental nilai yakni mempelajari kesenian mamacah. Kedua tindakan rasional nilai suatu tindakan yang mutlak dan sudah ada, aspek yang mendukung data tindakan rasional nilai yakni aktifitas dan belajar di pesantren, tanggung jawab dan saling menghormati. Ketiga tindakan tradisional aktifitas individu atau kelompok melakukan tradisi yang sudah diajarkan oleh orang terdahulunya, aspek yang mendukung data tindakan tradisional yakni kebiasaan atau tradisi masyarakat. Keempat tindakan afektif mengutamakan pertimbangan dasar perasaan (afeksi) yang mengontrol diri baik perasaan marah, sedih, senang, kasih sayang, aspek yang mendukung tindakan afketif yakni perilaku patuh, perilaku kasih sayang, perilaku takut, perilaku marah. Kata Kunci: Tindakan Sosial, Rasional, Irasional.
RESISTENSI PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERITA TANDAK KARYA ROYYAN JULIAN (TEORI RESISTENSI-JAMES C. SCOTT) ZUNI SUSILOWATI, ENIK
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resistensi yang dilakukan oleh seorang perempuan kepada orang lain yang ditunjukkan melalui bentuk resistensi terbuka dan resistensi tertutup dalam kumpulan cerita Tandak karya Royyan Julian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik hermeneutika dan deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif. Pendekatan objektif adalah pendekatan yang menmpatkan karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri, otonom, dan punya dunia sendiri. Sumber data yang digunakan adalah kumpulan cerita Tandak karya Royyan Julian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk resistensi dalam kumpulan cerita Tandak karya Royyan Julian yaitu resistensi terbuka dan resistensi tertutup. 1) Resistensi terbuka dilakukan oleh beberapa tokoh perempuan dalam setiap judul cerita dalam kumpulan cerita Tandak ditunjukkan dalam bentuk pemberontakan, sanggahan, kemarahan yang ditampakkan dengan menggunakan nada tinggi dan ditunjukkan melalui ekspresi wajah, bahkan resistensi terbuka juga ditunjukkan dengan cara bunuh diri yang bertujuan untuk balas dendam dan agar tidak ada yang memilikinya. Hal tersebut dilakukan oleh tokoh perempuan yang merasa dirinya mendapat perlakuan yang kurang baik dari orang lain, atau mereka tidak mendapat keadilan sehingga mereka perlu melakukan resistensi untuk membela diri dan mendapatkan hak atau keadilan. 2) Resistensi Tertutup dilakukan oleh beberapa tokoh perempuan dalam setiap judul cerita dalam kumpulan cerita Tandak ditunjukkan dalam bentuk umpatan dalam hati yang tidak ditunjukkan atau diketahui orang lain, penolakan yang ditunjukkan melalui tingkah laku yang kurang baik, tangisan yang tidak ditunjukkan kepada orang lain, bahkan resistensi tertutup juga dilakukan dengan cara perencanaan balas dendam dengan cara yang licik. Kata Kunci : Resistensi, Bentuk Resistensi, Kumpulan Cerita Tandak
JOKES (SET UP DAN PUNCHLINE) DALAM WACANA HUMOR KOMIKA POPON KEROK ACARA STAND UP COMEDY INDONESIA (SUCI) 8 DI KOMPAS TV NURO UQTURA, AYU
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai jokes (set up dan punchline) dalam wacana humor komika Popon Kerok acara stand up comedy Indonesi (SUCI) 8 di kompas tv untuk mendeskripsikan bentuk permianan kebahasaan, fungsi jokes dalam wacana humor, dan konteks jokes dalam wacana humor acara stand up comedy Indonesi (SUCI) 8 di kompas tv. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif kualitatif. Subjek penelitian ini berupa jokes (set up dan punchline) komika Popon Kerok dalam acara stand up comedy Indonesi 8. Metode analisis data yang digunakan penelitian ini adalah padan dengan teknik deskriptif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap. Proses analisis data dilakukan beberapa tahan yaitu tahap transkripsi, klasifikasi, pengodean, penganalisisan data, dan penyimpulan data. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan, ditemukan 9 bentuk permainan bahasa dalam jokes (set up dan punchline) Popon Kerok dalam acara stand up comedy Indoensia 8 yaitu: repetisi 17 jokes, inversi 1 jokes, homonimi kata biasa 2 jokes, metafora artifisial 2 data, substitusi frasa 3 data, substitusi nomina 1, Sexual Allusion 1 data, misunderstanding 2 jokes, dan satir 6 jokes. Kemudian ditemukan 4 fungsi jokes dalam wacana humor yaitu: fungsi hiburan ada 25 data jokes, protes sosial 4 jokes, memperbaiki akhlak dan moral 5 jokes, dan pendidikan 1 jokes. Konteks sosial ditemukan 4 konteks: konteks ekonomi 7 jokes, konteks politik 3, konteks kemasyarakatan 5 jokes, dan konteks hukum 5 jokes
TINDAK TUTUR HOST AIMAN TERHADAP NARASUMBER DALAM WAWANCARA LANGSUNG DI PROGRAM AIMAN KOMPAS TV MEYLINDA, HESTIN
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi yang terjadi antara host dan bintang tamu dalam program acara televisi yang menyajikan informasi berupa berita-berita yang sedang viral atau marak diperbincangkan mengandung berbagai bentuk tindak tutur. Hal tersebut juga terdapat dalam kegiatan wawancara langsung yang dilakukan oleh host bernama Aiman Witjaksono di program AIMAN Kompas TV. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tiga bentuk tindak tutur yakni tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dari tuturan yang dituturkan oleh Host Aiman di program AIMAN Kompas TV. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yakni teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat. Sumber data pada penelitian ini adalah tayangan atau rekaman video dalam program AIMAN Kompas TV. Data dalam penelitian ini berupa tuturan host bernama Aiman dalam program AIMAN Kompas TV yang mengandung tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi. Pada tahap analisis data peneliti menggunkan teknik analisis data kualitatif yang terdiri dari tiga alur yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan data atau penyimpulan hasil analisis data. Ditemukan tiga bentuk tindak tutur sebagai hasil penelitian ini yakni tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak tutur lokusi yang dituturkan host Aiman terhadap narasumber hanya bermaksud untuk memberikan informasi mengenai berita-berita yang sedang hangat diperbincangkan. Berita-berita tersebut disampaikan Aiman berdasarkan fakta dengan tujuan untuk menambah informasi agar narasumber dapat memberikan penjelasan yang diinginkan oleh Aiman. Tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam tuturan host Aiman terhadap narasumber yakni tindak tutur ilokusi asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Dalam tindak tutur ilokusi asertif yang disampaikan oleh host Aiman yakni informasi-informasi fakta yang didapatkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Aiman. Selain itu, tuturan yang disampaikan juga bermaksud untuk meminta lawan tutur melakukan suatu tindakan seperti menjelaskan, menjawab, dan sebagainya. Dalam tindak tutur ilokusi direktif ditemukan tuturan yang bermaksud untuk meminta, memesan, dan menyarankan. Dalam tindak tutur ilokusi komisif ditemukan tuturan yang bermaksud untuk memanjatkan doa dan menjanjikan. Dalam tindak tutur ilokusi ekspresif ditemukan tuturan yang bermaksud untuk mengekspresikan rasa kegembiraan, ketakutan, keprihatinan, dan ucapan rasa terima kasih. Tindak tutur perlokusi yang dituturkan host Aiman terhadap narasumber memiliki efek atau daya pengaruh kepada lawan tutur untuk melakukan suatu tindakan. Ditemukan lima verba yang termasuk dalam tindak tutur perlokusi yakni verba meyakinkan, membuat jengkel, mengintimidasi, menganjurkan, dan menuduh. Kata Kunci: Tindak Tutur, Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi.
BAHASA HUMOR DALAM TUTURAN KETUT YOGA YUDISTIRA PENGISI SUARA CHANNEL YOUTUBE KOK BISA ISMI AISYAH, ZAHRANI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Humor dapat dijumpai dimana-mana. Tidak hanya dapat dibaca dari buku kumpulan lelucon saja, sekarang humor sudah tersebar luas di berbagai media massa, mulai media massa elektronik seperti televisi, radio, dan lain sebagainya. Humor juga dapat ditemukan dalam media massa online. Media massa online yang ditemukan saat ini sudah beragam , salah satunya adalah Yiutbe. Dalam proses pembuatan konten yang ada dalam Youtube, tak luput dari peran pembuat konten. Ketut Yoga Yudistira, seorang pria kelahiran Bali yang menjadi pusat dari konten Youtube yang dinaungi channel Kok Bisa? Dalam mengisi suara video Youtubenya Ketut Yoga juga menyelipkan humor yang tidak terduga. Diksi yang digunakan juga tak terlihat lucu, namun saat dibawakan oleh Ketut Yoga mampu menimbulkan gelak tawa. Beragamnya bahasa humor yang digunakan dalam tuturan Ketut Yoga dalam video channel Youtube KOK BISA? tersebut merupakan hal menarik untuk diteliti dan dideskripsikan. Penelitian bahasa humor dalam tuturan Ketut Yoga Yudistira menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi yang didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti yang rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistik dan rumit. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Teknik analisis isi adalah teknik yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan sesuai dengan rumusan masalah yang diambil. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori bentuk humor yang dikemukakan oleh Menurut Yunus dalam (Mulyani, 2005: 5 dan Palupi, 2014: 8) dan teori fungsi yang dikemukakan oleh Sujoko (dalam Rahmanadji, 2007: 217) memandang humor dapat berfungsi untuk: (1) melaksanakan segala keinginan dan segala tujuan gagasan atau pesan; (2) menyadarkan orang bahwa dirinya tidak selalu benar; (3) mengajar orang melihat persoalan dari berbagai sudut; (4) menghibur; (5) melancarkan pikiran; (6) membuat orang mentoleransi sesuatu; (7) membuat orang memahami soal pelik. Dari penelitian ini ditemukan Bentuk humor yang ditemukan meliputi bentuk 1) humor sebaris, 2) humor dua baris, 3) humor kalimat topik, 4) humor salah ucap, 5) humor permainan kata, 6) humor interupsi dan 7) humor pematah. Bentuk humor yang tidak ditemukan dalam penelitian ini adalah humor dialog, humor surat dan humor salah intonasi. Bentuk humor yang dominan dalam penelitian ini adalah bantuk humor sebaris. Fungsi humor yang ditemukan meliputi fungsi 1) melaksanakan segala keinginan dan segala tujuan gagasan/pesan, 2) menyadarkan orang bahwa d irinya tidak selalu benar, 3) mengajar orang melihat persoalan dari berbagai sudut, 4) menghibur, 5) melancarkan pikiran dan 6) membuat orang memahami soal pelik. Fungsi humor yang dominan ditemukan adalah fungsi menghibur sebanyak 43 data, karena humor pada hakikatnya berfungsi untuk menghibur orang. Fungsi humor yang tidak ditemukan dalam penelitian ini adalah fungsi membuat orang mentoleransi sesuatu. Kata Kunci: bahasa humor, tuturan Ketut Yoga Yudistira, channel youtube Kok Bisa .
KEKERASAN VERBAL DALAM TUTURAN ANAK USIA TUJUH TAHUN (STUDI KASUS ZAKY DAN BIYAN) PUSPITA SARI, SINTA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tuturan merupakan ujaran yang disampaikan oleh penutur kepada mitra tutur dengan menggunakan bahasa sebagai bentuk informasi yang ingin disampaikan. Beberapa hal yang terkait dengan tuturan, mengalami perbedaan yang signifikan antara penutur satu dengan penutur yang lain, baik dari segi bentuk, cara, dan atau maksud yang disampaikan. Telah diketahui, anak-anak mengalami perkembangan yang cukup mengkhawatirkan, dikatakan mengkhawatirkan karena anak-anak mudah meniru apa yang telah didengar atau yang telah diamati. Baik tindakan maupun tuturan, anak-anak seringkali mengujarkan dan melakukan apa yang sering diamati. Sehingga tuturan yang mengandung makian juga seringkali menjadi persoalan yang mengkhawatirkan karena salah satu faktor yang menyebabkan anak menuturkan kalimat kekerasan verbal adalah akibat tindakan meniru dari lingkungan. Makian atau kekerasan verbal merupakan salah satu bentuk tuturan yang termasuk ke dalam tuturan yang kasar. Kata, frasa, dan klausa yang termasuk ke dalam kekerasan verbal merupakan bentuk tuturan yang tergolong bermakna umpatan ketika dituturkan. Berbagai hal yang melatar belakangi penuturan ujaran kekerasan verbal tersebut, menjadi persoalan yang perlu dipahami, sehingga dapat diminimalisir atau bahkan dicegah. Dampak yang terjadi akibat penerimaan kekerasan verbal oleh penutur seringkali menjadi bahan perbincangan, selain dapat menimbulkan keterganggunya mental mitra tutur, kekerasan verbal yang dituturkan oleh penutur juga dapat memicu tindakan peniruan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, tuturan makian atau kekerasan verbal semakin meluas dan menimbulkan efek yang negatif. Penelitian yang mengkaji kekerasan verbal anak usia tujuh tahun menggunakan metode kualitatif yang proses pengumpulan data dan penganalisisan tidak melalui prosedur statistika melainkan melalui analisis tuturan yang ditulis dalam bentuk kalimat. Penganalisisan yang dilakukan ialah bentuk tuturan yang mengandung makian atau kekerasan verbal yang dituturan oleh penutur kepada mitra tutur. Selain bentuk, makna di dalam tuturan juga dianalisis berdasarkan dua jenis makna yaitu makna leksikal dan juga makna kontekstual. Faktor yang mempengaruhi kekerasan verbal juga dikaji secara rinci, melalui hasil pengamatan secara langsung dan juga melaluii kegiatan wawancara bersama pihak yang dianggap mengetahui secara lebih rinci. Kata Kunci: Kekerasan verbal, Tuturan, , Leksikal, dan Kontekstual