cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
TRANSFORMASI CERITA SARIP TAMBAK OSO DALAM SASTRA LISAN KE DALAM CERITA SARIP TAMBAK OSO DALAM LUDRUK ARMADA MALANG YURIKO EFTA ROSHELLA EFFENDY, STEVANIE
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang transformasi cerita Sarip Tambak Oso dalam sastra lisan ke dalam cerita Sarip Tambak Oso dalam Ludruk Armada Malang yang menghasilkan adanya transformasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan hasil deskriptif yang menggunakan kalimat, kutipan wawancara dengan narasumber, dan kutipan dialog yang terdapat pada sumber data. Hasil penelitian ini dapat dilihat pada simpulan sebagai berikut: (1) terjadi transformasi tema dari kekuasaan Sarip Tambak Oso menjadi pengkhianatan yang dialami oleh Sarip Tambak Oso, (2) terjadi transformasi plot yang dimulai dengan awalan, komplikasi, konflik, klimaks, dan penyelesaian. Alur yang ada dalam sastra lisan dan ludruk Armada sama-sama termasuk jenis alur maju, sebab tidak ada pengulangan masa lalu pada kedua cerita tersebut, (3) terjadi transformasi penokohan dari keseluruhan penokohan, sepenuhnya terjadi transformasi dari setiap tokohnya, (4) terjadi transformasi setting yang meliputi tempat, waktu, dan suasana, (5) terjadi transformasi nilai cerita yang meliputi nilai keberanian, nilai ketaatan, nilai moral, dan nilai toleransi. Kata Kunci: Transformasi, cerita, sastra lisan, ludruk
DOMINASI SOSIAL DALAM NOVEL MAX HAVELAAR KARYA MULTATULI (KAJIAN DOMINASI SIMBOLIK PIERRE BOURDIEU) ALFIANTO, DANI
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dominasi sosial dalam masyarakat merupakan suatu tindakan yang dilakukan baik sadar ataupun tidak dari pihak yang mendominasi kepada pihak terdominasi. Tindakan tersebut merupakan suatu bentuk kekerasan atau kekuasaan secara simbolik, dilakukan dengan berbagai syarat  dan alasan yang dimiliki oleh pihak yang mendominasi, sehingga praktik dominasi tersebut menguntungkannya dan merugikan pihak sebaliknya. Pendekatan sosiologi sastra merupakan kegiatan mengamati segala aktivitas masyarakat yang terdapat dalam suatu karya sastra. Penelitian ini menggunakan  novel Max Havelaar karya Multatuli karena di dalamnya berlatar belakang masa penjajahan yang dilakukan oleh Belanda kepada Indonesia dan diyakini terdapat praktik-praktik dominasi sosial pada saat itu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah membahas dan menganalisis tentang (1) modal (alat) dalam novel Max Havelaar karya Multatuli, (2) kelas dalam novel Max Havelaar karya Multatuli, (3) habitus dalam novel Max Havelaar karya Multatuli, dan (4) kekuasaan atau kekerasan simbolik dalam novel Max Havelaar karya Multatuli dengan menggunakan kajian dominasi simbolik dari Pierre Bourdieu. Pendekatan yang diugunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studi pustaka, yaitu dengan cara mengumpulkan seluruh data yang berupa kata-kata, kalimat, penggalan kalimat, paragraf, dan penggalan paragaraf yang sesuai dengan kajian dominasi simbolik Pierre Bourdieu dalam novel Max Havelaar karya Multatuli dan mengklasifikasikan data tersebut ke dalam aspek modal, kelas, habitus, dan kekuasaan simbolik. Hasil dalam penelitian ini diperoleh bahwa (1) modal yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu modal simbolik, modal sosial, dan modal budaya yang dimiliki oleh beberapa tokoh yaitu Max Havelaar, Bupati Lebak, dll, (2) kelas yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu kelas dominan, kelas menengah, dan kelas populer atau kelas bawah. Kelas dominan ditempati oleh para pejabat Belanda, kelas menengah ditempati oleh berbagai kalangan pejabat pribumi, dan kelas populer ditempati oleh para penduduk Jawa atau penduduk pribumi, (3) terdapat tiga bentuk habitus yang meliputi kecerdasan dan kemurahan hati Max Havelaar, melindungi para pejabat pribumi, dan kesewenang-wenangan yang dibiarkan terjadi, (4) terdapat empat bentuk kekuasaan simbolik yang meliputi penduduk bekerja tanpa bayaran di ladang milik bupati, merampas kerbau penduduk secara semena-mena, pembunuhan oleh para pejabat kepada penduduk pribumi, dan penerapan sistem kerja paksa dan pundutan.   Kata kunci: dominasi sosial, novel Max Havelaar, modal, kelas, habitus, dan kekuasaan simbolik
POSTKOLONIALISME DALAM NOVEL PERAWAN REMAJA DALAM CENGKERAMAN MILITER: CATATAN PULAU BURU KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER JUMAN RUJHAN, AHMAD
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjalanan bangsa ini secara tidak langsung dipengaruhi oleh warisan penjajah, bahkan warisan ini berbekas dan mengendap di setiap individu rakyat Indonesia yang dampaknya masih terasa hingga saat ini di era globalisasi. Banyak sastrawan yang merupakan saksi hidup di era kolonialisme Belanda dan Jepang, satu diantaranya adalah Alm. Pramoedya Ananta Toer dan banyak karyanya yang terpengaruh kolonialisme Bangsa Penjajah. Oleh karena itu penelitian ini dilatarbelakangi fenomena sosial yang ada dan menimbang sastrawan yang terinspirasi dari era kolonialisme. Rumusan masalah penelitian ini ada tiga yakni; (1) Bagaimana bentuk penindasan bangsa penjajah terhadap bangsa terjajah (2) Bagaimana bentuk dominasi laki-laki atas perempuan (3) Bagaimana pandangan bangsa penjajah dan terjajah dalam novel “Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Catatan Pulau Buru” karya Pramoedya Ananta Toer? Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dalam menganalisis karya sastra yang dimaksud. Sumber data yang digunakan adalah novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Catatan Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan catat dalam mengumpulkan data dan menggunakan teknik deskriptif analisis dalam menganalisis data yang ada. Penelitian ini menggunakan teori postkolonialisme sebagai alat bedah analisis, yang di dalamnya digunakan konsep-konsep bentuk penindasan, bentuk dominasi, dan pandangan Bangsa Penjajah dan Terjajah. Bentuk penindasan dalam novel ini diklasifikasikan menjadi dua penindasan yang dilakukan secara fisik dan penindasan mental. Bentuk dominasi yang diteliti adalah dominasi laki-laki terhadap perempuan. Hal ini dilakukan dengan kebijakan-kebijakan Bangsa Penjajah yang membuat Bangsa Terjajah (lebih banyak merujuk pada perempuan remaja yang menjadi korban keganasan Balatentara Jepang) menjadi pihak yang tertindas atau resesif didominasi oleh kekuatan Bangsa Jepang sebagai Bangsa Penjajah dan kelemahan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa Terjajah. Sedangkan bentuk pandangan Bangsa Terjajah tersurat dan tersirat dalam pembentukan citra diri yang mengadopsi Bangsa Penjajah berupa Pencampuran (Hibriditas), keterasingan (diaspora), peniruan (mimikri), dan keraguan (ambivalensi). Kata kunci: Postkolonialisme, Penjajah, Terjajah, Penindasan, Dominasi
KECENDERUNGAN NEUROTIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KERUMUNAN TERAKHIR KARYA OKKY MADASARI (KAJIAN PSIKOANALISIS SOSIAL KAREN HORNEY) DWI JAYANTI, IKE
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Kecenderungan Neurotik Tokoh Utama dalam Novel Kerumunan Terakhir Karya Okky Madasari (Kajian Psikoanalisis Sosial Karen Horney) karena novel ini menceritakan mengenai kecemasan dasar yang dialami oleh tokoh utama yang bernama Jayanegara. Rasa kecemasan dasar tersebut diatasi dengan strategi kecenderungan neurotik seperti yang dijelaskan dalam teori Karen Horney. Teori tersebut di dalamnya menjelaskan tentang ciri-ciri orang neurotik dalam usahanya mengatasi kecemasan dasar yang dibagi menjadi tiga strategi kecenderungan neurotik. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kecenderungan neurotik bergerak mendekati orang lain; (2) kecenderungan neurotik bergerak melawan orang lain; dan (3) kecenderungan neurotik bergerak menjauhi orang lain tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari. Kata kunci:Psikoanalisis sosial Karen Horney, psikologi kepribadian, kecenderungan neurotik
PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X-MIA DI SMA NEGERI 8 SURABAYA HALIFA, NUR
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                   Kalimat dalam ragam tulisan perlu lebih tepat dan sesuai penulisan ejaannya. Analisis data awal menunjukan bahwa penulisan teks siswa kelas X-MIA SMA Negeri 8 Surabaya terdapat beberapa kesalahan yang beragam. Dengan demikian, topik penggunaan ejaan siswa kelas X-MIA SMA Negeri 8 Surabaya menarik untuk diteliti, baik yang terdapat kesalahan, maupun yang tidak. Penelitian ini memiliki lima fokus penelitian ejaan, yaitu penggunaan huruf kapital, pemenggalan kata, kata depan, partikel, dan penggunaan tanda baca.     Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks bahasa Indonesia siswa kelas X-MIA SMA Negeri 8 Surabaya sebagai sumber data primer dan guru sebagai sumber data sekunder. Dengan demikian, Data primer penelitian ini adalah penggunaan ejaan huruf kapital, pemenggalan kata, kata depan, partikel, dan tanda baca yang digunakan siswa dalam tulisannya. Kemudian, data sekunder penelitian ini adalah informasi guru tentang pengajaran dan pembimbingan penggunaan ejaan bahasa Indonesia di kelas X-MIA tersebut. Berdasarkan hasil analisis, ejaan yang paling banyak digunakan, baik yang benar maupun yang tidak,yaitu huruf kapital dengan jumlah penggunaan 2714 kali. Kemudian, yang paling jarang digunakan, baik digunakan dengan benar maupun tidak,yaitu tanda garis miring dengan jumlah penggunaan 64 kali. Ejaan yang digunakan dengan baik dan benar adalah tanda kurung dan tanda garis miring yang tidak memiliki kesalahan sekali pun dalam penggunaannya. Hasil analisis data kesalahan menunjukkan bahwa tanda koma adalah ejaan yang paling sering salah digunakan, dengan presentasi kesalahan 49%. Dari analisis pengunaan ejaan benar dan ejaan salah, secara keseluruhan, penggunaan ejaan benar lah yang lebih unggul. Dengan demikian, ejaan sudah cukup dipahami oleh siswa kelas X-MIA SMA Negeri 8 Surabaya. Kata kunci: ejaan, huruf kapital, pemenggalan kata, kata depan, partikel, tanda baca 
POSISI AKTOR, PEMBACA, DAN PENULIS PADA TEKS BERITA KASUS KORUPSI PENJUALAN ASET BUMD DI SURAT KABAR ONLINE EDISI OKTOBER–JANUARI 2017 ZHAFRINA JATMIKO, NADIA
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                   Analisis wacana dibutuhkan masyarakat sebagai pisau analisis pada surat kabar. Surat kabar sebagai representasi simbolis dan nilai masyarakat yang telah membentuk stereotip yang menguntungkan atau merugikan pihak tertentu. Ada pihak yang posisinya dibela melalui pemberitaan surat kabar dan ada yang cenderung ditampilkan dalam teks sebagai pihak yang bersalah, atau dimarginalkan, dibandingkan dengan pihak lain. Salah satu pemberitaan yang patut dikaji adalah berita kasus korupsi penjualan aset BUMD                  Rumusan masalah pada penelitian ini 1) posisi aktor sebagai subjek-objek pada teks berita kasus korupsi penjualan aset BUMD di surat kabar online; 2) posisi penulis terhadap aktor pada teks berita kasus korupsi penjualan aset BUMD di surat kabar online; 3) posisi pembaca terhadap aktor pada teks berita kasus korupsi penjualan aset BUMD di surat kabar online.                 Hasil penelitian dari surat kabar online Jawa Pos, Kompas, dan Tempo online menjadikan aktor DI sebagai subjek pemberitaan. Karakteristik yang membedakan surat kabar online Jawa Pos dengan Kompas dan Tempo online yaitu pemberitaan pada Jawa Pos online konsisten menjadikan penegak hukum sebagai objek pemberitaan yang posisinya termarjinalkan dan aktor penegak hukum tidak mendapatkan kesempatan untuk memunculkan persepsinya pada teks berita. Penyapaan tidak langsung (indirect address) adalah bentuk penyapaan yang seringkali dipakai oleh ketiga surat kabar online yaitu Jawa Pos, Kompas, dan Tempo. Penyapaan tidak langsung secara mediasi yang mendominasi ke tiga surat kabar tersebut, dimana posisi kebenaran ditempatkan secara hierarkis sehingga pembaca akan menyejajarkan atau mengidentifikasi dirinya sendiri dengan karakter atau apa yang tersaji dalam teks. Posisi penulis pada surat kabar Jawa Pos dan Kompas online berpihak kepada aktor DI dan Tempo online lebih netral dibanding ke dua surat kabar tersebut.   Kata kunci : Analisis wacana, Posisi subjek, Posisi penulis dan pembaca
REPRESENTASI SOSIAL POLITIK DALAM TEKS KUMPULAN ESAI MUSIK LOKASI TIDAK DITEMUKAN KARYA TAUFIQ RAHMAN: KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS HILMAWAN REDITYA, TITO
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang representasi sosial politik dalam teks kumpulan esai musik Lokasi Tidak Ditemukan karya Taufiq Rahman. Teks musik yang disajikan secara mendalam mampu merepresentasikan kondisi sosial politik yang tampak dalam pilhan kata, rangkaian antar kalimat, relasi, identitas dan intertekstualitas. Pendekatan dalam penelitian ini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kualitatif merupakan penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna dan Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi. Esai musik dikaji menggunakan kajian analisis wacana kritis khususnya kajian representasi, dengan metode analisis isi. Teks musik dalam kumpulan esai Lokasi Tidak Ditemukan tidak hanya merepresentasikan tentang musik tapi juga kondisi sosial politik yang cenderung negatif dan  patut dibenahi.   Kata Kunci: esai musik, representasi, analisis wacana kritis, sosial politik
PEMIKIRAN OPRASIONAL FORMAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL ANAK KALONG PUNYA DERITA KARYA VERY BARUS KAJIAN PISIKOLOGI JEAN PEAGET IVAN RIFAI FANDY, ACH
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sastra juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi anak. Salah satu genre sastra bagi anak-anak yaitu sastra anak. sastra anak juga bisa dijadikan sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan nilai-nilai pendidikan untuk proses kedewasaan anak. Melalui buku sastra anak  yang sengaja dikreasikan untuk bacaan anak, sastra anak memiliki kontribusi yang besar bagi perkembangan kepribadian  dan kejiwaan anak dalam proses kedewasaanya Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  pemikiran operasional formal yang dimiliki oleh tokoh utama melalui ketiga komponen kemampuan berpikir sesuai konsep pemikiran oprasional formal Jean Piaget yaitu kemampuan berpikir abstrak, kemampuan berpikir idealis, dan kemampuan berpikir logis tokoh Sudung dalam novel Anak Kalong Punya Derita karya Very Barus. Bentuk data yang digunakan untuk menemukan konsep pemikiran tokoh dapat dilihat dari percakapan, paragraph, dan kalimat dalam novel. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra. pendekatan pisikologi sastra merupakan pendekatan yang melihat  sebuah karya sastra dari sudut kejiwaan karya sastra tersebut baik dari unsur pengarang, tokoh, maupun pembacanya. Teknik analisi data pada penelitian ini, yaitu teknik analisis deskriptif. Teknik analisis deskriptif yaitu analisis yang melibatkan peneliti untuk berusaha mendeskripsikan makna, subjek, atau keadaan menjadi bahasan dalam sebuah penelitian.Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa tokoh Sudung melakukan pemikiran operasinal formal melalui kemampuan berpikir abstrak yang di dapat dari petunjuk verbal dan melalui pemikiran mengenai pemikiran itu sendiri yang disebut sebagai pemikiran diri, kemampuan berpikir idealis melalui perilaku membandingkan dan melalui spekulasi yang jauh tentang kualitas dari apa yang mereka dan orang lain ingkinkan, dan kemampuan berpikir logis ditunjukkan melalui cara tokoh utama (Sudung) melakukan pemecahan masalah yang dilakukannya. Keseluruhan kemampuan berpikir itu ditunjukkannya dengan perilaku yang merupakan hasil dari prose berpikir yang telah dilakukannya terlebih dahulu.
HEGEMONI DALAM NOVEL MALAIKAT LERENG TIDAR KARYA REMY SYLADO : KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA BADRUN NADA, AHMAD
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HEGEMONI DALAM NOVEL MALAIKAT LEENG TIDAR  KARYA REMY SYLADO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya ahmadnada@mhs.unesa.ac.id Abstrak   Novel Malaikat Lereng Tidar karya Remy Sylado dipilih sebagai objek penelitian didasarkan pada tiga kelebihan yang terdapat dalam novel Malaikat Lereng Tidar. Pertama, Novel Malaikat Lereng Tidar menceritakan tokoh bernama Jez yang telah terhegemoni oleh kekuasaan Belanda sehingga dia mau membantu Belanda, padahal dia merupakan laki-laki keturunan Minahasa. Selain itu, ada kecurigaan terhadap tokoh lain dalam Novel yang juga terhegemoni. Kedua, belum ada penelitian ilmiah sastra yang menganalisis masalah hegemoni dengan metode penelitian sosiologi sastra terhadap novel Malaikat Lereng Tidar karya Remy Sylado. Ketiga, Remy Sylado memiliki kecenderungan menulis karya yang mengandung unsur hegemoni. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk hegemoni, jenis hegemoni, ruang lingkup hegemoni, dan dampak hegemoni dalam novel Malaikat Lereng Tidar karya Remy Sylado. Pengkajian terhadap novel Malaikat Lereng Tidar karya Remy Sylado menggunakan teori hegemoni Antonio Gramsci. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan sosiologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data objek  yang berupa kalimat-kalimat di dalam novel Malaikat Lereng Tidar untuk diperoleh gambaran unsur hegemoni yang terkandung di dalamnya. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan objek penelitian dalam novel Malaikat Lereng Tidar. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif analisis. Bentuk hegemoni yang terdapat dalam novel Malaikat Lereng Tidar karya Remy Sylado ada dua, yakni hegemoni total dan hegemoni merosot. Kedua bentuk hegemoni tersebut dapat diketahui dari uraian subbab-subbab berikut; tentara sebagai lambang kekuatan dan kekuasaan, tentara sebagai bentuk perjuangan, nilai-nilai ajaran Jawa sebagai budaya, harta sebagai kekuatan, dan Belanda sebagai lambang kemajuan.Hegemoni moral terjadi selama berada dalam gereja sebelum berangkat ke Jawa, sedangkan hegemoni intelektual terjadi selama berada dalam pusat pelatihan marsose di Magelang.Penyebab hegemoni terjadi dalam kehidupan Jez yang kemudian meluas dalam kehidupan Toemirah. Penyebab awal diri Jez mudah terhegemoni adalah cita-citanya menjadi marsose yang mulanya dipicu oleh rasa cintanya kepada Naomi. Dampak hegemoni dalam novel Malaikat Lereng Tidar karya Remy Sylado berupa hilangnya kepercayaan setelah hegemoni berlebihan, pemberi hegemoni melakukan hal berkebalikan dengan hal yang dihegemonikan, dan aspek hegemoni tidak memberikan manfaat apa pun dalam kehidupan bahkan cenderung menyesatkan.   Kata kunci: Hegemoni, Antonio Gramsci, sosiologi sastra, Malaikat Lereng Tidar, Remy Sylado.
NOVEL TAN SEBUAH NOVEL KARYA HENDRI TEJA KAJIAN POSTKOLONIALISME ABROOR FIRMAN ANANTA, MUHAMMAD
BAPALA Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk penindasan bangsa penjajah Belanda terhadap bangsa terjajah Hindia, serta mendeskripsikan pandangan bangsa penjajah terhadap bangsa terjajah, dan bentuk perlawanan yang dilakukan oleh kaum pribumi terhadap dominasi kaum penjajah. Ketiga aspek ini dideskripsikan  untuk menganalisis novel Tan Sebuah Novel karya Hendri Teja dengan menggunakan teori postkolonialisme. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini  mengunakan pendekatan kualitatif karena dalam penelitian ini mengunakan sumber data novel Tan Sebuah Novel yang memiliki nilai-nilai sejarah dan sosial. Hasil dari penelitian adalah bentuk penindasan bangsa penjajah terhadap bangsa terjajah dalam novel Tan Sebuah Novel Karya Hendri Teja, pandangan bangsa penjajah terhadap bangsa terjajah dalam novel Tan Sebuah Novel Karya Hendri Teja, bentuk perlawanan kaum pribumi terhadap dominasi kaum penjajah dalam  novel Tan Sebuah Novel Karya Hendri Teja.

Page 7 of 37 | Total Record : 369