cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Khusus
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 4 (2019)" : 7 Documents clear
FINGER PAINTING BERMEDIA TIGA DIMENSI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN SPEKTRUM AUTIS RISKI WULANDARI, YULIA; , BUDIYANTO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak dengan spektrum autis mengalami hambatan di bidang motorik khususnya kemampuan motorik halus. Hal ini disebabkan gangguan sensitivitas indera yang terganggu dan gangguan kepekaan inderawi sehingga menyebabkan buruknya koordinasi motorik yang dapat mempengaruhi beberapa kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan motorik halus. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh finger painting bermedia tiga dimensi dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan spektrum autis di Imanuel Homeschooling Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis pre eksperimen dengan desain One Group Pretest ? Posttest Design. Objek terteliti anak dengan spektrum autis kelas I-3 di Imanuel Homeschooling Surabaya berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data berupa tes dengan teknik analisis data statistik non parametrik dengan rumus uji wilcoxon match pairs test. Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata pre-test 31,25 dengan pemberian perlakuan sebanyak 6 kali dan nilai rata-rata post-test 83,33. Nilai Zh = 2,20 lebih besar dari Zt = 1,96 artinya terjadi pengaruh yang signifikan dari finger painting bermedia tiga dimensi terhadap kemampuan motorik halus anak dengan spektrum autis di Imanuel Homeschooling Surabaya. Kata Kunci: Finger Painting Bermedia Tiga Dimensi, Motorik Halus, Anak dengan Spektrum Autis.
P.E (PLAY EDUCATION)WARM UP TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MUFIDAH, HIDAYATUL; RIANTO, EDY
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak Tunagrahita ringan memiliki hambatan pada keterampilan sosial yang meliputi bekerjasama, saling membantu dan saling berbagi sehingga perlu ditingkatkan. Dalam penelitian ini keterampilan sosial anak tunagrahita ringan ditingkatkan melalui P.E (Play Education) Warm Up. Tujuannya untuk menguji P.E (Play Education) Warm Up terhadap keterampilan sosial anak tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian pre-eksperimen dengan rancangan penelitian one group, pre test, post test design. Subjek penelitian delapan anak tunagrahita ringan di SLB Al Azhar Sidoarjo yang memiliki hambatan pada keterampilan sosial. Teknik pengumpulan data berupa observasi dengan teknik analisis data statistik non parametrik dengan menggunakan tabel uji wilcoxon. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dari nilai pre-test rata-rata 32.5 dan setelah diberikan perlakuan memperoleh post-test dengan nilai rata-rata 81.5. Selain itu hasil penelitian menunjukkan T(jenjang terkecil)= 0 lebih kecil dari T?(tabel) =4 yang artinya ada pengaruh P.E (Play Education) Warm Up terhadap keterampilan sosial anak tunagrahita ringan Kata Kunci : (Play Education) Warm Up, keterampilan sosial, tunagrahita
MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG BERMEDIA APLIKASI ALAT BANTU HITUNG TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA TUNANETRA ANGGORO, NIRWAN; , PAMUJI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketunanetraan yang di alami anak berdampak pada kemampuan berhitung perkalian. Kesulitan yang dialami saat siswa menyelesaikan operasi hitung perkalian angka ratusan hingga ribuan, anak cenderung mengerjakan soal tes hanya mengandalkan ingatan atau hafalan, sehingga anak mudah kehilangan konsentrasi dan ceroboh, serta memerlukan waktu yang lama dalam menyelesaikan soal yang membuat anak sering kekurangan waktu pada saat diberikan tugas. Maka dari itu kesulitan berhitung anak akan diajarkan melalui model pembelajaran langsung dengan media aplikasi alat bantu hitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model pembelajaran langsung bermedia aplikasi alat bantu hitung terhadap kemampuan berhitung siswa tunanetra di SLB A YPAB Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre eksperimen dan rancangan one group pretes - postes design. Analisis data menggunakan Wilcoxon, Teknik pengumpulan data berupa tes (pretes dan postes). Berdasarkan hasil pre-tes 45.8, dan hasil pos-tes 87.7, maka diperoleh hasil Zh=2.36 lebih besar dibanding Zt=1,96 dengan nilai krisis 5%. Hal ini membuktikan adanya pengaruh model pembelajaran langsung terhadap kemampuan berhitung siswa tunanetra di SLB A YPAB Surabaya. Kata kunci : Tunanetra, Berhitung, Model pembelajaran langsung
MEDIA BUSY BOOK UNTUK PENGENALAN WARNA PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN ALIEF RAMADHAN, GANANG
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Keterbatasan intelegensi yang dimiliki anak Tunagrahita menjadikan anak tunagrahita kesulitan dalam mengingat warna. Dalam penelitian ini kemampuan mengenal warna pada anak tunagrahita ringan dapat ditingkatkan melalui media pembelajaran Busy Book. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh media pembelajaran busy book terhadap kemampuan mengenal warna anak tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test desaign. Hasil rata-rata pre-test menunjukkan nila 39,52 dan hasil rata-rata post-test 55,23. Simpulan dari hasil penelitian nilai Zh = 2,36 lebih besar dari pada nilai Zt = 1,96 dengan nilai krisis 5% (Zh > Zt) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa media busy book berpengaruh terhadap kemampuan mengenal warna anak tunagrahita ringan kelas III, IV, V di SLB AC Dharma Wanita Sidoarjo. Kata kunci: Busy book, Pengenalan Warna, tunagrahita
MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SISWA TUNANETRA HADI WIANTO, AHMAD; , MURTADLO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunanetra mengalami kesulitan pada operasi hitung karena anak tunanetra masih memasuki tahap praoperasional atau dalam artian belum mampu menerapkan teori perhitungan secara konkrit, seperti mengetahui fungsi simbol penjumlahan (+), pengurangan (-), dan sama dengan (=). Berdasarkan hal tersebut penting untuk dilakukan tentang kemampuan berhitung penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen. Desain penelitian one group pre test ? post test design untuk memperoleh data sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil pre-test sebesar 40,96 dan hasil post-test sebesar 80,55, sehingga diperoleh Zh=2,20 lebih besar dibanding nilai krisis 5% Zt=1,96 yang diartikan bahwa ada pengaruh model pembelajaran langsung terhadap kemampuan berhitung pada siswa tunanetra di SDLB-A YPAB Tegalsari, Surabaya.
IMPLEMENTASI METODE BERCERITA PADA PEMBELAJARAN KOMUNIKASI EKSPRESIF ANAK SPEKTRUM AUTIS ISROFANA FITRIAH, ISLAH; ARDIANINGSIH, FEBRITA
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini membahas karakteristik anak dengan spektrum autis salah satunya memiliki hambatan komunikasi. Sedang komunikasi adalah hal penting yang digunakan untuk menyampaikan keingingan, ide, dan lainnya maka dari itu butuh mengembangkan kemampuan ekspresifnya untuk berkomunikasi dengan orang lain. Berdasarkan hasil observasi di SD Kristen Peristera anak-anak dengan spektrum autisnya membutuhkan pembelajaran kemampuan komunikasi ekspresif melalui metode bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan bercerita di SD Kristen Peristera. Penelitian ini menggunakan metode peneitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi data. Subjek penelitian ini sejumlah 8 orang yaitu kepala sekolah, guru kelas, guru BP, dan 4 anak dengan spektrum autis. Hasil penelitian dapat disimpulalkan bahwa: 1) Pelaksanaan kegiatan bercerita telah terlaksana dengan cukup baik, namun butuh ditingkatkan untuk pada tahap persiapan dan perlu dimodifikasi pengkondisian lingkungan saat kegiatan bercerita agar tidak membosankan, serta teknik dan media yang digunakan perlu diperbarui agar lebih menarik perhatian anak. 2) Kendala saat kegiatan bercerita yaitu minimnya jumlah media yang ada, serta pengaturan tempat duduk anak. 3) Solusi yang diambil untuk mengatasi kendala yang ada yaitu mencampur teknik bercerita, memaksimalkan dengan teknik dramatisasi agar anak tertarik dan memahami isi cerita serta bercerita bergiliran. Kata kunci: metode bercerita, komunikasi ekspresif, anak dengan spektrum autis
STUDI DESKRIPTIF EXECUTIVE FUNCTIONING PADA INDIVIDU DISLEKSIA INAROH, DINA; , YULIYATI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan permasalahan, karateristik, dan solusi untuk mengatasi permasalahan Executive Functioning pada individu disleksia dewasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Tahapan penelitian ini dimulai dengan penentuan fokus dari penelitian ini adalah permasalahan, karatristik dan solusi Executif Functioning yang dialami individu disleksia, pengumpulan data yang didapatkan dari 2 individu disleksia, pengolah data dengan teknik interactive model Miles dan Huberman, mendiskripsikan dan membahas hasil penelitian, pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber, teknik dan waktu, dan memberikan hasil laporan.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa individu disleksia mengalami permasalahan pada executive functioning dengan berbagai karateristik yaitu; kemampuan mengorganisasi, kontrol perilaku, kontrol emosi, kemampuan manajemen waktu, working memory, inisiatif, perhatian, dan persistence sehingga memerlukan coping strategy untuk mengatasinya seperti membuat planning kegiatan, list tugas, alarm pengingat, anger matter/anger rule, serta meminta tolong orang lain mengingatkan. Kata Kunci = Disleksia, Executive Functioning

Page 1 of 1 | Total Record : 7