cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
FENOMENA KESEHATAN REPRODUKSI PADA PELAJAR PUTRI DI SMA KOTA YOGYAKARTA Sriadi Setyawati; Suparmini Suparmini; Mawanti Widyastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.301 KB) | DOI: 10.21831/gm.v14i1.13773

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena kesehatan reproduksi remaja putri di Kota Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei terhadap sampel penelitian. Populasi penelitian adalah pelajar putri di SMA Kota Yogyakarta. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 600 pelajar putri dari tiga SMA di Kota Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 90 pelajar putri, atau mengambil 15 persen dari populasi yang ada. Metode pengambilan sampel dengan ‘systematic sampling’. Analisis data menggunakan analisis diskriptif dengan tabel persentase.Hasil penelitian menunjukkan fenomena kesehatan reproduksi remaja putri di Kota Yogyakarta adalah sebagai berikut:  Gaya pacaran responden sebagian besar yaitu sebanyak 90 persen mengarah ke free sex.  Hamil sebelum menikah sebanyak  44,50 persen, seperti dinyatakan oleh  responden yang menjawab pertanyaan tentang gaya pacaran teman – temannya. Hampir separuh yaitu 46,66 persen pernah melihat VCD porno. Hanya  19,89 persen  responden menyatakan bahwa temannya pernah melakukan aborsi. Kata kunci: kesehatan reproduksi, pelajar putri
SEBARAN LOKASI INDUSTRI GENTENG DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN SAYEGAN DAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN Suparmini Suparmini
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.797 KB) | DOI: 10.21831/gm.v5i1.14200

Abstract

Studi bertujuan untuk mengkaji persebaran deposit lempung, mengetahui penyebaran industri genteng, mengetahui besarnya sumbangan industri genteng terhadap pendapatan penduduk, mengetahui usaha-usaha penjagaan kelestarian lingkungan pada lokasi penambangan. Penelitian ini dilakukan di lokasi perbukitan Godean yang terbagi di dua kecamatan yakni Kecamatan Godean dan Kecamatan Seyegan yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Sleman. Populasi penelitian adalah penduduk yang terlibat dalam kegiatan industri genteng yang tersebar di dua kecamatan berjumlah 2140 orang Sampel diambil di kawasan perbukitan Godean di empat desa guna melihat gambaran dampak lingkungan setelah proses tersebut. Sampel untuk memperoleh data sosial ekonomi penduduk sebanyak 100 responden. Data sosial ekonomi dikumpulkan dengan wawancara langsung. Pengamatan kemampuan lingkungan fisik dilakukan secara langsung. Analisis dataHasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian merupakan dua satuan lahan; a. Satuan lahan datar (dataran) hasil pengendapan abu vulkanik muda dari Vulkan Merapi, sebagai lahan persawahan yang subur diselingi tempat usaha (industri) genteng; b. Satuan lahan perbukitan yang mengandung deposit lempung pad kaki lereng dan lereng bukit. Kegiatan industri genteng secara ekonomi menguntungkan, karena dapat memanfaatkan bahan baku lempung cukup banyak, sebab selain digunakan di daerah penelitian juga untuk konsumsi di luar daerah. Keuntungan juga dirasakan bagi pemilik lahan galian, penggali, dan retribusi Pemda. Penggalian lempung secara fisik dalam jangka pendek merusak lingkungan. Jangka panjang ternyata galian dari lereng miring bergelombang tersebut menajdai datar dan akhirnya dimanfaatkan oleh penduduk setelah melalui rehabilitasi justru menjadi lahan datar dan lebih subur Kata kunci: lokasi, industri, pelestarian
PEMETAAN DAERAH LONGSOR LAHAN DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA ALAM Muhammad Nursa'ban
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3481.715 KB) | DOI: 10.21831/gm.v6i2.15415

Abstract

Abstrak             Longsor lahan merupakan salah satu bentuk bencana alam yang berisiko bagi kehidupan manusia. Dewasa ini di setiap wilayah hampir terjadi perubahan penggunaan lahan yang menuju kondisi yang destruktif. Penggunaaan lahan untuk kepentingan permukiman dan fasilitas hidup masyarakatnya menjadi pendorong utama bencana tersebut terjadi. Perlu diupayakan mitigasi bencana baik secara fisik, sosial, maupun vegetatif. Langkah awal mitigasi yaitu dengan memetakan daerah yang potensial terhadap kejadian tanah longsor lahan. Pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan spasial melalui proses overlay peta tematik yang diperlukan. Diharapkan pemetaan ini dapat menjadi masukan penting dalam mengurangi risiko bencana akibat longsor lahan. Kata Kunci : Longsor lahan, pemetaan, mitigasi
BATAS WILAYAH PADA MASA AMAN DAN GAWAT Soemantri Wardoyo
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4895.4 KB) | DOI: 10.21831/gm.v4i2.17844

Abstract

AbstrakPada era pembentukan bumi hanya ada perbedaan wilayah menjadi massa darat, perairan dan udara. Massa darat dan perairan dipisahkan oleh garis yang merupakan kedudukan air persentuhan dengan daratan disebut garis pantai. Bulatan  bumi di kenal sebagai massa yang utuh, merupakan satu kesatuan. Barbara Ward dan Rene  Dobus (1976) menulis buku dengan judul: Hanya Satu Bumi – (Only One Earth). Makna judul tersebut mengisyaratkan bahwa bumi tempat manusia hidup itu terbatas. Pembatas yang dimaksud berkenaan dengan nilai guna untuk kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu perlu ada tindakan penghematan dan pelestarian.Secara alamiah maka bumi dapat dibedakan berdasar kenampakan yang ada padanya. Penanaman kewilayahan ditetapkan berdasar adanya unsur yang dapat memberi tanda pembeda satu wilayah dengan yang lain. Wilayah (region) yang memiliki kesamaan kenampakan dominan dijadikan dasar untuk memberi nama. Pada umumnya suatu wilayah diberi nama berdasar kesamaan dan pembedaan yang terdapat di dalamnya.Adanya kesamaan dan perbedaan yang ada pada wilayah tertentu menjadi referensi pemberian nama. Persebaran kesamaan dijadikan batas dari kategori ada sampai tidak ada. Kenampakan yang sama di muka bumi, misal: tinggi tempat, menghasilkan kenampakan: dataran rendah, dataran tinggi, bukit, atau gunung. Pada wilayah yang mengalami peristiwa yang sama menghasilkan kesamaan nama: dataran banjir, daerah pasang surut, dan lainnya. Pembedaan satu wilayah dengan yang lain diperlukan pembeda yang pasti, dari sinilah menghasilkan konsep batas wilayah dengan pernytaan “dari”- “sampai”.Kata kunci : (Persamaan, perbedaan, batas)
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DESA BEJIHARJO KABUPATEN GUNUNG KIDUL Galuh Citraningrum; Nurhadi Nurhadi; Bambang Syaeful Hadi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.773 KB) | DOI: 10.21831/gm.v7i2.19094

Abstract

Pengelolaan Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pelaksanaan program pengembangan kawasan agropolitan dan mengetahui besarnya partisipasi masyarakat di Desa Bejiharjo dalam pelaksanaan program pengembangan kawasan agropolitan.Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Variabel penelitian  yaitu pelaksanaan program pengembangan kawasan agropolitan dan partisipasi masyarakat. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga (KK) di Desa Bejiharjo yang berjumlah 4.229 KK. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 255 KK ditentukan dengan formula Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 10%. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling (area sampling), teknik proportional sampling, teknik systematical random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan analisis skoring yang disajikan melalui tabel serta metode checklist untuk penentuan klasifikasi strata jenis agropolitan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pembangunan kawasan agropolitan di Desa Bejiharjo dalam kurun waktu tahun 2005-2009 belum seluruhnya tercapai secara optimal. Partisipasi masyarakat dalam program pengembangan kawasan agropolitan mempunyai skor 2117,88 dan berada pada tingkat partisipasi sedang. Kata Kunci: Pengelolaan kawasan, agropolitan, partisipasi masyarakat
Analisis Spasial Tingkat Kerawanan Demam Berdarah Dengue untuk Pemetaan Daerah Prioritas Penanganan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten Achmad Fadhilah; Dyah Respati Suryo Sumunar
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.98 KB) | DOI: 10.21831/gm.v16i1.21051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan demam berdarah dengue (DBD), penentuan daerah prioritas  penanganan DBD, dan keterkaitan antara hujan terhadap kasus DBD di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berbantuan Sistem Informasi Geografis. Variabel penelitian meliputi: (1) kepadatan penduduk, (2) kepadatan permukiman, (3) penggunaan lahan, (4) jarak dari sungai, (5) jarak dari tempat penampungan sampah sementara, dan (6) angka kejadian DBD. Metode pengumpulan data yang digunakan: observasi, interpretasi citra penginderaan jauh, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah skoring, buffering, dan overlay. Hasil penelitian: terdapat tiga kelas tingkat kerawanan DBD yaitu tingkat kerawanan tinggi (321,37 ha), sedang (1806,55 ha), dan rendah (544,69 ha). Daerah prioritas utama penanganan DBD di Kecamatan Prambanan berdasarkan tingkat kerawanannya adalah Desa Kemudo dan Desa Kebondalem Lor. Jenis penanganan DBD yang diprioritaskan adalah pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan. Curah hujan bulanan ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian DBD.
KARAKTERISTIK PERINDUSTRIAN GENTENG DI DESA SIDOLUHUR KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN Sriadi Setywati; Hastuti Hastuti; Nurhadi Nurhadi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.694 KB) | DOI: 10.21831/gm.v11i2.3464

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) faktor – faktor yangmenyebabkan pengusaha industri genteng tidak berproduksi lagi,(2) faktor yangmendorong dan menarik pada usaha industri genteng,(3). persebaran pengusaha industrigenteng. 4). Pemasaran dan peta pemasaran genteng di Desa Sidoluhur KecamatanGodean Kabupaten Sleman.Populasi penelitian ini adalah mantan pengusaha industrigenteng dan pengusaha industri genteng. Populasi mantan pengusaha industri gentengberjumlah 14 kepala rumah tangga, karena jumlahnya kurang dari 100, maka semuadigunakan sebagai responden. Populasi pengusaha industri genteng berjumlah 388kepala rumah tangga, tersebar pada delapan dusun. Penelitian ini mengambil sampel 126kepala rumah tangga pengusaha. Dengan area sampling diambil tiga dusun sampeldaerah penelitian, yaitu Dusun Berjo Kulon 48 kepala rumah tangga, Berjo Kidul 33 kepalarumah tangga dan Serangan 45 kepala rumah tangga. Setelah data terkumpul kemudiandianalisis, menggunakan analisis deskriptif dengan tabel persentase.Hasil penelitianmenunjukkan: 1). Faktor yang menyebabkan pengusaha industri genteng tidakberproduksi lagi, paling banyak disebabkan oleh keterbatasan modal berjumlah 6pengusaha atau 42,85 %. Paling sedikit disebabkan oleh sulit memperoleh tenaga kerja,usia dan tidak ada generasi penerus serta kurang ketrampilan berinovasi, masing–masingberjumlah 1 pengusaha atau 7,15 %. 2). Faktor pendorong industri genteng adalahmerupakan mata pencaharian utama dengan jumlah paling banyak, yaitu 108 pengusahaatau 85,71 %. Faktor pendorong yang paling sedikit yaitu usaha dirintis sendiri berjumlah5 pengusaha atau 3,97 %. Faktor penarik yang paling banyak keuntungan cukup untukmemenuhi kebutuhan berjumlah 66 pengusaha atau 52,38 % dan faktor penarik yangpaling kecil yaitu membuka lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar, berjumlah 4pengusaha atau 3,97 %. 3). Persebaran pengusaha industri genteng menunjukkan polamemanjang “ linear “ searah dengan jalan dan terdapat perbedaan aglomerasi industrigenteng di tiga daerah sampel penelitian. 4). Pemasaran genteng ke luar kota, semuapengusaha yaitu 126 pengusaha atau 100 persen memasarkan ke Kota Yogyakarta.Pemasaran luar kota yang paling kecil ke Kota Semarang berjumlah 2 pengusaha atau1,59 persen.Kata kunci : Industri genteng, tidak berproduksi
Persepsi Masyarakat Terhadap Penanaman Cemara Laut (Casuarina Equisetifolia L.) di Lahan Pasir Pantai Selatan Kabupaten Bantul Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Suhadi Purwantara; Nurul Khotimah; Agus Sudarsono
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.167 KB) | DOI: 10.21831/gm.v17i2.29623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi masyarakat terhadap penanaman cemara di lahan pasir pantai selatan Kabupaten Bantul, (2) persepsi masyarakat terhadap mitigasi bencana, dan (3) persepsi masyarakat terhadap penanaman cemara laut sebagai upaya mitigasi bencana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan di pantai selatan Kabupaten Bantul di antara Muara Sungai Opak dan Sungai Progo. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat di wilayah Pantai Samas, Pantai Baru, Pantai Gua Cemara, Pantai Kuwaru, dan Pantai Pandansimo. Sampel penelitian ditentukan secara quota sampling, yaitu sebanyak 60 responden. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepsi masyarakat terhadap penanaman cemara laut di lahan pasir pantai selatan Kabupaten Bantul, yaitu sebanyak 85% responden mengatakan bahwa tanaman cemara laut memberikan manfaat baik, sedangkan sisanya 20% mengatakan manfaat sedang (2) Persepsi masyarakat terhadap mitigasi bencana, yaitu semua responden (100%) mengetahui arti bencana dan mengetahui potensi bencana di wilayahnya, dan (3) Persepsi masyarakat terhadap penanaman cemara laut sebagai upaya mitigasi bencana, yaitu sebanyak 90% responden mengatakan bahwa fungsi cemara laut adalah untuk mitigasi bencana.
DIMENSIKEMISKINANDANUPAYAMENGATASIMASALAHNYA Sriadi Setyawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.208 KB) | DOI: 10.21831/gm.v10i1.3597

Abstract

Kemiskinanmerupakanpermasalahanyangkompleks,makadalampengentasankemiskinantidakdapathanyadifokuskanpadapeningkatanekonomisajatetapiharusterpadu.Sehinggapersoalanpotensikualitassumberdayamanusiadanpenduduk,sertawilayah,kebutuhan,kendalaatauhambatandanindikatorsecaraoperasionalmenjadipentinguntukdiketahui.Olehkarenaitusebelummenentukansuatukebijakanatauprogram–program,terlebihdahuludilakukaninventarisasidanidentifikasipotensikualitassumberdayamanusiadanpenduduksertawilayah,kebutuhan,kendalaatauhambatanyangada.Karenadenganinventarisasidanidentifikasipotensikualitassumberdaya,dapatdiketahuivariasikarakteristikwilayahyangberbedapadatingkatnasional,propinsi,kabupaten,kecamatandankelurahan.Partisipasimasyarakatmerupakan“ujungtombak”untukmencapaitujuandansasaransepertiyangdiharapkan,makamengikutsertakanmasyarakatdalamimplementasiprogrampengentasankemiskinanmerupakansuatukeharusan.Belumoptimalnyaprogrampengentasankemiskinandisebabkanlemahnyainventarisasidanidentifikasipotensikualitassumberdayamanusia,pendudukdanwilayah.Sertalemahnyainventarisasidanidentifikasikebutuhandankendalaatauhambatanyangada.Katakunci:sumberdaya,inventarisasi,identifikasi.
PEMANFAATAN CITRA QUICK BIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN FISIK OBYEK WISATA TELUK PACITAN Nur Khopsun Wibowo
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.6 KB) | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13814

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendapatkan data/informasi bentuk lahan, penggunaan lahan, kemampuan lahan, kesesuaian lahan, sebaran fasilitas fisik serta potensi obyek dan daya tarik wisata, untuk menyusun rencana pengembangan fisik obyek wisata Teluk Pacitan. Populasi penelitian berupa unit-unit lahan seluas 2.174,24 ha dipetakan menjadi 182 grid. Jumlah sampel sebanyak 55 titik ditentukan dengan Purposive Sampling. Sampel tersebut untuk uji ketelitian hasil interpretasi citra Quick Bird. Analisis dengan uji ketelitian hasil interpretasi citra (metode Confusion Matrix Calculation), pengharkatan dan analisis SIG menggunakan software Arc View versi 3.3. Hasil analisis menunjukaan lahan kelas S1 mempunyai luas 523,197 ha, S2 seluas 371,752 ha, S3 seluas 462,102 ha, dan N seluas 817,192 ha. Sebaran fasilitas fisik obyek wisata cenderung mengelompok di wilayah Pantai Teleng Ria dan Pantai Tamperan, sedangkan potensi ODTW tersebar secara merata di setiap wilayah kepesisiran Teluk Pacitan. Rencana pengembangan direkomendasikan dalam 64 blok peruntukan lahan yang dapat dikelompokkan dalam 10 blok pengembangan fisik obyek wisata menurut jenis pengusahaannya. Kata kunci: sistem informasi geografis, rencana pengembangan, obyek wisata, Teluk Pacitan

Page 9 of 24 | Total Record : 239


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 1 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian More Issue