cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMP  NEGERI  INKLUSI KABUPATEN SIDOARJO SLAMET, MOH.JOKO
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat di dunia pendidikan yang dilaksanakan pemerintah di tahun 2000 yaitu pendidikan inklusif yang merupakan pengembangan sebelumnya di tahun 1980 pendidikan integrasi yaitu pendidikan sekolah reguler yang menerima dan mengakomodasi seluruh peserta didik tanpa melihat ketunaan/berkebutuhan khusus yaitu peserta didik dengan hambatan kesulitan belajar, tunagrahita, tuna daksa, hambatan emosional serta hambatan dalam aspek geografis dalam satu lingkup sekolah. Hal tersebut yang menjadikan daya tarik peneliti dari sudut Bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan konseling pada peserta didik berkebutuhan khusus di SMP Negeri Inklusi kabupaten Sidoarjo yang berupa program dan layanan yang diberikan, pelaksanaan, faktor yang menghambat serta vaktor yang mendukung dalam pelaksanaannya yang menarik untuk diketahui. Responden dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Bimbingan Konseling (BK) dan Guru Pendamping Khusus (GBK).   Hasil dari penelitian ini yaitu pelaksanaan bimbingan dan konseling pada peserta didik berkebutuhan khusus di SMP Negeri Inklusi kabupaten Sidoarjo menggunakan pola 17 plus, program yang terdapat di dalamnya 6 bidang bimbingan, 9 kegiatan layanan dan 5 kegiatan pendukung. Sedangkan pelaksanaan terdapat permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik berkebutuhan khusus yang disebabkan oleh lingkungan sekitar baik sekolah, masyarakan dan keluarga pelaksanaan bimbingan konseling dilaksanakan guru BK di bantu oleh GBK. Adanya hambatan dan faktor pendukung dalam pemberian layanan   Kata Kunci: Layanan, program, bimbingan konseling, sekolah inklusif
STUDI TENTANG PERILAKU MENGKONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL PADA ANAK DI BAWAH UMUR DI KECAMATAN PONOROGO DWI BASTIYAN, FERDI
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang gambaran perilaku anak dibawah umur dalam mengkonsumsi minuman beralkohol di Kecamatan Ponorogo. Secara khusus akan membahas mengenai berbagai faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, tujuan mengkonsumsi minuman beralkohol, serta persepsi masyarakat dari mengkonsumsi minuman beralkohol yang dilakukan oleh anak usia dibawah umur. Dalam penelitian ini, ada dua jenis informan, informan utama yaitu anak dibawah umur yang mengkonsumsi minuman beralkohol dan informan pendukung yaitu, teman dari informan utama yang mengetahui perilaku mengkonsumsi minuman beralkohol, konselor sekolah serta perangkat desa dari Kecamatan Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dari Milles dan Huberman dengan konsep yang interaktif untuk menganalisis observasi dan dokumentasi. Keabsahan atau kredibilitas menggunakan triangulasi, triangulasi sumber dan teknik triangulasi. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini terkait dengan perilaku anak dibawah umur yang mengkonsumsi minuman beralkohol merupakan gambaran dari perilaku mengkonsumsi minuman beralkohol yang dimulai sejak anak berada pada usia dibawah 16 tahun, mereka mengkonsumsi minuman beralkohol di tempat sepi maupun di jalan anyar tempat adu balapan liar. Faktor penyebab diantaranya mental yang rendah, pengaruh pergaulan dengan teman, disharmonisasi keluarga, perekonomian yang rendah dan pendidikan formal maupun non formal yang dimiliki. Efek yang ditimbulkan dari perilaku anak dibawah umur yang mengkonsumsi minuman beralkohol beragam mulai dari kepala berkunang-kunang dan jantung berdegub lebih kencang sehingga mempengaruhi proses belajar. Tujuan mereka mengkonsumsi minuman beralkohol untuk menjaga solidaritas dengan teman sepergaulan serta ingin melupakan berbagai masalah yang sedang mereka hadapi. Namun mereka juga masih memiliki banyak cita-cita disamping perilaku mengkonsumsi minuman beralkohol yaitu ingin meneruskan bersekolah hingga jenjang sekolah menengah atas. Tanggapan dari masyarakat sekitar perilaku mengkonsumsi minuman beralkohol yang dilakukan anak dibawah umur merupakan perilaku yang tidak memiliki manfaat apapun dan proses pencarian jati diri yang keliru. Kata Kunci: Perilaku mengkonsumsi minuman beralkohol, Anak dibawah umur. 
PENERAPAN STRATEGI COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MENURUNKAN PERSEPSI NEGATIF TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SISWA KELAS X-4 SMA NEGERI 1 KARANGREJO TULUNGAGUNG MOH.VINDA.FAJARUDIN,
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dengan konselor sekolah. Setiap siswa mempunyai persepsi yang berbeda terhadap konselor sekolah, khususnya terhadap pelaksanaan progam BK di sekolah. Persepsi siswa terhadap pelaksanaan progam BK di sekolah dapat terjadi ketika siswa tersebut merasakan pelaksanaan progam BK di sekolahnya kurang optimal. Maksudnya adalah konselor memang sudah melaksanakan layanan BK serta aplikasi pendukungnya, tetapi hanya dilaksanakan beberapa saja sehingga mempengaruhi persepsi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah strategi cognitive restructuring dapat menurunkan persepsi negatif siswa terhadap pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik non parametis karena datanya kuantitatif dan data yang disajikan berbentuk ordinal serta berdistribusi normal dengan menggunakan metode uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang telah dilakukan diketahui bahwa T hitung = 0 dan n = 10 dengan taraf signifikan 0,05% maka T tabel = 8 jadi T hitung < T tabel. Dengan demikian cognitive restructuring dapat menurunkan persepsi negatif terhadap pelaksanaan program bimbingan dan konseling pada siswa kelas X-4 SMA Negeri 1 Karangrejo Tulungagung.   Kata kunci: Strategi cognitive restructuring, Persepsi negatif, Pelaksanaan Program bimbingan dan konseling.
PENERAPAN BMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENGURANGI PERILAKU PACARAN TIDAK SEHAT PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 SUMBEREJO AINUL ANAM, ALFA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pacaran yang tidak sehat membawa dampak diantaranya memicu perilaku seks bebas pada remaja/siswaMemungkinkan siswa tersebut hamil di luar nikah, dan memicu tindakan aborsi (menggugurkan kandungannya). Selain itu,  dari perilaku pacaran yang tidak sehat adalah menularnya virus HIV/AIDS akibat yang ditimbulkan dari seks bebas dan timbulnya penyakit kelamin lainnya Karena pacaran tidak sehat memberikan dampak yang negatif bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan bimbingan kelompok teknik sosiodrama untuk mengurangi perilaku pacaran tidak sehat di kelas XI SMAN 1 Sumberejo. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen berupa pre-test and post-test one group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan wawancara untuk mengetahui tingkat perilaku pacaran tidak sehat siswa kelas XI SMAN 1 Sumberejo. Subyek dalam penelitian ini adalah 9 siswa kelas XI SMAN 1 Sumberejo yang teridentifikasi memiliki skor perilaku pacaran tidak sehat yang tinggi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu non parametrik dengan analisis statistik uji tanda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh ρ = 0,004 dengan taraf kesalahan α = 5% atau 0,05 maka ρ < α. Hasil uji statistik ada perbedaan skor pre-test dan post-test setelah dikonsultasikan dengan tabel terdapat mean 118,47, dan SD 51,13 dan terdapat skor rendah 65-95, sedang 96-121,57, dan tinggi 122-155. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang berbunyi “Penerapan bimbingan kelompok teknik sosiodrama dapat mengurangi perilaku pacaran tidak sehat pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sumberejo”, dapat diterima. Dengan demikian ada perbedaan tingkat perilaku pacaran tidak sehat siswa antara sebelum dan setelah bimbingan kelompok teknik sosiodrama pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sumberejo.   Kata Kunci: Bimbingan kelompok, tehnik sosiodrama, perilaku pacaran    tidak sehat
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN STRATEGI MODELING UNTUK MENGATASI SISWA YANG TERISOLASI KELAS X DI SMAN 1 KUTOREJO MOJOKERTO WAHYU TRI PURNOMO PUTRO, ABBED
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hakikatnya didalam proses belajar siswa tidak akan terlepas dari interaksi dan komunikasi, antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan lingkungan belajar. Mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya membangun pola interaksi dan komunikasi yang harmonis. Kegagalan membangun keterampilan sosial akan mengakibatkan siswa terisolasi. Karena keterampilan sosial merupakan suatu kemampuan yang kompleks untuk melakukan perbuatan yang akan diterima dan menghindari perilaku yang akan ditolak oleh lingkungan.siswa terisolasi adalah siswa yang tidak memiliki teman atau dengan kata lain terasingkan karena jarang dipilih oleh teman dan mendapatkan penolakan dari kelompoknya sehingga siswa yang terisolasi memiliki hubungan sosial yang kurang baik. Berdasarkan observasi dan hasil sosiometri yang telah dilakukan oleh konselor sekolah di SMA Negeri 1 Kutorejo, Mojokerto, didapatkan hasil untuk masing-masing kelas dari kelas X1 sampai dengan X8 diambil secara acak salah satu kelas X maka ada sekitar 2 siswa dalam setiap kelas yang mengalami keterisolasian, jika dalam prosentase yang didapatkan rumus jumlah siswa yang terisolasi dibagi jumlah siswa di kelas X dikalikan 100%, maka setiap kelas terdapat 7% siswa yang terisolasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan pre test dan post test one group design. Dalam penelitian ini subjek penelitian yang digunakan adalah kelas X SMA Negeri Kutorejo Mojokerto melalui teknik sosiometri dan ditemukan 8 siswa yang terisolasi. Teknik yang digunakan adalah rumus Uji Tanda (Sign Test). Nilai dari hasil analisis data menunjukkan perbedaan antara pre test dan post test yaitu hasil perhitungannya diperoleh N=8 dan x=0, maka diperoleh ρ=0,004. Harga ini lebih kecil daripada α=0,05, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi hipotesisnya adalah “Ada perubahan tingkat terisolasi siswa di kelas X SMA Negeri Kutorejo Mojokerto antara sebelum dan sesudah diterapkan konseling kelompok teknik modeling”. Kata kunci : Konseling kelompok modeling, siswa terisolasi
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU U“NO…KEJENUHAN BELAJAR” UNTUK SISWA SMP NEGERI 3 BABAT KUSUMA, YOGA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena banyaknya tuntutan dalam pembelajaran, antara lain tuntutan prestasi, penguasaan materi, dll, kurangnya kreasi dalam penyampaian oleh guru dan bahkan cenderung monoton, menyebabkan banyak dari siswa SMP yang merasa tertekan. Dari tekanan tersebut kemudian timbul kejenuhan dalam belajar, yang mejadikan siswa kurang termotivasi, dan malas dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan studi pendahuluan di SMPN 3 Babat, siswa mengalami kejenuhan belajar ditandai dengan sering keluar masuk kelas ketika pembelajaran di kelas berlangsung, kurangnya motivasi untuk aktif di kelas, dan kurang memperhatikan guru dengan melakukan kegiatan lain di kelas. Siswa mengalami kejenuhan belajar disebabkan karena keletihan akibat banyaknya kegiatan, kurangnya variasi dalam menyampaikan materi oleh guru, dan pengaruh kondisi dan lingkungan siswa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media kartu U”NO..Kejenuhan Belajar” yang memenuhi kriteria dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg & Gall (1983) yang diadaptasi sesuai dengan kebutuhan penelitian. Berdasarkan hasil uji validasi kepada ahli media, media kartu U”NO..Kejenuhan Bleajar” untuk siswa memperoleh persentase dengan kriteria kegunaan sebesar 100%, kriteria kelayakan sebesar 96,87%, kriteria ketepatan sebesar 92,5%, dan kriteria kepatutan sebesar 100%. Rata-rata dari keseluruhan kriteria adalah 97,3%. Dan hasil uji validasi kepada ahli Bimbingan Konseling, diperoleh presentase dengan kriteria kegunaan sebesar 92,5%, kriteria kelayakan sebesar 80,35%, kriteria ketepatan sebesar 82,7%, dan kriteria kepatutan sebesar 87,5%. Rata-rata dari keseluruhan kriteria tersebut adalah 83,2%. Sedangkan untuk hasil uji ahli lapangan (konselor) diperoleh persentase dengan kriteria kegunaan sebesar 100%, kriteria kelayakan sebesar 96,4%, kriteria ketepatan sebesar 94,2%, dan kriteria kepatutan sebesar 96,4%. Rata dari keseluruhan kriteria adalah 96,75%. Dari hasil tersebut, jika dibandingkan dengan kriteria akseptabilitas menurut Mustaji (2005. dalam Fitri, 2015), telah memenuhi kriteria sangat baik dan tidak perlu revisi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa media kartu U”NO..Kejenuhan Belajar” telah memenuhi kriteria akseptabilitas.   Kata kunci: Kartu UNO, Kejenuhan Belajar
PENGEMBANGAN PAKET PEMINATAN KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DALAM LAYANAN INFORMASI UNTUK SISWA KELAS IX SMP SEMEN GRESIK ROHMAH, FAIZATUR
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan paket peminatan Sekolah Menengah Kejuruan untuk siswa kelas IX SMP. Paket ini berisi tentang informasi mengenai peminatan dan penjurusan di SMK. Banyaknya jurusan yang ada di SMK membuat siswa kebingungan dalam memilih jurusan sehingga perlu adanya informasi mengenai SMK. Dalam melaksanakan layanan informasi mengenai peminatan SMK masih belum ada media penunjang dalam pelaksanaan layanan informasi tersebut. Karena itulah perlu adanya media sebagai alat bantu dalam layanan informasi mengenai peminatan SMK, salah satunya adalah paket peminatan SMK. Penelitian ini menggunakan model penelitian Borg & Gall yang disederhanakan oleh Tim Puslijaknov yang terdiri dari 6 tahap yaitu, (1) analisis produk, (2) pengembangan produk awal, (3) review dari ahli media (4) uji validasi ahli, (5) uji validasi calon pengguna, (6) produk siap uji lapangan. Untuk menguji keefektifan dari produk yang dikembangkan menggunakan skala penilaian yang didasarkan pada kriteria akseptabilitas yaitu dari aspek kegunaan, aspek kelayakan, aspek ketepatan, dan aspek kepatutan. Hasil uji validasi ahli bimbingan dan konseling menunjukkan aspek kegunaan sebesar 100%, aspek kelayakan sebesar 86%, aspek ketepatan sebesar 85%, dan aspek kepatutan sebesar 90%, dengan rata-rata keseluruhan 90% (sangat baik, tanpa revisi). Hasil uji validasi calon pengguna menunjukkan aspek kegunaan sebesar 100%, aspek kelayakan sebesar 79%, aspek ketepatan sebesar 95%, dan aspek kepatutan sebesar 95%, dengan rata-rata keseluruhan 92%. Dengan demikian produk telah memenuhi kriteria akseptabilitas.   Kata kunci: Pengembangan, Paket Peminatan SMK, Layanan Informasi
PENGEMBANGAN MODUL PERENCANAAN KARIR UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 SURABAYA MASLUCHAH, HANIK
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang menunjukkan bahwa siswa SMA belum mampu merencanakan karirnya. Terlihat dari berbagai masalah baik yang berkaitan dengan pemilihan jenis studi lanjutan, pemilihan rencana pekerjaan, maupun yang berkaitan dengan ketidaksiapan para lulusan SMA dalam memasuki pendidikan lanjutan atau dunia kerja. Karena itulah perlu adanya informasi yang tepat untuk siswa, salah satunya melalui modul. Penelitian pengembangan modul perencanaan karir untuk siswa kelas XI SMA Negeri 7 Surabaya bertujuan untuk membantu siswa dalam membuat perencanaan karir secara matang dan mandiri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model Borg and Gall  (1983) yang telah disederhanakan oleh Tim Pusat Penelitian Kebijakan Inovasi Pendidikan (Puslitjaknov) menjadi lima tahapan, yang dilaksanakan peneliti tanpa tahap uji coba. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif deskripstif. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket untuk melakukan validasi pada uji ahli dan calon pengguna produk. Berdasarkan hasil uji validasi modul perencanaan karir kepada kedua ahli Bimbingan dan Konseling sebagai ahli materi diperoleh prosentase rata-rata keseluruhan kriteria sebesar 95.54%, untuk prosentaase rata-rata yang diperoleh dari ahli media adalah sebesar 75%. Sedangkan hasil dari uji calon pengguna menunjukkan bahwa modul perencanaan karir ini memenuhi kriteria keseluruhan kriteria sebesar 96,14%. Sehingga keseluruhan perolehan prosentase hasil uji validasi ahli baik dari ahli materi, media dan calon pengguna jika dibandingkan dengan kriteria akseptabilitas produk menurut Mustaji (2005:102) adalah sangat baik dan tidak perlu direvisi serta memenuhi kriteria akseptabilitas berupa aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan.   Kata kunci : Pengembangan, Modul, Perencanaan Karir 
PENGEMBANGAN SOFTWARE INVENTORI RESILIENSI (SIR) UNTUK SISWA SMA NEGERI 11 SURABAYA ISTIANA, KAMILA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMA Negeri 11 Surabaya melalui wawancara kepada koordinator guru BK, diketahui bahwa pada tahun 2015 telah dikembangkan sebuah paket untuk melatih keterampilan resiliensi siswa di SMA Negeri 11 Surabaya. Dalam pelaksanaan pelatihan tersebut, konselor membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mengetahui tingkat resiliensi siswa karena konselor hanya melakukan pengamatan dalam mengukur resiliensi siswa.  Konselor membutuhkan sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengukur resiliensi siswa secara cepat dan tepat.  Untuk  mempermudah konselor dalam mengukur  tingkat resiliensi siswa, dikembangkan sebuah media berbasis software inventori yang dapat digunakan sebagai alat pengukur resiliensi siswa agar konselor mengetahui tingkat resiliensi sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam memberikan perlakuan kepada siswa,apakah ia perlu mendapat pelatihan keterampilan resiliensi atau perlakuan yang lain. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa software inventori resiliensi (SIR) yang memenuhi kriteria akseptabilitas. Media ini adalah software yang dapat mengukur tingkat resiliensi siswa sesuai dengan 7 aspek yang dikemukakan oleh Reivich dan Shatte (2002) yaitu regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, analisis kausal, empati, efikasi diri, dan mencapai hal yang positif. Software inventori resiliensi (SIR) ini menggunakan aplikasi berformat .exe berbasis dekstop, dikemas dalam aplikasi Adobe Flash CS6. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall (2003) yang disederhanakan oleh tim Puslitjaknov (2008). Produk yang dihasilkan ada dua yaitu media software inventori resiliensi (SIR) untuk siswa SMA dan buku panduan penggunaan software inventori resiliensi (SIR) untuk siswa dan konselor. Hasil penelitian menerangkan bahwa software inventori resiliensi (SIR) untuk siswa SMA memenuhi syarat kriteria akseptabilitas. Penilaian akseptabilitas dari ahli bimbingan dan konseling  adalah aspek kegunaan memperoleh penilaian (100%). Aspek kelayakan memperoleh penilaian (95,31%). Aspek ketepatan memperoleh penilaian (100%). Aspek kepatutan memperoleh penilaian (87,5%). Rata-rata penilaian ahli bimbingan dan konseling sebesar (95,7%) dengan predikat “sangat baik, tidak perlu direvisi”.  Penilaian akseptabilitas saat konsultasi media, secara keseluruhan software inventori resiliensi (SIR) untuk siswa SMA mendapatkan persentase sebesar (100%) dengan predikat “sangat baik, tidak perlu direvisi”. Penilaian akseptabilitas dari ahli lapangan, berasal dari guru BK SMAN 11 Surabaya adalah aspek kegunaan memperoleh penilaian (91,65%). Aspek kelayakan memperoleh penilaian (82,81%). Aspek ketepatan memperoleh penilaian (84%). Aspek kepatutan memperoleh penilaian (90,62%). Rata-rata penilaian guru BK sebesar (87,27%) dengan predikat “sangat baik, tidak perlu direvisi”. Penilaian akseptabilitas dari siswa adalah aspek kegunaan memperoleh nilai (95,83%). Aspek kelayakan sebesar (93,44%). Aspek ketepatan sebesar (89,39%). Aspek kepatutan sebesar (94,79%). Rata-rata penilaian dari siswa sebesar (93,36%) dengan predikat “sangat baik, tidak perlu direvisi”. Berdasarkan penilaian tersebut maka software inventori resiliensi (SIR) untuk siswa SMA memenuhi kriteria akseptabilitas dan dapat digunakan di sekolah.    Kata Kunci : Pengembangan, Software Inventori Resiliensi (SIR) ,  Siswa SMA,  SMA Negeri 11 Surabaya  
PENGEMBANGAN MEDIA BLOG TENTANG BIMBINGAN PRANIKAH UNTUK SISWA KELAS X ADICARAKA SUBONO, SEPTIAN
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini berawal dari kurangnya informasi siswa mengenai bimbingan pranikah. Pihak sekolah sudah berupaya memberikan sosialisasi kesehatan reproduksi yang dilakukan sekali saat penerimaan siswa baru. Tidak terdapatnya jam khusus untuk BK masuk kelas menjadikan siswa kurang dalam layanan informasi khususnya mengenai bimbingan pranikah. Berawal dari permasalahan tersebut perlu adanya sebuah media yaitu media blog  yang dapat digunakan oleh siswa guna memperoleh informasi mengenai bimbingan pranikah. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah media blog bimbingan pranikah yang memenuhi kriteria akseptabillitas (Committee, Joint : 1991). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan R&D (Research and development) atau penelitian pengembangan oleh Tim Puslitjaknov (2008). Subyek uji validasi ahli dalam penelitian pengembangan ini adalah ahli media, ahli materi dan konselor SMAN Punung Pacitan sebagai pengguna lapangan. Produk ini memperoleh rata-rata persentase 92%. (‘sangat baik, tidak perlu direvisi’) pada uji validasi materi, 95%. (‘sangat baik, tidak perlu direvisi’) pada uji validasi pengguna lapangan (konselor), dan 91% pada reviewer ahli media. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  media  blog tentang bimbingan pranikah memenuhi kriteria akseptabilitas yang meliputi kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan untuk diberikan kepada siswa  kelas X. Kata kunci:  Pengembangan, Media, Blog, Bimbingan Pranikah

Page 10 of 45 | Total Record : 444