cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN SNOWBALL ASERTIF DALAM BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII SMPN 1 JATIKALEN RAHMAWATI, PUJI
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti di SMPN 1 Jatikalen, terdapat siswa kelas VIII yang membutuhkan pemahaman mengenai perilaku asertif dan belum adanya media dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling materi perilaku asertif. Guru BK menyadari bahwa pemahaman mengenai perilaku asertif sangat penting bagi siswa, namun karena keterbatasan sumber dan media dalam pemberian layanan khususnya layanan bimbingan kelompok menjadikan layanan tidak berjalan dengan maksimal. Penelitian ini bertujuang untuk mengembangkan seperangkat media permainan Snowball Asertif dalam bimbingan kelompok pada siswa kelas VIII SMPN 1 Jatikalen. Produk pengembangan yang dihasilkan terdiri dari dua jenis yaitu media permainan snowball asertif dan buku panduan penggunaan media permainan snowball asertif. Media tersebut dikembangkan dengan memenuhi kriteria akseptabilitas yang meliputi kriteria kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg & Gall (1983) yang telah disederhanakan oleh tim Puslijaknov. Hasil penelitian yang diperoleh dari uji validasi ahli bimbingan dan konseling menunjukan aspek kegunaan media permainan snowball asertif sebesar 87,5%, kelayakan 89,6%, ketepatan 82,1%, dan kepatutan 87,5% dengan rata-rata keseluruhan 86,68% (sangat baik, tidak perlu revisi). Hasil dari uji validasi pengguna guru Bimbingan dan Konseling SMPN 1 Jatikalen diperoleh prosentase aspek kegunaan sebesar 100%, kelayakan 95,8%, ketepatan 92,85%, dan kepatutan 95% dengan rata-rata keseluruhan sebesar 95% (sangat baik, tidak perlu revisi). Sedangkan hasil uji validasi ahli bimbingan dan konseling pada buku panduan media permainan snowball asertif diperoleh prosentase sebesar 85,83% (sangat baik, tidak perlu revisi). Hasil uji pengguna guru Bimbingan dan Konseling SMPN 1 Jatikalen pada buku panduan media permainan snowball asertif sebesar 91,67% (sangat baik, tidak perlu revisi). Dengan demikian, media permainan snowball asertif memenuhi kriteria akseptabilitas.    Kata kunci: Media, Permainan, Snowball Asertif, Bimbingan Kelompok
PENERAPAN ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY UNTUK MENGURANGI  KECEMASAN  SISWA PADA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SMAN 3 SURABAYA NURFITRIA SARI, ANGGIE
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu hal yang pernah dialami oleh individu. Termasuk kecemasan terhadap pelajaran fisika yang dapat terjadi pada siswa jurusan ilmu pengetahuan alam. Kecemasan ini terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep-konsep serta rumus yang ada pada pelajaran fisika sehingga ketika mengerjakan soal maupun ujian dapat menyebabkan siswa bingung dan tidak bisa mengerjakan. Ketika siswa mengalami kebingungan dan tidak dapat mengerjakan soal dengan baik, maka nantinya akan berdampak pada nilai siswa.              Terdapat pendekatan yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan, yaitu Acceptance and Commitment Therap. Pendekatan ini menekankan pada penerimaan dan komitmen diri untuk mengurangi kecemasan. Dalam pelaksanaanya, terapi ini menggunakan nilai-nilai kehidupan yang dipunyai individu yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan menguji penerapan konseling Acceptance and Commitmnet Therapy (ACT) untuk menurunkan kecemasan pada pelajaran fisika. Proses konseling meliputi 6 keterampilan yang dilakukan yaitu acceptance, Cognitive Defusion, Present Moment, Self as Context, Value, Committed Action. Penelitian ini menggunakan pre-test post-test one group design. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 5 siswa yang mengalami kecemasan tinggi pada pelajaran fisika.  Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistic non-parametrik uji tanda. Dari hasil analisis data, didapatkan ρ = 0,031 lebih kecil daripada a = 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi hipotesisnya yaitu ada penurunan skor kecemasan siswa pada pelajaran fisika kelas XI SMAN 3 Surabaya setelah pemberian perlakuan. Kesimpulannya, konseling ACT dapat menurunkan kecemasan siswa pada pelajaran fisika kelas XI sekolah menengah atas. Dengan demikian, ACT dapat digunakan sebagai alternatif pilihan guru BK untuk membantu siswa mengurangi kecemasan pada pelajaran fisika.   Kata Kunci : Acceptance and Commitment Therapy, kecemasan pada pelajaran fisika 
PENGEMBANGAN SOFTWARE PEMILIHAN KARIER DENGAN TIPOLOGI HOLLAND UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI SMP NEGERI 4 LAMONGAN ELIYANTI, FITRI
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling dan siswa diperoleh informasi bahwa siswa masih bingung memilih SMA atau SMK dan jika memilih SMK jurusan apa yang akan dipilihnya. Mereka lebih cenderung memilih sekolah dimana temannya juga bersekolah. Hal ini menyebabkan kurang sesuainya pendidikan yang akan ditempuh dengan potensi yang dimiliki, hal tersebut akan menyebabkan siswa mengalami masalah pada saat mereka memasuki sekolah tersebut. Guru BK SMP Negeri 4 Lamongan selama ini menggunakan instrumen yang berupa angket. Dari penjelasan guru BK dari penyebaran angket tersbut hasil yang diperoleh kurang maksimal dikarenakan siswa tidak bersungguh-sungguh dalam pengerjaannya. Banyak siswa menilai mengisi angket itu membosankan dan membuat mereka malas. Oleh karena itu, dikembangkan alat ukur yang berbentuk software pemilihan karier dengan tipologi Holland untuk SMP beserta buku panduan penggunaannya yang memnuhi kriteria keberterimaan (kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan). Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan Borg & Gall (1983) dalam (Setyosari, 2012). Terdapat tiga tahap pengembangan yaitu tahap pra pengembangan, pengembangan, dan pasca pengembangan. Teknik analisis data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu dengan cara mendeskripsikan dan menarik kesimpulan. Sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan rumus-rumus statistik untuk mencari koefisien validitas instrumen pemilihan  karier menggunakan rumus koefisien korelasi product moment dari pearson, sedangkan untuk menghitung koefisien reliabilitas digunakan teknik belah dua (split halve method) dari Spearman Brown serta uji keberterimaan software pemilihan karier dengan tipologi Holland dan buku panduan penggunaannya menggunakan rumus statistik deskriptif dengan penyajiannya dalam bentuk presentase. Dalam penelitian pengembangan ini, didapatkan bentuk instrumen pemilihan karier dengan tipologi Holland yang memiliki validitas yang tinggi, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil perhitungan validitas terhadap 72 item pernyataan , semuanya dinyatakan  valid dan juga didapatkan bentuk instrumen pemilihan karier yang memiliki reliabilitas yang tinggi. Berdasarkan kriteria tinggi rendahnya tingkatan koefisien reliabilitas skor 0,897 dinyatakan instrumen pemilihan karier dengan tipologi Holland ini memiliki reliabilitas yang tinggi, sedangkan hasil penilaian uji ahli materi, ahli media, ahli praktisi, dan ahli lapangan (siswa) dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: (1) komponen buku panduan, (2) komponen materi/ isi software pemilihan karier dengan tipologi Holland, dan komponen software pemilihan karier dengan tipologi Holland, presentase nilai yang diperoleh sebesar 81,4525% atau 82% (dibulatkan) termasuk kategori sangat baik (81%  – 100%) tidak perlu direvisi menurut kriteria penilaian Mustaji (2005). Dengan demikian produk telah memenuhi kriteria keberterimaan.   Kata kunci : Software, Pemilihan Karier               
PENERAPAN LAYANAN PENGUASAAN KONTEN KESADARAN AKAN KERAGAMAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN HUBUNGAN INTERPERSONAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MENGANTI-GRESIK DWI ANGGA EFENDI, KURNIAWAN
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan layanan penguasaan konten kesadaran akan keragaman budaya untuk meningkatkan hubungan interpersonal siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Menganti. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen jenis pre-eksperimental, desain one group pretest postest dengan pemberian layanan penguasaan konten kesadaran akan keragaman budaya sebagai bentuk perlakuan. Subjek penelitian ini adalah 6 orang siswa kelas VIII B. Analisis data yang yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan analisis uji tanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai ρ 0.016 lebih kecil dari α 0.05 dan mean pre test sebesar 169 dan mean post test sebesar 185 sehingga menghasilkan selisih sebesar 16. Dari hasil analisis data tersebut, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga ada perbedaan tingkat hubungan interpersonal siswa antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan layanan penguasaan konten kesadaran akan keragaman budaya dapat meningkatkan hubungan interpersonal siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Menganti.   Kata Kunci :        Layanan Penguasaan Konten, Kesadaran akan Keragaman Budaya, dan Hubungan Interpersonal
PENERAPAN MEDIA FLASH TENTANG TATA TERTIB UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEMANDIRIAN SANTRI PONDOK PESANTREN AL AMANAH JUNWANGI KRIAN   EKA NISWARA, ERIZA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha mempersiapkan remaja menghadapi masa depan yang kompleks, salah satunya dengan mengembangan pengetahuan tentang kemandirian. Pemahaman ini dapat diperoleh melalui berbagai informasi yang dibutuhkan dan dapat diberikan melalui layanan informasi dalam bidang pribadi. Dalam memberikan informasi dapat diikuti dengan memanfaatkan media yang menarik. Yaitu contohnyan media flash. Dalam layanan informasi merupakan salah satu layanan yang bertujuan untuk membantu individu mengenal, merencanakan dan mengembangankan pribadi yang lebih baik lagi, khususnya pada pribadi yang mandiri. Peneliti memberikan layanan informasi yang menarik dn memanfaatkan media flash (adobe flash). Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen (kuantitatif) dengan jenis one group pre-test post-test dalam pemberian layanan informasi tentang tata tertib sebagai bentuk perlakuan. Subjek penelitian ini adalah 33 santri yang mengalami pemahaman kemandirian rendah.                 Analisis data penelitian ini menggunakan statistik non parametrik dengan analisis uji tanda. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa p= 0,214 lebih kecil dibandingkan dengan a = 0,05 dengan demikian Ho diterima dengan Ha ditolak sehingga ada perbedaan tingkat pemahaman kemandirian antara sebelum dan sesudajh diberikan perlakuan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan media flash tentang tata tertib dapat meningkatkan pemahaman kemandirian santri pondok pesantren al amanah junwangi krian.     Kata kunci: Media Flash,  Tata Tertib, dan Pemahaman Kemandirian
PENERAPAN TEKNIK TOKEN REINFORCEMENT UNTUK MENGURANGI PERILAKU OUT-OF SEAT PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR  AZIZ, ROSYIDA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UsiaSekolah Dasar (SD) merupakan usia dimana anak sedang berada pada kondisi dimana ia memiliki energi yang sangat besar, sehingga anak akan cenderung agresif atau tidak bisa diam. Perilaku-perilaku agresif tersebut apabila tidak diarahkan pada kegiatan yang positif maka akan menjadi sebuah perilaku yang menggangnggu, tidak hanya di rumah namun juga di sekolah. Dalam dunia bimbingan dan konseling perilaku mengganggu ini disebut sebagai perilaku off-task behavior.perilaku-perilaku yang termasuk dalam  off-task behavior anatara lain tingkah laku impulsive, innatention, non completon of task, out-of seat, talking without permission, unmotivated to learn, unprepared for class, out of class (Sparzo, 1989).Perilaku out-of seat merupakan perilaku dimana siswa keluar dari tempat duduk ketika guru sedang menjelaskan materi pelajaran di depan kelas, perilaku ini sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar di kelas karena perilaku ini dapat menghilangkan konsentrasi siswa lain. Pada beberapa Sekolah Dasar yang memiliki guru BK perilaku out-of seat bukanlah menjadi perilaku yang diamati maupun diselesaikan (dianggap bukan sebagai masalah), sehingga yang terjadi adalah ketika siswa menunjukkan perilaku out-of seat pada saat guru sedang memberikan materi di dalam kelas guru akan memberikan hukuman kepada siswa berupa berdiri didalam kelas. Salah satu startegi yang dapat dilakukan untuk dapat mengurangi kemunculan perilaku out-of seat pada siswa sekolah dasar adalah dengan menggunakan teknik token reinforcement.token reinforcement adalah alat atau tanda yang digunakan untuk memperkuat perilaku yang diinginkan, dengan kata lain token reinforcement merupakan pemberian reinforcement  dengan menggunakan simbol atau tanda pada jumlah tertentu yang kemudian dapat ditukarkan dengan reinforcement asli. Berdasarkan analisis visual dalam kondisi menunjukkan jejak data negatife untuk fase baseline pada setiap subjek penelitian, jejak data positif untuk fase treatment dan fase withdrawal. Namun subjek B menunjukkan hasil yang berbeda pada fase withdrawal, pada fase jejak data pada subjek B menunjukkan hasil negatif. Sedangkan pada analisis visual antar kondisi subjek A, perbandingan ketiga fase menunjukkan perubahan arah dan efek yang positif dengan persentase overlap masing-masing perbandingan sebesar 0%. Subjek B menunjukkan menunjukkan perubahan arah positif pada perbandiangan anatara fase B dengan fase A1, namun negative pada perbandingan anatara fase B dengan A2.Dengan persentase overlap 0% pada perbandingan fase B dengan fase A1, dan 72,7% pada perbandingan anatara fase B dengan fase A2. Hasil dari subjek C menunjukkan perubahan arah dan efek positif pada perbandingan ketiga fase, dengan masing-masing persentase overlap sebesar 0%. Sedangkan subjek D menunjukkan perubahan arah dan efek positif pada perbandingan ketiga fase, dengan masing-masing persentase overlap sebesar 0%. Subjek D menunjukkan perubahan level yang sangat kecil pada fase withdrawal, namun tetap menunjukkan perubahan ke arah positif. Kata kunci : Teknik token reinforcement, perilaku out-of seat
PENERAPAN TEKNIK SELF-CONTROL UNTUK MENGURANGI PERILAKU OFF-TASK SISWA KELAS VIII DI SMPN 1 LENGKONG-NGANJUK DWI SAFITRI, IKA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku off-task adalah perilaku siswa yang tidak berhubungan dengan aktifitas pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi terdapat empat siswa yang memiliki perilaku off-task di SMPN 1 Lengkong-Nganjuk, bentuk perilaku off-task tersebut adalah 1)Tidak menyelesaikan tugas dalam pelajaran, 2) Tidak memperhatikan guru saat menjelaskan materi pelajaran, 3)Menggunakan alat tulis teman tanpa ijin, 4)Meninggalkan tempat duduk tanpa ijin, 5)Tidak siap mengikuti pelajaran dikelas, maka dari itu diberikanlah teknik self control. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji penerapan melalui teknik self-control untuk mengurangi perilaku off-task siswa kelas VIII di SMPN 1 Lengkong-Nganjuk. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan subyek empat orang siswa. Desain penelitian ini menggunakan single subject desain (SSD) dengan menggunakan desain A-B (baseline-intervensi) Teknik analisis data menggunakan analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi yaitu menganalisis perubahan data dalam dua kondisi yaitu dalam kondisi Baseline atau kondisi intervensi  serta kondisi  antara fase baseline dan intervensi. Berdasarkan hasil level stabilitas subyek A    pada fase baseline (A) dari 66% menjadi 50% pada fase intervensi (B), subyek B padafase baseline (A) dari 83% menjadi 67% pada fase intervensi (B), subyek C pada fase baseline (A) dari 66% menjadi 42% pada fase intervensi (B), dan subyek D pada fase baseline (A) dari 83% menjadi 75% pada fase intervensi (B) level perubahannya menunjukkan pada subyek A membaik (+), pada subyek B membaik (+), pada subyek C membaik (+) dan pada subyek D membaik (+). Serta dalam analisis antar kondisi memiliki presentase overlap subyek A 0%, subyek B 0%, subyek C 8,3% dan subyek D 8,3%. Maka dengan begitu diketahui bahwa adanya perubahan skor perilaku off-task siswa sebelum dan sesudah diberikan teknik self-control. treatment yang diberikan memberi dampak positif terhadap perubahan target perilaku yaitu perilaku off-task.   Kata kunci : teknik self-control, off-task
PENGEMBANGAN SOFTWARE STRESS METER UNTUK SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 KEDIRI ARIFFUDIN, IMAM
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMAN 2 Kediri, diketahui bahwa sebanyak 85% dari 35 responden kelas X mengalami stres akademik. Respon yang ditunjukkan siswa beragam, misalnya membolos, tidak mengerjakan PR dan mengeluh pusing. Guru BK menyadari bahwa penanganan terhadap stres siswa sangat penting, namun sampai saat ini penanganan yang diberikan masih belum menyeluruh, karena keterbatasan tenaga ahli dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa software stress meter untuk siswa kelas X SMA negeri 2 kediri yang memenuhi kriteria akseptabilitas. Media ini berisi tentang kuesioner pengukur skor stres dan solusi penanganan berdasarkan tingkat stres. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall (1983) yang disederhanakan oleh tim Puslitjaknov (2008). Produk yang dihasilkan ada dua yaitu media software stress meter dan buku panduan aplikasi software stress meter. Media yang dikembangkan menerapkan konsep mobile learning (m-learning). Sehingga siswa dapat dengan mudah mengelola stres yang dialami kapanpun dan dimanapun. Hasil penelitian menerangkan bahwa software stress meter memenuhi syarat kriteria akseptabilitas. Penilaian akseptabilitas dari validator ahli bimbingan dan konseling  adalah aspek kegunaan memperoleh penilaian (100%). Aspek kelayakan memperoleh penilaian (96,87%). Aspek ketepatan memperoleh penilaian (98,21%). Aspek kepatutan memperoleh penilaian (98%). Rata-rata penilaian ahli bimbingan dan konseling sebesar (98,77%) dengan predikat “sangat baik, tidak perlu direvisi”.  Penilaian akseptabilitas dari konselor, aspek kegunaan memperoleh penilaian (96,87%). Aspek kelayakan memperoleh penilaian (91,67%). Aspek ketepatan memperoleh penilaian (93,75%). Aspek kepatutan memperoleh penilaian (96,87%). Rata-rata penilaian konselor sebesar (98,77%) dengan predikat “sangat baik, tidak perlu direvisi”.  Penilaian akseptabilitas dari siswa  adalah aspek kegunaan memperoleh penilaian (95,83%). Aspek kelayakan memperoleh penilaian (77,78%). Aspek ketepatan memperoleh penilaian (75%). Aspek kepatutan memperoleh penilaian (90,28%). Rata-rata penilaian siswa sebesar (84,72%) dengan predikat “sangat baik, tidak perlu direvisi”.  Berdasarkan penilaian tersebut maka software stress meter untuk siswa kelas X SMA Negeri 2 Kediri memenuhi kriteria akseptabilitas dan dapat digunakan di sekolah. Kata Kunci: Software, Stress Meter.
PERILAKU MENGONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ANGKATAN 2012 – 2014 ARIA CAHAYANI, FRIDA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku mengonsumsi minuman beralkohol pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survey. Adapun jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 348 mahasiswa dari populasi 2697 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket. Hasil penelitian menunjukkan (1) Dari 348 mahasiswa yang menjadi sampel terdapat 80 mahasiswa (28%) yang mengonsumsi minuman beralkohol, hal tersebut digambarkan oleh tiga indicator; aktifitas sebelum mengonsumsi minuman beralkohol tertinggi sebanyak 59 mahasiswa (74%) yang mengaku membeli minuman beralkohol di swalayan. tanda-tanda selama mengonsumsi minuman beralkohol tertinggi dirasakan oleh 77 mahasiswa (96%) mengaku mulut bau alkohol dan sulit untuk dihilangkan, gejala penyalahgunaan minuman beralkohol paling banyak dirasakan sebesar 72 mahasiswa (90%) mengaku sulit mengingat kejadian yang dilakukan. (2) Faktor internal tertinggi sebanyak 70 mahasiswa (88%) merasa mudah terpengaruh dan faktor eksternal tertinggi sebanyak 72 mahasiswa (92%) karena pergaulan yang salah. (3) Tujuan mengonsumsi minuman beralkohol tertinggi sebanyak 74 mahasiswa (93%) untuk memenuhi rasa penasaran (4) Dampak terhadap aktifitas tertinggi sebanyak 69 mahasiswa (89%) aktifitasnya terganggu. Dampak terhadap kondisi fisik  tertinggi sebanyak 61 mahasiswa (76%) merasa lebih bertenaga. Dampak psikologis tertinggi sebanyak 75 mahasiswa (94%) pikiran terasa lebih bebas dan kepercayaan dirinya meningkat. Dampak terhadap hubungan sosial tertinggi sebanyak 68 mahasiswa (85%) mendapat banyak teman baru. (5) Harapan terkait perilaku mengonsumsi minuman  beralkohol  tertinggi  sebanyak  78 mahasiswa (98%) mengaku ingin menjadi pribadi yang lebih baik. (6) Penanganan yang dapat diberikan antara lain; penggunaan strategi modeling, relaksasi, terapi aversi dan sosialisasi. Kata kunci: Minuman beralkohol, Mahasiswa 
PERILAKU SISWA YANG TIDAK DIKEHENDAKI (OFF TASK BEHAVIOR) DAN PENANGANAN KONSELOR DI SDIT AT-TAQWA SURABAYA SHOFUHAH, MAUFUROTUS
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang bentuk-bentuk, faktor penyebab, penanganan konselor dan hambatan yang dialami konselor dalam menangani perilaku off task siswa di SDIT At-Taqwa Surabaya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, 2 (dua) konselor, 7 (tujuh) guru kelas, 3 (tiga) guru mata pelajaran, dan 7 (tujuh) siswa yang memiliki perilaku off task. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perilaku off task siswa yang terjadi di SDIT At-Taqwa Surabaya yaitu berjalan-jalan di dalam kelas, berbicara dengan temannya, bermain alat tulis seperti pensil, pulpen, penghapus atau penggaris, bermain kertas, tidak memperhatikan penjelasan guru, meletakkan kepala di atas meja, membuat gaduh, naik ke atas kursi, keluar masuk kelas, bercanda dengan temannya, menggambar di kertas, mencoret-coret meja, membuka buku pelajaran lain, mengerjakan PR. Penyebab siswa melakukan perilaku off task terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi adaptasi sekolah dan kesulitan dalam pelajaran. Sedangkan faktor eksternal yang mendasari munculnya perilaku off task siswa yaitu pengaruh dari teman dan kurangnya perhatian dari guru. Ada berbagai macam penanganan yang dilakukan oleh konselor, diantaranya adalah menegur atau mengingatkan dengan memberi nasihat, selain itu untuk menangani perilaku off task siswa konselor berkolaborasi dengan guru kelas dan guru mata pelajaran menerapkan teori pengkondisian operan dengan menggunakan teknik penguatan dan teknik hukuman. Hambatan yang dihadapi konselor adalah keterbatasan pemberian layanan konseling secara langsung dan masih sulitnya mengontrol sikap siswa SD karena belum memiliki keajegan dan masih butuh bantuan dari guru dan orang tua.   Kata kunci           : perilaku off task, penanganan konselor

Page 8 of 45 | Total Record : 444