cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK RASIONAL EMOTIF PERILAKU (REP) UNTUK MENGURANGI SCHOOL REFUSAL (PENOLAKAN SEKOLAH) SISWA KELAS VIII SMPN 1 CERME Lusi Oktaviani, Tri
Jurnal BK UNESA Vol 8, No 1 (2018): Volume 8 Nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

School refusal (penolakan sekolah) adalah gangguan emosional yang ditunjukkan dengan kecenderungan perilaku untuk tidak hadir di sekolah yang terjadi pada anak-anak atau remaja yang disertai dengan ketakutan yang tidak irasional. Peneliti menemukan fenomena school refusal (penolakan sekolah) di kelas VIII pada saat peneliti melakukan PPP (Program Pengelolaan Pembelajaran) di SMPN 1 Cerme. Masalah yang terlihat pada school refusal (penolakan sekolah) dapat dilihat siswa tidak masuk tanpa keterangan, siswa sakit, hingga siswa meninggalkan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan layanan konseling kelompok rasional emotif perilaku (REP) dengan menggunakan teknik disput imajinasi yang digunakan untuk mengurangi school refusal (penolakan sekolah) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cerme. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan jenis penelitian one groub pre test-post test. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4 siswa kelas VIII yang memiliki school refusal (penolakan sekolah) tinggi. Penelitian ini akan menggunakan statistik nonparametrik yaitu uji wilcoxon. Setelah dilakukan post–test maka diperoleh skor post-test kemudian dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik dengan uji wilcoxon. Setelah data post-test diolah diperoleh hasil bahwa terdapat 4 subjek yang menunjukan adanya penurunan school refusal (penolakan sekolah) pada siswa. Hal ini menunjukan bahwa konseling kelompok rasional emotif perilaku dapat menurunkan school refusal (penolakan sekolah) pada siswa SMP Negeri 1 Cerme setelah pemberian konseling kelompok rasional emotif perilaku (REP).Kata kunci: School Refusal (Penolakan Sekolah), Konseling Kelompok Rasional Emotif Perilaku (REP)
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK RASIONAL EMOTIF PERILAKU (REP) UNTUK MENGURANGI SCHOOL REFUSAL (PENOLAKAN SEKOLAH) SISWA KELAS VIII SMPN 1 CERME Lusi Oktaviani, Tri
Jurnal BK UNESA Vol 8, No 1 (2018): Volume 8 Nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

School refusal (penolakan sekolah) adalah gangguan emosional yang ditunjukkan dengan kecenderungan perilaku untuk tidak hadir di sekolah yang terjadi pada anak-anak atau remaja yang disertai dengan ketakutan yang tidak irasional. Peneliti menemukan fenomena school refusal (penolakan sekolah) di kelas VIII pada saat peneliti melakukan PPP (Program Pengelolaan Pembelajaran) di SMPN 1 Cerme. Masalah yang terlihat pada school refusal (penolakan sekolah) dapat dilihat siswa tidak masuk tanpa keterangan, siswa sakit, hingga siswa meninggalkan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan layanan konseling kelompok rasional emotif perilaku (REP) dengan menggunakan teknik disput imajinasi yang digunakan untuk mengurangi school refusal (penolakan sekolah) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cerme. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan jenis penelitian one groub pre test-post test. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4 siswa kelas VIII yang memiliki school refusal (penolakan sekolah) tinggi. Penelitian ini akan menggunakan statistik nonparametrik yaitu uji wilcoxon. Setelah dilakukan post–test maka diperoleh skor post-test kemudian dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik dengan uji wilcoxon. Setelah data post-test diolah diperoleh hasil bahwa terdapat 4 subjek yang menunjukan adanya penurunan school refusal (penolakan sekolah) pada siswa. Hal ini menunjukan bahwa konseling kelompok rasional emotif perilaku dapat menurunkan school refusal (penolakan sekolah) pada siswa SMP Negeri 1 Cerme setelah pemberian konseling kelompok rasional emotif perilaku (REP).Kata kunci: School Refusal (Penolakan Sekolah), Konseling Kelompok Rasional Emotif Perilaku (REP)
PENERAPAN STRATEGI COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA KELAS X IPS 1 SMAN 1 PONGGOK KABUPATEN BLITAR ANGGI AGUSTINE, PETRICIA
Jurnal BK UNESA Vol 8, No 1 (2018): Volume 8 Nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi cognitive restructuring dalam meningkatkan percaya diri siswa kelas X IPS 1 SMAN 1 Ponggok Kabupaten Blitar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pre-experiment design dengan rancangan penelitian pre-test post-test one group design. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket percaya diri yang terdiri dari 32 item dan angket berpikir positif yang terdiri dari 19 item. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah empat siswa dari kelas X IPS 1 SMAN 1 Ponggok yang memiliki skor percaya diri rendah yang telah diukur menggunakan angket percaya diri . Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik non parametrik dengan menggunakan Uji Wilcoxon.Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan angket percaya diri N = 4 dan x = 0 , maka diperoleh ρ (kemungkinan harga dibawah Ho) = 0,068. Bila dalam ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka 0,068 < 0,05 jadi dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Adanya perbedaan antara pre-test dan post-test yaitu skor post-test lebih besar dibanding skor pre-test.Post-test.Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan angket berpikir positif N = 4 dan x = 0 , maka diperoleh ρ (kemungkinan harga dibawah Ho) = 0,059. Bila dalam ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka 0,059< 0,05 jadi dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.Adanya perbedaan antara pre-test dan post-test yaitu skor post-test lebih besar dibanding skor pre-test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi cognitive restructuring dapat meningkatkan percaya diri siswa kelas X IPS 1 SMAN 1 Ponggok Kabupaten Blitar.Kata Kunci : Strategi cognitive restructuring, Percaya diri
PENERAPAN METODE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMANTAPAN KARIER SISWA KELAS XI DI SMAN 12 SURABAYA Nadia Arini, Arintiya
Jurnal BK UNESA Vol 8, No 1 (2018): Volume 8 Nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini berawal dari masalah yang paling banyak dialami oleh siswa kelas XI di SMAN 12 Surabaya, yaitu ketidakmantapan siswa dalam memiliki karier, di mana masih banyak keraguan dan ketidaktahuan secara konkret tentang karier yang ada. Para siswa hanya berpegang pada informasi secara umum dari beberapa sumber. Beberapa upaya yang telah dilakukan berupa layanan informasi yang disampaikan secara klasikal di dalam kelas, namun hasil yang didapatkan masih sangat jauh dari harapan. Siswa kurang aktif di dalam kelas sehingga ketika diminta untuk menjelaskan keinginan dalam memilih pekerjaan ataupun pendidikan lanjutan sangatlah minim dalam menjawab dan menjelaskan secara abstrak (tidak tampak kesiapan dan kemantapan). Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemantapan pilihan karier siswa dengan menggunakan metode jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Peneliti menggunakan uji-t untuk mengukur perbedaan nilai antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket dan wawancara. Hasil analisis antara pretest dan post-test pada kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan uji-t menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan, yaitu hasil uji-t yang diperoleh adalah 2,75 dan db = 74, terdapat t-hitung > t-tabel = 2,75 > 1,995. Maka Ha diterima atau Ho tidak diterima. Jadi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga dapat dikatakan bahwa metode jigsaw lebih efektif dalam meningkatkan kemantapan pilihan karier dibandingkan dengan metode ceramah. Hal ini membuktikan pula bahwasanya kelas eksperimen lebih memahami tentang materi karier Holland yang diberikan melalui metode jigsaw. Kata kunci : Metode jigsaw, kemantapan pilihan karir siswa 
STUDI PENELUSURAN (TRACER STUDY) ALUMNI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NON FORMAL FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TAHUN WISUDA 2000 – 2004 MUKLIS SATIN, DIAN
Jurnal BK UNESA Vol 8, No 1 (2018): Volume 8 Nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profil alumni, (2) bidang kerja alumni, (3) kesesuaian bidang kerja dengan program studi, (4) keterampilan sosial alumni, dan (5) saran alumni yang diberikan kepada pengembangan dosen dan lembaga. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah alumni program studi Pendidikan Non Formal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya tahun wisuda 2000-2004 yang berjumlah 56. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden penelitian dengan angket hasil penelitian yang didapatkan peneliti berjumlah 48.. Teknik pengumpulan menggunakan metode angket dan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan presentase. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Profil alumni dengan presntase tertinggi: IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) sebesar 81% dengan predikat sangat memuaskan, sebesar 62% dengan masa studi lebih dari 8 semester, dan lama masa tunggu mendapatkan pekerjaan 35% yaitu  6- 12 bulan.(2) Bidang kerja alumni sebagai tenaga pendidik dan non pendidik. Sebanyak 27% sebagai karyawan perusahaan dan 25% sebagai guru. (3) Kesesuaian bidang kerja dengan program studi adalah untuk kesesuaian pekerjaan dengan program studi adalah 40% kurang sesuai. (4) keterampilan sosial alumni termasuk dalam kategori sangat baik dengan prosentase 89%. (5) Saran yang diberikan alumni adalah agar ditambahkan praktek – praktek lapangan di berbagai macam tempat dan diberikan keterampilan – keterampilan lain sebagai alternatif untuk alumni ke depannya.   Kata kunci : studi penelusuran, alumni, program studi pendidikan non formal
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK TEKNIK KONTRAK PERILAKU UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU TANGGUNG JAWAB PRIBADI SISWA KELAS VIII-F SMP NEGERI 34 SURABAYA Bee Sanna, Jihadaroza
Jurnal BK UNESA Vol 8, No 1 (2018): Volume 8 Nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti yang memiliki tanggung jawab pribadi rendah selama di sekolah, seperti membolos, tidak mengembalikan peralatan makan ke kantin, menunggu dipanggil oleh guru untuk melaksanakan sholat, mengobrol dan melakukan kegiatan yang tidak seharusnya saat pelajaran hingga berakhir. Hal tersebut juga termasuk pada tata tertib yang harus dipatuhi oleh siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dapat atau tidaknya meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa melalui pemberian konseling kelompok teknik kontrak perilaku pada siswa kelas VIII-F SMP Negeri 34 Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan Single Subject Design (SSD) desain A-B dengan banyak subjek penelitian 5 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan pedoman observasi dan dokumentasi. Sehingga penggunaan Single Subject Design (SSD) sesuai untuk jenis penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kelima subjek mengalami perubahan perilaku membaik yang dapat dilihat pada level perubahan perilaku tanggung jawab pribadi, yaitu Subjek V membaik 0.83 pada fase intervensi (B). Subjek W membaik 1.15 pada fase intervensi (B). Subjek X membaik 3.9 pada fase intervensi (B). Subjek Y membaik 0.55 pada fase intervensi (B). Subjek Z membaik 0.8 pada fase intervensi (B). Hal ini menunjukkan adanya perubahan skor sebelum dan sesudah diberikan konseling kelompok terknik kontrak perilaku pada siswa kelas VIII-F SMP Negeri 34 Surabaya. Kata Kunci : Konseling Kelompok, Kontrak Perilaku, Tanggung Jawab Pribadi.
PENERAPAN KONSELING REALITA UNTUK  MENGURANGI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS XI IIS 1 SMAN 1 MENGANTI KURNIAWATI, LINDA
Jurnal BK UNESA Vol 8, No 1 (2018): Volume 8 Nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prokrastinasi akademik  merupakan  suatu tindakan penghindaran atau  menunda memulai atau  menyelesaikan suatu  tugas  akademik  yang  mempunyai batas  waktu.  Keterlambatan  siswa dalam  mengumpulkan  tugas  telah  banyak terjadi khususnya pada kelas XI IIS 1 di SMA Negeri 1 Menganti. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari konselor dan guru mata pelajaran, kelas XI IIS 1 rentan melakukan keterlambatan dalam mengumpulkan tugas, tidak mengerjakan tugas tepat waktu, mengerjakan tugas disekolah atau yang disebut dengan  perilaku  prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling realita dalam mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Menganti. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pre-experiment design dengan rancangan penelitian pre-test post-test one group design. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 5 siswa dari kelas XI IIS 1 SMAN 1 Menganti yang memiliki skor prokrastinasi akademik tinggi yang telah diukur menggunakan angket prokrastinasi akademik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik non parametrik dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Setelah post-test diolah diperoleh hasil bahwa terdapat 5 subjek yang menunjukan adanya penurunan prokrastinasi akademik pada siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling realita dapat menurunkan prokrastinasi akademik siswa kelas XI IIS1 SMAN 1 Menganti.   Kata Kunci :  Konseling Realita, Prokrastinasi Akademik
PENGEMBANGAN ADOBE FLASH SEBAGAI MEDIA LAYANAN INFORMASI PEMINATAN STUDI LANJUT SMA DAN SEDERAJAT UNTUK SISWA KELAS IX SMPN 5 SIDOARJO HARIO FANDINI, SHELA
Jurnal BK UNESA Vol 8, No 1 (2018): Volume 8 Nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari studi pendahuluan yang dilakukan peneliti kepada siswa kelas IX SMPN 5 Sidoarjo, menunjukkan bahwa hampir 70% siswa belum memahami mengenai program peminatan untuk studi lanjut setelah lulus SMP. Hal ini terlihat dari jawaban siswa yang tidak memiliki alasan kuat dalam memilih jurusan ketika di memasuki jenjang SMA yaitu peminatan kelompok mata pelajaran sesuai jurusan di SMA dan masih bingung dengan prosedur serta persyaratan masing-masing kelompok peminatan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui akseptabilitas berupa kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan dari pada adobe flash sebagai media layanan informasi peminatan studi lanjut SMA dan sederajat sebagai layanan informasi untuk siswa SMP kelas IX yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model Borg and Gall  (1983) yang telah disederhanakan oleh Tim Pusat Penelitian Kebijakan Inovasi Pendidikan (Puslitjaknov) menjadi lima tahapan, yang dilaksanakan peneliti tanpa tahap uji coba. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif deskripstif. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket untuk melakukan validasi pada uji ahli dan calon pengguna produk. Berdasarkan hasil validasi uji ahli Adobe Flash sebagai Layanan Informasi Peminatan Study Lanjut SMA dan sederajat didapatkan prosentase penilaian ahli media sebesar 93.55% dan menunjukkan predikat sangat baik, penilaian validator ahli media menunjukkan predikat sangat baik yaitu 93.7%, dan hasil penilaian calon pengguna menunjukkan predikat sangat baik 96.05%. Adobe Flash sebagai Layanan Informasi Peminatan Study Lanjut SMA dan sederajat telah diperbaiki sesuai dengan masukan, komentar maupun saran  yang diberikan oleh ahli materi, ahli media, maupun calon pengguna. Dengan demikian dapat diketahui bahwa Adobe Flash sebagai Layanan Informasi Peminatan Study Lanjut SMA dan sederajat untuk siswa kelas IX SMPN 5 Sidoarjo berkategori sangat baik dan dinyatakan memenuhi kriteria akseptabilitas. Kata kunci: Pengembangan, Adobe Flash, Layanan Informasi Peminatan Study Lanjut
STUDI KEPUSTAKAAN PENERAPAN KONSELING EXPRESSIVE WRITING DALAM LINGKUP PENDIDIKAN Awalina, Wilda
Jurnal BK UNESA Vol 8, No 2 (2018): Volume 8 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan konseling expressive writing dalam lingkup pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka serta memperhatikan komentar pembimbing. Hasil penelitian ini adalah tersusunnya kajian mengenai penerapan konseling expressive writing yang merujuk pada komponen-komponen artikel jurnal internasional dan nasional serta masukan dari dosen pembimbing, yakni: 1) Keberhasilan penerapan expressive writing dalam lingkup pendidikan, 2) Prosedur implementasi expressive writing dalam lingkup pendidikan, 3) Metode atau teknik expressive writing yang digunakan dalam lingkup pendidikan, 4) Ruang lingkup dan sasaran penerapan expressive writing dalam lingkup pendidikan, 5) Saran atau rekomendasi penerapan expressive writing dalam lingkup pendidikan. Kata Kunci: Studi Kepustakaan, Penerapan, Expressive Writing, Pendidikan.
STUDI KEPUSTAKAAN PENERAPAN KONSELING EXPRESSIVE WRITING DALAM LINGKUP PENDIDIKAN Awalina, Wilda
Jurnal BK UNESA Vol 8, No 2 (2018): Volume 8 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan konseling expressive writing dalam lingkup pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka serta memperhatikan komentar pembimbing. Hasil penelitian ini adalah tersusunnya kajian mengenai penerapan konseling expressive writing yang merujuk pada komponen-komponen artikel jurnal internasional dan nasional serta masukan dari dosen pembimbing, yakni: 1) Keberhasilan penerapan expressive writing dalam lingkup pendidikan, 2) Prosedur implementasi expressive writing dalam lingkup pendidikan, 3) Metode atau teknik expressive writing yang digunakan dalam lingkup pendidikan, 4) Ruang lingkup dan sasaran penerapan expressive writing dalam lingkup pendidikan, 5) Saran atau rekomendasi penerapan expressive writing dalam lingkup pendidikan. Kata Kunci: Studi Kepustakaan, Penerapan, Expressive Writing, Pendidikan.