cover
Contact Name
Dr. Adnan
Contact Email
adnankartu1975@gmail.com
Phone
+6281242884327
Journal Mail Official
adnankartu1975@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Al Amanah Jeneponto Karisa Jalan ke Pannara Kelurahan Empong Selatan, Kecamatan Binamu, Kab. Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan Indonesia
Location
Kab. jeneponto,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Edukasi Al-Amanah
ISSN : -     EISSN : 31240542     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Edukasi Al-Amanah secara fundamental berada pada wilayah interdisipliner antara Hukum (Law) dan Pendidikan (Education). Jurnal Edulaw atau EduLaw memiliki fokus inti pada Pendidikan dan Hukum, namun cakupannya meluas hingga kajian hukum secara umum, mencakup dimensi teori hukum, praktik dan penegakan hukum, sosiologi hukum, serta upaya pembentukan nilai-nilai kewarganegaraan dan kesadaran hukum dalam masyarakat. Meskipun "Nusa" seringkali digunakan sebagai nama umum yang merujuk pada keindonesiaan, sehingga keberadaan Jurnal Edukasi Al-Amanah didedikasikan untuk mengkaji secara spesifik Hukum Tata Kelola Pendidikan dan berbagai isu legal yang timbul di lingkungan sekolah, kampus, dan lembaga pendidikan tinggi di wilayah Indonesia. Sebagai Jurnal yang didesain dengan tujuan secara terintegrasi antara Pendidikan dan Hukum, maka Jurnal Nusa Edulaw diharapkan mampu menjadi jembatan antara akademisi, peneliti, dan praktisi dengan masyarakat, terutama hasil karya ilmiah mereka. Harapannya, dengan kehadiran Jurnal Nusa Edulaw yang di bawah pengelolaan Institut Agama Islam Al Amanah Jeneponto dapat menjadi sumber khazanah di bidang Pendidikan dan hukum.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
The Effects of Education, Training, and Career Development onEmployee Performance and Human Resource Competence inIslamic Banking: Empirical Evidence from Makassar, Indonesia M. Rafid Marwal; Indah Anggraeni Bakhtiar
Jurnal Edukasi Al-Amanah Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Jurnal Edukasi Al-Amanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the effects of education, training, and career development on employee performance and Islamic Human Resource (IHR) competence within Islamic banking institutions in Makassar, Indonesia. Drawing on human capital theory and competency-based management frameworks, the research also examines the mediating role of IHR competence in the relationships between these antecedent variables and employee performance. A quantitative cross-sectional design was utilized, with primary data collected through structured questionnaires from 200 employees of Islamic banks in Makassar between July and September 2020. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 18.0. The findings indicate that: (1) education has a significant negative effect on IHR competence; (2) training has a significant positive effect on IHR competence; (3) career development has a positive but non-significant effect on IHR competence; (4) education, training, and career development each have a significant positive effect on employee performance; (5) IHR competence significantly and positively affects employee performance; and (6) IHR competence significantly mediates the effects of education and training on employee performance, but not the effect of career development. These results have important implications for human resource management practices in Islamic banking and contribute to the literature on competency-based performance management in the Islamic finance sector.
Tawassul sebagai Medium Pembentukan Spiritual Santri: Studi Fenomenologis pada Pesantren Nurul Huda Konawe awal awal
Jurnal Edukasi Al-Amanah Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Jurnal Edukasi Al-Amanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tawassul sebagai medium pembentukan spiritual santri di Pesantren Nurul Huda Konawe. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan studi tawassul yang masih berfokus pada aspek normatif-teologis dan sosiologis, sehingga belum mampu menjelaskan dimensi pengalaman subjektif dalam pembentukan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk mengungkap makna pengalaman (lived experience) santri dalam menghayati praktik tawassul. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawassul berfungsi sebagai medium pembentukan spiritual melalui tiga bentuk praktik utama, yaitu pembacaan asmaul husna, istighosah, dan ziarah kubur. Pertama, pembacaan asmaul husna membentuk kesadaran ketuhanan melalui internalisasi pengalaman spiritual yang terintegrasi dalam aktivitas belajar. Kedua, istighosah menghadirkan pengalaman religius kolektif yang memperkuat keterlibatan emosional, rasa kebersamaan, dan intensitas spiritual santri. Ketiga, ziarah kubur berfungsi sebagai pengalaman reflektif yang membentuk kesadaran eksistensial dan mendorong transformasi sikap. Lebih lanjut, pembentukan spiritual santri melalui tawassul mencakup tiga dimensi utama, yaitu dimensi akidah, akhlak, dan sosial-spiritual. Penelitian ini menunjukkan bahwa spiritualitas tidak terbentuk melalui doktrin semata, tetapi melalui pengalaman religius yang dihayati secara berulang dalam kehidupan sehari-hari. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pendekatan fenomenologis dalam studi pendidikan Islam dengan menempatkan praktik keagamaan sebagai pengalaman yang membentuk kesadaran. Secara praktis, penelitian ini menegaskan bahwa tawassul memiliki relevansi sebagai strategi pedagogis dalam pembentukan spiritual santri di tengah dinamika modernitas.
Analisis Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa IAI Al-Amanah Jeneponto Ekawati; Sudharmono
Jurnal Edukasi Al-Amanah Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Jurnal Edukasi Al-Amanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan bahasa Inggris merupakan kompetensi krusial bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan di era globalisasi untuk mengakses literatur dunia dan melakukan diplomasi intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan bahasa Inggris mahasiswa IAI Al-Amanah Jeneponto serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat perkembangannya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilaksanakan di IAI Al-Amanah Jeneponto pada periode September hingga November 2026. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang meliputi mahasiswa dari berbagai program studi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris mahasiswa masih tergolong rendah, terutama pada aspek speaking dan reading untuk literatur akademik. Rendahnya kompetensi ini disebabkan oleh akumulasi lima faktor utama: hambatan psikologis (mental block), minimnya praktik interaksi aktif, metode pengajaran yang cenderung konvensional (teacher-centered), rendahnya motivasi intrinsik, serta lingkungan sosiolinguistik rural yang tidak mendukung paparan bahasa asing. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan optimalisasi kurikulum berbasis English for Specific Purposes (ESP), pembentukan ekosistem bahasa melalui English Club, dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kemandirian belajar. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pengajaran bahasa Inggris yang lebih adaptif dan suportif di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.
Integrasi Literasi Digital Berbasis Nilai-Nilai Qur’ani dalam Menangkal Radikalisme di Lingkungan Perguruan Tinggi Ida Maiyanti A. Rajamuddin
Jurnal Edukasi Al-Amanah Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Jurnal Edukasi Al-Amanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era disrupsi digital, mahasiswa sering kali terjebak dalam paradoks antara kemahiran mengoperasikan teknologi dan kerentanan terhadap infiltrasi radikalisme digital. Kampus, yang seharusnya menjadi pusat moderasi, sering kali kecolongan oleh narasi ekstremis yang menyusup melalui celah minimnya nalar kritis di media sosial. Literasi digital yang bersifat teknis semata dianggap kurang memadai untuk menghadapi gejolak ideologi tersebut, sehingga diperlukan integrasi nilai-nilai Qur’ani sebagai jangkar spiritual dan kompas epistemologis bagi civitas akademika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis di IAI Al-Amanah Jeneponto. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif pasif terhadap pola komunikasi digital mahasiswa, serta audit dokumentasi kurikulum (RPS). Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa terpapar risiko radikalisme digital melalui algoritma media sosial yang menciptakan filter bubble dan pemahaman teologis yang kaku. Sebagai solusi, dilakukan internalisasi tiga nilai fundamental Qur’ani: tabayyun (verifikasi informasi), qaulan sadidan (kejujuran informasi/integritas akademik), dan wasathiyah (moderasi beragama). Strategi implementasi dilakukan melalui "Infiltrasi Kurikuler" pada Program Studi Pendidikan Tarbiyah, di mana nilai-nilai tersebut disisipkan secara organik dalam mata kuliah inti dan praktik pembuatan narasi tandingan (counter-narrative). Integrasi literasi digital berbasis nilai Qur’ani terbukti efektif meningkatkan resiliensi mahasiswa terhadap paham radikal. Perpaduan antara kecakapan teknis dan bimbingan wahyu menciptakan "vaksin ideologis" yang memperkokoh identitas mahasiswa sebagai Muslim moderat yang bijak di ruang siber. Model ini menawarkan prototipe bagi perguruan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan keamanan siber dan menjaga marwah institusi di era Masyarakat 5.0.  
Implementasi Model Pembelajaran Case-Based Method (CBM) pada Mata Kuliah Etika Profesi dalam Membentuk Integritas Mahasiswa di Era Society 5.0 Adnan; Muhammad Shaleh Intang
Jurnal Edukasi Al-Amanah Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Jurnal Edukasi Al-Amanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era Society 5.0, terjadi paradoks moral di mana kemajuan teknologi AI melesat secara eksponensial sementara evolusi etika manusia cenderung stagnan. Kesenjangan ini memicu krisis integritas di berbagai profesi. Mata kuliah Etika Profesi yang selama ini terjebak dalam pendekatan normatif-konvensional dianggap sudah usang untuk membekali mahasiswa menghadapi realitas digital yang ambigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas implementasi model pembelajaran Case-Based Method (CBM) dalam mentransformasi mentalitas dan membentuk integritas mahasiswa sebagai bekal menghadapi ketidakpastian etis di era Society 5.0.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk membedah transformasi kesadaran etis secara mendalam. Riset dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2025/2026 dengan subjek mahasiswa yang menempuh mata kuliah Etika Profesi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, jurnal refleksi, dan triangulasi data. Temuan menunjukkan bahwa intervensi CBM efektif memicu cognitive dissonance yang mendorong mahasiswa bergeser dari pemahaman integritas yang sekadar legalistik-prosedural menuju internalisasi nilai yang bersifat intrinsik. Mahasiswa yang terlibat dalam CBM menunjukkan ketajaman analisis etis 40% lebih tinggi dibandingkan kelas konvensional. Selain itu, CBM berhasil membongkar fenomena groupthink dan menguatkan keberanian moral (moral courage) mahasiswa dalam mempertahankan kebenaran di bawah tekanan. Implementasi CBM merupakan urgensi pedagogis untuk memastikan lulusan perguruan tinggi tidak menjadi robot cerdas yang unggul secara teknis namun buta secara etis. Integritas yang lahir dari kesadaran otonom melalui bedah kasus terbukti lebih tangguh sebagai kompas moral di tengah disrupsi teknologi
Anomali Regulasi Dalam UU KUP Sebagai Celah Abuse Of Power Terhadap Wajib Pajak Badan Di Indonesia Muhammad Basir-Cyio; Sitti Humulhaer; Ida Maiyanti A. Rajamuddin
Jurnal Edukasi Al-Amanah Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Jurnal Edukasi Al-Amanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis anomali hukum yang terkandung dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) dan bagaimana celah tersebut berpotensi melahirkan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) oleh otoritas fiskal terhadap Wajib Pajak Badan. Menggunakan metode penelitian yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, hasil penelitian menunjukkan bahwa norma-norma dalam UU KUP, khususnya terkait penetapan pajak secara jabatan (Pasal 13) dan pemeriksaan bukti permulaan (Pasal 43A), bersifat multitafsir dan memberikan diskresi yang berlebihan tanpa parameter pengawasan yang ketat. Fenomena ini diperkuat oleh fakta empiris tingginya angka kemenangan Wajib Pajak di Pengadilan Pajak, yang mengonfirmasi adanya kegagalan yuridis dalam proses pemeriksaan. Penelitian menyimpulkan bahwa perlunya standarisasi interpretasi hukum pajak dan kemandirian institusi keberatan untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak milik korporasi sesuai prinsip negara hukum

Page 2 of 2 | Total Record : 16