cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sains
ISSN : 24423904     EISSN : 24423904     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Sains (JPS) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan sains baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Sains (JPS) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-9117.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 4: December 2018" : 5 Documents clear
A Comparative Analysis of the Tasks from the Selected Mathematics Textbooks of Singapore and Indonesia Varetha Lisarani; I Nengah Parta; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 4: December 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.404 KB) | DOI: 10.17977/jps.v6i4.11802

Abstract

Abstract: This is a content analysis study that aims to analyze the tasks in Pythagorean Theorem unit contained in Indonesian mathematics textbooks and compare them to those of Singapore using the framework to analyze tasks in the textbook with three dimensions of analysis: representation form, contextual feature, and degree of openness. The result of the study shows that in Singaporean Mathematics textbook, verbal representation tasks and closed-ended tasks are commonly found throughout the textbook, meanwhile, application and non-application tasks are divided into exactly a half. In Indonesian Mathematics textbook, combination tasks, non-application tasks, and open-middled tasks are the most common tasks found.Key Words: task, mathematics textbook, pythagorean theoremAbstrak: Penelitian ini merupakan analisis konten yang bertujuan untuk menganalisis tugas yang termuat dalam buku teks matematika Indonesia untuk kemudian dibandingkan dengan tugas-tugas pada buku teks matematika Singapura menggunakan kerangka kerja untuk menganalisis tugas pada buku teks yang memuat tiga dimensi analisis yaitu bentuk representasi, fitur kontekstual, dan derajat keterbukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada buku teks matematika Singapura, tugas dengan representasi verbal dan tugas tertutup adalah jenis yang paling banyak muncul, sedangkan tugas aplikasi dan non-aplikasi terbagi tepat menjadi dua. Pada buku teks matematika Indonesia, tugas dengan kombinasi representasi, tugas non-aplikasi, dan tugas open-middled adalah jenis yang paling sering muncul.Kata kunci: tugas, buku teks matematika, teori pitagoras
Reciprocal Teaching assisted by GeoGebra to Improve Students Mathematical Communication Moh. Rikza Muqtada; Santi Irawati; Abdul Qohar
Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 4: December 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.919 KB) | DOI: 10.17977/jps.v6i4.11803

Abstract

Abstract: This Classroom Action Research (CAR) aims to describe the implementation of the reciprocal teaching learning model assisted by Geogebra to improve the mathematical communication skills of the 11th graders of Vocational students. The researcher conducted this research in two cycles. The results of this study indicate that there is an increase in students’ mathematical communication skills from cycle I to cycle II. Reciprocal teaching consists of four stages: summarizing, questioning, predicting and clarifying.Key Words: reciprocal teaching, GeoGebra, mathematical communicationAbstrak: Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran reciprocal teaching berbantuan Geogebra yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik kelas XI SMK. Peneliti melakukan penelitan ini dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik meningkat dari siklus I ke siklus II. Reciprocal teaching terdiri dari empat tahap yaitu merangkum (summarizing), menanya (questioning), memprediksi (predicting), dan mengklarifikasi (clarifying).Kata kunci: reciprocal teaching, GeoGebra, komunikasi matematis
Conception of Motion as Newton Law Implementation among Students of Physics Education Eko Sujarwanto; Ino Angga Putra
Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 4: December 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.152 KB) | DOI: 10.17977/jps.v6i4.11649

Abstract

Abstract: The study was conducted by giving an identification test on Newton’s laws of motion application in the form of multiple choice questions to students who were enrolled in Mechanics and Basic Physics Courses. The analysis was based on student answers and the level of student confidence in the correctness of the answers in quantitative descriptive and qualitative. The results of the analysis of identification tests were reinforced by thinking map of Newton’s laws of student presentation and followed up by interviews. The results show that students’ conceptions of motion and Newton’s laws is insufficient. Prospective teacher students are required to learn the concepts of Motion and Newton’s Law applied and influenced by common sense.Key Words: conception, Newton’s laws, motionAbstrak: Penelitian dilakukan dengan memberikan tes identifikasi aplikasi hukum-hukum Newton tentang gerak kepada mahasiswa berupa soal pilihan ganda pada mahasiswa yang terdaftar pada matakuliah Mekanika dan Fisika Dasar. Analisis didasarkan pada jawaban mahasiswa dan tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap kebenaran jawabannya secara kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Hasil analisis tes identifikasi diperkuat dengan thinking map hukum-hukum Newton sajian mahasiswa dan ditindaklanjuti dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan konsepsi mahasiswa tentang gerak dan hukum-hukum Newton dalam kategori “Kurang Paham”. Mahasiswa calon guru perlu belajar dan mempelajari konsep Gerak dan Hukum Newton secara aplikatif dan dipengaruhi oleh common sense.Kata kunci: konsepsi, hukum-hukum Newton, keadaan gerak
Kinematics Conceptual Understanding: Interpretation of Position Equations as a Function of Time Muhammad Reyza Arief Taqwa; Lugy Rivaldo
Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 4: December 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.883 KB) | DOI: 10.17977/jps.v6i4.11274

Abstract

Abstract: This article aims at describing the ability of 48 students of physics education in determining the distance traveled, average speed, and acceleration of position functions. To achieve these objectives, three reasoned multiple choice questions were used. The question is part of 20 standard test questions that are used to measure understanding of student mechanics concepts in the Basic Physics course. The study was conducted using a survey method. Data were obtained from student responses in answering questions. Claims of student understanding were seen from the choice of answer options and reasons given. The results of the study indicate that students still have many wrong assumptions regarding x(t), namely as a displacement; determine the distance from x(t) by adding the position of each unit of time and adding the initial and final positions; and assume that acceleration (-) is slowing down.Key Words: conceptual understanding, function of position, kinematicsAbstrak: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan 48 mahasiswa pendidikan fisika dalam menentukan jarak tempuh, kecepatan rata-rata, dan percepatan dari fungsi posisi. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan tiga soal pilihan ganda beralasan. Soal tersebut merupakan bagian dari 20 soal tes standar yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep mekanika mahasiswa pada mata kuliah Fisika Dasar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Data diperoleh dari respon mahasiswa dalam menjawab soal. Klaim pemahaman mahasiswa dilihat dari pilihan opsi jawaban dan alasan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih banyak memiliki anggapan yang salah terhadap x(t) yakni sebagai perpindahan; menentukan jarak tempuh dari x(t) dengan men-jumlah posisi setiap satuan waktu, dan menjumlah posisi awal dan akhir; dan menganggap bahwa percepatan (-) sebagai perlambatan.Kata kunci: pemahaman konsep, fungsi posisi, kinematika
Distributed Scaffolding Influences in Inquiry Learning on High Order Thinking Skills Muji Sobirin; Supriyono Koes . H; Sentot Kusairi
Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 4: December 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.029 KB) | DOI: 10.17977/jps.v6i4.11806

Abstract

Abstract: The study aims to investigate the effect of distributed scaffolding in inquiry learning to higher order thinking skills (HOTS) of students, especially on optical geometry subject. This study used a quasi-experimental design with pretest and posttest control group design. The study used 10 multiple choices with open-ended questions. The data were analyzed using ANCOVA. The results showed that higher order thinking skills of students learned by inquiry learning with distributed scaffolding better than the control class. Every inquiry stage which integration with scaffolding train student to organize prior knowledge with new knowledge. Further research can deepen qualitatively about the thinking process of students in learning Physics with distributed scaffolding.Key Words: higher order thinking skills (HOTS), distributed scaffolding, inquiryAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh scaffolding terdistribusi dalam pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa, pada pokok bahasan optik geometri. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest control group design. Instrumen penelitian untuk mengukur HOTS berbentuk pilihan ganda beralasan sebanyak 10 soal. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan Ancova. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri disertai scaffolding terdistribusi lebih baik dari pada kelas kontrol. Setiap tahapan inkuiri yang terintegarasi bersama scaffolding melatih siswa untuk berpikir pemecahan masalah yang komplek. Penelitian lanjutan dapat memperdalam secara kualitatif tentang proses berpikir siswa dalam pembelajaran Fisika dengan scaffolding terdistribusi.Kata kunci: keterampilan berpikir tingkat tinggi, scaffolding terdistribusi, inkuiri

Page 1 of 1 | Total Record : 5