cover
Contact Name
Rima Pratiwi Fadli
Contact Email
rima@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Konseling dan Pendidikan
ISSN : 23376740     EISSN : 23376880     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Konseling dan Pendidikan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE), merupakan sub lembaga dari perusahaan Multikarya Kons merupakan salah satu Pusat Kajian, Latihan dan Pelayanan Konseling serta Pendidikan di Indonesia. IICE beranggotakan Konselor-konselor dan para profesional dalam bidang konseling dan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 758 Documents
Kondisi Self Disclosure Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Gusmawati Gusmawati; Taufik Taufik; Ifdil Ifdil
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.536 KB) | DOI: 10.29210/17300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan kondisi self disclosure mahasiswa Bimbingan dan Konseling berdasarkan dimensi keluasan dan kedalaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah Inventori Pengukuran Self Disclosure Mahasiswa (IPSDM), dengan Sampel sebanyak 85 orang mahasiswa menggunakan teknik Simple Random Sampling. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa, 1) Sebanyak 55,29% mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki kondisi keluasan self disclosure pada kategori tidak luas dan dilihat pada target person menunjukkan bahwa ibu merupakan target person pertama dan paling banyak dipilih responden penelitian (72,16%), 2) Sebanyak 38,82% mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki kondisi kedalaman self disclosure pada kategori sedang. Penelitian ini merekomendasikan mahasiswa Bimbingan dan Konseling, agar dapat memperluas dan memperdalam kemampuan melakukan self disclosure dan perlu pelayanan Bimbingan dan Konseling untuk memperluas dan memperdalam kemampuan dalam melakukan self disclosure.
Faktor Penyebab Perceraian dan Implikasinya dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling Mega Novita Sari; Yusri Yusri; Indah Sukmawati
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2015): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.725 KB) | DOI: 10.29210/112200

Abstract

Marriage is the desire of most human beings in the world. Two different beings and different backgrounds united by God to be complementary. Marriage aims to foster harmonious family, happy based belief in one God. But reality shows that not all who have made a marriage is always followed by a harmony in their relationships, even some who ultimately failed in his marriage. Marriage should be maintained integrity  no longer considered causing disharmony in the household that cause conflict in the family that can result in divorce in the family. The purpose of this study was to determine the cause of divorce in the Religious Padang.The method used in this research is descriptive quantitative method. Subjects were individuals who filed a divorce case in Padang Religious Court, amounting to 80 people. Means of data collection using questionnaires. Data were analyzed using percentage formula.Results of the study revealed that internal factors cause people divorced in Padang High Religious Court that the attitude aspects of egocentrism in the family as much as 65.26% and in the interpretation of the behavioral aspects of rage as much as 56.46%. External factors cause people divorced in Padang High Religious Court that the negative aspects of the association made the couple as much as 62.51%.From the research, advice that can be given to the counselor that should be able to provide help in minimizing cases of divorce by providing counseling services such as information services, content mastery services, individual counseling and mediation services that can help the problems experienced by individuals who are getting a divorce so it is not the occurrence of divorce.
Konseling Online Sebagai Salah Satu Bentuk Pelayanan E-konseling Ifdil Ifdil; Zadrian Ardi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.854 KB) | DOI: 10.29210/1400

Abstract

The development of technology has changed the lives of the world as well as counseling. Counseling is not only face to face (FTF) in a confined space, but it can be done through distance format in assistive technology that online counseling. Counseling is an integral part of e-counseling services. Various applications have been developed to support the implementation of BK in Indonesia, as well as with use of other technologies that can support the implementation of guidance and counseling services. E-counseling services in general and in particular online counseling are an alternative attempt to do by counselors in an effort to prevent, reduce and eliminate the problem. Counselors should have a mastery of the technology and has a minimum competency in the administration of e-counseling services, at least insights about e-counseling services. This article will present a variety of things with regard to e-counseling service specifically about online counseling
Analisis Kritik Terhadap Model Kipas; Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur Rezki Hariko; Ifdil Ifdil
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.87 KB) | DOI: 10.29210/120500

Abstract

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen integral dalam pendidikan yang eksistensinya dari waktu ke waktu semakin dibutuhkan. Sayangnya, pelaksanaan bimbingan dan konseling selama ini masih mengadopsi secara membabi-buta rumusan yang dibuat oleh para ahli yang berlandaskan pada falsafah Barat. Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur (KIPAS) yang dikreasikan oleh Andi Mappiare-AT muncul sebagai salah satu dari sedikit jenis bimbingan dan konseling yang berlandaskan pada budaya Nusantara. Fokus penulisan artikel ini mencakup deskripsi dan analisis kritis terhadap Model KIPAS; uraian tentang kontribusi Model KIPAS terhadap pengembangan diri dan penyelesaian masalah konseli, dan kontribusi terhadap citra konseling Indonesia. Basis budaya yang diusung oleh Model KIPAS menjadi keunggulan utama model ini, menjadikannya sangat efektif untuk diaplikasikan dalam pelayanan bimbingan dan konseling Indonesia. Disamping itu, terdapat beberapa kritikan terhadap Model KIPAS, khususnya terkait dengan masih minimnya kajian mendalam tentang karakteristik manusia Indonesia, dan “pemangkasan” tahapan konseling. Sebagai model yang berbasis pada budaya bangsa, Model KIPAS perlu mendapat dukungan dan upaya pengembangan lebih lanjut dari segenap praktisi dan akademisi bidang bimbingan dan konseling.
Metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD (Student Teams Achievement Division) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar PKN pada Siswa Kelas VI SD Negeri 05 Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Tahun Pelajaran 2013/2014 ELFINA ELFINA
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 3, No 3 (2015): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.142 KB) | DOI: 10.29210/12800

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan yang terjadi disekolah bahwa guru lebih aktif dibandingkan siswa.Siswa juga kurang termotivasi dalam belajar.Hal ini disebabkan karena guru menggunakan metode ceramah.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PKn.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga siklus.Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa SD Negeri 05 Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan kelas VI Pada semester Ganjil tahun pelajaran 2013/2014.Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar, aktivitas guru dan siswa. Hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III, yaitu siklus I (68,42%), siklus II (81,58%), siklus III (94,74%). Kemampuan guru mengelola pembelajaran meningkat dari siklus I sampai dengan siklus III.Siswa lebih dominan melakukan aktivitas dibandingkan guru.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Metode Pembelajaran Kooperatiftipe STAD berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa kelas VI Semester Ganjil tahun pelajaran 2013/2014 serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PKn.
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning) Pada Peserta Didik Kelas VI SDN 04 Nan Sabaris Tahun Pelajaran 2015/2016 Effendi M
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.575 KB) | DOI: 10.29210/16300

Abstract

Initial observation shows that there are some problems that teachers face in mathematics learning. One of those problems is difficulty in encouraging student about the understanding concept of proposition and scale. This research is aimed to improve student’s learning activiy and output in learning mathematics by implementing problem based learning model. This is classroom action research with subject are students grade VI SDN 04 Nan Sabaris. Data were obtained through observation on student’s participation in learning, observation on teacher’s activities, and final test for students. Data were analyzed quantitatively and qualitatively. Hasil analisis data diketahui bahwa aktivitas belajar siswa meningkat. Based on the result of this research, percentage of student’s activity in learning is 66.19% for cycle I and 81.90% for cycle II. Thus, implementation of problem based learning in learning mathematics can improve student’s learning activity and output.
Konsep Diri Remaja pada Masa Pubertas dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling Juliana Juliana; Indra Ibrahim; Afrizal Sano
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2014): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.407 KB) | DOI: 10.29210/111300

Abstract

For students who are in puberty, they should have a self-concept in the face of changes experienced during puberty. Where they should have the knowledge, hope, and an assessment of the rapid body changes that occur at that time. But the facts on the ground, from observations and interviews that there are students who do not have a good self-concept in the face of puberty. This study classified the type of descriptive quantitative research. Research subjects were 79 students in the class VII puberty in SMP 13 Sijunjung. The research instrument is the questionnaire. Research findings reveal: in general students have a good self-concept in the face of puberty.
Konsep Body Image Remaja Putri Amandha Unziila Denich; Ifdil Ifdil
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.159 KB) | DOI: 10.29210/116500

Abstract

Munculnya penilaian dikalangan remaja putri standar tubuh saat ini yang mementingkan penampilan fisik dengan bentuk tubuh yang proposional, telah membuat remaja putri saat ini menjadi kurang percaya diri, remaja putri selalu menilai dirinya melalui kaca mata oranglain yaitu teman-teman sepergaulannya. Berawal dari penampilan fisik, remaja mulai memberikan gambaran dan persepsi tentang bentuk fisik yang dimiliki, kemudian beranjak pada penampilan fisik yang dimiliki orang lain hingga standar tubuh yang harus dimiliki setiap perempuan. Gambaran dan persepsi tentang penampilan fisik inilah yang disebut body image.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa dalam Perkuliahan Diagnostik Kesulitan Belajar Melalui Pengajaran Tutorial Yulidar Ibrahim
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.576 KB) | DOI: 10.29210/120700

Abstract

Each of students appealingly is entitled to gain a chance to achieve a satisfactory academic performance. In other words, s/he has the same opportunity to gain satisfactory learning outcomes. As the matter of fact, every student has various differences both in terms of intellectual abilities, talents, interests, willingness, attention, participation, family background, attitudes, and study habits that sometimes very conspicuous between one to another. Consequently, they receive diversity in satisfactory learning outcomes. This study aims to illustrate the improvement of students' understanding in diagnostic lectures of learning difficulties through tutorial teaching using method of Classroom Action Research (PTK). The subjects of the study were students enrolled in one of the difficulty diagnostic lecture sessions during semester of January - June 2016 amounted to 37 people. This research used observation format as research instrument through tutorial activity, diagnostic PTK diagnostic instrument and answer sheet. Data was analysed applying descriptive statistical techniques, whereas the analysis of diagnostic PTK instruments of learning difficulties based on scores obtained by the students and described in tabulation. The results of this study revealed that there is an improvement in student understanding in diagnostic lecture of learning difficulties through tutorial teaching.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa melalui Metode Membaca Kritis pada Siswa Kelas V SD Negeri 18 Kampung Pansur Kecamatan Koto Xi Tarusan Tahun Pelajaran 2014/2015 Yarfriaty Yarfriaty
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.014 KB) | DOI: 10.29210/15100

Abstract

Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan kurikulum dalam lembaga pendidikan sebagai upaya mempengaruhi para peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan itu sendiri pada dasarnya mengantarkan para peserta didik menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral, maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial. Akan tetapi berbicara masalah pendidikan, kadangkala dihadapkan pada mata rantai persoalan yang tidak jelas ujung pangkalnya dan dari mana harus memulainya.Penelitian ini Tujuan penelitian yang dicapai pada hakikatnya adalah menjawab pertanyaan yang dikemukakan pada rumusan masalah, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman melalui metode membaca kritis.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas  (classroom action research ) yang akan dilaksanakan  dalam dua siklus. Jenis penelitian tindakan kelas ini dipilih dengan tujuan agar  mampu menawarkan cara baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas dengan melihat berbagai indikator keberhasilan proses dan hasil belajar”. Selain itu penelitian tindakan kelas ini di anggap mudah karena hanya melalui empat tahapan yaitu perencanaan, aksi, observasi dan refleksi.Hasil penelitian ini menunjukkan Menumbuhkan atau meningkatkan minat membaca dalam keterampilan berbahasa Indonesia dapat memberikan pengaruh yang positif sehingga siswa merasakan pada dirinya ada perubahan berupa kemajuan dalam belajarnya karena dirinya telah termotivasi sehingga minat membaca meningkat dan bergairah untuk belajar.Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk menanyakan secara individual tentang apa saja yang belum dipahaminya. Pertanyaan siswa secara individual dijawab oleh guru juga secara indidual. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlomba mendapatkan nilai yang terbaik. Beberapa hal yang dicatat pada pertemuan siklus I ini antara lain : Waktu yang dipergunakan mengerjakan pertanyaan belum merata, Kurang telitinya siswa dalam menulis jawaban pertanyaan yang tersedia.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): JKP Vol. 13 No. 4 (2025): JKP Vol. 13 No. 3 (2025): JKP Vol. 13 No. 2 (2025): JKP Vol. 13 No. 1 (2025): JKP Vol. 12 No. 4 (2024): JKP Vol. 12 No. 3 (2024): JKP Vol 12, No 3 (2024): JKP Vol 12, No 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 1 (2024): JKP Vol 12, No 1 (2024): JKP Vol. 11 No. 4 (2023): JKP Vol 11, No 4 (2023): JKP Vol 11, No 3 (2023): JKP Vol. 11 No. 3 (2023): JKP Vol. 11 No. 2 (2023): JKP Vol 11, No 2 (2023): JKP Vol. 11 No. 1 (2023): JKP Vol 11, No 1 (2023): JKP Inpress 2023 Vol 10, No 4 (2022): JKP Vol. 10 No. 3 (2022): JKP Vol 10, No 3 (2022): JKP Vol 10, No 2 (2022): JKP Vol. 10 No. 2 (2022): JKP Vol. 10 No. 1 (2022): JKP Vol 10, No 1 (2022): JKP Vol. 9 No. 4 (2021): JKP Vol 9, No 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 3 (2021): JKP Vol 9, No 3 (2021): JKP Vol. 9 No. 2 (2021): JKP Vol 9, No 2 (2021): JKP Vol. 9 No. 1 (2021): JKP Vol 9, No 1 (2021): JKP Vol. 8 No. 3 (2020): JKP Vol 8, No 3 (2020): JKP Vol 8, No 2 (2020): JKP Vol 8, No 1 (2020): JKP Vol 7, No 3 (2019): JKP Vol 7, No 2 (2019): JKP Vol 7, No 1 (2019): JKP Vol. 7 No. 1 (2019): JKP Vol 6, No 3 (2018): JKP Vol 6, No 2 (2018): JKP Vol 6, No 1 (2018): JKP Vol 5, No 3 (2017): JKP Vol 5, No 2 (2017): JKP Vol 5, No 1 (2017): JKP Vol 4, No 3 (2016): JKP Vol 4, No 2 (2016): JKP Vol 4, No 1 (2016): JKP Vol 3, No 3 (2015): JKP Vol 3, No 2 (2015): JKP Vol 3, No 1 (2015): JKP Vol 2, No 3 (2014): JKP Vol 2, No 2 (2014): JKP Vol 2, No 1 (2014): JKP Vol 1, No 3 (2013): JKP Vol 1, No 2 (2013): JKP Vol 1, No 1 (2013): JKP More Issue