Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan.
Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001"
:
11 Documents
clear
Efisiensi vs Idealisme dalam Pengelolaan Pendidikan Tinggi
Argo Pambudi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2379.85 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3749
Masalah pengelolaan Pendidikan Tinggi di Indonesia masih tetap bergerak diantara 2 pokok persoalan, yaitu masalah manajemen dan masalah akademik. Kedua masalah ini saling berkaitan. Disatu sisi pengelolaan pendidikan tinggi dituntut untuk meningkatkan efisiensi demi memenangkan kompetensi, namun karena lembaga tersebut juga mengemban nilai-nilai idealisme pendidikan maka efisiensi pengelolaan pendidikan tinggi tidak boleh mendominasi pengukuran keberhasilannya. Implementasi nilai-nilai efisiensi sering tidak sejalan bahkan berkontradiksi dengan nilai-nilai idealisme yang harus dikembangkan. Maka dari itu masih banyak ukuran-ukuran lain yang harus dipertimbangkan secara lebih seksama dalam pengelolaan PT tersebut. Tulisan ini berusaha mendeskripsikan struktur permasalahan pengelolaan pendidikan tinggi yang mengandung kontradiksi tersebut.
Kearifan Pembangunan Berbasis Sumber Daya Manusia
Suranto Aw
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2136.766 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3740
Program pembangunan merupakan salah satu alternatif untuk menciptakan peningkatan derajat kesejahteraan suatu bangsa. Diperlukan kemampuan untuk secara krif memilih strategi pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan masyarakat. Pilihan tersebut adalah pada kearifan pembangunan berbasis Sumber Daya Manusia (SDM), yakni program pembangunan yang dilaksanakan dengan mendasarkan diri pada logika human centered development. Dengan pola kearifan pembangunan ini, berarti SDM ditempatkan sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan menekankan pada inovasi, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknologi, serta peningkatan daya kreasi.
Dampak Komunikasi Massa terhadap Perubahan Pola Komunikasi Masyarakat
Francisca Winarni
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3060.313 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3750
Komunikasi merupakan sarana penyebarluasan berita pengetahuan, pikiran-pikiran, nilai-nilai dan sikap hidup, kepercayaan dan lain-lainnya. Cara penyebarluasan yang dilakukan dengan menggunakan media massa dan menjangkau khalayak yang tidak dapat diketahui jumlahnya disebut komunikasi massa. Adapun fungsi komunikasi adalah sebagai: fungsi edukasi, fungsi persuasi, fungsi penerangan, dan fungsi hiburan. Peranan komunikasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat perlu dikembangkan, sedangkan peranan yang menimbulkan dampak negatif perlu upaya pemecahan yang didasarkan suatu penelitian yang serius, apakah dampak yang ditimbulkan tersebut secara langsung atau secara tidak langsung agar dapat memecahkan permasalahan yang sebenarnya dihadapi oleh masyarakat. Kebijakan yang diambil terhadap upaya pencegahan dampak negatif pola konsumtif masyarakat, biak materi maupun pelaksanaannya harus sinkron atau terkoordinasikan atara pelaku-pelaku yang berkaitan dengan permasalahan tersebut yakni pihak produsen, pemerintah, dan lembaga konsumen.
Ergonomi dalam Perkantoran
Joko Kumoro
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2957.734 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3741
Kegiatan kantor selalu berdampingan dengan aktivitas substantif. Pekerjaan substantif terkait langsung dengan pencapaian tujuan sehingga terlibat secara intensif kepada keputusan yang bersifat strategis. Sedangkan kantor memiliki posisi sebagai pelayanan informasi agar tugas yang ditunaikan oleh aktivitas substantif dapat tercapai. Inti aktivitas perkantoran adalah pengolahan informasi. Oleh karena itu kegiatan lainnya: penghimpunan, pencatatan, penggadaan, pengiriman, dan penyimpanan informasi merupakan tugas yang bersifat melengkapi aktivitas pengolahan. Predikat kantor sebagai sumber informasi disebabkan kemampuan mengelola informasi. Pekerjaan kantor sebagian besar terkait dengan aktivitas pemakaian mata baik berupa pembacaan maupun penglihatan. Oleh karena itu perlu diciptakan suasana lingkungan yang kondusif, yaitu: menyenangkan, nyaman, dan sejuk sehingga mampu meningkatkan produktivitas. Ergonomi memberikan jawaban faktor lingkungan yang berperan dalam menentukan produktivitas kerja kantor. Cahaya, udara, suara, dan warna direkomendasikan oleh ergonomi untuk dikelola agar tercipta efisiensi kegiatan kantor.
Sumbangan Administrasi Kearsipan terhadap Pimpinan Organisasi dalam Pengambilan Keputusan
Sudaryanto Sudaryanto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2462.763 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3751
Kenyataan menunjukkan bahwa setiap pimpinan organisasi, baik tingkat puncak, menengah, maupun bahwa tidak dapat lepas dari kegiatan pengambilan keputusan dalam kerangka pencapaian tujuan. Optimalisasi kuantitas, kualitas, kecepatan, dan ketepatan pengambilan keputusan dapat dipenuhi oleh beberapa faktor, misalnya kemampuan pimpinan, tujuan yang ingin dicapai, dan tersedianya informasi. salah satu faktor penting dalam pembahasan ini ialah faktor tersedianya informasi. Dengan demikian ketersediaan informasi menjadi sumber bahan dan pertimbangan dalma proses pengambilan keputusan. Perlu disadari bahwa setiap organisasi sebenarnya telah memiliki salah satu sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengambilan keputusan, yaitu dari arsip atau warkat-warkat yang dimilikinya. Oleh karena itu pengelolaan arsip atau warkat-warkat hendaknya dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya agar informasi yang diperlukan dapat disediakan secara lengkap, akurat, dan cepat. Jika demikian administrasi kearsipan dalam suatu organisasi dapat memberikan sumbangan yang maksimal kepada pimpinan dalam rangka pengambilan keputusan.
Perilaku Individu dalam Menunjang Efektivitas Organisasi
Sugi Rahayu
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2922.646 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3743
Manusia merupakan sumberdaya yang paling penting dalam kehidupan organisasi, sehingga memerlukan penanganan yang tepat. Sumber daya manusia yang berfokus pada individu yang menadi anggota organisasi memiliki pandangan, tujuan, kebutuhan, dan kemampuan yang berbeda, sehingga memerlukan perlakuan berbeda agar dapat diarahkan pada satu ikatan, yaitu keterikatan terhadap organisasi. Perbedaan karakteristik ini membawa perbedaan perilaku. Perilaku yang mereka tunjukkan tersebut tidak selamanya releven dengan upaya pencapaian tujuan organisasi. Dengan demikian kebijakan organisasi harus disesuaikan atau diupayakan agar perilaku anggota sesuai dengan kebijakan yang ditempuh. Lebih dari itu pimpinan dapat memanfaatkan informasi tentang berbagai perbedaan tersebut untuk meningkatkan kerjasama di antara para anggota dalam kelompok. Dengan demikian pemahaman terhadap perilaku individu bagi seorang pimpinan adalah merupakan satu hal yang sangat penting. Untuk itu The Heart and The Process of Organizational Behavior harus diterapkan sehingga tercipta Quality Working Life and Organisasi yang bersangkutan.
Mengamati TImbulnya Budaya di dalam Kelompok-Kelompok Kecil *)
Purwanto Purwanto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2484.334 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3752
Cara pandang bagaimana sebenarnya budaya organisasi timbul dan saling berinteraksi, bukanlah pekerjaan yang sulit. Asal individu-individu dalam organisasi terbebas dari polusi dan kecenderungan anggapan, bahwa seniro saja yang memahami karakter organisasi. Anggapan ini tidak selamanya salah, tetapi yang penting adalah mengakomodasi berbagai kepentingan individu atau kelompok yang berinteraksi dengan lingkungan, secara profesional harus dianalisis berdasarkan situasi yang umum terjadi dalam organisasi. Analisis hendaknya hanya bersifat fenomenologik yang artinya, gejala yang membedakan kelompok satu dengan lainnya semata-mata untuk kepentingan kemajuan dan keberhasilan organisasi. Maka, analisis timbulnya budaya organisasi harus bebas dari usaha menggeneralisasi kepentingan tertentuyang akibatnya justru akan menimbulkan keretakan dan perpecahan. Mengamati budaya dalam kelompok-kelompok kecil ini, sebenarnya justru merupakan aktivitas yang perlu dikembangkan dan dibudayakan untuk mencari keunggulan dan mengurai hambatan yang sering terjadi dalam organisasi. Keunggulan kelompok merupakan kekuatan yang besar artinya dan jika bersinergi akan menjadikan keberhasilan dan kemajuan organisasi. *) cukilan ulasan buku "Organization Culture and Leadership" oleh Edger H. Schein
Peningkatan Produktivitas Karyawan Melalui Pemberian Insentif
Saliman Saliman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3004.471 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3745
Pihak manajemen selaku pimpinan pada suatu organisasi harus mampu menggerakkan bawahannya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan semangat kerja bawahan lambat laun akan mengalami erosi, maka manajer harus mampu menumbuhkan kembali gairah kerja bawahan, karena dapat menganggu jalannya organisasi atau perusahaan. Produktivitas karyawan adalah suatu kemampuan karyawan dalam menghasilkan produk (output) di perusahaan tempat karyawan bekerja. Produktivitas ini dipengaruhi oleh banyak hal yang salah satunya adalah upaya atau khususnya insentif. Insentif adalah salah satu bentuk motivasi positif yang dinyatakan dalam satuan moneter. Insentif ini dimaksudkan untuk memberikan upah/gaji yang berbeda karena memang prestasi kerja yang berbeda. Di dalam suatu perusahaan produktivitas karyawan sangat penting. Sehingga harus senantiasa diusahakan dalam rangka optimalisasi dan efisiensi. Optimalisasi ini akan mendukung eksistensi orientasi laba dan keseimbangan usahanya. Suatu perusahaan pastilah akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan produktivitas karyawan agar perusahaannya establish.
Optimalisasi Peran SDM dalam Menciptakan Tujuan Organisasi
Muhyadi Muhyadi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3258.337 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3734
Sebagian sarana untuk mencapai tujuan kelompok, organisasi, dan manajemen harus dimanfaatkan secara optimal. Selama ini pihak-pihak yang terlibat dalam organisasi sering kurang menyadari perannya masing-masing sehingga tidak mampu memberikan sumbangan optimal bagi pencapaian tujuan organisasi. Pimpinan kurang menyadari posisinya sebagai pihak yang bertanggungjawab atas seluruh kegiatan organisasi, sementara bawahan kurang menyadari peran apa yang harus dimainkan sesuai kedudukannya masing-masing. Upaya untuk memperbaiki keadaan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada semua pihak tentang berbagai hal prinsip dalam berorganisasi yang bukan saja harus mereka ketahui tetapi juga harus mereka laksanakan. Hal-hal yang dipandang perlu diketahui tersebut antar lain mencakup: prinsip-prinsip dasar organisasi dan menajemen, pengembangan organisasi, dan kepemimpinan. Sejalan dengan perkembangan dan dinamika masyarakat, maka kebutuhan untuk senantiasa mengkaji dan memahami kembali hal-hal yang terkait dengan praktik organisasi dan manajemen menjadi kebutuhan yang tidak dihindari.
Upaya Menciptakan Birokrasi yang Ideal dan Peningkatan Kualitas Aparatur Pemerintah
Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2473.137 KB)
|
DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3747
Pembangunan bangsa memerlukan tatanan birokrasi yang ideal serta tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang profesional. dalam pencapaiannya perlu reevaluasi terhadap keberadaan birokrasi dan SDM yang ada. beberapa hambatan dalam menuju sasaran-sasaran pembangunan, tidak lepas dari faktor elitis, politik, dan patologi birokrasi yang bersumber dari manusia. Oleh karena itu perlu modernisasi birokrasi dan peningkatan mutu, melalui Total Quality Management di dalam proses penyeleggaraan pemerintahan.