cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004" : 8 Documents clear
Kemampuan Manajer Meningkatkan Motivasi Kerja Didi Wahyu Sudirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3733.526 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i1.3805

Abstract

Dalam lingkup wacana proses manajemen kesuksesan suatu organisasi/perusahaan selalu menghendaki kinerja yang memuaskan dan berkualitas. Oleh karena itu diperlukan tenaga kerja/karyawan atau sebutan apapun lainnya memiliki komitmen dan selalu termotivasi dengan baik. Peran manajer dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan merupakan tanggung jawab moral manajer dengan kemampuan memotivasi dirinya sendiri dan orang lain. Hal ini sebagai wujud kompetensi diri dan keberhasilan manajer melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Dari berbagai kajian-kajian, motivasi merupakan hal yang mendasar dari implementasi proses manajemen, dan di lingkungan kerja merupakan daya dorong yang menimbulkan semangat kerja. Mengenai peran manajer dalam memotivasi kerja karyawan/bawahan maka manajer perlu memiliki kemampuan memadukan berbagai implementasi teori-teori motivasi agar dapat digunakan di lingkungan kerja organisasi/perusahaan untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan. Manajer dalam hal ini juga harus mampu melihat dan memahami bahwa motivasi sebagai suatu sistem yang mencakup sifat-sifat individual pekerjaan, situasi kerja, dan memahami hubungan antara insentif, motivasi, dan produktivitas kerja.
Penggajian Pegawai Kantor Joko Kumoro
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2187.353 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i1.3807

Abstract

Efisiensi kerja dapat direalisasikan secara baik apabila dalam diri pegawai terkandung keinginan kerja, kemampuan kerja, dan kemahiran kerja. Keinginan bekerja merupakan faktor yang dapat dilakukan interensi oleh organisasi melalui berbagai insentif, seperti: gaji yang layak, jaminan kesehatan, perumahan, hari tua, dan kontra prestasi lainnya. Gaji merupakan bentuk insentif yang kompleks, pelik, sensitif, dan fleksibel. Ketidaktepatan dalam penentuan besaran dan tingkat gaji akan memunculkan berbagai reaksi baik yang konstruktif maupun destruktif. Penentuan gaji secara baik harus didukung adanya data tentang evaluasi jabatan secara benar. Ada berbagai metode evaluasi jabatan yaitu: (1) job rangking; (2) jab grading; (3) comparasion factor; (4) point system dan sebagainya. Jabatan/pekerjaan kantor merupakan kegiatan yang memiliki ciri: sukar diukur, banyak menuntut kerja mental, tidak ada ukuran baku secara ketat maka metode Point System dinilai tepat. point System dipandang cocok karena meotde ini mampu mengurai faktor pekerjaan menjadi sub-sub faktor dan derajat dalam setiap jabatan.
Analisis Sistem Administrasi Sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi dalam Organisasi Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2596.099 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i1.3801

Abstract

Usaha kerjasama manusia dalam suatu organisasi tidak bisa dilepaskan dari proses administrasi. Peran administrasi adalah melayani setiap pekerjaan operatif dari seluruh aktivitas manajemen kantor. Dalam memberikan pelayanannya merupakan peran yang substansial, karena pengembangan organisasi sangat ditentukan oleh sistem administrasi yang ada. Oleh karena itu analisis sistem administrasi harus dilakukan seiring dengan perubahan dan perkembangan organisasi. Analisis terhadap sistem administrasi harus melihat pada sumber daya yang dimiliki, terutama sumber daya manusia karena mereka yang akan melakukannya. Analisis tersebut meliputi evaluasi terhadap prosedur, metode, struktur, evaluasi pekerjaan dan akan berimbas pada operasi pekerjaan, yang menyangkut: perencanaan, penyederhanaan, penghematan, penghapusan, penggabungan. Keseluruhan dari analisis sistem administrasi serta operasionalisasinya berdasar pada prinsip efisiensi. Paparan ini akan berbicara mengenali analisa sistem administrasi dalam upaya peningkatan efisiensi.
Sistem Informasi Berbasis Komputer Saliman Saliman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2893.348 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i1.3815

Abstract

Informasi adalah salah satu dair lima jenis sumber daya utama manajer. Pengelolaan informasi semakin penting seiring dengan rumitnya kegiatan bisnis yang membutuhkan informasi akurat dan pelayanan yang memuaskan pada pelanggan. Pengelolaan informasi juga lebih menantang sejalan dengan perkembangan kemampuan komputer. Manajer dalam melakukan fungsi dan perannya memerlukan dukungan informasi yang akurat, cepat, dan tepat agar dapat melakukan tugasnya secara efektif. Hal ini akan terwujud apabila manajer memiliki keahlian dalam bidang komunikasi dan pemecahan masalah dengan pengetahuan tentang komputer dan informasi. Pengelolaan informasi merupakan sebuah sistem yang saling tergantung sekaligus bersinergi antar berbagai komponen yang membentuk sistem tersebut. Sistem ini dikenal dengan sistem informasi. Karena digunakan untuk membantu manajer dalam mengambil kebijakan maka disebut dengan sistem informasi manajemen. Manajer tidak hanya mengelola sumber daya fisik saja. tetapi juga sumber daya konseptual. Sumber daya konseptual sangat abstrak sehingga sulit dikelola. Cara pengelolaannya adalah dengan mengubah menjadi simbol-simbol yang memiliki value (nilai), sehingga dapat dikalkulasi. cara pengelolaan sumber daya konseptual yang paling tepat dengan menggunakan bantuan mesin, dalamhal ini komputer. Dengan demikian sistem informasi manajemen akan lebih efektif apabila dikelola dengan bantuan perangkat komputer. Sistem informasi berbasis komputer tersebut lebih dikenal sebagai (Computer Based Information System atau CBIS).
Resposisi Peran dan Fungsi Strategis Public Relations dalam Organisasi Lena Satlita
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3925.184 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i1.3802

Abstract

Public Relations (PR) adalah fungsi khas manajemen yang mendukung pembinaan dan membangun upaya saling menguntungkan melalui komunikasi, pengertian, penerimaan, dan kerjasama yang baik antara organisasi dengan publiknya. Walaupun perkembangan PR saat tidak bisa ini dipungkiri bahwa beragamnya persepsi tentang PR, telah emmbawa PR (khususnya Indonesia) menuju arah yang keliru dan belum memperoleh apresiasi yang layak atau sejajar dengan profesi lain. Tulisan ini akan menguraikan konsep dasar PR, membahas peran dan fungsi strategis public relations dalam organisasi dan bagaimana meresposisi peran dan fungsi strategis ini agar PR dapat mengaktualisasikan dirinya sebagai bagian dari koalisi dominan dalam organisasi. Untuk mampu mewujudkan peran dan fungsi strategisnya, semua pihak yang terkait dengan PR perlu duduk bersama untuk mengubah paradigma, menyamakan persepsi mengenai substansi PR dan mengambil langkah-langkah untuk menghasilkan PR Profesional yang mampu memberi kontribusi terhadap organisasi khususnya dalam mengelola hubungan harmonis jangka panjang antara organisasi dengan publiknya agar reputasi organisasi tetap terjaga.
Standarisasi, Kastomasi dan Implementasi dalam Strategi Pemasaran Global Purwanto Purwanto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4811.287 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i1.3816

Abstract

Saat ini duna rasanya semakin menyusut dengan pesat. Perasaan susutnya dunia ini disebabkan adanya percepatan arus komunikasi, arus informasi, transportasi, dan distribusi, semuanya ini didorong oleh percepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Analisis strategi standardisasi, kastomisasi dan pluralisasi konsumsi ditelaah secara literer dan juga dipadukan dengan sejumlah kasus-kasus bisnis yang mempunyai relevansi. Dua dari tiga konsep tersebut yaitu strategi kastomasi dan strategi pluralisasi konsumsi sensitif dengan perubahan lingkungannya. Bidang bisnis atau bidang ekonomi pada umumnya sangat sensitif terhadap perubahan. Maka dari itu pelaku-pelaku bisnis dalam menghadapi liberalisasi ekonomi, sudah tidak populer lagi jikalau ruang gerak mereka  masih berputar dikawasan sendiri, sementara pesaingnya sudah semakin agresip memasuki kawasan global. Kondisi ini tercipta karena saat ini sudah tidak ada lagi penghambat birokrasi dan penghalang-penghalan lain untuk mencegah keluar masuk pelaku-pelaku bisnis di luar kawasan. Manajemen perusahaan global sudah tidak tertarik lagi menggarap bisnis di wilayah. Alasannya untuk mencapai tingkat efisien maksimum dengan kisaran menekan total biaya operasi dan produksi, serta harga kompetitif.
Desentralisasi, Otonomi Daerah, dan Pembangunan Djihad Hisyam
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3294.481 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i1.3803

Abstract

Kebijakan desentralisasi telah bergulir sejak tahun 1999 dengan diterbitkannya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Tahun 2001 Negera Republik Indonesia telah memasuki era Otonomi Daerah. Namun realisasinya hingga kini masih membutuhkan beberapa penyempurnaan. Desentralisasi sebagai sebuah model penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang kini masih terus berproses mempunyai berbagai macam model atau jenis. Dalam tulisan ini berbagai jenis tersebut dicoba untuk dipaparkan secara teoritik, dan disertai dengan beberapa alasan mengapa desentralisasi dipilih. Desentralisasi, Otonomi Daerah, dan Pembangunan merupakan permasalahan yang erat kaitannya satu sama lain yagn kini tengah diimplementasikan diseluruh penjuru tanah air.
Endang Mulyani_Peningkatan Manajemen Kinerja terpadu melalui Perencanaan Peningkatan Kinerja (PPK) Endang Mulyani
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3815.064 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i1.3804

Abstract

Kinerja merupakan hasil akhir atau kemampuan kerja atas suatu pekerjaan pada waktu tertentu. Untuk meningkatkan kinerja salah satu cara yang tepat adalah melalui manajemen kinerja. Dalam proses manajemen kinerja terpadu diperlukan teknik manajemen. Salah satu teknik manajemen yang tepat digunakan adalah melalui Perencanaan Peningkatan Kinerja (PPK). Proses penyusunan PPK dilakukan melalui empat tahap. Empat tahap ini merupakan suatu rangkaian kegiatan yang saling terkait atau sebagai suatu bagan arus kegiatan. Empat tahap tersebut yaitu: menentukan tujuan organisasi dan ukuran kinerja, mengidentifikasi dan menganalisis kekuatan-kekuatan penghambat dan pendorong kemudian menilai (memberi bobot0 dampak kekuatan-kekuatan tersebut untuk menentukan kekuatan-kekuatan kunci, menyusun strategi dan rencana aksi, dan mengatur pelaksanaan kegiatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2004 2004