cover
Contact Name
Diyas Paramawati
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6281325634273
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Gatot Subroto No. 20 Telp. (024) 6924962, 6924963 Fax. (024) 6924962 UNGARAN – 50517
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
ISSN : 79620325     EISSN : 29647819     DOI : 10.55606
Core Subject :
Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, adalah media informasi penelitian Kabupaten Semarang yang bertujuan membangun sinergitas kelitbangan dalam mendorong dan meningkatkan inovasi, kemajuan pembangunan dan daya saing daerah. Media ini menerima naskah berbasis kajian atau penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi, fokus penelitian di lakukan di kabupaten Semarang yang berasal dari Mahasiswa, Dosen, Praktisi, ilmuan , Lembaga pemerintahan dan Masyrakat umum.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
ANALISIS USAHA PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA HIJAUAN PAKAN TERNAK PADA “CAHAYA BARU FARM” DI KECAMATAN PABELAN KABUPATEN SEMARANG Aditia Dwi Mulyono; Nur Heni
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 2 No. 2 (2020): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v3i2.17

Abstract

Upaya peningkatan populasi komoditas peternakan khususnya ternak ruminansia melalui sistem kawasan perlu diimbangi dengan peningkatan penyediaan pakan hijauan untuk ternak. Penyediaan hijauan pakan ternak seperti rumput dan legume merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh peternak rakyat dalam kegiatan budidaya maupun pembibitan. Melihat masalah dan peluang pengembangan peternakan berbasis kawasan tersebut sehingga mampu memunculkan usaha untuk mengkomersialisasikan bibit dan hasil budidaya hijauan pakan ternak guna mencukupi kebutuhan pakan yang belum banyak untuk digeluti oleh petani atau peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, R/C ratio serta Break Even Point (BEP) unit dan rupiah usaha pembibitan dan budidaya hijauan pakan ternak di Cahaya Baru Farm. Metode penentuan lokasi yaitu menggunakan purposive sampling dengan alasan bahwa lokasi penelitian merupakan sentra pembibitan hijauan pakan ternak swasta terbesar di Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi dan wawancara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan/ha/th sebesar Rp235.848.750,00; R/C Ratio 3,87 > 1 yang berarti usaha menguntungkan. BEP unit stek odot yaitu 36.653 dengan BEP rupiah penerimaannya Rp18.326.294,00. BEP unit bibit indigofera 2.066 polybag dan BEP rupiah penerimaanya Rp8.262.283,00. BEP unit penjualan daun rumput odot 36.653 kg serta BEP rupiah penerimaannya Rp18.326.294,00. Usaha pembibitan dan budidaya di Cahaya Baru farm bersifat menguntungkan dan layak untuk dijalankan
PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP PERILAKU MILENIAL DALAM MEMAHAMI FINANCIAL TECHNOLOGY DI KABUPATEN SEMARANG Edwin Zusrony; Dewi Widyaningsih; Indra Ava Dianta
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 2 No. 2 (2020): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v3i2.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap pemahaman generasi milenial terhadap financial technology dengan studi kasus mahasiswa Universitas STEKOM yang berada di wilayah Sruwen, Tengaran, Kabupaten Semarang. Sampel penelitian sebanyak 30 responden mahasiswa Universitas STEKOM Kampus Sruwen program studi Komputerisasi Akuntansi dan Teknik Informatika dengan teknik sampling nonrandom sampling. Metode analisa data menggunakan regresi linier sederhana (simple linear regression). Karakteristik responden didominasi mahasiswa sebanyak 21 orang (70%) dan mahasiswi sebanyak 9 orang (30%). Berdasarkan hasl uji t didapatkan t-hitung 2,560 (df=2,045) dengan Sig. 0,023 < 0,05 dan menunjukkan bahwa variabel Literasi Keuangan (X) memberi pengaruh positif serta signifikan atas Pemahaman Fintech (Y).
PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DAN PENINGKATAN PENDAPATAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2015-2019 Edi Yulianto
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 2 No. 2 (2020): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v3i2.19

Abstract

Misi Daerah kedua RPJMD Kabupaten Semarang Tahun 2016-2021 adalah mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal (INTANPARI) yang sinergi dan berdaya saing serta berwawasan lingkungan untuk menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kondisi jumlah lapangan kerja dan nilai pendapatan masyarakat selama Tahun 2015-2019, pembahasan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis data-data sekunder. Hasil Pembahasan menunjukkan bahwa jumlah penduduk bekerja Tahun 2015: 51,35% dan Tahun 2019: 56,46%, penduduk yang bekerja pada sektor industri pengolahan dan pariwisata cenderung naik, sektor pertanian cenderung turun serta pada Tahun 2017 mata pencaharian utama beralih dari sektor pertanian menjadi industri pengolahan. Pendapatan masyarakat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk sektor industri cenderung tetap (konstan), sektor pertanian cenderung turun dan sektor pariwisata cenderung naik. Simpulan menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Semarang berhasil menciptakan lapangan kerja dengan pertumbuhan sebesar 2,49% dan berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat dengan pertumbuhan pendapatan per kapita ADHB sebesar 2,18% per tahun dan pendapatan penduduk bekerja sebesar 2,57% per tahun.
DISEMINASI INFORMASI TINGKAT KERAWANAN TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN ARCGIS HUB MELALUI PENDEKATAN UNIT LAHAN DI KABUPATEN SEMARANG Joko Prasetyo
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.32

Abstract

Kejadian tanah longsor di Kabupaten Semarang pada tahun 2019 telah terjadi sebanyak 69 kejadian. Data BPBD Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa 17 dari 19 kecamatan mengalami kejadian tanah longsor pada kelas rendah hingga tinggi. Masyarakat kurang mengetahui mengenai sistem pelaporan ketika terjadi bencana tanah longsor dan tingkat kerawanan tanah longsor di daerahnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu memetakan sebaran kawasan rawan bencana longsor di Kabupaten Semarang melalui pendekatan unit lahan dan memanfaatkan media daring sebagai bentuk diseminasi informasi kebencanaan tanah longsor dengan berbasis WebGIS. Metode penelitian menggunakan overlay analysis (tumpangsusun layer) dengan pendekatan unit lahan. Pendekatan unit lahan berbasis pada bentuklahan. Visualisasi dengan memanfaatkan aplikasi di ArcGIS Online berupa ArcGIS Dashboard, ArcGIS StoryMaps, dan Survey123 yang dikemas di ArcGIS Hub. Hasil penelitian berupa WebGIS yang memiliki beberapa fitur seperti Dashboard, Sistem Pelaporan, Narasi Kejadian Longsor, dan Unduh Data berformat shapefile dan jpeg. Hasil ini menggunakan ArcGIS Hub sebagai media diseminasi tanah longsor yang selanjutnya disebut Si Tangkas. Berdasarkan analisis, tingkat kerawanan tanah longsor sangat rendah sebesar 59,51%; kelas rendah sebesar 32,69%; kelas sedang sebesar 4,98%; kelas tinggi sebesar 2,29%; dan kelas sangat tinggi sebesar 0,53%.
PENAMPILAN RUMPUT GAJAH ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) DAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI Alama Dian Rahayu; D.W. Widjajanto; Sutarno
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.33

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Penelitian bertujuan mengkaji perlakuan jarak tanam rumput gajah odot dan waktu tanam kacang tanah serta interaksi perlakuan terhadap penampilan rumput gajah odot dan kacang tanah. Analisis karakteristik tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang dari bulan September 2020 sampai Februari 2021. Percobaan faktorial 2 x 4 dengan rancangan acak kelompok, 3 kelompok ulangan digunakan dalam penelitian. Faktor pertama jarak tanam rumput gajah odot terdiri dari J1 : 90 cm x 60 cm, dan J2 : 90 cm x 45 cm. Faktor kedua waktu tanam kacang tanah terdiri dari T1 : 2 minggu sebelum potong paksa, T2 : 1 minggu sebelum potong paksa, T3 : pada saat potong paksa, dan T4 : 1 minggu setelah potong paksa. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis varian dan selanjutnya diuji menggunakan uji Duncan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rumput gajah odot pada sistem tumpangsari dengan kacang tanah tidak dipengaruhi oleh jarak tanam rumput gajah odot dan waktu tanam kacang tanah. Produksi total kacang tanah tidak dipengaruhi jarak tanam rumput gajah odot, tetapi waktu tanam kacang tanah berpengaruh terhadap produksi total kacang tanah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa budidaya rumput gajah odot dengan kacang tanah dalam sistem tumpangsari dapat dilakukan dengan memperhatikan jarak dan waktu tanam.  
PERFORMA EKSTERIOR GENETIK DAN REPRODUKSI INDUK DOMBA PROLIFIK DI KECAMATAN BAWEN DAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH Sutiyono; E.T. Setiatin; Sutopo; Y.S. Ondho; E. Kurnianto
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.34

Abstract

Penelitian di Kecamatan Bawen dan Jambu Kabupaten Semarang dilaksanakan pada bulan Mei- September 2009. Hasil penelitian sudah dipublikasikan menjadi lima judul aspek keilmuan di media publikasi. Artikel ini merupakan rangkuman dari tiga publikasi yang sesuai dengan judul makalah, tentang eksterior, genetik dan reproduksi induk domba prolifik.  Tujuan penelitian untuk mengetahui performa eksterior, genetik dan reproduksi yang dapat digunakan sebagai dasar seleksi induk domba prolific yang baik. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey dengan peternak sebagai responden dan induk dombanya sebagai materi penelitian. Penentuan materi secara porpusive sampling yaitu induk yang sudah pernah beranak minimal 3 kali. Materi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu berkemampuan beranak tunggal (A1), kembar dua (A2) dan kembar lebih dari dua (AL2). Paremeter yang diamati, performa ekterior, genetik dan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat eksterior kualitas induk domba AL2, ekornya tipis 88,25%, muka cembung 52,94%, telinga kecil 82,35% dan tubuh pendek 82,35%. Sifat eksterior kuantitatif induk domba AL2 mempunyai panjang tubuh 63,00+4,94 cm, lebar pinggul 19,88+5,81 cm, panjang tulang ileum 27,59+11,39cm dan lingkar dada 73,29+17,94 cm. Genetik domba AL2 yang memiliki pasangan genetik homozigot CpFCpF dan AmlBAmlB masing-masing mencapai 88,24% sedangkan lokus genetik lainnya berkisar 50,50-69,39%. Berahi setelah beranak domba AL2, 71,7+25,50 hari, lama estrus 18,33+4,81 jam dan jarak beranak 231,60+20,10 hari. Kesimpulan induk domba yang prolifik memiliki penampilan eksterion kualitatif dan kuantitatif, lokus Ceruloplasmin dan Amilase-I, berahi setelah beranak, lama estrus dan interval beranak, sangat berbeda dengan kelompok domba non-prolifik.
CANDI GEDONGSONGO POTENSI GEOWISATA PANAS BUMI DI KABUPATEN SEMARANG Irwansyah Djohan
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.35

Abstract

Sistem Panas bumi Gunung Ungaran, secara administratif meliputi wilayah Kecamatan Sumowono, Bandungan, Bawen, dan Pringapus Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Secara Geografis terletak pada100O 14’54,75” - 100O 39’03,00” LS. Penelitian ini dilakukan karena keberadaan Candi Gedongsongo saat ini  baru dimanfaatkan sebagai wisata sejarah dan wisata panorama, adanya fenomena geologi di Komplek Candi Gedongsongo sebagai manifestasi Panas bumi seperti : Fumarole, Steaming Ground maupun Mata Air Panas secara keilmuan belum dikembangkan baik sebagai Laboratorium Alam maupun Situs Geowisata. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Sistem Panas bumi Gunung Ungaran melalui manifestasi-manifestasi panas bumi yang muncul ke permukaan, baik yang muncul di Komplek Candi Gedongsongo maupun yang muncul di sekitar Gunung Ungaran untuk dikemas menjadi sebuah obyek wisata baru yaitu sebuah paket perjalanan geowisata untuk mengetahui Sistem Panas bumi Gunung Ungaran. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu studi pustaka dan pengumpulan data. Studi pustaka dilakukan untuk mendapat informasi dari peneliti terdahulu yang pernah melakukan penelitian Geologi dan Panas bumi di Gunung Ungaran, seperti RW. Van Bemmelen dan Corbett. Sementara data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Data Sekunder dari hasil Penelitian STTNAS Yogyakarta Tahun (2004 ). Dari hasil penelitian ini dibuat suatu Model Sistem Panas bumi Gunung Ungaran berdasarkan Konsep Sistem Panas bumi bermedan terjal dari Corbett (1994 ). Dimana Intrusi atuan beku Andesit Gunung Kendalisodo merupakan Batuan Sumber Panas dari Sistem Panas bumi Gunung Ungaran, sementara fluida Panas bumi berasal dari air hujan yang meresap menjadi air tanah dan menerima unsur gas-gas magmatik Adapun Batuan Reservoir Sistem Panas bumi Gunung Ungaran adalah Breksi Vulkanik dan Batu pasir kompak. Batuan Penutup Sistem Panas bumi Gunung Ungaran adalah Batuan Beku Andesit hasil erupsi Gunung Ungaran yang terkena proses alterasi batuan dan terubah menjadi lempung sehingga kedap air. Lokasi-lokasi munculnya Manifestasi Panas Bumi Gunung Ungaran dapat dikemas menjadi sebuah Paket Perjalanan Geowisata yang akan menambah Daya Tarik Wisata Candi Gedongsongo sebagai wisata Sejarah dan Wisata Panorama.Wisatawan disamping dapat menikmati Keindahan Alam Kabupaten Semarang sekaligus dapat belajar tentang Sistem Panas bumi Gunung Ungaran. Paket Geowisata ini dapat dikerjasamakan dengan Dunia Pendidikan dan Universitas yang memiliki Program Studi Teknik Geologi sebagai Alternatif Lokasi Eskursi Geologi atau Widya Wisata.
PENGGUNAAN BAHASA JAWA DALAM PERCAKAPAN SEHARI-HARI MASYARAKAT KELURAHAN SUSUKAN UNGARAN TIMUR Hary Purwanto; Edi Sujoko; Somya Ruth Nindyo Kirono
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.36

Abstract

Bahasa Jawa sebagai bahasa daerah di Indonesia memiliki penutur yang tidak terlepas dari keterikatannya dengan norma sosial masyarakat Jawa.  Masyarakat kelurahan Susukan kecamatan Ungaran Timur  mengalami pergeseran sikap budaya. Sistem budaya masyarakat yang berlapis-lapis tertutup diubah menjadi masyarakat yang berlapis terbuka yang dapat diindikasikan dengan perpindahan masyarakat dari daerah lain ke kelurahan Susukan. Faktor yang paling dominan dari hal tersebut adalah banyaknya keluarga muda yang kurang memberi pendidikan berbahasa Jawa dengan baik di lingkungan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar penggunaan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari masyarakat desa Susukan Ungaran Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling.daerah (cluster Sampling).   Sampel sebanyak 932 orang terdiri dari 632 orang tua (suami/istri) status masih aktif bekerja  dan 300 anak yang sedang menempuh pendidikan sekolah dasar sampai perguruan tinggi.  Metode pengumpulan data menggunakan Questionaire sedang instrument penelitian menggunakan angket  tertutup dan wawancara. Hasil penelitian bahwa percakapan sehari-hari orang tua (suami/istri) menggunakan bahasa Indonesia sebesar 43%, bahasa campuran 39%, dan bahasa Jawa 18%. Percakapan anak menggunakan bahasa Indonesian 42%, bahasa campuran 37%, dan bahasa Jawa 21%. Jika dirata-rata percakapan sehari-hari orang tua (suami/istri) serta anak menggunakan bahasa Jawa   sebesar 19,5%. Untuk memperkuat hasil penelitian dilanjutkan dengan uji statistic c2 menghasilkan c2 hitung > c2 tabel sehingga dapat diartikan bahwa masyarakat kelurahan  Susukan Ungaran Timur dalam percakapan sehari-hari tidak dominan menggunakan bahasa Jawa.
KUALITAS HASIL GEPLAK WALUH DENGAN PERBEDAAN BAHAN DASAR WALUH SERTA UMUR KELAPA Slamet
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.37

Abstract

Geplak waluh merupakan makanan tradisional khas di daerah Getasan Kabupaten Semarang, yang dibuat dari waluh. Waluh sebagian besar masih dikonsumsi sebagai makanan kecil berupa kolak maupun waluh kukus, waluh harga rendah pada saat panen. Dengan pengolahan sebagai bahan dasar pembuat geplak waluh diharapkan akan memberi nilai tambah terhadap petani penghasil waluh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan protein, lemak, gula, reduksi dan kadar air geplak waluh, tingkat penerimaan konsumen dan penggunaan bahan dasar yang tepat untuk geplak waluh. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan mengkombinasikan 2 faktor yaitu waluh (waluh mentah W1, Waluh kukus W2) dan umur kelapa (kelapa setengah tua K1, Kepala tua K2), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data yang diperoleh dianalisa dengan teknik Anava dengan tingkat signifikan 1 %. Parameter yang diukur meliputi kadar air, kadar gula reduksi, kadar lemak, kadar protein dan organoleptik (rasa, tekstur dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan dasar kelapa setengah tua (K1) dengan waluh mentah (W1) menghasilkan geplak waluh dengan kandungan protein 2,89 % kadar lemak 4,76%, kadar gula reduksi 46,86 %,  kadar air 15 % geplak waluh tidak terlalu keras, tidak terlalu kasar , warna kuning muda sampai kuning dan rasa gurih.
PENGELOLAAN GANGUAN INEGRITAS KULIT PADA ULKUS DIABETIKUM DI DUSUN TEGAL MELIK DESA GEBUGAN KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG Dicky Setiawan; Mukhamad Musta’in
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.38

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis karena gangguan metabolisme glukosa yang dapat menyebabkan neuropati. Neuropati pada kaki dapat menyebabkan munculnya luka ulkus diabetikum dan menimbulkan masalah gangguan integritas kulit. Tujuan penelitian memberikan gambaran pengelolaan gangguan integritas kulit pada pasien ulkus diabetikum di Dusun Tegal Melik, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan berupa pengkajian, analisis data, merumuskan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengambilan sampel dengan convinience sampling pada salah satu penderita diabetes melitus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dan studi dokumentasi. Pengelolaan gangguan integritas kulit dengan ulkus diabetes ini dilakukan selama 3 hari pada Tn. S dan dilakukan rencana keperawatan yaitu perawatan luka, pemberian salep antibiotic dan pendidikan kesehatan tentang perawatan luka. Hasil akhir didapatkan pasien mengatakan masih ada luka di kaki kiri diatas pergelangan kaki dan sudah mulai mengering, data obyektif yaitu diameter luka 3-4 cm, kedalaman luka 1 cm, warna merah kehitaman, glukosa darah sewaktu H. 280 Mg/dl. Berdasarkan pengelolaan disimpulkan masalah gangguan integritas kulit belum teratasi. Saran bagi pasien yaitu pentingnya memelihara kebersihan luka dan bagi masyarakat mau merubah perilaku menuju perilaku bersih dan sehat.

Page 2 of 22 | Total Record : 214