cover
Contact Name
LPPM UNAN
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
https://tscners.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 25032453     DOI : https://doi.org/10.35720/
Core Subject :
Focus and Scope The journal includes various fields of nursings sciences such as: Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
46INFLUENCE OF MOTHER’S KNOWLEDGE ABOUT TYPE OF WEANING FOOD ONTHE NUTRITIONAL STATUS OF 6-24 MONTHS CHILDRENIN POSYANDU GODAN VILLAGE, TAWANGHARJO Ratna Sri Rahayu; Sutrisno; Sulistiyarini
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3 No 2 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/hejmrj75

Abstract

Background; Nutrition plays an important role in the growthof the child. According to the World Health Organization (2016) 6% or 40,6 million are overfed and 7,7% or 52 million malnourished. Knowledge is one of the internal factors that affect the nutritional status of children (Notoatmodjo, 2007). According to Mulyana (2011), 29 (40,3%) of respondents whohave less knowledge have malnourished children. Based on WHO (2007) in Syatriani (2010), 54% of 11 million children under five around the world die from malnutrition and 46% died due to concomitant diseases such as respiratory infections, diarrhea, malaria and measles.Purpose - To determine the effect of mother’s knowledge about the type of weaning foods on the nutritional status of 6-24 months children in Posyandu Godan Village Sub-District of Tawangharjo.Method; Design research was analytic survey with case control approach with Chi Square test. The population were 132 respondents. Sample collectingused non-probability sampling Quota method. Sample case group were 30 respondents and control groups were 30 respondents.Result; Mothers with good knowledgewho have children with bad nutritional status are 9 (15%) respondents while mothers with bad knowledge who havechildren with good nutritional status are 21 (35%) respondents. Mothers with good knowledge who have children with good nutritional status are 20 (33,3%) respondents while the mothers with bad knowledge who have children with good nutritional status are 10 (16,7%) respondents. ρvalue = 0,010 and 4,667 Odds Ratio value. It means that there is influence of mother’s knowledge about the type of weaning foods on the nutritional status of 6-24 month children in the Godan Village Tawangharjosub-District.Conclusion; There isinfluence of mother’s knowledge about the type of weaning foods on the nutritional status of 6-24 months children in Posyandu Godan Village Sub-District of Tawangharjo.
PENGARUH PAK EGI (PAKET EDUKASI GIZI) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DUSUN SIDOKERTO KALURAHAN PURWOMARTANI KAPANEWON KALASAN DIY Casnuri; Endang Lestiawati; Nur Hayani
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/ybt71q88

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia. Berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting sebesar 24,4%. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024, yakni 14%. Kejadian stunting balita merupakan cerminan kurang gizi kronik yang didapatkan sejak dalam kandungan, keadaan ini akan berlanjut hingga remaja bahkan menjadi dewasa stunting dengan segala konsekuensinya. Kebiasaan anak mengkonsumsi makanan instan berdampak terhadap ketidaksukaan anak mengkonsumsi sayuran atau anak mempunyai  kecenderungan mengkonsumsi bahan makanan tertentu. Mengenalkan makanan  sehat pada anak sangat penting agar anak mengetahui macam macam makanan  sehat yang diperlukan oleh tubuhnya. Anak mampu mengetahui manfaat makan makanan sehat yang ada pedoman gizinya dan boleh dimakan atau sehat, anak akan menolaknya. Keluarga terutama ibu memiliki peran krusial untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting atau anak kerdil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan stunting anak usia Balita di Dusun Sidokerto Kalurahan Purwomartani Kapanewon Kalasan DIY. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan gizi.  Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan one group pre-test and post-test design Nonequivalent Control Group, teknik pengambilan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang ibu balita pada kelompok perlakuan dan kontrol. Data pengetahuan gizi diperoleh dengan kuesioner, data keterampilan diperoleh dengan observasi ceklist, dan edukasi gizi diberikan selama 2x dengan jarak interval 2 minggu menggunakan media leaflet dan ceramah. Data dianalisis menggunakan uji perbedaan paired t-test dan Wilcoxon. Pengambilan data menggunakan intrumen penelitian berupa kuesioner yang  terdiri dari data demografi, pengetahuan orang dan upaya orang tua tua terhadap stunting. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian paket edukasi gizi terhadap pengetahuan sebagai upaya pencegahan stunting dengan p value 0,000. Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut diharapkan upaya preventif di masyarakat dapat dilakukan dengan optimal dan berkesinambungan. 
DUKUNGAN KELUARGA PADA PERAWATAN PASIEN GANGGUAN JIWA POST RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Anita Listyarini; Tessa Dana; Gardha Arsy; Sri Hindriyastuti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/xkr2xq86

Abstract

Latar Belakang : Gangguan jiwa sudah menjadi masalah yang sangat serius. Peran keluarga sangat dibutuhkan terhadap proses penyembuhan atau pengobatan pasien gangguan jiwa, karena seluruh pasien gangguan jiwa yang dalam perawatan wajib berada di tengah keluarga. Peran keluarga sebagai  pemberi  dukungan  sangat penting dalam  menangani  serta  mencegah  gejala  kekambuhan  karena  mereka bertanggung  jawab  memberikan  perawatan  secara langsung kepada  pasien gangguan jiwa dalam segala situasi. Manajemen perawatan pasien gangguan jiwa tidak hanya bertujuan mencapai perbaikan klinis jangka pendek dan remisi jangka panjang tetapi juga mempertahankan fungsi fisik dan mental bersamaan dengan meningkatkan kualitas hidup serta pemulihan pasien. Fokus utama perawatan adalah memaksimalkan kualitas hidup, fungsi adaptif serta membantu pasien dalam mencapai tujuan hidup  pribadi  (dalam pekerjaan,  perumahan  serta  hubungan pribadi.   Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tunjungan dengan jumlah sample sebanyak 98. Hasil: Menggunakan analisis deskriptif diperoleh 14,3% keluarga pasien gangguan jiwa memberikan dukungan yang kurang baik, sedangkan 52% keluarga memberikan dukungan yang cukup baik dan terdapat 33,7% pada kategori baik. Kesimpulan: keluarga yang memberikan dukungan keluarga untuk pasien gangguan jiwa post rawat inap di rumah sakit rata rata cukup baik. Saran dari peneliti agar keluarga tetap memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. 
GAMBARAN CARING PERAWAT DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU)   RSUD RA KARTINI JEPARA Vera Fitriana; Emma Wulan; Amifta Laura
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/azafxm07

Abstract

Latar Belakang : Intensive Care Unit (ICU) merupakan sebuah ruangan unit pelayanan kesehatan yang menerima pasien kritis di rumah sakit. Perilaku caring merupakan sikap peduli, menghormati, dan menghargai orang lain. Sikap caring harus dimilki oleh perawat di ruangan Intensive Care Unit, karena caring merupakan inti dari praktek keperawatan. Pemberian caring dalam keperawatan dapat meningkatkan kesembuhan pasien karena pasien merasa terpenuhi kebutuhan fisik, emosi dan spiritual, pasien merasa nyaman dengan pelayanan perawat. Dampak yang dirasakan pasien setelah diterapkannya perilaku caring adalah pasien merasa nyaman dan merasa puas dengan pelayanan di rumah sakit tersebut dan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran caring perawat di ruang Intensive Care Unit RSUD RA Kartini Jepara Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian adalah 18 responden.  Kriteria inklusi antara lain perawat pelaksana di ruang ICU, pendidikan minimal D3 Keperawatan, dan masih aktif sebagai perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Variabel yang diteliti adalah caring perawat, dengan menggunakan instrumen penelitian Caring Behavior Inventory (CBI). Analisa yang digunakan adalah analisis univariat.  Hasil : Berdasarkan hasil analisis univariat diketahui bahwa caring perawat pelaksana dalam kategori baik yaitu 16 responden ( 88,9%), dan dalam kategori cukup yaitu 2 responden (11,1% ). Caring perawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) mayoritas baik yaitu 88,9%.  Kesimpulan : Caring perawat di ruang Intensive Care Unit mayoritas dalam kategori baik. 
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL GURU, TANGGUNG JAWAB, DAN KESEHATAN MENTAL TERHADAP PELANGGARAN SANTRI Nur Hidayati; Eny Purwandari
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/nchr8j96

Abstract

Latar belakang; Kenakalan remaja selalu menjadi permasalahan dari masa ke masa dan harus di selesaikan secara cepat. Kenakalan remaja terjadi dimana saja termasuk di dalam pesantren. Pelanggaran santri merupakan salah satu kenakalan remaja di lingkungan pesantren. Kenakalan remaja perlu diatasi segera mungkin, karena jika tidak segera diatasi dapat menimbulkan kerugian bagi remaja dan keluarga serta masyarakat. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial guru, tanggung jawab, dan kesehatan mental dengan pelanggaran santri.   Metode; Jenis  penelitian korelasional,  jumlah subjek sebanyak 200 responden santri putri tingkat Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dalam pengambilan data. Pengambilan data menggunakan skala dukungan sosial guru  (α=0.916), skala tanggung jawab  (α=0.903), skala kesehatan mental (α=0.720) dan skala pelanggaran santri (α=0.906). Analisis data menggunakan Program spss 16.0 for Windows menggunakan analisis regresi ganda.   Hasil; Hasil penelitian ditemukan ada hubungan signifikan dukungan sosial guru, tanggung jawab, kesehatan mental terhadap pelanggaran santri, dibuktikan nilai koefisien korelasi R= 0,453; p= 0,000 (p<0,01) dengan FRegresi = 16,856.   Kesimpulan; Dukungan sosial guru, tanggung jawab, kesehatan mental berhubungan negatif secara signifikan dengan pelanggaran santri. 
PENGARUH PRENATAL MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS CEPU KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA Amelia Hidayanti; Elizar Elizar; Widi Sagita
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/avyhwv37

Abstract

Latar Belakang : Nyeri punggung adalah salah satu ketidak nyamanan pada kehamilan karena dapat mengganggu aktifitas ibu hamil. Nyeri punggung disebabkan adanya proses adaptasi pada tubuh ibu hamil, untuk cara mengatasinya salah satunya dengan memberikan prenatal massase pada ibu hamil. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis pengaruh prenatal massage terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.   Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi adalah ibu hamil yang mengalami nyeri punggung. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah 38 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji paried T test. Hasil: Terdapat perbedaan nyeri punggung sebelum dan sesudah dilakukan prenatal  massage terhadap pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Cepu Kecamatan Cepu Kabupaten Blora dengan nilai Sig. (2-tailed)/ p= <0,001. Kesimpulan: Diharapkan  ibu  hamil  dapat melakukan terapi prenatal massage secara rutin sebagai   alternatif   untuk   mengurangi nyeri   punggung.
HUBUNGAN FAKTOR IBU SAAT HAMIL TERHADAP BERAT BADAN LAHIR  DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) SYAFRIANI KECAMATAN NIBONG KABUPATEN ACEH UTARA Elizar Elizar; Amelia Hidayanti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/w2wqma43

Abstract

Latar Belakang : Berat badan lahir bayi saat lahir merupakan indikator penting  kerentanan anak terhadap penyakit, resiko penyakit, terjadinya penyakit pada anak dan  juga memprediksi kesehatan, pertumbuhan, perkembangan psikososial, dan peluang kelangsungan hidup anak. Bayi Berat badan lahir rendah pada bayi beresiko mengalami stunting. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian BBLR antara lain sosial ekonomi dan karakteristik ibu.   Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crossectional  yang bertujuan untuk analisis hubungan factor ibu dengan berat badan lahir di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Syafriani Kecamatan Nibong Kabupaten Aceh Utara. Sampel pada penelitian ini berjumlah 41 orang Ibu Post Partum, dimana teknik pengambilan sampel ditentukan secara total sampling yaitu semua ibu Post Partum  yang terdata pada Rekam Medis  pada bulan Januari sampai dengan Februari 2023 kriteria sampel adalah ibu melahirkan bayi hidup dan usia kehamilan aterm saat persalinan. Hasil: Dari hasil uji anlisis yang dilakukan factor ibu meliputi  umur, pendapatan keluarga, keluhan selama hamil dan paritas berhubungan dengan berat badan lahir bayi di mana p-value <0.05. Variabel pendidikan ibu, pekerjaan ibu, riwayat keguguran serta pemeriksaan kehamilam tidak berhubungan dengan berat badan lahir bayi dengan nilai p-value >0.05. Dari hasil uji analisis multivariate menggunakan regresi logistic berganda diperoleh hanya ibu yang mengalami keluhan selama kehamilan berpengaruh secara parsial terhadap berat badan lahir dengan nilai p-value <0.05. Kesimpulan: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa factor ibu  tersebut berhubungan dengan berat badan lahir adalah meliputi  umur, pendapatan keluarga, keluhan selama hamil dan paritas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ALAT PERMAINAN EDUKATIF(APE) DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK PRASEKOLAHDI DESA PLOSOHARJO KECAMATAN TOROH Meity Mulya Susanti; Christina Nur Widayati; Hidayatur Rozikin
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4 No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/nqk1sp51

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya pengetahuan ibu tentang alat permainan edukatif akan mempengaruhi tumbuh kembang anak tidak sesuai usia mereka. Hal ini menyebabkan tidak terpantaunya pertumbuhan dan perkembangan anak. Alat Permainan Edukatif adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan motorik anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisa adanya hubungan pengetahuan ibu tentang alat permainanedukatif dengan perkembangan motorik pada anak pra sekolah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kuantitativ dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sebanyak 40 orang. Uji hipotesis menggunakan Spearman Rank. Hasil: Didapatkan nilai ρ (1.000) > 0.05, maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang permainan edukatif dengan perkembangan motorik pada anak prasekolah dan didapatkan nilai kekuatan korelasi sebesar 0.00 artinya kekuatan korelasinya sangat lemah dan arah korelasinya positif jadi kesimpulanya Ha ditolak dan Ho diterima artinya adalah tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang permainan edukatif dengan perkembangan motorik pada anak prasekolah.Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang alat permainan edukatif (APE) dengan perkembangan motorik pada anak pra sekolah di Desa Plosoharjo Kecamatan Toroh
HUBUNGAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PHLEBITISTERHADAP TERJADINYA PHLEBITIS Erika Lubis; Widiastuti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4 No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/dzvrvc89

Abstract

Latar Belakang: Pemasangan infus merupakan prosedur invasif dan merupakan tindakan yang paling sering dilakukan di rumah sakit. Pemasangan terapi cairan intravena perlu diperhatikan lokasi penusukan vena, kondisi pasien antara lain: usia, riwayat penusukan vena sebelumnya, durasi pemasangan, lama pemasangan infus dan beberapa faktor lainnya untuk mencegah timbulnya komplikasi. Salah satu komplikasi terapi intravena yang sering terjadi adalah phlebitis. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada vena dan meningkatkan lama waktu perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor- faktor yang dapat mempengaruhi phlebitis terhadap terjadinya phlebitis pada pasien di Ruang Anggrek RSUD Tarakan Jakarta Pusat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif Korelatif. Sampel penelitian ini sebanyak 57 orang. Hasil: Penelitian menunjukan terdapat hubungan antara usia terhadap kejadian phlebitis (p- value 0,016), tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin terhadap kejadian phlebitis (p- value 0,193), terdapat hubungan antara lokasi pemasangan infus terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,007), tidak terdapat hubungan antara jenis balutan infus terhadap kejadianphlebitis (p-value 0,702), terdapat hubungan antara penyakit penyerta terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,018), terdapat hubungan antara jenis cairan infus terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,049), terdapat hubungan antara lama terpasang infus terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,014).Pembahasan: Melakukan sosialisasi kepada seluruh perawat dalam melakukan penilaian Visual Infusion Phlebitis Score (VIP) sehingga mampu menentukan intervensi yang dilakukan untuk mencegah plebitis di rumah sakit. Untuk penelitian selanjutnya dapat mencari faktor lain yang menyebabkan plebitis dan melakukan komparasi standar penilaianplebitis dari Kemenkesh dan Joint Commission International (JCI) yang lebih mudah efektif digunakan oleh perawat dalam mencegah kejadian plebitis.
PENGARUH PEMBERIAN BUBUR KACANG HIJAU TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN BALITA DENGAN STATUS GIZI KURANGDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWANGHARJOKABUPATEN GROBOGAN Purhadi; Rahmawati; Zaenat Joni Mustofa
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4 No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/azawsr19

Abstract

Latar Belakang; Bubur kacang hijau merupakan makanan tambahan untuk pemulihan gizi yang diperkaya dengan vitamin dan mineral. Bubur kacang hijau memiliki kandungan protein yang lengkap sehingga dapat membantu pembentukan sel-sel tubuh dan pertumbuhan sehingga dapat meningkatkan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bubur kacang hijau terhadap perubahan berat badan balita dengan status gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangharjo Kabupaten Grobogan.Metode; Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pra Eksperimendengan pendekatan One Group Pre Test Post Test Design.Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dan didapatkan 11 responden.Analisis datanya dengan bantuan computerizedmenggunakan uji paired t testdengan taraf signifikansi 95 %.Hasil; Berdasarkan hasil analisa data (1) Berat badan responden sebelum diberikan bubur kacang hijau memiliki rata-rata berat badan 9054,5 gram, (2) Berat badan responden setelahdiberikan bubur kacang hijau memiliki rata-rata berat badan 9427,3 gram, (3) Ada perbedaan yang bermakna antara berat badan pre dan post pemberian bubur kacang hijau dengan nilai t hitung (3,658) > t tabel (2,228) dan nilai pv (0,004????????????????????????????????????????????????????Kesimpulan ????Berdasarkan hasil uji paired t test disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian bubur kacang hijau terhadap perubahan berat badan balita dengan status gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangharjo Kabupaten Grobogan

Page 4 of 15 | Total Record : 144