cover
Contact Name
LPPM UNAN
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
https://tscners.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 25032453     DOI : https://doi.org/10.35720/
Core Subject :
Focus and Scope The journal includes various fields of nursings sciences such as: Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
PENGARUH BUAH KURMA DENGAN PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TM III Puji Astutik; Rosmala Dewi; Sehmawati Sehmawati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/fvkmyj83

Abstract

Latar Belakang : Sebagian besar anemia disebabkan karena kurangnya asupan zat besi. Penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat melalui pemenuhan nutrisi dalam tubuh yang diperoleh dari dalam buah buahan serta sayuran, salah satunya dengan konsumsi buah kurma Potensi kurma di bidang kesehatan sudah sejak lama dikenal dan kandungannya berbagai mineral (Seng, Fosfor, Kalsium, Besi, Magnesium dan Flourin) dan vitamin. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya pengaruh pemberian buah kurma terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil trimester III. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Eksperiment. Pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t dependent dan uji t independent. Hasil : Hasil uji statistik t dependent menunjukkan ada pengaruh pemberian Fe dan Kurma pada kelompok intervensi dengan p value = 0,000. Hasil uji statistik t independent menunjukkan tidak ada pengaruh pemberian Fe pada kelompok kontrol dengan p value = 0,317. Kesimpulan : Terdapat perbedaan antara pemberian (kurma dan tablet Fe) dan pemberian tablet Fe yang signifikan sebelum dan sesudah dari hasil kadar Hb pada ibu hamil TM III.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIRKUMSI METODE KLAMP SUPER RING  DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA DI PRAKTIK MANDIRI PENAWANGAN KABUPATEN GROBOGAN Purhadi Purhadi; Suryo Ediyono
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/w7et8t09

Abstract

Latar Belakang : Sirkumsisi merupakan salah satu tindakan pembedahan minor dengan pemotongan sebagian kulup dalam atau prepurtium yang menutupi gland penis. sirkumsisi yang tadinya denagn metode konvensional dengan anestesi dengan jarum suntik dan dengan jahitan bergeser ke metode modern sirkumsisi anestesi tanpa jarum suntik dan tanpa jahitan. Metode modern tersebut   menggunakan klamp Super Ring dengan menggunakan tabung plastik antibakteri memiliki variasi ukuran sesuai dengan ukuran penis sebagai pengganti verban dan jahitan meminimalkan resiko perdarahan. Modern sirkumsisi tersebut banyak diminati orang tua dan anak karena sirkumsisi tersebut dapat meminimalkan kejadian nyeri,bleeding dan infeksi pasca khitan, sehingga sirkumsisi cepat sembuh Tujuan :Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengetahuan sirkumsi metode klamp super ring dengan  proses penyembuhan luka di praktik mandiri penawangan kabupaten grobogan. Metode :Jenis penelitian ini adalah Analitik korelasi yakni melakukan analisis dinamika kolerasi antara fenomena, baik antara faktor resiko dengan faktor efek. Pendekatan yang dilakukan dengan Cross Sectional yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data secara bersama-sama Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 Responden yang diteliti. Responden yang mempunyai pengetahuan baik yang proses luka baik sebanyak 12 (100%) responden, yang proses luka tidak baik 0 (0%). Responden yang mempunyai pengetahuan sedang yang yang proses luka baik sebanyak 3 (75%) responden, yang proses luka tidak baik 1 (25%). Responden yang mempunyai pengetahuan kurang yang yang proses luka baik sebanyak 1 (25%) responden, yang proses luka tidak baik 3 (75%). berdasarkan uji Chi Square dapat digunakan dengan nilai p (0,005) < α (0,05), maka Ha diterima H0 ditolak.  Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa Terdapat Hubunganpengetahuan sirkumsi metode klamp super ring dengan  proses penyembuhan luka di praktik mandiri penawangan kabupaten grobogan. 
HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI DESA KALIKUNING KECAMATAN KALIKAJAR KABUPATEN WONOSOBO Fetty Wulandari; Tri Kusumaningsih; Mega Kusumawati; Meiula Pratiningtias
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/3pamq826

Abstract

Latar Belakang : Kejadian Stunting masih menjadi masalah yang masih belum bisa ditangani secara optimal. Oleh karena itu, Penyuluhan yang diberikan bidan diharapkan dapat menurunkan angka Stunting pada Balita. Untuk mengevaluasi hubungan paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita Umur 2-5 Tahun. Metode: Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional cross-sectional. Hasil: Paparan asap rokok di Desa Kalikuning kecamatan Kalikajar kabupaten Wonosobo yang Terpapar sebanyak 17 Balita (56%) dan Tiga belas anak (43,3%) tidak terpapar perokok pasif. Di Desa Kalikuning, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, terdapat 20 anak (usia 2 hingga 5 tahun) yang mengalami stunting, sedangkan 10 anak (33,3%) tidak mengalami stunting. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara paparan asap rokok dengan prevalensi stunting pada balita di Desa Kalikuning usia 2 hingga 5 tahun. Dapat membuat masyarakat lebih sadar akan risiko asap rokok dan banyaknya anak yang mengalami stunting.
PERBANDINGAN BEHAVIOR PAIN SCALE  DENGAN CRITICAL-CARE PAIN OBSERVATION TOOL  PADA PENGKAJIAN TINGKAT NYERI PASIEN                   YANG TERPASANG VENTILATOR MEKANIK DI ICU                                                        RS PANTI WILASA DR.CIPTO SEMARANG Susiana Suhariyanti; Diah Pujiastuti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/ga8jyx92

Abstract

Latar belakang : Pasien terpasang ventilator menerima perawatan yang dapat menimbulkan rasa nyeri, dapat terjadi saat istirahat maupun saat prosedur. BPS dan CPOT adalah alat penilaian nyeri yang digunakan dalam menilai nyeri dan untuk meningkatkan manajemen nyeri pasien kritis. Tujuan : Mengetahui perbandingan antara Behavioral Pain scale (BPS) dengan Critical-care Pain Observatin Tool (CPOT) pada pengkajian tingkat nyeri pasien  yang terpasang ventilator mekanik saat dilakukan suctioning. Metode : Penelitian merupakan studi kuantitatif non eksperimental, dengan desain observasi analitik. Jumlah sampel 35 pasien ICU (Intensive Care Unit) yang terpasang ventilator  mekanik dilakukan pengkajian nyeri menggunakan BPS dan CPOT saat suctioning. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling, analisis univariat dengan Shapiro Wilk dan Mann Whitney untuk analisis bivariat. Hasil : Jenis kelamin terbanyak perempuan 22 responden, usia terbanyak 56-65 tahun 14 responden, tingkat kesadaran composmentis 22 responden. Skor BPS  dan CPOT  dari hasil statistik didapatkan mean score BPS 46,54 dan mean score CPOT 24,46 dengan p value <0.001. Kesimpulan : Ada perbedaan mean score antara BPS dan CPOT pada pengkajian tingkat nyeri pasien yang terpasang ventilator mekanik di ICU RS Panti Wilasa dr. Cipto Semarang.   Saran : penelitian selanjutnya dapat meneliti tentang instrumen nyeri lain untuk mengkaji tingkat nyeri pada pasien kritis.
EFEKTIFITAS PIJAT TUI NA TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN  ANAK BALITA UNTUK MENGOPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG Inayati Ceria; Farida Arintasari
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/pc3ck967

Abstract

Latar Belakang : Usia 1-3 tahun adalah masa anak mengalami susah makan dan memilih makanan. Umumnya orang tua membawa anak ke dukun pijat, untuk menambah nafsu makan.  Pijat tui na merupakan teknik pijat  untuk mengatasi kesulitan makan pada balita. Tujaun untuk melihat efektivitas pijat tuina terhadap kenaikan berat badan anak balita dalam mengoptimalkan tumbuh kembang.   Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Eksperiment. Pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t dependent dan uji t independent. Hasil : Hasil uji statistik t dependent menunjukkan berat badan kelompok intervensi pada pengukuran pertama 11,62 kg dan 11,81 kg, pengukuran kedua dengan p value = 0,000. Hasil uji statistik t independent menunjukkan berat badan pada kelompok intervensi pijat tui na  11,81 kg dan 11,74 kg pada kelompok kontrol dengan p value = 0,904. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kenaikan berat badan yang signifikan sebelum dan sesudah mendapatkan pijat tui na. Pijat tui na mampu meningkatkan berat badan balita secara signifikan.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRESS PERAWAT  DI RUANG ISOLASI COVID-19 Irpan Rahman; Dedi Supriadi; Jajuk Kusumawaty; Dwi Azi; Dida Fachrurrozi; Adi Nurapandi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/fa61zt26

Abstract

Latar Belakang; Para tenaga kesehatan (NAKES) atau perawat yang merawat langsung pasien Covid-19 tidak hanya harus memiliki mental yang kuat, tetapi juga fisik yang prima.  Stres pekerjaan dapat disebabkan oleh beban kerja dan kondisi kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stress perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis Tahun 2021.  Metode; Metode dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat di Ruang Khusus Isolasi Covid-19 RSUD Ciamis sebanyak 63 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 63 orang.  Hasil; Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja perawat sebagian besar responden berkategori sedang sebanyak 36 orang (57,1%), stress kerja perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis, sebagian besar responden berkategori stress kerja sebanyak 39 orang (61,9%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan stress kerja perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis karena nilai chi square (χ2) hitung > chi square (χ2) tabel (34,142 > 5,991) dan ρ value < α (0,000< 0,05).  Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan stress kerja perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis. 
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN MENSTRUASI (DISMENOREA) DENGAN  AKTIFITAS BELAJAR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI  D -III KEBIDANAN Florentina Kusyanti; Astri Fay
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/324z2708

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri dalam pergantian dari anak-anak masuk ke dalam remaja adalah perubahan baik secara fisik maupun perubahan hormonal,sehingga anak perempuan akan mengalami menstruasi yang akan dating tiap bulan.Sebanyak 75% Wanita pada tahap remaja akhir  akan mengalami gangguan yang berhubungan dengan hormona berkaitan dengan menstruasi.Gangguan menstruasi tidak dialami oleh semua remaja tetapi ada beberapa remaja putri yang mengalami gangguan  menstruai yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan fisik maka dapat menggangu anktifitas rutin maupun aktifitas belajar,selain itu jua mengganggu psikologis remaja dalam berfikir atau menhadapi masalah.Gangguan menstruasi yang paling sering menganggu aktifitas belajar adalah dysmenorrhea. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara  gangguan menstruasi dysmenorrhea dengan aktifitas belajar dengan pada mahasiswa D-III Kebidanan Angkatan 2012 Metode: Penelitian ini dilaksanakan di prodi D-III Kebidan pada mahasiswa kebidanan Angkatan 2012,Desain yang dipakai pasa penelilian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cros sectional Tehnik pengumpulan data dengan Purposive or Judgement Sampling jumlah sampel 69 responden .Data diambil pada mahasiswa yang mengalami gangguan dysmenorrhea. Saat menstruasi. Hasil: Jumlah 68 responden  ,Umur responden mayoritas berumur antara 20-35 tahun sebesar 60,3%, Aktifitas Belajar responden mayoritas masih aktif sebesar 72,1%,Ganguan menstruasi Dismenorea mayoritas dismenorea ringan sebesar 63,2%, Menurut hasil hubungan ada hubungan dengan nilai signifikasi 0,000 Kesimpulan: Ada hubungan antara aktifitas belajar dengan gangguan menstruasi disminorea dengan nilai kearatan 0,602 dengan tingkat keratan sedang 
MERANCANG STRATEGI ASUHAN BERBASIS KOMPLEMENTER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA Kenik Wahyuni; Bernadeta Verawati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/n18v6j96

Abstract

Latar Belakang : Penanganan masalah kesehatan lansia selama ini lebih banyak menggunakan terapi farmakologis yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan lansia. Terapi nonfarmakologi atau komplementer merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan pada lansia. Terapi pelengkap yang dapat dilakukan adalah Terapi Reminiscene, terapi tertawa, terapi pijat kaki, terapi meditasi dan terapi musik klasik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menyajikan salah satu terapi komplementer secara parsial/menunjukkan hasil yang efektif dalam memperbaiki masalah tertentu pada lansia.   Metode : Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Jumlah sampel 10 lansia di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Hasil : Kesehatan fisik lansia sebelum dilakukan asuhan pendamping 20% dalam kategori baik, dan 80% dalam kategori cukup baik. Setelah diberikan pendampingan kesehatan fisik lansia turun menjadi 70% dan kategori cukup baik turun menjadi 30%. Hasil uji beda diperoleh nilai p 0,001. Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kesehatan fisik lansia sebelum dan sesudah dilakukan perawatan komplementer. 
HUBUNGAN SIKAP IBU DAN KONSELING IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR DENGAN PRILAKU MENCARI PERTOLONGAN PADA FASILITAS KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMUDERA  KABUPATEN ACEH UTARA Elizar Elizar; Jasmiati Jasmiati; Hendrika Putri; Nova Prihatin
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/3afgmk57

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian bayi dan balita di dunia masih menjadi masalah kesehatan utama masalah yang harus segera diselesaikan. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pada tahun 2019, 47% dari semua kematian balita terjadi pada periode bayi baru lahir dengan sekitar sepertiga meninggal pada hari kelahiran dan hampir tiga perempat meninggal dalam minggu pertama kehidupan dan di Indonesia terdapat 60 kematian per 1000 kelahiran hidup. Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Pemerintah salah satunya adalah program MTBS sebagai  pendekatan keterpaduan dalam tatalaksana balita sakit yang datang berobat ke fasilitas rawat jalan pelayanan kesehatan dasar dengan peningkatan kualitas tata laksana secara terpadu. Namun terlepas dari ketersediaan intervensi di fasilitas kesehatan, pencarian perawatan yang tidak memadai masih dilaporkan untuk penyakit neonatal dan bayi baru lahir.  Metode: Jenis penelitian ini studi cross-sectional berbasis komunitas yang dilakukan pada ibu/pengasuh yang memiliki bayi berumur kurang dari 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan secara Total sampling yaitu semua ibu nifas yang di temui pada bulan Oktober sesuai dengan kriteria yang ditetapkan berjumlah 76 ibu nifas. Hasil: Dari analisis bivariate menunjukkan keseluruhan variable independent yaitu sikap  nilai p-value 0,001 dan konseling pada ibu nifas nilai p-value 0,015 dengan prilaku ibu mencari pertolongan pada anak yang sakit di fasilitas kesehatan menunjukkan hubungan yang significan karena nilai p-value kurang dari 0.05. Kesimpulan: Terdapat hubungan. sikap ibu dan konseling pnc tentang tanda bahaya bayi baru lahir dengan prilaku mencari pertolongan pada fasilitas kesehatan
PENGARUH PIJAT TUINA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAPUAN KAPUBATEN BLORA Amelia Hidayanti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/cmn1qm66

Abstract

Latar Belakang: Tuina adalah perawatan tangan pada tubuh dengan menggunakan akupresur sebagai dasar pengobatan China yang bertujuan untuk menyeimbangkan tubuh. Tujuan melakukan tuina adalah untuk menghindari berkembangnya penyakit dengan cara meningkatkan pertahanan sistem imun yang ada di dalam tubuh itu sendiri. Salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan nafsu makan adalah Prosedur dan teknik Pijat Tuina untuk Balita. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah Pre Experiment dengan menggunakan One Group Pre Test – Post Test Design. Sampel penelitian adalah Balita Gizi Kurang di wilayah kerja Puskesmas Kapuan Kabupaten Blora. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling Hasil: Uji statistik pada seluruh responden menggunakan Paired T Test dengan α = 0,05 atau 95% Convidental Interval (CI) diperoleh t = -8,666, nilai ρ 0,000. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan Tuina Massage terdapat 32 (82,1%) responden dengan kategori nafsu makan baik sedangkan kurang dari 7 (17,9%) responden memiliki kategori nafsu makan. Kesimpulan: Berdasarkan uji statistik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Pijat Tuina terhadap Peningkatan Nafsu Makan Balita di Puskesmas Kapuan Kabupaten Blora. 

Page 6 of 15 | Total Record : 144