cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 0216762X     EISSN : 2528388X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INERSIA is stand for INformasi dan Ekspose hasil Riset Teknik SIpil dan Arsitektur. This scientific journal is managed by the Department of Civil Engineering and Planning Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University, in cooperation with the Persatuan Insinyur Indonesia (PII). It publishes and disseminates research results from lecturers and post graduate students from various universities in Indonesia, which has contributed to the development of science and technology, especially in the field of Civil Engineering and Architecture. INERSIA is published twice a year, in May and December.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2016): Desember" : 9 Documents clear
Daktilitas Balok Beton Mutu Tinggi tanpa Bahan Kimia Tambahan dengan Dua Bukaan di Badan Bambang Sabariman; Sutikno Sutikno; Arie Wardhono
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.138 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v12i2.12584

Abstract

ABSTRACTResearch Bambang et al. (2015) on the manufacture of high strength concrete (BMT) without additive materials and admixture showed the strength f'c = 42.69 MPa, categorize as BMT with f'c 40 MPa (Yuswanto, SP Pramudiyanto, 2015: 97). Recent research by Bambang et al. on a beam without opening showed the ductility of displacement of mD 3.5. The displacement ductility was categorized as limited ductility. Due to space limitations utility (architectural demand), it requires the use of the space efficiently. This lead to the use of opening on a beam as the electrical, water, air conditioner installations. Thus, this study will be performed on BMT with the opening. Several studies have been conducted on a beam with opening subjected by a concentrated load at midspan. This study will perform on BMT beam with two openings in the body and subjected to two concentrated loads between the two joint support-rollers. Beam are designed as a beam bending at under reinforced condition, i.e. beam bending without opening (BLU) and beam bending with opening (BLB). This study aims to obtain the ductility, crack pattern and failure of BMT beam with the opening. Based on the result, it showed that the failure of test object BLU and BLB are caused by the collapse of flexural bending, while the displacement ductility of all specimens achieved the limited ductility of mD 3.5. Keywords: chemical, structural elements, ductile, high strength concrete, two openings.  ABSTRAKPenelitian Bambang dkk. (2015) dalam pembuatan beton mutu tinggi (BMT) tanpa menggunakan bahan tambahan berupa bahan additive dan admixture (semuanya bahan kimia) mampu mencapai f’c=42,69 MPa, kuat tekan ini masuk dalam kategori BMT, karena f’c 40 MPa (Yuswanto, S.P. Pramudiyanto, 2015:97). Bambang dkk. juga menerapkannya pada balok utuh (tanpa lubang), hasil penelitiannya mencapai daktilitas displacement mD3,5. Daktilitas displacement tersebut masuk dalam katergori daktilitas terbatas. Saat ini karena keterbatasan ruang utilitas (tuntutan arsitektur) menuntut pemakaian ruang yang efisien. Hal ini menyebabkan balok dibuat berlubang dengan maksud untuk dimanfaatkan sebagai tempat pemasangan instalasi listrik, instalasi air, dan instalasi air conditioner. Untuk itu penelitian akan melakukan eksperimen balok BMT berpenampang berlubang. Beberapa penelitian telah dilakukan pada balok berlubang dengan satu beban terpusat di tengah bentang, maka penelitian ini akan melakukan penelitian pada balok BMT dengan dua bukaan di badan dan diberi dua beban terpusat diantara dua tumpuan sendi-rol. Balok direncanakan sebagai balok lentur under reinforced yaitu balok lentur utuh (BLU) dan balok lentur berlubang (BLB).  Penelitian ini bertujuan mendapatkan nilai daktilitas balok BMT berlubang, retakan dan keruntuhannya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji BLU maupun BLB, keruntuhannya disebabkan oleh runtuh lentur dan ketercapaian daktilitas displacement semua benda uji mencapai daktilitas terbatas mD3,5. Kata kunci: bahan kimia, beton mutu tinggi, daktail, dua bukaan, elemen struktur.
Pengaruh Pembalutan Carbon Fiber Wrap (CFW) terhadap Daktilitas Balok Beton Bertulang Sri Rejeki Laku Utami; Nuroji Nuroji; Antonius Antonius
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.415 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v12i2.12589

Abstract

ABSTRACT Wrapping Carbon Fiber Wrap on reinforced concrete beams are expected to contribute to the improvement of ductility. In this study four beam specimens. The first test object beam 3D16 Normal used as a normal beam. The test object into two beams 3D16 CFW is used as a treatment beam with the dressing CFW. The test object to the three beams 4D16 Normal is used as a normal beam. The test object into four beams dalah 4D16 CFW is used as a treatment beam with the dressing CFW. Dimensional beam - the beam is 150 x 250 mm, the effective length 2000 mm. Imposition given One Point Loads, to test the loading on beam flexural planned to put the pieces of force P symmetrically at a distance that is equal to ½ L 1000 mm. And given a dressing CFW on the beam 3D16 CFW along the 600 mm (2.4 h) the middle span length of 2000 mm with treatment CFW Completely Wrapped Member. From the test results maximum bending capacity respectively for beams 3D16 Normal of 104.04 kN while on the beams 3D16 CFW increased maximum bending capacity of 119.52 kN, increase in ductility displacement on the beam by 33%. On the beam 4D16 Normal has a maximum bending capacity of 161.28 kN the beam 4D16 CFW increased maximum bending capacity of 162.64 kN, increase in ductility displacement on the beam by 45%. The maximum nominal value at the moment of reinforced concrete beam greatly affect the capacity maximum moment on the beam 3D16 Normal with beams 3D16 CFW after dressing CFW on the beams increased by 13% while on the beam 4D16 Normal with beams 4D16 CFW increased by 1%. Ductility curvature on beam 3D16 Normal with beams 3D16 CFW increased by 63% whereas for beams 4D16 Normal with beams 4D16 CFW curvature ductility increased by 67%. Keyword:  CFW (Carbon Fiber Wraps), ductility, flexural strength, moment-curvatur.  ABSTRAK Pembalutan Carbon Fiber Wrap pada balok beton bertulang diharapkan memberikan konstribusi terhadap peningkatan daktilitas. Pada penelitian ini empat buah benda uji balok. Benda uji pertama adalah balok 3D16 Normal yang digunakan sebagai balok normal. Benda uji ke dua adalah balok 3D16 CFW yang digunakan sebagai balok dengan perlakuan pembalutan CFW. Benda uji ke tiga adalah balok 4D16 Normal yang digunakan sebagai balok normal. Benda uji ke empat dalah balok 4D16 CFW yang digunakan sebagai balok dengan perlakuan pembalutan CFW. Dimensi balok – balok tersebut adalah 150 x 250 mm, dengan panjang efektif 2000 mm. Pembebanan diberikan One Point Loads, untuk melakukan uji lentur maka pembebanan pada balok direncanakan dengan menempatkan satu buah gaya P secara simetris pada jarak ½ L yaitu sebesar 1000 mm. Dan diberikan pembalutan CFW pada balok 3D16 CFW sepanjang 600 mm (2,4 h) ditengah bentang yang panjangnya 2.000 mm  dengan perlakuan CFW Completely Wrapped Member. Dari hasil pengujian kapasitas lentur maksimum secara berturut- turut untuk balok 3D16 Normal sebesar 104,04 kN sedangkan pada balok 3D16 CFW  mengalami peningkatan kapasitas lentur maksimum sebesar 119,52 kN, peningkatan daktilitas perpindahan pada balok sebesar 33%. Pada balok 4D16 Normal memiliki kapasitas lentur maksimum sebesar 161,28 kN sedangkan balok 4D16 CFW mengalami peningkatan kapasitas lentur maksimum sebesar 162,64 kN, peningkatan daktilitas perpindahan pada balok sebesar 45%. Nilai momen nominal maksimum pada balok beton bertulang sangat mempengaruhi peningkatan kapasitas momen maksimum pada balok 3D16 Normal dengan balok 3D16 CFW setelah dilakukan pembalutan CFW pada balok mengalami peningkatan sebesar 13% sedangkan pada balok 4D16 Normal dengan balok 4D16 CFW mengalami peningkatan sebesar 1%. Nilai daktilitas kurvatur pada balok 3D16 Normal dengan balok 3D16 CFW mengalami peningkatan sebesar 63% sedangkan untuk balok 4D16 Normal dengan balok 4D16 CFW mengalami peningkatan daktilitas kurvatur sebesar 67%. Kata kunci: CFW (Carbon Fiber Wraps), daktilitas, kuat lentur, momen-kurvatur.
Uji Durabilitas Bahan pada Elemen Balok Beton Bertulang Akibat Beban Statik di Lingkungan yang Merusak Pramudiyanto Pramudiyanto; Abdul Manap; Pusoko Prapto
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.919 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v12i2.12588

Abstract

ABSTRACTConcrete structures reinforced with steel formed an important part of recent infrastructure. The combination of high strength properties on concrete and high tensile on steel provide an ideal composite material that offered wide application compare with other material on structural engineering. Buildings, bridges, piers, tanks and pipe, can be made from reinforced concrete. The aim of this research is to discover the durability of reinforced concrete beam on severe environment. This research conducted based on ASTM G-109 and Florida Test of Method FM 5-222. The method used on this research is DC Electrochemical Method with impressed current technique. The test conducted 120 days to gain beam flexural strength. The results show (1) there are two conditions on the beam, i.e.: (a) the beam is put based on compressive strength, and (b) the beam is put based on different salt content, (2) both conditions doesn’t give much effect on beam flexural strength, (3) the beam increased as the time goes by and the increasing compressive strength, (4) the not-affected beam is suspected because un-perfect conditioning process, (5) the forced-corrosion process is not run well because the solution can’t seep into the beam, (6) the gained flexural strength parameter is not depicted the condition of reinforced concrete on severe environment.Keywords: concrete beam, durability, severe environmentABSTRAK  Struktur beton yang diperkuat dengan tulangan baja membentuk sebuah bagian yang penting dalam infrastruktur saat ini. Kombinasi sifat kuat tekan yang tinggi pada beton dan kuat tarik pada tulangan baja memberikan sebuah bahan komposit ideal yang menawarkan aplikasi yang lebih luas cakupannya dibandingkan dengan bahan-bahan lain pada bidang teknologi struktur sipil. Gedung-gedung, jembatan, tiang-tiang, tangki dan pipa, dapat dibuat dari bahan beton bertulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui durabilitas elemen struktur balok beton bertulang yang berada di lingkungan yang merusak. Penelitian ini dilaksanakan mengacu pada  standar ASTM G-109 dan Florida Test of Method FM 5-522. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah DC Electrochemical Method dengan teknik arus paksa (impressed current). Pengujian dilaksanakan selama 120 hari, dengan data yang diambil adalah kuat lentur balok. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat dua pengkondisian uji terhadap balok beton bertulang, yakni (a) balok beton dikondisikan terhadap beda kuat desak, dan (b) balok beton dikondisikan dengan beda kadar garam air rendaman, (2) Dari kedua kondisi yang diberikan, perlakuan kondisi (a) maupun kondisi (b) tidak memberikan pengaruh terhadap kuat lentur balok beton, (3) Balok beton masih memberikan nilai kuat lentur yang meningkat sejalan dengan berjalannya waktu dan dengan kenaikan kuat desaknya, (4) Tidak terpengaruhnya balok beton pada kedua kondisi yang diberikan diduga disebabkan karena proses pengkondisian yang tidak terjadi dengan sempurna, sehingga proses yang diharapkan terjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya, (5) Proses korosi paksa tidak dapat berjalan dengan baik karena larutan penghantar tidak dapat masuk/merambat ke dalam beton, (6) Parameter kuat lentur yang diperoleh belum mencerminkan kondisi struktur beton yang berada di lingkungan yang merusak.Kata kunci: balok beton, durabilitas, lingkungan yang merusak
Pengaruh Penempatan Tirai Satu Baris pada Pilar Jembatan terhadap Kedalaman Gerusan Andy Dictanata; Lutjito Lutjito
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.617 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v12i2.12587

Abstract

ABSTRACT  Pillar is a part of the structure under a bridge whose presence causes changes in the river flow patterns. The flow pattern changes resulted scours around the pil-lars. This study aims to determine the effect of the placement of the curtains one line at a bridge pillar on the local scour depth. This final project using the model as a tool pillar final observations with depth parameters and discharge the same water flow. With a height of 0.1 m of sand, 1:09 flow rate lt / sec. The test specimen using a round pipe with a diameter of 0.026 m, height pillars 0:25 am as a tool for testing. This test uses standard tilting flume belonging Hydraulics Laboratory of Education Department of Civil Engineering and Planning to include a pump. Tests carried one with a variety of shapes curtain bridge 1 line. Based on test results and discussion, it can be concluded the use of a safety curtain bridge piers arranged one straight line 29% more effective than in a sky-scraper without safety curtain. While the use of a safety curtain pillars arranged one curved line 25% more effective than in a skyscraper without safety curtain. If seen from the results of scour around bridge piers that occurred in each test. Keywords: pillar models, scour depth, variation curtain.    ABSTRAK   Pilar merupakan bagian struktur bawah jembatan yang keberadaannya menyebabkan perubahan pola aliran sungai. Perubahan pola aliran tersebut mengakibatkan terjadinya gerusan lokal di sekitar pilar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penempatan tirai satu baris pada pilar jembatan ter-hadap kedalaman gerusan lokal. Kajian  ini menggunakan model pilar sebagai alat pengamatan tugas akhir dengan parameter kedalaman aliran dan debit air sama. Dengan ketinggian pasir 0.1 m, debit aliran 1.09 lt/det. Benda uji ini menggunakan pipa bulat dengan diameter 0.026 m, tinggi pilar 0.25 m sebagai alat untuk pengujian. Pengujian ini menggunakan standard tilting flume milik Laboratorium Hidrolika Jurusan Pen-didikan Teknik Sipil dan Perencanaan dengan dilengkapi sebuah pompa. Pengujian dilakukan satu kali dengan variasi bentuk tirai jembatan satu baris. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan, maka dapat diperoleh kes-impulan penggunaan tirai pengaman pilar jembatan ditata satu baris lurus lebih efektif 29% dibandingkan dengan pilar tanpa tirai pengaman. Sedangkan penggunaan tirai pengaman pilar ditata satu baris melengkung lebih efektif 25% dibandingkan dengan pilar tanpa tirai pengaman. Jika dilihat dari hasil gerusan di sekitar pilar jembatan yang terjadi pada masing-masing pengujian. Kata kunci: kedalaman gerusan, model pilar, variasi tirai.
Konfigurasi Batang Pada Perancangan Rangka Atap Bambu Wisnu Rachmad Prihadi; Galeh Nur Indriatno Putra Pratama
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.326 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v12i2.12592

Abstract

ABSTRACT  This study discusses the system design roof truss on a wide span which spans 15 m using bamboo materials, it is deemed necessary because of the material bamboo is a material that is readily available and can be used as themporary shelter as a temporary shelter disaster victims, therefore it needs to be done a review of some particular configuration rod placement diagonal rods. The purpose of the configuration of the rod is to obtain an optimal and efficient structure and implement connection system Moriscos on bamboo construction. On the pedestal roof frame is at the point of the column, so that in this condition is considered the foundation of the joints with horizontal movement of the pedestal reason restrained by anchor bolts and added restrained also by friction contact area of the pedestal. In this modeling study using bamboo material strap (Gigantochloa lear kurz) diameter of 6 cm, as a truss, and use the program SAP 2000 version 14 as a tool in calculating the truss. from reviewing several models from the rafters with bamboo material shows that the stiffness criterion for diagonal rod configuration on the model B which show the predicted vertical deflection z direction is small. As for the efficiency criteria in terms of style rod rod press (compression) due to the effect of buckling (buckling), various models have the smallest is the model A.  Keywords: bamboo, design, roof truss. ABSTRAK Kajian ini membahas perancangan sistem rangka atap pada bentang yang lebar yaitu bentang  15 m dengan menggunakan material bambu, hal ini dirasa perlu karena material bambu merupakan material yang mudah didapat dan dapat digunakan sebagai themporary shelter sebagai tempat tinggal sementara  korban bencana, oleh karena itu perlu dilakukan peninjauan terhadap beberapa konfigurasi penempatan batang khususnya batang diagonal. Tujuan dari konfigurasi batang tersebut adalah untuk mendapatkan struktur yang optimal dan efisien serta menerapkan sistem sambungan morisco pada konstruksi bambu. Pada tumpuan rangka atap berada pada titik kolom, sehingga dalam kondisi ini tumpuan dianggap sendi-sendi dengan alasan pergerakan horizontal tumpuan tertahan oleh angkur baut serta ditambahkan tertahan juga oleh gesekan bidang kontak tumpuan. Kajian permodelan ini menggunakan material bambu tali (gigantochloa apus kurz) berdiameter 6 cm, sebagai bahan rangka batang, dan menggunakan program SAP 2000 versi 14 sebagai alat bantu dalam menghitung struktur rangka batang dari peninjauan beberapa model dari rangka atap dengan material bambu menunjukkan bahwa untuk kriteria kekakuan maka konfigurasi batang diagonal pada model B yang menunjukkan prediksi defleksi vertikal arah z yang kecil. Sedangkan untuk kriteria efisiensi batang ditinjau dari gaya batang tekan  (compression) karena pengaruh tekuk (buckling), dari berbagai model dipilih yang terkecil adalah model A. Kata Kunci: bambu, perancangan, rangka atap.
Kampung sebagai Model Permukiman Berkelanjutan di Indonesia Noor Hamidah; R Rijanta; Bakti Setiawan; Muh. Aris Marfai
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.242 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v12i2.12586

Abstract

ABSTRACTThe concept of eco settlement is one of concept toward sustainability development. Eco settlement have three component as a part of sustainability development indicator, consist of: physical, economic, and social. Kampung is one of sustainable settlement model in the world by long history of kampung. Kampus is a part of formal and informal settlement. Kampung was occupied by million peoples with a unique characteristic of formal and informal sector in Indonesia. Kampung showed an integration of formal and informal activities within kampung and outside kampung.  The research objective is to identify of integration formal and informal activity within kampung, or activity between kampung to the city center. Kampung is an unique characteristic called “Kampung” or “Compact Kampung”. Research method is used decriptive-qualitative, with the research conducting exploring of potential Kampung focus on  urban riverside settlement area.  The location of research is “called a“first kampung” lies on  Kahayan riverside area, nowadays kampung develop to “Palangka Raya City”. Data collection is used two type, first step is field observation and second step is depth interview by key person and stakeholder. Pahandut Kampung has an integration within internal institution of kampung and integration among external institution of Kampung. This research prove that between Kampung Pahandut and Palangka Raya city could be not separate among social, economic and spatial.   Keywords: kampung, model, sustainable settlement ABSTRAKKonsep permukiman yang berwawasan lingkungan merupakan suatu konsep untuk menuju pembangunan yang berkelanjutan. Permukiman berwawasan lingkungan mempunyai tiga komponen yang digunakan sebagai indikator permukiman, yaitu: fisik, ekonomi, dan sosial Kampung merupakan salah satu model permukiman berkelanjutan ditinjau atas sejarah awal permukiman berasal dari Kampung. Kampung merupakan perpaduan permukiman formal dan informal. Kampung merupakan tempat bermukim jutaan penduduk dengan kekhasan penduduk bekerja di sektor formal dan informal. Kampung merupakan sebuah integrasi ditunjukkan oleh aktivitas formal dan informal baik aktivitas di dalam kampung tersebut maupun aktivitas kampung terhadap kota. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi integrasi aktivitas formal dan informal dalam sebuah Kampung yang menunjukkan keunikan “Kampung” atau lebih dikenal dengan sebutan “Compact Kampung”. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan mengekplorasi potensi dan sumberdaya Kampung di kawasan tepian sungai. Lokasi penelitian ialah “kampung-kampung awal” terletak di Kecamatan Pahandut dalam lingkup kawasan tepian Sungai Kahayan sebelum berkembang menjadi “Kota Palangka Raya”. Pengumpulan data melalui dua cara yaitu observasi lapangan dan wawancara dengan narasumber yaitu tokoh masyarakat dan pengampu kebijakan. Kampung Pahandut mempunyai kekhasan yaitu integrasi internal di antara integrasi institusi dalam sebuah Kampung Kota, dan juga integrasi eksternal diluar institusi kampung. Penelitian ini membuktikan bahwa sebuah kampung, dalam kasus ini keterkaitan Kampung Pahandut dengan Kota Palangka Raya tidak terpisah secara sosial, ekonomi maupun spasial.                                                                                                    Kata kunci: kampung, model, permukiman berkelanjutan.
Pengaruh Penempatan Tirai Segitiga Lurus dan Segitiga Lengkung terhadap Kedalaman Gerusan Lokal Muchtar Agus Tri Windarta; Didik Purwantoro
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.438 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v12i2.12591

Abstract

ABSTRACT  Pier is part of the bridge which is the most important because it serves to hold the weight of bridge and the weight of the charge passing through it. Then development on the pier of the bridge particularly on stability against local scouring due to the influence of the flow of river water to note. This test aims to find out the influence of variations in the placement of the curtains triangle straight and curved triangle. This study using models pier observation as a means of testing with parameters of depth of flow and discharge of water, with a height of 10 cm, the sand discharge flow 1.09 l/sec. The test Objects this uses pipe PVC with a diameter of 2,6 cm high pier, 25 cm as the pier for testing. Testing it uses a standard tilting flume. Testing done twice with the variation form of the curtain striangle straight and curved triangle. Based on the results of testing conclusion can be obtained that depth of scouring at point A on the pier using a variation of the curtain triangle straight can reduce the scouring of 70% while in the triangular curve blinds reduce scouring amounted to 66%, the depth of scouring in point B and D on the pier using a variation of the curtain triangle straight can reduce the scouring amounting to 72% while in the triangular arch blinds reduce the scouring amounting to 51%, and depth of scouring in point C on the pier using a variation of the triangle straight curtain can reduce scouring of 88% while in the triangle blinds arch reduce the scouring of 66%.  Keywords: depth of scouring, variety of curtains. ABSTRAK  Pilar merupakan bagian dari jembatan yang paling penting karena berfungsi untuk menahan berat badan jembatan itu sendiri dan berat muatan yang melintasinya. Maka pembangunan pada pilar jembatan terutama pada kestabilan terhadap gerusan lokal akibat pengaruh aliran air sungai perlu diperhatikan. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penempatan tirai segitiga lurus dan segitiga lengkung. Kajian ini menggunakan model pilar sebagai alat pengamatan pengujian dengan parameter kedalaman aliran dan debit air sama, dengan ketinggian pasir 10 cm, debit aliran 0.99 lt/det. Benda uji ini menggunakan pipa PVC dengan diameter 2,6 cm, tinggi pilar 25 cm sebagai model pilar untuk pengujian. Pengujian ini menggunakan standard tilting flume. Pengujian dilakukan dua kali dengan variasi bentuk tirai segitiga lurus dan segitiga lengkung.Berdasarkan hasil pengujian dapat diperoleh kesimpulan bahwa kedalaman gerusan di titik A pada pilar yang menggunakan variasi tirai segitiga lurus dapat mengurangi gerusan sebesar 70% sedangkan pada tirai segitiga lengkung mengurangi gerusan sebesar 66%, kedalaman gerusan di titik B dan D pada pilar yang menggunakan variasi tirai segitiga lurus dapat mengurangi gerusan sebesar 72% sedangkan pada tirai segitiga lengkung mengurangi gerusan sebesar 51%, dan kedalaman gerusan di titik C pada pilar yang menggunakan variasi tirai segitiga lurus dapat mengurangi gerusan sebesar 88% sedangkan pada tirai segitiga lengkung mengurangi gerusan sebesar 66%.Kata kunci: kedalaman gerusan, variasi tirai.
Pemanfaatan dan Modifikasi Limbah Plastik untuk Perbaikan Sifat Teknik (Kuat-Geser) Tanah Lempung Endaryanta Endaryanta; Dian Eksana Wibowo
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v12i2.12585

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine: (1) the value of unconfined compressive strength (qu) clay mixed shredded plastic waste serrated; (2) the value of the internal friction angle (φ) soil mixed shredded plastic waste serrated; (3) the value of soil friction (c) soil mixed shredded plastic waste serrated. This study used an experimental method. Plastic waste is cut by the jagged edges 1x1 cm and 1x0,5 cm then mixed in clay, compacted, and then tested robust free press and direct shear. Clay samples taken at elevation -0.30 m of area from Punukan Kulon Progo and Kasongan Bantul. Waste plastics using a former mineral water containers (plastic types PET). The results showed that the addition of pieces of plastic waste that size on clay will: (1) raise the value of the unconfined compressive strength (qu) of land at the rate of plastic 3% clay Kasongan, and if pieces of plastic rather large 1x1 cm on clay Wates (2) increase the internal friction angle (φ) if the levels of plastic 3% (clay Kasongan) and on clay Wates but only if the plastic is cut rather large 1x1 cm. (3) Soil frictionis going up at the rate of 2% plastic (clay Kasongan), raise the coherence, clay Wates if the plastic pieces small size 0,5x1 cm.Keywords: clay, direct shear, free press, waste plasticsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai kuat-tekan bebas (qu) tanah lempung yang dicampur cacahan limbah plastik bergerigi; (2) nilaisudut gesek intern  (φ) tanah yang dicampur cacahan limbah plastik bergerigi; (3) nilai  lekatan (c) tanah yang dicampur cacahan limbah plastik bergerigi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Limbah plastik dipotong-potong secara tepi bergerigi ukuran 1x1 cm dan 1x0,5 cm kemudian dicampurkan pada tanah lempung, dipadatkan, lalu diuji kuat tekan bebas dan geser langsung. Sampel lempung diambil pada elevasi -0,30 m dari daerah Punukan Kabupaten Kulonprogo dan Kasongan Kabupaten Bantul. Limbah plastik menggunakan bekas wadah air mineral (plastik jenis PET).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan potongan limbah plastik ukuran tersebut pada lempung akan: (1) menaikkan nilai kuat tekan bebas (qu) tanah pada kadar plastik 3% lempung Kasongan, dan jika potongan plastiknya agak besar 1x1cm pada lempung Wates (2) menaikkan sudut-kuat-geser (φ) jika kadar plastik 3% (lempung Kasongan) dan pada Lempung Wates tetapi hanya jika plastiknya dipotong agak besar 1x1cm. (3) lekatan akan naik pada kadar plastik 2% (lempung Kasongan), menaikkan lekatan, Lempung Wates jika potongan plastik ukuran kecil 0,5x1cm.Kata kunci: geser langsung, lempung, limbah plastik, tekan-bebas.
Potensi Ruang Hijau bagi Keberlangsungan Masyarakat Miskin Tepian Sungai Kahayan Tatau Wijaya Garib; Noor Hamidah; Indra Bakti Sangalang; Wijanarka Wijanarka
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v12i2.12590

Abstract

ABSTRACT Based on Palangka Raya history Pahandut is a first village around Kahayan riverside area. Dayak Ngaju peoples are oriented to the river as a life sources in The Conception of God Among A South Borneo People Hans Scharer wrote Dayak Ngaju is indigeous people occupied along Kahayan riverside area. Kahayan riverside area is main orientation for Dayaknese people do social activity and trading. Most of  Dayaknese people used technology building with philosophy Pasah Mandulang along Kahayan riverside area. Pasah Mandulang is implementation of Dayak Ngaju people about how to life and how to work around river. It is approved that river is an important for Dayak people for their life. This research is to try  the river function was changed because of city planning growth dynamic , where is occupation growth as an organic and sirculation pattern follow the occupation growth. This research objective is to explore  a potential public space along Kahayan Riverside area. This concept comes out with new settlement pattern as an image riverside area. This  concept try to keep a riverside history for people living around the river and philosophy of the river is still to maintain. Location of this research is open space area along Kahayan Riverside area. Research methodology consist of: (1) Bacis stage is to do some survey, quisioner and potential identification; (2) Literature review is to explore the information of settlement theory; (3) Observation stage is to use empirical study based on literature review and field observation; (4) Analysis stage  is to use combination with emphirical data based on literature review and field observation to observe; (5) Recommendation design stage is and to analysis how a sirculation and public space growth around a riverside area. Based on decsriptive method we will analyse how a sirculation and public space  growth can be explained to this area.The output of this research will consist of physical and non physical. For physical planning we try to design: (a) Planning for sirculation pattern; (b) planning for walkable pattern ; (c) design of building pattern; and (d) design of street furniture. For non-physical planning we try to design: (a) social activity planning; (b) ecomic activity planning; (c) concept of an unique activity around a riverside area. Keywords: analyses, renewal, settlement, riverside area ABSTRAKAwal mula sejarah Kota Palangka Raya adalah berawal dari permukiman di sekitar kawasan Tepian Sungai Kahayan. Orientasi masyarakat Dayak Ngaju yang hidup di bantaran sungai Kahayan ini memiliki orientasi rumah menghadap ke sungai. The Conception of God Among A South Borneo People menyatakan bahwa masyarakat Dayak sebagai suku asli terbesar yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Kahayan menganut falsafah hidup sungai sebagai sumber kehidupan, melakukan aktivitas sosial dan perdagangan dengan memanfaatkan jalur transportasi air. Fungsi Sungai sebagai falsafah masyarakat Dayak Ngaju yaitu konsep orientasi tempat tinggal menghadap ke sungai, dimana Sungai sebagai sumber kehidupan, hal ini diperkuat juga di tulisan Damang Yohanes Salilah (1977) dalam bukunya Teknologi Dayak Ngaju, menyertakan salah satu bangunan yang dikenalinya yaitu Pasah Mandulang di kawasan tepian Sungai Kahayan berfungsi sebagai tempat tinggal bagi para pendulang selama mereka bekerja. Penelitian ini membuktikan bahwa sungai merupakan orientasi, tempat tinggal dan tempat bekerja bagi masyarakat Dayak. Oleh karena itu, maka dirasakan kurang tepat bilamana kita meninggalkan konsepsi hidup masyarakat Dayak Ngaju tepian Sungai Kahayan, peran sungai sebagai orientasi, tempat tinggal dan mengembangkan kehidupan manusia. Namun dalam perkembangannya permasalahan muncul yaitu kota berkembang secara dinamis, perkembangan permukiman pun tumbuh secara organik, perkembangan pola jalan berorientasi ke darat dan perubahan orientasi pola hunian yang membelakangi sungai, semakin kontras dengan fungsi awal sungai sebagai falsafah hidup dan orientasi masyarakat Dayak Ngaju. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali potensi ruang terbuka di area permukiman tepian Sungai Kahayan dan mengembangkan konsep pola ruang bersama sebagai dasar studi di kawasan tepian Sungai Kahayan melalui kajian nilai historis kawasan yaitu menelaah kembali fungsi sungai berdasarkan falsafah hidup masyarakat Suku Dayak dimana orientasi sungai sebagai sumber kehidupan yang diimplementasikan dalam orientasi tempat tinggal dan sungai sebagai tempat bekerja bagi masyarakat Tepian Sungai Kahayan. Locus penelitian berada di area ruang terbuka kawasan permukiman tepian Sungai Kahayan yangterletak di Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya. Metodologi penelitian ini menggunakan beberapa tahapan yaitu: (1) tahap persiapan yaitu survey, wawancara dan identifikasi potensi; (2) Tahap Kajian Literatur/ literature review yaitu menggali berbagai informasi pengetahuan tentang teori permukiman; (3) Tahap Observasi yaitu kajian empirik/ pengamatan lapangan (field observation); (4) Tahap analisa menggunakan metode deskriptif-kualitatif berdasarkan hasil kajian literatur dan kajian empirik; dan (5) Tahap rekomendasi konsep Penelitian dijabarkan dalam konsep kajian aspek fisik dan non fisik lingkungan buatan permukiman antara lain (a) penataan pola pejalan kaki di ruang terbuka; (b) penataan pola sirkulasi; dan (c) penataan jalur hijau dan tipe-tipe street furniture kawasan. Sedangkan Aspek non fisik kajian akan dibatasi pada aspek-aspek: (a) sosial lingkungan; dan (b) ekonomi dan (c) jenis aktivitas di kawasan.  Kata kunci: kawasan tepian Sungai Kahayan, kota Palangkaraya, potensi, ruang terbuka publik

Page 1 of 1 | Total Record : 9