cover
Contact Name
Dr. Ismail, M.Pd.
Contact Email
mahagurujournal07@gmail.com
Phone
+6281380639777
Journal Mail Official
mahagurujournal07@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 17 Enrekang, South Sulawesi, Indonesia
Location
Kab. enrekang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Mahaguru
ISSN : 27217957     EISSN : 27217957     DOI : https://doi.org/10.33487/mgr
Core Subject :
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar is a peer-reviewed academic journal published by the Elementary School Teacher Education Study Program, Universitas Muhammadiyah Enrekang, Indonesia. The journal aims to promote the development and dissemination of scholarly knowledge, empirical research, theoretical perspectives, and innovative educational practices in elementary school teacher education and primary education. The journal provides an academic platform for researchers, lecturers, elementary school teachers, educational practitioners, and students to publish original research articles, conceptual studies, literature reviews, and critical discussions addressing contemporary issues in elementary education. The scope of the journal encompasses elementary school curriculum and instruction, teaching and learning strategies, child-centered pedagogy, educational technology and learning media, classroom assessment and evaluation, literacy and numeracy education, inclusive education, character education, teacher professional development, educational leadership, and innovation in primary education. Mahaguru particularly encourages research addressing educational challenges in rural, remote, frontier, and underserved communities, including teaching in resource-limited schools, contextual learning approaches, educational equity, culturally responsive pedagogy, and strategies for improving the quality of elementary education in diverse geographical and sociocultural contexts. Through scholarly publication, the journal seeks to strengthen research-based educational practices, support continuous professional development among elementary school educators, and contribute to improving the quality, accessibility, and equity of primary education at national and international levels.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Numeracy Anxiety and Mathematics Self-Efficacy in Mathematics Learning: Elementary Students' Perspectives Asbar Asbar; Hasan Hasan; Irman Syarif
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol. 6 No. 2 (2025): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v6i2.432

Abstract

Mathematics learning in elementary schools is not only influenced by cognitive abilities, but also by emotional experiences and students' beliefs in their abilities. This study aims to identify the profiles of numeracy anxiety and mathematics self-efficacy and analyze the relationship between these two variables in fifth-grade students of SDN 12 Enrekang. The study used a quantitative approach with a cross-sectional correlational design and involved 10 students through total sampling. Data were collected using a four-level Likert-type Numeracy Anxiety Scale and Mathematics Self-Efficacy Scale. Data were analyzed descriptively and using Spearman correlation. Based on the simulation data, the average numeracy anxiety score was 24.60, while the average mathematics self-efficacy score was 27.40. Most students were in the moderate category for both variables. The correlation analysis showed a strong and significant negative relationship between numeracy anxiety and mathematics self-efficacy (rs = -0.673; p = 0.033). These findings indicate that students with higher numeracy anxiety tend to have lower beliefs in mathematics abilities. The research results provide implications for teachers to build mathematics learning that supports a sense of security, experiences of success, and strengthening students' belief in their abilities.
Harmonisasi Mahasiswa di Tengah Adanya Heterogenitas Sosial di Jurusan PPKn FIS UNIMED Apni Nurita Saragih; Fahreza Rizki Tabrani; Fadillah Melani Putri; Putri Yohan Damanik; Julia Ivanna
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol. 4 No. 1 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i1.438

Abstract

Keberagaman agama, etnik, bahasa, budaya, dan latar sosial merupakan realitas yang melekat pada kehidupan kampus dan dapat menjadi modal integrasi sekaligus sumber friksi apabila tidak dikelola secara inklusif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan harmonisasi mahasiswa di tengah heterogenitas sosial pada Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan survei eksploratif yang didukung observasi. Sebanyak 11 mahasiswa mengisi kuesioner Google Form yang memuat 10 butir respons tertutup terkait pertemanan lintas agama, relasi mayoritas-minoritas, keberagaman etnik, Bhinneka Tunggal Ika, integrasi sosial, dan penghargaan terhadap perbedaan. Data dianalisis dengan frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan orientasi harmonisasi yang kuat: 90,9% responden bersedia berteman dengan mahasiswa berbeda agama; seluruh responden menjunjung Bhinneka Tunggal Ika, menolak heterogenitas sebagai alat perpecahan, menilai keberagaman dapat mendukung harmonisasi dan mempererat hubungan, tidak menjadikan bahasa, etnik, dan budaya sebagai penghalang pertemanan, serta menganggap penghargaan terhadap perbedaan penting bagi keharmonisan. Namun, persepsi mengenai dominasi kelompok mayoritas dan potensi heterogenitas menghambat integrasi masih muncul pada sebagian responden. Temuan ini menegaskan pentingnya interaksi setara, dialog lintas identitas, dan penguatan budaya kampus inklusif dalam menjaga harmonisasi mahasiswa.
Evaluasi Program Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD Swasta PAB Sampali Medan Inon Nasution; Saniah Nurhasanah; Ahmad Raihan Azizi; Cantika Amalia; Hemalia Putri Siregar; Ilham Muhammad Fajar
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol. 4 No. 1 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i1.439

Abstract

Evaluasi program pendidikan diperlukan agar sekolah memperoleh informasi yang sistematis untuk memperbaiki proses pembelajaran dan kinerja pendidik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi program pendidikan serta kontribusinya terhadap mutu pembelajaran di SD Swasta PAB Sampali Medan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah dan guru, observasi, serta analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa evaluasi dilaksanakan pada dua ranah utama. Evaluasi peserta didik dilakukan oleh guru melalui penilaian harian, penilaian semester, pengamatan pembelajaran, serta remedial bagi siswa yang belum mencapai nilai minimum. Evaluasi terhadap guru dilakukan melalui supervisi kepala sekolah dan pengawas; naskah penelitian juga melaporkan Penilaian Kinerja Guru secara berkala. Hasil evaluasi digunakan untuk mengidentifikasi kekurangan, mendiskusikan umpan balik, dan mendorong perbaikan praktik mengajar. Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi berfungsi sebagai mekanisme umpan balik dan tindak lanjut dalam penguatan mutu proses pembelajaran. Namun, penelitian belum menyajikan ukuran langsung perubahan hasil belajar atau indikator mutu sebelum dan sesudah evaluasi. Karena itu, kontribusi evaluasi lebih tepat dipahami sebagai dukungan terhadap proses perbaikan berkelanjutan, bukan sebagai bukti kausal peningkatan mutu pembelajaran.
Analisis Kesalahan Ejaan dalam Laporan Penelitian “Pembelajaran Bahasa melalui Syair Lagu” Altagracia Munthe; Saskia Aulia Angkat; Siska Wardhani; Siti Marhamah Telaumbanua
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol. 4 No. 1 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i1.440

Abstract

Ketepatan ejaan merupakan bagian penting dari keterbacaan dan kredibilitas karya ilmiah, tetapi kesalahan ortografis masih sering ditemukan dalam tulisan akademik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kembali dan mengklasifikasikan kesalahan ejaan pada laporan penelitian “Pembelajaran Bahasa melalui Syair Lagu” secara lebih konsisten berdasarkan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen. Data dibatasi pada 14 kutipan yang direproduksi dalam artikel sumber dan dianalisis melalui tahap identifikasi, pembandingan dengan kaidah EYD V, klasifikasi, dan verifikasi konteks kebahasaan. Hasil analisis menemukan 11 unit kesalahan ejaan yang terkonfirmasi, terdiri atas enam kesalahan tipografi atau bentuk kata (54,5%), dua kesalahan penggunaan tanda hubung pada bentuk ulang (18,2%), dua kesalahan tanda baca (18,2%), dan satu kesalahan penggunaan huruf miring pada istilah asing (9,1%). Pemeriksaan ulang juga menunjukkan bahwa beberapa temuan sebelumnya perlu direklasifikasi: persoalan “Slametmulyana” memerlukan verifikasi nama diri, tanda tanya dalam kurung dapat berfungsi secara sah untuk menandai keraguan, sedangkan “serat fiber” lebih dekat pada masalah diksi atau istilah. Temuan menegaskan pentingnya membedakan kesalahan ejaan, diksi, sintaksis, dan konvensi editorial dalam penyuntingan akademik.
Kesulitan Menulis Teks Ulasan pada Siswa Kelas VI: Perspektif Guru di SDN 106812 Bandar Klippa Silvia Varanisa Nainggolan; Tamariska Sarbani Barus; Sandiva Enjelica Lesmana; Eounike Trifena Ginting
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol. 4 No. 1 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i1.441

Abstract

Kemampuan menulis teks ulasan menuntut siswa mengintegrasikan pemahaman bacaan, penafsiran, penilaian, dan pengorganisasian gagasan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesulitan menulis teks ulasan pada siswa kelas VI berdasarkan perspektif guru di SDN 106812 Bandar Klippa, faktor yang menyertainya, dan respons pembelajaran yang digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data utama adalah seorang guru kelas VI-B pada kelas yang beranggotakan 26 siswa. Data diperoleh melalui wawancara/kuesioner terstruktur yang memuat 10 pertanyaan dan dokumentasi pendukung, kemudian dikelompokkan ke dalam tema kesulitan, faktor penyebab, strategi pembelajaran, dan capaian belajar. Guru melaporkan bahwa kesulitan paling menonjol terdapat pada tahap menafsirkan isi dan menganalisis teks. Faktor internal yang dominan adalah rendahnya minat membaca, sedangkan faktor eksternal mencakup keterbatasan media pembelajaran dan tidak meratanya dukungan keluarga. Guru menyatakan menggunakan Problem-Based Learning, diskusi, demonstrasi, pembiasaan literasi sebelum pembelajaran, motivasi, bimbingan, dan ice breaking. Nilai rata-rata siswa dilaporkan berada pada rentang 75-79 dengan KKM 70. Temuan menunjukkan bahwa ketercapaian nilai minimum tidak meniadakan kesulitan proses; pembelajaran memerlukan penguatan membaca-ke-menulis, media yang lebih variatif, dan dukungan literasi yang konsisten.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Perhatian Guru dengan Minat Belajar Siswa di SDN KIP Maccini Kota Makassar Rizky Ekawaty Ahmad; Andi Maryam; Irfandi Idris; Arief Hasjaya
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol. 4 No. 1 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i1.443

Abstract

Minat belajar siswa sekolah dasar berkembang melalui interaksi antara karakteristik individu dan dukungan sosial di rumah maupun sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola asuh orang tua, perhatian guru, dan minat belajar siswa kelas V SDN KIP Maccini Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 31 siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil menunjukkan bahwa pola asuh authoritative merupakan kategori terbanyak (15 siswa; 48,38%), diikuti uninvolved (22,58%), authoritarian (16,13%), dan indulgent (12,90%). Perhatian guru berada pada kategori sangat baik (54,84%) dan baik (45,16%), sedangkan minat belajar berada pada kategori sangat tinggi (74,19%) dan tinggi (25,81%). Uji Kolmogorov-Smirnov terhadap residual menghasilkan statistik 0,146 dengan p = 0,088, sehingga asumsi normalitas residual terpenuhi pada taraf 0,05. Secara substantif, temuan menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan perhatian guru merupakan bagian penting dari lingkungan belajar yang memelihara minat siswa. Sinergi rumah dan sekolah perlu diperkuat melalui komunikasi positif, dukungan otonomi, umpan balik yang konstruktif, dan keterlibatan belajar yang berkelanjutan.
Animasi Dunia Glen sebagai Media Literasi Digital dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD Wulandari Wulandari; Putri Meida Sari; Shima Mutmainna
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol. 4 No. 1 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i1.444

Abstract

Perkembangan teknologi digital memperluas pilihan media pembelajaran bahasa di sekolah dasar, tetapi pemanfaatannya perlu melampaui aktivitas menonton dan diarahkan pada pembentukan literasi digital serta keterampilan berbahasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi animasi Dunia Glen sebagai media literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen yang didukung kajian pustaka naratif. Sumber utama berupa konten animasi Dunia Glen, sedangkan sumber pendukung meliputi literatur tentang literasi digital, multimedia pembelajaran, video animasi, dan pembelajaran bahasa. Data dianalisis melalui pengelompokan tematik pada aspek isi kebahasaan, representasi audiovisual, dimensi literasi digital, dan kebutuhan mediasi guru. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dunia Glen memiliki kekuatan pada penyajian naratif, visualisasi dinamis, pengenalan huruf melalui konteks cerita, serta peluang untuk membangun keterlibatan belajar. Potensi literasi foto-visual dan sosial-emosional tampak lebih kuat, sedangkan literasi informasi, produksi digital, dan navigasi nonlinier memerlukan aktivitas lanjutan yang dirancang guru. Dengan demikian, animasi lebih tepat digunakan sebagai pemantik pembelajaran yang diikuti kegiatan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan refleksi digital. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi desain multimedia dan pedagogi agar media digital benar-benar mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia yang bermakna.
Penguatan Kepercayaan Diri Siswa Kelas I melalui Permainan 'Kukenali Dirimu' dalam Pembelajaran PPKn Matlimin Matlimin; Nur Fathonah; Ika Sari Nuridah
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol. 4 No. 1 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i1.445

Abstract

Kepercayaan diri pada kelas awal berperan penting dalam keberanian siswa berbicara, menyampaikan pendapat, dan membangun relasi sosial selama pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mendeskripsikan penerapan permainan 'Kukenali Dirimu' pada materi PPKn 'Ayo Memperkenalkan Diri dengan Sopan' serta perubahan indikator perilaku percaya diri siswa kelas I SDN Kebraon II Surabaya. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa; pada kondisi awal 16 siswa (64%) menunjukkan keraguan diri, enggan menyampaikan pendapat, atau malu berinteraksi. Tindakan dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data utama diperoleh dari lembar keterlaksanaan pembelajaran, rubrik performa lisan, pengamatan dua observer, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan capaian antarsiklus. Hasil menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 84% pada Siklus I menjadi 89% pada Siklus II. Capaian performa memperkenalkan diri meningkat dari 54% menjadi 75%, disertai perubahan yang teramati pada kelantangan suara, ekspresi, dan keberanian tampil. Temuan menunjukkan bahwa permainan terarah dapat menyediakan ruang latihan sosial yang aman bagi siswa kelas awal. Namun, hasil ini merepresentasikan perubahan perilaku percaya diri dalam konteks pembelajaran dan tidak dimaksudkan sebagai diagnosis psikologis konsep diri.
Minat Belajar Siswa dan Penggunaan Media dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI SD Negeri 104202 Bandar Setia Alfajra Muliaty Puteri Zein; Rani Rosaria Tinambunan; Rosvelly R Hutasoit; Sarah Pratiwi
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol. 4 No. 1 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i1.446

Abstract

Minat belajar menjadi salah satu kondisi psikologis yang mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan minat belajar siswa dan persepsi mereka terhadap penggunaan media pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI SD Negeri 104202 Bandar Setia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sebanyak 24 siswa mengisi kuesioner berisi 10 pernyataan dengan tiga alternatif respons: selalu, jarang, dan tidak pernah. Data dianalisis menggunakan skor tertimbang dan rerata. Total skor mencapai 536 dengan rerata keseluruhan 2,23 pada skala 1-3, sehingga minat belajar secara umum berada pada kategori cukup baik berdasarkan kriteria penelitian. Respons tertinggi terdapat pada kehadiran ketika guru berhalangan (2,92), semangat mengikuti pelajaran (2,71), dan usaha memahami materi (2,67). Sebaliknya, pemanfaatan kesempatan menyampaikan pendapat (1,71) dan persepsi penggunaan media pembelajaran (1,38) menjadi aspek terendah. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan afektif siswa relatif positif, tetapi partisipasi verbal dan dukungan media pembelajaran masih perlu diperkuat. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih interaktif, multimodal, dan memberi ruang ekspresi siswa berpotensi memelihara minat belajar secara lebih konsisten.
Efektivitas Teknik Reka Cerita Gambar (RCG) terhadap Keterampilan Menulis Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Omega Megarani; Ros Suryaningsih Ge’e; Fitriani Fitriani; Rahayu Rahayu; Muhammad Al Farisi; Paisal Rahman Hutapea
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol. 4 No. 1 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i1.449

Abstract

Keterampilan menulis menuntut siswa mengembangkan, mengurutkan, dan mengekspresikan gagasan secara tertulis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan keterampilan menulis siswa kelas IV setelah pembelajaran menggunakan teknik Reka Cerita Gambar (RCG). Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental satu kelompok dengan pretest dan posttest pada 20 siswa kelas IV SD Nurul Hasanah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, tahun ajaran 2022/2023. Data diperoleh melalui tes menulis, observasi, dan dokumentasi. Skor tes berada pada rentang 0-10 dan dianalisis secara deskriptif, menggunakan normalized gain, serta uji Wilcoxon signed-rank. Rata-rata skor meningkat dari 2,65 (SD = 0,99) pada pretest menjadi 8,55 (SD = 1,00) pada posttest. Seluruh siswa mengalami peningkatan sebesar 5-7 poin. Nilai normalized gain sebesar 0,803 termasuk kategori tinggi. Uji Wilcoxon exact menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah pembelajaran (W = 0; p < 0,001). Temuan menunjukkan bahwa RCG berpotensi menjadi penyangga visual yang membantu siswa mengembangkan dan mengurutkan ide sebelum menulis. Karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, perubahan skor perlu ditafsirkan sebagai peningkatan dalam kelompok, bukan sebagai bukti kausal yang sepenuhnya terisolasi.