cover
Contact Name
Dara Fatia
Contact Email
darafatia@usk.ac.id
Phone
+6285260959380
Journal Mail Official
jsu@usk.ac.id
Editorial Address
Gedung FISIP, Universitas Syiah Kuala Jl. Teuku Nyak Arief, Darussalam, Banda Aceh, Aceh - Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sosiologi USK: Media Pemikiran & Aplikasi
ISSN : 22525254     EISSN : 26548143     DOI : 10.24815
Core Subject :
Jurnal Sosiologi USK: Media Pemikiran & Aplikasi (JSU) is an international, open-access, and double-blind peer-reviewed journal committed to fostering critical sociological inquiry and empirical research. The journal serves as an academic forum for researchers, academicians, and practitioners to disseminate original studies, theoretical reflections, and critical perspectives on contemporary social dynamics. JSU prioritizes manuscripts that demonstrate a strong sociological orientation by integrating theory, methodology, and empirical evidence to analyze social structures, relations, and transformations. Interdisciplinary approaches are welcomed, provided that sociology remains the primary analytical framework. Accredited SINTA3, JSU maintains rigorous editorial standards and ethical publishing practices, contributing to the development of contextual, policy-relevant, and internationally engaged sociological knowledge.
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Keterlibatan Perempuan dalam Politik Lokal dan Pembangunan Daerah di Kabupaten Aceh Barat Arfriani Maifizar; Farisah Humaira; Sri Handayani; Riki Yulanda; Yulina Astuti
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Sosiologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v20i1.2196

Abstract

This study aims to analyze women's political participation in regional development through the implementation of representative functions in the Regional House of Representatives (DPRK) of West Aceh Regency. The study focuses on how women carry out legislative, budgeting, oversight, and representative functions in supporting regional development, as well as the challenges they encounter in performing these roles. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Gender and Development (GAD) theory proposed by Caroline Moser. The findings reveal that female members of the DPRK contribute to regional development by accommodating and articulating public aspirations, participating in discussions on development programs within their respective commissions, exercising oversight functions, and engaging in policy deliberations related to public health, social welfare, community empowerment, and the protection of vulnerable groups. These representative functions are carried out based on institutional responsibilities assigned through commissions and electoral constituencies rather than gender identity. Nevertheless, women continue to face challenges stemming from patriarchal culture, gender stereotypes, and public perceptions that question women's leadership capacity, which affect their political participation within the legislative institution. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi politik perempuan dalam pembangunan daerah melalui pelaksanaan fungsi representasi di DPRK Kabupaten Aceh Barat. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk partisipasi perempuan dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, dan representasi masyarakat serta hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan fungsi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori Gender and Development (GAD) yang dikembangkan oleh Caroline Moser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota DPRK perempuan berpartisipasi dalam pembangunan daerah melalui penyerapan dan penyampaian aspirasi masyarakat, pembahasan program pembangunan sesuai bidang komisi, pelaksanaan fungsi pengawasan, serta keterlibatan dalam pembahasan kebijakan yang berkaitan dengan kesehatan, kesejahteraan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan kelompok rentan. Pelaksanaan fungsi representasi tersebut dilakukan berdasarkan pembagian tugas kelembagaan sesuai komisi dan daerah pemilihan, bukan berdasarkan identitas gender. Meskipun demikian, perempuan masih menghadapi hambatan berupa budaya patriarki, stereotip gender, serta persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan yang memengaruhi partisipasi politik mereka dalam lembaga legislatif.
Reproduksi dan Transformasi Nilai Sosial dalam Keluarga Kawin Anom pada Masyarakat Banjar Pesisir Purnama Sari; Tri Nur Putri; Salwiyah Fitriani; Tri Rahmadana; Rivie Selvianti
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Sosiologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v20i1.2241

Abstract

Kawin Anom, a local Banjar term referring to early marriage, remains prevalent in rural communities and is often associated with various forms of social vulnerability. However, studies examining how families formed through Kawin Anom simultaneously reproduce and transform social values in child-rearing practices remain limited. This study aims to analyze the reproduction and transformation of social values within Kawin Anom  families among the coastal Banjar community in Paluh Manan Village, Deli Serdang Regency, and to identify the strategies employed by parents to transmit these values to their children. This research employed a descriptive qualitative approach using Pierre Bourdieu’s theory of social reproduction and the concept of social value transformation as analytical frameworks. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving ten key informants from Kawin Anom families, supported by community leaders and village officials. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Kawin Anom families continue to reproduce various social values, including religiosity, responsibility, honesty, discipline, hard work, social concern, and independence. At the same time, a transformation of values has occurred, reflected in parents’ changing perceptions of the importance of education, their aspirations for their children’s future, and their desire to break the intergenerational cycle of Kawin Anom. The transmission of values is carried out through role modeling, habituation, advice, storytelling, rewards, and sanctions. These findings suggest that Kawin Anom families function not only as sites for the reproduction of social values but also as arenas in which social change is negotiated within the coastal Banjar community. Abstrak Praktik Kawin Anom yang masih bertahan di masyarakat pedesaan sering dikaitkan dengan berbagai kerentanan sosial. Namun, kajian mengenai bagaimana keluarga pelaku Kawin Anom mereproduksi sekaligus mentransformasikan nilai-nilai sosial dalam pengasuhan anak masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reproduksi dan transformasi nilai sosial dalam keluarga Kawin Anom pada masyarakat Banjar pesisir di Desa Paluh Manan, Kabupaten Deli Serdang, serta strategi yang digunakan orang tua dalam mentransmisikan nilai-nilai tersebut kepada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan teori reproduksi sosial Pierre Bourdieu dan konsep transformasi nilai sosial sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan utama dari keluarga Kawin Anom, serta didukung oleh tokoh masyarakat dan aparat desa. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga Kawin Anom tetap mereproduksi berbagai nilai sosial, seperti religiusitas, tanggung jawab, kejujuran, disiplin, kerja keras, kepedulian sosial, dan kemandirian. Di sisi lain, terjadi transformasi nilai yang ditandai oleh perubahan cara pandang orang tua terhadap pentingnya pendidikan, harapan terhadap masa depan anak, serta keinginan untuk memutus mata rantai Kawin Anom antargenerasi. Transmisi nilai dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, cerita, pemberian penghargaan, dan sanksi. Temuan ini menunjukkan bahwa keluarga Kawin Anom tidak hanya berperan sebagai ruang reproduksi nilai sosial, tetapi juga menjadi arena negosiasi perubahan sosial dalam masyarakat Banjar pesisir.