cover
Contact Name
Frets Keriapy
Contact Email
fretskeriapy1106@gmail.com
Phone
+6282138755314
Journal Mail Official
fretskeriapy1106@gmail.com
Editorial Address
RT09/RW01, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang - Jawa Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM
ISSN : -     EISSN : 30482194     DOI : 10.47530
Core Subject :
Tikkun-Olam Journal is a research and Community Service (PKM) journal for lecturers and students, published by Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga. Tikkun-Olam Journal invites lecturers and students to publish the results of research conducted individually, collaboratively with lecturers, or together with fellow students. Tikkun-Olam Journal has also been assigned an Online ISSN: 3048-2194. The name “Tikkun-Olam” consists of two Hebrew words. The word Tikkun is often translated as “repair” or “restoration.” It can also be used to describe the act of straightening something that is bent, maintaining a path, trimming nails, setting a table, or constructing a parable to explain a difficult idea. Meanwhile, the word Olam connotes an extended period of time and is commonly translated as “world.” The Tikkun-Olam Journal is established with the hope that the articles published in the journal will encourage and inspire readers to engage in acts of restoration, straighten what is crooked, increase social awareness, and uphold a mission for the development and advancement of society. Focus and Scope The focus and scope of Tikkun-Olam Journal include: Christian Religious Education Christian Leadership Globalization of Education Early Childhood Education Church and Community Development
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Pelatihan Guru Sekolah Minggu: Mengembangkan Sekolah Minggu Kreatif, Inovatif Era Digital di GKJTU Kembang - Salatiga Santosa Santosa
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 1, No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan PKM - April 2024
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jko.v1i1.203

Abstract

Sunda Sunday School as a platform for spiritual development for children is crucial in fostering creative and innovative services in the digital era. Creative and innovative services are closely tied to the quality of Sunday School teachers. The North Central Java Christian Church in Kembang, Salatiga, is sensitive to the need to improve the quantity and quality of Sunday School teachers through training. Community Development in the form of training for prospective and current Sunday School teachers has an impact on enhancing teachers' understanding in developing creative and innovative Sunday Schools in the digital age. Enhancements include increased dedication to serving children, leadership skills, and the creation of creative, context-appropriate praise. Participants in the training also experience improvement in crafting creative stories and developing innovative storytelling skills using digital media. Furthermore, participants experience improvement in formulating reflective questions in Sunday School learning. Teachers are the backbone of the quality of Sunday School services; therefore, it is important to conduct training and development programs for Sunday School teachers in a systematic and varied manner according to the needs of the local church in the digital era.AbstrakSekolah Minggu sebagai wadah pembinaan rohani anak penting mengembangkan pelayanan kreatif dan inovatif di era digital. Pelayanan kreatif dan inovatif tidak lepas dari kualitas Guru Sekolah Minggunya. Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) Kembang, Salatiga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan peningkatan kuantitas dan kualitas Guru Sekolah Minggu melalui pemberian pelatihan. Pengembangan kepada Masyarakat (PKM) berbentuk pelatihan bagi calon dan Guru Sekolah Minggu berdampak terhadap peningkatan pemahaman guru mengembangkan Sekolah Minggu kreatif dan inovatif di era digital. Peningkatan tersebut antara lain: meningkatnya panggilan melayani anak, keterampilan memimpin dan menciptakan pujian kreatif, inovatif sesuai konteks gereja. Peserta pelatihan juga mengalami peningkatan menyusun cerita kreatif, memiliki peningkatan kemampuan mengemas cerita secara inovatif memanfaatkan media digital. Selanjutnya peserta mengalami peningkatan mengembangkan pertanyaan reflektif dalam pembelajaran di Sekolah Minggu. Guru merupakan ujung tombak kualitas pelayanan Sekolah Minggu, penting melakukan pelatihan dan program pengembangan Guru Sekolah Minggu secara terprogram dan variatif sesuai kebutuhan gereja lokal di era digital.
Pemuridan melalui Program Menjadi Seperti Kristus (MSK) 1 GBI untuk Mempersiapkan Baptisan Generasi Z bagi Pertumbuhan Gereja Wennar Wennar; Lenny Lenny; Ana Ariesanita; Ferry Simanjuntak
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 2 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - Oktober 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i2.264

Abstract

Generation Z faces challenges in growing their faith due to their low spiritual index. Many Junior Church-age teenagers do not yet understand the doctrine of salvation and the importance of immersion baptism. The discipleship program based on the "Becoming Like Christ" (MSK) Module 1 was implemented to guide them in understanding the Christian faith systematically. The method used included ten online learning sessions via Zoom and Google Meet, with daily mentoring by mentors. As a result, four out of five participants decided to be baptized by immersion. This success shows the effectiveness of the program in building theological understanding and spiritual commitment of teenagers. However, challenges such as limited number of participants and online interactions need to be overcome through the development of hybrid methods. The implementation of MSK 1 in more local churches can strengthen the regeneration of Christian faith and sustainable congregation growth.AbstrakGenerasi Z menghadapi tantangan dalam pertumbuhan iman akibat rendahnya indeks spiritual mereka. Banyak remaja usia Junior Church belum memahami doktrin keselamatan dan pentingnya baptisan selam. Program pemuridan berbasis Modul "Menjadi Seperti Kristus" (MSK) 1 diterapkan untuk membimbing mereka dalam memahami iman Kristen secara sistematis. Metode yang digunakan mencakup sepuluh sesi pembelajaran daring melalui Zoom dan Google Meet, dengan pendampingan harian oleh mentor. Hasilnya, empat dari lima peserta memutuskan untuk dibaptis selam. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas program dalam membangun pemahaman teologis dan komitmen rohani remaja. Namun, tantangan seperti keterbatasan jumlah peserta dan interaksi daring perlu diatasi melalui pengembangan metode hybrid. Implementasi MSK 1 di lebih banyak gereja lokal dapat memperkuat regenerasi iman Kristen dan pertumbuhan jemaat secara berkelanjutan.
Hidup Dalam Kuasa Kerjaan Allah: Membentuk Pemahaman tentang Visi Allah dan Membangun Spiritualitas Melalui Kegiatan Kingdom Power Camp Romelus Blegur; Isaiah Isaiah; Doye Kim; Sonya Debora Atty; Leniwan Darmawati Gea; Yanti Yanti; Nehemia Natanael Simatupang
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 1 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - April 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i1.245

Abstract

God's vision is the fundamental foundation in the life of a Christian, because without it Christians cannot live and show their identity authentically with good spirituality. Good spirituality can only be built on biblical teachings, and change lives as its players. The purpose of the Community Service (PkM) activity through Kingdom Power Camp is to guide STT ATI students to understand God's vision so that their spirituality grows according to God's intentions and purposes. The methods used in this PkM activity are lecture groups, discussions and sharing. The results of the activity were that participants appreciated the implementation of the activity so that the activity was interesting and achieved the expected results. Related to that, the material presented can be understood by them. In addition, the activity has an impact on the growth of their spirituality.AbstrakVisi Allah merupakan landasan mendasar dalam hidup orang Kristen, sebab tanpa itu orang Kristen tidak dapat menjalani dan menunjukkan identitasnya secara otentik dengan spiritualitas yang baik. Spiritualitas hidup yang baik hanya dapat dibangun di atas pengajaran Alkitabiah, serta perubahan hidup sebagai perwujudannya. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Kingdom Power Camp adalah membimbing mahasiswa STT ATI memahami visi Allah sehingga spiritualitas mereka bertumbuh sesuai dengan maksud dan tujuan Allah. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah ceramah, diskusi dan sharing kelompok. Hasil dari kegiatan tersebut adalah peserta mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut bahwa kegiatan tersebut menarik dan mencapai hasil yang diharapkan. Terkait itu, materi yang disampaikan dapat mereka pahami. Selain itu kegiatan tersebut memberi dampak bagi pertumbuhan spiritualitas mereka. 
Kepemimpinan Musa: Penyangkalan Diri dan Transformasi Identitas dalam Perspektif “Theological Servant Leadership” Mariani Harmadi; Anjai Silalahi
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 3, No 1 (2026): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - April 2026
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v3i1.322

Abstract

Contemporary Christian leadership faces ethical challenges, including elitist tendencies, the commodification of ministry, and image-oriented practices that shift its theological foundation. This study aims to analyze Moses’ leadership as a corrective model through the perspectives of self-denial and identity transformation, while proposing a conceptual framework of theological servant leadership. The research employs a qualitative library-based approach using theological–hermeneutical analysis of biblical texts, particularly Exodus, Numbers, and Deuteronomy, in dialogue with modern leadership theories. The findings indicate that Moses’ leadership is characterized by identity transformation from privilege to divine calling, self-denial as an ethical foundation, and a relationship with God as the source of authority. Based on these findings, this study proposes theological servant leadership as an integrative model combining spiritual, ethical, and relational dimensions. This model extends modern servant leadership by placing relational spirituality at the center of leadership formation, contributing to integrity-based, transformative, and God-centered Christian leadership.AbstrakKepemimpinan rohani kontemporer menghadapi tantangan etis berupa kecenderungan elitis, komodifikasi pelayanan, dan orientasi pada citra yang menggeser dasar teologis kepemimpinan Kristen. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan Musa sebagai model korektif melalui perspektif penyangkalan diri dan transformasi identitas, sekaligus membangun konstruksi theological servant leadership. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis teologis-hermeneutik terhadap teks Alkitab, khususnya kitab Keluaran, Bilangan, dan Ulangan, yang didialogkan dengan teori kepemimpinan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Musa ditandai oleh transformasi identitas dari privilese menuju panggilan ilahi, penyangkalan diri sebagai fondasi etis, serta relasi dengan Allah sebagai sumber legitimasi otoritas. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menawarkan model theological servant leadership yang mengintegrasikan dimensi spiritual, etis, dan relasional. Model ini memperluas diskursus servant leadership modern dengan menempatkan spiritualitas relasional sebagai pusat pembentukan kepemimpinan Kristen yang berintegritas, transformatif, dan berpusat pada Allah.
Program Pembinaan Wali Murid di Tk Kristen Gilgal Terpadu terhadap Peningkatan Pemahaman Pengasuhan Anak Emelia Emelia; Sriyati Sriyati
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 1, No 2 (2024): Penelitian dan PKM - Oktober 2024
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v1i2.226

Abstract

Parents play an important role in raising children because the growth and development of children fundamentally depend on parental roles. Similarly, children require affection from parents during their growth and development. Various issues arise such as parents frequently scolding children harshly, parents often pinching children when they refuse to go to school or when they are fussy, scolding children in front of others, comparing children with their peers, and parents resorting to violence in raising children. The research method employed was qualitative, conducted among 4 families in Gilgal Integrated Christian Kindergarten. Data collection instruments included observation, interviews, and documentation. Based on the research findings, it is concluded that implementing parenting seminars can enhance parents' understanding of child-rearing. AbstrakOrang tua memiliki peranan penting dalam mengasuh anak karena pertumbuhan dan perkembangan anak pada dasarnya tidak terlepas dari peran orang tua. Begitu juga dengan anak yang memerlukan kasih sayang dari orang tua dimasa pertumbuhan dan perkembangan anak.  Berbagai masalah yang terjadi adalah orang tua masih sering menegur anak dengan kata-kata kasar, orang tua sering mencubit anak ketika anak tidak mau ke sekolah, atau sedang rewel, memarahi anak di depan orang banyak, membanding-bandingkan anak dengan teman sebayanya, dan orang tua juga sering menggunakan kekerasan dalam mengasuh anak. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dan Penelitian dilakukan kepada 4 keluarga di TK kristen Gilgal Terpadu. Instrumen pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dikumentasi. Berdasarkan hasil temuan penelitian disimpulkan bahwa penerapan program pembinaan yaitu seminar parenting mampu meningkatkan pemahaman orang tua terhadap pengasuhan anak
Pendampingan Rohani melalui Pendalaman Alkitab dalam meningkatkan Kepemimpinan Remaja GBI Betesda Wamena Joshua Emmanuel; Robert Willem Bobby Talubun
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 2 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - Oktober 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i2.278

Abstract

This community service activity (PKM) aims to instill leadership attitudes as an essential aspect that should be cultivated from adolescence, particularly in the context of the local church. However, the challenges of the times and the lack of spiritual mentoring have caused many Christian teenagers to experience a loss of values and a lack of direction in faith-based leadership. Based on this condition, this PKM was carried out to nurture the leadership character of the youth at GBI Betesda Wamena through a Bible study approach. The methods used in this activity included lectures, demonstrations, question-and-answer sessions, small group discussions, personal mentoring, and evaluations. This program involved 12 active teenagers from GBI Betesda Wamena and was conducted over several meetings. The results showed that the participants demonstrated high enthusiasm for Bible study, with 83.3% regularly reading the Bible on their own. After the program, most participants showed positive behavioral changes, such as the desire to become role models (33.3%), intercessors (25%), and helpers to others (41.7%). The findings suggest that consistent spiritual mentoring grounded in the Word of God is effective in shaping the leadership character of Christian youth. This activity serves as a model of faith formation that can be replicated to guide church youth in developing responsible the importance of the result or a brief conclusion.AbstrakPKM ini bertujuan untuk menanamkan sikap kepemimpinan sebagai aspek penting yang perlu ditanamkan sejak masa remaja, terutama dalam konteks gereja lokal. Namun, tantangan zaman dan minimnya pendampingan rohani membuat banyak remaja Kristen mengalami kekosongan nilai dan kurangnya arah kepemimpinan yang berlandaskan iman. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan sikap kepemimpinan remaja GBI Betesda Wamena melalui pendekatan pendalaman Alkitab. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, demonstrasi, tanya jawab, kelompok kecil, pendampingan pribadi, serta evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 12 remaja aktif dari GBI Betesda Wamena dan dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para remaja memiliki antusiasme tinggi terhadap pendalaman Alkitab, dengan 83,3% dari mereka secara rutin membaca Alkitab secara pribadi. Setelah kegiatan, sebagian besar peserta menunjukkan perubahan sikap yang positif, seperti keinginan menjadi teladan (33,3%), menjadi pendoa (25%), dan menjadi penolong bagi sesama (41,7%). Diskusi dari hasil ini menunjukkan bahwa pendampingan rohani yang konsisten dan berbasis firman Tuhan efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan remaja. Kegiatan ini menjadi model pembinaan iman yang dapat direplikasi untuk mendampingi remaja gereja dalam membentuk kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Dialectical Interaction Between Religion and Society: Weber and Niebuhr's Thought Analysis Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura; Jean Calvin Riedel Mawikere; Daniella Beauty Melanesia Mawikere
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 1, No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan PKM - April 2024
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jko.v1i1.199

Abstract

The interaction between religion and society has a significant impact on social, economic, and cultural development. This analysis focuses on the thoughts of Max Weber and Richard Niebuhr. Weber observed the Protestant ethic values, particularly among Calvinists, which influenced the emergence of modern capitalism. Conversely, Niebuhr investigated the complex interaction between Christ's teachings and the cultural reality of humanity influenced by sin. The research method used is descriptive qualitative with literature review as the main approach. With this approach, in-depth analysis can be conducted without field research. The results of the analysis are expected to provide a better understanding of the interaction between religion and society and its impact on social change. The conclusion emphasizes the importance of this understanding in improving social and cultural conditions within society. Practical recommendations and further research can be suggested based on the findings. This article not only contributes theoretically but also provides a foundation for real efforts in improving society through a better understanding of the interaction between religion and society.AbstrakInteraksi antara agama dan masyarakat memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya. Analisis ini memfokuskan pemikiran Max Weber dan Richard Niebuhr. Weber memperhatikan nilai-nilai etika Protestan, khususnya di kalangan Calvinis, yang memengaruhi munculnya kapitalisme modern. Sebaliknya, Niebuhr menyelidiki interaksi kompleks antara ajaran Kristus dan realitas kebudayaan manusia yang terpengaruh oleh dosa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kajian pustaka sebagai pendekatan utama. Dengan pendekatan ini, analisis mendalam dapat dilakukan tanpa penelitian lapangan. Hasil analisis diharapkan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang interaksi agama dan masyarakat serta dampaknya pada perubahan sosial. Kesimpulan menekankan pentingnya pemahaman ini dalam meningkatkan kondisi sosial dan budaya dalam masyarakat. Rekomendasi praktis dan penelitian lanjutan dapat disarankan berdasarkan temuan-temuan yang dihasilkan. Artikel ini tidak hanya berkontribusi secara teoretis, tetapi juga memberikan landasan bagi upaya nyata dalam memperbaiki masyarakat melalui pemahaman yang lebih baik tentang interaksi agama dan masyarakat.
Peningkatan Ekonomi Jemaat IFGF Harvest Hills Semarang Melalui Pelatihan Prasejahtera Memproduksi Produk Turunan Eco Enzim Wenny Kartika Susanto; Aji Suseno
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 2 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - Oktober 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i2.282

Abstract

Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, dalam upaya meningkatkan ekonomi prasejahtera jemaat IFGF Harvest Hill Semarang, dilakukan upaya pelatihan pembuatan eco-enzym melalui pendampingan yang dilakukan penulis. Tujuan dari PKM yang dilakukan melalui program KNPT ini bertujuan guna meningkatkan pendapat jemaat dengan bermodalkan limbah yang dapat didaur ulang. Dengan limbah yang tidak ada nilainya, dengan tambahan beberapa hal yang tidak mahal, bisa diubah menjelma menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi lingkungan dan memiliki nilai ekonomis. PKM ini dilakukan melalui pendekatan langsung dengan metode observasi dan implementasi.Dengan lokasi yang terbatas dan metode yang relatif mudah, jemaat diharapkan mampu memproduksi pupuk cair eco enzyme, kompos organik dari limbah dapur maupun pasar dari lingkungan sekitar, sabun mandi, sabun cuci pakaian cair, sabun cuci piring, sabun cuci tangan, dan karbol. Sehinga menghasilkan produk-produk natural, organic dan ekonomis untuk diproduksi oleh jemaat.
Strategi Pendampingan Remaja Kristen terhadap Pengunaan Gadget di Era Society 5.0 Yuni Sartika; Kariani Giawa
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 1 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - April 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i1.240

Abstract

The purpose of this study is to examine the mentoring strategies for Christian adolescents in relation to gadget use in the Society 5.0 era, as well as to describe the challenges encountered in implementing these discipleship strategies. Utilizing a qualitative method with instruments such as observation, interviews, and documentation, the study involved Christian adolescents as participants. The findings reveal that mentors conducted discipleship using sermon-based methods and carried out monthly evaluations. However, Christian adolescents were still unable to use gadgets effectively, as evidenced by their tendency to play games during worship services and their lack of attention to the Word of God. These findings indicate that the current discipleship strategies are not yet optimal. Based on these results, a new strategy is recommended for guiding Christian adolescents in their use of gadgets in the Society 5.0 era.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pendampingan remaja Kristen terhadap penggunaan gadget di era society 5.0,  serta mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam penerapan strategi pembinaan tersebut. Melalui metode kualitatif dengan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian melibatkan Remaja Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembina melakukan pembinaan terhadap remaja menggunakan metode khotbah, dan melakukan evaluasi setiap bulan meskipun remaja Kristen masih belum mampu memanfaatkan gadget dengan efektif, terutama terlihat dari kecenderungan remaja untuk bermain game saat ibadah dan kurangnya perhatian pada firman Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembinaan yang diterapkan masih belum optimal. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan strategi baru dalam membimbing remaja Kristen dalam penggunaan gadget di era Society 5.0.
Transformasi Psikososial dan Kristalisasi Visi Hidup Remaja: Evaluasi Program Purposeful Life di Desa Butuh, Kabupaten Semarang Rinto Fernando Simorangkir; Barnabas Lilik Juniawan; Marianus Adobia Maupada; Kaleb Yosep Yupukolo; Aldy Rafelmis Benu
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 3, No 1 (2026): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - April 2026
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v3i1.316

Abstract

Discovering a life purpose is a highly valuable milestone. However, a prevailing issue is that many contemporary adolescents lack clear direction following their graduation. Furthermore, they face immense internal and external challenges. Therefore, concerted efforts are required to assist them in breaking free from the vicious cycles that precipitate failure. Through the "Purpose Life" discipleship program—implemented by the 2025 cohort of the Sarjana Pembaru Desa (Village Innovator Scholars / SPD) Program for the youth in Butuh Village from September 2025 to January 2026 - the incidence of setbacks has been minimized, as the participants now possess a clearer understanding of their future goals. This Community Service (PKM) report employs a descriptive-analytical method, utilizing questionnaires and direct observations of eight randomly selected adolescents from the total beneficiary population. The results of the implementation indicate an enhanced crystallization of life vision, stronger self-identity, significant soft skills development, and closer relationships with mentors. The data reveals that over 70% of the participants agree they have experienced meaningful changes in their lives.AbstrakMenemukan satu tujuan hidup adalah momen yang sangat berharga. Persoalannya sangat sedikit para remaja sekarang tidak tahu kemana mereka setelah menamatkan sekolah mereka. Belum lagi tantangan yang besar baik dari internal maupun eksternal mereka. Perlu upaya untuk menolong mereka keluar dari lingkaran setan yang membuat mereka gagal. Lewat pengalaman pemuridan Purpose Life  oleh peserta Program SPD atau Sarjana Pembaru Desa angkatan 2025 bagi para remaja di Desa Butuh sejak September 2025 hingga Januari 2026. Pengalaman jatuh atau gagal tidak begitu banyak karena sudah mengetahui kemana arah tujuan mereka selanjutnya. Laporan PKM ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan metode kuesioner serta observasi secara langsung kepada 8 anak yang akan didekati yang dipilih secara acak dari sekian anak yang sudah dilayani. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan Kristalisasi visi hidup, identitas diri yang lebih kuat, pengembangan keterampilan  soft skill serta kedekatan dengan mentor yang signifikan. Data menunjukkan lebih dari 70 persen setuju mengalami perubahan dalam hidupnya.

Page 2 of 3 | Total Record : 29