cover
Contact Name
Frets Keriapy
Contact Email
fretskeriapy1106@gmail.com
Phone
+6282138755314
Journal Mail Official
fretskeriapy1106@gmail.com
Editorial Address
RT09/RW01, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang - Jawa Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM
ISSN : -     EISSN : 30482194     DOI : 10.47530
Core Subject :
Tikkun-Olam Journal is a research and Community Service (PKM) journal for lecturers and students, published by Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga. Tikkun-Olam Journal invites lecturers and students to publish the results of research conducted individually, collaboratively with lecturers, or together with fellow students. Tikkun-Olam Journal has also been assigned an Online ISSN: 3048-2194. The name “Tikkun-Olam” consists of two Hebrew words. The word Tikkun is often translated as “repair” or “restoration.” It can also be used to describe the act of straightening something that is bent, maintaining a path, trimming nails, setting a table, or constructing a parable to explain a difficult idea. Meanwhile, the word Olam connotes an extended period of time and is commonly translated as “world.” The Tikkun-Olam Journal is established with the hope that the articles published in the journal will encourage and inspire readers to engage in acts of restoration, straighten what is crooked, increase social awareness, and uphold a mission for the development and advancement of society. Focus and Scope The focus and scope of Tikkun-Olam Journal include: Christian Religious Education Christian Leadership Globalization of Education Early Childhood Education Church and Community Development
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Mengembangkan Bahan Ajar Sekolah Minggu Kontekstual: Pelatihan Guru Sekolah Minggu Sinode GKJTU Santosa Santosa; Ahmad Tabrani
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 1 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - April 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i1.262

Abstract

The church plays an important role in educating its congregation from an early age. Sunday School serves as one of the educational platforms for the congregation, making its quality a crucial aspect to consider. The quality of Sunday School services is closely related to the quality of its teachers. The Synod of the Central Northern Java Christian Church (GKJTU) recognizes the importance of improving teacher quality and, therefore, organized training on developing contextual teaching materials. This training was conducted in collaboration with lecturers from the “STAK Terpadu Pesat Salatiga” as part of a Community Service Program (PKM). The training employed various methods, including brainstorming, lectures, demonstrations, question-and-answer sessions, group work, mentoring, presentations, and evaluations. Overall, the program successfully enhanced participants' knowledge and skills in developing teaching materials. Further mentoring is necessary to assist training participants in implementing the preparation of teaching materials according to the contextual needs of their respective churches. AbstrakGereja memiliki peran penting mendidik jemaat sejak usia dini. Sekolah Minggu merupakan salah satu wadah pendidikan bagi jemaat, sehingga sangat penting perhatikan kualitasnya. Kualitas layanan Sekolah Minggu tidak lepas dari kualitas Guru Sekolah Minggunya. Sinode Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) menyadari pentingnya peningkatan kualitas guru, maka diselenggarakan pelatihan dengan topik mengembangkan bahan ajar kontekstual. Pelatihan bekerjasama dengan Dosen Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Terpadu Pesat Salatiga dalam bentuk PKM. Pelaksanaan PKM menggunakan beberapa metode antara lain: brainstorming, ceramah, demonstrasi, tanya jawab, kelompok kerja, pendampingan, presentasi, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta menyusun bahan ajar. Diperlukan pendampingan pada peserta pelatihan sebagai langkah tindak lanjut di dalam mengimplementasikan penyusunan bahan ajar sesuai kebutuhan konteks gereja masing-masing.
Refleksi Kepemimpinan Raja Uzia dengan Visi, Relasi dan Karakter Kendali Diri Medi Yakub Prabowo; Mariani Harmadi
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 1, No 2 (2024): Penelitian dan PKM - Oktober 2024
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v1i2.242

Abstract

The Bible is the perfect guide for believers, including in matters of leadership. We can see how to become a successful leader in the story of King Uzziah. The story of Uzziah teaches us how important a good leader is. During his leadership, the kingdom of Judah that he led experienced much progress. Judah became a kingdom that had a respected military force with a large number of soldiers and advanced war equipment at that time, as well as abundant food security and real development. When a leader has a good vision, it will make the people he leads better, whatever organization or institution he leads will continue to develop and progress. When a leader has good character, he will maintain the achievements he has achieved or whatever he has built. Like wise in terms of relationships, good relationships with the right people will lead us to achieve the success we want. Uzziah's expertise in leading the kingdom of Judah can certainly be a role model for modern leadership where we are today. The method used in this writing is qualitative with a descriptive approach where data collection is carried out using literacy studies. The purpose of this writing is to provide an overview of the leadership potential of children who must be developed well so that they are useful for the people they lead. Alkitab merupakan penuntun sempurna bagi orang percaya, termasuk dalam hal kepemimpinan. Bagaimana menjadi pemimpin yang berhasil salah satunya bisa kita lihat didalam kisah Raja Uzia. Kisah Uzia mengajarkan kepada kita berapa pentingnya pemimpin yang baik. Selama masa kepemimpinannya ada banyak kemajuan yang dialami oleh kerajaan Yehuda yang dipimpinya. Yehuda menjadi kerajaan memiliki kekuatan militer yang disegani dengan jumlah terntara yang besar dan perlatan perang yang maju pada waktu itu, selain itu juga ketahanan pangan yang melimpah dan pembangunan yang nyata.  Ketika pemimpin memiliki visi yang baik akan membawa orang yang dipimpinnya semakin baik, apapun organisasi atau lembaga yang dipimpinnya akan terus berkembang dan maju. Ketika pemimpin memiliki karakter yang baik maka itu akan mempertahankan pencapaian yang sudah diraihnya atau apapun yang sudah dibangun. Demikian juga dalam hal hubungan, hubungan yang baik dengan orang-orang yang benar akan membawa kepada kita mencapai keberhasilan yang kita inginkan. Kepiawaian Uzia dalam memimpin kerajaan Yehuda tentu saja bisa menjadi panutan bagi kepemimpinan modern dimana kita ada sekarang. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kulitatif dengan pendekatan deskriptif dimana pengumpulan data dilakukan dengan studi literasi. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberi gambaran tentang potensi anak kepemimpinan yang harus dikembangakan dengan baik supaya bermanfaat bagi umat yang dipimpinnya.
Urgensi Pelatihan Penginjilan Kreatif Kepada Anak bagi Mahasiswa STT KAO dalam Rangka Mengimplementasikan Amanat Agung Eni Rombe; Elshadai Charis Hariyanto; Ragil Kristiawan
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 3, No 1 (2026): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - April 2026
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v3i1.310

Abstract

A mission gap occurred at STT KAO when the spirit of the Great Commission, which serves as the institution's lifeblood, was not accompanied by adequate attention to children's evangelism. Students focused more on evangelism among adults while children's ministry was neglected. This Community Service activity aimed to equip students with biblical understanding of children's evangelism, awareness of children's world and spiritual needs, and creative skills to communicate the Gospel effectively and relevantly. The implementation method consisted of a preparation stage through literature study to develop training materials, and an implementation stage using interactive lectures supported by engaging PowerPoint presentations. The training materials covered two main sessions: the theological foundation of children's evangelism and the practice of creative methods. Evaluation results from 22 participants showed very high satisfaction levels, with the majority of respondents giving the highest scores to all aspects, including material relevance, ease of understanding, practical solutions, speaker competency, and increased participant understanding. Qualitative testimonies revealed that the training not only transferred knowledge but also touched students' affective awareness to engage in children's ministry. This activity successfully bridged the mission gap and prepared students to implement the Great Commission comprehensively across all generations.AbstrakKesenjangan misi terjadi di STT KAO ketika semangat Amanat Agung yang menjadi nafas hidup kampus tidak diimbangi dengan perhatian terhadap penginjilan anak. Mahasiswa lebih terfokus pada penginjilan orang dewasa, sementara pelayanan anak terabaikan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman alkitabiah tentang penginjilan anak, kesadaran akan dunia dan kebutuhan rohani anak, serta keterampilan kreatif menyampaikan Injil secara efektif. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap persiapan melalui studi pustaka untuk menyusun bahan pelatihan, dan tahap pelaksanaan menggunakan ceramah interaktif berbantuan PowerPoint yang menarik. Materi pelatihan mencakup dua sesi utama, yaitu fondasi teologis penginjilan anak dan praktik metode kreatif. Hasil evaluasi dari 22 peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, dengan mayoritas responden memberikan penilaian tertinggi pada seluruh aspek, meliputi kesesuaian materi, kemudahan pemahaman, solusi praktis, kompetensi narasumber, serta peningkatan pemahaman peserta. Testimoni kualitatif mengungkapkan bahwa pelatihan tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga menyentuh kesadaran afektif mahasiswa untuk terlibat dalam pelayanan anak. Kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan misi dan mempersiapkan mahasiswa mengimplementasikan Amanat Agung secara utuh kepada semua generasi.
Dampak Figur Ayah pada Perkembangan Potensi Kepemimpinan Kristen Usia Dewasa Awal. Harnum Easteria; Mersi Prastika Dau
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 1, No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan PKM - April 2024
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jko.v1i1.211

Abstract

Humans are social creatures who will always interact with other people. In the early adulthood stage, a person will experience more conflicts. Family is a factor in a person's success in resolving conflicts. The father who is part of the family plays a very important role. If fathers carry out their roles, children will reach their maximum potential, including in terms of leadership. This article uses the literature method as a reference for information. The literature method makes it easier for the author to find answers to the impact of father figures on the development of Christian leadership potential in early adulthood. The result of searching for this information is that fathers play an important role in the development of children's potential. A father who does not carry out his role as a father will cause the family, especially the children, to experience many problems. In an effort to minimize the impact of dysfunctional fathers, the church is here as a solution and provides prevention.
Antara Panggilan dan Godaan: Dinamika Motivasi Hamba Tuhan di Tengah Tantangan Uang dan Era Digital Rouli Berliana; Esti Regina Boiliu; Reni Triposa
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 2 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - Oktober 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i2.289

Abstract

Spiritual ministry in the digital age takes place amid complex economic pressures and a culture of consumerism. Global economic transformation, labour market disruption, and the expansion of social media require ministers to balance their commitment to their spiritual calling with material challenges. This study aims to analyse the dynamics of clergy motivation in negotiating their calling and the lure of money amid economic challenges and the culture of digital visibility. This study uses a qualitative literature review method. It can be concluded that the temptation of money in ministry is a multi-layered phenomenon involving systemic, structural, and subjective dimensions, which the digital age reinforces through the culture of the visibility economy, performativity, and the monetisation of spiritual ministry. This dynamic often gives rise to narratives of justification that shift the meaning of blessings from the spiritual dimension to material legitimacy, thereby significantly affecting ministry motivation and congregational well-being. Therefore, intervention strategies are needed that emphasise deep spiritual formation, transparent accountability systems, and critical digital literacy so that servants of God remain faithful to their divine calling amid economic and digital cultural pressuresAbstrakPelayanan rohani di era digital berlangsung di tengah tekanan ekonomi dan budaya konsumtif yang kompleks. Transformasi ekonomi global, disrupsi pasar kerja, dan ekspansi media sosial menuntut hamba Tuhan untuk menyeimbangkan kesetiaan pada panggilan rohani dengan tantangan materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika motivasi hamba Tuhan dalam menegosiasikan panggilan dan godaan uang di tengah tantangan ekonomi dan budaya visibilitas digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka. Maka dapat disimpulkan bahwa godaan uang dalam pelayanan merupakan fenomena bertingkat yang melibatkan dimensi sistemik, struktural, dan subjektif, di mana era digital turut memperkuatnya melalui budaya visibility economy, performativitas, dan monetisasi pelayanan rohani. Dinamika ini sering kali melahirkan narasi pembenaran yang menggeser makna berkat dari dimensi spiritual menuju legitimasi material, sehingga memengaruhi motivasi pelayanan dan kesejahteraan jemaat secara nyata. Karena itu, diperlukan strategi intervensi yang menekankan formasi rohani yang mendalam, sistem akuntabilitas yang transparan, serta literasi digital yang kritis agar hamba Tuhan tetap setia pada panggilan ilahi di tengah tekanan ekonomi dan budaya digital.
Peran Penggunaan Media Sosial bagi Pergaulan Remaja Kristen Masa Kini Nita Paulina Benu; Yesa Cinta
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 1 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - April 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i1.267

Abstract

Social media has become an integral part of everyday life, especially among teenagers, including Christian teenagers. This platform provides various benefits in terms of communication, dissemination of information, and building communities, but it also brings its own challenges and risks. This research aims to analyze the influence of social media use on the relationships of today's Christian teenagers, by considering the positive and negative aspects that arise from its use. This research uses a literature study method that reviews theory and data related to the influence of social media on the social and spiritual behavior of Christian teenagers. Findings show that social media can expand social networks, strengthen faith, and promote involvement in church activities, but it can also increase the risk of exposure to negative content, cyberbullying, and disruption in direct social interactions. Therefore, it is important for Christian teenagers to use social media wisely, with guidance from their family and church community. This research uses an approach that emphasizes the balance between social and spiritual dimensions in the lives of Christian teenagers, as well as its relevance to today's digital challenges that have not been studied in depth in the context of Christian faith.AbstrakMedia sosial telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan remaja, termasuk remaja Kristen. Platform ini menyediakan berbagai manfaat dalam hal komunikasi, penyebaran informasi, serta membangun komunitas, namun juga membawa tantangan dan risiko tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap pergaulan remaja Kristen masa kini, dengan mempertimbangkan aspek-aspek positif dan negatif yang timbul dari penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang meninjau teori dan data terkait pengaruh media sosial pada perilaku sosial dan spiritual remaja Kristen. Temuan menunjukkan bahwa media sosial dapat memperluas jaringan sosial, memperkuat iman, serta mempromosikan keterlibatan dalam kegiatan gereja, namun juga dapat meningkatkan risiko terpapar konten negatif, cyberbullying, dan gangguan dalam interaksi sosial langsung. Oleh karena itu, penting bagi remaja Kristen untuk memanfaatkan media sosial secara bijak, dengan bimbingan dari keluarga dan komunitas gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan yang menekankan keseimbangan antara dimensi sosial dan spiritual dalam kehidupan remaja Kristen, serta relevansinya terhadap tantangan digital masa kini yang belum banyak dikaji secara mendalam dalam konteks iman Kristen
The Paradox of the Cross: Divine Wisdom, Life Transformation, the Call to Faith, and Societal Transformation Dr. Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura; Jean Calvin Riedel Mawikere; Daniella Beauty Melanesia Mawikere
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 1 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - April 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i1.265

Abstract

Salib merupakan pusat teologi Kristen, mewujudkan paradoks ilahi di mana kelemahan menjadi kekuatan, kehinaan berujung pada kemuliaan, dan kematian mendatangkan kehidupan. Kajian ini menelaah Salib sebagai sarana keselamatan sekaligus model kehidupan Kristen, dengan menekankan hikmat ilahi, transformasi pribadi, iman, dan dampaknya terhadap masyarakat. Melalui analisis isi terhadap teks-teks biblika dan literatur teologi, penelitian ini mengungkap bahwa penyaliban Kristus tidak hanya membawa penebusan, tetapi juga menuntut pembaruan pikiran, kasih, dan pengorbanan diri. Salib menentang nilai-nilai duniawi, menegaskan bahwa kebesaran sejati terletak pada kerendahan hati, pelayanan, dan keadilan. Lebih dari sekadar keselamatan individu, Salib menyerukan pembaruan masyarakat, mengajak setiap orang percaya untuk hidup dalam ketaatan, kasih, dan tanggung jawab terhadap sesama.AbstrakThe Cross is central to Christian theology, embodying the divine paradox where weakness becomes strength, disgrace leads to glory, and death brings life. This study examines the Cross as both the means of salvation and the model for Christian living, highlighting divine wisdom, personal transformation, faith, and societal impact. Through content analysis of biblical texts and theological literature, it reveals that Christ’s crucifixion not only redeems but also demands renewal of the mind, love, and self-sacrifice. The Cross subverts worldly values, affirming that true greatness lies in humility, service, and justice. Beyond individual salvation, it calls for societal renewal, urging believers to live in obedience, love, and responsibility towards others.
Pelatihan Guru Sekolah Minggu dalam Meningkatkan Keterampilan dan Kreativitas Mengajar Sekolah Minggu Gereja-Gereja di Weleri Williyanto Pontonuwu; Elshadai Charis Hariyanto
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 3, No 1 (2026): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - April 2026
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v3i1.309

Abstract

This community service program aims to improve the skills and creativity of Sunday School teachers in designing and implementing engaging, interactive, and developmentally appropriate learning. The challenges faced by partners include limited variety of teaching methods and learning media, as well as the lack of creative approaches in delivering Bible material. This activity was conducted from September 2024 to March 2025 at GKN Siloam, Kendal, through practice-based training, group discussions, teaching simulations, and mentoring. The training materials covered creative learning strategies, the use of simple and digital media, effective storytelling techniques, and engaging classroom management. Results showed an increase in participants' understanding of innovative learning methods, enhanced skills in developing lesson plans, and increased teacher confidence. This training is expected to optimize the quality of Sunday School learning, enabling more effective and sustainable character building and faith growth in children.AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas guru Sekolah Minggu dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan anak. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi terbatasnya variasi metode mengajar, minimnya penggunaan media pembelajaran, serta rendahnya pemanfaatan pendekatan kreatif dalam penyampaian materi Alkitab. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September 2024 hingga Maret 2025 di GKN Siloam, Kendal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dan deskriptif kualitatif, dengan teknik pelaksanaan berupa pelatihan berbasis praktik, diskusi kelompok, simulasi mengajar, serta pendampingan berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan evaluasi hasil praktik peserta. Materi pelatihan mencakup strategi pembelajaran kreatif, penggunaan media sederhana dan digital, teknik bercerita yang efektif, serta pengelolaan kelas yang menyenangkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap metode pembelajaran inovatif, peningkatan keterampilan dalam menyusun rencana pembelajaran, serta meningkatnya kepercayaan diri guru dalam mengajar. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Sekolah Minggu, sehingga mampu mendukung pembentukan karakter dan pertumbuhan iman anak secara lebih efektif dan berkelanjutan. 
Latihan Peningkatan Ekonomi Kaum Wanita GSJA Gracious Agape Jambe melalui Pembuatan Keripik Tempe Guntur Firman Apri Yanto; Harnum Easteria; Rida Sinaga; Anila Anila; Berkat Setiaman Harefa
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 1, No 2 (2024): Penelitian dan PKM - Oktober 2024
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v1i2.214

Abstract

Kekristenan memiliki bagian-bagian yang kompleks untuk dipahami dan dijalani. Kekristenan tidak hanya ikut-ikutan kata orang atau sebagai agama saja, namun kekristenan lebih kepada teladan hidup sebagai seorang pengikut Kristus. Seorang Kristen harus terus bertumbuh menjadi lebih baik dalam hal urusan rohani maupun keterampilan lainnya, termasuk membangun wirausaha maupun bisnis yang berlandaskan kebenaran atau berpusat pada Kristus. Berdasarkan observasi, persekutuan kaum wanita GSJA Gracious Agape Jambe sudah rutin dilaksanakan tetapi dilaksanakan secara monoton hanya berbentuk ibadah dengan kegiatan memuji Tuhan, berdoa dan mendengarkan firman Tuhan dan kunjungan. Kegiatan rutin yang monoton dapat menyebabkan kebosanan dan penurunan minat atau semangat. Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan beberapa metode, yakni: Ceramah untuk menjelaskan materi tentang bisnis berpusat pada Kristus, tanya jawab sebagai sarana untuk tukar pengalaman dalam bisnis yang pernah dilakukan, metode tutorial untuk menjelaskan langkah-langkah dalam pelatihan pembuatan keripik tempe, dan metode proyek untuk mengaplikasikan materi seminar dan pelatihan. Hasil: Peserta seminar dan pelatihan pembuatan kripik tempe dapat mengapresiasi kegiatan sebagai inovasi dalam persekutuan kaum wanita serta menunjukkan hasil berupa keripik tempe dan siap mengembangkan menjadi bisnis ataupun pengembangan usaha untuk menunjang penghasilan rumah tangga. 
Efektivitas Pelatihan Manajemen Konflik dalam Meningkatkan Pemahaman dan Penyelesaian Konflik Mahasiswa STAK Terpadu Pesat Salatiga Yanri Yunita Serli Mone; Heru Astikasari
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 2 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - Oktober 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i2.261

Abstract

Conflict is an inseparable part of human interaction, especially in academic environments such as the Salatiga Integrated Christian Religious College (STAK). This study aims to examine the effectiveness of conflict management training in improving students' understanding in identifying the causes of conflict and resolving them. Referring to conflict management theory (Rahim, 2023) and social conflict resolution (Garcia Chen, 2023), this study uses a descriptive qualitative method with an experimental approach (pre-test and post-test) on 40 students. The results showed an increase in student understanding after training, with the percentage of high understanding increasing from 25% to 35%, while low understanding decreased from 30% to 20%. These findings confirm that conflict management training can help students develop more constructive communication, negotiation, and conflict resolution strategies. The study recommends the implementation of similar training on an ongoing basis to support the development of students' social skills in academic and professional contexts. the importance of the result or a brief conclusion.AbstrakKonflik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari interaksi manusia, terutama di lingkungan akademik seperti Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Terpadu Pesat Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan manajemen konflik dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam mengidentifikasi penyebab konflik dan penyelesaiannya. Mengacu pada teori manajemen konflik (Rahim, 2023) dan resolusi konflik sosial (Garcia Chen, 2023), penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental (pre-test dan post-test) pada 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah pelatihan, dengan persentase pemahaman tinggi meningkat dari 25% menjadi 35%, sedangkan pemahaman rendah menurun dari 30% menjadi 20%. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan manajemen konflik dapat membantu siswa mengembangkan strategi komunikasi, negosiasi, dan resolusi konflik yang lebih konstruktif. Studi ini merekomendasikan pelaksanaan pelatihan serupa secara berkelanjutan untuk mendukung pengembangan keterampilan sosial siswa dalam konteks akademik dan profesional.

Page 1 of 3 | Total Record : 29