cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
jabespasaribu@institutkristenrealbatam.ac.id
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Komplek House Of Glory, Eden Park. Jalan Ahmad Yani, Taman Baloi, 29432 Batam
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Manthano: Journal of Christian Education
ISSN : 28290135     EISSN : 2828951X     DOI : https://doi.org/10.53547/by40mc18
Core Subject :
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen, P-ISSN 2829-0135 and E-ISSN 2828-951X, is an open access and peer reviewed scientific journal managed and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia, through its Institute for Research and Community Service or LPPM. The journal is nationally accredited with SINTA 4 status, published twice a year in March and September, and accepts manuscripts in both Indonesian and English. MANTHANO publishes the results of academic and scientific inquiry in the field of Christian Education, both empirical and conceptual. Its scope includes the theology of Christian education, learning strategies and curriculum, educational management and leadership, the philosophy of Christian education, educational measurement, assessment, and evaluation, learning technology, family education, and Christian character education. The journal welcomes contributions from lecturers, researchers, practitioners, and students, both from Indonesia and abroad. All manuscripts that meet the submission requirements are evaluated by expert reviewers through a double blind review process. Each published article is assigned a DOI under the prefix 10.53547.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Peran Guru dalam Kepemimpinan berdasarkan perspektif 1 Timotius 4:12 sebagai upaya meningkatkan Spiritualitas Nara Didik Daniel Supriyadi; Mardiharto Mardiharto
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/h467wk65

Abstract

AbstractA Christian educator not only equips students to have good cognitive skills but also has good character and ethics and moral values. That is the aim of the research in this article. Because the number of delinquency and problems in students is an important indicator of the teacher's role in leadership so that they can seek to increase the spirituality of students. In this research, the writer applies descriptive qualitative method with a literature study approach and a hermeneutical approach, namely examining texts related to the leadership of Christian educators so that a conclusion can be drawn that a Christian educator in his leadership task must be based on God's word. Able to be a role model for students both through speech, behavior, love, loyalty, chastity. So that students are able to become individuals who have the character of Christ and are able to live the values ??and norms that apply in the community. So that his life can be a blessing to those around him. AbstrakSeorang pendidik Kristen bukan hanya memperlengkapi nara didik memiliki kognitif yang baik akan tetapi juga memiliki karakter serta etika dan nilai moral yang baik. Hal itu menjadi tujuan dalam penelitian artikel ini. Sebab banyaknya kenakalan dan persoalan pada nara didik menjadi indikator penting peran guru dalam kepemimpinan supaya dapat mengupayakan peningkatan kerohanian nara didik. Dalam penelitain ini penulis menerapkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dan pendekatan hermeneutik, yaitu meneliti teks-teks yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidik Kristen sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulkan bahwa seorang pendidik Kristen dalam tugas kepemimpinannya harus berlandaskan pada firman Tuhan. Mampu menjadi sosok teladan bagi nara didik baik melalui ucapan, tingkah laku, Kasih, Kesetiaan, Kesucian. Sehingga nara didik mampu menjadi pribadi yang mempunyai karakter Kristus serta mampu menghidupi nilai-nilai serta norma yang berlaku dalam lingkungan masyarakat. Sehingga hidupnya dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sekitanya.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga sebagai Upaya Mereduksi Perilaku Kekerasan terhadap Anak Bulanda Agata; Yonatan Alex; Yahya
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/emhfsw94

Abstract

AbstractEducation for the family is a part that has no boundaries, education in this family is like our worship with the Lord Jesus Christ, which we exalt, glorify and even worship without limits and which are not seen from space, pleace and time. In fact, education in churches and schools has its limits, while Christian education in the family or household is a real education where this education is given to children, with one goal being to act as a motivator for children to turn to God, with the other goal of PAK towards families being as a train the cohesiveness of a family, especially both parents when educating their children, so that children can see the harmony in their family, children can fell that in their family there is warmth when both parents educate children with all sincerity, full of love and love, there the child will be able to see the existence of family harmony in seeking God, and on the other hand both parents will also be able to see the development of the child, and more importantly for both parents must be able to set an example and good example for their children. AbstrakPendidikan dalam keluarga adalah bagian yang tidak ada batasanya, pendidikan dalam keluarga ini seperti ibadah kita dengan Tuhan Yesus Kristus yang kita tinggikan, agungkan bahkan yang sering kali disembah yang tanpa batas dan yang tidak dilihat dari ruang, tempat serta waktu. Malahan pendidikan yang ada digereja dan sekolah ada batasannya, sedangkan pendidikan Kristen didalam keluarga atau rumah tangga adalah pendidikan yang real adanya dimana pendidikan ini diberikan kepada anak, dengan satu tujuannya adalah sebagai penggerak untuk anak-anak terhadap Tuhan, dengan tujuan PAK lainnya terhadap keluarga adalah sebagai melatih kompaknya sebuah keluarga terutama kedua orang tua ketika mendidik anak-anaknya, sehingga anak-anak dapat melihat adanya keharmonisan didalam keluarganya, anak-anak dapat merasakan bahwa dalam keluarganya ada kehangatan pada saat kedua orang tua mendidik anak dengan segala ketulusan hati, penuh cinta dan kasih sayang, disitu anak akan dapat melihat adanya keharmonisan keluarga dalam mencari Tuhan, serta disisi lain kedua orang tua juga akan dapat melihat pekembangan anak, dan yang lebih penting bagi kedua orang tua harus bisa memberi contoh dan teladan yang baik, untuk anak-anaknya.
Implementasi PAK dalam Pemuridan sebagai Upaya Membentuk Life Skills Peserta Didik di SDTK Sabda Harapan Sentani Elok Pakaryaningsih Sudono; Sensius Amon Karlau; Rasinus
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/53k4jq13

Abstract

AbstractThis study aims to present a relevant, dynamic and conceptual PAK learning concept as a learning effort in shaping students' life skills. It is understood that PAK is an education that pivots on the teachings of Jesus Christ. Meanwhile, discipleship is related to teaching that aims to form a person. On the other hand, life skills reach as the ability to survive naturally and positively against the various challenges faced. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely Grounded Theory. Simultaneous elaboration of several theories combined with observation and interview data at SDTK Sabda Harapan Sentani. The results obtained from this study confirm the validity of PAK, discipleship and life skills as an integral part and are familial, biblical, applicable and conceptual. This leads to efforts to produce outputs that have the fighting power in life that leads to knowing oneself, living harmoniously in society, critical and creative thinking, christocentric learning and vocational understanding. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetengahkan suatu konsep pembelajaran PAK yang relevan, dinamis dan konseptual sebagai upaya pemuridan dalam membentuk life skill peserta didik. Dipahami bahwa PAK menekankan pendidikan yang berporos pada ajaran Yesus Kristus. Sementara itu, pemuridan berkaitan dengan pengajaran yang bertujuan membentuk kepribadian seseorang. Pada sisi yang lain, life skill dipahami sebagai kemampuan survaive seseorang secara alamiah dan positif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu grounded Theory. Elaborasi beberapa teori dipadukan dengan data observasi dan wawancara di SDTK Sabda Harapan Sentani secara simultan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menegaskan kalidansi PAK, pemuridan dan life skill sebagai bagian yang utuh dan bersifat kekeluargaan, alkitabiah, aplikatif dan konseptual. Pemahaman ini mengarah pada upaya menghasilkan output yang memiliki daya juang dalam kehidupan yang mengarah pada kecakapan mengenal diri sendiri, kehidupan yang harmonis dimasyarakat, berpikir kritis dan kreatif, kecakapan akademis dan kecakapan vokasional yang bersifat kristosentris.
Peran Guru PAK dalam Penggunaan Media Google Meet pada Pembelajaran Online di SD Negeri Osiloa Tarus Kabupaten Kupang Poho Lakang Poho Lakang; Daud Saleh Luji Saleh Luji; Lanny Koroh Koroh
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/nydhwv04

Abstract

Abstract Online learning in the pandemic era is a must and teachers need technological tools so that learning activities can be carried out anywhere and anytime as long as they can access the system. In this kind of learning requires a number of roles from the teacher. The purpose of this study was to find out and analyze the role of PAK teachers in implementing online learning with google meet media in the era of the covid-19 pandemic at SD Negeri Osiloa Tarus, Kupang district. The method used is a qualitative descriptive method, with the research subject being a PAK teacher who carries out online learning at the Osiloa Tarus State Elementary School. The results showed that there were six roles played by PAK teachers at SD Negeri Osiloa, namely: First. Teachers act as facilitators to provide learning tools, provide media and learning facilities, teachers act as partners not superiors. Second, the teacher acts as a guide and motivator. Third, the teacher acts as a provider of the learning environment. Fourth, the teacher as a communicator who connects the school, parents, and students in order to increase the effectiveness of online learning with the google meet media. Fifth, because this is Christian Religious Education, the teacher acts as a role model or role model in learning. Sixth, to determine the success of the process and results, the PAK teacher conducts learning as an evaluator.AbstrakPembelajaran online di era pandemi adalah suatu keharusan dan guru memerlukan alat teknologi sehingga kegiatan belajar dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun selama dapat mengakses sistem tersebut. Dalam pembelajaran seperti ini dibutuhkan sejumlah peran dari guru. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui dan menganalisis peran guru PAK dalam menerapkan pembelajaran online dengan media google meet di era pandemi covid-19 pada SD Negeri Osiloa Tarus kabupaten Kupang. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian adalah guru PAK yang melaknasakan pembelajaran online di Sekolah Dasar Negeri Osiloa Tarus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam peran yang dilakukan guru PAK SD Negeri Osiloa yaitu: Pertama. Guru berperan sebagai fasilitator untuk meyediakan perangkat pembelajaran, menyediakan media dan fasilitas belajar, guru bertindak sebagai mitra bukan atasan. Kedua, Guru berperan sebagai pembimbing dan motivator. Ketiga, Guru berperan sebagai penyedia lingkungan belajar. Keempat, Guru sebagai komunikator yang menghubungkan antara pihak sekolah, orang tua dan siswa dalam rangka meningkatkan efektifitas pembelajaran online dengan media google meet. Kelima, Karena ini adalah Pendidikan Agama Kristen maka Guru berperan sebagai model atau panutan dalam pembelajaran. Keenam, untuk mengetahui keberhasilan proses dan hasil maka Guru PAK melakukan perannya sebagai evaluator.
Penggenapan Janji Allah berdasarkan Nehemia 6:15 dalam Mendidik Anak Yulianus Bani; Purwisasi Yuli
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/egsczj53

Abstract

The teaching of God's promises comes from the Bible. God's promise is something that cannot be separated from the identity of God. God's promise is very important for the Israelites as evidence of the revelation of faith from Abraham, Isaac and Jacob who is known as the living God. God's promise is a manifestation of absolute truth because once God promises then He will fulfill His promise. If God's promise is not fulfilled, it can be said that God's promise is relatively changing according to the situation and this is one proof that it is not God. Children must believe in God's promises in life as a provision for their faith in the future. The future generations of this nation must have coverage under any circumstances God is still with His children. Parents have a role in explaining and providing children with evidence from the Bible for God's fulfillment for the Israelites and believers today. God this is so important because it was commanded by Moses to be delivered to the Israelites. The Israelites were to teach all the statutes and promises of God to their children from generation to generation day and night. All of this is intended so that they know their identity as children of God. The results of this study provide evidence that God's promise is the realization of absolute truth. God's promises are absolute truths that every human of His choice must believe. Abstrak Pengajaran tentang janji Allah murni bersumber dari Alkitab. Janji Allah merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari jati Diri Allah. Janji Allah sangat penting bagi umat Israel sebagai bukti penyataan iman dari Abraham, Ishak dan Yakub yang dikenal sebagai Allah yang hidup. Janji Allah merupakan wujud kebenaran absolut karena sekali Allah berjanji maka Ia akan menggenapi janjiNya. Jika janji Allah tidak digenapi maka dapat dikatakan bahwa janji Allah itu sifatnya relative karena berubah sesuai situasi dan ini salah satu bukti bukan Allah. Anak-anak harus menyakini janji-janji Allah dalam hidup sebagai bekal imannya di masa depan. Generasi masa depan bangsa ini harus memiliki pengharapan bahwa dalam situasi apapun Allah tetap menyertai anak-anakNya. Orang tua memiliki peran untuk menjelaskan dan memberikan bukti-bukti dari Alkitab kepada anak-anak penggenapan Allah bagi umat Israel dan orang percaya masa kini. Allah melihat hal ini sangat penting karena itu diperintahkan kepada Musa untuk disampaikan kepada orang Israel. Orang Israel harus mengajarkan semua ketetapan dan janji-janji Allah kepada anak-anak mereka turun temurun siang dan malam. Semua ini bertujuan agar mereka mengetahui identitasnya sebagai anak-anak Allah. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa janji Allah merupakan realisasi kebenaran absolut. Janji Allah adalah kebenaran absolut yang harus dipercayai oleh setiap manusia pilihanNya.
Model Pembelajaran Pendidikan Keluarga berdasarkan Ulangan 6:4-9 dalam Pembinaan Iman Anak di Era Disruptif Alexius Adam; Mapela Sandri; Lanny Koroh
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/9e9b2w74

Abstract

AbstractFostering faith in children becomes the task of parents. In particular, in the disruptive era, on the one hand, it is a challenge for parents, but on the other hand as an opportunity in the development of faith and potential of children. Not all parents have faced challenges in the disruptive era in carrying out the duties and responsibilities of fostering children's faith. The development of technology makes children addicted to gadgets so that it has an impact on their faith life. This study aims to obtain an overview of the learning model based on Deuteronomy 6:4-9 by exploring text analysis which can then be used as a reference or implementation for parents in carrying out child faith development in the disruptive era. This research uses a qualitative approach with hermeneutic studies. The results of this study found that the learning model that parents can apply in child development based on Deuteronomy 6:4-9 is through teaching repeatedly, talking about God's Word that is not limited by time and space, binding and writing it down. In the era of technology in carrying out the task of faith coaching, parents in teaching repeatedly by using or utilizing technological media that are not limited by time and space, so that children's faith development will be more effective in describing the child's spiritual life.AbstrakPembinaan iman pada anak-anak menjadi tugas orang tua. Secara khusus di era disruptif di satu sisi menjadi tantangan bagi orang tua, namun di sisi lain sebagai peluang dalam pengembangan iman dan potensi anak. Tidak semua orang tua sudah siyap menghadapi tantanga di era disruptif dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab pembinaan iman anak. Perkembangan teknologi membuat sebagaian anak kecanduan gadget sehingga berdampak pada kehidupan imannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang model pembelajaran yang didasarkan pada Ulangan 6:4-9 dengan melakukan eksplorasi analisis teks yang kemudian dapat dijadikan acuan atau implementasi bagi orang tua dalam melakukan pembinaan iman anak di era disruptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian hermenutika. Hasil kajian ini ditemukan bahwa model pembelajaran yang dapat diterapkan orang tua dalam pembinaan anak berdasarkan Ulangan 6:4-9 yaitu melalui mengajar secara berulang-ulang, membicarakan Firman Tuhan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, mengikatkan dan menuliskannya. Dalam era disruosi teknologi dalam melaksanakan tugas pembinaan iman, orang tua dalam mengajar secara berulang-ulang dengan menggunakan atau memanfaatkan media teknologi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga pembinaan iman anak akan menjadi lebih efektif dalam mendewasan kehidupan rohani anak
Pengaruh Pendidikan Kristen melalui Kelompok Tumbuh Bersama terhadap Pertumbuhan Rohani Noni Yutersi; Andreas Fernando; Analita
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/bdt4q806

Abstract

AbstractGod's will for His people is to grow into conformity with the image of His son. But in the reality of life not all people can continue to grow as ideally. The challenges of life and the demands of economic needs in particular in the era of the Covid-19 pandemic are obstacles in realizing spiritual growth. Through Christian Education in the group growing together is not just taught, but guided and strengthened, edifying each other so that it has an impact on spiritual growth together. The purpose of this study is to test and prove the influence of Christian Education through growing together groups on spiritual growth. This study used a correlational method. The results showed that the implementation of Christian education through groups to grow together had an impact on increasing the spiritual growth of the people. Through the learning process in Christian Education the group grows together which mutually expands life experiences, shares experiences in the application of God's word, reminds, strengthens each other and learns to implement the values of the Christian faith taught, becoming a joint encouragement that has an impact on spiritual growth. Abstrak Kehendak Allah bagi umatNya adalah bertumbuh menjadi serupa dengan gambar anakNya. Namun dalam realita kehidupan tidak semua umat bisa terus bertumbuh sebagaimana idealnya. Tantangan kehidupan dan tuntutan kebutuhan ekonomi secara khusus di era pandemic covid-19 menjadi hambatan dalam mewujudkan pertumbuhan rohani. Melalui Pendidikan Kristen dalam kelompok tumbuh bersama tidak hanya sekedar diajar, melainkan dibimbing dan saling menguatkan, meneguhkan, sehingga berdampak pada pertumbuhan rohanis ecara bersama-sama. Tujuan penelitian ini untuk menguji dan membuktikan pengaruh Pendidikan Kristen melalui kelompok tumbuh bersama terhadap pertumbuhan rohani. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksaan Pendidikan Kristen melalui kelompok tumbuh bersama berdampak pada peningkatan pertumbuh rohani umat. Melalui proses pembelajaran dalam Pendidikan Kristen kelompok tumbuh bersama yang saling membagi pengalaman hidup, membagi pengalaman dalam penerapan firman Tuhan, mengingatkan, saling menguatkan dan saling belajar mengimplementasikan nilai-nilai iman Kristen yang diajarkan, menjadi dorongan bersama-sama yang berdampak pada pertumbuhan rohani.
Analisis RPP Mahasiswa Kelas Praktik RPP Pendidikan Agama Kristen Eirene Mary
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2023): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/bhr6ws38

Abstract

Abstract One required competence of a teacher is pedagogical competence. A teacher must have the skills to plan a learning program to be able to achieve educational goals. Therefore, student teacher who will become teacher must be educated and trained to be able to prepare learning programs. Lesson Plan Writing Course is one of the required subjects for a student teacher. The student teacher of Christian Education major has enrolled Lesson Plan Writing course and has collected their lesson plans as their final course requirement. This research is conducted to figure out the students’ understanding of the course and their skills in lesson plan writing in accordance to the regulation. The research method is qualitative research that describe the analysis of the students’ lesson plans. The research shows the following: 1) There are varied level of understanding the concept of lesson plan and instructional design. Some students have sufficient understanding, while other students still have poor understanding. (2) Students’ ability in lesson plan writing is fair enough, though there are students who is still lacking. (3) The connection of each component of instructional design should be improved. Abstrak Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi pedagogik. Seorang guru harus memiliki keterampilan untuk merencanakan program pembelajaran untuk dapat mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian para calon guru harus dididik dan dilatih untuk dapat mempersiapkan program pembelajaran. Mata kuliah Praktik RPP menjadi salah satu mata kuliah wajib untuk diikuti oleh mahasiswa calon guru. Mahasiswa program studi pendidikan agama Kristen mengikuti mata kuliah Praktik RPP PAK dan sudah mengumpulkan RPP sebagai tugas akhir. Penelitian ini dibuat untuk melihat sampai sejauh mana pemahaman dan keterampilan para calon guru PAK tersebut dalam membuat rancangan pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang menggambarkan hasil analisis dari RPP yang dibuat oleh para mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tingkat pemahaman komponen RPP dan komponen desain pembelajaran para mahasiswa dapat dikategorikan cukup untuk beberapa orang dan cenderung kurang untuk beberapa orang lainnya. (2) Kemampuan mahasiswa terhadap sistematika penyusunan RPP cenderung cukup. Walaupun masih ada 2 orang yang masih kurang dalam hal sistematika penyusunan RPP. (3) Keterkaitan antar komponen dalam desain pembelajaran masih perlu ditingkatkan.
Implementasi Strategi Pembelajaran Tuhan Yesus berbasis Masalah dalam Pendidikan Agama Kristen di Gereja Samuel Agus Setiawan; Andrias Pujiono
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2023): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/96az5r54

Abstract

Abstract Educating and empowering the congregation is a primary responsibility of educators and pastors teaching Christian Religious Education in the church. This article aims to present a fresh and inspiring perspective on the implementation of problem-based learning strategies, as practiced by Jesus Christ. The research objective is to provide practical steps for applying this learning strategy in the context of Christian Religious Education within the church. Using a qualitative descriptive method, this study interprets the meanings derived from various Bible references and the teachings of Jesus Christ. The results of this research clearly indicate that the problem-based learning strategy applied by Jesus aligns with the teachings of the Bible and remains relevant today. These findings inspire educators and pastors to better understand the importance of adopting a learning approach that stimulates enthusiasm and creativity. In conclusion, this research demonstrates that by implementing problem-based learning strategies as taught by Jesus Christ in the curriculum of Christian Religious Education, the church congregation can experience benefits such as increased self-confidence, inspiration, and preparedness to face life's challenges with courage rooted in the teachings and example of Jesus Christ. Abstrak Mendidik dan memberdayakan jemaat merupakan tugas utama pendidik dan pendeta yang mengajar Pendidikan Agama Kristen di gereja. Artikel ini bertujuan untuk menghadirkan pandangan baru yang menginspirasi tentang penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah, sebagaimana yang diterapkan oleh Yesus Kristus. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan langkah-langkah praktis dalam menerapkan strategi pembelajaran ini dalam konteks Pendidikan Agama Kristen di gereja. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menafsirkan makna dari berbagai referensi Alkitab dan ajaran Yesus Kristus. Hasil penelitian ini dengan jelas menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah yang diterapkan oleh Yesus sesuai dengan ajaran Alkitab dan masih relevan hingga saat ini. Temuan ini mengilhami pendidik dan pendeta untuk lebih memahami pentingnya menerapkan pendekatan pembelajaran yang merangsang semangat dan kreativitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus Kristus dalam kurikulum Pendidikan Agama Kristen, jemaat gereja dapat merasakan manfaat berupa peningkatan kepercayaan diri, inspirasi, dan kesiapan dalam menghadapi permasalahan kehidupan dengan keberanian yang didasarkan pada ajaran dan teladan Yesus Kristus.
Perspektif Pendidik Kristen atas Pluralitas Agama, Pendirian Rumah Ibadat, dan Surat Keputusan Dua Menteri Grace Son Nassa; Alvin B. Kristian
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2023): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/74r5y972

Abstract

Abstract The purpose of this research is to see whether it is true that the Joint Decree of Two Ministers has upheld the value of religious plurality or not? Where the construction of houses of worship is one of the significant parts in the realization of respect for religious plurality. How do Christian educators see this issue from the perspective of Christianity itself? Through the content analysis method, it is found that the establishment of houses of worship in Indonesia still clashes with the inconsistency of the government in implementing the SKB two Ministers. The SKB of two Ministers seems very formalist and not fully realized. Seeing this, Christian educators need to open the minds of the younger generation to fight as much as possible for the rights of all citizens to get a proper house of worship, especially through the world of education. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah benar Surat Keputusan Bersama Dua Menteri telah menjunjung nilai pluralitas agama atau tidak? Di mana pembangunan rumah ibadat adalah salah satu bagian yang signifikan dalam perwujudan penghargaan pada pluralitas agama. Bagaimana pendidik Kristen melihat permasalahan ini dari kacamata kekristenan itu sendiri? Melalui metode analisis konten, ditemukan bahwa pendirian rumah ibadat di Indonesia masih berbenturan dengan ketidakkonsistenan pemerintah dalam menerapkan SKB dua Menteri. SKB dua Menteri terkesan sangat formalis dan tidak direalisasikan secara utuh. Melihat hal tersebut, pendidik Kristen perlu membuka wawasan generasi muda untuk memperjuangkan semaksimal mungkin hak seluruh warga negara untuk mendapatkan rumah ibadat yang layak, khususnya melalui dunia pendidikan.